My Lady (Chapter 3)

20130807-012458.jpg

Author : JS
Genre : Romance, Sad gagal, Yadong

Note : Annyeong : ) author nggak ngomong panjang lebar lagi deh. Mian kalau ff ini mulai ngebosenin yah kayaknya T_T

Oh iya, ini lanjutan My Lady yang kemarin loh. Cuman author ganti posternya aja hehe. Kalau aja readers bingung wkwk._. Oh, kalau masih ada yang bingung jalan ceritanya atau lupa-lupa ingat, nih author kasih linknya.

Chapter 1 || Chapter 2

Happy reading~
Jangan lupa comment nya loh hehe :p
Gamsa~~

___________________________

Their words like a shattered glass that broke my heart. Leaving it a huge hole there. But can i still belive in you?

“Aigoo. Tao-yah, selamat datang kembali. Masuk masuk”

Jelas sekali umma begitu bahagia saat menyambut Tao. Senyumnya mengembang begitu juga dengan appa yang berada di belakang umma.

“Eunra, ayo masuk juga sini. Kris, masuklah”

Tao menggenggam erat tangan Eunra dan menariknya. Membuat Kris berjalan mengekor keduanya sendirian. Kris menghela nafasnya. Eunra istrinya. Masih istrinya. Siapa Tao bisa-bisanya menggenggam tangan Eunra seperti itu? Kris merasa kepalanya bertanduk. Ia ingin mengambil tangan Eunra dari genggaman Tao. Tapi apa ia pantas melakukan itu?

Mereka bertiga duduk bersebelahan. Dengan Eunra diantara Tao dan Kris. Di depan mereka sudah ada orangtua Eunra yang bercanda dengan Tao. Sesekali mereka mengulang masa lalu Eunra dan Tao. Dan itu membuat Kris muak. Itu adalah masa lalu. Kenapa banyak orang mengingat masa lalunya? Itu tidak penting. Bagaimana mereka bisa maju kalau hanya mengingat dan berpegangan pada masa lalu saja?

Kris tersadar dari lamunannya saat merasa tangan Eunra menyentuh tangannya yang mengepal. Kris langsung menoleh dan berpandangan dengan wajah Eunra yang terlihat khawatir. Eunra menarik bajunya, menyuruh Kris menunduk agar wajah mereka sejajar.

“Tenang, Kris. Kau harus percaya dan berpegang apa kataku ini. Aku masih dan akan selalu mencintaimu. Saranghae” Bisik Eunra tepat di telinga Kris. Dengan itu Eunra mencium pipi Kris dan berakting normal lagi.

Kris sedikit tenang. Setidaknya untuk beberapa menit ia melupakan perkataan Tao di bandara tadi.

“Tapi ingatannya sudah kembali. Kau bisa meragukan cintanya padamu. Oh, apa kau mau bertanya sendiri apa Eunra masih mencintaimu atau tidak, Kris-ssi”

Sekali lagi Kris menghela nafasnya. Ah lagi-lagi kata menusuk itu ia ingat. Kepala Kris menunduk. Ia masih bisa mendengar canda tawa dari orangtua Eunra dan Tao. Ia tak tau apa yang mereka bicarakan. Oh, ralat. Ia memang tak mau tau.

“Kau baik-baik saja, yeobo?”

Kepala Kris terangkat. Ia melihat Eunra yang memandangnya khawatir. Hatinya berdetak. Masih ada yang peduli padanya. Masih ada yang mencintainya. Eunra. Kris yakin Eunra masih mencintainya. Dan rasa itu masih ada di hati yeoja ini.

Kris mengangguk. Ia mengelus rambut Eunra. Kris sangat ingin saat itu juga mencium bibir Eunra. Tapi ia sadar ini bukan tempat yang pas untuk melakukan itu.

“Jangan terlalu terbebani, yeobo. Kau ingatkan apa kataku tadi? Saranghae”

Beban berat itu seakan terangkat. Kris melihat Eunra tersenyum. Sama seperti senyum yang setiap hari Eunra berikan padanya. Kris tak dapat menahan dirinya lagi. Ia mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Eunra. Membuat yeoja itu merona merah. Kris baru saja menciumnya! Di tengah keadaan genting begini, di depan orang tuanya, di depan Tao! Oh tidak. Kau dalam masalah besar, Tuan Wu.

Dan benar saja. Setelah Kris menarik kembali bibirnya, semua omongan itu padam. Sepertinya semua orang melihat adegan itu di mata mereka masing-masing. Eunra hanya dapat menunduk malu. Dan Kris yang melihat ke arah lain.

“Kris.. Bisakah kita berbicara?” suara umma tenang tapi cukup membuat tenggorokan Kris tercekat. Tangannya berubah dingin.

Apa lagi sekarang?

Feeling Kris sudah buruk saja. Ia bangkit dari kursi dan mengikuti umma Eunra ke taman belakang.

Tao tersenyum dalam hati. Semua persis seperti rencananya. Ia menggeser duduknya dan memeluk pinggang Eunra erat. Tanpa dosa. Eunra sedikit terlonjak kaget. Tapi wajah Tao tak menunjukkan apa-apa. Tao malah sibuk bercerita tentang hidupnya di China ke appa.

Sesekali Kris melihat Eunra di dalam. Setidaknya namja bernama Tao itu tidak melakukan sesuatu yang aneh pada yeojanya yang bernotabene istrinya.

“Kris, kurasa sudah saatnya aku bilang ini padamu”

Kris memandang umma Eunra dengan heran. Umma merasa serba salah. Tapi tak ada jalan lain selain mengatakan ini pada Kris.

“Aku dan orangtuamu membuat perjanjian saat kalian mau menikah”

Kris terdiam. Hatinya terasa mendung. Semoga mereka tidak membuat perjanjian yang tidak-tidak.

“Dengar, Kris. Umma minta maaf. Tao, dia dan Eunra sudah mencintai satu sama lain. Dari kecil. Kalau Eunra tak mengalami kecelakaan 6 tahun lalu mungkin mereka berdua sudah menikah sekarang. Tao-”

“Bisakah pembicaraan ini langsung ke inti saja, umma. Aku muak mendengar nama namja itu disebut-sebut”

Bukan salah Kris kalau ia mengolok-olok Tao. Umma hanya bisa pasrah. Ia menarik nafasnya dalam.

“Kau.. Harus bercerai dengan Eunra”

Deg!

“Umma pasti bercanda-”

“Ani, Kris. Itu isi perjanjiannya. Umma dan Appa mu masih ingin kau menuntut ilmu, bukannya menikah dan bekerja. Dan kami, ingin Eunra menikah dengan Tao. Bukannya denganmu”

Jujur saja, kata terakhir itu membuat lutut Kris lemah. Tangannya berpegangan pada tembok di sebelahnya.

Kami ingin Eunra menikah dengan Tao, bukannya denganmu

Kata itu sukses membuat dunia Kris seakan berguncang. Jadi memang benar. Umma dan Appa tak pernah sekalipun merestui pernikahan mereka dari awal. Tapi kenapa mereka seolah bahagia akan itu?

“Kami, dan orangtua Tao sudah terlibat janji, Kris. Waktu itu memang ingatan Eunra hilang. Kami bahkan putus asa. Tapi perjanjian itu tak pernah dibatalkan”

“Janji.. Apa?”

“Kami ingin kedua anak kami menikah. Tao dan Eunra. Sudah lama kami merencanakan itu. Umma bahkan berusaha agar mereka tetap satu sekolah, satu kelas. Mereka hampir bertunangan, Kris. Sampai Eunra kecelakaan.

“Awalnya kami memang kehilangan harapan. Tapi, orangtua Tao bersikeras tetap ingin menjodohkan anak mereka dengan Eunra. Umma tak bisa bilang apa-apa. Tapi lalu kau datang. Kami memang marah karena kau menghamili Eunra, tapi sejak kami melihat tanda kehidupan di mata Eunra, kami senang. Setidaknya Eunra bisa bahagia lagi”

“Kalau umma bahagia melihat Eunra bersamaku, lantas kenapa menyuruhku bercerai darinya?”

“Janji adalah janji yang harus ditepati, Kris”

“Tapi Eunra tak lagi mencintai Tao. Tao hanya sepenggal nama yang muncul dari masa lalunya. Dan aku adalah masa depannya. Apa umma tak melihat itu?”

Umma tak lagi menjawab. Sekarang ia bimbang. Apa umma benar bahagia melihat Kris dengan Eunra?

“Umma memang tak menyetujui hubungan kami dari awal”

“Tidak, Kris. Umma dan appa menyetujui itu. Kami bahagia”

“Lalu kenapa? Kenapa?”

“Kris. Kau satu-satunya anak di keluargamu. Dan Mr. Wu belum ingin kau menikah Kris. Ia ingin kau belajar untuk memimpin perusahaan. Menggantikan appa mu”

“Tapi kenapa harus lewat jalan begini? Umma ingin aku menikah nanti? Baik. Aku bisa menikahi Eunra dan pergi melanjutkan studi ku. Lalu kembali pulang dan menjalankan perusahaan. Tak perlu ada kata cerai”

“Janji tetap lah janji Kris. Kami berhutang janji pada orangtua Tao. Dan orangtuamu, telah menyetujui perjanjian yang aku buat. Tentang pernikahan kalian”

“Umma pikir aku mau melakukannya?”

Deg!

Ini lagi. Lidah umma kelu. Alasan apa lagi yang harus ia keluarkan? Rupanya ini tak segampang yang ia pikir. Kris tak menyerah begitu saja.

“Aku tak mau melakukan itu. Seburuk apapun keadaannya, aku tak mau menceraikan Eunra. Kami berdua saling mencintai, umma. Apa perlu kami buktikan di depan semua orang?”

Umma mengalihkan pandangannya. Ia jelas tau kalau Eunra dan Kris saling mencintai. Lalu, apa alasan umma? Semua kembali lagi di perjanjian itu. Bukan hanya perjanjian, lebih tepat kesepakatan.

“Mrs. Shim, apa Tao sudah sampai?”

“Ah, ya, mereka sedang di jalan menuju kesini”

“Syukurlah kalau begitu. Oh, ya, pernikahan mereka, ehm, kesepakatan itu masih berlaku bukan? Aku tau Eunra sudah menikah. Tapi, bukannya lebih baik kita memikirkan itu lagi? Aku sangat berharap Eunra lah yang jadi pendamping Tao”

Umma masih mengingat kata itu. Dan itu membuatnya gundah sepanjang malam. Umma melihat mata Eunra yang terpancar bahagia saat bersama dulu. Tapi semenjak kecelakaan umma tak lagi melihat pancaran itu. Dan tidak dengan Kris. Saat bersama Kris, umma melihat lagi kebahagiaan itu. Umma tak ingin kebahagiaan itu sirna di mata Eunra. Tapi haruskah ia?

“Aku akan memperjuangkan hubungan kami, umma. Aku tak mau sekalipun putus asa dan memberikan Eunra pada orang lain. Dulu aku yang berusaha membuat Eunra cinta padaku, dan apa sekarang aku dengan mudah melepaskannya? Tidak. Bagaimanapun keadaannya Eunra akan tetap jadi milikku umma. Bagaimanapun itu”

Speechless. Umma berusaha mencari kata yang tepat untuk diucapkan. Ternyata Kris lebih pintar dan lebih siap dari yang ia duga.

“Eunra memang mencintaimu. Tapi itu hanya lewat kata. Sekarang Tao kembali. Dan Eunra bahkan tak menolak Tao menciumnya di depan matamu. Apa itu yang kau sebut ia mencintaimu, Kris?”

Keadaan terputar balik. Sekarang Kris yang terdiam. Ia berusaha mencerna kata demi kata umma Eunra.

Apa benar dugaannya salah? Bahwa Eunra masih mencintainya padahal tidak?

“Berpikirlah dua kali Kris”

Alis Eunra kadang mengernyit heran. Ia memang tak mendengar apa yang sedang umma bicarakan pada Kris. Tapi terlihat jelas mereka berdua sedang berdebat pendapat.

“Ne, appa. Kalau bisa aku bisa jadi appa dari bayi yang sedang dikandung Eunra ini”

“Huh?”

Jantung Eunra berdetak cepat sekali. Entah kenapa tapi ia merasa was-was disetiap kata yang tadi Tao bilang.

Appa dari bayi yang kukandung? Apa umma dan appa berencana membuatku dan Kris cerai?

Detik berikutnya Eunra merasa Tao mencium puncak kepalanya. Dan saat itu juga Eunra melihat Kris berdiri tak jauh dari mereka. Dengan mata bulat melihat Tao yang mencium Eunra. Eunra langsung mendorong jauh tubuh Tao.

“Kris..” ucapnya lirih. Tapi Kris tak menjawab. Pandangannya dingin. Hati Eunra seperti tertusuk saat melihat itu.

Apa yang dikatakan umma itu benar?

“Ah, aku pulang dulu, umma, appa, Tao-yah. Annyeong”

Eunra sedikit berlari menyusul Kris ia berusaha menggapai tangan Kris namun namja itu menyentak tangannya. Eunra terdiam.

Dia salah paham…

Eunra tersadar saat mendengar bunyi pintu mobil ditutup. Ia segera menyusul duduk di bangku sebelah Kris. Eunra memandang intens Kris.

“Kris.. Ada apa?”

Kris masih terdiam. Tangannya menggenggam erat stir mobil. Ia tak mau emosinya memuncak dan ia lampiaskan pada Eunra. Kris berusaha meredam emosinya saat Eunra kembali bertanya dengan sejuta pertanyaan.

“Apa yang umma katakan padamu, Kris?”

“Kris, jawab aku. Kenapa tiba-tiba kau begini? Oppa!”

Kris menyalakan mesin mobil dan mengemudi. Ia cuek dengan semua pertanyaan Eunra. Eunra akhirnya mengunci mulutnya dan memilih duduk tenang di kursi nya. Terkadang ia mencuri pandang ke arah Kris.

Umma pasti sudah berbicara yang tidak-tidak padanya.

~~

~~

“Kris, jeongmal, malhebwa! Apa yang terjadi denganmu? Oppa!”

Mereka sudah berada di rumah. Kris berjalan dulu dengan Eunra yang mengekor di belakangnya. Eunra berkali-kali berusaha menggapai tangan Kris tapi Kris malah melepas paksa tangan Eunra. Membuat yeoja itu terdorong ke belakang.

Hati Eunra seperti tertusuk ribuan panah. Sakit. Baru beberapa menit yang lalu ia dan Kris berciuman. Sekarang, kenapa tiba-tiba Kris bersikap seperti ini padanya?

“Kris!”

Langkah Kris terhenti. Tapi ia sama sekali tak membalikkan badannya menatap Eunra yang sudah kacau balau. Yeoja itu, Eunra, tengah terisak. Tangannya terkepal. Ia beberapa kali mengusap air matanya yang terus mengalir membasahi pipinya.

“Wae, Kris? Wae? Apa kau marah karena kau tau siapa Tao sekarang begitu?”

Hening. Tak ada jawaban dari Kris. Badannya membeku. Ia tau kalau Eunra sedang menangis. Kentara sekali nadanya suaranya bergetar.

“Apa yang umma katakan padamu Kris?”

Kris tetap diam. Eunra tak bisa menopang badannya sendiri. Ia merosot hingga duduk di lantai.

“Saranghae. Kau bahkan tak mempercayai ucapanku, Kris. Aku harus apa agar kau percaya dan berpegangan pada kata ini? Haruskah aku membuktikannya padamu, Kris?”

Walaupun bergetar, Eunra tetap berusaha berdiri. Ia berjalan ke arah Kris yang masih terdiam di tempat. Tangannya membalikkan paksa tubuh Kris dan mendorong namja itu ke tembok. Eunra berjinjit dan meraup bibir Kris. Mencium bibir Kris lembut, tapi penuh perasaan. Eunra mengalungkan tangannya di leher Kris dan terus melumat bibir namja itu. Hingga ia merasa Kris menciumnya balik, Eunra melepas ciumannya.

“Kau mempercayaiku bukan, Kris?”

“Ne. Nado saranghae”

Kris memeluk erat tubuh Eunra dan semakin menghapus jarak antara tubuh mereka. Kris kembali meraup bibir Eunra, kali ini jauh lebih panas. Kris mencium bibir Eunra penuh nafsu. Sangat menuntut dan tergesa. Hingga Eunra kesulitan antara bernafas dan membalas ciuman Kris. Mana yang lebih penting? Oksigen atau bibir Kris yang melumat bibirnya?

Keduanya. Karena Eunra merasa ia sama-sama membutuhkan keduanya.

Kris melepas ciuman itu. Membuat ia dan Eunra sama-sama berusaha menghirup oksigen. Nafas mereka memburu. Hidung Kris bersentuhan dengan hidung Eunra dan ia mencium singkat bibir Eunra.

“Berjanjilah kau tak akan meninggalkanku, Eunra”

“Aku berjanji hanya jika kau juga berjanji tak akan meninggalkanku, Kris”

“Aku berjanji, Eunra Wu”

“Aku juga berjanji padamu, Kris Wu”

~~

~~

Yang Eunra ingat sekarang ia merasa tekstur lembut yang menerpa punggungnya polosnya. Tak ada sehelai benangpun di tubuhnya. Dia terbaring di kasur, nafasnya memburu. Ia masih melihat Kris yang berusaha melepas semua pakaiannya sebelum akhirnya menyusul dirinya ke atas kasur dan menindih tubuhnya.

Bibir Kris menempel di bibir Eunra. Melumat bibir merah itu lembut tapi penuh perasaan. Sedang tangan Kris mengelus seluruh inchi tubuh Eunra yang bisa dijangkaunya. Membuat Eunra mendesah di sela ciuman mereka.

Eunra mengalungkan tangannya di leher Kris dan mendorong belakang kepalanya. Ia masih ingin merasa bibir Kris yang melumat bibirnya.

“Kris…”

Smirk evil itu tercetak di bibir Kris. Ia melepaskan ciumannya dan beralih ke leher Eunra. Menghisap dalam kulit itu. Kedua tangannya menelangkup dada Eunra dan meremasnya. Menekan nipple Eunra dan memilinnya.

“Kris…”

Jari Eunra menarik lembut rambut Kris. Desahan Eunra bagai melodi di telinganya. Membuat tubuhnya seakan ingin melakukan lebih pada yeoja ini.

Kris mengganti tangannya dengan mulutnya. Mengemut nipple Eunra dan menghisapnya kuat.

“Aah.. Kris…”

Tangan Eunra menekan kepala Kris agar tak berhenti mengemut nipplenya. Itu terasa nikmat. Dan Eunra belum mau berhenti merasakan itu.

Kris bermain dengan vaginanya di bawah sana dan memasukkan jari tengahnya ke dalam vagina Eunra. Eunra berteriak pasrah.

“K-KRIS!”

Jari Kris bergerak dengan sangat hebat di bawah sana. Ia semakin menambah jarinya hingga tiga. Kris menggerakkan jarinya sambil ibu jarinya menekan dan menggesek klitoris Eunra.

“K-kris.. Aaahh”

Eunra tak bisa menahan dirinya lagi saat gelombang kenikmatan itu menerpa dirinya. Kepalanya mendongak ke atas dan ia mendesahkan nama Kris nyaring. Nafas Eunra memburu.

“Ini belum usai chagi”

Dengan itu Kris membalikkan posisi mereka. Ia bersandar di headboard ranjang dan Eunra yang duduk di atas perutnya. Hampir menyentuh juniornya.

“Ride me” ucap Kris setengah frustasi. Dia sudah sangat ingin merasakan hangatnya vagina Eunra yang membungkus juniornya.

Oh, membayangkannya saja sudah membuat Kris semakin horny. Tapi tidak dengan Eunra. Ah, mungkin ia ingin bermain-main dulu. Eunra menyeringai nakal. Ia bukannya menurunkan tubuhnya, memasukkan junior Kris ke dalam miliknya tapi malah turun hingga berhadapan dengan junior Kris yang.. besar.

“Eunra, apa yang kau la- Aahh~”

Kris menutup erat matanya. Merasakan kenikmatan berlipat ganda saat tiba-tiba lidah Eunra menjilat juniornya.

“Eunra~ Aahh”

Eunra masih ingin bermain lagi. Ia menghisap ujung junior Kris sambil tangannya menggenggam bagian lain junior Kris dan menggerakkannya naik turun.

“Cukup.. Aahh.. Chagi.. Mmhh”

Seberusaha apapun Eunra memasukkan junior Kris ke mulutnya. Menghisapnya dan memainkannya dengan lidahnya. Kris tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia merasa melayang ke langit ketujuh. Mulut dan lidah Eunra bekerja sangat hebat ke juniornya. Mulut hangat itu..

Agh! Kris tak bisa menahan dirinya lagi. Ia mendorong bahu Eunra hingga akhirnya juniornya terlepas dari mulutnya.

“Jangan menggodaku, nyonya Shim. Kecuali kau mau kuhukum hingga 5 ronde”

“Arra arra. Aiisshh”

Kris menurunkan pinggang Eunra hingga juniornya masuk dengan sempurna di vagina Eunra.

“Euhm”

Kris masih memegang pinggang Eunra dan membantunya bergerak. Tangan Eunra ditaruh di dada Kris sebagai topangan. Desahan mereka bersahutan satu sama lain di kamar ini.

“K-kris… Aaaaaahhhh”

Cairan Kris dengan sempurna masuk ke tubuh Eunra. Hangat. Badan Eunra langung ambruk di atas Kris. Dengan hati-hati Kris memindahkan badan Eunra ke sebelahnya. Kris memeluk erat badan Eunra.

“Chagi?”

Hening. Kris melirik lagi ke arah wajah Eunra yang rupanya sudah tertidur. Kris tersenyum dan menyelimuti tubuh Eunra dan tubuhnya sendiri.

Sekarang aku benar-benar yakin dengan ucapanku, Eunra. Aku mencintaimu. Dan tak akan ada bisa mengubah itu. Seperti kau adalah milikku.

Di hidupku hanya ada kita. Bukan aku atau kamu.

-TBC-

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on August 6, 2013, in NC-17, NC-21, Romance and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 39 Comments.

  1. ChanJong Biased

    Kris fighting !
    thor, ah keren bingit buat ucapannya😀 tapi kurang hot thor tau2 udah di ranjang hahaha
    keep writing thor ~

  2. Ohhhhhhhhhh Kris kamu harus berjuang untuk mempertahankan Eunra

  3. AAAAA!!! Romatis bgt sihh, cmburu deh gw -_-V
    Sempet sebel sih sama eomma nya eunra n ortu nya kris, egois bgt
    Ok next chap di tunggu
    Lebih cepat, lebih baik😉

  4. lanjut thor lanjut. >.< aigooooo tao kau mau merebut eunra dari kris atau sebaliknya *oops

  5. aa keren ;A;
    next dong, cepetan ><

  6. kyuwonhae's wife

    waahhhhhh gimana toh mereka disuruh cerai😦
    Iisshhh menyebalkan😦 , Eunra sma Kriss oppa kan saling mencintai + udah nikah pula .

  7. Aihhhh>< aku baru ngeh setelah baca berulang kaali part 2 nya-_-
    Ini duaduanya bias saya loh thor<////3
    Lanjut ya thor'-' jangan lama lama'-'
    Boleh minta blog pribadinya gak thor'-'?

  8. aduh..
    Kemarin disuruh author milih.. Sama Kris/Tao
    Yahh.. Aku TaoRis Shipper

  9. next chap ditunggu jangan lama2^^

  10. eunra sama kris jangan dipisakan ya thor..
    tapi kok orang tuanya eunra egois banget gitu sih..
    pokoknya jris tunjukakan kejantananmu(?) dgn mmprthankan eunra
    kekeke

  11. Thor, mian baru komen’-‘) baru nemu ff nya._.v aaa seru bgt! Please cepet endingnya-_-v hehe. Kris:( he’s my bias, don’t make him hurts~~

  12. Aaahhh jeongmal joae… Keren keren

  13. wah… moga-moga eunra ga ninggalin si kris…
    khan kasihan kris…

  14. tao ngeselin,kacian kris

  15. Chapter 1 chapter 2 sampe chapter ke 3 masih seru juga ? Heran ini author dapet cerita darimana ? Kenapa seru ? Imajinasi yang keren . Makasih ya thor udah bikin cerita seru buat readers ^^

  16. Huhuhuhu
    Kris-a fighting!!
    Eumma appa eunra please ngalah donk ma anak msa tega sih liat ank g bahagia gara2 perjanjian..g msk akl bgt deh..

  17. reginamegavinliya

    keren keren,,tao agresif banget gak berperasaan,huaa. . .ffnya daebak thor,, next jangan lama lama ne

  18. Oiiiii.. kris, betapa gentlenya kau, saya suka saya suka ^^
    Author fighting🙂

  19. yaah padahal aku berharap eunra sama tao, kalo inget dulu eunra sama tao tuh jadi ga tega thor mereka dipisahin, hehe itu menurutku..
    Ceritanya bagus banget thor serius deh aku suka ^^ keep writing author😄

  20. Thor fikirin juga nasib tao thor, kasian dia T.T udah waktu dulunya dilupain sekarang eunra nya malah udah nikah pasti sakit banget u,u masa kecilnya terlalu romantis jadi pas gede ga rela eunra tao dipisahin, hehe ini menurutku ya thor
    *justopini^^

  21. Thor, jangan pisahin Kris ama Eunra yaa (

  22. author JS ayo dong thor lanjutin u,u ditungguin lho ini ceritanya seru, keren bangeeet sumveh thor T.T
    Lanjuuuut ne?😄

  23. ak smkin sukan malh ga ngebisenin thor.
    DAEBAAAAK !!!!!!!! ^O^

  24. Kris jangan sampek nyerahin eunra ƍįıƭÛ ja
    Tao gangguin ja sih
    Omma eunra juga

  25. Ad konflik yg lebih seru ternyata eunra amnesia lgi truz yg di inget tao bkan kris…..kyaaaaa ngareepppppp

  26. wah keren kris tegas. . .
    perjuangkan cinta kalian eunra-kris. . .

  27. krissss semangaaatt! kamu pasti bisaaa;****

  28. huahahaahha keren thor keren

  29. masalalu gak usah di galaukan.. maju kris. . hwaiting! ^^9

  30. Auwwwwhhh kris so damn hot hiks
    Konfliknya kurang gereget :’3
    Lanjutbaca

  31. KRIS I love u fulll<3. Kamu gentle sekalihhhhh<3 .

  32. Ohoooo,,knp tao mesti nongol sihhh,,huhhh

  33. Kris bkal nyerah gaa yaaa buat mempertahanoin eunra ??? Atau dia bkal ngelepas eunra supaya sama tao ,, wduhhh kriss inget eunra lg hamil 4bln , jgan ksar2 maennya ,

  34. terlalu jahat bgt sampe ortu mereka mo misahin,

  35. tao datang pada waktu yang tidak tepat😐
    huahh ayo kris jangan kalah sama tao, walaupun ortumu gak ngerestuin hubungan mu sama eunra. Semangattt ;D

  36. Ogg..dan ini Membuktikan

    ga hbs pikir
    udah tau anakx hamil tp malah mau misahIn
    meskipun dimasa lampau Membuat perjanjian

  37. aaaa~~ makin suka:D tao emg nyebelin karakternya disini, tp menurutku pas bgt! Jjang jjang jjang!!

  38. So sweet bingit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: