Love or Murdered (Chapter 9B) -END

20130922-081717.jpg

 

Author: JS&KR

Genre: Romance Action Thriller Yadong NC-21

Cast:
-Kim Reika
-Jung Seira
-Kim JongIn
-Byun Baekhyun
-Lee Taemin
-Wu Yi Fan a.k.a Kris
-Oh Sehun

Support Cast&cameo:
-Lee Hyukjae
-Lee Donghae
-Kim Jonghyun
-Park Chanyeol
-Tao
-Another cast

*******

Love or Murdered (Chapter 9A)…

“Jangan hiraukan omong kosong mereka, Luhan. Bunuh mereka! Cepat!”

Dengan sigap, Luhan menarik pelatuk pistol nya..

“KAI, ANDWAE!”

DOR! DOR!

*****

Bibir Seira bergetar. Ia melepaskan sabuk pengaman miliknya dan milik Baekhyun. Perlahan Seira berpindah duduk jadi di atas paha Baekhyun dan mengalungkan kedua tangannya di leher Baekhyun. Dahinya dan dahi Baekhyun bersentuhan.

“Mianhae oppa. Apa yang harus kulakukan untuk menebus kesalahanku? Beritahu aku, Baekhyun oppa”

*****

[Love or Murdered chapter 9B – Ending]

Author POV

DOR ! DOR!

“Kyaaaaaa”

Wajah Reika tertunduk. Ia tak mampu melihat ke arah Kai.

‘Kai… Kai… Apa kau meninggalkanku…?’

Reika menggigit bibir bawahnya. Perlahan air matanya mulai mengalir dari sudut matanya. Ia semakin terisak mengingat bahwa Kai sudah tak bersamanya lagi.

“O-oh”

Reika mendengar sebuah langkah mendekat ke arahnya. Badannya bergetar ketakutan. Ia tau saatnya hampir tiba.

Taemin mengambil pistolnya yang tersembunyi di balik jaketnya dan berjalan ke arah Reika. Ia melihat Reika yang menunduk ketakutan. Ia mengacungkan pistolnya dan meletakkannya di bawah dagu Reika, dan mengangkat wajah yeoja itu.

“Kenapa menangis, sayang?”

Reika melihat Taemin dengan seluruh kebencian di hatinya.

“Kau psikopat!”

Tertawa. Itu yang dilakukan Taemin saat mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Reika, seakan-akan itu adalah sesuatu yang lucu.

“Ya, aku memang psikopat, karena yang membuatku seperti ini hanya karena mu, Reika”

Taemin memindahkan pistolnya jadi mengacung ke kepala Reika.

“Kalau dari awal kau memilihku, ini semua tak akan terjadi, Rei. Kai masih akan hidup, dan juga adikmu Seira itu juga. Aku tak akan mengganggumu…”

“Hah~ bukankah itu adalah sebuah cerita yang indah, seperti  di dongeng dongeng, hm?”

Wajah Taemin mendekat hingga hanya berjarak sesenti dari wajah Reika.

“Tapi kau terlalu bodoh karena lebih memilih adikku dari pada aku. Kau tau betapa sakitnya aku?”

Reika tak menjawab. Ia memandang kedua mata Taemin dengan tajam.

“Baiklah baiklah”

Badan Taemin menegak, kembali pada posisi awalnya.

“Kurasa setelah semua yang kau lakukan padaku selama ini, Rei”

Cklek

Pistol itu telah mengacung tepat di kepala Reika. Baja dinginnya dapat dirasakan pada pelipis Reika. Ia takut.

“Kau harus membayarnya”

*****

“Ugh! Sialan!”

“Berhenti mengumpat, Kris”

Dengan nada dinginnya Sehun terus berjalan di depan Kris. Waktu mereka tak banyak. Atau, Reika akan jatuh di tangan Taemin, tanpa nyawa. Sehun menggelengkan kepalanya.

“Yah, cepatlah!”

Sehun berhenti dan melipat tangannya di dada. Melihat Kris yang berjalan amat lambat di belakangnya.

“Hey, asal kau tau aku sedang kesakitan tau!”

DOR! DOR!

Badan Sehun berbalik. Sial! Bunyi pistol diiringi teriakan. Detak jantung Sehun berdetak dua kali lebih cepat. Ia menoleh kembali pada Kris dan bertukar pandang. Lalu, dengan kesusahan Kris mengikuti Sehun yang berlari menuju… sebuah gubuk.

Mereka berhenti tepat di depan pintunya.

“Kenapa menangis, sayang?”

Mata Sehun membulat.

‘Suara Taemin…’ Pikirnya.

Kris juga berhenti didepan pintu tepat disamping Sehun. Kris membuka sedikit pintu gubuk. Matanya memandang ke sekeliling gubuk reyot sempit itu. Dapat dilihat oleh mereka tubuh Kai terbaring di lantai disebelah kursi dimana mereka mengikat Reika. Sedang yeoja itu hanya menunduk takut dan menangis saat mendengar kata demi kata yang diucapkan oleh Taemin. Tangan Kris mengepal saat melihat Taemin sudah menarik pelatuk pistolnya yang ada dipelipis Reika.

“Kau harus membayarnya”

Smirk kemenangan itu tercetak di bibir Taemin. Tinggal selangkah lagi maka nyawa Reika akan terenggut. Dan rencananya akan berhasil.

“Selamat tinggal, Reika-ku”

DOR .. DOR ..

***

Mereka berdua sama-sama terdiam. Hanya bising udara di sekitar mereka yang terdengar. Tangan Seira masih memeluk leher Baekhyun erat. Tapi keduanya tak melakukan apapun. Hanya memandang ke arah mata masing-masing.

“Aku..tak tau” ucap Baekhyun akhirnya. Tangannya memeluk erat pinggang Seira. “Semuanya.. Terserah kau saja” ucap Baekhyun Final.

Seira hanya diam, hingga akhirnya ia merasa Baekhyun mendekatkan wajahnya. Semakin mendekat hingga nafas hangat Baekhyun menerpa wajahnya, mata Seira terpejam dan senyum tercetak di bibir Seira saat Baekhyun menempelkan bibirnya dibibir Seira. Hanya saling menempel hingga Seira mencondongkan badannya dan mengecup bibir Baekhyun terlebih dahulu. Baekhyun membalas mengecup bibir Seira lembut.

“Mianhae, oppa” ucapnya diantara bibir Baekhyun yang membuat namja itu hanya menggumam mengiyakan.

Baru beberapa jam yang lalu Baekhyun merasakan bibir Seira di bibirnya tapi entah kenapa ia sudah begitu rindu akan rasa itu. Bibir Seira seakan menjadi candu tersendiri bagi seorang Byun Baekhyun.

Berawal dari kecupan-kecupan lembut hingga menjadi sebuah ciuman yang panas, hot french kiss yang sangat memabukkan. Seira menarik leher Baekhyun memperdalam ciuman mereka. Mereka melepaskan ciuman ‘panas’ mereka sejenak, mengambil oksigen dan kembali melakukan ciuman yang lebih menuntut. AC mobil yang dingin tidak mengganggu kegiatan mereka yang berubah panas. Lidah Baekhyun menelusup masuk kedalam rongga mulut Seira, sebelah tangan Baekhyun tidak tinggal diam, tangan itu turun meraba-raba bagian belakang Seira. Seira mengerang pelan dan mengeratkan pelukannya pada Baekhyun. Lama mereka dalam posisi itu, merasakan ciuman yang basah dan dalam. Dan pada akhirnya Seira memaksa melepaskan ciuman mereka.

Seira sibuk mengambil nafas sementara itu bibir Baekhyun mulai menjelajah bagian tubuh Seira yang lain. Bibir Baekhyun mengecupi leher jenjang Seira dan meninggalkan beberapa kissmark.

Mereka berdua berpindah kekursi belakang, agar gerak mereka lebih leluasa. Nafsu sudah membuncah keduanya. Baekhyun melepas kain yang melekat pada tubuh Seira dan mulai mengulum kedua nipple Seira bergantian.

“Kau. Hanya. Boleh. Menciumku-”
“-Bukan. Namja. Lain”

“Mmhh~ n-neehh~ aahhh..”

Lidah Baekhyun menjilati nipple Seira dan menghisapnya kuat bergantian hingga mengeras.

“Kau harus berjanji Sei”

“Neh~~ aku.. Janjihh.. Aahh”

Baekhyun merasa celananya mulai sesak. Ia melepas baju Seira -sedikit merusaknya- dan melepas miliknya sendiri dengan tergesa.

“Sepertinya seseorang merasa terburu-buru”

Baekhyun mendorong tubuh Seira hingga ia yang ada di atas sekarang. Tubuh mereka berdua sudah naked. Smirk Baekhyun makin melebar.

Ia kembali mencium panas bibir Seira. Mengulum bibir atas dan bawah Seira sambil tangannya  mengocok juniornya sendiri. Dengan sendirinya Seira melebarkan kakinya agar Baekhyun lebih leluasa.

“Aaahhh….”

Seira memegang lengan Baekhyun erat saat junior Baekhyun benar-benar masuk sempurna di miliknya. Sakit dan nikmat itu ia rasakan jadi satu. Baekhyun mengecup kedua mata Seira yang menutup, dan kemudian membuka.

“Aku menyakitimu?” Ucap Baekhyun lirih. Seira menggeleng.

“Tidak. Bergeraklah oppa”

Dengan berpegang pada kursi mobil, Baekhyun berusaha bergerak di tempat yang sempit ini.

“K-kau.. S-sempithh sekali.. Aahhh”

“Oppa~ mmhhh”

Badan Seira ikut bergoncang dan membuat Baekhyun benar-benar tak tahan melihat kedua dada Seira yang terus bergoyang di depan matanya. Ia langsung saja melahap bergantian dada Seira.

“Aaahh~ B-baekhyunnhh.. Aahhh”

Karena tempat yang sempit, Baek akhirnya menukar posisi mereka jadi duduk. Dengan Seira yang duduk di pangkuan Baekhyun.

Baekhyun memeluk pinggang Seira dan membantunya bergerak. Kaki Seira memeluk pinggang Baekhyun dan tangannya yang bertumpu pada bahu Baek.

“Mmmhhhh”

Kepala Seira mendongak kebelakang. Merasakan berjuta kenikmatan ini lagi. Tangan Baekhyun merayap ke dada Seira dan meremasnya, memainkan nipple nya sedang bibirnya kembali menciumi leher Seira.

“Oppahh~ aku… Aaahhh”

“Sebentaarrhhh… Mmhh”

Bahkan mobil mereka ikut berguncang. Baekhyun semakin menyodokkan juniornya melesak masuk ke vagina Seira.

“Aaaahhhh”

Seira ambruk di dada Baekhyun. Nafasnya masih tersengal. Sayup ia mendengar tawa Baekhyun, Seira mengangkat kepalanya.

“Ada apa? Kenapa kau tertawa?”

“Ani. Hanya saja…” Baekhyun tak menyelesaikan kalimatnya.

“Apa?”

Dahi mereka bersentuhan. Baekhyun mengecup lembut bibir Seira.

“Saranghae. Dan kau adalah milikku, Seira. Hanya aku, dan aku tidak akan membaginya dengan siapapun, mengerti?”

Kali ini Seira yang tertawa. Kadang, Baekhyun bisa jadi childish seperti ini.

“Ne. Nado saranghae oppa. Dan aku juga tak membagi apa yang aku punya pada siapapun. Dan itu juga berlaku untukmu. Arra?”

Baekhyun mengangguk dan mencium hidungnya. Beban di hati mereka rasanya hilang begitu saja. Semuanya terasa ringan. Tangan Seira kembali mengalung di leher Baekhyun dan mengecup bibir Baekhyun.

“Aahh~”

Seira mendesah lirih saat dirasakannya junior Baekhyun yang kembali menyembul di bawah sana.

“Ronde dua?” Ucap Baekhyun dengan smirk nakalnya.

Seira menggeleng.

“Tidak.. Oppa…”

***

Sehun dan Kris sama-sama tak bisa menahan amarahnya. Segera saja Sehun menerobos masuk dan menembak Luhan tepat dijantung.

DOR! DOR!

Taemin yang melihat tubuh Luhan ambruk bersimbah darah membuatnya gelagapan. Taemin bersiap menembak Reika, tiba-tiba ia mengerang kesakitan. Kris menembak kedua tangannya membuat darah kembali mengalir dari sela-sela jarinya. Pistolnya terjatuh. Taemin berlutut di lantai, kesakitan. Ia tak bisa lagi mengambil pistol yang jatuh tak jauh dari dirinya.

‘Giliranku. Mati kau, bos sialan’ pikir Sehun.

Sehun mengarah pistolnya ke arah kepala Taemin. Selangkah lagi ia menarik pelatuk maka semuanya usai sudah.

DOR! DOR! DOR!

“AAARRRGGHHH!”

BRUK!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

“SEHUN!”

“OOPPAAAAA!!!!!!”
.

.

.

.

.

.

.

.

.

.
Luhan ternyata belum mati, dengan susah payah ia mengambil pistolnya dan dengan sisa tenaganya ia menembaki Sehun dengan brutal tepat dijantung. Kris yang murka menembaki Luhan dikepala hingga Luhan akhirnya merenggang nyawa.

Mata Reika membulat ngeri. Melihat badan Sehun yang sudah tak bernyawa ambruk dengan debaman kuat ke lantai. Langsung saja darah mengalir dari bawah badannya. Reika berteriak nyaring, ia melihat jelas Sehun yang bernafas dengan susah payah, dan kemudian tak bernafas sama sekali. Air mata Reika jatuh tak disuruh, mengalir di kedua matanya.

‘Ani… Sehun… Ani…’ Reika menggelengkan kepalanya kuat.

Dan tanpa sepengetahuan yang lain, Taemin tersenyum bangga. Dengan kesakitan, ia melompat dari jendela dan melarikan diri menjauh dari gubuk.

“Sial!”

Kris mendekati jendela dan menembaki Taemin yang berlari pincang masuk hutan. Kris mengumpat dan melompat jendela, ingin berlari menyusul Taemin menyalurkan dendamnya untuk membunuh orang satu itu.

“Kris! Hentikan!”

Langkah Kris berhenti. Ia berbalik memandang ke arah gubuk.

“Jebal… Jangan ada lagi korban.. Kumohon…”

Reika menutup kedua matanya. Menahan isakannya yang ternyata gagal. Hati Kris terenyuh melihat Reika. Ia memasukkan pistolnya kembali di saku jeans nya dan masuk kembali ke gubuk. Kris melepaskan ikatan Reika dan membiarkan yeoja itu mendekati tubuh Kai.

“O..oppa” panggil Reika dengan suara parau disebelah tubuh Kai.

Reika menarik tubuh Kai dan meletakkan kepala Kai dipangkuannya. Ia mengelus dada Kai dan dirasakannya hangat dan suatu cairan mengalir membasahi kaos Kai dan tangannya. Reika mengangkat tangannya dan melihat cairan merah pekat membasahi hampir sekujur telapak tangannya. Reika menggelengkan kepalanya.

“Kai….”

Dia menangis. Menggoyang dengan kuat bahu Kai, ingin berusaha membangunkannya.

“Kai! Kau tak boleh meninggalkanku, Kai”

Reika kembali menggoncang tubuh Kai kuat-kuat. Kris yang melihat itu ikut terhenyak. Ia ikut berlutut di samping Reika dan mengusap bahu Reika perlahan.

“Nona…”

Tapi Reika masih terisak dan mengguncang tubuh Kai.

“Ani.. Kai. Kau tak boleh mati! Kai!!!!”

Isakannya semakin dalam. Reika semakin susah bernafas karena tangisnya. Yang ia tau terakhir adalah Kris yang meneriaki namanya, setelah itu semuanya gelap.

Dengan sigap Kris memegangi tubuh Reika yang pingsan. Sekarang gantian Kris yang mengguncang bahu Reika.

“No..na? Nona?”

***

Taemin tersenyum licik setelah ia berhasil melarikan diri dari gubuk itu. Dia masih hidup walau kedua tangannya tertembak.

“Lihat saja Rei. Mungkin bukan hari ini aku mendapatkanmu. Tapi nanti. Aku akan mendapatkanmu selama aku masih hidup” ucapnya nyaring ditengah sunyinya hutan itu.

Taemin berjalan tergopoh. Dia sudah berjalan lumayan jauh dari gubuk hingga..

“Ow.. Ow.. Ternyata seseorang benar-benar terobsesi dengan Reika”

Suara derap kaki berhenti tepat dihadapan Taemin. Darah Taemin mengalir deras di tubuhnya begitu mendengar suara itu. Ia mendongakkan kepalanya dan tersenyum kaku pada sosok yang berbicara itu.

“Kita bertemu lagi, Taemin-ssi”

“Hyung..”

Orang itu berjalan memutari Taemin yang membuatnya ikut berjalan memutar was-was.

“Dengar. Aku juga mencintai Reika. Tapi, tidak harus mengorbankan banyak nyawa untuk mendapatkannya. Dia bahagia dengan yang lain. Aku mengerti perasaanmu Taem. Meskipun aku sakit melihatnya dengan yang lain, setidaknya dia bahagia itu cukup untukku” orang itu tersenyum misterius.

Taemin tertawa melecehkan. “Hhh~ bullshit, hyung”

“Kau tau? Meskipun aku tersakiti setidaknya aku berusaha untuk melindunginya. Dan aku tak akan memberikanmu kesempatan kedua untuk menyakitinya, saeng”

“Mwo-”

Trash!

“K-kau brengsekh~ Jong..hyun hyungh”

Trash!

Jonghyun menusukkan pisaunya lebih dalam kejantung Taemin. Memastikan Taemin benar-benar mati. Jonghyun mencabut lagi pisaunya dan melihat tubuh Taemin yang jatuh ke tanah. Jonghyun tersenyum bangga. Ia berlutut dan mengecek nadi Taemin.

‘Sudah tak ada’, Jonghyun berdiri lagi dan menyimpan pisau lipatnya pada tempatnya kembali lalu berjalan kearah gubuk yang tak jauh dari penglihatannya.

Sebelum Jonghyun ke gubuk itu, Jonghyun menembaki lagi tubuh Taemin yang sudah tak bernyawa.

“Untuk berjaga-jaga” ucapnya. Ia mengendikkan bahunya dan berlari ke arah gubuk. Membiarkan tubuh Taemin yang terbaring tak bernyawa disana.

***

Jonghyun sampai digubuk. Dia sudah siap dengan pistol di tangan dan kuda-kuda, tapi ternyata yang ia temui hanyalah Kris yang berusaha menggendong Reika yang pingsan.

“H-hyung?!”

Jonghyun tak berbicara. Ia menghampiri mereka dan melihat sekeliling. Ada Sehun, Kai, dan orang asing -yang ia tebak adalah anak buah Taemin- babyface terbaring disana.

“Astaga, ada apa dengan wajahmu.. Dan..”

“Pertempuran satu lawan satu. Dan beruntung Tuhan masih menyelamatkanku”

Jonghyun tertawa kecil. Ia mengambil Reika dari gendongan Kris. Tentu saja. Dengan keadaan Kris yang seperti itu mana bisa ia menggendong Reika.

Mereka berjalan beriringan ke luar gubuk.

“Hyung, kenapa kau bisa disini?” Ucap Kris heran. Karena setaunya, Jonghyun telah dipecat karena dituduh melakukan hal-yang-kurang-wajar pada Reika.

“Aku akan menceritakannya nanti. Cepat, ikuti aku! Aku sudah menelepon polisi kesini” ucap Jonghyun sambil mencoba menggendong tubuh Reika. Tapi tiba-tiba Jonghyun berhenti. Ia menoleh kembali ke arah dalam gubuk.

“Mereka..sudah…”

Jonghyun terlihat tak yakin.

“Cek keadaan mereka kembali. Siapa tau…” Jonghyun menyuruh Kris mengecek keadaan Luhan, Sehun, dan Kai sebelum meninggalkan gubuk. Awalnya Kris terlihat ragu. Sudah jelas mereka kena tembak.

Tapi akhirnya Kris mengangguk. Segera ia mengecek satu persatu keadaan mereka. Ketika Kris mengecek denyut nadi Sehun Kris hanya bisa menggeram.

“Bagaimana Sehun?”

Kris hanya menggeleng dan menunduk. Kris kembali berjalan dan berlutut di samping tubuh Kai dan mengecek denyut nadi Kai. Kris terperangah dan memandang ke arah Jonghyun dengan matanya yang membulat.

“Ada apa? Bagaimana Jongin?”

“Di…dia.. Jongin masih hidup hyung” ucap Kris terperangah. Antara percaya atau tidak. Tapi segera saja ia mengangkat tubuh Kai dan menggendongnya. Mengikuti kemana Jonghyun berjalan hingga ke luar hutan.

***

In Car

Baekhyun dan Seira menelusuri hutan yang dilalui mobil mereka dengan hati-hati. Hingga mereka menemukan segerombolan polisi.

“Tunggu, apa itu polisi?” Ucap Baekhyun.

Seira langsung mengalihkan pandangannya kearah depan dan menangkap sosok itu, Kris. Secara spontan Seira langsung keluar dari mobil dan mengindahkan panggilan Baekhyun.

“Seira!!!!”

Seira berlari menabrak polisi-polisi yang berlalu lalang disitu. Pikirannya hanya satu, memastikan semua orang yang disayanginya masih ada.

“Kris oppa!. Kris-”

Yang merasa terpanggil membalikkan tubuhnya dan langsung disambil pelukan oleh Seira. Kris memeluk balik dan mendengar Seira terisak.

“Syukurlah, oppa. Syukurlah” Kris menepuk punggung Seira dan tersenyum padanya.

“Dimana eonnie?”. Kris menunjuk kearah sosok yang tengah duduk diperban dengan memakai mantel beludru merah tebal. Didepannya, ada sosok yang lain yang tampak sedang berbicara dengan para polisi.

‘Jonghyun.. Oppa?’ Pikir Seira.

“Eonni!”

Reika refleks menoleh ketika mendengar suara cempreng yeodongsaengnya itu, Reika berlari dan memeluknya.

“Kau.. Kau selamat. Demi Tuhan, bagaimana kau bisa kabur dari psikopat itu?”

Seira hanya tersenyum miris. “Berkat Sehun oppa..-” Kalimat Seira tercekat. Benar, Seira teringat Sehun.

“Tunggu. Dimana Sehun?” Seira bahkan belum tahu bagaimana keadaan Sehun sampai saat ini. Ia menatap unni nya yang malah mengalihkan pandangannya ke tempat lain.

Seira menyentuk kedua bahu Reika dan mengguncang tubuhnya.

“Eonni. Dimana Sehun?”
Deg.
Reika bimbang. Haruskan dia bilang kalau Sehun terbunuh? Tidak. Reika tahu bagaimana hancurnya hati Seira waktu mendengar berita buruk tentang Sehun tertembak.

“Eonni?” Seira menggerakkan tangannya didepan wajah Reika.
“Apa tadi kau bertemu Sehun?”

“S-Sehun.. Dia..”

“Sehun kenapa eonni? Yah.. Bicara yang jelas. Dimana dia?”

“Dia… Tertembak. Mianhae, Seira. Aku, Kris tak bisa menolongnya. Mianhae” ucap Reika lirih dan menundukkan kepalanya.

Seira terdiam dan memandang eonninya tidak percaya.

“A-andwae! Se-sehun oppa tidak mungkin. Tidak mungkin. Dia tidak mungkin meninggalkanku. Dia sudah berjanji kembali. Andwae.. Andwae”

Seira berbalik dan mencoba berlari memastikan bahwa Reika telah berbohong atau tidak.

“Seira!!!”

Bruk!

“Hati-hati, nona”

Seira berhenti melangkah. Saat itu, para polisi mengangkut korban yang meninggal untuk dimasukkan dalam ambulance. Seira melihat kesalah satu kantong korban meninggal yang ujungnya terbuka.

“Chankkamaneyo, ahjussi!”

Seira berlari mendekat, dan membuka kantong mayat itu perlahan. Nafasnya langsung tercekat, Seira menutup mulutnya tidak percaya. Sehun, terlihat tidur dalam damai. Wajahnya tak menyiratkan beban yang dibawanya. Lutut Seira lemas dan tubuhnya baru saja ingin limbung kalau saja Baekhyun tidak menahan tubuhnya. Seira menoleh dengan mata sembab dan menangis dipelukan Baekhyun.

“Uljima Seira. Uljimayo” Baekhyun mengelus rambut Seira. Jujur, beberapa saat yang lalu Baekhyun membenci kehadiran Sehun yang menghancurkan hubungannya dengan Seira. Tapi sekarang setelah Baekhyun tahu cerita sebenarnya dari Kris, ia sangat berterimakasih kepada Sehun karena telah menyelamatkan eonni Seira, sekaligus shock karena berita kematiannya.

Reika, Kris, dan Jonghyun ikut menghampiri Seira. Reika mengelus punggung Seira sayang. Kepala Seira mendongak.

“Kai? Bagaimana dengan Kai oppa?”

Deg.

Susah payah Reika menelan ludahnya. Menahan kembali tangisannya yang akan pecah dalam beberapa detik.

“Kai.. Masih ditangani tim medis. Dia.. Koma”

Sekarang giliran Reika menangis terisak-isak. Dengan perlahan, Jonghyun merengkuh Reika kedalam pelukannya dan menepuk punggungnya.

“Tak apa, Rei. Kai akan baik-baik saja. Dan dia harus baik-baik saja”

Seira juga ikut berduka atas berita Kai. Untungnya nyawa Kai masih bisa terselamatkan. Ia menoleh pada Baekhyun yang juga sedang memandang dirinya. Dengan sendirinya Baekhyun menarik Seira dalam pelukannya dan mencium puncak kepalanya.

“Sekarang, semua akan baik-baik saja, Sei”

Seira menganggukkan kepalanya.

Semua akan baik-baik saja. Dan memang akan baik-baik saja.

Mereka memang kehilangan orang yang mereka cintai. Tapi setidaknya, masih ada orang yang memang benar-benar tulus mencintai mereka hingga akhirnya.

-THE END-
(Chapter update : Epilog & Bonus Chapter. Please anticipate! xoxo)

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on January 8, 2014, in Action, NC-21, Romance, School Life, Tragedy and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 65 Comments.

  1. huwaah, keren kok..
    tapi NC yatuhaaan!
    angkat tangan gue~
    >< fighting eon!

  2. sumpah nich fanfic full NC semua dari awal sampai ending ceritanya bagus sich mian ya baru comment dipart akhir

  3. Eonni sebenarnya ff nya bagus cuma kebanyakan nc nya jadi ku skip karena bisa bikin kepala ku pusing kayak udah reflek. Oh iy sequel nya cepetan ya

  4. sumvah ceritanya keren bgt thor. aku udh ngulang lebih dri 5x .pokonya keren kerennnn

  5. sofelf forever

    Ending yg mengharukan hwee..
    Tp mianee bagian nc y aku ngga kuat bc jd ngga ada yg aku bc mianee,
    Jogmal mianee
    Tp crita y keren bngt gomawo author.

  6. helloblackpearl-ohs

    Sedih bgt wkt kai dan sehun ketembak T^T aku gabisa baca yadong lama2 jd miane aku srg skip .-.

  7. Kyaa endingg hiks ngegantung yahh ‘-‘

  8. christiejaena480

    Baekhyun so hot!

  9. Ceritanya kereeeennnnn,,,,,
    Tp itu nc nya dimana2 ‎​ƍäªK kenal tempat +waktu :D\=D/=)):p<=-P=D:D\=D/=)):p<=-P=D
    
    . нåнåнåнåнåнåнåнåнåнå˚

  10. Wahhhh daebakkkkk ceritanya bkin gregetttt nc uhhhhh kenapa hrus sehun mati hikss padahal aku suka seihun di tunggu sequelnya minn

  11. Full nc broooo, keren bgian psikopatnya deg degan uy, trus berkarya thor

  12. Haruss ada lanjutan nya >< nge gantung thor?
    Hhuuaa kaii haruss selamat… harus di ceritaiin semua nya kehidupan mereka setelah petumpah darah han ini, bener2 menegangkan -__-

  13. Woah!!! Hi thor… ceritanya keren. Bangeeeett lah. Btw, mian baru smpet komen. Jgn lama2 ya thor buat bonus chapter nya hihi.. di tunggu ff selanjutnya thor.. DAEBAK!!! 👍

  14. Aaaa endingnya mengharukan banget lahhhhhh, ampe nangis bacanya
    Goos job thor

  15. Anjir gua mewek gara2 sehun mati huee T.T
    Tapi enceh?/ na sesuanu banget dooh :’v
    Sorry bru comment di part akhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: