Our Forbidden Relationship (Chapter 4)

20130804-215738.jpg

Author : JS
Genre : Yaoi, PG, Romance

Note : Annyeong! Ahaha😀 wah, nggak terasa udah mau lebaran aja yaa. Minal aidzin wal faidzin~ mohon maaf lahir dan batin yaa readers. Kalau aja author ada salah~~ hehe. Okedeh. Segitu aja bacotnya ^^

Happy Reading^^
Don’t Bash yaa

WARNING : Yaoi, Kaisoo Shipper

Jangan lupa tinggalkan komen kalian~~
Gamsa ;;)

______________________________

Author PoV

“Kyungsoo? Do Kyungsoo?”

Kim songsaenim, guru matematika mengabsen. Ia melihat dan melihat bangku kosong di sebelah Kai.

“Apa Kyungsoo tak masuk?”

Kai mengendikkan bahunya

“Saya tak tahu songsaenim”

“Ah, baiklah. Sekarang.. Ehm. Minho? Choi Minho?”

Kai sama sekali tak mendengarkan songsaenimnya mengabsen teman sekelasnya satu persatu. Pikirannya kalut. Dimana Kyungsoo?

Selama pelajaran berlangsung, Kai melihat ke arah pintu kelas. Mungkin saja tiba-tiba Kyungsoo masuk. Tapi tidak. Dan hingga bel pulang berbunyi Kyungsoo tetap tak ada.

Hari demi hari berlangsung dan Kyungsoo tetap tak masuk. Herannya, songsaenim selalu melompati nama Kyungsoo saat absen berlangsung. Kenapa? Kai bertanya dalam hatinya. Ada sedikit rasa penasaran. Setiap pulang sekolah Kai selalu terdiam di depan pagar rumah Kyungsoo. Apa iya ia harus masuk ke dalam sana? Tidak. Kai berbalik dan masuk ke rumahnya.

Setiap malam, ia selalu berdiri di balkon kamarnya. Kai tak ingat berapa jam ia berdiri disitu tapi yang pasti sampai ia duduk di balkon dan ketiduran hingga pagi. Ia heran kenapa kamar Kyungsoo selalu gelap. Padahal ia tahu benar kalau namja itu benci gelap dan selalu membiarkan lampu kamarnya menyala saat tidur. Kenapa? Kai bertanya dalam hatinya.

Entah sudah berapa ratus telpon dan berapa ribu pesan yang sudah Kai kirimkan ke Kyungsoo tapi ia tak kunjung mendapat balasan. Yang Kai heran adalah tiap ia menelpon hp Kyungsoo selalu tak ada nada sambung. Hp Kyungsoo pasti dimatikan. Tapi kenapa? Kai lagi-lagi bertanya dalam hatinya.

Ini adalah weekend. Dan lihat saja penampilan Kai. Ia seperti hantu sekarang. Kedua matanya berkantung hitam. Rambutnya acak-acakan. Tubuhnya mulai tirus. Ia bahkan tak mengenal dirinya sendiri saat melihat pantulan dirinya di kaca. Semua ini karena siapa? Karena Kyungsoo. Ya, Kai merindukan Kyungsoo. Ia sudah melakukan segala cara yang ia bisa, tapi ia tetap tak bisa menemukan Kyungsoo. Kyungsoo seperti hilang ditelan bumi.

Ting.. Tong!

Kai terhenyak. Bel. Apa itu Kyungsoo? Kai sedikit berlari ke arah pintu dan membukanya kasar.

“Kyungsoo?”

Oh, bukan. Itu bukannya seorang namja yang berdiri di depan pintunya. Bukan namja yang bernama Kyungsoo yang lebih pendek darinya dan bermata bulat dengan kulit putih susu. Melainkan seorang yeoja yang rambutnya warna merah dan panjang sepunggung.

“Kyungsoo? Kyungsoo siapa?”

Kai nampak kaget akan sosok yeoja itu. Ia benar-benar tak menduga.

“Soojung? Apa yang kau lakukan disini?”

Seulas smirk tercetak di bibir yeoja bernama Soojung itu. Kai menangkap itu tapi tak tau kenapa yeoja di depannya bersmirk evil padanya.

“Oh, hai, Kai. Long time no see”

Soojung. Begitu yeoja ini dipanggil. Ia masuk ke dalam rumah Kai begitu saja. Menyenggol bahu Kai dan melihat-lihat rumah Kai.

“Soojung. Aku sedang tak ingin diganggu. Kau tau kan aku-”

“Ugh, your house so smelly. Bet you never clean your house, eh?”

Soojung terus mengoceh bahasa inggris membuat kepala Kai pusing. Kai menutup pintu dan menututi Soojung.

“Aku serius. Kenapa kau disini? Kau kabur dari LA?”

Perkataan Kai seperti udara yang masuk dari telinga kanan Soojung dan keluar dari telinga kirinya. Soojung tak mendengarkan kata Kai dan masih melihat-lihat. Dan jelas membuat Kai geram.

Soojung ke dapur dan membuka kulkas. Dan ia mendapati hanya ada kaleng bir dan beberapa bahan makanan yang sepertinya entah kapan dibeli Kai karena baunya mulai menyengat.

“Kai, kau menjijikkan”

“Soojung, kau tak menjawab pertanyaanku”

Yeoja itu malah melewati Kai seperti Kai hanya arwah yang tak telihat. Kai menarik tangan Soojung dan mendorongnya kasar ke arah tembok. Ia mencengkeram kedua bahu Soojung.

“Ah, sakit!”

Kai tak sekalipun melepas tangannya, malah semakin erat. Ia menatap Soojung membunuh.

“Ck. Arra. I heard… That Kyungsoo guy”

Kai sedikit terhenyak. Cengkramannya mengendor membuat Soojung memanfaatkan keadaan itu dan berusaha melepas tangan Kai dari bahunya. Tapi Kai kembali mencengkeram bahunya dan mendorongnya ke tembok.

“Dari mana kau tau? Umma? Appa?”

“Umma-mu. Untuk itu dia mengirimku kesini. God. Kai, apa kau sebegitu frustasinya saat putus denganku sampai kau memilih jadi seorang gay– Aaahh!! Sakit! Astaga, Kai!”

Soojung bergerak gelisah. Ia berusaha melepaskan dirinya dari cengkraman maut Kai, tapi gagal.

“Sekali lagi kau berkata begitu aku bersumpah tak akan membiarkanmu hidup, Jung Soojung”

Badan Soojung membeku. Tatapan Kai seperti ingin membunuhnya kapan saja. Soojung menelan salivanya susah dan menghela nafas.

“Arra. Mian” ucap Soojung. Ia melanjutkan kata-katanya lagi.

“Dengar, Kai. Aku kesini bukan karena ingin kau bunuh. Kim JongIn, beruntunglah kau punya teman seperti ku.” Soojung melirik Kai yang masih sama posisinya. Ia menghela nafasnya dalam sebelum melanjutkan.

“Arra. Aku mau membantumu kembali dengan namja itu. Ehm.. Do Kyungsoo?”

Soojung mendengar Kai tertawa. Ia memandang Soojung remeh.

“Kenapa tiba-tiba? Kau pasti menginginkan sesuatu benar? Tak biasanya kau memberi bantuan cuma-cuma, Soojung. Aku tau benar bagaimana dirimu”

Emosi Soojung mulai mendidih. Tapi ia berusaha meredamnya.

Sabar Soojung. Kendalikan dirimu

“Kau tak ingat? Aku masih berhutang budi padamu, Kai.”

Kai hanya diam dan memandang yeoja ini dengan tatapan kosong. Yang mana? Ia benar tak ingat. Soojung tau kalau Kai lupa dan ia hanya menghela nafas kesal. Melipat tangannya di dada dan memutar kesal matanya.

~~~~

Flashback

“Kalian dijodohkan”

“Mwo??!”

Keduanya, Kai maupun Soojung sama-sama terlonjak kaget. Baru saja mereka ingin buka suara, tapi orangtua mereka sama-sama mengangkat tangan, menyuruh mereka diam.

“Aku tak mau menikah denganmu”

“Apalagi aku”

Mereka berdua sedang duduk di dekat Sungai Han. Saling mengutarakan perasaan mereka masing-masing.

Kai dan Soojung sudah berteman sejak kecil. Kai dulu juga menaruh perasaan pada yeoja ini, tapi kian mereka tumbuh besar, perasaan itu kian hilang. Dan Kai hanya memandang Soojung seperti temannya pada umumnya.

Dan Soojung memang dari dulu tak pernah suka dengan Kai. Ia mengangkat tangannya dan menyentuh lehernya. Ada kalung disana. Bertuliskan namanya dan berwarna perak. Soojung sudah punya namjachingu. Dan ia tentu sangat mencintainya.

“Yunjae oppa.. Aku tak bisa meninggalkannya”

Air mata Soojung menitik. Soojung jelas tau kalau Kai pernah menaruh hati padanya. Dan itu dulu. Sekarang ia punya Yunjae, namja yang dipercayainya selain Kai dan dicintainya seluruh hati dan jiwanya. Kata-katanya tadi mungkin hanya pernyataan tapi Kai menangkap itu adalah sebuah minta tolong. Kai menghela nafas. Mereka berdua harus keluar dari masalah ini.

“Aku akan membantumu, Jungie-ah”

“Maksudmu?”

“Yunjae. Aku akan membantumu agar bisa tetap bersama Yunjae. Aku akan mencoba bilang ke umma untuk membatalkan ini”

Soojung merasa dirinya tersenyum. Entah bagaimana ia membalas perbuatan Kai.

Mungkin, suatu hari nanti

End Flashback

~~~~

“Dan, dari itulah aku kesini membantumu. Ku dengar kau sangat mencintainya? Apa ia mencintaimu?”

Kai menaruh gelas berisi teh dan camilan di meja lalu duduk bersebrangan dengan Soojung.

“Yunjae, apa kabar dia sekarang?”

“Kau keluar dari topik, Kai. Yah, dia baik-baik saja. Ah, lihat. Kami sudah bertunangan.” Soojung membawa tangannya mendekat ke arah Kai agar Kai bisa melihat.

“Oke, Tuan Kim JongIn, sekarang jawab aku”

“Ya, aku mencintainya. Dia mencintaiku. Kami sudah pacaran. Orangtuanya melarang. Hubungan kami diujung tanduk. Dan sekarang dia menghilang begitu saja”

“Mengenaskan”

Soojung menyesap sedikit teh nya dan meletakkannya kembali di meja. Sepertinya ini adalah kasus yang sulit. Ia harus berpikir lebih keras lagi. Dan yang penting, saat Kai bilang,

“Orangtuanya melarang hubungan kami”

Cukup membuat Soojung bergidik ngeri. Pasti orangtuanya orang yang elit. Atau semacam itu lah. Soojung mengetuk jarinya di pipi.

“Hm.. Dimana dia tinggal?”

Kai menunjuk ke arah belakangnya, yang artinya rumah mereka sebelahan. Soojung memijat pelipisnya.

“Baik. Aku akan memintamu melakukan sesuatu untukku, ah, dan yang pasti buat mu juga. Pinjami aku seragam sekolah mu. Tentu saja yeoja. Aku tau kau popular. Jadi kau bisakan pinjam seragam ke murid yeoja?”

“Hm? Untuk apa?”

“Itu bagian dari rencana, Kai. Lakukan saja. Ah, ya, dan, aku memintamu mengirimkan seragam itu padaku lusa. Lusa. Jangan lebih. Aku akan mengirimu alamat apartemenku”

“Kenapa kau tak kesini saja?”

“Karena rumah Kyungsoo disebelahmu, pabo. Bagaimana kalau orangtuanya tau aku temanmu? Hancur sudah”

“Arraseo”

Soojung tersenyum dan pergi ke pintu, hendak pulang. Tapi teriakan Kai membuatnya terhenti.

“Yah, kau mau kemana?”

“Pulang, tentu saja. Ke apartemenku. Aku akan kirim alamatnya lewat pesan. Annyeong”

Blam!

“Aiishh, yeoja itu. Tak berubah sama sekali”

~~

~~

-Sementara itu-

Kyungsoo PoV

“Aigoo, Kyungsoo-yah. Welcome”

Aku tersenyum terpaksa saat melihat halmoeni menyambutku. Yah, separuh hatiku senang karena bertemu lagi dengannya dan akhirnya bisa ke Amerika, tapi sebagian lagi tak rela karena artinya aku harus jauh dari Kai. Ah, iya, Kai. Bagaimana ya ia sekarang?

Hari berjalan amat lambat tanpa Kai dan yang aku tau sekarang adalah hari pertama aku sekolah.

Sekolah.. Tempat dimana aku dan Kai mengalami banyak kenangan…

“Kyungsoo? Ppali. Kau tak mau terlambat di hari pertamamu, benar?”

“Ne, halmoeni”

Aku mengambil ranselku dan memakainya. Saat sampai di ruang makan, aku melihat seorang yeoja disana. Tipikal orang Korea dengan matanya yang sipit, milky skin, dan yah. Yeoja itu hampir sama tinggi denganku. Dan ia terlihat senang sekali saat bertemu denganku. Kentara dari tadi ia tak berhenti tersenyum padaku. Aku hanya berjalan melewatinya dan duduk di meja makan.

Aku merasa senyumnya pudar. Tapi sayangnya ia berusaha tersenyum lagi. Yeoja itu duduk tepat di depanku.

“Annyeong. Bang Minah imnida”

Aku hanya tersenyum kecut padanya. Tak sekalipun aku memandangnya balik. Dan itu sukses membuatnya menundukkan kepala, mungkin ia sedih.

Aha! Aku tak akan dengan mudah suka denganmu, Minah

“Oh, Minah-yah. Kau sudah disini”

“Annyeong, halmoeni”

“Kyungsoo, ini Minah. Kalian sudah berkenalan bukan?”

Aku mengangguk tapi Minah menggeleng. Tentu saja halmoeni lebih percaya pada Minah karena melihat gerak-gerikku yang cuek. Tsk.

“Minah, dia cucuku, Do Kyungsoo. Kyungsoo-yah, Minah adalah calon tunanganmu. Jadi tolong perlakukan dia dengan baik”

Mataku seperti ingin copot dari tempatnya. Aku menoleh tak percaya ke arah halmoeni.

“Wae? Apa umma belum bilang padamu? Minah adalah yeoja yang umma ingin jodohkan denganmu, Kyungsoo”

~~

~~

Minah menggenggam erat tanganku saat berangkat ke sekolah. Mulutnya tak berhenti mengoceh. Dasar yeoja. Tak bisakah ia diam sebentar saja? Memuakkan. Aku hanya menanggapi dengan “hm” atau “ya” saja.

Dan sepertinya yeoja itu mengetahui. Minah melepaskan tangannya dan berhenti berjalan. Kepalanya menunduk. Ia menggenggam erat ujung rok seragamnya. Ada apa lagi sekarang? Another drama? Aku berhenti berjalan.

“Oppa.. Kau tak suka denganku ya?”

Kepala Minah terangkat. Yeoja itu menangis. Omo.. Kenapa dengannya? Aigoo, Kyungsoo, kau membuatnya menangis?! Entah kenapa dadaku terasa sesak. Aku tak pernah membuat yeoja menangis sebelumnya. Dan jelas saja itu membuatku merasa bersalah.

Apa aku terlalu kasar padanya?

“Ka-kalau oppa tak suka denganku, oppa bilang saja. Tak apa”

Aku harus berbuat apa??!!

“Ah, ya, memang tak ada yang suka denganku. Mian sudah merepotkan oppa”

Minah berjalan melewatiku dan saat itulah tanganku tiba-tiba seperti bergerak sendiri menarik tangannya membuat Minah berhenti. Aku bahkan tak tau kenapa tiba-tiba seperti itu.

“Mian.. Bukan itu maksudku. Aku hanya, kau tau, tiba-tiba umma menyuruhku pindah kesini. Jadi.. ya, kau tau kan bagaimana rasanya”

Minah masih menunduk. Ia menganggukkan kepalanya dan melepas tanganku yang memegang lengannya.

“Ne”

Dengan itu Minah hendak berjalan lagi, tapi lagi-lagi aku mengambil tangannya membuat yeoja itu berbalik menghadapku.

“Aku.. aku bukannya tidak menyukaimu”

Kepala Minah terangkat. Matanya membulat. Ia melihat Kyungsoo dengan pandangan sejuta harapan.

“Ta-tapi bukan berarti aku menyukaimu”

Raut wajah Minah kembali sedih. Ia menunduk dan hampir terisak lagi.

“Y-yah, kenapa kau menangis? Aku.. Aiisshh.. Bagaimana menjelaskannya..”

Aku mengacak rambutku kesal. Minah ternyata tertawa melihat wajahku yang kebingungan. Sial. Yeoja ini…

Tapi Akhirnya aku bisa bernafas lega. Setidaknya Minah berhenti menangis.

“Oppa, kau lucu”

Aku tersenyum. Jujur saja, Itu adalah senyum pertama yang tercetak di bibirku saat pertama kali aku menginjakkan kaki disini. Dan Minah adalah orang yang membuatku tersenyum.

Ani. Aku tidak bisa jatuh cinta pada yeoja ini. Aku hanya mencintai Kai. Hanya Kai.

~~

~~

-Di Lain Tempat-

Berkali-kali Soojung menghela nafas berusaha menetralkan detak jantungnya yang tak karuan. Ia sudah siap dengan seragam sekolah Kai, kacamata tebal bertengger di hidungnya, dan rambutnya yang diikat satu tinggi. Seragamnya ia kancingkan hingga kancing teratas. Rambutnya pun mau tidak mau ia cat menjadi hitam. Semua hanya demi keberhasilan rencana nya dan Kai.

Soojung melirik jam dinding lagi. 5 menit lagi sekolah usai. Dan ia sedang menunggu dengan sabar hingga Kai datang. Tak lama ia mendengar bel apartemennya. Soojung berjalan kesana dan melihat sosok Kai dari lubang pintu. Soojung membuka pintunya.

“Ppali. Aku harus menanyai sesuatu padamu”

Mereka duduk bersebrangan di ruang tamu.

“Namanya Do Kyungsoo. Pintar. Selalu rangking satu. Tidak terlalu populer. Tidak terlalu tinggi. Rajin. Anak tunggal. Ehm. Baik. Kurasa sudah semua. Aku akan berangkat”

“Tunggu! Kau mau kemana?”

“Kerumah Kyungsoo tentunya. Kau diam saja disini hingga aku kembali”

“Mwo? Ya, Jung Soojung, Yah!!!”

***

Tangan Soojung bergetar saat mau menekan bel rumah Kyungsoo. Ia menghela nafasnya.

Kau bisa melakukan ini, Soojung. Kau bisa.

Ting.. Tong..

Soojung menunggu. Dan saat itulah ia melihat yeoja sekitar berumur 40-an keluar dari rumah. Yeoja itu tampak asing melihat Soojung. Tapi ia membukakan pagar. Langsung saja Soojung membungkukkan badannya sopan.

“A-annyeonghaseo. Jung Soojung imnida. Saya.. Uhm.. Apa benar ini rumah Do Kyungsoo?”

“Nde. Ini rumah Kyungsoo. Saya umma nya. Kau siapa?”

“Aah, aku, teman Kyungsoo, ahjumma. Sa-saya.. Ah, saya mencari Kyungsoo”

Alis umma Kyungsoo mengernyit. Lantas saja jantung Soojung berdetak cepat. Apa umma Kyungsoo benar akan mempercayainya?

“Ah, masuk. Aku akan menjelaskan sesuatu padamu”

Fuuh. Berhasil.

~~

“Kyungsoo pindah?!”

“Ne. Dia pindah ke Amerika, tinggal bersama halmoeninya. Hm, omong-omong apa kau teman sekelas Kyungsoo?”

“Saya? Oh, ani. Aku berbeda kelas. Tapi.. Uhm.. Ahjumma.. Aku menyimpan hati dengan Kyungsoo”

Mian. Aku berbohong.

“Mwo? Benarkah?”

Soojung menunduk dan pura-pura malu. Ia berakting semaksimal mungkin. Tak lama ia merasa umma Kyungsoo menepuk pundaknya.

“Oh, mianhae, Soojung-ssi. Kyungsoo.. Akan dijodohkan”

“Dijodohkan? Oh…”

“Mianhae. Kalau aku tau ini lebih awal aku tak akan menjodohkannya dengan yeoja itu”

“Yeoja itu?”

“Namanya Bang Minah. Dia tinggal di Amerika sana. Kedua orangtuanya temanku. Tapi mereka sudah meninggal. Minah tinggal bersama neneknya”

Bang Minah? Apa dia Minah yang itu. Ah, mustahil. Berapa banyak orang yang punya nama yang sama dengannya?

“Soojung?”

“Ah, ye. Hm, saya permisi dulu. Ahm, ahjumma, boleh aku.. Hm.. Minta nomer handphone Kyungsoo?”

Keadaan menjadi tegang. Soojung benar mengutuk dirinya bicara begitu. Tapi ia harus bagaimana? Hanya itu satu-satunya jalan.

“Baiklah. Kalau kau mau tanya keadaannya langsung telepon saja. Oh. Apa kau juga mau nomer rumah halmoeni?”

“Tidak apa”

~~

~~

Soojung duduk di sofa apartemennya dengan pikiran kalut. Setidaknya ia sudah dapat nome Kyungsoo dan nomer rumahnya. Yang ia bingung adalah, langkah apa lagi yang harus ia lakukan?

Ia menghela nafas dan bersandar di sofa. Ia memandang Kai yang tengah berjalan maju mundur. Sepertinya Kai juga bingung, sama sepertinya. Jujur saja, begitu tau kalau Kyungsoo dijodohkan dengan yeoja lain, Soojung bisa melihat mata Kai yang seperti tersakiti.

“Apa dia bukan Minah yang kau kenal?”

Lagi-lagi pertanyaan itu yang Soojung dengar. Mungkin Kai sudah menanyainya dengan pertanyaan yang sama hampir 10 kali.

“Mustahil. Ada berapa ribu orang yang namanya sama Bang Minah dan pindah ke Amerika”

“Tapi tak ada salahnya mencoba menelpon Minah yang kau kenal itu, Jungie”

Soojung mengacak rambutnya dan mengeluarkan ponselnya. Kalau itu benar Minah yang itu, lalu ia harus bilang bagaimana?

Kembalikan Kyungsoo pada Kai. Kyungsoo hanya mencintai Kai. Dia tak akan bisa mencintaimu, Minah.

Pft. Yang benar saja. Soojung bisa ditendang mati oleh Minah.

Soojung menarik nafas panjang dan menekan tombol panggilan. Tak lama ia mendengar teleponnya di angkat. Tenggorokan Soojung tercekat saat mendengar suara cempreng familiar di sebrang sana.

“Unnie! Sudah lama sekali kau tak menelponku”

“Minah~ ne. Unnie sedang sibuk. Hahaha”

“Unnie, coba dengar! Aku dijodohkan!”

Deg!

Soojung dan Kai sama-sama berpandangan. Langsung saja Kai duduk di sebelah Soojung dan ikut mendengarkan percakapan mereka.

“Dijodohkan? Dengan siapa? Aku saja tak pernah mendengar kau dekat dengan namja. Aigoo~”

“Ah, ani, unnie. Aku sebenarnya tak kenal dengannya. Tapi dia baik. Anaknya teman umma”

“Benarkah? Chukkae. Memang siapa orangnya? Bagaimana wajahnya? Aigoo unnie seperti ingin bertemu dengannya”

“Hehe. Unnie, namanya Do Kyungsoo. Dia baik. Hm, bagaimana yaa. Pokoknya dia benar-benar tipe Minah”

Lagi, mereka berpandangan. Do Kyungsoo. Namanya persis. Tapi apa itu benar Kyungsoo yang Kai cintai apa orang lain?

“Kau tau Minah-yah, bagaimana kalau kau mengirimi kami fotonya?”

“Ah, baik. Kebetulan aku punya. Aku kirim dulu fotonya, unnie. Ppyong”

Tut… Tut.. Tut…

Soojung menjauhkan teleponnya. Jauh dalam hatinya ia belum yakin itu adalah Kyungsoo yang mereka maksud.

I Lost my mind~

Soojung reflek membuka handphone nya dan matanya seketika itu langsung membulat. Begitu juga dengan Kai.

“I.. Itu.. Kyungsoo..”

Sekejap mata hp Soojung berpindah tangan pada Kai. Emosi Kai sudah memuncak. Ia menekan tombol memanggil Minah. Dan langsung saja Soojung berusaha mengambil balik hp nya.

“Kai! Jangan bodoh, Kai! Kembalikan handphone ku-”

Kai mendorong tubuh Soojung ke tembok dan menahan bahunya. Membuat yeoja itu tak bisa bergerak karena cengkraman Kai yang amat kuat di bahunya.

“Jangan gegabah, Kai. Kau tak tau bagaimana Minah itu. Dia tak akan dengan mudah melepaskan Kyungsoo. Kau tau bagaimana nada suaranya saat di telepon? Dia juga mencintai Kyungsoo!”

Tapi bukan Kai namanya kalau menuruti perintah Soojung. Ia menunggu hingga akhirnya Minah mengangkat panggilannya.

“Yeob-”

“Bang Minah? Aku Kai”

“Kai? Hm? Bukannya ini nomor Soojung unnie?”

“Kyungsoo tak mencintaimu, Minah. Dia hanya mencintaiku, Kai. Kau tak tau siapa aku? Aku namjachingunya”

“Mwo? Hah, jangan bermain denganku, Kai-ssi. Kyungsoo itu namja-”

“Kenapa kalau ia namja? Aku namjachingunya. Orang yang dicintainya. Oh, kau boleh bertanya padanya nanti, apa dia kenal dengan seseorang bernama Kai”

“Apa? Tsk. Kai-ssi. Aku benar-benar tak paham dengan ucapanmu. Tapi apapun maksud dibalik kata-kata mu tadi, aku tak akan dengan mudah melepas Kyungsoo oppa begitu saja. Kau berpikir aku orang yang mudah bukan? Karena aku yeoja? Tidak. Kau salah menilaiku, Kai-ssi”

Dan dengan itu telepon di tutup. Cengkraman Kai mengendor.

Yap. Bagus sekali. Sekarang keadaannya semakin sulit. Soojung memijat pelipisnya. Ia pusing.

“Selamat, Kai. Kau telah membuat keadaan menjadi semakin susah. Aku bahkan tak tau apa kita masih bisa membuatmu bersama Kyungsoo lagi atau tidak karena apa yang telah kau lakukan”

Kai menatap Soojung tak percaya. Salahnya. Kenapa semua penyesalan berada di belakang. Tidak. Kai tidak mau menyerah begitu saja. Tak ada hubungan yang berjalan mulus bukan? Ia mencintai Kyungsoo dan ia akan memperjuangkan itu.

Masih ada harapan, bukan?

-TBC-

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on August 6, 2013, in PG, Romance, School Life, Yaoi and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 9 Comments.

  1. huaaa…semakin ribet aja eonn. Kai kok gegabah ya. Next nya jgn lama2 eonn

  2. kerennn T^T part 5 udah dipost blm? jgn lama2 eon, ditunggu yaa

  3. thooorrrr yang kelima mana? T^T

  4. icha kyungsoosehunnie

    lnjut thor….

  5. ayo kai semgat!!, pokoknya kaisoo harus bersatu
    kren thor, lanjut…

  6. Widiihh bkal ada prsaingan antara minah sama kai nih , tapi apa hub-ny minah sama soojoong ?? Mreka adek kaka’ ?? tp jgn2 kyungsoo mulai suka sama minah ??

  7. wow keren😀 oh iya apa nanti kyungsoo bakal suka sma minah ya ??? aigoo jangan😥 figting buat ng buat auhthornya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: