Guardian Angel (Chapter 2)

20130816-002000.jpg

Author : JS
Genre : Romance, Sad, Fantasy, Yadong, NC-21, NC-17

Cast :
– Sung Jungmi
– Suho

Note : Annyeong^^ hmm mau ngomong apa ya?._. Gatau deh. Wkwk

Happy Reading : )
Jangan lupa komennya yaaa

WARNING : Typo(s)

Gamsa~~

————————————–

I now believe if Angel does exist

————————————–

Suho POV

“Kau tau, apa yang manusia tau tentang kami sebenarnya jauh berbeda dengan bagaimana sebenarnya kami”

Aku dapat merasa Jungmi tengah memandangku dengan sejuta pertanyaan. Tapi saat ia hendak membuka mulutnya, saat itulah tiba-tiba aku kembali. Tubuhku kembali jadi transparan.

“Suho-ssi?”

Aku masih di posisiku. Hanya saja sekarang aku berbalik menghadapnya. Bersenden pada tembok di sudut kamarnya dan melipat tanganku di dada.

“Suho-ssi.. Tunjukan dirimu..”

“Hanya jika kau percaya akan keberadaanku, kau akan selalu bisa melihatku, Jungmi”

“A…”

Aku tau dari ekspresi wajahnya. Ia terlihat ragu. Dia tak bisa mendengarkanku, mendengar seperti bisikan saja.

“Aku percaya”

Aku berdiri tegak. Dia percaya. Aku melihat ke arah tanganku. Tidak.. Belum nyata. Dia tidak tulus.

“Kau tidak tulus mengatakannya. Hanya jika kau benar-benar tulus mengatakan bahwa kau percaya padaku, dan membiarkanku masuk ke hidupmu. Kau bisa melihatku”

Jungmi terdiam. Sudah kuduga. Dasar yeoja keras kepala. Aku menghela nafas panjang dan mengepakkan sayapku. Tanganku membuka pintu balkon kamarnya dan berjalan kesana. Aku butuh udara segar.

~~

Dan saat itulah Jungmi melihat pintu balkonnya membuka sendiri. Tubuhnya entah kenapa juga ikut bergerak. Ia berjalan mengikuti hingga ke teras balkon. Saat itu angin tiba-tiba berhembus kencang di wajahnya.

Suho.. Apa ia pergi?

**********

Author POV

Tadi itu benar-benar mengganggu pikiran Jungmi. Ia masih saja memikirkan perkataan Suho.

Apa yang manusia tau tentang kami sebenarnya tak seperti bagaimana kami sebenarnya

Jungmi meletakkan sumpitnya kesal. Beberapa butir nasi tercecer di meja makan besar ini. Dari tadi Jungmi tak sedikitpun menyentuh makanannya. Ia hanya bermain dengan sumpit dan sendoknya.

Makan, Jungmi. Kau harus makan

“Suho-ssi?”

Jungmi lantas menoleh ke samping. Tapi ia tak merasakan apa-apa. Hati kecilnya mengatakan Suho duduk di sebelahnya, sedang memperhatikannya. Tangan Jungmi bergerak dan mencoba meraih wajah Suho yang ia tak tau dimana.

“Nona Jungmi? Nona baik-baik saja?”

“Ah?.” Jungmi menarik kembali tangannya. Sedikit canggung karena kepergok pelayannya. “N-ne. Gwenchana”

Suho tertawa. Rupanya Jungmi yang selama ini dikenalnya bisa malu seperti ini. Tangan Suho beralih mengacak rambut Jungmi.

Makanya, cepat makan dan yakinkan dirimu

“Suho.. Apa kau masih disana?”

Hening. Aku tak ingin membalas pertanyaannya. Apa ia bisa merasakanku? Mustahil.

“Suho.. Kau barusan menyentuhku ya?”

Aku terdiam. Sebenarnya siapa yeoja ini. Dia jelas membenciku tapi bagaimana ia bisa merasakan sentuhanku? Ah, mungkin hanya halusinasinya saja. Aku bangkit dan mengepakkan sayapku. Terlalu malas untuk berjalan, jadi Suho memilih terbang hingga di kamar Jungmi. Dan saat itu Jungmi kembali merasakan angin menerpa wajahnya. Angin yang sama saat di balkon tadi.

Ah, dia pergi lagi

~~

~~

“Suho-ssi? Apa kau disini?”

Jungmi memandang ke sekeliling. Ia benar-benar tak tau dimana Suho berada. Tentu saja, karena Suho tak nyata. Jungmi menghela nafas.

Kenapa kau mencariku?

Bisikan itu. Jungmi menoleh ke belakangnya. Hanya ada pintu. Tapi sebenarnya Suho berada tepat di belakangnya. Berdiri dan ia lebih tinggi daripada Jungmi. Ingin sekali Suho menarik Jungmi dan memeluknya erat. Tapi ia tak bisa melakukan itu sekarang.

“Suho-ssi.. Kau sudah kembali. Tadi kau pergi bukan? Aku merasakan angin dari kepakan sayapmu”

Alis Suho mengernyit. Jungmi memang membencinya. Tapi bagaimana yeoja ini bisa tau banyak tentangnya?

Kupikir kau membenciku. Tapi bagaimana kau tau tentang itu semua?

“Halmoeni. Halmoeni sangat percaya akan adanya kalian. Setiap hari ia bercerita tentang Malaikat Pelindung padaku. Semua yang ia tau. Tapi ia sudah meninggal”

Mungkin kalau orang lain melihat Jungmi ia pasti mengira Jungmi orang gila. Soalnya Jungmi memang tak tau bercerita dengam siapa. Ia menatap pintu dan tak tau sebelah mana posisi Suho.

Aku tau. Jangan bersedih.

Tangan Suho hampir meraih rambutnya, ingin mengusapnya. Tapi ia menarik balik tangannya.

“Kau tau? Sejak kapan kau disini?”

Sejak dulu… Lama sekali. Mungkin kau tau ingat

“Sejak aku kecil?”

Tidak selama itu. Mungkin sekitar 10 tahun yang lalu?

“Wow.. Apa kau tak bosan hanya melihatiku setiap hari? Tak ada bahaya yang mengintaiku, kau tau?”

Aku tau. Tapi beginilah tugasku. Bukannya kau sudah tau apa tugas Malaikat Pelindung sepertiku?

Jungmi mengangguk. Tangannya di gerakkan ke ayunkan ke atas, dan saat itu ia merasa hangat.

“Tanganmu.. Disebelah sini? Terasa hangat disini”

Suho terlonjak. Ia mundur beberapa langkah hingga sekarang keduanya berdiri berjarak.

“Ah, kau pergi lagi. Ada apa denganmu?”

Kau membenciku, Jungmi. Kenapa aku harus ada disini?

Sebenarnya kalimat itu tak keluar dari mulut Suho sendiri. Itu tampak seperti.. Ancaman. Ia harus mendapatkan hati Jungmi. Waktunya tak banyak.

“Aku.. Sepertinya aku tak sebegitu membencimu. Kau tau.. Kau menyenangkan”

Senyum terukir di bibir Suho. Tak sengaja ia melihat ke arah kaca. Ada bayangannya disana. Hatinya berdetak kencang. Ini saatnya. Jungmi sudah bisa melihatnya.

Jungmi.. Coba kau lihat sini

Jungmi mendongak. Tapi yang ia lihat hanya tembok dan meja.

“Apa? Dimana? Aku tak bisa melihatmu”

Suho menghela nafasnya. Benar. Jungmi belum sepenuhnya percaya padanya.

Lihatlah ke kaca. Kau bisa melihatku disana

Jungmi menoleh ke kaca dan senyumnya mengembang. Akhirnya ia bisa melihat Suho. Entah kenapa tapi ia merasa senang. Wajah dan senyum itu. Jungmi menggeleng. Tapi ia merasa jantungnya berdetak cepat.

“S-suho.. Boleh aku memanggilmu oppa?”

Suho mengangguk. Baik Suho maupun Jungmi tak sedikitpun mengalihkan pandangan dari kaca. Seolah.. Pandangan mereka terkunci satu sama lain. Di dunia berbeda dan kaca lah perantaranya.

“Oppa.. Boleh aku berteman denganmu?”

“Tentu saja…”

Suara itu. Jungmi terhenyak. Ia berbalik dan masih kosong. Suho belum bisa terlihat. Tapi ia bisa melihat bayangan dan suara Suho.

“Ini kemajuan. Kau sekarang bisa melihat bayanganku dan mendengar suaraku”

Jungmi mengangguk. Ia tertawa kecil pada Suho. Eye smile nya benar-benar membuat Suho meleleh. Cantik dan ah, entah. Bahkan Suho sendiri tak bisa menuliskannya.

“Bagaimana aku bisa melihatmu seutuhnya, oppa?”

“Percaya. Aku hanya butuh kepercayaanmu dan biarkan aku masuk ke hidupmu dan membahagiakanmu sampai nanti”

“Nanti? Kapan? Apa setelah nanti itu kau akan pergi?”

“Kurasa.. Aku tak boleh berlama-lama disini. Tugasku menumpuk, Jungmi”

“Apa.. Setelah tugasmu disini selesai, aku bisa bertemu lagi denganmu?”

“Mungkin.. Ya. Nanti. Di suatu tempat..”

Di langit, lanjut Suho dalam hati.

~~

~~

Setelah insiden hari itu lah, Suho jadi lebih sering berinteraksi dengan Jungmi. Kemajuannya juga pesat. Jungmi sekarang bahkan bisa merasakan saat Suho di dekatnya atau jika ia dekat dengan Suho. Terkadang Jungmi merasa tangan Suho mengacak rambutnya.

Prang!

Suho terhenyak. Ia ketiduran di kamar Jungmi. Suho melirik ke arah kasur Jungmi yang telah kosong. Pendengarannya menangkap suara ramai di lantai bawah. Tepat saat Suho hendak keluar, para pelayan itu masuk. Memenuhi kamar Jungmi.

Suho sedikit berjinjit. Dan yang ia lihat sukses membuat hatinya serangan jantung. Jungmi. Yeoja itu terbaring lemah. Nafasnya patah-patah. Bibirnya pucat sekali. Suho mendekati Jungmi saat dilihatnya para pelayan sudah keluar dan sibuk memanggil dokter. Suho meraih tangan Jungmi. Dingin.

“Oppa.. Aku tau itu kau”

Suho tersenyum. Ia mengusap rambut Jungmi penuh sayang. Beberapa minggu terakhir ini benar-benar seperti surga baginya. Mengobrol dengan yeoja yang ia suka.

Suka? Apa Suho menyukai Jungmi? Tidak. Suho mencintainya.

Lalu bagaimana dengan Jungmi? Apa ia juga mencintai Suho? Jungmi masih ragu akan perasaannya. Tapi jantungnya berdetak tak karuan saat merasa Suho berada di dekatnya. Dan ia akan segera terbakar emosi kalau Suho bercerita tentang.. Uhm.. Mantan pacarnya.

“Kau sakit”

Jungmi hanya bisa mengangguk. Badannya terlalu lemah untuk bergerak. Bahkan untuk berbicara saja ia harus menguras tenaga. Kepalanya pusing berat.

Tak lama ada seorang dokter datang. Ia terlihat memeriksa Jungmi dengan seksama. Terkadang rintihan keluar dari mulut Jungmi. Begitu juga saat dokter memberi suntikan dan menginfus Jungmi. Suho melihat dokter itu dan meraih file yang ditaruh dokter di meja. Suho membukanya.

Sung Jungmi, 18 th. Pasien penderita tumor otak

Suho merasa dadanya sesak. Tumor otak? Luhan memang tak pernah mengatakan tentang Jungmi selain nama, umur, dan alamat Jungmi. Dan sekarang ia tau kenapa ia dikirim pada Jungmi. Karena yeoja ini akan segera menemui ajalnya. Cepat atau lambat.

“Kalau keadaannya belum stabil, sebaiknya bawa segera ke rumah sakit. Dia harus segera di operasi”, sang dokter bebicara. Ia melirik sebentar ke arah Jungmi dan melanjutkan setengah berbisik agar Jungmi tak mendengarnya.

“Ah, iya. Kalau kemungkinannya, tak besar. Mungkin.. 10%. Itupun aku tak yakin”

Suho menaruh kembali file itu dan berjalan ke balkon kamar. Ia mengacak rambutnya frustasi. Jadi sekarang ia tahu. Luhan mengirimkannya disini karena Jungmi akan segera menemui takdirnya. 10 tahun. Dan waktunya tak tersisa banyak.

Suho melirik ke dalam yang ternyata sudah sepi. Ia kembali masuk dan duduk di tepi kasur.

“Jungmi.. Kau baik-baik saja?”

Mata Jungmi masih terpejam. Tapi bibirnya mengulas senyum. Menandakan ia baik-baik saja.

“Akhirnya kau tau semuanya oppa. Tentang penyakitku…”

“Tak ada manusia sempurna, Jungmi. Apa orangtuamu tau?”

Jungmi mengangguk. Tapi setelah itu Suho menangkap bahwa Jungmi sebenarnya sedang menangis. Yeoja itu menggigit bibir bawahnya.

“Tapi mereka tak peduli. Seakan.. Mereka memang ingin aku pergi dari dunia ini, selamanya”

Hati Suho terbelah dua. Ia ikut merasakan pedihnya perasaan Jungmi.

“Tidak.. Mereka mencari dana untukmu, Jungmi. Untuk pengobatanmu”

“Aku sudah bosan berobat. Semuanya sia-sia. Dimana orangtuaku saat aku membutuhkan mereka? Hanya halmoeni tempatku bergantung, oppa. Tapi halmoeni sudah meninggal. Dimana lagi aku akan bergantung?”

“Kau masih punya aku, Jungmi. Masih ada aku. Aku akan selalu ada di sampingmu”

Mata Jungmi terbuka. Ia memandang Suho dengan mata sembabnya. Isakan lirih keluar dari mulutnya. Tangannya terangkat ke atas.

“Oppa. Jangan pernah tinggalkan aku, ne?”

Subo mengangguk

“Boleh aku memelukmu?”

Tangan Suho meraih pinggangnya dan memeluk Jungmi erat. Dan saat itulah entah kenapa Jungmi bisa merasa seakan ia benar-benar memeluk Suho. Rasanya begitu nyata. Tangis Jungmi pecah. Tanpa ia tau Suho juga tengah menangis bersamanya. Suho benar-benar merasa pilu yang sama dirasakan Jungmi.

“Jangan pernah meninggalkanku, oppa. Aku.. Aku percaya adamu oppa. Waktuku tak banyak, oppa. Aku tau. Bahagiakan aku, oppa. Berjanjilah kau akan membuatku bahagia”

Dengan itu Suho merasa bebannya seperti terangkat. Ia bahkan bisa merasa kulitnya dengan Jungmi bersentuhan. Jungmi ikut kaget dan melepaskan pelukan.

“Oppa.. Kau..”

“Kau benar-benar percaya padaku, Jungmi…”

Suho kembali menarik Jungmi dan memeluknya erat. Tanpa sadar ia mencium puncak kepala Jungmi. Membuat yeoja itu merona, tapi Suho tak melihatnya.

“Gomawo, Jungmi. Aku berjanji akan membahagiakanmu. Aku berjanji”

~~

“Wow.. Wow.. Lihat akhirnya dia berhasil juga”

“Oh, diamlah Chanyeol. Lihat mereak mesra sekali bukan?”

“Bermimpilah. Seorang Malaikat Pelindung tak boleh jatuh cinta pada manusia, benar? Kecuali kalau Suho hyung mau kehilangan sayapnya dan berhasil hidup”

“Hey, ada apa denganmu?”

Chanyeol mengangkat bahunya dan melempar apel ke namja yang lebih muda darinya.

“Tak ada hidup yang mudah di jaman seperti ini, Kyungsoo”

-TBC-

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on August 17, 2013, in NC-17, NC-21, PG, Romance, Sci-fi, Tragedy and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 25 Comments.

  1. Mengharukan:’) next next next!!!! kira2 ini ampe chapter brapa?huhu keep writing thor fighting for next chapter

  2. seruuuuuuuuuuu lanjut thor!

  3. next next next…g pake lama

  4. sorry thor baru comment di chap 2
    Nanggung thor..kkkk
    Keep wariting ya thor

  5. komennya disini aja yaa thor.. keep writing.. ceritanya lebih seru disini daripada chap 1.. haruu deh.. semoga suho bisa bahagiain jungmi sampai akhir hidupnya yaaa :)))

  6. Mana ada yang gratis di jaman seperti ini.

  7. Kayaknya ini pendekan dari part satu-nya. Apa aku doang yang bacanya kebawa serius, nggak tau ah. Tapi part 2 mulai seru, udah mulai keliatan konflik awalnya. Enggak tau mau ngritik apa :3

  8. lanjut thor,terharu banget😥 jangan buat jungmi meninggal

  9. Hohoho
    I like this ff
    Ceritanya keren thor…
    Tp kyknya ntr sad ending y??
    Suho ntr d trunkan k bumi??
    Hhhmmmm..nan mollasseo..
    Next next next

  10. aduh thor….klo jungmi mati trus suho jd manusia percuma ….T_T

  11. kyuwonhae's wife

    mwoo tumor otak😮
    Pantass aja Jungmi disruh minum obat+ dia mimisan😦
    Lanjuuutt thooorr

  12. aa. ak smkin suka ama crita nt
    daebak thor !! ^^

  13. kya… masa nt ny jungmi meninggal??
    khan kasihan…

  14. Waw.. seru thor! Kya nanti klo suho bs jd manusia.. jungmin malah meninggal, jiah -_- atau jgn2 suho bs nyelamatin jungmin tapi suho jd kehilangan nyawanya? Gimana tuh thor?? Huwaaa… Maap br bs komen disini. Next next, semangat thor!! Fighting!

  15. wha… thor bikin ceritanya jng sedih begini napa..hiks,,hiks,,
    #hwaiting y thor…semangat..

  16. Ahh sllu ja wat penasaran. .

  17. wah wah sad ya..huhuhu daebak

  18. Huweee..
    Sedih asli.
    Next thorr.

  19. finally!!! tapiiiiii kenapa ga boleh pacaran:((( hiksemm

  20. Huuuuaaaa.. Mewek sambil salto2 T_T

  21. keren thor.. mian baru comment, feelnya dapet kok^^

  22. Andaikan malaikat pelindung beneran ada seperti suho 😊😊

  23. ciyehhh suho udah keliatan nih ye hihihi😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: