[FREELANCE] One Thing (Chapter 3)

 AUTHOR: CHJ @BaekCHJ ( https://twitter.com/BaekCHJ 
20131027-204834.jpg

 
Tittle : ONE THING Chapter 3
Author : CHJ ( @BaekCHJ )
Genre : Romance, School Life, Friendship, Comedy *maybe?
Length : Chapter
Range : M
Main Cast : EXO-K, Lee Hyena (Fiction)
 
Disclaimer: Cerita ini hanya fiktif belaka murni dari pemikiran gila Author CHJ . Jika ada kesamaan tempat dan karakter semua tidak disengaja.
NO PLAGIAT.
SIDER GET OUT!
Jadilah Good Reader yang tentunya akan meninggalkan jejak ^^
 
Cerita ini juga pernah dipublish di website pribadi Author CHJ
 
Well…
Kali ini ceritanya cukup Puaaaanjaaaaaang. Happy Reading lah. Jangan lupa Comment.
Comment’an kalian adalah kekuatan buat Author :’)
Gomawo *bow
 
 
 
HAPPY READING ^-^
 
 
 
‘Aku.. tidak mengerti..
Semuanya seolah sudah skenarionya seperti itu.
Tentu Tuhan sudah menentukan ini di jauh-jauh hari.
Mungkinkah ini yang dinamakan TAKDIR?’
 
 
 
 
Sebelumnya..
 
 
“Annyeong..” Suara bassnya menyapa gadis itu ramah dengan senyum yang mampu membuat gadis manapun yang melihatnya akan terpesona seketika.
 
 
DEG
 
 
Gadis itu hanya diam terpaku tak mampu menjawab apapun atas sapaan yang di dapatnya dari namja itu. Namja yang telah menarik perhatiannya beberapa hari ini. Namja bersepeda motor yang ia lihat di kedai tempo hari. Namja yang tak ia sengaja tabrak di perpustakaan beberapa hari yang lalu. Ya! Namja itu kini ada di hadapannya. Menatapnya. Dan menyapanya. Ingin rasanya gadis itu pingsan saat itu juga.
 
Dan benar saja, gadis itu pingsan seketika.
 
 
GABRUKK
 
 
“eh? Agasshi !!!!”
 
 
~o0o~
ONE THING CHAPTER 3
Namja itu panik melihat gadis yang ada di hadapannya tergeletak tak sadarkan diri begitu saja. Ia menoleh ke kiri dan kanan mencari seseorang yang mungkin bisa dipinta pertolongannya. Namun tak ada orang satupun di sekitar tempat itu.
Segera ia hampiri gadis yang tak sadarkan diri itu. Menepuk-nepuk kedua pipi putihnya agar yang bersangkutan dapat segera sadar. Namun nihil. Tak ada reaksi sama sekali. Namja itu kembali panik. Ia langsung menyambar tas gadis itu –Hyena yang memang berada di sebelahnya saat itu –Mencari-cari sesuatu yang mungkin bisa dijadikan sebagai alat penolong.
Benar saja, namja itu menemukan Kartu identitas si gadis. Tercantum nama dan alamatnya juga. Segera namja tinggi bersuara bass itu mengangkat tubuhnya ala bridal style, membawanya ke dalam mobil, mengantar gadis yang tak sadarkan diri itu pulang.
~o0o~
“Hyena-ya~ “ Kyungsoo beranjak dari duduknya di sofa, langsung menghampiri ranjang Hyena. Melihat gadis itu baru saja sadar dari pingsannya.
Hyena menggeliat pelan. Mengerjap-ngerjap matanya mengumpulkan lebih banyak kesadaran. Sekilas ia teringat dengan kejadian tadi sore di danau. Gadis itu mengernyitkan alisnya bingung. Ia bingung dengan kejadian yang ia alami tadi sore apakah nyata atau hanyalah sebuah mimpi belaka. Ia bangkit dari tidurnya. Memposisikan tubuhnya senyaman mungkin untuk duduk bersandar di ranjang King size miliknya itu.
“Hyena-ya~ “ Kyungsoo mencoba memanggil namanya lagi.
Gadis itu menolehkan kepalanya ke arah Kyungsoo yang sudah duduk di tepi ranjang. Menggenggam tangannya begitu erat. Tersirat kekhawatiran di wajahnya yang tampan.
“Neo gwaenchana?” Tanya Kyungsoo khawatir dengan dongsaengnya.
“Gwaenchana..” Jawabnya dengan suara serak.
“Ini minumlah dulu.” Kyungsoo menyodorkan segelas air putih yang memang sudah tersedia di samping nakas ranjang.
“Gomawo..”
“Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Sudah kubilang, teruslah bersama Kai dan Sehun.” Tanya Kyungsoo lagi.
“Ne? Mengapa Oppa bertanya seperti itu?”
Hyena kaget saat Kyungsoo bertanya seperti itu, ia masih belum bisa membedakan kejadian yang ia alami tadi sore itu nyata atau bukan.
“Tadi Chanyeol mengantarkanmu pulang karena kau pingsan begitu saja di danau dekat sekolahmu. Untung saja dia yang menemukanmu. Apa yang terjadi eoh?”
“Ne? Chanyeol nugu?” Lagi-lagi ia dikagetkan dengan pernyataan Kyungsoo. Gadis itu tidak menjawab pertanyaan Kyungsoo, malah balik bertanya.
“Dia tinggi dan ya.. lumayan tampan.”
Gadis itu mengernyitkan kedua alisnya berpikir sejenak merasa bingung dan tak percaya dengan apa yang sudah terjadi padanya hari ini.
Bagaimana mungkin ini?
“Ya~ “ Kyungsoo menyenggol lengan gadis itu sehingga membuatnya kembali tersadar dari lamunannya.
“Apa yang terjadi eoh? Sehun juga bilang padaku bahwa beberapa hari yang lalu hidungmu tiba-tiba berdarah. Apa kau sedang sakit? Kita ke dokter ne!”
“Mwo? Anni, dia terlalu berlebihan. Aku tidak apa-apa, Oppa..”
“Benar tidak apa-apa?” Kyungsoo masih khawatir. Hyena hanya mengangguk.
Gadis itu tidak terlalu memikirkan perkataan Kyungsoo yang bagitu mengkhawatirkannya. Ia masih sibuk dengan pikirannya sendiri.
‘Jadi namja itu bernama Chanyeol? Bagaimana Kyungsoo Oppa bisa mengenalnya?’
“Oppa..”
“Ne?”
“Apa kau mengenal namja yang mengantarku itu?”
“Tentu saja. Dia sunbaeku sekaligus sahabatku saat di Senior High School. Wae?”
“Anniya..”
Tanpa Kyungsoo sadari gadis itu mengukir senyuman manisnya. Sangat manis.
“Ayo kita turun dan makan malam.” Kyungsoo beranjak dari duduknya.
“Gendong..”
“Aigoo aigoo~, anak ini!”
Kyungsoo kembali menghampiri Hyena dan menggendongnya. Hyena hanya terkekeh pelan.
Begitulah Hyena –Gadis ini akan bersikap sangat manja jika sudah bersama dengan Kyungsoo. Melebihi kemanjaannya pada ibunya sendiri. -_-
“Aigooo, bocah ini berat sekali.” Canda Kyungsoo memutar-mutar tubuh Hyena yang ada di punggungnya. Mereka terkekeh bersama.
~o0o~
Hari demi hari Hyena lalui dengan kekonyolan-kekonyolan yang dilakukan oleh 5 namja tampan yang kini tinggal bersama dengan dirinya di rumah milik orang tuanya itu.
Namja tampan dengan kelakuan super GILA. Itulah penilaian Hyena terhadap ke-4 teman sepupunya itu. (Kyungsoo gak termasuk OKEH)
Terutama Sehun. Namja putih susu itu terus-terusan menganggu dirinya. Tidak di rumah, tidak juga di sekolah, Sehun terus menerus menganggunya. Membuatnya jengah dan risih.
“Sehun-ah! Stoped following me!” Bentaknya pada Sehun saat namja itu terus-terusan menguntit segala kegiatan yang ia lakukan di sekolah.
“Shireo! Kau pasti akan kabur lagi.” Jawab Sehun tak mau kalah.
“Aishhhh! Aku risih dengan tatapan para yeoja di sini. Aku tak mau dibully oleh mereka hanya karena dirimu! Pergi!”
Gadis itu mendorong tubuh Sehun agar menyingkir dari hadapannya. Tentu hal itu tak akan berpengaruh, karena kekuatannya kalah jauh dengan Sehun. Bahkan tubuh Sehun tak sedikitpun bergeser dari tempatnya semula.
“Tenang saja aku akan melindungimu Chagiya~”
“Cihh~ Melindungi katamu? Justru kau bisa membunuhku jika tingkahmu begini terus.”
“Kau tenang saja.” Ucap Sehun enteng kemudian menarik tangan gadis itu membawanya ke suatu tempat. Tak dihiraukannya sama sekali berpasang-pasang mata menatap tingkah mereka dengan tatapan membunuh terutama terhadap Hyena.
“YA! Lepaskan akuu!!!”
Gadis itu berteriak meronta minta dilepaskan. Namun, Sehun tak menghiraukan sedikitpun. Ia terus menyeret Hyena ke suatu tempat.
“YA! Sehun-ah! Lepas! Kyungsoo Oppa~ tolong aku..”
Gadis itu terus berteriak memukul-mukul lengan Sehun yang menarik tangannya dan merintihkan nama Kyungsoo, membuat Sehun pusing.
“Aishh jinja?” Sehun berdesis, berhenti sejenak.
“YA! Kau bisa diam tidak eoh?“ Ucapnya lagi membentak Hyena, –menatap gadis itu sangar mencoba mengancam agar gadis itu mau diam.
“LEPAS!! Atau aku akan adukan pada Kyungsoo Oppa!” Gadis itu terus saja berteriak membuat Sehun semakin Frustasi.
“Ow, aku takuuut.” Ucap Sehun dengan gaya seolah-olah ia takut akan ancaman Hyena. Membuat Hyena memutar bola matanya malas.
“DIAM! Atau aku akan menciummu di depan semua orang!” Ucap Sehun lagi kali ini sedikit mengancam.
Hyena seketika bungkam tak berkutik. Namja putih susu itu menyeringai evil, kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke belakang sekolah masih tetap menarik kuat tangan Hyena.
Damn Kau Oh Sehun!” Umpat gadis itu berdesis pelan.
Thank’s dear~ Kuanggap itu sebuah pujian.” Sahut Sehun santai seakan mendengar umpatan Hyena.
Gadis itu mengembungkan pipinya kesal. Meskipun tak ada satupun bahkan Sehun yang tahu ekspresinya.
Saat melewati lapangan basket, Hyena melihat sosok yang selalu ia ingin lihat selama ini, –yang selalu menarik perhatian mata hati dan pikirannya. (*Tsaaaaaaah )
Namja misterius dengan kamera ditangannya yang tengah memfoto objek di sekitar lapangan itu. Sekilas pandangan mereka beradu. Hyena sedikit terhenyak kaget saat melihat namja itu memandangnya dalam saat ia dan Sehun melewati lapangan. Ia sendiri heran mengapa namja itu bisa memandangnya seperti itu. Bukankah wajah Hyena tidak kelihatan jelas karena terhalang oleh rambutnya?
‘Tapi.. mengapa..? Chanyeol…’
 
 
 
 
“YA! Kita mau kemana? Jam belajar sudah dimulai. Kau mau dimarahi songsaengnim huh?” Omel Hyena.
Sehun masih tak menggubrisnya. Mereka berhenti di sebuah danau dimana Hyena pingsan tempo hari.
“Duduk!” Perintah Sehun saat tiba di sebuah kursi panjang yang ada di pinggir danau itu. Entah mengapa Hyena menurut.
“Mau apa kita ke sini eoh?”
“Mencari ketenangan. Seperti yang sering kau lakukan.” Ucap Sehun enteng seraya ikut mendudukan diri di samping Hyena.
Gadis itu diam.
“Aku tahu kau banyak pikiran Hyena-ya.”
Gadis itu menatap tajam Sehun dengan pandangan seolah mengatakan ‘Jangan sok tahu kau!’
 
“Hey, tentu saja aku tahu. Terlihat jelas dari ekspresi yang sering kau tunjukan pada kami.” Sehun seolah sadar dengan tatapan Hyena.
Gadis itu kembali bungkam. Tidak tahu harus bicara apa. Pembicaraan ini cukup sensitive  baginya. Ia tidak mau seorangpun tahu tentang keadaan dirinya yang sebenarnya.
“Hyena-ya..”
Tangan Sehun mencoba meraih kepala Hyena. Mencoba menyibak rambut yang selalu menghalangi wajah itu. Entah mengapa gadis itu hanya diam dan membiarkan Sehun melakukannya.
“Mengapa kau selalu menutupi wajah cantikmu di balik rambut kusut ini eoh?”
Gadis itu menatap Sehun. Pandangan mereka beradu. Dapat terlihat jelas oleh Sehun bahwa gadis itu memiliki bola mata yang berwarna kecoklatan.
“Dengar! Seberat apapun beban yang kau pikul, keluarkanlah! Meskipun mungkin tak akan ada orang yang ingin mengetahuinya, keluarkanlah! Entah itu dengan cara berteriak atau apapun. Jangan malah selalu bersembunyi di balik ini.” Ucap Sehun dengan bijaknya sambil menyibak rambut Hyena lagi ke samping, sehingga membuat wajahnya semakin  terlihat jelas. (Tumben bijak kamu naaaaaak *peluksehun)
You don’t know me as well, Sehun-ah.” Ucap gadis itu lemah, kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain. Tersirat kepedihan dalam wajah itu.
“Semuanya terlihat sangat jelas dari sini.”
Sehun menyentuh dagu Hyena, menggerakannya agar menghadap dan menatap matanya kembali. Bibir gadis itu sedikit bergetar, matanya mulai berkaca-kaca.
Tess..
Cairan bening dangan sukses jatuh meluncur membasahi pipi gadis itu. Sehun terpaku, entah mengapa dadanya terasa sesak ketika melihat yeoja di hadapannya menangis. Namja itu tidak menyangka bahwa reaksi Hyena akan separah ini. Tangan namja tampan itu tergerak dengan sendirinya untuk menghapus air mata yang mengalir di pipi putih gadis itu –Mengusapnya pelan.
I don’t know what’s your problem, Hyena-ya. Tapi ku mohon jangan selalu berperasangka buruk terhadap orang lain. Not all people in this world have a bad thing.” Ungkap Sehun yang kini sudah beralih tengah menggenggam tangan gadis itu.
Dalam hati, Hyena merutuki dirinya sendiri yang begitu mudahnya mengeluarkan air mata sialan itu di depan Sehun, namja yang selalu membuatnya kesal. Namun apalah daya, air mata itu tak sanggup lagi ia tahan. Percakapan ini memang begitu sensitive baginya.
“Kau tahu Sehun-ah. Sejujurnya bukan seperti itu yang kuinginkan. Aku.. aku hanya.. aku…”
Gadis itu menghentikan kalimatnya dan melepas genggaman tangan Sehun, malah menutup wajah dengan kedua tangannya, menangis, –Menangis sejadi-jadinya.
“Semua orang tak ada yang mau tulus berteman denganku. Mereka hanya memanfaatkanku saja Sehun-ah. Kau tahu rasanya seperti apa? Sakit dan sesak!” Ungkap Hyena masih dengan air mata yang berlinang memegang dadanya yang terasa sesak.
“Seolah aku ini hanya sebuah barang yang dengan mudah dipermainkan. Bahkan keluargaku sendiri mempermainkanku.”
Gadis itu dengan gamblang terus mengungkapkan kekesalan di hatinya pada Sehun. Sementara namja tampan itu hanya diam mencoba mendengarkan dengan seksama keluh kesah yang tengah Hyena rasakan. Ia ingin mengetahui alasan mengapa Hyena merubah total penampilannya menjadi aneh seperti sekarang ini.
“Kau tahu? Aku ini hanya anak tak berguna Sehun-ah. Orang tuaku saja meninggalkanku sendiri. Aku bisa apa? Aku hanya ingin mendapatkan kasih sayang yang tulus..” Ungkapnya lirih.
“Aku seperti ini karena aku ingin menemukan orang yang benar-benar tulus padaku tanpa tahu aku ini siapa dan anak siapa. Apa aku salah eoh?” Tanyanya pada Sehun dengan lirih. Gadis itu mengusap kedua pipinya. Sehun masih saja menatapnya penuh iba.
Hyena kembali memasang wajah datarnya.
“Jangan menatapku iba seperti itu. Ayo kita ke kelas. Nanti songsaengnim marah.” Ucapnya seraya beranjak dari duduknya di kursi pinggir danau itu.
GREPP
Tak disangka-sangka Sehun bangkit dan langsung memeluk gadis itu dengan tiba-tiba dari belakang, membuatnya terpaku sejenak.
I know Hyena-ya.. Aku tahu bagaimana rasanya.”
Gadis itu mematung. Sehun semakin mempererat pelukannya di perut rata gadis itu.
“S-sehun-ah..” Gadis itu terbata.
What the hell are you doing?” ucapnya lagi.
Sehun semakin mengeratkan pelukannya. Malah kali ini namja itu meletakkan dagunya di bahu Hyena, menghembuskan nafas hangatnya hingga terasa di leher gadis itu. (kok kamu kumat lagi naaaaaak??? *tunjuktunjuksehun -_-)
Just be quiet. Stay like this.” Sehun semakin mempererat pelukannya.
“YA!” gadis itu merasa tidak nyaman dengan keadaan mereka saat ini.
“Hanya sebentar saja. Tetaplah begini.” Ulang Sehun lagi.
“Jangan s-seperti ini!”
Hyena mencoba melepaskan pelukan Sehun di tubuhnya. Dengan sekuat tenaga yang ia miliki, akhirnya Sehun mau juga melepaskannya. Gadis itu mendesah lega.
“Ah, baiklah. Bagaimana kalau begini saja?” Ucap Sehun dengan tiba-tiba membalikkan tubuh Hyena menghadapnya. Seringaian evil terukir di bibir namja itu, membuat Hyena bergidik ngeri.
“Mwoeyo?” gadis itu mengernyitkan alisnya.
Sehun mencondongkan tubuhnya, mendekatkan wajahnya ke wajah Hyena. Tentu saja gadis itu panik. Namun tak Sehun hiraukan, ia tetap mendekatkan wajahnya pada wajah gadis itu.
“Ss-sehun-ah..”
Hyena mencoba menghindar dengan mendorong dada bidang Sehun, namun hal itu malah memudahkan Sehun karena kali ini ia menggenggam kedua tangan Hyena menguncinya dalam dekapannya. Sehun semakin memojokkan gadis itu di Pohon. Hyena hanya mampu menelan salivanya gugup. Kedua kalinya Sehun berbuat seperti ini padanya.
Sehun memejamkan kedua matanya saat hidung mereka bersentuhan. Sedangkan Hyena memejamkan matanya rapat-rapat karena ketakutan.
Sedikit lagi..
Sedikit lagi..
(*Apanya yang sedikit lagi WOY? #PLAK! (Reader ngamuk (-,-) )
“Ehhemm..”
Deheman seseorang mengganggu kegiatan (?) yang tengah mereka lakukan. Sontak Sehun gelagapan dan langsung mengalihkan pandangan pada sumber suara.
Hyena mendesah lega saat Sehun mengurungkan niatnya. Setidaknya keperawanan bibirnya tidak jadi ternodai oleh Sehun. (*Apa sih?)
“C-Chanyeol Hyung?”
Hyena seketika terperanjat mendengar panggilan dari Sehun kepada seseorang yang kini berada di hadapan mereka. Matanya membulat saat Sehun mengucapkan nama Chanyeol yang berada di hadapannya kini. Ingin rasanya gadis itu kembali pingsan saat itu juga. (pingsan mulu non? -_-)
“Ah, Sehun-ah. Ternyata kau.. maaf mengganggu aktifitas kalian ya. Hehehe” Ucap Chanyeol menggaruk tengkuknya tak gatal sama sekali.
“Ehmm.. anniya. Kami tidak melakukan apa-apa, sungguh.” Hyena menerobos masuk dalam pembicaraan 2 namja tampan itu, mengibas ke-sepuluh jarinya di depan dada.
“Ne? BAHAHAHAHHA. Ckk, Dasar anak muda zaman sekarang. Ada-ada saja.” Celetuk Chanyeol yang sukses membuat wajah keduanya memerah menahan malu.
“Benar Hyung, kami tidak melakukan apa-apa sungguh. Tadi matanya kelilipan. Aku hanya membantunya saja.” Jelas Sehun mencoba berbohong. Hyena menganggukan kepala membenarkan perkataan Sehun itu.
“Tolong jangan ceritakan ini pada Suho hyung, Baekhyun hyung, D.O hyung, dan Kai ya hyung.. jebbal..” Sehun merengek pada Chanyeol, menarik-narik lengan kiri namja tinggi itu.
Hyena memandang penuh kesinisan pada namja dengan kulit putih susu itu. Bagaimana bisa dia sekarang bertingkah seperti anak kecil yang minta dibelikan es krim? sedangkan sebelumnya ia bertingkah layaknya seorang pria dewasa di depannya. (*ABG LABIL LoL)
“Ne.. kau tenang saja. Aku tidak akan buka mulut.”
“Ngomong-ngomong, kalian berdua pacaran ya?” tambah Chanyeol lagi menunjuk keduanya.
Dengan sigap Hyena menjawab.
“Anniya, tentu saja tidak. Siapa juga yang mau dengan namja seperti dia.”
Mendengar penuturan Hyena, Sehun mendelik ke arahnya tajam. Hyena memeletkan lidah balas menatapnya.
“Ah, begitu kah?” guman Chanyeol.
“Bukankah kau nona yang pingsan tempo hari itu ya?” ucap Chanyeol lagi mencoba mengingat-ingat.
Hyena bungkam. Menundukan kepalanya, merasa malu dengan tindakan bodohnya tempo hari yang tak bisa ia kendalikan. Kedua pipinya merah padam. Bisa-bisanya ia pingsan di saat Chanyeol menyapanya. Ia merutuki dirinya sendiri karena tanpa ia kendalikan –jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. (Korban Sinetron wkakakka😄 | Reader: Apa sih Thor? Pake masuk2 segala. Ganggu aja! | Author: OKE Maap! *Nyumput di punggung Chanyeol)
“Ne, J-Jeongmal Kamsahamnida s-sudah menolongku, S-sunbae.” Ucap gadis itu gelagapan. Sehun memandanginya aneh.
“Cheonma, apa keadaanmu sekarang sudah membaik?” tanyanya lagi.
“Ne, A-aku sudah t-tidak apa-apa.”
“YA! Sejak kapan kau meniru Aziz gagap begitu eoh?” Cerocos Sehun.
Gadis itu menggembungkan pipinya kesal. (Nah loe Aziz dibawa-bawa😄 | Reader: Hadeeeh ni Author ngajak Ribut! Pergi sana! *Tendang author ke pelukan Luhan *eh)
Chanyeol tersenyum melihat tingkah keduanya. Sesekali ia melirik ke arah Hyena yang terus menundukan kepalanya tak berani menatap Chanyeol.
~o0o~
Pagi hari yang begitu cerah. Cahaya matahari sukses masuk melalui celah-celah gorden kamar yang bernuansakan putih itu, membuat sang empunya menggeliat pelan.
Non nege wanbyok
Sangsanghebwasso
Hamkkeramyon ottolkka Yeah~

Nan noman gwenchantago malhejumyon modu wanbyokhe
Oh baby~
 
 
(EXO-K WHAT IS LOVE)
 
 
Sayup-sayup –Hyena mendengar sebuah alunan lagu yang begitu merdu, –diiringi oleh alunan gitar akustik. Ia kembali menggeliat pelan, mencoba merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku akibat tidurnya semalam.
Gadis itu menoleh ke samping nakas tempat tidurnya melihat jam. Ternyata baru pukul 7 pagi. Ia mulai beranjak dari tempat tidur. Membuka tirai kamarnya yang begitu tinggi menjuntai. Sejenak kemudian melenggangkan kakinya ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menyikat gigi.
I lost my mind
Noreul choeummannasseultte
Neo hanappego modeun goseun Get in slow motion
Nege marhejwo ige sarangiramyon?

Meil geudewa
Sumaneun gamjong deureul Na wojugo bewogamyo
Ssaugo ulgo anajugo
Nege marhejwo ige sarangiramyon?
 
(EXO-K WHAT IS LOVE)
 
Sayup-sayup nyanyian itu semakin terdengar indah di telinga Hyena. Membuatnya semakin penasaran dengan hal itu. Mungkinkah para tamunya yang bernyanyi begitu indah hari minggu pagi-pagi begini? Sangat kurang kerjaan sekali, –batin gadis itu.
Ia menyisir rambut panjangnya asal. Menjepit poni panjangnya ke atas, seperti yang memang ia sering lakukan jika sudah di rumah.
Dengan masih berbalutkan gaun tidur sutera yang berwarna putih selutut, gadis itu berjalan keluar kamarnya. Mencoba mencari asal dari suara nyanyian yang begitu merdu dengan iringan gitar akustic itu.
Perlahan kakinya menuruni satu persatu anak tangga yang berdiri kokoh di tengah ruangan utama. Dapat dilihatnya dengan jelas beberapa namja tengah bernyanyi dengan riangnya di ruang santai yang bergaya minimalis, –yang letaknya berada beberapa ruangan dari ruang tengah tempatnya berdiri saat ini.  Mereka terlihat sambil sesekali tertawa satu sama lain.
Benar-benar kurang kerjaan, –pikir Hyena dalam hatinya. Ingin rasanya ia memarahi para namja tampan itu yang seenaknya saja mengganggu waktu tidurnya di pagi buta yang sejuk seperti ini.
(Jam 7 mah udah siang non! Bukan pagi buta lagi (-,-) | Reader: Lah, kan elu yang bikin Thor! (~,~) | HAH? Ya juga yaa huahahahaah😄 | Reader: SARRRRAAAAP! (-,-‘’) )
Hyena terus menuruni anak tangga hingga tiba tepat di hadapan para namja itu. Baru Hyena sadari bahwa namja yang ada di ruangan gaya minimalis itu berjumlah 6 orang.
6 orang?
Tentu saja ada orang lain yang ada di ruangan itu. Orang yang sangat-sangat dikenal Hyena.
Sejenak Hyena bungkam merutuki dirinya sendiri yang keluar kamar dalam keadaan yang tidak tepat.
Ke-6 namja tampan itu memperhatikan seorang gadis yang kini tengah berada di hadapan mereka. Bukan ekspresi terkejut yang ditujukan, melainkan mereka tersenyum begitu manisnya, Seolah menyambut kedatangan gadis itu.
[INSERT FOTO]
“Ah, kau sudah bangun chagi?” Goda Kai menopang dagu yang posisinya paling dekat dengan Hyena saat ini. Membuat Suho yang duduk di sebelah namja itu terkekeh pelan.
Hyena masih belum bisa mencerna keadaan di sekitarnya. Ia tetap bungkam tak bergeming. Ke-6 namja tampan itu terus menatapnya dengan senyuman yang begitu menawan, membuatnya ingin pingsan saat itu juga.
“Apa tidurmu nyenyak, dear?” Kali ini Sehun yang menggodanya.
Hyena masih saja diam tak bergeming. Ia melirik Kyungsoo, menatapnya seolah berkata ‘Tolong aku saat ini juga Oppa’
 
Namun Kyungsoo hanya cengar-cengir tak jelas.
Sejenak tatapannya beradu dengan tatapan Chanyeol yang tengah memainkan gitarnya. Kebetulan Ia duduk di samping Kyungsoo. Namja itu tersenyum begitu manisnya pada Hyena.
Hyena merasa wajahnya memanas, membuat dirinya melemas seketika, –dan akhirnya kalian tahu sendiri lah kebiasaan gadis itu. PINGSAN! (–,-‘’)
GABRUKKK
“HYENA!!!” Pekik mereka ber-6.
Berhubung Kai lah yang posisinya paling dekat dengan Hyena, maka Kai lah yang segera membopong tubuh kecil itu ala bridal, membawanya ke kamar. Disusul dengan namja-namja tampan yang lainnya.
Terlihat Kyungsoo begitu panik, dan Sehun mendelik tajam ke arah Kai yang berada di depannya karena namja itu-lah yang membopong Hyena –bukan dirinya.
“Aigoooo~ Hyena-ya..” Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya prihatin dengan gadis yang pingsan itu.
~o0o~
Sore hari yang mendung. Langit seolah tak mengizinkan matahari memancarkan sinarnya yang hangat untuk menghangatkan seluruh makhluk di dunia ini. Namun hal itu sama sekali tak mengurungkan niat seorang gadis yang berbalutkan T-shirt putih polos dan Hotpant hitam itu untuk duduk di sebuah kursi panjang di sebuah taman yang dihiasi bunga-bunga tulip miliknya. Ia menguncir kuda rambut panjangnya tanpa menutupi wajahnya lagi. bahkan Ia menaikkan kedua kakinya yang putih mulus ke atas kursi –menekuknya dan menenggelamkan kepalanya di antara lekukan lututnya itu. Hawa dingin cuaca yang akan segera menurunkan rintikan hujanpun tak lagi digubrisnya.
“Hey Adik kecil..” Suara bass seseorang mengagetkannya. Gadis itu menoleh.
“A-ah, s-sunbae.. “ Entah mengapa bila berdekatan dengan orang itu ia selalu gugup.
“Apa yang sedang kau lakukan hmm?” Orang itu mendekat, ikut duduk di samping tubuhnya.
“Anni, h-hanya menikmati angin sore.”
Gadis itu tak berani menatap orang yang berada di sampingnya kini. Ia menurunkan kedua kakinya, menggenggam erat ujung Hotpant hitam yang tengah ia kenakan. Gugup, –itulah yang dirasakan gadis itu.
“Jadi kau sepupunya Kyungsoo eoh? Aku baru tahu..”
“Apa kau sudah baikan?” Tanya orang itu lagi.
“Ne s-sunbae, aku t-tidak apa-apa.”
“Eeyhh, jangan gugup begitu. Aku tidak akan menggigitmu Adik kecil, tenang saja. Hahaha”
Tunggu!
Orang itu bilang apa barusan?
Adik kecil?
Hyena sedikit terhenyak menatap, –saat orang yang tengah duduk di sampingnya itu menyebutnya sebagai adik kecil. Ia baru sadar bahwa namja itu sedari tadi memanggilnya seperti itu. Namun ia tetap tak mau berhenti memandangi wajah orang itu yang begitu lepas tertawa, seolah hidupnya tak memiliki beban apapun.
Tawa orang itu terdengar renyah. Hyena tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah orang –anni, namja tampan yang ada di sampingnya kini. Tawanya begitu lepas, Hyena mengaguminya, –sangat mengaguminya.
“Aku.. Park Chanyeol. Kita belum berkenalan kan? hehehe”
Ucap namja tampan itu mengulurkan tangannya, dengan senyum sumringah yang merupakan ciri khasnya sebagai Happy Virus.
Hyena masih bengong. Belum bisa mencerna dengan cepat apa yang tengah terjadi pada dirinya saat ini, –sangat berbeda sekali dengan proses mencernanya dalam berbagai pelajaran di sekolah.
“A-aku..”
“Lee Hyena kan?”
Belum sempat Hyena menyebutkan namanya. Chanyeol sudah berkata duluan, yang sukses membuat Hyena terkejut dan mengernyitkan alis seolah mengisyaratkan ‘Darimana kau bisa tahu?’
 
Chanyeol kembali menarik tangannya saat gadis di hadapannya itu tak kunjung jua membalas ulurannya.
 
“Tentu saja aku tahu. Kau ingat? Saat kau pingsan tempo hari, aku membawamu pulang ke sini.”
Pernyataan Chanyeol itu tentu saja membuat Hyena membatu seketika, ia sangat –sangat malu sekarang. Lagi-lagi namja itu membahas hal yang begitu memalukan baginya. Ingin rasanya ia terjun ke sungai Han sekarang juga.
“Untungnya aku menemukan ID Cardmu Adik kecil.” Tambah Chanyeol lagi.
“Ne, gomawo s-sunbae. Aku tidak tahu apa jadinya diriku bila sunbae tidak menolongku. Jeongmal gomawo sunbae.”
Gadis itu menundukan wajahnya, sedikit membungkuk berterima kasih pada Chanyeol.
Chanyeol tersenyum sekilas.
“Hey, tidak perlu memanggilku seformal itu. Panggil aku Oppa saja ne?”
“M-mwo?”
“Wae? Kau tidak mau?”
“A-anni, tentu saja..”
“Tentu saja apa?”
“N-ne?”
Chanyeol sengaja ingin menggoda gadis itu dengan memutar-mutar omongannya. Entahlah ia juga tak tahu mengapa.
Sebelumnya ia berniat hendak pulang dari acara konser-konserannya yang tak jelas bersama dengan Kyungsoo Cees di kediaman Hyena. Saat akan menuju parkiran mobilnya yang ada di pekarangan belakang kediaman Hyena dan Kyungsoo, ia menemukan yeoja itu yang tengah terduduk menekuk lututnya di kursi panjang taman. Entah mengapa ia malah pergi begitu saja menghampiri gadis itu. Seolah tubuhnya tergerak sendiri untuk datang menghampiri dan menyapa gadis itu. Dan kali ini, Chanyeol hanya ingin sedikit berbincang dan bercanda dengannya sebelum dirinya benar-benar pulang.
“Mau atau tidak?” Tanyanya lagi.
“N-ne.”
“Ne nya itu berarti mau atau tidak?”
“Aishh, sunbae! Mengapa kau malah membolak-balik pertanyaan eoh? Aku jadi pusing..”
Chanyeol terkekeh pelan saat gadis itu tersenyum malu, memegang kepalanya yang seolah pusing dengan pertanyaan Chanyeol yang dibolak-balik sedari tadi. Di sisi lain ia juga merasa senang karena gadis itu mulai memberikan respon yang baik padanya. Karena sebelumnya ia mendengar dari Sehun dkk, bahwa gadis itu tak mudah begitu saja memberikan kesan baik terhadap orang asing.
“Anni~ Aku hanya minta penjelasan. Jawabanmu tidak jelas.”
Chanyeol merubah ekspresi seolah ia tengah merajuk. Hyena terkekeh kecil melihat tingkah namja tampan yang ada di sampingnya itu.
“Jadi?” Tanyanya lagi.
“Mwo?”
“Aishh, iya atau tidak?”
“Ne..sunbae..”
“Ya! Kau bilang iya. Tapi mengapa tetap memanggilku sunbae eoh? ckk” Cibir Chanyeol.
“A-ah.. ne aku lupa sunb Aishh.. Op-oppa..”
“Ucapkan yang benar Adik kecil !” Perintah Chanyeol saat gadis itu terbata memanggilnya dengan sebutan Oppa.
“Ne.. Oppa..”
“GOOD!” Ucap Chanyeol berdiri, seraya mengusap sekilas kepala Hyena.
“Geurae, aku pamit dulu ne. Kau masuklah! Sebentar lagi hujan, nanti kau sakit.” Perintahnya sebelum benar-benar pergi menuju parkiran mobil.
“Sampai jumpa lagi adik kecil..”
Chanyeol melambaikan sebelah tangannya pada Hyena, selanjutnya Hyena hanya melihat punggung tegap itu semakin menjauh dan menghilang. Gadis itu tersenyum sendiri seraya menyentuh kepalanya yang diusap Chanyeol beberapa saat yang lalu.
~o0o~
Pagi ini cuaca begitu dingin. Hujan terus mengguyur kota Seoul sejak tadi malam. Seorang gadis dengan damainya masih meringkuk manis di ranjang empuk miliknya itu. Selimut tebal berwarna ungu muda berhasil menutupi tubuhnya sampai kepala. Memang dalam cuaca seperti ini, tidurlah yang paling menyenangkan.
Tok tok tok..
Gadis itu menggeliat pelan saat mendengar ketukan dari pintu kamarnya. Kemudian terdengar pintu dibuka.
“Aigoooo~ uri princess mengapa masih tidur eoh?” Ucap seorang namja yang suaranya tidak asing lagi bagi gadis itu.
“Hey, bangunlah..” Ucap namja itu lagi mengguncang-guncang tubuh gadis itu.
“5 menit lagi Oppa~ ini masih sangat pagi.” Racau Hyena masih dengan mata terpejam.
“OMO! Apanya yang pagi? Kau tidak lihat jam eoh?”
“Baru jam 5 pagi..” Racaunya lagi.
Ia tak memperhatikan bahwa saat ini jam sudah menunjukkan pukul 07.00. 30 menit lagi bell sekolahnya akan berbunyi dan ia belum bersiap-siap.
“Aigoooo~ “ Namja itu menekan-nekan pelipisnya yang tidak sakit sama sekali. Merasa prustasi dengan tingkah dongsaengnya yang memang sedari dulu susah dibangunkan dari tidur.
“Wae hyung? Mana dia?” Ucap Sehun yang sudah rapih menggunakan seragam sekolahnya saat D.O baru keluar dan hendak menutup pintu kamar Hyena.
“Masih tidur. Dia sangat sulit dibangunkan.” Jelas D.O.
“Biar aku saja yang membangunkannya hyung.” Sehun mencoba menawarkan diri.
“Kau yakin? Dia seperti beruang kalau sudah tidur. Jangan coba-coba membangunkan seorang beruang liar yang tengah tidur. Bisa habis kau.” D.O mencoba memberi saran.
“Kau tenang saja.” Sahut Sehun enteng.
“Baiklah. Aku tunggu di meja makan ne! Fighting!”
Sehun masuk ke kamar Hyena saat D.O sudah sepenuhnya menuruni tangga. Seringaian licik terukir di bibirnya. Ia sudah merencanakan sesuatu untuk membangunkan gadis itu dan sekaligus ingin mengerjainya.
Sehun menarik selimut yang dipakai Hyena dengan sangat perlahan. Hyena menggeliat pelan namun tetap memejamkan matanya saat hawa dingin mulai merasuki tubuhnya yang hanya dibalut oleh gaun tidur putih selutut.
“Oppa~ kembalikan selimutku. Aku kedinginan~” Rengeknya manja saat ia tahu ada seseorang yang menarik selimutnya. Ia mengira bahwa orang itu masih Kyungsoo a.k.a D.O, sepupunya.
Sehun terkekeh tertahan menahan tawa melihat tingkah Hyena yang jauh berbeda 180 derajat dari biasa yang sering ia tunjukan pada dirinya dan teman-temannya. Ingin rasanya ia merekam tingkah langka Hyena ini dengan I-phone miliknya, kemudian menunjukkannya pada Hyung-hyungnya.
“Oppa~ mana selimutnya.. dingin sekali~”
Dengan mata yang masih terpejam, Hyena masih saja merengek-rengek meminta selimut sambil tangannya terus bergerayang mencari selimut yang tak kunjung ketemu.
Seringaian licik kembali terukir di bibir Sehun. Perlahan ia naik ke ranjang kingsize milik gadis yang tengah meringkuk memeluk tubuhnya sendiri itu.
“Oppa~ berikan selimutnya jebbal~ dingin sekali..” Lagi-lagi Hyena meracau meminta selimut tanpa tahu orang yang naik ke ranjang itu bukanlah Oppanya.
GREPP
Sehun memeluk tubuh Hyena yang membelakanginya. Dapat namja itu rasakan bahwa gadis yang tengah dipeluknya itu tersentak kaget.
“Op-oppa..” Panggil gadis itu lirih. Ia benar-benar Shock saat orang yang ia kira sebagai sepupunya itu memeluknya dalam keadaan seperti ini.
“Bukankah kau kedinginan eoh?” Ucap Sehun masih dalam posisi memeluk tubuh Hyena.
Hyena merasa waktu berhenti saat itu juga. Bagaimana tidak? Suara orang yang tengah memeluknya kini bukanlah suara Oppanya –Kyungsoo.
“KYAAAAAAAAA!!!!”
Teriakan menggelegar yang mampu membuat kaca jendela kamar pecah sukses keluar dari mulut Hyena. Dengan sigap gadis itu menendang tubuh Sehun yang memeluknya hingga terjungkal.
“A-apa yang kau lakukan?” Tanyanya terbata, menunjuk-nunjuk tubuh Sehun sarkatis.
“Eobseo. Tadi kan kau bilang kedinginan. Aku hanya mencoba untuk menghangatkanmu saja.” Balas Sehun tanpa dosa sambil mencoba berdiri. -_-
“Cepatlah mandi. Kau tidak lihat sekarang sudah jam 7.30. aku duluan chagi..” ucapnya lagi seraya meninggalkan Hyena begitu saja yang masih menatapnya penuh amarah.
“KYAAAAAAAAAAA!!! NEO JUGEULAE????!! (kau mau mati?!)”
Sehun terus berjalan meninggalkan kamar itu tanpa menghiraukan teriakan Hyena yang begitu menggelegar. Hanya seingaian jahil yang terukir di bibirnya. -_-
To be continued-
 
MAAF kurang memuaskan xD
Ini Author CHJ sengaja bikin skinship antara Hyena-Sehun, padahalkan Hyena naksirnya ke Chanyeol..
Hal itu disebabkan karena Author ingin membuat sedikit konflik antara mereka,
sedikiiiiiiiiit saja xD
Entah itu Hyena jadi dengan Chanyeol ataupun jadi dengan Sehun,
Tidak ada yang tahu..
 
Mana teriakannya Hye-Yeol Shipper??
Mana teriakannya Hye-Hun Shipper??
HUEHEHEHEHE
COMMENT JUSEYO..
Comment’an kalian adalah kekuatan buat Author :’)
Nantikan trus cerita selanjutnya Nee READERdeul yang kece kece *tebarkisseu
Annyeong..

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on January 1, 2014, in Comedy, Marriage Life, NC-17, NC-21, PG, Romance, Sad, School Life, Sci-fi, Tragedy and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 27 Comments.

  1. vierly cornelia agustin

    Hahahahah makin seruuuuuu.. lanjut ahhh

  2. Nur Mutmainnah

    terus thor, jangan lama lama keluarnya (y)

  3. aku hye-hun shipper!
    Next ya thor yg cepat🙂

  4. Next thor… Udah nggak sabar ni… ^_^

  5. Hye-Yeol juseyo!!
    Salam kenal thor, aq readers baru ..
    #Bow
    Hwaiting thor!!
    Di tunggu chap selanjutnya ..

  6. kyaaaa kok aku malah jadi lebih suka hyena sm sehun ya… sehunnya suka banget ngegoda hyena. kkkk, next… ditunggu ne…😀

  7. di tnggu kelanjutnnya thor, ,

  8. luhan's wife SDT

    Kyaaaaa… next thor.. keep writing ne.. aku tunggu yg berikutnya okeh?

  9. Lanjut thorr!!

  10. Hyena sama siapaa ? sehun atau chaenyeol ???

  11. Lanjut thor. Entar bikin si hyena jadi cantik lebih dari kakaknya oke😉

  12. hyena sama sehun yaaa. suka banget saat sehun godain hyena😀

  13. icha kyungsoosehunnie

    Maaf thor bru comment…
    Keren thor….d lnjut yha…jgn lma2

  14. kyaaaaa keren bgt thor,, aku hyena sehun shipper🙂 ,,,

  15. seruuuu….
    kurang panjang thor…
    ditunggu part slanjutnya ya…

  16. Lanjoot thorr ,,,, nangguny bgt nihh cerita.a .

  17. Wah jadi makin penasaran sama ke lanjutan’a thor.. aku harap yhena sama sehun aja thor.. seneng aja pas bagian yhena sama sehun.. seru.. hehe..😀 di tunggu chap selanjut’a ya thor😀

  18. Lanjutt truss thorr ,,, mian aku baru bisa koment di part ini heheheheheheheheh😀

  19. Aaa si authot seneng banget bikin readers nya penasaran! Lanjut thor! Semangat!! Ohya, HYE-HUN SHIPPER!!!!

  20. wulan suci aulia

    lanjut thor, ceritanya makin seru+keren…. aku tunggu cerita selanjutnya…. tapi aku lebih setuju hye-hun lebih cocok aja😀

  21. kyaaaa crita’a krennn..
    di tunggu lnjutn’a ya..

  22. Seru thor palli lanjut🙂

  23. Aku hye-hun shipper thor,ff nya kece banget.Cepetan di next ya thor,fighting! ^^

  24. author hebat aku nunggu lanjuutannya cepetab ya:)

  25. anastaciatambunan

    Kyaaa…. makin seru nih ff,
    Next thor jangan lama” yah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: