Love is.. Just You and Me

Love is.. Just you and me

Author: Kim Reika

Genre: Romance, Sad maybe(gagal-_-), Yadong NC-21 Oneshoot

Cast:
-Choi Minho
-Han Yoobi (OC)

Support Cast&Cameo:
-Choi Siwon
-Kim Jonghyun
-Another Cast

Ps: disini Siwon sebagai kakaknya Minho^^ just for fun. No bash : )

Note: annyeong^^ *nebarmenyanbarengMinho* akhirnya ff ini jadi :’ *terharu* dengan ide yang datang gak dijemput pergi gak bilang-bilang *apadeh-_-* buat yang biasnya Minho sorry banget karakter abang Minho kubuat seperti ini ._.V typo bertebaran, alur pasaran. Coment ditunggu.

Gak diprotect loh~~
Berbahagialah kalian para readers kkk~

Mohon maaf lahir batin yak bagi yang merayakan^^

No bash^^
Do not copas.
Don’t be silent readers.
Gamsa~



*******

Seorang yeoja cantik beperawakan lumayan tinggi semampai, rambut hitam yang berkilau dan juga bergelombang, mata belo yang selalu bersinar, hidung yang tidak terlalu mancung, bibir pink natural, lekuk tubuhnya yang indah dibalut dengan dress baby blue yang membuatnya semakin manis saja. Yeoja bermarga Han ini sedang berjalan sambil bersenandung ria, Han Yoobi nama lengkapnya. Senyum tiada hentinya menghiasi bibirnya. Hingga langkah kakinya berhenti disebuah rumah sederhana namun tetap terlihat elegant dengan kesan minimalis. Tangan lentiknya membuka pagar rumah yang memang tidak terkunci dan berjalan kearah pintu rumah. Gadis itu terlihat menghela nafas pelan dan mengetuk pintu rumah itu.

Tok.. Tok.. Tok..

Lumayan lama Yoobi mengetuk pintu dan belum terdengar tanda-tanda orang membukakan pintu, sampai..

Cklek

“Oh, Yoobi. Ayo masuk”

Yoobi melangkahkan kakinya masuk.

“Mencari Minho eoh? Dia ada dikamar” Siwon menutup lagi pintu rumahnya.

“Ne, oppa. Gamsa~” Yoobi menunduk dan langkah kakinya segera menapak kearah tangga dan menaikinya, menuju kamar Minho.
***

Yoobi sampai didepan pintu kamar Minho. Senyum tidak pernah hilang dari wajah cantiknya. Tangan Yoobi perlahan membuka knop pintu yang memang tidak terkunci. Mata Yoobi menelusuri seluruh pelosok kamar, hingga pandangannya melihat sosok namjachingunya yang sedang duduk dibalkon luar dan memandangi pemandangan indah didepannya yang ‘seharusnya’ dapat dia lihat secara jelas dengan mata bulat besarnya yang lucu. Yoobi tersenyum, ia melangkahkan kakinya kearah namja itu dan memeluk lehernya dari belakang.

“Chagi” tangan namja itu mengusap sayang tangan Yoobi yang memeluknya dengan erat. Mencari-cari tangan Yoobi dan mengecupnya.

“Sudah makan dan meminum obatmu hm?” Tanya Yoobi lembut dan beranjak dari belakang tubuh Minho dan berjongkok dihadapannya.

Tangan besar Minho dengan lihai mencari-cari wajah cantik Yoobi. Tangan Yoobi meraih tangan Minho dan menuntunnya kearah wajahnya.

“Kau sudah makan hm? Aku tidak ingin kau sakit chagi. Sepertinya tubuhmu semakin kurus saja” Minho terkekeh pelan dan mengelus kedua pipi tirus milik Yoobi dengan lembut.

“Aish. Sudah. Kau yang perlu asupan gizi. Badanmu juga makin kurus” Yoobi tersenyum. Walaupun Minho tidak bisa melihat secara langsung senyum itu, namun Minho bisa merasakannya. Minho juga ikut tersenyum.

“Apa kau tidak malu mencintai namja buta sepertiku?” Ya. Minho memang buta. Minho buta karena Yoobi. Minho buta karena menyelamatkan Yoobi, akan tetapi Yoobi tidak mengetahui hal itu. Yang Yoobi tahu, Minho kecelakaan dalam perjalanan untuk menjemputnya disekolah. Dan pada hari yang sama pula Yoobi juga mengalami kecelakaan, meskipun tidak terlalu parah. Meskipun Yoobi tidak tahu-menahu tentang hal itu. Buta tidak menjadi penghalang bagi Yoobi untuk mencintai Minho apa adanya.

-Flashback-

Yoobi masih setia menunggu namjachingunya menjemputnya disekolah. Saat ini, Minho sudah kuliah disalah satu universitas ternama di Seoul. Sungguh. Yoobi benci menunggu. Sekolah sudah lumayan sepi. Bisa saja kan Yoobi meninggalkan sekolahnya saat ini dan pulang sendirian? Ketika Minho sampai disekolah melihat Yoobi sudah tidak ada disekolah, Minho akan kerumah Yoobi untuk memastikan bahwa Yoobi sampai dirumah dengan selamat dan akan meminta maaf kepada Yoobi karena telat menjemputnya. Selalu saja begitu.

“Lagi-lagi telat. Ppfft” Yoobi bergumam pelan sambil melirik jam tangannya. Yoobi memanyunkan bibirnya.

Yoobi memandang langit yang mulai gelap. Mendung, dan dipastikan sebentar lagi akan hujan.

JDAR!

Baru saja. Baru saja Yoobi membatin. Hari sudah gerimis. Yoobi memutuskan untuk berlari menuju arah pulang. Yoobi hanya ingin cepat-cepat sampai dirumah karena Yoobi membenci hujan. Entahlah.. Saat dia masih bayi ketika keluar dari perut ibunya disaat hari hujan. Petir tiba-tiba menggelegar dan membuat Yoobi kecil menangis histeris.

Hujan semakin lebat. Langkah kaki Yoobi juga semakin cepat, hingga Yoobi tidak menyadari dia sedang berlari ditengah jalanan raya. Memang, jalanan sunyi. Namun, ada sebuah mobil melewati jalan itu.

TIIINN

BRAK

Yoobi sempat merasakan ada seseorang mendorong tubuhnya kepinggir jalan membuat kepalanya membentur trotoar jalan. Pandangan Yoobi mengabur, dia melihat ada orang lain yang menggantikan posisinya sehingga orang itu yang tertabrak mobil. Tidak jelas itu seorang namja atau yeoja, namun yang jelas sekarang pandangan Yoobi gelap.

-Flashback end-
***

“Kumohon. Jangan bahas itu lagi. Bukankah kau sudah tahu kalau aku hanya mencintaimu? Aku tidak peduli kau buta, bisu, tuli, ataupun cacat sekalipun. Aku tetap mencintaimu. Kau melengkapiku, dan aku melengkapimu. Kita saling melengkapi satu sama lain” Yoobi mengusap rahang Minho lembut.

“Tapi.. Aku merasa tidak berguna untukmu, dan untuk kita Yoo-ah. Aku tidak bisa melindungimu. Yang kubisa hanya duduk disini, merenung. Aku..-”

“Sshht.. Kau selalu berada disisiku itu sudah sangat membahagiakanku Choi Minho. Kumohon jangan jadikan ini permasalahan. Aku mencintaimu”

Hening.

Cukup lama mereka terdiam. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Sampai pada akhirnya, salah satu diantara mereka membuka suara.

“Gomawo” ucap Minho pelan. Yoobi tersenyum dan memeluk Minho. Yoobi menenggelamkan kepalanya didada bidang Minho, tangan Minho mengusap rambut Yoobi dengan sayang. Dihirupnya aroma rambut Yoobi yang selalu menjadi favoritnya ketika memeluk tubuh Yoobi.

Diluar. Siwon yang melihat itu tersenyum miris. Siwon menutup pelan pintu kamar adiknya dengan pelan.

‘Cinta memang tidak bisa dipaksakan, dan memang tidak harus saling memiliki’

Siwon memang menyimpan hati ke calon adik iparnya itu. Siwon berjalan melangkahkan kakinya berlalu dari depan kamar Minho menuju keluar rumah. Siwon ingin refreshing. Siapa tau saja ada yeoja yang menarik perhatiannya bukan? Haha.
***

Yoobi mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah tampan namjanya. Ditelusurinya wajah tampan namjanya yang menurutnya sempurna. Matanya indah.. Namun, hanya ada kegelapan disana. Yoobi tersenyum miris. Dia takut, dia takut kalau namjanya akan meninggalkannya nanti. Yoobi mengecup pipi Minho lembut, kemudian kebibirnya. Yoobi melumat bibir Minho dengan lembut. Merasa bibirnya dilumat oleh Yoobi, Minho membalas lumatan Yoobi juga tak kalah lembut. Tangan Minho memeluk pinggang Yoobi dan menariknya hingga duduk dipangkuan Minho. Minho semakin memperdalam ciumannya. Tangan Yoobi melingkar manis dileher Minho. Mata keduanya terpejam. Minho menarik lidah Yoobi kedalam mulutnya. Merasa pasokan udara mulai habis, Yoobi menarik kerah baju Minho pelan. Tautan bibir keduanya terlepas, menciptakan benang saliva akibat ciuman mereka tadi. Kening mereka menyatu. Yoobi tersenyum. Minho melumat kembali bibir Yoobi yang memabukkan, Minho tak pernah bosan mengecup bibir
manis itu. Minho semakin menekan pinggang Yoobin membuat dada keduanya menempel. Yoobi melingkarkan kedua kakinya dipinggang Minho, mencari posisi enak untuk duduk dipangkuannya. Tangan Yoobi tak pernah lepas memeluk leher Minho dan terkadang meremas rambut Minho pelan, merasakan getaran-getaran hangat menjalar diseluruh tubuhnya akibat perlakuan Minho. Bagian bawah mereka bergesekan. Yoobi merasakan bagian bawah milik Minho sedikit mengeras. Nafas keduanya memburu, masih dengan bibir dan lidah yang bertautan. Menikmati gesekan-gesekan lembut dibagian bawah menjadi sensasi tersendiri bagi keduanya.

Mereka berdua melepaskan ciuman panas yang panjang tadi. Saling berebut oksigen. Menghirup oksigen dengan rakus. Keduanya terkekeh pelan. Yoobi bangkit dari pangkuan Minho. Yoobi kembali menyandarkan kepalanya didada Minho, mendengarkan detak jantung Minho yang sangat merdu ditelinganya. Detak jantung mereka seakan saling bersahutan.

“Oppa”

“Hm?” Minho mengelus sayang rambut panjang Yoobi.

“Ani.. Oppa tampan hehe”

“Aku tahu itu, dan kau sangat cantik” Minho tersenyum miring dan mengecup rambut Yoobi.

“Oppa hari sudah hampir gelap. Aku pulang ya? Oppa jangan lupa istirahat dan minum obatnya”

Minho hanya tersenyum dan mengangguk pelan. Yoobi menautkan jarinya kejari Minho dan menuntunnya masuk. Yoobi mendudukkan Minho diatas kasur.

“Aku pulang” Yoobi mengecup bibir Minho sekilas. Sebenarnya Yoobi berat hati harus pulang kerumah dan artinya dia meninggalkan Minho. Ya, meskipun Minho tidak sendirian dirumah. Tetap saja Yoobi tidak mau meninggalkan namjanya.
~

Yoobi berjalan pelan setelah keluar dari kamar Minho. Yoobi melihat sekeliling, tidak ada tanda-tanda Siwon disini. Sampai tiba-tiba..

“Mau pulang?” Yoobi terkejut mendengarkan suara itu dibelakangnya. Sontak Yoobi berbalik.

“Oppa! Kau mau membuat penyakit jantung bersarang ditubuhku eoh?”

Siwon hanya terkekeh melihat ekspresi Yoobi saat ini.

“Ah ne. Mianhae kkk~”

Yoobi masih mengelus-ngelus dadanya karena tidak sengaja dikejutkan oleh Siwon tadi.

“Mau kuantar?”

“Eh? Ani. Aku pulang sendiri saja. Jagain Minho oppa ya. Aku pamit” Yoobi tersenyum dan melangkahkan kakinya pulang dari rumah Minho.
***

“Hey!”

“Aaaa oppa” refleks Yoobi memeluk tubuh kekar namja yang ada dihadapannya.

“Bogoshipoyo oppa jelek~”

“Ya! Ya! Aku tampan”

“Haha. Arraseo, arraseo oppaku ini memang tampan” Yoobi terkekeh. Kim Jonghyun. Yoobi memang janjian bertemu dengan sepupunya ini disini. Jonghyun baru saja pulang dari studynya di Jepang.

“Oppa punya sesuatu untukmu”

“Jeongmal? Mana?” Yoobi menengadahkan tangannya didepan Jonghyun dengan mata yang berbinar-binar.

Jonghyun yang memang setadian memegang sesuatu dibelakang punggungnya mengeluarkan itu.

“TA DA”

“Aaaaaa. Boneka donald. Gomawo oppa” Yoobi memang menyukai boneka donald duck. Yoobi kembali memeluk Jonghyun. Jonghyun hanya terkekeh dan mengelus rambut Yoobi dengan sayang.

Tanpa mereka sadari. Sedari tadi sudah ada yang melihat adegan Yoobi dan Jonghyun dari kejauhan. Dia melihat itu semua dari awal hingga akhir. Orang itu mengepalkan tangannya. Merasa seseorang telah tersakiti akan hal ini. Ani. Bukan seorang, tapi juga dirinya.

***

Siwon memasuki rumah dengan tergesa-gesa. Dibukanya kamar Minho, membuat Minho terkejut. Minho bisa merasakan bahwa Hyungnya saat ini sedang dalam aura gelap.

“Saeng”

“Ne, Hyung?”

“Kau harus putuskan Yoobi”

Minho yang tidak mengerti dengan omongan Siwon menyerngitkan kening, bingung.

“Apa maksudmu hyung?”

“Dia hanya mengincar harta kita, saeng. Tadi aku melihatnya dengan namja lain berpelukan. Ditempat umum! Tidak sepantasnya bukan yeoja yang sudah memiliki pasangan malah memeluk namja lain?” Siwon berdesis tajam. Masih dengan emosi mendominasi.

Hening.

Minho terdiam.

“Saeng”

“Aku ingin sendiri, hyung”

Siwon menepuk pelan pundak Minho dan meninggalkannya keluar. Siwon mengerti, adiknya butuh waktu sendiri untuk saat ini.

Sepeninggal Siwon dari kamarnya Minho masih diam. Minho tiba-tiba tersenyum pahit.

“Apa benar, Yoo-ah?” Gumam Minho.

“Haha, memang sudah sepantasnya kau dengan namja lain. Dibandingkan dengan namja buta tidak berguna sepertiku aku tidak ada apa-apanya” sudut mata Minho berair, menahan tangis.

Apakah Yoobi akan meninggalkannya? Minho belum siap, bahkan sangat tidak ikhlas dengan kenyataan itu.
***

Choi Siwon dan Choi Minho. Mereka kakak-beradik yang hanya hidup dengan appanya, umma mereka sudah meninggal sejak umur Siwon berumur 15 tahun, dan Minho berumur 10 tahun. Ny. Choi meninggal dalam perjalanan ke Paris untuk urusan kerja. Ny. Choi adalah seorang Chef yang sudah memiliki cabang restoran dimana-mana. Appa mereka saat ini sibuk mengurus bisnis kesana kemari, dan restoran Ny. Choi ditangani oleh hyung Mr. Choi. Memang, kehidupan keluarga Choi di Seoul terbilang sederhana. Namun, siapa menyangka bahwa keluarga Choi juga termasuk keluarga terkaya di Seoul?

Minho sering dipaksa oleh appanya berobat keluar negeri untuk cangkok mata. Minho selalu menolak, dengan alasan tidak ingin meninggalkan Yoobi. Cukup kehadiran Yoobi disisinya itu sudah menjadi kebahagiaan untuknya.

Mr. Choi tahu. Minho buta karena Yoobi, karena menyelamatkan Yoobi. Mr. Choi tahu bahwa putra bungsunya begitu mencintai Yoobi. Mr. Choi tidak marah, karena Mr. Choi juga tahu Yoobi mencintai Minho apa adanya. Mr. Choi juga berpikir kalau Ny. Choi berada diposisi Yoobi saat itu, pasti Mr. Choi akan menyelamatkan Ny. Choi meskipun itu harus mengorbankan masa depannya sekalipun.

Awalnya. Siwon mengira Yoobi berpacaran dengan Minho hanya ingin memanfaatkan hartanya saja. Namun, Siwon sadar. Seiring berjalannya waktu, Yoobi memang mencintai Minho dengan tulus. Terlihat dari pandangan Yoobi yang berbeda ke Minho dan juga namja lain. Bahkan Siwon sempat terpesona dengan Yoobi.

Sempat terbesit diotaknya untuk membuat hubungan Minho dan Yoobi hancur. Namun, Siwon mengurungkan niatnya melihat bahwa Minho dan Yoobi saling mencintai. Siwon berusaha mengikhlaskan Yoobi bersama adiknya dan mencoba melupakan Yoobi. Tentu saja ketika ia melihat Yoobi berpelukan dengan namja lain, marah? Tentu. Itu artinya sama saja ia menghancurkan hati adiknya, Choi Minho.
***

-Flashback-

Minho terbangun dari tidurnya. Gelap. Ya hanya gelap. Tidak ada cahaya satupun menyapa indera penglihatannya.

‘Ada apa ini?’

Dapat dirasakannya. Tangan seseorang menggenggam tangannya dengan erat. Minho meraba-raba kearah pemilik tangan yang menggenggamnya. Dielusnya rambut panjang itu dengan sayang. Itu Yoobi. Yeojanya. Oh. Bagaimana keadaan Yoobi sekarang? Kenapa dia berada disini?

Minho menggerak-gerakkan jarinya.

“Oppa. Sudah bangun?”

‘Ya. Ini Yoobi. Tidak salah lagi’

“Kau tidak apa-apa? Bagaimana keadaanmu? Ada yang terluka? Yang mana yang sakit?” Minho panik. Minho meraba-raba wajah Yoobi dan merasakan ada perban dikening Yoobi. Yoobi memegang tangan Minho yang ada dipipinya. Yoobi tersenyum miris. Seharusnya dia yang terbaring dikasur rumah sakit saat ini, bukan Minho.

“Aku tidak apa-apa oppa”

“Yoobi. A-aku tidak bisa…-”

“Maafkan aku oppa! Ini semua salahku.” Yoobi segera memeluk tubuh Minho, dan menangis meraung didada bidang Minho.

“Kenapa kau begitu bodoh oppa?! Seharusnya aku yang berada disini. Seharusnya aku yang ditabrak. Seharusnya aku yang…. Tidak. Bisa. Melihat.”

Minho tertegun. Dia baru tersadar.

Minho kehilangan masa depannya.

Minho buta.

Minho buta karena Yoobi.

Tapi,

Minho tersenyum.

“Semua orang yang melihat yeoja yang dicintainya dalam bahaya, pasti akan melakukan hal yang sama. Sshht. Uljima.” Minho membalas pelukan Yoobi. Minho tegar. Minho tegar untuk Yoobi.

Sekian lama. Pelukan keduanya terlepas.

Hening.

Keduanya saling terdiam.

“Apa… Kau akan meninggalkanku?” Lirih Minho. Pelan, sangat pelan.

Yoobi terperangah. Mana mungkin dia meninggalkan Minho, sedangkan Yoobi begitu mencintai namja ini. Bukankah cinta ada disaat suka dan duka? Yoobi bukan orang bodoh yang akan meninggalkan namja yang mencintainya, bahkan rela mengorbankan masa depannya.

“Kenapa bertanya seperti itu?, kau pasti akan tahu jawabannya oppa!”

“Aku… Buta… Aku tidak bisa melindungimu. Aku tidak berguna. Aku-” omongan Minho terputus ketika Yoobi mengunci bibir tebal Minho dengan bibirnya.

“Itu tidak akan terjadi oppa. Percayalah. Aku mencintaimu. Suka dan duka akan kita jalani bersama. Tetap sebagai sepasang kekasih. Tanpa mengucapkan kata perpisahan”

-Flashback end-
***

Cklek

Yoobi masuk kedalam kamar Minho. Seperti biasa dengan wajah ceria yang tak pernah pudar dari wajah cantiknya.

“Oppa”

“Pergilah” ucap Minho dingin. Membuat Yoobi terkejut dengan sikap Minho.

“Ada apa oppa?” Tanya Yoobi kebingungan.

“Pergi” gumam Minho masih dengan dingin.

“Op-”

“PERGI, HAN YOOBI!” Bentak Minho. Yoobi terperangah dengan bentakan Minho. Airmata berlomba-lomba ingin keluar dari pelupuk matanya namun ditahan mati-matian oleh Yoobi. Yoobi mencoba tenang menghadapi sikap Minho.

“Ada apa denganmu Choi Minho? Jelaskan! Apa salahku sehingga kau tiba-tiba marah padaku?!” Yoobi juga kesal dibuatnya.

“Sudahlah. Aku memang buta. Dan memang tidak pantas untukmu! Lebih baik kita akhiri saja semua ini”

Deg.

Bukan. Bukan ini yang ingin didengar Yoobi. Yoobi sudah tidak dapat menahan airmatanya. Mereka sudah lama menjalin hubungan sejak 3tahun yang lalu. Sebelum Minho buta, hingga sekarang. Dan tiba-tiba saja hubungan mereka berakhir ditengah jalan tanpa alasan yang jelas? Sungguh tragis.

“Minho. Kumohon. Ada apa? Katakan apa salahku. Hiks. Aku tidak siap mengakhiri ini, oppa”

“Cih. Tidak siap putus hubungan dengan hartaku atau denganku?” Sindir Minho tersenyum miring.

Yoobi membelalakan matanya kaget.
Apa maksudnya …….

PLAK

“Apa maksudmu, babo? AKU MENCINTAIMU APA ADANYA, CHOI MINHO! BUKAN KARENA ADA APANYA!!!” Yoobi yang kelewat kesal berteriak. Yoobi tidak habis pikir dengan jalan pikiran Minho yang menuduhnya seperti itu. Yoobi mencintai Minho. Sangat mencintainya. Bagaikan beribu garpu menusuk ulu hatinya. Hatinya sakit mendengar namjanya mengatainya.

“Oh..-”

Hening.

Yoobi masih menangis sesunggukan.

“-lalu. Siapa namja yang kau peluk di mall waktu itu?” Tanya Minho. Masih dingin.

“Dia kakak sepupuku, namanya Kim Jonghyun. Dia baru saja pulang dari Jepang dan kami janjian bertemu. Aku memeluknya? Dia membawakanku oleh-oleh boneka donald duck. Karena aku kelewat senang, aku memeluknya.” Jelas Yoobi pelan.

“Ck. Hanya karena boneka kau memeluknya? Aku juga bisa memberikanmu boneka. Apa hadiah-hadiah yang selama ini aku berikan itu kurang? Atau kau-”

PLAK

“Jaga omonganmu, Choi Minho!”

“Lalu aku harus bagaimana hah?!”

“DEMI TUHAN AKU TIDAK PERNAH BERNIAT MEMANFAATKANMU! AKU MENCINTAIMU, BABO” Yoobi merutuki dirinya sendiri karena sudah menampar Minho 2kali. Demi apapun. Selama mereka berpacaran ini adalah pertengkaran mereka yang sangat hebat.

“Aku tidak percaya kau benar-benar mencintaiku, Yoo-ah. Ini yang terbaik untuk kita. Lebih baik kita sudahi saja ini. Kau pantas mendapatkan namja yang berguna untuk masa depanmu, bukan namja buta sepertiku” lirih Minho pelan. Ia sudah terlalu lelah. Yoobi tak henti-hentinya menangis. Yoobi segera menghambur kedalam pelukan Minho. Menumpahkan seluruh isi hatinya didada bidang Minho yang menurutnya nyaman.

“Hiks. Aku mencintaimu. Minho. Hiks. Jangan berpikiran seperti itu. Kumohon. Hiks”

Minho hanya terdiam. Ingin rasanya Minho membalas pelukan yeojanya. Hatinya juga sakit merasakan yeojanya menangis seperti ini. Meskipun Minho tak dapat melihat betapa berantakannya Yoobi saat ini.

“Demi tuhan. Hiks. Minho. Aku mencintaimu. Sungguh.” Isakan tangis Yoobi semakin menjadi dan terdengar pilu. Minho akhirnya membalas pelukan Yoobi.

“Sshhtt. Uljima” tangan besar Minho mengelus lembut rambut Yoobi.

“Mianhae. Chagi” bisik Minho pelan.

“Kumohon. Jangan berkata seperti itu lagi. Hiks” dapat dirasakan Yoobi, Minho mengecup rambut Yoobi dengan sayang dan mengangguk pelan.

Yoobi mendongakkan kepalanya untuk menatap Minho. Mencari-cari bibir Minho dan menempelkan bibirnya disana. Cukup lama. Hingga Minho mulai melumat lembut bibir Yoobi. Lumatan hangat seakan menggambarkan perasaan mereka. Yoobi membalas perlakuan Minho. Mereka saling menghisap bibir atas dan bawah bergantian. Minho menarik tubuh Yoobi dan mendudukannya dipangkuannya. Masih dengan berciuman hangat, hingga lama-kelamaan ciuman mereka semakin menuntut. Tangan Minho yang setadian memeluk pinggang Yoobi diraihnya. Yoobi meraih sebelah tangan Minho dan mengarahkan tangan Minho kepayudaranya yang masih tertutup kemeja santainya. Minho membelalakan matanya merasakan tangannya menyentuh benda kenyal. Minho melepaskan tautan bibir mereka.

“Akan kubuktikan bahwa aku hanya mencintaimu, Choi Minho. Jadikanlah aku milikmu seutuhnya” bisik Yoobi ditelinga Minho.

Minho meraba-raba pipi Yoobi dan mengelusnya pelan.

“Kau yakin? Aku tetap mempercayaimu, sayang. Aku yakin kau belum siap” bisik Minho didepan bibir Yoobi.

“Aku siap, oppa. Lakukanlah”

Perlahan bibir Minho mengecup kembali bibir Yoobi. Setadian sebelah tangannya memang masih berada dipayudara Yoobi. Perlahan telapak tangan Minho meremas payudara Yoobi pelan. Yoobi membusungkan dadanya hingga dada mereka saling menempel. Dengan perlahan jari-jari lentik Yoobi melepas satu persatu kancing kemeja milik Minho. Setelah terlepas, Yoobi membuang sembarang baju Minho dan mengelus perut Minho yang terbentuk. Minho dulu seorang atlet disekolah. Bahkan dia butapun, dia tetap rajin olahraga. Meskipun dengan bimbingan Siwon. Sejenak Yoobi menghentikan aktifitas mereka dan beranjak dari atas tubuh Minho, membuat Minho kebingungan. Yoobi melepaskan seluruh pakaiannya hingga naked. Yoobi kembali duduk dipangkuan Minho. Melingkarkan kedua kakinya dipinggang Minho. Minho terbelak merasakan kulit lembut bergesekan dengan tubuh bagian atasnya. Jari-jari panjang Minho menyusuri tubuh polos yang sekarang ada dalam pangkuannya.

“Kau.. Naked?”

Dapat dirasakan Minho, Yoobin mengangguk dilehernya. Bibir Yoobin mengecup leher Minho dan naik kebibir tebalnya. Kedua tangan Yoobi mengarahkan tangan Minho kearah payudaranya lagi. Dengan perlahan tangan Minho meremas payudara Yoobi bergantian. Sedangkan sebelah tangannya menahan tubuh Yoobi agar tidak jatuh. Minho menarik lidah Yoobi, mengajak berperang dengan lidahnya.

Yoobi mengakhiri ciuman panjang mereka. Lagi-lagi Yoobi beranjak dari pangkuan Minho dan melepaskan celana santai yang dikenakan Minho. Mata Yoobi terbelalak mendapati junior Minho yang sudah tegak dan ukurannya yang uhuk. Besar. Wajah Yoobi seketika memerah, walaupun Minho tidak bisa melihatnya namun Minho cukup yakin wajah kekasihnya dibawah sana memerah.

“Hanya dipandangi eoh?” Minho terkekeh.

Perlahan Yoobi mulai mendekatkan wajahnya, dan menjilat ujung junior Minho.

“Mmhhh”

Yoobi tersenyum. Yoobi menggerakkan junior Minho dengan lihai. Perlahan bibirnya mengulum junior Minho dan menghisapnya. Yoobi mengeluar-masukan junior Minho didalam mulutnya meskipun tidak sepenuhnya masuk.

“Nngg. Chagihh.. Aahhh”

Minho memuntahkan cairannya didalam mulut Yoobi. Tidak sepenuhnya diteguk oleh Yoobi karena cairan itu dilumuri Yoobi disekitar junior Minho. Yoobi bangkit dan kembali duduk dipangkuan Minho.

“Minho. Ini yang pertama untukku” bisik Yoobi pelan.

“Ini juga yang pertama untukku. Gomawo sudah mau memberikannya padaku. Saranghae”

“Belum kuberikan seutuhnya oppa. Nado” Yoobi mencium sekilas bibir Minho dan mencoba memasukkan junior Minho kedalam vaginanya. Perlahan Yoobi memasukkannya, sedangkan Minho memegang erat pinggang Yoobi. Yoobi menggigit bibir bawahnya. Sakit luar biasa dibagian bawahnya tak kuasa membuat Yoobi menitikkan airmatanya. Minho mencari-cari bibir Yoobi dan membawanya dalam french kiss. Yoobi membalas ciuman Minho dengan kasar. Mengalihkan rasa sakit yang mendera bagian bawahnya. Yoobi masih menyesuaikan keberadaan junior milik Minho didalam vaginanya. Perlahan tapi pasti Yoobi menggerakkan pinggulnya.

“Aahh.. Ooh Minho..”

“K-kau.. Sempith.. Chagihh.. Oohh”

Yoobi terus menggerakkan pinggangnya, dibantu oleh kedua tangan Minho yang juga menaik turunkan pinggang Yoobi.

“Oohh.. Aahhh.. Oppah” Yoobi merasakan junior Minho menubruk titik rangsangannya. Yoobi terus bergerak mengenai titik itu.

“Ngghh.. Chagihh” sebelah tangan Minho meraba-raba tubuh bagian depan Yoobi. Hingga yang dicarinya ditemukan oleh tangan Minho. Tangan Minho mengarahkan nipple Yoobi memasuki mulutnya. Minho mengulum nipple Yoobi lembut dan memutarkan lidahnya didalam.

“Minho.. Aaahh.. Aahh”

Minho terus mengulum payudara Yoobi bergantian. Sebelah tangannya terus mendorong pinggang Yoobi. Berkali-kali Yoobi menumbukkan junior Minho di g-spotnya. Membuat Yoobi serasa melayang kelangit ketujuh. Tangan Yoobi menekan kepala Minho agar terus mengemut nipplenya. Yoobi sangat menikmati sentuhan bibir Minho dikedua payudaranya.

“Oppahh.. Oohh.. Aaahh.. Aku-”

“Bersama chagih..”

Yoobi terus menggerakkan pinggulnya. Semakin cepat.

“Aaahhh~~” mereka berdua akhirnya orgasme. Minho melepaskan tautan bibirnya di payudara Yoobi.

“Gomawo. Saranghae” bisik Minho pelan.

Bagian bawah mereka masih menyatu. Yoobi masih menetralkan nafasnya dibahu Minho.

“Aku lelah, oppa”

“Kajja. Kita pindah kekasur”

Dengan perlahan Yoobi mencabut kontak mereka berdua. Yoobi menuntun Minho kearah kasur. Yoobi menggigit bibir bawahnya menahan sakit diarea bawahnya. Dilihatnya dipaha bagian dalamnya masih ada sisa darah keperawanannya. Yoobi tersenyum. Senang bahwa dia adalah milik Minho. Senang bahwa dia memiliki Minho.

Yoobi merebahkan tubuh Minho kekasur dan Yoobi juga menidurkan dirinya disamping Minho.

“Sakitkah, chagi?” Tanya Minho dengan raut wajah khawatir. Minho tahu, setadian Yoobi menahan sakit, karena ini memang yang pertama untuk mereka.

“Ani. Tidurlah” tangan nakal Minho meraba-raba tubuh bagian bawah Yoobi, hingga sampai diarea vaginanya. Minho mengelus vagina Yoobi pelan.

“Nngghh. Berhenti, oppa. Nantihh.. Kita lanjutkan.. Aahh” Minho hanya terkekeh, dan melepaskan tangannya.

“Gomawo, chagi” bibir Minho mencari-cari bibir Yoobi dan menciumnya sekilas.
***

6 tahun kemudian~

Yoobi membuka matanya ketika merasakan cahaya matahari masuk melalu celah jendela kamarnya. Yoobi melirik namja disampingnya yang memeluk tubuhnya. Hangat. Yoobi terlalu malas beranjak dari kasur. Yoobi masih ingin menikmati hangatnya tubuh suaminya ini.

“Tergila-gila dengan ketampananku eoh?”

Yoobi memukul pelan dada bidang suaminya. Suaminya terkekeh pelan. Tangan besar namja itu menghentikan tangan mungil Yoobi yang masih memukuli dadanya.

“Ya! Ya! Kau memukuli dadaku yang malang. Nanti kau tidak akan bisa meninggalkan jejakmu lagi disini jika dadaku tidak bidang lagi(?)”

Blush.

“Ya! Ya! Mau kemana nyonya Choi?” Namja itu menarik pinggang Yoobi hingga Yoobi jatuh kedalam pelukan namja itu.

“Mau buat sarapan” Yoobi mati-matian menyembunyikan wajahnya yang memerah dan mencoba melepaskan pelukan dipinggangnya.

“Sarapan sudah didepan mata, yeobo” namja itu menindih tubuh Yoobi dan mencium bibir Yoobi dengan ganas.

“Ngghh. Ya! Minho lepash.. Nanti kalau ada yang liat bagaimana hah?”

Namja yang disebut Minho tadi hanya menyeringai dan menciumi leher jenjang Yoobi.

Sebelah tangan Minho menyusup kedalam lingerie yang dikenakan Yoobi dan mengusap dada Yoobi dengan lembut. Tangan Minho mulai meremas payudara Yoobi beraturan dan…

“Aargh.. Ooh. Lepash! Dasar, yeoja nakalhh. Ooh” Minho mendesah ketika tangan Yoobi tiba-tiba meremas junior Minho dibalik celana training yang digunakannya dan sukses membuat Junior Minho bangkit(?).

“Appa! Umma! Apa yang kalian lakukan? Iroenna. Yoomin lapar.”

Seketika kegiatan dua insan itu terhenti ketika melihat putra semata wayang mereka berdiri diambang pintu, dan menatap cengo kedua orang tuanya. Segera saja Yoobi mendorong tubuh Minho hingga jatuh terpental kelantai. Yoomin tertawa. Minho mengerucutkan bibirnya kesal, karena pantatnya mencium lantai. Itu sakit.

Choi Minho dan Han.. Ralat. Choi Yoobi. Mereka resmi menjadi suami-istri sebulan setelah Yoobi memberikan keperawanannya ke Minho. Mereka sekarang mempunyai anak namja 5tahun, bernama Choi Yoomin.

“Kajja. Ayo bangun tampan. Putramu sudah kelaparan” Yoobi terkekeh. Dan meninggalkan Minho kedapur.
***

-Flashback-

Setelah kejadian beberapa tahun yang lalu. Minho akhirnya melakukan operasi mata agar bisa melihat. Hyung Mr. Choi Meninggal karena menyelamatkan seorang yeoja paruh baya yang dirampok. Sungguh. Keluarga Choi memang berhati mulia. Pencuri itu menusukkan pisau keperut Choi ahjussi. Ketika Choi ahjussi dibawa kerumah sakit, beliau sudah sekarat akibat banyaknya darah yang keluar. Beliau berpesan, jika ini memang akhir kehidupan Choi ahjussi, dia ingin mendonorkan matanya untuk Minho. Karena Minho keponakan yang sangat disayang Choi ahjussi.

Ketika Minho bisa melihat lagi. Mr. Choi baru memberi tahu bahwa pendonor mata adalah Choi ahjussi. Minho berjanji akan menjaga kornea mata pemberian pamannya sebaik mungkin.

-Flashback end-
***

“Appa! Hari ini kita kerumah Siwon ahjussi ya? Aku ingin bermain dengan Yongwo hyung (anak Siwon&Istrinya)”

“Shireo. Bukankah kita akan jalan-jalan bertiga hari ini?”

“Ajak Yongwo hyung. Ayolah. Ya? Ya?” Yoomin memelas dengan menunjukkan puppy eyesnya.

Yoobi yang tak tega melihat putranya yang begitu antusian mengajak Yongwo, segera menyenggol bahu Minho pelan. Yoobi tahu, putranya sangat akrab dengan putra Siwon.

“Ne” akhirnya Minho mengangguk pasrah.

“Setelah itu, kita kerumah Jonghyun ahjussi ya? Kita ajak HyunJong(bayi Jonghyun&Istri). Aku ingin pdkt dengan calon istriku kelak”

Minho dan Yoobi ternganga mendengar penuturan putranya itu. ‘Calon istri?’ Dimana dia mendapatkan kata-kata itu, Tuhan. Bahkan Minho dan Yoobi tidak pernah mengajari Yoomin mengenal arti pacaran, apalagi memiliki istri. Yoomin masih berumur 5tahun. Astaga.

“Ya! Ya! Pilih salah sati saja”

“Aku mau keduanya, appa!” Ucap Yoomin memelas.

“Arra.. Arra” akhirnya Minho mengalah juga.

“Yeay! Aku sayang appa” Yoomin tiba-tiba genit dan mencium pipi Minho.

“Appa saja? Umma tidak?” Yoobi mengerucutkan bibirnya.

“Aku mencintai umma” Yoomin mencium pipi Yoobi juga. Cukup lama.

“Ya! Ya! Sudah. Hanya appa yang boleh mencium umma lama-lama” celetuk Minho mencoba mendorong Yoomin ketempat duduk asalnya.

Pletak.

“HAHAHA” Yoomin tertawa keras ketika appanya dijitak oleh ummanya. Yoomin memeletkan lidahnya. Yoobi juga tertawa. Dan akhirnya Minho juga tertawa.

END

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on August 6, 2013, in NC-21, Romance, School Life, Tragedy and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 19 Comments.

  1. bagus thor tp sayang kecepetann hehehehehe

  2. *speechless* keren thor. Walaupun nc nya aku skip tpi gak mengurangi feel(?)nya

  3. kyuwonhae's wife

    wahhhh…. Aku kira tdi pas pertengkaran Minho oppa sma Yoobi mreka bner2 pisah , untung aja gak .
    Ditunggu next FF

  4. Waaahhhh, romatis bgt =^.^=
    DAEBAAAAKK!!! ^^

  5. Wih keren ^0^ bagus thor ffnya, ditunggu ff yg lainnya

  6. Kyaaa Yoobi baek bgt walaupun cara nya agak yadong ._. Tp aku suka cerita nya keyennnnn . Keep writing thor. ‘- ‘)/

  7. Jujur thor, sebenernya ceritanya bagus tapi menurutku ini ngebut banget. Jadi feelnya nggak dapet pas baca. Hehe miannn. Keep writing thooor❤

  8. mg kecepetn vi ttp bagus thor🙂 next sequel doank …..🙂

  9. aa. ak suka ide critanya thor.
    baguss.🙂

  10. Bagus banget thorr
    Dibuat chapter tambab bagus nih
    ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ •”̮• ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ

  11. Keren,, ga bikin mati penasaran nie ff… Hiii

  12. Hore happy ending

  13. yeay!!!happy ending..happy family….keren thor….terusin ya..fighting!!

  14. Baru baca yg kyk gini! Genre-nya sesuai! Sad iya, romance iya, yadong pasti haha + comedy jg iya (menurutku) hahaha.

  15. Kocak. Tuh anak, kecil2 udah pervert “-,-

  16. Aaih..kirain beneran pisah,…itu si yoomin kecil2 udah centil yh.

  17. ampuuuunnn dah ah, itu minho dan yoobi. gelengkan kepala. hahhhahhaha

  18. whuahahaha keluarga yang harmonis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: