I’m His Fiancèè (Oneshoot)

Author : JS
Genre : Romance, Sad, Yadong

Cast :
-Jung Ah Jun
-Park Chanyeol

Note : Annyeong^^ author berusaha bikin oneshoot nih wkwk. Maaf kalau alurnya kecepetan atau ceritanya gj : P

happy reading!

——————————

Author POV

“Oppa~ berhenti~ aku sedang bekerja. Besok deadline nya”

Ah Jun dengan susah payah berusaha menyingkirkan tangan Chanyeol yang mulai bergerilya naik ke dadanya.

“Oppa!”

“Arraseo arraseo”

Tangan Chanyeol memang berhenti bermain di sekitar perut Ah Jun, tapi agaknya Chanyeol masih malas mengubah posisi duduknya. Kepala Chanyeol masih diam di leher Ah Jun sambil sesekali mengecupi lehernya. Chanyeol masih memeluknya dari belakang erat.

“Junnie-ah~ apa kau tidak bisa berhenti mengerjakan design baju itu sebentar saja? Aku merindukanmu~”

Chanyeol berbicara tepat di telinga Ah Jun dan kembali mengecupi lehernya. Ah, tidak. Rupanya Chanyeol mulai nakal menghisap leher dan bahu Ah Jun hingga terlukis kissmark disana. Ah Jun hanya diam, dan menggigit bibirnya.

‘Aku tidak boleh kalah! Design ku lebih penting’ batinnya

Ah Jun berusaha berkonsentrasi mendesign baju untuk acara Fashion Show minggu depan. Dan dia tidak boleh gagal! Atau karir nya akan berakhir.

“C-chanyeol-ah~”

—————-

Ah Jun POV

“C-chanyeol-ah~”

Ups!

Oh tidak! Kenapa bisa desahan itu menyelinap keluar dari mulutku? Astaga. Mati kau Ah Jun! Tidak!

“Hm? Agaknya kau menikmatinya, Chagi~”

Aku memejamkan mataku saat jemari lihai Chanyeol membuka satu persatu kancing blouse ku. Tak lama aku merasa blouse ku sudah terlepas dari badan dan tangan Chanyeol yang mengelus punggung dan perutku.

“Oppa~ aku harus bekerja”

“Tak baik bekerja terus-terusan. Bersenang-senang sedikit tidak ada salahnya kan?”

Jackpot!

Sekarang aku pasrah akan diapakan oleh tunanganku ini.

Ya, Park Chanyeol. Dia adalah tunanganku. Beberapa bulan lagi kami akan menikah. Profesiku seorang designer baju, dan dia adalah model dari hasil baju rancanganku. Dan, dari situlah hubungan cinta kami berjalan. Indah bukan?

Orang-orang memang sering memandang iri kearahku. Hei, siapa yang tidak iri punya tunangan sepertinya? Tampan, tinggi, seorang model, kaya raya, pokoknya sempurna.

Dan, kalian pasti tau. Tidak ada manusia sempurna di dunia ini. Seorang Park Chanyeol bahkan bisa berubah 180 derajat dengan image nya di publik. Chanyeol yang manja, terkadang romantis, dan pervert! Kalau Chanyeol berkunjung ke apartemenku, kami pasti berakhir di ranjang.

—————————

Author POV

“Mmhhh.. Oppa~”

Desahan demi desahan mulai keluar dari bibir mungil Ah Jun. Sentuhan Chanyeol memang tidak pernah tidak membuatnya terjebak di surga duniawi.

Ah Jun sudah half naked sekarang. Hanya celana dalam saja yang masih terpasang di tubuhnya.

Chanyeol melumat bibir Ah Jun panas. Bergantian Chanyeol melumat bibir atas dan bawah Ah Jun dan mengigitnya pelan. Ah Jun dengan senang hati membuka mulutnya dan terjadilah perang lidah. Keduanya saling berbelit untuk dominan dan Chanyeol menang. Ah Jun merasa bahwa Chanyeol menyeringai di tengah ciuman panas mereka.

Lidah Chanyeol mengeksplor mulut Ah Jun dan kembali melumat bibir Ah Jun.

“Mmmhh”

Nafsu Chanyeol semakin terbakar. Dengan tidak sabar ia merobel celana dalam Ah Jun dan melepas semua pakaiannya dan kembali menindih Ah Jun di ranjang.

“Aahh~ oppa~”

Chanyeol menjilat nipple Ah Jun dan menyusu disana. Sedang tangan nya memainkan nipple Ah Jun yang lain, memilinnya. Ah Jun menarik rambut Chanyeol pelan. Kakinya dilingkarkan di pinggang Chanyeol dan hingga milik kedua nya ikut bergesekan.

“Ahh~” desah keduanya bersamaan

Chanyeol benar-benar sudah tak tahan. Ia bergerak ke bawah dan menenggelamkan kepalanya diantara sela-sela kaki Ah Jun dan menghembuskan nafas disana.

“Aaahhh.. Channnyeol-ahh~”

Dengan seduktif bibir Chanyeol mengecupi bibir vagina Ah Jun dan memainkan lidahnya di depan vagina Ah Jun tanpa mau memasukkannya.

“Oppahhh… Ahhh.. Jebalhh”

Chanyeol menyeringai evil dan perlahan memasukkan lidahnya ke vagina Ah Jun. Lidah panjang Chanyeol dengan mudahnya mengeksplor vagina Ah Jun dan meliuk-liukan lidahnya disana hingga Ah Jun mencapai orgasme pertamanya.

Chanyeol tidak berhenti sampai situ saja. Ia memasukkan jari tengahnya ke dalam vagina Ah Jun dan memfingering Ah Jun tanpa ampun.

“Aahhh… Yeollie aahhh”

Badan Ah Jun bergerak gelisah. Ah Jun memegang kedua bahu Chanyeol erat. Chanyeol menambah jarinya lagi, lagi dan lagi. Hingga ada 4 jari yang memfingering Ah Jun. Perasaan Ah Jun campur aduk. Antara nikmat dan sakit yang bersamaan.

“Oohhh.. Yeol.. Aahhh~~”

Chanyeol menarik jarinya dan menghisapnya seduktif. Ia kembali mencium bibir Ah Jun membuat yeoja itu merasakan sendiri cairannya.

“Lewati saja foreplaynya, Chanyeol”

“Impatient, are we?”

Chanyeol kembali berada diantara kaki Ah Jun. Sekali hentak ia memasukkan juniornya ke dalam vagina Ah Jun. Yeoja itu mengerang. Tapi diganti oleh nikmat setelah beberapa kali Chanyeol menggerakkan juniornya.

Desahan demi desahan bersahutan disana. Tangan Ah Jun meremas sprei dengan kuat. Matanya terpejam nikmat.

“Aaaahhhh” desahnya nyaring begitu Chanyeol menyodok tepat di gspot nya. Chanyeol mengulangi itu berkali-kali. Hingga mereka berdua berada seperti di langit ke tujuh.

“Aaahh.. Sebentarhh lagi, chagi~”

“Oppa. Aaahhh.. Aku.. Ooohhh”

Chanyeol ambruk di atas tubuh Ah Jun. Nafas mereka berdua memburu. Saat sedikit mulai tenang, Chanyeol menggulingkan dirinya. Berbaring di samping Ah Jun dan menyelimuti keduanya.

“Jaljayo, chagi”

~~

~~

Seperti biasa Chanyeol bangun pagi pergi ke kantor begitu juga dengan Ah Jun. Tangan Chanyeol melingkar di pinggang Ah Jun memeluknya dari belakang. Tak peduli bahwa Ah Jun sedang memasak.

Mereka sarapan bersama. Begitu romantis hingga Chanyeol harus berangkat karena ia hampir terlambat.

“Aku berangkat, chagi”

Tak lupa Chanyeol mencium bibir Ah Jun. Terlalu intens. Ah Jun harus yang duluan melepas ciuman itu sebelum mengarah ke hal yang lain.

“Hati-hati”

“Ah, oppa!”

Chanyeol berhenti. Ia melihat Ah Jun lari-lari menyusulnya.

“Kapan aku bisa.. Ehm.. Ikut berangkat denganmu?”

“Nanti”

“Apa siang ini aku boleh ke kantormu? Aku ingin mengantar bekal makan siang-”

“Tidak. Aku tak perlu itu”

Wajah Ah Jun langsung muram. Ia menunduk dan hampir menangis.

“Ah Jun. bukan itu maksudku. Aku hanya tak mau kau jadi bahan omongan pegawaiku”

“Kau malu punya yeoja seperti ku?”

“Tidak. Nanti aku akan mengenalkanmu pada mereka tenang saja”

Ah Jun mengangguk. Chanyeol menunduk dan mencium puncak kepalanya. Ia lalu masuk ke mobilnya. Tak lama terdengar bunyi derum mobil. Dan mobil Chanyeol sudah tak terlihat. ah jun masuk ke rumah dan menutup pintu. tapi, tidak. Chanyeol berhenti beberapa meter dari rumahnya. Ia menarik lepas cincin tunangannya dan menyimpannya di saku.

****

“Ini adalah rekan bisnis baru, Yoon Nana”

Chanyeol terlonjak. Ia kembali melihat wajah familiar itu lagi. Oh, shit.

“Chanyeol.. Sudah lama kita tak bertemu. Apa kau masih mengingatku?”

Ya. Mengingatmu betul. Chanyeol ingat sekali bagaimana ia bertemu Nana di masa SMA nya. Begitu romantis. Kedua anak sma yang sedang jatuh cinta. Tapi lalu kenangan Chanyeol melayang disaat Nana mencampakkannya demi namja lain. Sialan.

“Itu hanya masa lalu, Nana-ssi. Tidak penting”

Nana melihat ke arah tangan Chanyeol. Ia begitu kaget saat melihat tak ada cincin melingakar di tangan Chanyeol.

“Ku kira kau sudah bertunangan?”

Chanyeol menyimpan tangannya di saku jasnya.

“Bukan urusanmu”

~~

~~

Di lain tempat, Ah Jun sudah siap dengan bento buatannya. Ia sedang mengemudi ke kantor Chanyeol. Senyumnya tak pudar. Ia ingin tau bagaimana reaksi Chanyeol saat tiba-tiba melihatnya di kantornya dengan bekal makan siang.

“Permisi, saya ingin mencari Mr. Park. Apa ia sedang tak ada jadwal?”

“Hm? Ah ya. Kebetulan Mr. Park sedang kosong. Dia ada di ruangannya”

“Terimakasih”

Ah Jun melangkah ke arah ruangan Chanyeol. Ia menyangka Chanyeol yang berada di balik meja kerjanya, memakai kacamata dengan setumpuk dokumen.

Tapi tidak. Ia melihat Chanyeol yang berdiri dan seorang yeoja berada di depannya. Tubuh mereka berjarak hanya satu senti. Jantung Ah Jun seperti di tusuk panah. Bento buatannya terjatuh ke lantai. Membuat pandangan keduanya teralih ke arah Ah Jun. wajag Chanyeol tampak syok.

“Oppa..?”

Chanyeol menoleh kaget ke arah pintu saat mendengar suara familiar memanggilnya. Matanya membulat hebat. Ah Jun? Apa yang dilakukannya disini? Bagaimana ia bisa disini?

Ia melihat mata Ah Jun yang sudah berkaca-kaca. Sial! Chanyeol tak tau bagaimana menjelaskan ini pada Ah Jun.

“Oppa.. Kenapa? Kenapa kau seperti ini? Aku pikir kau sudah melupakannya. Apa ini yang sehari-hari kau lakukan di kantor? Apa karena yeoja ini kau tak mau seseorang tau tentang hubungan kita? Kupikir kau mencintaiku oppa”

“Hubungan? Mencintai? Chanyeol. Kau bilang kau masih single. Siapa dia?!”

Hati Ah Jun berasa di tusuk. Jadi demi seorang mantan yeojachingu Chanyeol rela berkata bahwa ia masih single. Ia sudah bertunangan. Lalu siapa Ah Jun bagi Chanyeol? Tunangan di atas kertas?

“Single? Aku tak percaya kau melakukan ini, oppa. Kau mencintaiku oppa. Lihat bahkan kita memakai cincin yang sama”

Ah Jun mengangkat tangannya. Dan ia baru sadar saat ternyata Chanyeol tidak memakai cincin apapun di jarinya. Ah Jun ingat betul tadi pagi ia masih melihat cincin pertunangannya di jari manis Chanyeol.

“Oppa, kemana cincinmu? Kenapa kau melepasnya? Apa ini yang selalu kau lakukan, oppa? Sudah berapa lama kau begini di belakangku, Park Chanyeol?”

Chanyeol hanya diam. Ia menelan kata demi kata yang menghujam hatinya. Ia ingin membuka mulutnya dan memeluk Ah Jun. ini semua salahnya. Tapi ia ingat masih ada Nana disini. Lantas apa yang dicari Chanyeol? Berharap hubungannya dengan Nana kembali? Kenapa? Ia sudah memiliki Ah Jun. Mereka sudah bertunangan. Tapi kenapa Chanyeol serakah? Apa Ah Jun saja tak cukup baginya? Apa benar Chanyeol mencintai Ah Jun?

Itu benar. Chanyeol mencintai Ah Jun setengah hidupnya. Ia tak mau Ah Jun pergi darinya. Tapi kenapa ia melakukan ini? Ia hanya membuat hati Ah Jun semakin tersayat dan tersayat. Membuat lubang besar yang Ah Jun tak tau apa itu bisa terobati atau tidak.

“Jawab aku, Park Chanyeol!”

Bibir Ah Jun bergetar saat mengatakan itu. Air matanya telah mengalir deras di pipinya. Ia tak menghapus air matanya. Membiarkan namja ini melihat ia menangis, agar Chanyeol tau betapa sakit hatinya saat ini.

Chanyeol membenci itu. Ia benci saat mendengar Ah Jun menangis. Tapi ia tak beranjak. Masih diam di tempatnya. Ia mendengar isakan-isakan kecil yang keluar dari mulut Ah Jun. Chanyeol ingin sekali berlari ke arah yeoja itu dan memeluknya. Tapi badannya membeku.

“Chanyeol. Kau tak berbohong padaku kan? Kau bilang kau single, tapi ternyata kau bertunangan dengan yeoja seperti ini. Benar-benar bukan levelmu. Katakan kalau ia bukan siapa-siapamu, Chanyeol. Katakan bahwa semua kata yeoja ini adalah bohong”

“Aku.. Masih single Nana. Yeoja ini mungkin hanya bermimpi telah bertunangan denganku. B-bahkan aku tak memakai cincin apapun”

“M-mwo?”

Ah Jun memegang dadanya. Sakit. Ia telah dikhianati satu-satunya orang yang ia percayai. Yang ia percaya untuk menjaga hatinya. Tapi ia berkhianat. Chanyeol berbohong padanya. Ia malah membuat hati Ah Jun hancur berkeping-keping.

Bermimpi bertunangan dengannya? Apa kau mengira semua pertunangan ini hanya halusinasi? Bahwa kau tak pernah sama sekali mencintaiku? Begitu?

“Lalu siapa yeoja ini Chanyeol? Apa kau mengenalnya”

Chanyeol terlihat ragu. Ia memandang ke arah Ah Jun yang sekaligus membuat dadanya sesak. Kedua mata Ah Jun dipenuhi air mata. Bibirnya bergetar. Chanyeol mengalihkan wajahnya.

“Tidak. Aku sama sekali tak kenal dengan yeoja ini. Dia gila mengaku-aku sebagai tunanganku”

Ah Jun menutup mulutnya tak percaya. Chanyeol.. Bagaimana bisa ia mengatakan seperti itu? Ia bilang Ah Jun adalah yeoja gila yang mengada-ada sebagai tunangannya.

Begitu kah? Apa begitu kau menilai diriku Park Chanyeol. Yeoja gila. Ya, aku memang gila karena mencintaimu. Dan.. Mengada-ada sebagai tunanganmu? Lalu apa arti setahun ini kita tinggal bersama? Bukan apa-apa. Apa begini caramu mencintaiku, Chanyeol. Aku tak pernah mengkhianati cintamu, Chanyeol. Tak pernah. Tapi apa yang kudapat darimu? Sakit hati. Penghinaan..

Ah Jun berbalik. Ia tak sanggup lagi menahan beban ini. Ah Jun mengusap matanya berkali-kali.

“Arra. Aku memang yeoja gila yang mengaku sebagai tunanganmu, Tuan Park Chanyeol. Saya minta maaf atas perbuatan saya hari ini. Semoga Tuan bahagia”

Dengan itu Ah Jun berlari keluar dari ruang Chanyeol. Beberapa pegawai melihatnya dengan tatapan jijik. Bisa-bisanya ia berani begitu pada Chanyeol. Ah Jun sudah berdiri di depan kantor Chanyeol. Tangannya berusaha menyetop taksi. Chanyeol melihat Ah Jun dari jendela ruangannya.

Dada Chanyeol terasa sesak. Tenggorokannya tercekat. Hatinya terasa sakit. Apalagi saat melihat Ah Jun menangis tadi. Chanyeol tak kuasa memandang yeoja itu lebih lama. Ia melihat sebuah taksi yang berhenti di depan Ah Jun. Yeoja itu masuk ke sana. Tapi tunggu, tangannya terulur keluar. Dan.. Barang apa itu?

Cincin!

Chanyeol berlari ke luar ruangannya. Terlambat. Taksi Ah Jun sudah melaju kencang dan menghilang dari pandangan Chanyeol. Ia jelas melihat Ah Jun membuang cincin pertunangan mereka lewat jendela taksi tadi. Chanyeol membungkuk dan mencari benda perak itu. Ia harus menemukannya!

Chanyeol tak tau kenapa ia melakukan ini. Ia melukai Ah Jun. Chanyeol tau. Tapi ia sungguh mencintai Ah Jun dari hati terdalamnya. Ia jelas mencintai yeoja itu. Tunangannya.

Chanyeol memungut cincin itu. Ia harus menyusul Ah Jun dan meluruskan masalah ini. Tapi ia ragu kalau Ah Jun akan memaafkannya. Ia sudah pergi terlalu jauh.

*****

Berkali-kali ia mengusap matanya. Tapi air mata terus saja mengalir keluar. Ah Jun terisak lagi. Ia berusaha melupakan kejadian itu, tapi tak bisa.

Chanyeol, apa ini balasan atas semua apa yang ku lakukan padamu, hm? Aku berharap pertunangan kita tak pernah ada. Tak pernah terjadi. Aku berharap kita pernah bertemu.

Ah Jun menyetop taksinya tepat di suatu rumah. Dengan cepat Ah Jun memencet bel rumah itu.

“Omo! Ah Jun-ah~ apa yang terjadi denganmu?”

“Oppa….”

~~

~~

“Brengsek… Anak itu harus diberi pelajaran…”

Tangan Jonghyun mengepal. Ia ingin sekali menonjok wajah Chanyeol dengan tonjokannya kuat. Chanyeol melukai dongsaengnya. Berani sekali dia.

“Oppa.. Tidak usah. Aku baik-baik saja”

“Kau baik-baik saja? Hah?”

Ah Jun menunduk. Ia memainkan jarinya. Ia sudah berhenti menangis. Tapi matanya masih sembab.

“Hanya.. Jangan beritahu aku ada disini, oppa”

Jonghyun mengangguk. Ah Jun bisa mendengar Jonghyun menghela nafasnya.

“Arra. Istirahatlah”

Ah Jun mengangguk. Ia berdiri dan masuk ke kamar tamu. Ah Jun membaringkan dirinya di kasur. Menatap langit-langit kamar.

Pikirannya melayang ke tadi siang. Sial! Kenapa ia menangis lagi? Ah Jun menghapus air matanya kesal. Namja seperti Chanyeol tak pantas untuk ditangisi!

Ah Jun berbaring miring. Ia memejamkan matanya lalu terduduk. Tangannya meraih tas tangannya dan mencari handphone nya.

27 Missed Call. 39 Unread messages

Ah Jun menghela nafasnya. Itu semua dari Chanyeol. Kenapa Chanyeol begitu mengkhawatirkannya? Bukannya Chanyeol sudah menolak nya mentah-mentah. Bahkan Chanyeol jelas memanggil ia yeoja gila yang mengandai-andai adalah tunangannya. Bagus.

Ah Jun melempar hpnya ke tembok. Tak peduli itu akan rusak atau apa. Ia kembali berbaring. Matanya terpejam berusaha tidur. Tapi tidak dengan air matanya yang terus mengalir ke luar membasahi pipinya.

Jadi, begini yaa rasanya saat patah hati

—————————

-Di lain tempat-

Chanyeol mengacak rambutnya frustasi. Dimana Ah Jun?!!! Ia ingin berteriak sekencang-kencangnya. Chanyeol memukul stir mobilnya keras. Ah Jun tak ada di semua tempat. Apartemen, cafe biasanya, taman yang sering mereka kunjungi, apartemen Chanyeol. Bahkan tak telepon dan sms Chanyeol tak ada satupun yang ia balas.

“Ah, shit!”

Chanyeol mengambil cincin Ah Jun di saku bajunya.

Ah Jun… Jebal.. Kembalilah padaku. Mianhae, chagi. Jeongmal mianhae..

Air mata keluar dari pelupuk matanya. Chanyeol mendekatkan cincin itu pada mulutnya dan mencium cincin itu.

Sekarang ia menyesal. Kenapa ia berkata begitu pada Ah Jun? Penyesalan selalu berada di belakang. Chanyeol tak boleh menyerah. Ia harus menemukan Ah Jun dan menjelaskan semuanya. Semua alasannya.

***

Ah Jun menatap dirinya di kaca. Sudah berapa lama ia tak pergi ke Bar? Lama sekali. Semenjak Chanyeol memintanya jadi yeojachingunya. Namja itu selalu melarang Ah Jun pergi ke bar.

Ah, Chanyeol. Lagi-lagi nama namja itu melintas di pikiran Ah Jun. Ah Jun menarik nafasnya.

Tidak boleh menangis.. Tidak boleh menangis. Aku akan bersenang-senang kali ini.

Rambut Ah Jun diikat ke atas. Menampakkan leher nya yang putih mulus dan menggoda. Dress nya yang nampak seperti kemben dan berada di atas lutut membuat bahu dan kaki indahnya terekspos. Oh, begitu Chanyeol membenci saat melihatnya berpakaian seperti ini. Tapi tidak. Saat ini tak ada lagi Chanyeol dan Ah Jun tentu saja bebas berpakaian apa saja.

Ah Jun tersenyum pada penampilannya dan mengambil tasnya. Ia berjalan ke luar dan mengambil kunci mobil Jonghyun.

“Oppa, aku berangkat”

~~

Tangan Chanyeol mengepal. Ia sudah putus asa tak tau dimana lagi Ah Jun. Dentuman musik begitu keras menyapu telinganya. Chanyeol meneguk lagi winenya. Matanya memandang ke penjuru bar. Tunggu! Yeoja itu… Mirip dengan Ah Jun.

Tidak. Tak mungkin ia disini. Bukannya aku sudah melarangnya?

Chanyeol kembali meneguk winenya. Ia tak terlalu menikmati musik di bar ini. Suaranya terlalu kencang. Mata Chanyeol tertuju pada yeoja itu. Mirip dengan Ah Jun. Dengan dress yang sedikit terlalu pendek. Chanyeol menelan salivanya susah.

Seorang namja menghampirinya. Sedikit bercumbu padanya dan menariknya ke lantai dansa. Entah kenapa Chanyeol juga ikut berdiri. Mengikuti kemana yeoja itu. Chanyeol menemukan mereka. Tapi yeoja itu sudah tak bersama namja yang tadi. Ia berdansa dengan sendiri. Chanyeol menghampirinya.

“Kau sendirian, agassi?”

Yeoja itu terlonjak saat mendengar suara Chanyeol. Mata mereka berpandangan.

“Ah Jun…”

Langsung saja yeoja itu berlari ke luar bar. Chanyeol mengikutinya sambil meneriakkan namanya.

“AH JUN!!!”

Nafas Ah Jun memburu. Bagaimana ia bisa bertemu dengan Chanyeol disana? Ia belum siap untuk bertemu lagi dengan Chanyeol! Tidak saat ini.

“Ah Jun, awas!!!”

Sebuah motor melaju kencang. Ah Jun membeku. Tapi sebuah tangan meraih tangannya dan menariknya kembali. Ia terjatuh pada pelukan hangat yang sangat ia rindukan. Pelukan ini. Ah Jun merasa nyaman dan terlindungi.

“Jangan bertindak bodoh…”

Suara bass ini. Ah Jun melepas paksa pelukannya. Ia berjalan kembali. Tapi belum melangkah, Chanyeol sudah kembali menarik tangannya dan memeluknya.

“Mianhae. Jeongmal mianhae”

Ah Jun hanya terdiam. Semudah itu kah mengucap maaf?

“Saranghae. Jeongmal saranghae”

Tangan Chanyeol mengangkat dagunya. Tapi Ah Jun hanya melihat Chanyeol dengan tatapan kosong.

“Ah Jun…”

Wajah Chanyeol mendekat ke arahnya. Oh, betapa Ah Jun ingin bibir itu kembali mendarat di bibirnya dan menciumnya panas. Lamunannya buyar saat ia merasa nafas hangat di lehernya.

“Mianhae Ah Jun. Apa yang harus kulakukan agar menebus itu?”

“Alasanmu”

Chanyeol menarik nafasnya dan membuangnya di leher Ah Jun. Membuat Ah Jun bergerak gelisah.

“Aku.. Ini benar-benar diluar perkiraanku. Jeongmal mianhae”

Bibir Chanyeol mencium wajahnya. Dari puncak kepalanya, kedua matanya, hidungnya, kedua pipinya hingga ke bibirnya. Ah Jun tan sabar merasa bibir Chanyeol kembali di bibirnya. Tapi Chanyeol hanya diam.

“Kau harus tau, Ah Jun. Aku mencintaimu. Sangat. Nana hanya masa laluku. Mianhae untuk ucapanku yang tadi. Saranghae. Jeongmal saranghae”

Dengan itu Chanyeol mencium bibir Ah Jun. Lembut dan penuh perasan. Ah Jun tak bisa menahan lama-lama. Ia melingkarkan tangannya di leher Chanyeol dan mencium balik. Chanyeol sedikit kaget, tapi ia bisa bernafas lega sekarang. Mereka melepaskan ciuman mereka saat keduanya sudah kehabisan oksigen.

“Hm. Kurasa aku harus menghukummu, Mrs. Park”

Pipi Ah Jun merona merah. Nyonya Park?

Tangan Chanyeol berjalan dari ujung dressnya, melewati pinggang Ah Jun, lalu ke bawah dress.

“Bukannya kau tau bahwa kau hanya milikku, dan aku benci melihatmu dengan dress minim seperti ini, hm?”

Ah Jun mengangguk. Ia mendekatkan tubuhnya hingga tak ada jarak lagi diantara tubuh mereka.

“Kalau begitu, hukum aku, Chanyeol”

Smirk khas itu terukir di bibir Chanyeol. Ia membuat kaki Ah Jun melingkar di pinggangnya dan membawanya ke mobil.

“Bersiaplah, Nyonya Park. Aku akan membuatmu hingga tak bisa berjalan keesokan harinya”

“Aku tak sabar merasakan itu, Tuan Park”

-THE END-

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on August 24, 2013, in Marriage Life, NC-17, NC-21, Romance and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 37 Comments.

  1. fernanda feby alfiana

    agak kesel gimana gitu sm Ah Jun yg gampang maafin chanyeol,harusnya chanyeol dikasih hukuman biar makin greget.

    tapi ffnya bagus kok 😉

  2. kyuwonhae's wife

    iihh sebel deh, Ah Jun mudah bgt maafin Chanyeol😦 nyesekkk bgt .
    Bkin seqeul thoorr

  3. Nyonya Hyuk Jae

    Terlalu lemah jadi cwe.
    Cwo terlalu gampang mainin cwe.
    Ceritanya benar” bikin kesel yg baca.
    Cwe nya bener” oon mau maafin chanyeol se gampang itu.
    Ceritanya bagus tpi bikin nyesek banget.. :p

  4. kok gamoang banget sih ah jun maafun chanyeol?
    harusnya si chanyeol di biarin dulu sampek kapok baru baikan thor *saran*

  5. OMO!! yeolli :o…
    nice min🙂 sequel dong

  6. bener ga tuh si chanyeol cinta sama ah jun ntar kalo ada nana itu berubah bikiran lagi?need sequel thor but nice story haahaha daebak😀

  7. cuman gara2 mau ‘dihukum’
    Ah Jun langsung maafin.. Daebakk..

  8. SQUELLLLLL THOR HARUSSSS AH ALASANNYA BLM JELAS…..

  9. Masih bingung kenapa chanyeol nyakitin ah jun
    Padahal cinta sama dia

  10. Kenapa dimaafin T.T
    Huaaa aku sedih thor,chanyeol jahat huhuhu

  11. jd alesan nya apa tuh kejadian yg di kantor itu? gatau malu ih chanyeol😦

  12. sequel….sequel.. ah jun dgn mudah memaafkan chanyeol… gak bisa.. sequel

  13. ih… gimana sih si ah jun..
    langsung maafin si chanyeol…
    buat sequel, chingu…

  14. iya………..setuju sama yg lain…
    dngn mudah ny ah jun memaafkan yeol……………………………
    sequel donk

  15. Bagus FF nya. Tapi disitu gak dijelasin ya, kenapa chanyeol tiap kerja gak pake cincinnya

  16. Seruu ceritanya, tapi menurutku kurang jelas, ah jun jangan gampang gt maafin chanyeol, trus alesan chanyeol ga jelas kenapa dia kaya gt. Tapi gpp, udah bagus ko thor, keep writing ditunggu ff lainnya^^

  17. yah ahjun nya gampang aja balik ke chanyeol
    seharusnya dihukum dlu tuh yeol nya

  18. Sequelll.. Min… !!! Tpi yg bkin penasaran tuh nana kemna yak.. Tiba” menghilang.. :O..

  19. semudah itu (?) haha. terlalu mudah. bahkan alasannya pun tidak kuat. jauh berbanding dg bgmn sakitnya mndengar kalimat itu. kurasa ini tidak adil. buat sequel nd buat chanyeol menderita !!!!

  20. dirahasiakan(?)

    kurang greget -,-
    ah jun terlalu gampang buat maapin chanyeol

  21. aisshhhh si chanyeol tuh ya bikin nyolotttt

  22. yeoli jahat banget di ff ini ah jun juga oon langsung maafin

    min aku maasih bingung dgn jlnnya kecepatan need sequel

  23. astaga bang chan…tega sekali sama aku..jahat hiks…

    wah daebak thor..

  24. Chanyeol nyebelin bgt aseliiii>,<

    Sequel dong thor *muka imut* *ngumpet diketek sehun*

  25. Overall, FF-nya keren. Apalagi di konfliknya. Hehehe.. Tapi kenapa si Ah Jun langsung maafin si Chanyeol? Saking cintanya kali ya. H

  26. kayknya ahjun cinta banget sama chanyeol trus alasannya chanyeol agak enggak masuk akal tapi ahjun mau maafinnya ck.
    cinta emang buta dan gampang menipu
    keren ffnya

  27. Yaelah si ah jun gampang banget maafin chanyeol nya padahal udah disakitin gitu. Tapi keren thor ff nya (^o^)b

  28. Kurang greget nih, ah jun-nya gampang bgt maafin. Keep writing~

  29. Kenapa disini Chanyeol jadi jahat dan yadong banget…?

  30. Kyaaaa!! Ah jun!! Semudah itukah kau memaafkan chanyeol yang di ff ini sangat jahat? Kalo aku jadi ah jun ya,ga aku maafin chanyeol,btw ffnya daebakk,iu chanyeol sama ah jun ngapain didalem mobil? Sequel dong…

  31. Aahhh So Sweet harusnya di tambah pas di dalem mobil gitu biar greget :v

  32. yak chanyeol alasan maxam apa itu. apa jangan2 kau benar2 masih suka nana.

  33. Greget bgt ini konfliknya, tp terlalu singkat kenapa segampang itu baikannya? Harusnya lebih diperpanjang thor hehe tp udah bagus ko^^ sequel dong thor masih penasaran apa yg bakal terjadi selanjutnya

  34. Sequell thorr!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: