My Lady (Chapter 4)

20130807-012458.jpg

Author : JS
Genre : Romance, Sad(?), Yadong, NC-17, NC-21

Cast :
– Eunra Wu
– Kris Wu
– Tao

Note : Annyeong : ) mian yaa lanjutan part 4 ini lama.-. Hehe

Happy Reading!
Komennya ditunggu ya ^^

———————————-

“Mianhae, Tao-yah. Aku.. Aku sudah tak lagi mencintaimu. Kau tau kan? Hatiku sekarang untuk Kris. Kau harus sadar. Ini bukannya aku 6 tahun yang lalu. Kau harus move on dan cari penggantiku. Kalau kau masih mencintaiku, itu berarti kau bahagia jika melihatku juga bahagia bukan? Dan aku bahagia bersama Kris. Kuharap kau bisa menerima itu, Tao”

“Mianhae, Mrs. Wu. Saya rasa, perjanjian itu harus dihentikan. Saya rasa tidak adil kalau memisahkan keduanya. Eunra sudah bahagia bersama Kris. Mianhae. Jeongmal mianhae”

“Kau tak dengar? Kau sudah kalah, Tao. Kalah. Telak. Perjanjian itu dibatalkan. Tak ada lagi semua perjanjian bullshit. Jadi, jangan ganggu kehidupan kami lagi”

~~

Braaakk!!!

Dengan nafas memburu, Tao membanting semua perabotan rumah yang ia lihat. Tak peduli itu berat, dari kaca, mahal atau apapun. Beruntung hari ini umma dan appa nya sudah kembali ke China untuk urusan bisnis. Tao menggeram. Ia melempar vas bunga kaca ke dinding dan membiarkan pecahannya berhamburan di lantai.

“Brengsek…”

Tangan Tao menggenggam. Ia meninju kaca hingga darah segar mengalir di tangannya. Pecahan kaca membuat kulitnya sobek tapi ia bahkan tak bisa merasakan sakit itu. Hatinya jauh lebih sakit lagi.

Ia masih mengingat kata-kata Eunra. Perkataan yang membuat semua harapannya hancur. Eunra sudah tak mencintainya lagi. Perjanjiannya dibatalkan.

Tao terduduk. Ia memandangi kamarnya yang berantakan. Pelayan-pelayan juga tak berani menghentikannya. Tao mengacak rambutnya kesal. Ia harus bagaimana lagi agar Eunra kembali padanya?

Eunra itu miliknya. Bukan milik Kris, atau yang lain. Tao harus berpikir agar Eunra kembali ke pelukannya. Ya. Eunra hanya boleh bahagia bersamanya. Bukannya dengan namja lain.

“Tunggu sampai aku mendapatkanmu kembali, Eunra….”

~~

~~

Eunra PoV

Hari berlanjut seperti biasa. Kris, aku, dan kehamilanku yang kian membesar. Aku tak tau kalau ternyata Kris begitu perhatian padaku. Dia bahkan cuti dari kerja hanya untuk merawatku.

“Ah, hati-hati, Kris”

Aku mendengus lega. Perutku sudah besar sekali. Bahkan aku sampai susah bergerak. Lagi-lagi Kris yang membantuku, menggendongku kemanapun. Memang merepotkan. Tapi bagaimana lagi? Begitulah wanita hamil.

“Sudah pas?”

Aku mengangguk. Tanganku menepuk sisi kasur di sebelahku.

“Duduklah sini, Kris”

Dan langsung saja ia melompat duduk di sebelahku. Tangan kekarnya mengelus sayang perutku. Huah, rasanya nyaman sekali. Aku tersenyum.

“Ada apa, nyonya Wu? Apa kau butuh sesuatu lagi?”

“Aniyo. Hanya saja… Ah, tidak jadi”

Meski di rumah, tapi Kris juga terkadang menggendongku ke manapun. Seperti tadi, ia menggendongku ke tempat tidur. Yah, walaupun beratku dua kali dari beratnya. Hey! Aku sedang mengandung.

“Kau tertawa sendiri”

Aku tersadar dari lamunanku dan menoleh padanya. Tanganku menyentuh pipinya dan lalu mencium kilat bibirnya.

“Ada apa, chagi?”

“Ani. Tidak ada. Hanya berpikir..”

“Tentang?”

“Tentang.. Waktu berjalan cepat sekali ya. Tak terasa sudah 5 bulan berlalu. Sebentar lagi aku akan melahirkan”

Aku mengusap perutku. Sudah besar sekali. Bagaimana ya rupa anak kami nanti? Ah, semoga saja mirip Kris. Jadi, kalau dia pergi bekerja aku tak akan rindu soalnya anak ku mirip Kris. Jadi rinduku akan terobati. Hehe.

“Ya. Lima bulan”

Kepala Kris tiba-tiba menyandar di pahaku. Astaga, apa dia tak sadar kalau perutku sebesar ini ha? Kepalanya kan juga besar. Bahkan dia sedikit menyundul perutku ke atas. Sesak. Aku mendorong sedikit kepala Kris. Huh. Setidaknya aku bisa bernafas lega sekarang.

Lima bulan. Waktu terasa cepat mengubah semua keadaan hidup kami…

~ 5 bulan yang lalu ~

“Umma, jebal. Jebal…”

Entah sudah berapa kali Eunra dan Kris berlutut di depan umma dan appa mereka seperti ini. Eunra memegang erat kaki ummanya. Dan Kris yang juga berlutut di samping Eunra. Kepalanya menunduk.

“Umma.. Batalkan perjanjian itu, umma. Jebal”

Suara Eunra bergetar. Air matanya mengalir deras hingga membasahi kaos yang dipakainya. Tapi umma dan appa nya sama sekali tak bergeming. Mereka diam. Tak satupun yang menjawab permohonan Eunra.

Ia harus bagaimana lagi? Eunra mencintai Kris. Itu sudah jelas. Ia sadar ia tak bisa hidup tanpa Kris. Dan Eunra baru tau menahu tentang perjanjian itu. Seenaknya saja umma dan appa nya membuat perjanjian begitu tanpa persetujuannya.

“Umma.. Umma.. Jebal….”

Umma berdiri. Ia menyingkirkan tangan Eunra dari kakinya dan berjalan masuk kamar.

“Umma!… Umma!…”

Eunra merengek dan berteriak seperti anak kecil. Kenapa umma begitu tega padanya? Kenapa umma tak menjawab permohonannya? Walau hanya sepenggal katapun, tidak keluar dari mulut umma. Apa salah Eunra sebenarnya?

Tangan Kris menyentuh bahunya. Ia langsung saja menghambur ke pelukan Kris. Menangis meluapkan semua perasaannya pada Kris.

“Kalian harus pulang. Aku akan coba berbicara pada umma. Jaga kesehatanmu, Eunra. Kau sedang mengandung sekarang”

Kali ini Kris yang mengangguk pada appa. Eunra tak sanggup lagi berdiri. Ia masih memeluk Kris erat dan menangis di dada bidang Kris. Tak peduli kaos Kris yang akan basah dengan tangisannya.

Kris menggendong Eunra dan menempatkannya di mobil, di sebelah kursi pengemudi dan mengantar Eunra pulang.

****

“Kita harus bagaimana lagi, oppa?”

Dari tadi Eunra tak berhenti menangis. Tak tau berapa banyak lembaran tissu yang dipakainya mengusap tangisannya. Ia memandang Kris dengan matanya yang merah dan sembab.

“Oppa…”

Eurna dapat mendengar Kris menghela nafas dalam. Ia tau, sungguh tau. Kris juga dalam keadaan yang sama dengannya. Bingung, panik, terpojok. Semuanya tercampur. Tapi Kris masih bisa menahan dirinya. Tidak tumpah dalam tangisan seperti halnya Eunra. Dan jujur saja, jika Kris itu yeoja ia pasti sudah menangis seperti halnya Eunra sekarang. Tapi tidak. Ia harus kuat.

“Kita bisa lari, oppa. Melarikan diri, memalsukan data, pergi ke tempat yang jauh, berumah tangga dengan tenang”

Nada bicara Eunra semakin lama semakin naik. Ia sudah sangat frustasi. Ia sudah kehabisan ide. Lagi-lagi tangisannya meluap. Ia menutup mulutnya meredam tangisan.

“Tak ada yang melarikan diri. Kita harus melalui ini. Bukannya malah menghindari. Jangan bodoh, Eunra. Jangan bodoh..”

“Lalu kia harus bagaimana, oppa? Pikirkan, oppa! Pikirkan!!! Aku tak mau berpisah denganmu.. Aku tak mau..”

Kepala Eunra kembali menunduk. Bahunya bergetar hebat. Ia menggigit bibir bawahnya agar tangis nya berhenti. Namun tidak. Tangisannya malah semakin kencang. Ia bahkan bisa mendengar teriakan kecil yang keluar dari mulutnya.

“Sshh.. Eunra. Kau kuat, Eunra. Kau harus kuat”

Tangan Kris menelangkup pipinya. Membuat yeoja itu memandang mata coklat tajam milik Kris. Eunra sedikit kaget saat melihat mata Kris juga sembab. Kris menangis. Ibu jari Kris menghapus air mata yang mengalir di pipi Eunra. Tapi sia-sia. Air matanya malah mengalir makin deras saat melihat Kris juga mulai ikut menangis. Eunra menarik Kris dan memeluknya. Menangis bersamaan. Meluapkan semua tekanan dan perasaan yang mereka pendam.

“Kau harus percaya padaku, Eunra. Bukannya kau yang bilang begitu padaku di awal? Bahwa aku harus mempercayaimu. Sekarang kau yang harus percaya padaku. Aku tak akan meninggalkanmu, Eunra. Tak selamanya. Kau mengerti?”

Eunra sudah tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia hanya mengangguk dan memejamkan matanya. Biarkan seperti ini sebentar saja. Biarkan ia menikmati pelukan Kris yang ia tak tau apa nanti ia bisa merasakan ini nanti atau tidak.

~~

~~

Eunra tetap menggeleng. Berapa kalipun Kris memohon, tapi tidak. Yeoja itu terus menggeleng dan berteriak pada Kris. Kris mengacak rambutnya frustasi. Rupanya ini lebih susah dari yang ia kira.

“Eunra.. Dengarkan dulu”

“Tidak, Kris. Aku tak mau melakukannya. Bukankah aku sudah bilang tadi?”

“Eunra.. Ini hanya satu-satunya cara”

“Pergi ke rumah Tao, dan membujuknya agar membatalkan perjanjian? Oh, ayolah, Kris. Pasti ada cara lain”

“Eunra….”

Eunra memutar matanya kesal. Ia tak mau pergi ke rumah Tao hanya untuk masalah seperti ini. Yah, ini memang masalah besar. Tapi, apa tidak ada solusi lain? Ditambah ia harus pergi sendiri tanpa Kris. Ia bisa apa?

“Eunra. Tao adalah teman masa kecilmu. Kau pasti bisa, Eunra. Ini gampang. Kau tinggal ke rumahnya, basa-basi, lalu bilang kalau ia harus membatalkan perjanjian itu, dan bla bla bla”

“Oh, ya, Tuan Wu. Bicara memang gampang”

Kris menghela nafasnya kesal. Ia mendekat ke arah Eunra dan memeluknya. Kris mencium puncak kepala Eunra lama, lalu mencium bibirnya.

“Aku sudah bilang kalau kau harus mempercayaiku, bukan?”

Eunra mengangguk

“Kau mempercayaiku, kan?”

Eunra mengangguk lagi

“Kalau begitu, lakukan, Eunra. Demi aku, demi dirimu, demi anak kita” ucap Kris sambil mengelus perut Eunra yang masih sedikit buncit.

‘Demi anak kita’

Kata-kata Kris berputar di otaknya. Benar. Ini bukan semata-mata hanya untuk kehidupan mereka. Tapi juga untuk kehidupan bayi ini.

“Jadi, nyonya Wu?”

“Tentu saja. Aku percaya padamu, Kris”

Bibir Kris tertarik kesamping, melukis sebuah senyum bahagia disana. Berkali-kali Kris mencium bibir Eunra sampai akhirnya ia mencium dalam bibir Eunra dan mendorong Eunra hingga terbaring di ranjang. Kris membalikkan posisi mereka.

“Apa?”

“Hm, apa kau tak mau pemanasan sebelum melakukan aksi, nyonya Wu?”

/blusshh/

Eunra memukul kesal dada Kris. Sebagai gantinya ia malah mendapat tawa dari Kris. Bibir Eunra mengerucut kesal.

“Oh, ayolah. Aku belum mendapat jatah semenjak 4 bulan yang lalu. Tepat saat kau hamil”

“Pabo! Itu karena aku takut. Aku sedang hamil, jadi tak boleh melakukan ‘itu’, pabo!”

“Benarkah? Apa kau tak rindu… Sentuhanku, nyonya Wu?”

Tangan Kris dengan nakal mengelus paha Eunra yang sudah terekspos. Maklum ia hanya memakai kaos Kris yang jelas kebesaran ditubuhnya dan hanya sebatas pahanya saja.

“Kris…”

“Kau kalah”

Kris langsung saja melepas kaos Eunra. Meninggalkannya hanya dengan baju dalam saja. Kris melepas sendiri kaosnya.

“Ehm.. Kris…”

Kris menciumnya lagi. Lidah mereka bertautan. Berperang dominan, tapi Eunra mengalah. Kris tentu lebih kuat. Ia membolehkan lidah Kris masuk dan mengeksplor mulutnya.Tangan Kris turun kebawah dan meremas dada Eunra.

“Aaahh..”

Eunra melepaskan ciuman mereka. Tangannya mengalung di leher Kris saat Kris mencium lehernya. Menggigitnya dan menjilatnya hingga tercetak tanda kemerahan.

“Kris.. Langsung saja.. Aaahh”

Kris tersenyum evil. Ia melepas sabuknya dan melepaskan celana jeans. Diikuti boxer nya dan celana dalam Eunra. Mereka berdua sudah dalam keadaan naked.

“Apa ini tak apa?”

Alis Eunra mengernyit. Apa maksudnya?

“Tak apa. Mungkin. Ah, sudahlah. Hanya sekali, bukan?”

Kris mencium bibir Eunra singkat dan mencubit hidungnya.

“Pervert”

“Tidak! Kau yang- Aaahhh”

Tangan Eunra bergerak ke punggung Kris. Memeluk namja itu erat saat Kris mulai menggerakkan juniornya cepat. Eunra sebisa mungkin mengambil nafas

“Nngghh.. Aaahh.. Oppa…”

“Ehmmm.. Sempithh sekali.. Oohh”

Semakin Kris mendengar desahan Eunra, semakin ia mempercepat gerakannya. Sampai ia akhirnya menyodok di titik yang tepat.

“Aaah.. Disitu! Aahhh”

Kris kembali menggerakkan juniornya di tempat yang Eunra maksud. Kuku Eunra menancap di kulit punggungnya. Membuat tanda-tanda merah disana. Tapi ia tak peduli.

“Oppahh… Sudah tak tahan… Nngghh”

Kris merasa vagina Eunra yang berkedut dan memijat juniornya. Oh, betapa ia menyukai bagian ini. Kris seperti terbang ke langit ketujuh. Ia merasa hangat di juniornya sebelum ia sendiri sampai klimaks dan menyemprotkan cairannya ke dalam tubuh Eunra. Ia ambruk.

“Kris.. Menyingkirkah. Kau berat~ bayinya…”

Kris langsung mengangkat tubuhnya. Ia terlihat panik. Kris mengelus perut Eunra dan mengecupnya berkali-kali.

“Aegi~ kau tak apa kan? Kau baik-baik saja, bukan?”

Eunra tertawa. Ia mengelus rambut Kris. Dan menirukan seperti suara bayi.

“Ne, appa. Aku baik-baik saja. Terimakasih sudah mengkhawatirkanku”

Tawa pecah diantara keduanya. Kris berguling ke samping dan memeluk Eunra erat.

“Kris.. Aku mencintaimu”

“Aku lebih lebih lebih mencintaimu, Eunra”

Setelah itu mereka tertidur.

*****

Eunra menghela nafasnya. Ia berkali-kali memejamkan matanya. Terlihat ragu untuk memencet bel, tapi ia harus.

Ting.. Tong…

Cklek…

“Eunra?”

“Oh, Hai. Tao-yah”

~~

~~

“Jadi.. Ada apa?”

Eunra memainkan jarinya yang berada di pahanya. Ia menjilat bibirnya yang kering. Eunra mengambil nafasnya dan memandang Tao.

“Kau mencintai ku bukan?”

“Tentu saja”

Tao menggeser duduknya ke arah Eunra. Ia mengusap rambut Eunra. Ah, rasa ini. Entah kenapa Eunra begitu rindu saat Tao melakukan ini padanya.

Tidak. Jangan terbuai, Eunra!!!

“Aku.. Mencintai Kris, Tao.” Eunra mengatakan itu dengan lirih. Tapi cukup bagi Tao untuk mendengarnya dengan jelas. Tao menarik kembali tangannya. Ia mengalihkan wajahnya ke arah lain.

“Tao…”

Eunra menelangkup pipi Tao membuatnya memandang Eunra lagi. Ia bisa melihat mata Eunra yang terluka dan berkaca-kaca. Tapi hati Tao lebih sakit lagi.

“Jebal… Kau harus membatalkan perjanjian itu, Tao..”

“Tak bisakah, kau?”

“Hm?”

“Kenapa kau tak bisa mencintaiku, Eunra?”

Eunra melepas tangannya. Bagaimana ia menjawab itu?

“Perasaan itu sudah lama hilang, Tao”

“Cinta bisa tumbuh, Eunra”

Eunra membuka mulutnya, tapi tenggorokannya tercekat. Ia tak tau harus bilang apa. Tao selalu menang kalau masalah begini.

“Eunra, kembalilah padaku”

Wajah Tao dengan cepat bergerak dan meraup bibir Eunra. Menciumnya lembut. Mata Eunra masih membuka. Tapi ia segera sadar. Eunra mendorong kuat bahu Tao.

“Tidak, Tao. Aku tak bisa…”

Emosi Tao benar-benar sudah di ubun-ubun. Ia berdiri dan menonjok tembok dengan sangat kuat. Nafasnya memburu. Eunra terlonjak. Tangannya bergetar ketakutan.

“Tao.. Jebal. Jebal.”

Eunra berlutut.

“Eunra.. Kenapa?.”

Eunra menggeleng

“Aku tak bisa mencintaimu. Dan itu adalah final nya Tao”

Dengan segenap keberanian Eunra melihat ke arah Tao.

“Tolong.. Batalkan perjanjian itu, Tao. Ne?”

Tao terdiam. Tak ada kebohongan di mata Eunra. Ia sudah kalah. Eunra benar-benar tidak mencintainya. Tao tak sadar kalau Eunra sudah berdiri tepat di depannya.

“Tao?”

Lamunan Tao buyar. Ia memandang mata coklat Eunra. Ia mengangguk lirih.

“Baiklah”

Senyum mengembang di bibir Eunra. Ia lantas memeluk Tao erat.

“Gomawo, Tao-yah. Gomawo”

Baru Eunra ingin pergi, Tao menahan tangannya.

“Boleh aku menciummu?”

Badan Eunra membeku. Apa ia memperbolehkan Tao? Tapi bagaimana jika setelah itu.. Ah, tidak mungkin.

Eunra mendekat dan berjinjit. Tangan Tao memeluk pinggang Eunra erat. Bibir mereka berdua bertemu. Tao melumat bibir Eunra bergantian, sebelum Eunra yang melepas duluan ciuman itu.

“Mian”

Tao melepaskan tangannya. Membiarkan yeoja itu tersenyum terakhir kali padanya dan melambai. Eunra berjalan ke pintu. Meninggalkan sejuta kenangan masa lalunya disini. Terkubur dalam lubuk hatinya yang dalam.

Tao-yah.. Mianhae

———————————-

Eunra POV

Aku duduk di sofa. Lagi-lagi kembali melamun. Setelah itu aku tak tau kemana Tao. Dia menghilang. Separuh hatiku benar-benar merindukannya.

“Chagi.. Tolong buatkan dasiku”

Aku menghela nafas. Kris. Sudah tua begitu masih tak bisa membenarkan dasi. Dasar.

“Ya. Aku kesana”

Aku sedikit berjinjit. Apa dia tak sadar badannya yang tinggi seperti tower dan aku yang pendek, eoh? Aku menggelengkan kepalaku.

“Nah, jadi. Hati-hati dijalan, oppa”

“Ne”

Aku mencium bibirnya. Kami berciuman lama sebelum akhirnya aku yang melepaskan ciuman itu sebelum terjadi yang tidak tidak.

“Kalau ada apa-apa, telpon aku, arra?”

Aku mengangguk.

“Aku bukan anak kecil lagi, oppa. Aku tau”

“Baiklah. Aku pergi dulu~”

Blam..

Aku menutup pintu apartemen kami. Sedikit menghela nafas lalu pergi duduk di depan tv. Menonton drama yang sebenarnya tak pernah kutonton.

Ting.. Tong..

“Hm? Apa Kris meninggalkan barangnya?”

Cklek…

Aku membuka pintu tanpa melihat ke lubang pintu. Seorang namja tinggi berpakaian hitam dan topi yang menutupi wajahnya. Ia juga memakai syal. Aneh. Ini kan bukan musim dingin.

“Oh, maaf Tuan. Apa Tuan mencari seseorang?”

Namja itu meraih topinya dan menaikkannya hingga sekarang aku bisa melihat wajahnya.

“—–? Apa yang kau lakukan disini?”

Dia tersenyum misterius. Aku bisa merasa bulu kudukku merinding. Entah kenapa melihat pandangan matanya benar-benar membuatku takut.

“Hai, Eunra. Sudah lama aku tak bertemu denganmu, bukan begitu?”

Dia berjalan mendekat. Membuatku semakin berjalan ke belakang. Aku tak tau kenapa tapi aku merasa akan terjadi sesuatu yang buruk. Aku melirik ponselku yang berada di atas meja. Dengan cepat aku berlari ke sana dan mengambil ponselku. Menekan speed dial nomor 1, nomor Kris.

“Kris! To-”

Tiba-tiba hidungku di bungkam sapu tangan. Bau menyengatnya membuat kesadaranku menipis. Aku tak tau apa yang terjadi setelah itu. Pandanganku menjadi gelap.

—————————–

“See? Aku yang menang pada akhirnya. I got you, Eunra”

Namja itu melihat yeoja yang ia gendong di tangannya sambil tersenyum evil. Dia berhasil mendapatkan yeoja itu, kembali.

-TBC-

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on August 18, 2013, in Marriage Life, NC-17, NC-21, Romance, Tragedy and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 26 Comments.

  1. akihrnya part 4 keluar juga….
    daebakk thor next chap segera ya…

  2. Scandal-licious bgt deh.. next chap! love or murderednya ditunggu!!!

  3. Nyonya Hyuk Jae

    Ga.sabarrrrrrr
    nunggu.selanjutnya

  4. udah koment ya thor..
    Kk meski secuil ^^

  5. Waooooooo Tao berubah jadi mengerikan begitu

  6. kyuwonhae's wife

    Tao oppa menculik Eunra😮
    Trus dia apain ? Dia kan sdang hamill:/ ottkhheee😦

  7. wow tao jahat ih cebel cebel hahahaha lanjut thorr

  8. thor, itu ceritanya masih flashback bukan sih?
    next chap ditunggu^^

  9. itu tao apa sapa?
    aigoo tao jangan gitu ga baik!

  10. taoooo itu pasti tao,lanjut thorrrr jangan lama2!!

  11. benar-benar nekat tu tao culik eunra. Kris cepat tolongin eunra. Wah penasaran banget nih dg kelanjutannya. Next part

  12. Taokah itu
    jα̲̅ϑΐ jahat karna cinta
    Ckckck
    Next part ditunggu Ɣää

  13. ak penasaran thor. ama kelanjutanny. ><

  14. wah bener2 suka aku. . .
    apa namja yg ngambil eunra itu Tao?????

  15. siapa tuh cowok sih???

  16. Eunra di culik sama zitao yah? Uwoooo konflik

  17. Ada aj pengganggu hubunganx eunra kris

  18. Pasti itu tao ,, krisss tolong eunra ,,

  19. ada aja penjahatnya

  20. huahh eunra di culik sama siapa tuh? Apa tao yang culik eunra? :O

  21. Tao~ya jadi Kejam gITu yakK
    cinta memang membutakan?eyyy..cinta itU indah,yg membutakan apax coba
    kkekekeke

    Like

  22. tao-kah yg bertamu itu? gausah di kritik yaa, soalnya menurutku ini udh baus. tinggal ciptain karya2 lainnya aja:D

  23. Duh gmn dong eunra ?

  24. apa yg mau nyulik eura itu tao??
    klo ia, eunranya mau diapain?
    smoga tak trjdi apa2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: