Our Forbidden Relationship (Chapter 3)

20130804-215738.jpg

Author : JS
Genre : Yaoi Romance Hurt Family Friendship

Cast:
-Kim Jong In / Kai
-Do Kyungsoo

Note: Annyeong^^ mian kalau misalnya lanjutan chapter 2 kemarin kelamaan hehe. Kalau lupa cerita chapter 1 dan 2 atau emang belum ngikutin cerita ini dari awal, author kasih linknya😀

CHAPTER 1 || CHAPTER 2

WARNING : KaiSoo Ship
WARNING : Yaoi

Kalau nggak suka yaoi, jangan dibaca : )

Please don’t Bash!
Don’t Be silent readers : )
Thankyu~~

____________________________

Author PoV

“Ma-maksudmu?”

Kai berbalik memandang mata bulat Kyungsoo. Matanya menyipit dan ia tertawa membuat namja mungil dengan mata belo di depannya ini bingung.

“Ani. Lupakan saja, Kyungsoo”

Tangan Kai beralih dan mengacak rambut Kyungsoo. Membuat beberapa helai rambutnya berantakan.

“Kajja. Kita pulang”

Kai berdiri dan mengulurkan tangannya pada Kyungsoo yang tentu saja di sambut oleh namja imut itu. Mereka bergandengan tangan di sepanjang perjalanan ke rumah Kyungsoo.

“Sepertinya sudah cukup aku mengantar sampai disini” ucap Kai. Ia melepas tangan Kyungsoo. Wajahnya mendekat dan mengecup lembut bibir Kyungsoo.

“Jaljayo”

“Jaljayo, Kai”

Kyungsoo melambai dan masuk ke rumahnya. Kai menghela nafas. Ia mengacak rambutnya frustasi. Ia masih harus berpikir bagaimana ia bisa menyelamatkan hubungannya dengan Kyungsoo. Setidaknya agar semua orang menerima hubungan mereka.

Kai melangkahkan kakinya gontai setelah melihat Kyungsoo sudah masuk ke rumah. Ia harus menunggu beberapa menit setelah Kyungsoo pulang agar umma dan appa Kyungsoo tak mencurigai mereka. Dan inilah kebiasaannya. Kai mengantar Kyungsoo hanya sampai di depan gang rumah. Membiarkan Kyungsoo berjalan dan pulang duluan baru Kai menyusulnya.

Kai memutar knop pintu rumah. Sepi seperti biasanya. Kai menaiki tangga yang menuju kamarnya dan melempar jaketnya ke lantai setelah sampai disana. Kai membuka sebentar korden kamarnya. Kamar Kyungsoo masih gelap. Pasti namja itu masih di bawah dan belum ke sana.

Semoga tak ada yang terjadi padanya

Kai menutup kembali korden kamarnya dan mematikan lampu kamarnya. Hanya ada lampu tidur yang nyala remang. Lelah. Ia lelah dengan semua masalah yang muncul. Kenapa semua orang menolak ia dan Kyungsoo pacaran?

Kai menutup matanya. Ia harus istirahat. Ia sudah cukup memikirkan masalah itu. Dan ia akan bangun lagi keesokan harinya dan berpikir lagi.

Benar-benar hidup yang melelahkan

Dengan itu Kai tertidur. Masuk ke dalam dunia mimpinya.

****

Sementara itu..

Kyungsoo PoV

Alisku mengernyit heran saat melihat ada koper besar di depan rumah.

Siapa yang mau pergi? Oh, atau ada seseorang yang datang?

Langkahku menyepat. Aku menoleh dan melihat beberapa kardus sudah di tata rapi disana. Sudah diselotip dan disusun seperti mau diangkut. Aku tak tau kenapa tapi hatiku berdetak cepat sekali. Aku merasa firasat buruk timbul.

Braaakk!!

Aku menoleh kaget dan melihat umma dengan kardus besar ditangannya. Umma mau pindah? Apa siapa? Aku mendekati umma dan membantunya.

“Ah, syukurlah kau sudah datang. Terimakasih”

Aku meletakkan kardus itu diatas kardus yang lain dan menatap umma.

“Umma, apa kita mau pindah?”

“Kau yang pindah”

“Mworago?”

“Kau tak mendengar apa kata umma, Kyungsoo? Umma bilang kau yang pindah”

“Apa? Kenapa?”

“Kenapa? Kau tanya kenapa? Haruskah umma mengatakannya padamu, hah?”

Mulutku terkunci. Tentu saja alasan umma pasti agar aku menjauh dari Kai. Tidak. Aku sudah bilang kan aku tak bisa jauh-jauh dari Kai.

“Umma, jangan bercanda! Aku tak mau pindah! Seharusnya umma bertanya dulu padaku, bukannya langsung ambil keputusan seperti ini! Kyungsoo tak suka!”

“Jaga bicaramu Kyungsoo! Jangan berani-berani kau membentak umma mu!”

Aku terdiam. Badanku membeku. Aku harus memberitau Kai. Harus. Sekarang juga.

“Kau akan pindah ke Amerika. Kau akan tinggal dengan Halmoeni disana”

Aku masih diam. Kepalaku menunduk. Rasanya air mataku sudah ingin keluar saja. Kenapa umma tak bisa menyetujui ku dan Kai? Kenapa?

“Ah, handphone mu sudah umma sita. Kau akan dapat handphone dan nomer hp baru saat sudah sampai sana”

Deg!

Jantungku berdetak cepat sekali. Apa itu berarti aku tak bisa menelpon Kai saat disana nanti? Ah, aku ingat. Aku masih menyimpan nomer hp Kai di diary ku.

“Umma sudah membakar semua binder, diary, notes dan kertas-kertas yang umma temukan di kamarmu”

Tidak. Ini adalah mimpi terburuk yang aku alami. Bagaimana aku bisa menelpon Kai kalau begini?

“Oh ya, disana ada anaknya teman umma yang sekolah di sekolah sama denganmu. Umma berharap kalian bisa dekat. Atau lain kata, umma menjodohkan kalian berdua”

Mataku membulat hebat. Dijodohkan? Tidak. Aku hanya mencintai Kai. Hanya Kai. Dan selalu Kai. Hatiku hanya untuk Kai. Tidak untuk yeoja atau namja yang lain. Aku tak bisa dan tidak mau.

“Tapi umma-”

“Diam, Kyungsoo. Berterimakasihlah umma hanya melakukan ini padamu. Sekarang bersiaplah. Umma menyiapkan beberapa pakaian di kamar. Taksi akan menjemputmu lima menit lagi. Kau berangkat hari ini”

“Umma! Sudah kubilang aku-”

“Sejak kapan kau berani membentak umma mu hah, Do Kyungsoo?! Sejak kau kenalan dengan namja sialan bernama Kai itu, eoh? Begitu?”

“Jangan mengolok Kai, umma!”

“Kenapa? Umma tanya padamu, Kyungsoo. Kenapa kau membela Kai diatas umma mu sendiri hah?! Kau pasti punya alasan. Katakan pada umma apa alasanmu, Kyungsoo! Katakan!”

Lidahku kelu. Aku berusaha menyusun kata demi kata tapi gagal. Tanganku mengepal. Haruskah aku mengatakan pada umma aku mencintai Kai? Aku tau aku harus menanggung resiko. Tapi aku tak bisa menahan lebih lama lagi. Umma harus tau bagaimana perasaanku.

“Karena aku mencintai Kai, umma. Aku mencintainya”

Aku berkata lirih tapi cukup bagi umma menangkapnya. Aku melirik takut ke arah umma. Umma menutup mulutnya tak percaya. Badannya melorot ke lantai. Dan aku mendengar umma menjerit dan menangis tersedu-sedu. Ia berteriak dan terus terisak.

“Umma tak pernah mengajari mu menjadi begini, Kyungsoo. Umma hanya ingin kau tumbuh jadi namja normal. Seperti layaknya namja yang lain”

Kalau melihat umma begini aku jadi tak tega. Aku jadi merasa serba salah pada umma. Umma sudah membesarkanku, tapi apa yang aku berikan padanya? Kekecewaan yang dalam. Mianhae, umma. Tapi aku mencintai Kai. Dan tak ada suatu hal yang bisa mengubah itu.

“Mianhae, umma”

Hanya kata itu yang keluar dari mulutku. Aku tak sanggup berkata apa lagi. Aku melihat umma berdiri.

“Bersiaplah, Kyungsoo. Kau harus berangkat”

“Ne”

Aku terduduk di tepi ranjang. Perasaan ku berkecamuk. Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku merasa bersalah pada umma. Dan mungkin menuruti kemauannya hanyalah satunya cara agar aku bisa membayar. Tapi bagaimana dengan hatiku. Aku mengacak rambutku kesal. Aku tak mau pergi jauh dari Kai. Atau.. Kai harus tau tentang ini. Ya. Ia pasti tau apa yang harus dilakukannya.

Aku bangkit dari kasur dan menyibak korden. Cahaya bulan temaram masuk ke kamarku. Sial! Aku melihat korden kamar Kai yang terutup dan kamarnya gelap. Hanya cahaya remang yang kelihatan dari sini. Pasti anak itu sudah tidur. Aku berbalik dan mencari benda apa saja yang bisa kulempar ke arah jendela kamar Kai. Aku harus membuatnya terbangun.

Aku berlari ke meja belajar. Sialan. Aku mengumpat. Hampir tak ada barang sama sekali di meja belajarku. Umma sudah membereskan semuanya. Semuanya. Arrggh!

Aku melongok ke bawah tempat tidur. Aku ingat dulu aku sering menjatuhkan pensil atau semacamnya ke bawah sana. Dan tepat seperti dugaanku. Aku mengambil pensil di sana. Entah umurnya sudah berapa lama. Dan berdebu. Aku mencari benda lagi, tapi nihil. Baiklah. Aku hanya punya dua kesempatan.

Aku berjalan ke balkon dan memicingkan mataku. Bersiap-siap melempar.

Semoga dengan ini Kai bisa bangun

Aku melempar pensil itu sekuat tenaga yang aku punya.

Prang!

Aku terdiam. Ugh, sial! Kai tak kunjung bangun juga. Dasar!! Aku mengambil pensil lain. Oke. Tenang, Kyungsoo. Kau pasti bisa melakukannya. Aku menarik nafas yang dalam sebelum bersiap-siap.

Bangun Kai.. Bangun

Prang!

“Kyungsoo? Apa yang kau lakukan?”

Deg!

Jantungku berdetak dua kali lebih cepat. Aku buru-buru masuk dan menutup pintu balkon dan menyikap kembali korden kamar begitu mendengar suara umma dan langkahnya yang mendekat.

Cklek..

“Umma. Ada apa?”

“Kau habis apa?”

Aku menggelengkan kepalaku cepat dan menatap umma. Semoga umma tak tau.

“Ah, taksi nya sudah sampai. Kajja. Jangan sampai kau terlambat pesawat”

“Ah, ye”

Aku menoleh terakhir kali ke arah balkon kamarku.

Mianhae, Kai. Tapi aku berjanji aku pasti akan berusaha agar kita bisa bertemu lagi.

-Sementara itu-

Sebenarnya Kai mendengar jendela nya dihantam suatu benda tapi ia terlalu malas untuk melihat. Mungkin hanya anak iseng. Tapi begitu ia mendengar suara kedua, ia segera bangun.

Ia membuka kordennya dan melihat tak ada apapun. Ia melihat korden Kyungsoo yang juga menutup.

“Hm?”

Kai mengucek matanya. Ia pergi ke balkon kamarnya. Tak sengaja kakinya mengijak pensil di sana.

“Hm? Pensil?”

Tangan Kai menggapai pensil itu dan mengamatinya.

Do Kyungsoo

“Apa? Kenapa pensil Kyungsoo bisa disini?”

Alis Kai mengernyit heran. Ia membawa pensil itu masuk ke kamarnya. Saat Kai mau masuk kembali, ia melihat rumah Kyungsoo yang ramai.

“Hm, tumben sekali. Mungkin ada seseorang yang datang” ucap Kai mengingat ia melihat ada taksi berhenti di depan rumah Kyungsoo.

Kai meletakkan pensil Kyungsoo di tasnya. Mungkin ia akan mengembalikan itu ke Kyungsoo besok di sekolah. Dan tanpa Kai tau, mulai detik ini ia mungkin tak akan bertemu dengan Kyungsoo lagi. Dan entah untuk waktu yang berapa lama.

-TBC-

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on August 2, 2013, in PG, Romance, School Life, Yaoi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 9 Comments.

  1. Daebak….Banget thor :’)

    Nae Bacanya sampai Nangis Gra” Kasian sma Kai & Kyungsoo :’)

    Kapan thor mau dilanjut Part 4??

    Fighting thor !!!!🙂

  2. Min tanggung jawab!! Aku nangis bacanya masa ㅠㅠ
    Lanjut ya min~ kalau bisa nama yeoja yang dijodohin sama do itu mimi (?)^^
    Fighting thor!!

  3. dio kajima jebal!
    kalo kamu pergi aku rebut kai-mu*narik2kai
    aku cerius loh

  4. Lanjut ya min🙂

  5. hikz.. aduhh knapa kyungsoo-nya pndah..
    kai gmana?😦

  6. Kai kai tdurr mulu sih jd gaa tau-kan klo kyungsoo pergi k amerika ,😦

  1. Pingback: Our Forbidden Relationship (Chapter 1) | teenagerfanficindo

  2. Pingback: Our Forbidden Relationship (Chapter 2) | teenagerfanficindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: