Love or Murdered (Chapter 9a)

20130922-081717.jpg

Author: JS&KR
Genre: Romance Action Thriller Yadong NC-21

Cast:
-Kim Reika
-Jung Seira
-Kim JongIn
-Byun Baekhyun
-Lee Taemin
-Wu Yi Fan a.k.a Kris
-Oh Sehun

Support Cast&cameo:
-Lee Hyukjae
-Lee Donghae
-Kim Jonghyun
-Park Chanyeol
-Tao
-Another cast

Note : Annyeong! Maaf yaa lanjutan chapter 8 kemarin lama>< author sibuk nih + kehabisan ide. Hehe. Idenya baru ngalir hari ini.

happy reading!

*******

Author POV

Seira bergidik ngeri. Tangan Seira dan Baekhyun berpegangan erat. Malah semakin erat karena Seira yang ketakutan. Saat ini, Kris, Baekhyun dan Seira sudah sampai di hutan dimana tempat Reika dan Kai diculik.

Mereka mencoba mencari gubuk kecil di tengah hutan yang dikatakan Taemin tadi. Dengan berbekal senter, mereka mencoba mencari di antara pepohonan dan hutan belantara.

“Aisshh, jinjja. Taemin ini memang pintar memilih tempat” ucap Baekhyun. Ia menginjak ranting pohon dengan kuat. Membuat suara ‘kress’ dengan keras.

“Ssstt. Berhenti melakukan itu, Baekhyun. Kita bisa ketahuan”

Baekhyun memutar matanya kesal. Ia melihat Seira yang masih menggamit lengannya. Yeoja ini benar-benar ketakutan. Baekhyun iseng mencium puncak kepala Seira. Yeoja ini menoleh padanya.

“Oppa, aku takut” ucapnya berbisik.

“Tenang.. Tak akan terjadi apa-apa”

Tiba-tiba langkah Kris terhenti. Badannya sedikit menunduk, berlindung di antara semak.

“Menunduk!”

Tanpa bertanya, Seira dan Baekhyun ikut menunduk. Kepala mereka terjulur. Melihat dari antara daun di semak-semak. Ada bayangan seseorang disana. Dibalik pohon sedang bersenden dan memainkan pisaunya yang memantulkan cahaya matahari.

“Siapa itu?”

“Entah. Kupikir itu salah satu anak buah Taemin”

Tenggorokan Seira tercekat. Apalagi namja itu juga membawa pisau. Bulu kuduknya merinding. Besar kemungkinan ia bisa mati disini.

“Oppa..”

Seira menggoyang bahu Kris. Memandangnya dengan apa-yang-harus-kita-lakukan-sekarang. Kris terlihat berpikir. Tapi kemudian ia berbalik ke arah Baekhyun.

“Bawa dia pergi, Baekhyun. Temukan Reika dan nyalakan GPS mu. Aku akan menemui kalian disana”

Baekhyun mengangguk. Ia menarik tangan Seira tapi Seira menahannya.

“Lalu bagaimana denganmu?”

“Aku akan membereskannya. Kita bertemu disana. Jangan khawatir, nona. Khawatirkan dulu diri nona sendiri”

Berat hati sebenarnya meninggalkan Kris sendiri. Tapi.. Ia juga tak berguna kalau tetap tinggal. Malah semakin mengancam nyawa Kris. Seira mencoba mengimbangi langkah Baekhyun yang setengah berlari.

Mereka berlari entah kemana. Yang penting mereka harus bisa menemukan gubuk tempat Reika diculik, itu saja. Nafas mereka memburu. Antara panik, ketakutan, dan terpojok. Mereka tak bisa lari. Satu-satunya jalan untuk lari dari ini hanya menyelesaikan hingga akhir.

“O-oh.. Sedang apa pasangan lovey-dovey disini? Kurasa ini bukan tempat untuk berkencan”

Seira melangkah mundur saat mendengar suara menggelegar itu. Ia menggenggam tangan Baekhyun erat. Lantas Baekhyun mendorong tubuh Seira ke belakang tubuhnya.

“Siapa disana?!”

Seseorang namja jangkung muncul dari persembunyiannya. Ia berjalan mendekati Baekhyun dan Seira yang bergetar ketakutan. Namja itu mengeluarkan pistolnya dan mengacungkannya pada mereka.

“Well, bagaimana kalau kita bersenang-senang dulu, hm?”

Namja itu melempar pistolnya ke tanah. Membuat Baekhyun dan Seira mengernyit heran. Namja itu melipat lengan bajunya. Ia sudah siap dengan kuda-kudanya.

Baekhyun tau apa maksud namja ini. Dia tak akan dengan mudah melepaskan mereka berdua. Walau mereka lari, mereka pasti akan ketahuan. Baekhyun melepas tangan Seira. Dan melangkah maju.

“Oppa.. Apa yang kau lakukan?”

Baekhyun berbalik. Ia melihat kilatan mata Seira yang sangat ketakutan. Badan namja itu jelas lebih besar dari Baekhyun.

“Ssstt.. Diamlah disitu. Aku akan baik-baik saja”

“Oppa… Tidak. Jangan lakukan itu..”

“Tak ada pilihan lain, Sei”

Baekhyun berbalik lagi dan memandang ke arah namja itu. Ia merasa seseorang menarik bajunya.

Air mata mengali deras di pipi Seira. Tatapan Baekhyun melembut. Ia mengusap pipi Seira yang basah air mata.

“Aku tak mau kehilanganmu, oppa”

“Tak akan, Sei”

Seira berjinjit dan mencium bibir Baekhyun. Tapi namja itu segera melepasnya.

“Berlindunglah”

Baekhyun kembali berbalik, tapi ia tak melihat namja itu di depannya.

Sial! Dimana dia?

“BAEKHYUN!!!! KYAAAAA”

Seira terbaring di tanah. Lehernya di cekik dengan kuat oleh namja tadi. Namja itu melihat Seira dengan tatapan benci. Pisau tak jauh dari jantung Seira. Baekhyun segera berlari dan menendang namja itu hingga menjauh dari tubuh Seira.

“Lari, Sei! Lari!!!”

Seira menggeleng.

“Aku tak akan meninggalkanmu, oppa”

BUG!

Kali ini Baekhyun yang jatuh ke tanah. Tapi ia segera bangkit dan memukul balik namja itu.

Sial! Meleset!

“Kubilang lari, Sei! Lari!! Ini berbahaya!! Aku akan baik-baik saja! Aku berjanji. Sekarang, lari!!!”

Dengan badan bergetar Seira berlari. Berlari entah kemana. Tadi Kris.. Sekarang Baekhyun. Siapa lagi nanti? Air matanya mengalir deras.

Akar pohon membuatnya tersandung dan terjatuh. Seira melihat telapak tangannya yang kotor dan berdarah. Sakit….

“Nona… Apa kau tak apa-apa?”

Seira terlonjak. Ia berdiri dan mundur beberapa langkah. Jantungnya berpacu cepat. Siapa dia?

“Nona? Kau baik-baik saja?”

Orang itu semakin mendekat. Membuat Seira kembali berjalan mundur dan melihatnya ketakutan. Bibirnya bergetar, tapi ia berusaha menormalkan suaranya.

“Jangan mendekat!!”

Bukannya menolong, atau apa, namja itu hanya tertawa. Tertawa keras sekali. Hutan yang sunyi membuat suaranya menggema di seluruh penjuru.

“Well, rupanya kita mendapat korban yang pintar”

“Mwo?”

Gerakan namja itu begitu cepat. Ia sudah berada di depan Seira sekali kedip dan mendorong Seira hingga jatuh terduduk ke tanah. Ia membungkam mulut dan hidung Seira dengan sapu tangannya. Setelah itu Seira tak ingat apa-apa lagi. Pandangannya jadi gelap.

Namja itu tersenyum evil. Ia hendak menggendong Seira tapi seseorang menghubunginya.

“Kangin?”

“Ne, bos?”

“Kau sudah mengurus yeoja itu”

“Sudah, bos”

“Bagus. Bawa dia ke tempat yang aku beritau tadi. Chanyeol dan Tao akan segera menyusulmu kesana”

“Saya mengerti”

Kangin, nama namja tadi. Ia menggendong Seira di pundaknya dan tertawa misterius. Sebentar lagi mereka akan berhasil.

***

“AARRRGGHH”

Kris terbaring. Wajahnya penuh darah. Pahanya tertancap pisau tajam yang menembus hingga hampir ke tulang. Tao menunduk dan menarik pisaunya. Membuat Kris berteriak kesakitan. Nafasnya memburu. Seluruh tubuhnya sakit dan ia tak bisa menahan sakit ini lagi. Kesadarannya perlahan mulai menipis hingga ia tak lagi tau apa yang terjadi setelah itu.

“Tao? Kau dengar aku?”

“Oh, ne, bos. Ada apa?”

“Kau sudah membereskannya?”

“Tentu saja, bos. Dia sudah pingsan”

“Bagus. Bagaimana keadaannya?”

“Buruk. Terlampau buruk”

Tao dapat merasa Taemin, bos nya, tersenyum evil di seberang sana.

“Bawa ke tempat yang kuberitau tadi. Segera”

“Baik”

Tao mengangkat badan berat Kris dengan sekuat tenaga ke tempat yang tadi dimaksud.

****

“Menyerahlah, namja lemah”

Bruk!!

Baekhyun mengecap. Ia bisa merasakan darah nya sendiri di dalam mulutnya. Nafasnya terpanting-panting. Baekhyun menggenggam rumput di bawahnya. Wajahnya entah sudah seperti apa bentuknya.

Seira.. Apa dia baik-baik saja?

Baekhyun menoleh ke belakang. Tapi yang ia lihat hanya pepohonan dan semak. Ia juga tak mendengar apa-apa. Hanya suara pohon bergerak dan burung berkicau.

“Yeoja tadi? Ah, kurasa dia sudah mati duluan oleh anak buah kami”

“Mwo?”

“Apa dia yeojachingumu? Salah besar kau melepaskannya. Dia sudah mati, Baekhyun”

Baekhyun menggertak. Ia berdiri dan dengan seluruh emosinya ia menyerang namja itu. Memukulnya berkali-kali sebelum namja itu menggapai kepalanya dan memukulkan kepalanya di batang pohon besar. Setelah itu ia tak ingat apa-apa.

~

Sementara itu..

“Lepaskan kami!” Kai berusaha berteriak sekencang mungkin dan berusaha melepaskan ikatan tali yang mengikat erat tubuhnya.

“Tsk. Kau pikir kau bisa apa bocah” ucap Luhan enteng dan tertawa evil.

Kai menoleh kesamping dan mendapati Reika masih belum sadar karena obat bius yang tadi terhirup nya.

“Cukup aku saja yang terlibat dalam masalah ini, hyung! Jangan sekali-kali kau melibatkan Reika!”

“Aku hanya melaksanakan perintah, saeng. Mungkin kau bisa memohon pada hyung mu”

Kai menggeram dengan apa saja yang baru Luhan katakan. Badannya menegang seketika. Memohon pada hyung-nya dia bilang? Kai berdecih. Hyungnya sudah jelas dibutakan oleh cinta. Kalau dia memang benar ingin mendapatkan Reika, kenapa dia membiarkan Reika disakiti seperti ini? Kai tidak habis pikir.

Krieeett…

“Hyung kau dapat pesan dari Taemin hyung untuk menemuinya. Biar aku yang menjaga mereka”

Sesosok namja jangkung terlihat memasuki gubuk itu. Namja itu berdiri dalam kegelapan. Kai menyipitkan matanya, berusaha mengenali sosok jangkung itu. Suara itu… Kai hafal betul suaranya. Tapi Ia tidak ingat dimana.

“Jaga mereka dengan baik. Aku akan menemui bos sebentar”

Sebelum Sehun masuk ke dalam ruang itu, Ia memastikan bahwa Luhan benar-benar keluar dari gubuk itu dan keadaan aman. Kai terkejut bukan main begitu tahu bahwa namja itu adalah Sehun.

“Ne-neo..”

Sehun buru-buru menaruh jari di mulutnya. Mengisyaratkan Kai agar tidak terlalu berisik. Ia menyerahkan handphone Kai.

“Hubungi Jonghyun hyung. Kau akan membutuhkannya. Cepat! Waktumu tak banyak. Semoga beruntung, Kai. Jangan lupa untuk menghapus pesannya”

Kai berusaha keras untuk mengetik pesan dengan tangan terikat ke belakang kepada Jonghyun. Kai benar-benar menyumpah dalam hati kenapa bukan Sehun saja yang mengetik pesan? Setelah mengirim pesan, Kai buru-buru menghapus pesan itu dan menyimpannya dalam kantong.

Braaakkk...

“Bagaimana mereka?”

“Heum? Tidak ada tindakan mencurigakan hyung” jawab Sehun dengan tampak poker-facenya.

“Baguslah. Kapan dia bangun?” Luhan menunjuk ke arah Reika. Sehun menatap Reika sebentar dan sempat menatap prihatin dan seakan berbicara –kalian-akan-baik-baik-saja-

“Entah. Oh ya, hyung, aku ada urusan sebentar. Aku akan kembali nanti”

“Mau kemana kau?” Ucap Luhan sinis. Gerak-gerik Sehun sangat membuat Luhan menaruh curiga padanya.

“Chanyeol hyung dan yang lainnya memanggilku. Bilang membutuhkanku untuk mengurus Seira dan pacarnya itu” jawab Sehun.

“Apakah Chanyeol, Tao, Kangin tidak bisa mengurusnya sendiri?”

“Entah, mungkin mereka butuh seseorang yang tega membunuh” ucap Sehun dingin dan meninggalkan Luhan yang menatapnya heran.
~

[Jonghyun House]

Juliette ooh~

Jonghyun mengambil hp nya dengan malas. Semenjak Reika memecatnya dari bodyguard pribadi, Jonghyun hanya hidup malas-malasan di apartemennya. Penghasilan dari bodyguard cukup menghidupi nya hingga setahun kedepan.

From : +85 76xxxxxx

Hyung, aku membutuhkanmu. Sekarang. Hutan XX masuklah dan cari gubuk reyot di tengah hutan. Kami diculik. Nyawa Reika ada di tanganmu. Hati-hati kaki tangan Taemin dimana-mana!

Kai

Jonghyun mengeryitkan keningnya. Taemin? Taemin Hyungnya Kai? Kenapa bisa? Tanpa banyak berpikir lagi langsung saja Jonghyun melesat dengan motor ninjanya, rompi anti peluru, topi baseball, dua pistol dan handphonenya.

‘Apa lagi yang kubutuhkan.. Ah!’

Jonghyun mengambil hpnya. Ia menekan tombol 911.

“Polisi? Ya, Aku Kim Jonghyun”

“Yang bekerja di rumah Kim’s”

“Ne. Ada penculikan. Tempatnya di hutan XX kepada 5 orang. Empat remaja, 2 diantaranya adalah perempuan dan sisanya laki-laki. Dan satu bodyguard mereka. Ya, mereka bersenjata. Nde, saya mengerti. Hm.. Baik. Saya sedang menuju kesana sekarang”

Jonghyun memutuskan sambungan telepon. Entah kenapa jantungnya berdetak cepat sekali. Ada apa?

Ia menarik nafas dalam dan berjalan ke motor ninjanya.

Ini akan berjalan baik-baik saja, Jonghyun. Tak perlu khawatir

Jonghyun mengulang kalimat itu dalam hatinya. Berusaha meyakinkan bahwa ini akan berjalan baik-baik saja. Walau ia tau jauh di dalam hatinya ada feeling buruk. Tapi Jonghyun segera mengapus pikiran buruk itu.

‘Aku tidak akan membiarkanmu pergi, Kim Reika. Tidak untuk yang kedua kalinya’

****

Jonghyun memarkir motornya ditempat stratigis. Ia sudah sampai.

Ia menarik nafas yang dalam. Sial! Rasa gugup nya tak bisa menghilang sama sekali. Jonghyun mengambil pistolnya yang berada di belakang tubuhnya dan berjalan masuk pelan-pelan.

Ia menunduk dan bersembunyi di semak belukar.

Siapa itu?

Seorang namja bersenden pada batang pohon besar. Ia tampak memainkan pisau belati miliknya. Desiran darah mengalir di tubuh Jongin. Sesaat tangannya terasa dingin saking takutnya.

Tidak. Aku bisa melakukan ini. Demi Reika.

Jonghyun memposisikan pistolnya. Ia memang pintar dalam hal menembak dari jauh. Perlahan Jonghyun menarik pelatuknya.

DOR!

Namja itu langsung terkulai di tanah. Kepalanya menyembur darah segar akibat peluru Jonghyun yang menembus ke otaknya dan bersarang disana. Jonghyun tersenyum. Percobaan pertamanya selesai.

Ia menoleh ke segala arah. Melihat jika saja ada gerak-gerik anak buah Taemin yang lain. Namun nihil. Jonghyun keluar dari persembunyiannya dan mendekati namja itu.

“Ada berapa banyak anak buahnya?” tanya Jonghyun dalam hati. Ia menggapai baju namja itu dan menyeretnya hingga ke tepi hutan. Menutupi sekujur tubuh namja itu dengan daun agar tak ditemu orang.

“Baik. Yang satu sudah dibereskan. Saatnya menyelamatkan Reika”

Ia memandang ke arah pistolnya dan menyimpannya lagi ke balik badannya. Jonghyun berjalan lebih dalam ke hutan sambil menunduk dan melihat ke sekitar.

Sialnya dia tak tau dimana letak Seira dan Reika diculik pada luas sekitar hampir 1 hektar hutan. Sial.

*****

Saat telah sadar, Reika beringsut mendekat kearah Kai. Wajahnya mengatakan ia sangat ketakutan. Reika melihat wajah Kai yang sudah babak belur, dan tatapan cemas dari kedua mata Reika membuat Kai tersenyum dan bergumam lirih padanya.

“Kau akan baik-baik saja”

Kau?

Tidak. Apakah hanya Reika yang akan baik-baik saja? Bagaimana dengan Kai? Kai pasti akan baik-baik saja kan? Kai mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Reika sekilas. Luhan? Dia seperti sedang menunggu seseorang sehingga tidak melihat apa yang dilakukan Kai tadi. Namun, bukan berarti tidak ada melihatkan?

“Wah. Wah. Lihatlah pasangan kita yang paling romantis ini. Disaat tegang seperti ini otak mesummu masih lancar hah?!” Taemin masuk dan menendang perut Kai brutal hingga tubuhnya terjungkang kebelakang dan terdengar suara debama keras diikuti suara rintihan.

“Oppa! Hentikan!”

Reika berteriak. Ia tak bisa menahan tangisannya. Bagaimana tidak? Orang yang kau cintai saat ini tengah dipukuli oleh kakak kandungnya sendiri. Reika tentu sangat merasa bersalah. Karena dirinyalah Taemin menyimpan dendam ke Kai. Karena ia terlibat dalam percintaan rumit mereka.

Taemin mengambil kursi Kai dan membantunya kembali pada posisi. Ia menjambak rambut Kai kuat membuat Kai menatapnya mau tak mau menatapnya.

“Kau terlihat tampan, saeng” bisik Taemin. Kai hanya menatap tajam Taemin.

“Mau tau sebuah rahasia, Kim Jongin-ku sayang?”

“Jangan main-main, bodoh!!”

“Woho. Santai, saeng-ah”

Taemin melepaskan rambut Kai dan berbalik. Itu dimanfaatkan Reika untuk mendekat ke arah Kai. Ia begitu menatap Kai khawatir. Mata Reika berkaca-kaca.

“Kau tau kenapa appa dan umma meninggal?” Taemin melanjutkan tanpa sekalipun menoleh ke arah Kai. Reika dan Kai terdiam, saling melihat satu sama lain.

Mulut Kai terbuka heran saat mendengar pertanyaan kakaknya, yang jelas-jelas sudah tahu orangtua mereka meninggal gara-gara kecelakaan.

“Kau masih kecil waktu itu hingga tak tau mana yang benar mana yang salah. Mana yang baik mana yang buruk. Dan mana yang harus dipercayai, mana yang tidak”

Alis Kai berkerut heran. Ia sama sekali tak tau apa maksud Taemin sebenarnya.

“Sudah sepantasnya kau tau ini, Kai. Selama ini kau percaya bahwa orangtua kita meninggal kecelakaan”

Kali ini Taemin berbalik menghadap dongsaengnya. Giginya menggertak dan tangannya terkepal kuat. Ia melihat Reika yang menggeser duduknya dekat sekali dengan Kai. Disaat begini!

“Aku. Aku yang sebenarnya membunuh mereka”

Smirk evil itu tercetak di sudut bibirnya. Mulut Kai ternganga. Sebelum Kai membuka mulutnya dan berteriak padanya, Taemin sudah lebih dulu beranjak keluar dari gubuk.

Sial. Umpat Kai.

*****

[Gubuk Seira]

Seira terbangun dari tidurnya. Dia mengerjapkan matanya berkali-kali, pencahayaan disini begitu redup.

‘Sepertinya aku bermimpi buruk’ batin Seira.

“Wah, tuan putri sudah bangun rupanya. Sekarang pilihan ada ditanganmu nona.. Jung..-“

Tunggu. Ini bukan mimpi!

Seira mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru gubuk ini. Dilihatnya sosok Baekhyun dan Kris yang sedikit babak belur dan kondisi mereka juga terikat. Pandangan Seira tertuju kepada sosok yang berada dihadapannya. Taemin.

“O-oppa?”

Taemin hanya diam. Ia memandang Seira tanpa ekspresi begitu dingin.

“Oppa lepaskan kami! Jebal!”

“Tidak”

Emosi Seira meledak-ledak. Ia memandang lagi ke arah Kris, lalu ke Baekhyun. Keadaan mereka begitu buruk. Darah mengalir di kulitnya dan noda darah tercetak di baju yang dikenakannya.

“Apa maumu,hah?!”

“Wow, galak sekali. Aku hanya memberikan penawaran bagus untukmu..-“

“Jangan banyak omong. Cepat katakan! Apa maumu, breng-sek!”

Seira menajamkan tatapannya kearah Taemin. Tapi yang ia dapat hanya seringaian dari Taemin.

Taemin mengisyaratkan anak buahnya untuk melakukan sesuatu, mungkin. Chanyeol dan Kangin segera berdiri disamping Kris dan Baekhyun. Dan masing-masing diantara mereka menyodorkan pistol kearah kepala mereka.

“Silahkan pilih. Namjachingumu. Atau bodyguardmu?”

Taemin menyeringai. Seira terlihat panik. Ia tak bisa memilih salah satu diantara mereka. Keduanya adalah orang yang paling penting di hidupnya. Keringat dingin mengalir lehernya.

Tidak. Aku tak bisa memilih mereka.

Mata Seira sudah berkaca-kaca. Bibirnya bergetar ketakutan. Ia memandang kembali ke arah Kris dan Baekhyun yang sedang menatapnya lemah.

“Nona. Kau harus memilih yang benar. Jangan memilihku. Bahagialah bersamanya” lirih Kris.

Seira memandang ke arah Baekhyun. Tapi namja itu tak mengatakan apa-apa. Ia malah menunduk.

Tidak. Seira tak bisa kehilangan salah satu diantara mereka.

“Bagaimana kalau aku tidak memilih keduanya?” Tanya Seira lirih

Taemin tertawa mendengar perkataan Seira barusan. Kris menatap Seira dalam artian –jangan-bodoh-nona ! Sedang Baekhyun menatapnya horor.

Tidak. Lebih baik salah satu diantara kami yang mati. Aku tak bisa hidup tanpa Seira. Itu adalah mimpi buruk terkejam yang pernah ada.

Baekhyun menggelengkan kepalanya. Jantungnya berdetak kencang.

Jangan bodoh, Sei. Jangan bodoh.

Taemin mengacungkan pistolnya kearah kepala Seira dan berkata lantang.

“Maka kau yang akan menggantikan mereka”

Keadaan sejenak hening. Pikiran Seira berkecamuk. Ia menarik nafas dalam dan menghembuskannya. Jantungnya berpacu cepat. Tapi ia tau ini adalah pilihannya.

“Aku tak memilih keduanya”

“JANGAN BODOH! TARIK KEMBALI PILIHANMU, SEIRA!”

Badan Seira bergetar. Baekhyun berusaha melepaskan dirinya dari ikatan yang begitu kuat. Tapi Kangin menahannya. Ia menonjok wajah Baekhyun hingga hidung Baekhyun mengeluarkan darah.

“Berhenti!!!”

Kangin kembali pada posisinya dan membiarkan Baekhyun terjatuh ke lantai dengan debaman keras. Air mata Seira jatuh dan mengalir deras di pipinya.

“Baekhyun oppa. Ini adalah satu-satunya jalan. Aku- berbahagialah tanpaku”

“Tak bisa, bodoh. Aku tak akan bisa bahagia tanpamu. Kau lah alasan kenapa aku bisa tertawa. Kau. Apa kau tak sadar betapa pentingnya kau bagiku, Sei?”

Seira kembali menangis. Ia terisak dan terus terisak.

“Aku tersiksa. Tersiksa tanpamu. Jebal…”

Seira menggeleng. Ia memalingkan wajahnya ke lain arah.

“Aku tak tega melihat salah satu dari kalian mati. Aku merasa bersalah saat melihat kalian dalam keadaan sangat buruk begitu. Biarkan aku membayar semua itu”

“Seira, dengarkan aku. Tidak. Jangan.. Aku tak bisa hidup tanpamu. Jebal…”

Seira menggeleng.

“Mianhae. Mianhae”

Hati Baekhyun seperti tertusuk ribuan panah. Kepala Kris menunduk. Tak sanggup melihat itu semua.

“Tidak.. Sei. Tidak!!!”

“Oppa, keputusanku sudah bulat. Aku tak memilih keduanya”

“SEIRA! DENGARKAN AKU!”

Seira tak memperdulikan Baekhyun. Ia menunduk dan memejamkan matanya. Ia tak tau bagaimana rasanya mati. Seira terisak dalam diam. Ia terus bergumam lirih.

“Mianhae Baekhyun oppa”

“Ketahuilah bahwa aku sangat mencintaimu”

Baru saja Taemin ingin menarik pelatuk pistolnya. Tiba-tiba..

DOR! DOR!

Pintu gubuk terbuka tiba-tiba dan Sehun masuk ke gubuk itu dan menembak Chanyeol serta Kangin bersamaan. Baru saja Sehun mengacungkan pistolnya ingin menembak Taemin, tapi ia sudah dulu melarikan diri.

Taemin segera berlari sangat cepat. Melewati semak belukar dan tanah yang tak rata pergi ke arah gubuk dimana adik dan yeojanya disekap.

Taemin membuka pintu gubuk kelewat keras dan dengan nafas terengah-engah. Membuat alis Luhan mengeryit heran.

“Bunuh mereka sekarang! Cepat!”

***

Sehun membantu melepaskan ikatan Seira, Baekhyun dan Kris. Baekhyun sudah terluka sangat parah, ia terduduk sambil merintih di lantai gubuk. Dengan sigap Seira mengambil kotak obat yang ada ditangan Sehun dan mengobati luka Baekhyun.

Tapi baru Seira ingin membersihkan darah di wajah Baekhyun, namja itu lebih dulu menarik tangan Seira dan memeluknya, erat.

“Jangan lagi kau membuat keputusan bodoh seperti tadi, Sei”

Jujur saja waktu itu jantung Seira berdetak dua kali lebih cepat. Hampir saja air matanya mengalir jatuh, untung ia bisa menahannya.

“Mian. Tak lagi”

Baekhyun melepaskan pelukannya dan mencium dahi Seira.

“Aku tak bisa hidup tanpamu”

“Aku juga”

Seira tersenyum dan kembali menghapus sisa darah di wajah Baekhyun.

“Pelan-pelan”

Seira memutar bola matanya kesal. Lagi-lagi Baekhyun bertindak seperti anak kecil. Ia menghela nafas dan tetap mengobati luka Baekhyun.

Seira menghela nafasnya dalam. Ia melihat ke arah Kris yang sedang mengobati dirinya sendiri dan Sehun yang berdiri di ambang pintu melihat keadaan sekitar.

“Setelah ini bagaimana?” Ucap Seira. Ia masih saja sibuk memperban luka Baekhyun.

“Aku yang akan mencarinya” jawab Kris. Ia berdiri dan berjalan sedikit pincang.

“Kau sakit, oppa”

“Tak apa. Lagipula siapa yang akan menyelamatkan Reika?”

“Kalau begitu, aku ikut”

Kris menatap Seira tak percaya. Tapi dari ekspresi wajah Seira, dia memang serius.

“Baik. Aku akan menunggumu di luar”

Baekhyun langsung menggenggam tangan Seira erat dan menggelengkan kepalanya. Begitu juga dengan Sehun yang memandang Seira tak percaya. Mulutnya ternganga.

“Aku akan baik-baik saja. Tolong jaga Baekhyun, Sehun oppa. Aku dengan Kris oppa ingin mencari unnie.”

“Aku ikut denganmu”

Seira melepaskan tangan Baekhyun di lengannya dan mendekat ke wajah Baekhyun. Seira mencium singkat bibir Baekhyun dan menggeleng.

“Kau sedang terluka. Aku akan baik-baik saja”

Seira tersenyum. Ia mengelus rambut Baekhyun dan sekali lagi mencium bibirnya. Ia menoleh ke arah Sehun dan tersenyum.

Kris sudah berada diluar gubuk, menunggu Seira menyusulnya. Setelah selesai mengobati luka Baekhyun, Seira ingin beranjak menyusul Kris. Namun Sehun menahannya.

“Biarkan aku dan Kris hyung yang mencari. Kau disini saja, jaga Baekhyun. Kupastikan setelah ini keadaan akan aman. Dan kalian aman disini”

Seira menggeleng. Baru saja dia ingin membuka mulutnya, jari telunjuk Sehun sudah membungkam bibir Seira. Mengisyaratkan Seira menuruti perkataannya. Sehun berjalan keluar dari gubuk dan menyusul Kris. Belum jauh saat Sehun keluar dari sana, Seira menyusulnya. Ia memeluk tubuh Sehun dari belakang, erat.

“Aku tidak mau kehilanganmu, oppa”

Sehun berbalik. Dapat dirasakannya punggungnya basah akan airmata Seira. Sehun segera memeluk Seira dan menepuk punggungnya.

“Aku akan baik-baik saja”

Seira menatap Sehun dengan matanya yang basah air mata. Seira berjinjit mensejajarkan tinggi badan mereka.

Chu~

Seira mencium bibir Sehun pelan. Sehun terkejut, posisi Seira saat ini membelakangi pintu gubuk. Dan Sehun melihat keambang pintu. Disana Baekhyun berdiri terdiam tanpa ekspresi saat melihat Seira yang mencium Sehun. Sehun langsung melepaskan ciuman Seira. Ia benar-benar tak nyaman dengan Baekhyun. Baekhyun seperti kehilangan nyawanya.

Ia melihat yeoja yang dicintainya mencium namja lain. Di depan matanya. Itu membuat hatinya hancur berkeping-keping.

“Aku akan kembali, Sei”

Sehun mencium kening Seira dan segera menyusul Kris yang sudah tidak ada dipandangannya. Sehun melirik lagi keambang pintu gubuk, Baekhyun sudah tak lagi berdiri disana.

Baekhyun masuk kembali ke dalam gubuk dan berjongkok di depan tubuh Chanyeol. Ia merogoh kantong celana Chanyeol dan menemukan kunci mobil. Baekhyun tersenyum.

Ia ingin segera mengakhiri ini, dan akan mencari bantuan sebisanya. Ia sudah terlalu lelah. Dan baru saja dia melihat yeojachingunya berciuman dengan Sehun. Bukankah itu menyakitkan?

Setelah Baekhyun menemukan kunci mobil, ia bergegas keluar dari pintu belakang gubuk. Ia tak lagi memperdulikan Seira. Hatinya terlalu sakit untuk mengingat itu. Tak lama setelah itu, Seira masuk kembali ke dalam gubuk dan tidak menemukan Baekhyun disana.

“kemana dia?”

Seira mencari-cari baekhyun kemana-mana, namun hasilnya nihil.

***

Disisi lain, Baekhyun menemukan mobil terparkir diluar hutan. Ia masuk di dalamnya dan memasukan kunci tadi dan menyalakan mesinnya. Berhasil.

Namun, Baekhyun terdiam.

“Apa aku salah meninggalkan Seira sendirian?”

Kaki Baekhyun hampir saja menginjak pedal gas. Tapi pikirannya kembali berkecamuk.

Bagaimana jika anak buah Taemin menemukan Seira? Lalu ia dibunuh? Bagaimana jika ada hewan buas? Aku tak akan bisa melihatnya lagi.

“Sial! Ini bukan waktunya cemburu gara-gara tadi, Byun Baekhyun. Jeongmal pabboya!”

Baekhyun merutuki dirinya sendiri. Ia mematikan mesin dan berjalan keluar mobil. Setengah berlari Baekhyun menuju kegubuk itu lagi.

“Nan pabboya Byun Baekhyun”

****

Seira menangis putus asa ditengah-tengah hutan. Bahkan Ia tidak tahu sekarang dia berada dimana. Yang jelas, letak gubuk tadi tidak terlihat lagi dipandangan Seira.

Nafas Seira terengah. Tangisannya tak kunjung berhenti. Ia berlari semakin jauh ke dalam hutan yang semakin gelap. Ia menggosok lengannya. Dingin.

Seira duduk di bawah pohon besar. Pikiran buruk itu kembali menghantuinya. Dan juga berjuta pertanyaan yang mulai muncul di otaknya.

Kenapa Baekhyun meninggalkannya?

Bagaimana jika anak buah Taemin kembali menemukannya dan membunuhnya?

Seira menekuk lututnya dan memeluknya. Ia membenamkan kepalanya di kedua lututnya.

Baekhyun oppa.. Kau dimana?

Baekhyun terus berusaha mencari Seira, dan mendengar suara seseorang menangis di antara pepohonan. Bulu kuduknya berdiri.

Tapi bisa saja itu Seira.

Baekhyun terus berlari ke arah suara itu. Berharap yeoja yang sedang menangis yang ia dengarkan benar Seira.

****

Luhan menyodorkan pistol ke kepala Kai.

“hyung, kau tak bisa melakukan ini padaku, hyung” Kai memohon kepada Taemin.

“Oppa, jangan konyol oppa. Bagaimana kau tega membunuh dongsaengmu sendiri hah? Oppa, jebal” Reika sudah menangis dari tadi. Namun Taemin seakan menulikan pendengarannya.

“Jangan hiraukan omong kosong mereka, Luhan. Bunuh mereka! Cepat!”

Dengan sigap, Luhan menarik pelatuk pistol nya..

“KAI, ANDWAE!”

DOR! DOR!

***

Baekhyun berjalan ditengah-tengah hutan. Mengikuti suara tangis yang ia harap adalah suara Seira. Setelah berjalan lumayan lama, Baekhyun menemukan seorang yeoja sedang terduduk dibawah pohon dan menangis disana.

“Seira?”

Yeoja itu mengadah dan memandang Baekhyun dengan mata sembab dan berwarna merah. Baekhyun bernafas lega. Seira.

Segera saja Baekhyun menghampiri Seira dan memeluknya. Seira yang sudah terlalu takut segera memeluk Baekhyun dan menangis didada bidangnya.

“Ssshh. Uljima”

Tubuh Seira bergetar takut. Bagaiman jika tadi Baekhyun tak menemukannya?

“Seira, berhentilah menangis…”

Tapi tidak. Seira terus saja menangis dan memeluk pinggang Baekhyun erat. Baekhyun mengelus punggung Seira.

“Mianhae, Sei. Mianhae”

Seira tak punya kekuatan untuk menjawab itu. Perasaannya tercampur aduk. Antara bahagia, lega, kecewa, dan semuanya. Baekhyun menyelipkan tangannya ke bawah lutut Seira dan menggendong tubuh mungilnya.

Mianhae… Mianhae…

****

“Maafkan aku”

Keadaan menjadi hening. Seira masih sibuk menghapus tangisannya dengan balik telapak tangannya. Dengan panik Baekhyun mencuri pandang ke arah Seira yang tak menjawab kata-katanya. Baru saja Baekhyun ingin membuka mulutnya, Seira menjawab.

“Kenapa kau meninggalkanku, oppa?” Tanya Seira dan menenggelamkan wajahnya diceruk leher Baekhyun. Tangannya mengalung di leher Baekhyun erat sebagai pegangan.

“Maafkan aku. Ayo kita cari bantuan”

Seira merasa ada yang salah dengan Baekhyun. Sesampainya dimobil, keadaan hening.

“Kau kenapa?” Seira mulai membuka pembicaraan. Tapi Baekhyun hanya diam dan fokus pada jalanan. Seira menggelengkan kepalanya dan membuka mulutnya.

“Mianhae-“

“-apa yang kau lakukan tadi? Aku melihatnya” potong Baekhyun.

Seira terkejut. Apakah Baekhyun melihatnya saat sedang mencium Sehun?

“Aku tidak melakukan apa-apa” jawab Seira takut-takut.

“Jangan bohong!”

Ckittt

Badan Seira terjungkang ke depan dan untung saja tak menatap dashboard mobil.

“Aku melihatmu mencium namja itu”

Nyali Seira seakan ciut. Sial, Baekhyun sedang marah!

“Aku.. Itu hanya ciuman perpisahan”

Baekhyun memukul stir mobil membuat Seira bergetar takut. Baekhyun segitu marahnya?

“Ciuman perpisahan? Tapi tak seharusnya di bibir, bukan?”

Seira terdiam. Dia memang salah telah mencium Sehun. Tapi.. Bagaimana jika Seira tak bisa melihat Sehun lagi?

“Aku.. Takut”

Baekhyun menoleh ke arah Seira dan mendapati yeojachingunya sedang memeluk dirinya sendiri. Pandangannya lurus ke depan. Tak ada ekspresi di matanya, datar.

“Taemin terlalu berbahaya. Aku takut aku tak akan bisa melihat mereka lagi”

Mereka. Seribu alasan muncul diotaknya kenapa Seira tak menggunakan kata ‘nya’ yang menunjukkan Sehun.

Baekhyun menghela nafas frustasi dan mengacak rambutnya frustasi.

“Tapi apa kau tau akibatnya saat aku melihat itu? Saat kau mencium Sehun?”

Pandangan keduanya bertemu. Seira menatap Baekhyun dalam.

“Disini” Baekhyun menunjuk ke dadanya. “Sakit. Seperti hancur berkeping-keping. Melihat yeoja yang begitu kucintai mencium namja selain diriku”

Bibir Seira bergetar. Ia melepaskan sabuk pengaman miliknya dan milik Baekhyun. Perlahan Seira berpindah duduk jadi di atas paha Baekhyun dan mengalungkan kedua tangannya di leher Baekhyun. Dahinya dan dahi Baekhyun bersentuhan.

“Mianhae oppa. Apa yang harus kulakukan untuk menebus kesalahanku? Beritahu aku, Baekhyun oppa”

-TBC-

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on September 22, 2013, in Comedy, Horror, Marriage Life, NC-17, NC-21, PG, Romance, Sad, School Life, Sci-fi, Tragedy, Uncategorized, Yaoi and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 46 Comments.

  1. daebak lanjuuuttttt thor

  2. Anjirr lagi seru-seru tbc. huaaaa. next thor!! lanjutin yaaa! cepet please?

  3. Nasibnya kai gimana?
    Thor TBCnya bener-bener bikin gregetan >.<
    Ditunggu kelanjutannya ya xD

  4. Demi Luhan nnnnnnnnnnn
    tegang bangetttttttttt
    Mataku sampai gak berkedip bacanya

  5. Ampe nahan napas bacanya heumm …. reika blom tau ini gimana lanjutanya … u.u lanjut thor

  6. aaaaaaa lanjutannya jgn lama2 thorrrr nanggung lagi rame.kkkkk

  7. aaaaaaaaa akhirnya dipost!!!
    jongin jangan sampe mati jangannnn
    penasaran sama chap b-__-

  8. anyeong aq reader baru disini
    mian bru komen skrng..hehehee

    aq dah baca dr chat 1
    Summvpaah
    #muncrat
    HOT bgt Ncny
    #plakk
    g ada habis2nya aq trbawa suasana sm crta ff mu thor ada ras tegang,nyesek,sedih smua trcampur menjadi 1…
    oy aq gregetan deh ama reika n seira mereka kn udh sering d tidurin ama kai n baeki ko g hamil2 y? udh gtu mau aja d itu in sm bodygard2nya terkesan kyk cew murhan gtu
    #nobast
    pokoknya DAEBAK lah ff nya
    mian kebanyakn komen😛

  9. OMO!!! Udh lama nunggu thor -,- tp gpp, next chap di tunggu, Cepetan yah?!😉

  10. Lanjuttt! Jngan lama” thor!

  11. kyuwonhae's wife

    jgn smpai bacon sma siera yadongan .
    Smga reika dan kai oppa baik2 saja🙂
    Lanjutt thoorr😉

  12. torrrr kkerennn, next ahh. :))

  13. aaaaaa luhan jangan tembak jongin………

  14. aigo… akhirny di publish juga setelah sekian lama menunggu.😀

  15. Akhir’y di post juga,lanjut thor penasaran sma ending nya mih

  16. akhirnyaaaaa
    kai gimana thor?!jangan sampe dia kenapa2 ya thor…
    hahaha makin seru saja ceritanya part selanjutnya jangan lama2 ya thor:D

  17. eh udah dipost lagi toh. aku readers baru loh thor/? ehtapi udh baca ding yg chapt sebelumnya cuman rada bingung soalnya ga ngikutin dariawal-_-
    itu ntar si kai mati? jangan donggg~
    bingung si seira ntar ama siapa-_-
    iya thor setuju ama yg coment diatas/? kan mrk udh ditidurin berkali kali masa iya ga hamil? udah ah gitu aja._.

  18. ini pertama kalikomen di ff ini,karna sebelumnya ga pernah baca!
    ff nya bagus,ceritanya keren nc nya jg keren!
    daebaklah thor

  19. AAAAAAAAA
    Jebbal ini kemana ajaaa??
    udah lama bingit baru dipost -_-

    NEXT JANGAN LAMA-LAMA THOR JEBBAL…..

    DAEBAK banget sumvehhh

    OMONAAAA KAI,
    kau diapakan mereka darling??
    tunggu aku sebentar lagi datang menolong *eh

    hey, Baekhyun-Seira
    what the hell are you doing?
    jangan bilang mau mesum’an di saat genting seperti ini *plakkk xD

    OKESIPPP
    LANJUUUUUUT

  20. daebakkk, thor
    jjgaan lmaa2 thor

  21. debak thor,
    lanjut dah tapi jangan lama lama yua,

  22. perasaan saya udah mulai gak enak nih
    -,-

  23. Please! Jangan sampe Baekhyun minta yang aneh-aneh disaat yang genting kayak gitu -____-

  24. Lg seru2nya muncul deh TBC
    Ditunggu lanjutannya

  25. makin seruuuuuu,kai jangan mati please T.T
    lanjut thorrrr

  26. Bacanya sampe nangis nangis ih..
    Takut._.v
    lanjutannya ya thor
    fighting🙂

  27. kasian baekhyun,,,,
    lajut thor,,, makin penasaran nunggu chapter selanjutnya

  28. Lanjutannya min greget nih wkwk

  29. next..next..next

    haaah apa yg dikatakan baekhyun, ya?

    dan tadi, Kai beneran tertembak yak?
    Jonghyun ny kok lama bnget sih munculnya?
    aaaarrrrggghhttt terlalu banyak pertanyaan bersarang di otakku T_T

  30. thor ini ff ternyesek sumpah. thor plis happy ending dong. dari awal sad mulu ga aus apa ya-_- plis thor kai jangan mati. taemin luhan aja yang mati thor plis. gue nyezek pake z ya baca ini ff. sip keren bingit ini ff nya. ditunggu next chapter yaa. SEKALI LAGI PLIS HAPPY ENDING THOR-_-

  31. next dong penasaran nih..
    mudah-mudahan aja kkamjong gk mati.. T_T

  32. thor, cpet dilanjut donk, , udah gk sbar nunggu klanjutannya, ,

  33. Lanjut dong thor. Greget ama ni FF hehe

  34. Lanjut thooorr,, deg-deg an ak bacanya

  35. lanjut thooooooooorr:(

    gue kalo ada bagian ncnya langsung diskip, masa disetiap part ada ncnya pls gatahan-_-

    jeballll lanjut yaa thor secepatnyaaa

  36. Thor cepet !!! Kagaa sabr nih laanjutan’a ._.

  37. ahhhhh seruuu actionnya kerasa bgt
    cepet dilanjut thor😀

  38. Felecia Larassati

    wahhh keren2, ayo thor dilanjutin lagi part berikutnya jebaaaaalllll

  39. dintania yuliandari

    huaaa…
    tmbah deg degan nih..

    ok.. next chap jgn lm* yah..

  40. Aigoo si seira ini aduuuuuuuh udah lah weee lagi genting ituloh sempasmpatnya aduuuh

  41. haha😄 #gkadayglucu tau gak aku baca nya mulai dari chap brp? 9b – 3 – 2 – 4 – 5 – 6 – 7 – 8 – 9a😄 gak rapi emg #gakpenting #lupakan

    ff ini seru! and overall aku suka karna ini main action ^^
    klo ttg nc ny, awal2 aku baca aku merinding disco😄 tp sdh baca chap brp, sdh mulai kebal dan biasa aja wkt baca ny ._.v

    keep writing yapp !! ^-‘)9
    jgn pernah patah semangat! ^-^

  42. menegangkan part ini ><
    Nasib my boy kai gimana?? aaaa jangan matii, semoga polisi cepet dateng, jonghyun oppa mana? donghae, hyuk dll juga belom ke situ, situasi gak aman -__-
    Duhh seira kenapa cium sehun sih? takut sih takut tp jgn cium di bibir kelues, tau rasa deh diliat baekki*yang sabar oppa* semoga mau deh maafin si seira

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: