[FREELANCE] Compensation (The Introduction)

Compensation –Introduce-

 

Author​​: Shin Haeng Jin

Main Cast ​:

1. Park Ji Yeon
2. Oh Sehun
3. Choi Min Ho
4. Krystal Jung
5. Choi Min Ji

Genre​​: Marriage life, romance, angst

Rating​​: PG-17

Length​​: Chapter

Disclaimer​: All story is mine. I hate plagiat!

​​Please visit http://shinhaengjin.wordpress.com/ or twitter @shinhaengjin

 

 

 

COMPENSATION

-INTRODUCE-

 

 

Author POV

 

​“Disitu ruanganmu noona, tapi seonsaengnimmemintamu untuk menemuinya terlebih dahulu” ujar seorang karyawan yang bernama, Kim Jong In atau Kai.

​“Baiklah, jeongmal gamsahabnida Kai-ssi, kau sudah banyak membantuku”

​“Berterima-kasihlah dengan hidup lebih baik demisepupuku, noona”

​Wanita yang dipanggil noona tersebut hanya tersenyum kecil, “Kai-ssi aku senang karena kau tidak menjauhiku karena perceraianku dengan sepupumu, jeongmal gamsahabnida. Tapi, tolong jangan berbaik hati kepadaku karena dia. Permisi”

​Kai hanya terdiam. Ia tahu bahwa sepupunya lah yangtelah bersalah besar kepada seorang wanita yang seharusnya masih mendampinginya.

​“Arggh, harusnya aku jangan sok cool seperti itu tadi” Kai pun merasa kesal dengan tingkahnya sendiri.

 

 

​“Permisi, apa seonsaengnim memanggil saya?”

​Laki-laki yang dipanggil seonsaengnim tersebut berdeham dan mengangkat kepalanya yang sedari tadi menunduk untuk melihat semua berkas di hadapannya. Ia terkejut, benar-benar situasi ini membuatnya speachless.

​“Jangan terkejut, aku harap kau bisa bersikap profesional. Hubungan kita mulai sekarang hanyalah sekedar antara karyawan dan bosnya”

​“Apa kalimat itu sudah kau siapkan dari tadi?”

​Wanita itu tersenyum kecil, “Aniya, itu spontan. Karena awalnya ku kira kau akan mengusirku. Siapa tau kau takut aku mengusikmu”

​“Aku tidak mungkin mengusirmu, kau kan seorang wanita”

​“Benarkah? Aku sangat tersanjung dengan apa yang kau katakan, ku harap itulah yang terjadi”

​“Apa kau sedang mem-flashback ya?”

​Dia hanya tersenyum, “Bukankah itu yang kau inginkan, agar aku bisa lebih tau diri dengan siapa aku berhadapan”

​Sekali lagi, laki-laki tersebut hanya bisa terdiam.Speechless. Wanita ini benar-benar tau bagaimana caranya agar laki-laki tersebut hanya bisa terdiam dengan sempurna. Wanita itu berbalik membuka pintu untuk keluar. Tiba-tiba ia pun berbalik lagi dan berkata,

​“Apa jabatan baru ku ini merupakan kompensasi dari perceraian kita atau belasungkawa dari kematian anakku?”

​Laki-laki itu terdiam lagi untuk ke sekian kalinya. Perlahan ia tersenyum dan berkata “Bagaimana kalau keduanya? Apa masih kurang?”

​Dengan sinisnya wanita tersebut tersenyum, “Kurang? Tentu saja. Kau tau berapa kurangnya? Tak terhingga, jadi jangan berpikir bahwa uangmu bisa membayar segalanya. Permisi seon-saeng-nim”

 

 

​“Sehun-a, kau harus dengar kata appa sekali ini saja.Appa tidak mungkin menjodohkanmu dengan nappeun yeoja. Percayalah pada appa, nak”

​“Dengarkanlah kata appamu Sehun-a. Eomma juga yakin dia yang terbaik untukmu”

​Sehun hanya terdiam dan tersenyum sinis terhadap ucapan kedua orang tuanya. Terbaik? Sehun tertawa kecil mendengar kata tersebut. Seringnya kata tersebut dilontarkan dari mulut kedua orang tuanya. Tapi, nyatanya wanita yang dijodohkan dengannya adalah wanita yang hanya mengerti bagaimana cara mempermak wajah mereka.

​Sehun berdiri, ia ingin pergi meninggalkan situasi seperti ini –situasi yang berulang-ulang terjadi-.

​“Kenapa tidak appa saja yang menikah dengannya? Terbaik belum tentu baik untukku. Hmm, eomma, appa,Sejujurnya aku lebih suka yeoja yang sedikit nappeun”

​Sehun pun melangkah pergi ke arah kamarnya. Ia tersenyum kemenangan melihat eomma dan appanya hanya bisa terdiam mendengar kata-katanya.

 

 

Ji Yeon POV

​Aku pun tertidur dengan pulas di atas tempat tidur yang sebelumnya selalu dihiasi tawa dari anakku, Choi Min Ji. Anakku baru berusia 8 tahun dan ia tidak mampu melanjutkan kehidupannya lagi karena appanya.

​Karena Choi Min Ho.

​Pernikahan ku dengan Min Ho memang tidak berdasarkan cinta. Aku hanya mengikuti permintaan orang tuaku, karena dari dulu aku selalu menganggap bahwa orang tua pasti memiliki pilihan yang terbaik untuk anaknya. Kecuali untukku. Apa aku perlu menyalahkan orang tua ku karena memilihnya sebagai suamiku? Sebagai appa dari anakku? Aku merasa itu perlu.

​Semenjak kejadian kecelakaan yang menyebabkan anakku meninggal. Aku tidak bisa memaafkan mantan suamiku itu. Termasuk kedua orang tuaku. Jika saja mereka tidak ada di dunia ini, aku yakin, aku tidak akan pernah merasakan bagaimana sakitnya kehilangan seorang anak yang ku lahirkan dari rahimku sendiri.

​Meskipun aku mengandung Min Ji dalam keadaan mendesak –orang tua kami menginginkan cucu-, aku tetapi sangat menyayanginya. Meskipun Min Ho selalu bertindak ketus kepadanya, aku akan selalu berkata “appa hanya lelah karena bekerja” kepadanya. Andaikan saja ia selalu ketus kepada anakku, dan tidak bertingkah baik dengan mengantarkan pulang anakku dari sekolah ke rumah, aku yakin kecelakaan itu pasti tidak akan terjadi.

​Air mataku pun terjatuh.

​Bagaimana bisa seseorang yang berbuat salah bertingkah seakan-akan tidak ada yang terjadi atau tidak ada yang dilukai? Sedangkan aku yang tidak berbuat salah merasakan sakit yang tidak sebanding dengan mereka. Mereka yang membuat anakku menjadi tidak kembali untuk selama-lamanya.

​“Eomma, jangan menangis. Kan eomma selalu bilang kalau appa hanya lelah”. Itulah yang selalu Min Ji katakan kepadaku setiap Min Ho melukaiku secara batin.

 

 

Sehun POV

 

​Eomma dan appa memaksaku untuk melihat yeoja yang akan dijodohkan denganku. Aku pun masuk ke kamar dan langsung saja melemparkan tubuhku ke atas tempat tidur. Ku lihat foto yeoja itu. Sudah ku duga, orang tua ku akan selalu mencari yeoja yang seperti ini. Apa aku tidak bisa memilih istri sendiri? Apa pilihan orang tua itu selalu benar? Melihat pilihan orang tua ku –sebelum yeoja ini- yang selalu tidak berakhir dengan baik, membuat ku mengerti bahwa orang tua tidak sepenuhnya selalu dapat memberikan yang terbaik untuk anaknya. Lagipula pilihan yang mereka berikan akan semakin sulit ku lakukan, karena aku sudah menyukai wanita lain.

Flashback

 

​“Kerjakan pr-ku” perintahku kepada seorang yeoja yang bernama Park Ji Yeon. Menurutku dia sedikit aneh, ia mengenakan kawat gigi dan kacamata dengan rambut yang di ikat kepang dua. Culun. Itulah yang bisa ku simpulkan tentang dia.

​“Ne” jawabanya. Ia tidak pernah mengangkat wajahnya setiap mendengar ataupun menjawab pertanyaanku. Dan hal tersebut membuatku semakin ingin melihat wajahnya secara jelas.

​Kelulusaan pun tiba, semua orang memintaku berfoto bersama mereka. Tiba-tiba Ji Yeon menghampiriku dan berkata “Sehun-ssi, maukah kau foto denganku?”. Aku sedikit gengsi menerima ajakannya. Bagaimanapun, aku seorang ulzzang sedangkan ia hanyalah gadis yang dikucilkan. Aku pun langsung mengambil hp ku dan menariknya untuk foto bersamaku.

​“Nanti akan ku kirim lewat e-mail. E- mail mu belum ganti kan?”

​“Iya Sehun-ssi. Jeongmal gamsahabnida” jawabnya sambil membungkukkan badan.

​Ku lihat foto tersebut dan aku baru menyadari bahwa rambutnya terurai dan tak ada kacamata yang mengelilingi matanya. Aku pun tersenyum melihat foto tersebut, cantik. Cantik sekali.

 

​Cantik. Itulah kata yang paling ku ingat sesudah melihat fotonya pertama kali. Aku pun tersenyum melihat foto tersebut yang masih dan akan selalu bertengger di meja samping tempat tidurku. Ji Yeon kau dimana sekarang? Apa kau masih mengingatku? Kau tau apa yang kurasakan? Aku menyesal tidak segera mendatangimu sebelum kau pergi ke Jepang. Andai saja aku datang dan langsung menyatakan perasaanku, rasa rindu ini pasti tidak akan pernah tercampur dengan rasa penyesalan yang tidak berarti.

 

 

Min Ho POV

​“Appa, apa gambaranku ini bagus?”

​“Appa, bisa kah kau datang ke acara pentas dramaku?”

​“Appa, eomma menangis. Apa appa melukai eomma?”

​Choi Min Ji adalah anakku. Malaikat kecil yang hadir ke dalam keluarga yang salah. Malaikat kecil yang sayapnya selalu ku patahkan. Malaikat kecil yang selalu mengingatkanku bahwa kasih sayang lah yang diperlukan oleh orang yang terluka, bukan cacian maki yang semakin melukai hati.

​Aku menikah dengan Park Ji Yeon, anak dari sahabatappaku. Kami dijodohkan dan aku sangat menolak mentah-mentah perjodohan tersebut.

 

Flashback

 

​“Kenapa tidak kau tolak ha? Apa kau menikah denganku agar hidupmu lebih terjamin?

​“Mianhae, aku tidak bisa menolaknya. Ini permintaan kedua orang tuaku.”

​“Sudah kuduga bahwa kau sama saja dengan wanita lain”

​Dia pun hanya terdiam dan dapat kurasakan bahwa ia menahan tangisnya. Aku merasakan seberapa sakitnya ucapakan yang ku lontarkan tadi. Tapi ego ini selalu menahanku.

 

​Selama aku menikah dengannya, aku masih berpacaran dengan teman SMA-ku, Krystal Jung. Dari sebelum menikah aku memang sudah berpacaran dengannya, dan ia mengizinkanku untuk menikah dengan Ji Yeon. Karena ia meminta seperti itu, aku pun setuju dengan perjodohan yang diminta oleh appaku.

​Pernikahan kami terkesan datar. Ku akui Ji Yeon adalah istri yang baik. Ia selalu menyiapkan apa yang ku perlukan meskipun aku selalu membentaknya. Aku selalu berpikir apa yang dia lakukan padaku hanyalah sebuah cara agar aku bisa mencintainya. Krystal pun juga setuju dengan pendapatku. Tapi nyatanya apa yang ku pikirkan selama ini,

​salah.

​Appaku berharap aku segera mendapatkan anak. Dan inilah yang ku takutkan. Appa selalu menakut-nakutiku bahwa ia tidak akan hidup lama lagi. Eommaku pingsan mendengar ucapan ku bahwa aku tidak ingin punya anak dari Ji Yeon.

​“Anak? Aku tidak mau punya anak dari wanita parasit itu! Dia hanya memanfaatkan kita, apa eomma dan appa tidak sadar ha?”

​Ketika eommaku sadar, ia berkata kepadaku bahwa ia tidak menyangka aku akan melontarkan kata-kata seperti itu.Aku sangat merasa bersalah dan terbebani atas perkataanku. Dan aku semakin terbebani ketika Krystal tidak ada ketika aku membutuhkannya. Aku pun pergi ke club sekedar minum. Awalnya sedikit dan lama-lama kepalaku terasa berat.

​Entah mengapa, paginya aku sudah dalam keadaan nakeddan ada darah di tempat tidurku.

 

 

Krystal POV

 

​Eommaku sudah meninggal dan appaku menjadi seorang pasien di rumah sakit jiwa. Disamping itu aku harus hidup sebatang kara dan harus bangkit sendiri untuk membangun perusahaan appaku yang sempat terpuruk. Kalian tau siapa yang menyebabkan semua ini?

​Choi Seung Hwan.

​Seorang CEO dari Law Firm ternama di Korea. Masih teringat olehku ketika eommaku masuk rumah sakit danappaku di kejar-kejar oleh utang-utang perusahaan. Pada saat itu kami benar-benar tidak ada uang yang cukup untuk membiayai operasi jantung eommaku.

 

Flashback

 

​“Tolong lah dok, istri saya sangat membutuhkan jantung itu. Kami akan membayarnya segera, tapi tolong selamatkan istri saya dulu dok”

​“Baiklah. Tapi tolong tuntaskan dahulu masalah administrasinya.”

​Appaku sangat senang, ia langsung pergi keluar dari rumah sakit untuk menemui temannya yang bisa meminjamkan uang kepadanya.

​“Jeongmal gamsahabnida Nam Gil, kau memang sahabatku. Aku akan membayar utang ku kepadamu secepatnya. Jeongmal gamsahabnida”

​“Yong Hwa, berdirilah, jangan berlutut seperti itu. Berterima kasih lah dengan menggunakan uang itu sebaik-baiknya. Jangan kau anggap beban, aku hanya bisa sedikit membantumu”

​Appaku berdiri, ia tersenyum kepada sahabat yang masih tetap ingin berteman dengannya. Karena semenjak perusahaan appaku terpuruk, tidak ada lagi sahabat-sahabatnya yang mengunjungi apalagi membantunya, selain Kim Nam Gil.

​Appaku berlari masuk ke dalam rumah sakit. “dokter, cepat operasi istri saya. Saya akan menyelesaikan administrasinya langsung”

​Dokter itu merasa tidak enak hati kepada appaku, “Mian, jantung nya sudah di atas nama kan orang lain”

​Tiba-tiba seorang pria datang menghampiri dokter itu dan berkata “Jeongmal gamsahabnida dokter, istriku selamat. Jeongmal gamsahabnida” pria itu menundukkan kepalanya berkali-kali.

​Appaku hanya bisa terdiam, aku sangat bisa melihat air mata yang akan pecah dari matanya. “Apa yang kau lakukan ha! Aku yang terlebih dahulu memesan jantung itu! Bagaimana bisa!” appaku berteriak sambil mencekik leher dokter itu.

​Semua orang, termasuk pria yang membeli jantung itu, berusaha menahan appaku. Appaku melihat pria itu dengan penuh kebencian. Ia berkata “Aku akan menghancurkan masa depanmu”. Pria itu sangat terkejut dengan tatapan dan perkataan appaku. Perlahan ia lepaskan tangan yang menahan appaku dan berlari ke tempat lain, mungkin ke ruangan istrinya. Aku yang sedari tadi duduk manis di atas kursi hanya bisa terdiam dan tidak melakukan apapun. Aku sama sekali tidak bisa meneteskan air mataku. Padahal aku sangat menyayangi kedua orang tuaku.

 

​Semenjak kejadian itu aku di asuh oleh pamanku, Jo Min Hyuk. Aku dapat mengerti bahwa ia sangat terpaksa mengadopsiku. Aku telah berjanji kepada diriku sendiri, aku akan bangkit dari keterpurukanku –termasuk perusahaanappaku- dan membalaskan rasa sakit hati yang dirasakan olehappaku.

​Perusahaan appaku semakin bangkit dan lama-kelamaan aku mengetahui nama dari pria yang telah membeli jantung untuk eommaku. Choi Seung Hwan. Aku tidak menyangka bahwa pria tersebut adalah appa dari kekasihku, Choi Min Ho. Dengan segala cara ku gunakan agar dapat membalaskan dendam appaku. Hasilnya pun tidak nihil, cucunya dari wanita yang ia jodohkan dengan Min Ho pun meninggal. Tentu saja ini bukan salahku. Ini adalah salah Min Ho yang jelas-jelas tidak menyelamatkan anaknya, melainkan mengutamakan keselamatanku dari kecelakaan itu. Bodoh bukan? Love is blind, pepatah itu memang benar rupanya.

 

 

Min Ji POV

​Aku sangat menyayangi eommaku. Tetapi semenjak kejadian itu, aku harus meninggalkannya. Aku meninggal karena kecelakaan yang menimpaku pada beberapa bulan yang lalu. Andaikan appaku lebih mengutamakan keselamatanku dibandingkan wanita itu, pasti aku masih bisa menemani hari-hari eommaku yang selalu kesepian.

​Dapat kurasakan tetesan air mata eommaku yang jatuh ke tanganku. Tanganku yang selalu ia genggam dalam situasi apapun. Tubuhku memang tidak bisa merasakan apa-apa lagi, tetapi hati ini lah yang dapat mengerti seberapa sakitnya hatieommaku.

​Eomma meskipun aku tidak berada di sampingmu lagi. Aku harap eomma akan selalu tersenyum dan mendapatkan apa yang seharusnya eomma dapatkan.

​Saranghae eomma.

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on December 31, 2013, in Marriage Life, NC-17, NC-21, PG, Romance, Sad, School Life, Sci-fi, Tragedy and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Comments.

  1. Teruskan thor,bagus tuh ceritanya…
    Minho jahara,

  2. huaaaa…. ceritanya sedih…😦 menyakitkan juga. tapi aku suka banget… next thor…🙂

  3. Lanjut ke chapter 1 thorrr….
    Minho jahat banget! Ngapain coba nyelametin krystal daripada anaknya sendiri?!?!
    Apalagi anaknya itu darah dagingnya sendiri!
    Awas aja kalo nnt nyesel!

  4. icha kyungsoosehunnie

    Mnyntuh.bgt thor…keep writing yaa…

    sequel jg boleh…hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: