Your Body (Chapter 2)

[Sequel of Operation Proposal]

yb2

Author: Kim Reika

Genre: Romance, Yadong NC-21

Cast:
-Do Kyungsoo a.k.a Dio
-Wu Yi Fan a.k.a Kris
-Wu Seo Jin (OC)
-Jung Shiyeon (OC)

Note: annyeong^^ ini lanjutan chapter dari sequel Operation Proposal. Buat para readers yang sudah menunggu gomawo🙂. Di chapter ini aku banyak bikin Dio oppa sama SeoJin, tapi tenang KriShiyeon juga ada kok😉. Buat sequel ff yang lainnya mohon ditunggu. Coment juga ditunggu~ happy reading:)

DON’T BE SILENT READERS pleasu^^


*******

Ddrrtt.. Ddrrtt..

Seo Jin menatap layar iphonenya dengan malas.

 Appa calling..

‘Huh, pasti appa menyuruhku pulang dan menyuruhku les dengan guru baru itu. Aish, yang benar saja?’ Batin Seo Jin.

Seo Jin hanya menatap layar iphonenya, terlalu malas mengangkat telpon dari Kris. Sesekali Seo Jin menyesap cappucino lattenya dan mengedarkan pandang keluar cafe.

Hingga pandangan Seo Jin terhenti kesalah satu sosok yang tengah berjalan ditengah keramaian ditrotoar jalan. Seo Jin sangat mengenal sosok itu. Sosok yang selama ini menyita perhatiannya. Sosok itu berjalan semakin mendekat kearah cafe dimana Seo Jin berada. Semakin dekat. Sosok itu tersenyum, dan melambaikan tangan. Seo Jin terkejut. Reflex Seo Jin menengok kebelakangnya, tidak ada siapa-siapa.

‘Apa dia menegurku?’ Batin Seo Jin berbunga-bunga. Seo Jin melamun.

‘Andai saja dia namjachinguku, pasti aku menjadi yeoja paling beruntung’

‘Andai saja dia namjachinguku, pasti hari-hariku menyenangkan dan lebih indah’

‘Andai saja dia namjachinguku, aku akan selalu mencintainya’

‘Andai saja dia namjachinguku..-‘

“Hey!”

Sosok yang setadian dilamunkan oleh Seo Jin kini berada tepat didepannya. Sosok itu melambaikan tangannya didepan wajah Seo Jin. Seo Jin tentu terkejut.

“Kau tidak apa-apa?” Tanyanya memastikan lagi.

“G-Gwaencana”

“Apa kau sakit?”

“A-ani..”

“Kau sedang apa disini Seo Jin-ssi?” Tanya sosok itu.

Seo Jin yang setadian mencoba biasa saja tiba-tiba terkejut ketika mengetahui sosok itu mengenalnya. Seo Jin terdiam, mencoba mencubit-cubit tangannya tanpa sepengetahuan sosok namja didepannya sekarang. Memastikan bahwa ini bukan mimpi disiang bolong.

“Hey, kau melamun lagi”

“Eh? Oh itu. Kau mengenalku?”

“Tentu. Sejak kecil hingga sekarang, nilai terburuk dikelas, murid nakal yang selalu dihukum guru”

Seo Jin menganga. Tentu. Dia cukup shock. Namja ini mengenalinya akan tetapi Seo Jin terkenal dengan kenakalannya. Hancur sudah image Seo Jin. Hey. Siapa yang tidak malu imagenya jelek dimata orang yang disukainya?

“Hey. Kau hobi sekali melamun yaa” kali ini sosok namja itu menjentikkan jarinya didepan wajah Seo Jin. Seketika itu juga Seo Jin tersadar dari lamunannya.

“Do Kyungsoo imnida. Panggil saja Dio” namja itu memperkenalkan dirinya kepada Seo Jin. Seo Jin hanya mengulurkan tangannya. Mengambil kesempatan untuk bisa bersentuhan lagi dengan jari-jari imut Dio. Mereka sudah berkenalan kedua kalinya.

“Aku sudah tau” Seo Jin tersenyum.

“Kau masih mengingatku?”

“Tentu. Nilai tertinggi dikelas, sering dibully, dan terakhir kali membelaku sebelum aku pindah sekolah”

“Aku tidak membelamu. Itu kenyataan bahwa aku yang menghajarnya saat itu”

Mereka tertawa. Mengingat masa kecilnya membuat mereka geli sendiri.
***

-Flashback-

Dio duduk dengan gelisah diruang tamu. Sudah hampir 15 menit sosok Kris belum juga muncul. Dio juga sesekali melirik pandang kearah pintu, kalau-kalau Seo Jin datang dan bersedia untuk diajari olehnya.

“Maaf menunggu lama nak..-”

“Dio.”

“Ya. Dio. Hmm. Seo Jin tidak ada dirumah sekarang. Dia pasti kabur. Sikap anak itu memang susah untuk dirubah”

Dio hanya tersenyum memandang sosok namja tinggi didepannya. Keluarga Wu sangat berada di Seoul, dan Dio ingin menjaga sopan-santunnya dihadapan orangtua Seo Jin, Kris. Kris tetap tampan meskipun sekarang statusnya adalah seorang ‘appa’ dan memiliki putri semata wayang yang luar biasa membangkang.

Kris mencoba menghubungi handphone Seo Jin, namun tidak pernah diangkat oleh Seo Jin membuat Kris kesal sendiri.

“Sepertinya saya tau dimana Seo Jin berada. Biar saya yang menyusulnya” tawar Dio sopan. Dio ingin beranjak berdiri dan membungkukkan badan kearah Kris.

“Tunggu!”

Dio berbalik.

“Kuserahkan semua ini padamu Dio. Saya mohon tolong bantu merubah sikap buruk Seo Jin”

Dio mengangguk dan tersenyum sebelum akhirnya pergi dari rumah Kris.

-Flashback end-
***

“Kau sedang apa disini?” Tanya Dio.

“Hmm tidak apa. Malas saja pulang kerumah”

“Wae? Tidak ingin les?”

Mata Seo Jin sukses terbelalak. Darimana Dio tau? Pikirnya.

“Aku kesini untuk menjemputmu Seo Jin-ssi”
~

“Mwo? Jadi kau guru lesku?” Dio tersenyum dan mengangguk.

“Kau keberatan?”

“Ani..” Jawab Seo Jin cepat. Siapa yang keberatan diajari oleh Dio? Siapa yang keberatan diajari oleh namja yang ia sukai? Seo Jin tentu sangat senang, dan sangat bersemangat.

“Yasudah kita mulai. Bagaimana kalau kita belajar diteras samping?”

Seo Jin hanya mengangguk. Teras samping sudah menjadi perhatian Dio sejak awal dia menginjakkan kakinya dirumah ini. Menurut Dio teras samping sepertinya bagus menjadi tempat untuk mengajari Seo Jin. Kolam renang, taman, benar-benar suasana yang indah dan…. Romantis.
***

“Apa kau sudah mengerti Seo Jin-ssi?”

Dio melirik kearah Seo Jin yang lagi asyik memandangi wajah Dio. Seo Jin yang seketika itu kepergok oleh Dio segera mengalihkan pandangannya.

“Materinya berada disini..-” Dio menunjuk buku-buku yang ada dihadapannya.
“Bukan diwajahku” sambung Dio lagi.

Pipi Seo Jin seketika memerah.
~

Hari sudah hampir sore. Kris dan Shiyeon sudah pulang dari kantor. Kris dan Shiyeon berjalan melewati teras samping dan melihat Seo Jin dengan serius menjawab soal-soal yang diberikan oleh Dio. Kris tersenyum melihat itu. Kris menatap Dio dan Seo Jin bergantian.

“Aura percintaan anak remaja” gumam Kris.

“Mwo? Aku tidak merestui Seo Jin dengan bocah itu”

“Aigo. Lihatlah Seo Jin begitu bahagia. Begitu juga dengan Dio yang sepertinya juga menyukai gadis kita.”

“Aish terserah sajalah.” Shiyeon berjalan kearah kamar. Shiyeon hanya iri dengan Dio. Shiyeon merasa Seo Jin lebih menghargai Dio ketimbang ummanya sendiri. Shiyeon maklum kalau putrinya itu sedang jatuh cinta, hanya saja Shiyeon merasa dirinya tidak berguna menjadi ibu untuk anaknya. Shiyeon menghela nafas berat. Pikirannya lumayan banyak. Pekerjaan, ibu rumah tangga.

Shiyeon berjalan kearah kamar mandi. Membersihkan tubuhnya yang seharian ini terasa lengket. Kris yang masih diluar menyusul Shiyeon kekamar, dan mendapati Shiyeon tidak ada.

‘Mungkin dia mandi, siap-siap perang dunia chagi’ batin Kris tersenyum sendiri. Kris melonggarkan dasinya dan membuka 3 kancing teratas kemejanya. Kris merebahkan dirinya dikasur dan mulai membayangkan tubuh indah Shiyeon.
***

Meanwhile

“Selesai”

Seo Jin menyodorkan soal-soal yang tadi diberikan oleh Dio. Seo Jin sudah menjawab semampu dia bisa. Seo Jin sudah mengeluarkan seluruh kemampuannya. Dio mengambil soal itu dan mengamatinya, mata Dio meneliti seluruh soal yang dijawab oleh Seo Jin. Pulpen ditangannya sesekali dicoretkannya ke soal yang baru saja Seo Jin jawab. Seo Jin melirik kearah Dio dengan gugup dan menggigit bibir bawahnya.

“Masih banyak yang salah. Hm tapi separonya sudah hampir benar.” Dio tersenyum kearah Seo Jin. Astaga! Senyum itu yang membuat hati Seo Jin bergetar. Seo Jin segera mengalihkan pandangannya.

“K-kris.. Aaahh.. Aahh”

Dio memandang Seo Jin terkejut ketika mendengar suara itu. Seo Jin membalas dalam artian tidak-tau-

Seo Jin memang sering mendengarkan suara ummanya yang seperti merintih kesakitan dan nikmat. Seo Jin memang nakal, namun dia polosnya minta ampun. Seo Jin memang sering pergi ke club, bahkan Seo Jin tahu apa itu seks. Akan tetapi, Shiyeon tidak pernah berani menonton hal-hal yang berbau seks, kalaupun ada difilm-film hanya sebatas ciuman dengan lidah, mungkin?. Seo Jin tidak tahu kenapa ummanya mengeluarkan suara seperti itu. Ketika Seo Jin bertanya ke appa dan ummanya saat sarapan pagi, Shiyeon terlihat terkejut bahkan pipinya memerah. Kris dengan berwibawa menjelaskan bahwa Kris memijat Shiyeon karena Shiyeon kelelahan akibat pekerjaan menumpuk dikantor. Seo Jin hanya mengangguk saja dan dengan polosnya mempercayai perkataan appanya itu.

“Oohh.. Kris.. Fasterhh.. Aahhh”

Seketika rona merah menghiasi pipi Dio. Hey dia namja! Dia memang pintar, ramah dan segala-galanya. Walaupun begitu dia juga pernah menonton film seperti itu.

“Mungkin appa sedang memijat umma yang sedang kelelahan” ucap Seo Jin.

“K-kris.. There.. Oohh.. Aaah”

Dio menganga mendengar ucapan polos Seo Jin. Memijat? Seo Jin polos atau apa sih? Dia bahkan sama sekali tidak tahu bahwa appa dan ummanya sedang ber’this and that’.

“Oohh.. Kris.. Aaahh.. Aahh.. Disituh..”

Dio berusaha mati-matian tidak menghiraukan suara itu. Dio berkonsentrasi melanjutkan mengoreksi jawaban Seo Jin tadi. Seo Jin hanya diam sambil menunggu Dio mengoreksi soalnya. Seo Jin tenang-tenang saja mendengar suara desahan Shiyeon yang semakin menjadi-jadi.

“Aahh.. Kris.. Oohh.. Aaahhh~~”

Terdengar lenguhan panjang. Dio juga ikut menghembuskan nafasnya lega. Dio sudah merasa bagian bawahnya menyempit. Dio memperhatikan Seo Jin atas bawah. Seksi batin Dio. Dio meneguk salivanya susah.

‘Aish, jauhkan pikiran kotormu Kyungsoo’ sisi malaikat Dio memenuhi otaknya.

‘Lakukan~ kau menyukainya. Dan ‘sepertinya’ dia juga menyukaimu’ sisi iblis Dio menggeser posisi malaikat dipikiran Dio.

‘Bagaimana kalau dia membencimu setelah itu?’

‘Bagaimana kalau dia menyukainya dan menikmatinya?’ Sisi iblis Dio membuat Dio berkeringat dingin.

‘Bagaimana kalau ketahuan orangtuanya?. Kau akan habis!’ Sisi malaikat Dio masih mencoba mewaraskan pikiran Dio.

‘Urusan itu belakangan saja’

“S-sepertinya aku harus pulang” ucap Dio masih mencoba mengontrol diri agar tidak menerkam Seo Jin saat ini juga. Sepertinya sisi malaikat Dio menang setelah berperang dengan sisi iblis tadi.

“Bukankah belum selesai?”

“A-aku mendadak tidak enak badan” Dio mencoba mencari-cari alasan yang pas agar Seo Jin percaya.

“Jeongmal?” Seo Jin terlihat terkejut. Seo Jin mendekatkan tangannya kedahi Dio dan menempelkan telapak tangannya disana. Hangat. Bahkan Seo Jin merasakan keringat mengucur dipelipis Dio.

‘Kenapa dia?’

“Yasudah kau pulang dan istirahat. Biar aku yang membereskan buku ini, dan bukumu biar aku yang membawakannya kesekolah besok. Ppali. Kau pulang saja” Seo Jin mendorong tubuh Dio pelan. Dio hanya menurut. Secepat kilat dia berjalan menjauh.

Ketika melewati ruang tamu..

“Nak Dio. Pelajarannya sudah selesai?” Kris keluar dari dalam kamar dengan keadaan topless. Rencananya Kris ingin kedapur ingin mengambil air minum. Seketika Dio mengingat desahan tadi. Dio semakin berkeringat saja.

“Kau kenapa? Mendengar suara tadi? Haha. Kenapa tidak kau lakukan saja pada Seo Jin?”

Dio menganga mendengar pernyataan Kris. Dio merasa Kris memang benar-benar aneh menyuruhnya melakukan ‘itu’ kepada anaknya sendiri. Mana ada orangtua seperti itu kan?

“Dengar Dio-ssi. Kalau kau berhasil merubah Seo Jin, aku akan merestui hubungan kalian. Dan aku akan berbicara langsung ke orangtuamu bahwa setelah kelulusan kalian akan bertunangan”

Dio lagi-lagi dibuat terkejut oleh Kris. Dio merasa Kris agak sedikit tidak waras. Bukankah kalau seperti itu sama saja Kris menjual anaknya untuk Dio? Namun Dio juga tak bisa menolak. Ini kesempatan emas! Dio hanya mengangguk malu sambil tersenyum dan permisi untuk pulang.
***

Satu bulan. Seo Jin sudah banyak mengalami perubahan. Seo Jin tak pernah lagi keluar malam-malam untuk pergi ke club. Jadwal mengajar Dio memang sengaja diganti. Terkadang sehabis pulang sekolah, dan terkadang dari sore sampai malam. Nilai-nilai Seo Jin disekolah mulai membaik, Seo Jin sudah jarang mendapatkan teguran dari guru bahkan Kris dan Shiyeon bisa tenang tidak pernah mendapatkan panggilan dari pihak sekolah lagi. Guru-guru sangat takjub melihat perubahan Seo Jin. Bahkan seringkali guru-guru menggoda Dio dan Seo Jin untuk berpacaran. Saat itu juga pipi keduanya memerah.
~

Hari ini. Seperti biasa Dio mengajari Seo Jin. Namun kali ini hanya diruang tamu karena hari sudah malam. Dio melirik seluruh penjuru rumah. Sepi.

“Orangtuaku memang aneh. Sudah tua masih saja ingin berbulan madu” gerutu Seo Jin sebal.

Dio hanya terkekeh pelan.

‘Tuan Wu benar-benar menepati janjinya’

Malam ini, Dio menginap dikediaman keluarga Wu. Dio disuruh Kris untuk menjaga anaknya selama Kris dan Shiyeon pergi keluar negeri. Seo Jin terima-terima saja, tapi tidak dengan Shiyeon. Sebenarnya Shiyeon berberat hati melepas putrinya bersama Dio. Namun entah kenapa Kris berkeras bahwa Seo Jin akan baik-baik saja bersama Dio. Namun siapa tau kan? Siapa tau bahwa Kris dalang semua ini.

-Flashback-

“Aku akan mengajak istriku berbulan madu ke Italia. Kuharap kau bisa menjaga Seo Jin” ucap appa Kris.

“Ta-tapi tuan..-”

“Lakukanlah. Aku tidak melarang. Fighting!”

“Eh? Maksud tu..-”

“Panggil aku appa.”

“Eh?” Lagi-lagi Dio dibuat bingung oleh Kris.

“Sudahlah tidak usah pura-pura bodoh seperti itu. Aku tau kau menyukai putriku. Lakukanlah. Dan kalian akan menikah setelah itu” jelas Kris panjang lebar.

Dio menganga. Terlalu terkejut menemui orangtua seperti Kris. Dio merasa Kris benar-benar sudah tidak waras. Yang benar saja? Kris menyuruh Dio untuk melakukan ‘itu’ kepada anaknya sendiri. Dio tak habis pikir dengan jalan pikiran Kris.

Dio ingin protes lagi, akan tetapi Kris sudah menjauh masuk kedalam kamar.

-Flashback end-
***

Dan disinilah mereka sekarang. Diruang tamu. Berdua. Hari ini Seo Jin mendapat les di jam sore-malam, karena berhubung Dio juga menginap disini. Seo Jin terlihat antusias menjawab soal-soal yang diberikan oleh Dio. Seo Jin mengalami kemajuan yang pesat. Nilainya selalu bagus ketika ada ulangan harian mendadak. Dio senang akan hal itu. Pelajarannya selama satu bulan ini tidak sia-sia, membuahkan hasil yang bagus.

“Seo Jin-ssi” panggil Dio pelan.

Seo Jin mendongak kearah Dio. Tatapan mereka bertemu. Dio menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan meneguk salivanya susah. Dio bingung harus melakukan apa. Antara ‘melakukannya’ atau ‘tidak’. Seo Jin masih menatapnya menunggu apa yang akan dikatakan Dio. Otak Dio mengatakan ‘jangan’ tetapi tubuhnya berkata ‘ingin’. Entahlah. Dio ingin sekali mencicipi merah bibir Seo Jin yang setadian menyita perhatiannya.

‘Mencicipi boleh kan?… Tidak… Lebih…’

‘Ikuti nalurimu’ batin Dio. Dio menghela nafas pelan dan mulai mendekatkan wajahnya ke Seo Jin.

Chu~~

Seo Jin membulatkan matanya. Bibir Dio sekarang menempel dibibirnya. Tentu Seo Jin terkejut. Seo Jin ingin sekali berteriak saking bahagianya. Ini saat-saat yang ditunggunya. Saat-saat Dio menciumnya. Oke Seo Jin memang tidak tahu banyak tentang seks. Tetapi Seo Jin seringkali ingin mencoba ciuman seperti adegan di film-film.

Perlahan bibir Dio bergerak. Lembut. Mengecup permukaan bibir Seo Jin selembut mungkin. Menyalurkan perasaannya melalui ciuman itu. Basah. Lidah Dio menjilati bibir Seo Jin pelan. Seperti yang pernah Seo Jin lihat di film, Seo Jin mengalungkan tangannya dileher Dio. Merasa ada lampu hijau, Dio menarik pinggang Seo Jin hingga Seo Jin terduduk dipangkuannya. Dio semakin menarik pinggang Seo Jin, menghapus jarak yang tersisa.

“Mmhhh”

Tangan Seo Jin naik kerambut Dio, menyisir rambutnya pelan. Terlalu terbuai dengan ciuman lembut yang diberikan Dio. Dio mengulum bibir Seo Jin bergantian, menelusupkan lidahnya masuk.

‘Ciuman pakai lidah’

Seo Jin teringat adegan di film-film. Dengan senang hati Seo Jin membuka mulutnya dan membiarkan lidah Dio masuk mengajak lidahnya bertautan. Suara kecipakan keduanya terdengar cukup nyaring diseluruh penjuru ruang tamu.

Merasa pasokan oksigen berkurang dengan sangat terpaksa mereka melepaskan ciumannya. Meskipun mereka masih ingin berlama-lama menyicipi bibir. Dio menatap mata Seo Jin intens. Seo Jin masih menetralkan nafasnya yang terengah, pandangan keduanya bertemu. Mereka tersenyum. Dahi mereka tertempel hingga bibir keduanya bertemu lagi.

Merasa bibir mereka mulai menebal, mereka melepaskan ciumannya lagi. Pandangan Dio beralih ke leher jenjang Seo Jin. Baju kaos V neck yang dikenakan Seo Jin membuat lehernya terekspos. Apalagi rambut Seo Jin disanggul dibelakang.

‘Turuti naluri’ Dio masih membatin seperti itu. Entah kenapa nalurinya mengatakan Dio berhak mencicipi leher itu. Sudah terlanjur. Ya. Ini sudah terlanjur dan terlalu tanggung.

‘Ingat.. Kau hanya.. Mencicipi bibirnya saja..’ Sisi malaikat Dio lagi-lagi muncul diotaknya.

‘Dan tidak ada salahnya.. Untuk mencicipi.. Lehernya’ sisi iblis Dio juga tidak mau kalah.

Oke. Sepertinya sisi iblis Dio menang kali ini. Bibir Dio perlahan turun keleher Seo Jin. Mengecupinya lembut, dan sesekali menjilatinya. Bosan. Dio menggigit perpotongan leher Seo Jin ditempat yang tidak terlalu mencolok. Meninggalkan tanda kepemilikannya.

“Dio~~ oohh..”

Hidung Dio mengirup aroma tubuh Seo Jin, dan seketika itu pula membuat libidonya meningkat. Jari-jari Dio meraih ujung kaos Seo Jin dan mengangkatnya, melepaskan baju dari sang empunya. Dio membuang sembarang baju Seo Jin.

Ciuman Dio semakin kebawah. Menciumi dada teratas Seo Jin, dadanya belum semua terekspos karena masih tertutupi bra berenda milik Seo Jin. Dio menatap payudara Seo Jin yang sebenarnya percuma mengenakan bra karena hanya menutupi bagian nipple saja. Eits. Seo Jin memang polos dalam hal seperti itu. Shiyeon lah yang membelikan bra dan CD bermotif aneh yang menurut Seo Jin percuma dipakai. Akan tetapi Shiyeon selalu saja memaksanya. Agar Seo Jin terbiasa nanti, dan agar memudahkan Seo Jin untuk menggoda suaminya kelak. Sebenarnya appa Kris bersyukur melihat cucunya tidak ada tanda-tanda keturunan sifat pervert dari orangtuanya. Tapi tetap saja. Shiyeon mengajarinya secara tidak langsung.

Dio menggigit nipple Shiyeon dari luar bra berenda yang dikenakannya.

“Dio.. Aahh.. Ooh”

Tangan Seo Jin terus menekan kepala Dio. Dia mencari-cari pengait bra Seo Jin dan melepaskannya sekali hentak. Mata Dio membulat melihat pemandangan didepannya. Merasa dipandangi Seo Jin tersipu malu dan ingin menutupi bagian atasnya, namun tangan Dio bergerak cepat dan segera menahannya.

Bibir Dio mulai mengulumi puncak payudara Seo Jin. Tangan Seo Jin mencari-cari ujung kaos Dio dan melepaskannya. Sadar setadian Seo Jin masih berada dipangkuannya. Dio melingkarkan kaki Seo Jin kepinggangnya dan naik menaiki Sofa. Bibir Dio masih asyik menyusu didada Seo Jin. Sebelah tangannya aktif meremas dada yang tidak dikulum Dio dan memainkan putingnya. Sebelah tangannya lagi turun dan membuka celana pendek Seo Jin. Ciuman Dio semakin turun keperut rata Seo Jin. Sebelah tangannya memegang CD Seo Jin yang sudah basah. Dio tersenyum mendapati itu. Ciuman Dio semakin turun kebawah. Pandangan Dio tak henti-henti memandangi tubuh indah Seo Jin. Hanya melepaskan tali samping underwarenya maka Dio akan melihat tubuh polos Seo Jin. Seksi. Menggoda. Tak henti-hentinya Dio meneguk salivanya.

Tangan Dio melepaskan tali samping underware Seo Jin. Lagi. Sekali lagi Dio meneguk salivanya. Bibir Dio bergerak menciumi permukaan vagina Seo Jin yang sudah basah.

“Aahh.. Kyungsoo.. Aahhh”

Dio lagi-lagi tersenyum mendengar Seo Jin mendesahkan namanya secara lengkap. Lidah Dio mulai menjilati klirotis Seo Jin pelan. Seo Jin serasa dibuat melayang dengan perlakuan Dio.

Dio memasukkan lidahnya dan mengeluarkannya. Berulang kali. Hingga lidahnya menemukan titik rangsang Seo Jin.

“Kyungsoo aahh.. Di.. Situh.. Ooh”

Desahan Seo Jin adalah perintah. Dan Dio menuruti itu. Lidah Dio berulang kali menusuk-nusuk titik yang dimaksud Seo Jin.

“Kyungsoo.. Akuhh-”

Seo Jin merasakan perutnya aneh. Melilit. Rasanya ada yang ingin keluar. Dio? Dia menanti cairan Seo Jin keluar.

“Dio.. Aaahhh~~”

Akhirnya. Dio menjilati vagina Seo Jin yang semakin basah. Menghisapnya agak keras.

“Dio.. Ooohh”

Merasa vagina Seo Jin sudah bersih akibat orgasme pertamanya tadi Dio menjilati bibirnya. Dio beranjak sebentar melepaskan celana jeansnya. Setadian adiknya sangat sesak ingin keluar dan sudah tak sabar merasakan hangatnya milik Seo Jin. Seo Jin terbelalak melihat ukuran milik Dio yang lumayan besar.

Dio menindih tubuh polos Seo Jin dan kembali melumat bibirnya. Kali ini tidak selembut seperti semula. Nafsu sudah menguasai keduanya saat ini. Sebelah tangan Dio meremas payudara Seo Jin. Dan tanpa Seo Jin sadari junior Dio mulai mencoba menerobos dinding keperawanannya.

“Nngghhh”

Seo Jin merasa perih dibagian bawahnya. Seo Jin mencoba melepaskan ciumannya. Dio tau bahwa Seo Jin kesakitan, maka Dio tetap mengulum bibir Seo Jin. Mengalihkan rasa sakitnya. Dio bahkan rela saat ini punggungnya dicakar cukup kuat oleh Seo Jin. Wajar. Ini pertama baginya. Dio yakin sepertinya punggungnya akan dipenuhi bekas cakaran kuku Seo Jin. Dan dio cukup yakin sepertinya punggungnya juga berdarah.

Merasa junior Dio sudah masuk sepenuhnya, Dio mendiamkan juniornya didalam. Merasa cakaran dipunggungnya berkurang, dan juga Seo Jin yang mulai tenang Dio melepaskan ciumannya dibibir Seo Jin.

“Mianhae”

Seo Jin hanya tersenyum dan mengangguk pertanda dia sudah siap.

Dio mulai bergerak pelan.

“Sshhh.. Oohh”

Tangan Seo Jin membimbing bibir Dio agar bermain didadanya. Dio yang paham dengan senang hati menuruti keinginan yeojanya. Ani. Bukan. Belum resmi.

Pinggul Dio bergerak dengan cepat, dan bibirnya tak henti mengulum nipple Seo Jin.

“Dio.. Aahhh.. Ooh”

Dio terus menghentakkan juniornya. Mencari-cari titik rangsang Seo Jin. Seo Jin mengikuti pergerakan pinggul Dio.

“Dio aaahh.. Disituhh.. Ooohh”

Dio akhirnya menemukan g-spot Seo Jin. Junior Dio terus menusuk-nusukkan juniornya disana, membuat Seo Jin mengerang nikmat.

“Dio.. Akuhh.. Aahh”

“S-sebentarh..”

Dio semakin mempercepat gerakan pinggulnya. Kepalanya mendongak keatas, merasakan vagina Shiyeon berkedut hebat dan juniornya seperti digenggam kuat.

“Dio.. Oohh.. Aaahhh~~”

“Seo.. Aahhh~”

Cairan Dio mengalir hangat kedalam rahim Seo Jin. Tubuh Dio ambruk diatas tubuh Seo Jin. Mereka berusaha menetralkan nafas. Dio mengangkat tubuh Seo Jin kekamar tanpa melepaskan kontak mereka dan juga dengan berciuman mesra.

Dio merebahkan tubuh Seo Jin dikasur dan menarik selimut untuk menutupi tubuh nakednya.

“Saranghae.” Bisik Dio.

Tidak ada jawaban.

Dio melirik kearah Seo Jin yang matanya sudah terpejam.

“Jaljayo”

Dio beranjak dari kasur Seo Jin dan keluar untuk membersihkan sofa bekas mereka bercinta tadi.
***

[Pagi]

Seo Jin menggeliat tak nyaman, merasakan sakit dibagian bawahnya. Dirasakannya hangat menjalar ketubuhnya. Seo Jin berbalik dan mendapati Dio sedang memeluknya erat disana.

Seo Jin terkejut. Seo Jin melirik tubuhnya dan juga tubuh Dio dibalik selimut. Naked.

‘Astaga! Apa yang kami lakukan?’

Sekelabat bayangan permainan tadi malam muncul. Seo Jin teringat kedua orangtuanya. Apa kata orangtuanya nanti jika tahu Seo Jin melakukan hubungan seks dengan guru lesnya sendiri? Seo Jin sudah terlalu banyak mengecewakan Kris dan Shiyeon. Memang, Seo Jin mencintai Dio. Tunggu. Kalau Dio melakukan itu..

‘Apa berarti dia mencintaiku?’ Seo Jin tersenyum.

Tapi tidak sepantasnya kan mereka melakukannya sebelum menikah. Seo Jin terlalu menikmati permainan Dio tadi malam. Tiba-tiba saja dadanya menjadi sesak menerima kenyataan bahwa Seo Jin sudah tidak suci lagi.

Seo Jin mendorong tubuh Dio kuat hingga dia terjatuh dari kasur. Tentu saja hal itu membangunkannya.

“Argh! Kenapa kau mendorongku eoh?”

Seo Jin berusaha menahan tangisnya. Bukan. Bukan karena dia menyesal telah mendorong Dio. Tetapi karena Dio telah mengambil harta yang sudah dijaganya. Sekalipun itu dijaga Seo Jin hanya untuk Dio.

“A-apa yang k-kau lakukan? Hiks..”

Seo Jin tak bisa menahan airmata agar tidak jatuh.

“Seo Jin-ah”

Dio terkejut mendapati Seo Jin menangis. Tadi malam mereka melakukannya dengan sadar kan? Apa Seo Jin menyesal? Apa itu artinya Seo Jin tidak menyukainya? Dio mendekat kearah Seo Jin yang menutupi tubuhnya dengan selimut. Dio menepuk pundak Seo Jin dan mencoba memeluknya.

“Sshht. Uljima Seo Jin-ah”

Seo Jin menepis tangan Dio yang berada dipundaknya.

“T-tidak seharusnya kita melakukan ini. Apa kata orangtuaku nanti?”

‘Bukankah Kris appa yang menyuruhku melakukan ini?’ Batin Dio.

“Aku akan bertanggung jawab Seo Jin-ah. Karena aku mencintaimu”

“Tapi kita melakukannya diluar nikah! Dan aku membenci itu. Seolah-olah aku tidak bisa menjaga keperawananku..-”

“Mianhae”

Dio beranjak dari hadapan Seo Jin. Terlalu takut Seo Jin semakin membencinya. Terlalu takut menerima kenyataan bahwa Seo Jin menyesal dan tidak mencintainya.

‘Bodoh.. Kau memang pintar Dio-ssi. Tapi bisa-bisanya kau melakukan hal bejat seperti itu?’

TBC

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on July 13, 2013, in NC-21, Romance, School Life and tagged , , , . Bookmark the permalink. 50 Comments.

  1. Omg kris..!!! appa macam apa ini..haha~Hebat min karakter D.O. Nya pas jd ga sulit bayangin wajah polos kek dia ngelakuin hal yg anel” #eh ~ lanjutanya jgn lama” yaa….

    Fighthing Mimin…!!!!
    Ku bantu dgn do’a #eh *senyum polos*

  2. fernanda feby alfiana

    Who~~
    Jarang jarang ada FF Nc D.Oo_O
    Next Thor! Makin penasaran

    Thor,bikin cerita NC Shiyeon sm Kris ya😄

  3. princesssparkyujewelself

    wah curiga dio salah paham n ga mau tanggung jawab

  4. Wah ini alamat seo jin benci d.o -_- lagi kriss pake blng begitu hmm dasar laki . Update !!

  5. wah gilaaaa makiin seru ajah nih jalan ceritanya udah min lanjut lanj terusss………next next nexttt ………..adeh sih kriss ngajarin anak orang yang enggak tidak -tidak nih ..dasar ayah yang mesum tingkat dewa tuh ……..

  6. Bias gua😦
    yang tadinya paling kalem alim kece jadi pervert gini doh thor

  7. choi seung hyun

    kereen min.
    Lanjut nya jangan lamalama ya

  8. ChanJong Biased

    speechles thor😀
    gak kebayang D.O ngelakuin itu. tapi Kris lebih bikin aku ketawa hahaha
    akhirnya nyesek dari tau seo jin polor rasanya gak realistis thor, mian ya aku kritik🙂
    tapi tiap org punya caranya. aku suka sama author yg ngambil castnya d.o wkwkwk . next chapter aku tunggu ^^

  9. Sumpah aku ngakak abis baca part ini wkwkwk
    Apalagi pas seo jin dgn polosnya “Mungkin appa sedang memijat umma yang sedang kelelahan” gkgkgk
    Tapi tetep daebak! Lanjut thor~

  10. kyuwonhae's wife

    ngakak juga sih sma Seo jin dia sering ke club tp sangat2 plos sma yg namanya seks😮 , smpai orang tuanya mendesah pun dia bilang memijat😀 ommoooo Kris oppa kau appa yg sangat aneh , msa iya nyuruh Dio oppa melakukan itu sma anak sendri #geleng2 kepala🙂
    Lanjuuttt thoorrr😉

  11. omo kris appa gila -_- tapi daebak thor, jadi penasaran sama chap selanjutnya. kira2 D.O sama seo jin bakal kayak mana ya?:/ next thor😀

  12. ckck kris ga waras emg. malah biarin anaknya digituin lol

  13. sparclouds fishy

    wah… wah..
    next thor makin pnasaran aja
    jngan lma” ya😄

  14. yaampun kris itu dosa kris *mijet jidat* tp keren thor! lanjutkan hahahahha

  15. kan.. Udah saya kira..
    Pasti entar ada kejadian kagak enak sama Seo Jin dan D.O

  16. Minyoung Choi

    Kris Appa aneh bgt ckckckck
    Ah Seojin salah paham nie cama D.O

  17. Mrs cho (kyuhyun's wife)

    Ommo my duizzang aigoo knapa kau buat kris ku jd sperti ini saeng?? Appa macam apa dya ahhahha keren thor daebak d tunggu next chap nya hehhee

  18. Aduhh..
    Dio oppa jdi pervert!!😀

    kris yadong banget sih,, masa ngajarin yg ngga benar..

    Thor jangan bikin mereka marahan ne🙂

    lanjut😉

  19. kok D.O mlh mau pergi ?
    enak aja abis bikin nangis seo mau kabur, ayo cpt minta maaf ! serang lagi 0,o”) #lol

  20. Min! kau .. kau.. argghhh… kenapa Kris gege kau buat tidak waras disini! TT_TT huwaaa.. tp bener juga sih klo di EXO-M member yg paling tidak waras itu Kris sm Luhan gege~ hiks.. hiks😥 ah.. serah mimin deh!

    FF ny bagus! (y) itu Seojin kok polosny setengah idup ya.. suara bisikan iblis yg sejenis ‘ahh.. argghh’ di anggap pijatan –” pijatan dr tanah abang!

    ok! deh gue gk ush bnyk bacot lg, sukses buat chap selnjutny ya! semoga Kris SEMAKIN GAK WARAS!😥

  21. Bahagia sekaligus nyesel gue kalo punya bapak kek kris-_-
    Tapi gapapa thor, seru kok;3
    SeoJin gaboleh marah sama kyungsoo’-‘ kan yang nyuruh kris appa’-‘
    Lanjut cepet ya thor;3

  22. Omo keyen min!
    Lanjutanya segera mimin :3

  23. ckckckck!!
    kris appa yg paling santai
    kyungsoo serba salah -_-
    lanjut pokoknya thorr

  24. Tasya yoonaddict

    Hadeuhh .. Kris loe appa teeburuk sedunia! Haha .. Lanjuut thorr!banyakin juga moment2 kris-shiyeon😉

  25. Kris !! Dimana akal sehatmu ?!
    kenapa nyuruh si dio buat ngelakuin “itu” sama anakmu sendiri ?? -___-
    eh iya, dio itu D.O kah ? *plaaaaak😀

  26. wah thor mkin seru az nih lanjutan’e..
    Duh gmn dong kalo seo jin jdi bnci ama dio?tp kaya’e ga akan deh al’e seo jin kan udh lma jtuh cinta ama dio..
    Lanjut ah thor..

  27. wuah aku udah ngira klo seojin sama d.o yang bakalan jd main cast nya hahaha😀
    Gila nih si kris -_- rela2 aja anaknya di gituin wkwkwkkw
    Klo aja seojin tau itu ulah appanya ya :p

  28. Ya ampuuuuunnnnnn punya ayah kok error gitu …. Nah lo D.O, kamu harus tanggung jawabbb

  29. wah gila nich appa kris massa nyuruh D.O ku kek gitu WTH??ampe kris-shiyeon pake pergi bulan madu segala lagi omo amazing🙂
    daebak D.o rombak image diff ini^0^ keukeukeu

  30. wah…
    main cast nya abang DO😉
    aku suka_aku suka❤

    next thorrr..

  31. punya appa kayak kris begitu mah cuma bisa geleng2 kepala aja thor hahaha btw nice ff thor (y) keep writing ne ^^

  32. reginamegavinliya

    wah kris appa gak bener nih , , masa nyuruh anaknya gt , , wah wah wah , ini daebak tapi (y)

  33. hydrilla verticillata

    Thooorrrrrrrrr, ak dh baca part 1 sama 2 nih. Di part 1nya ak belum sempet comment hehe😀. Tapi disini ak bakalan ninggalin jejak kooookkkkkk. Author keren deh bisa buat ak penasaran, jujur loh thor ak plg males bc ff brsmbung smbung, tapi kali ini ak malah semangat banggeettttt. Good luck buat author, chukkae. Kepanjangan ya commentnya? Ahahahaha, gak apadeh supaya author makin semangat melanjutkan karyanya lagii, kiss kiss kiss

  34. Aguh -_-” kris itu gmn sih?? Tpi gk papa tetep keren kok😀
    Lanjutkan.!!

  35. Kris emang appa yg pervert hahahaha😀 , jrang bnget ad ff NC D.O oppa , klw bsa bkin sequel dong thor , biar greget ..😀

  36. aaa. mkin seru ceritanya thor.
    ak sukaaaaa. ><

  37. mau jadi SeoJin T.T Diooo pacar ku kris suami durhaka T.T wks , keren Thor ceritanya

  38. Kris apaan dah :’3 bukannya ngejaga anaknya ini malah sebaliknya :3 untung dionya cinta sama seojin
    Hadeuh ngakak gue sama kris

  39. micheo abeoji… wahaha… ga bsa tidur karena membaca karyamu thor…. entah seperti apa kantung mataku sekarang….

    aku juga nulis FF thor … aku penasaran…apa sih yang author pikirin waktu buat FF ini…?

    teruuss… dapet inspirasi darimana??

  40. haha xDD
    epep NC straight seorang Do Kyungsoo ke-2 yg gua baca..
    kerenlah..
    feelnya juga dapet ..

  41. ada ada aja kris oppa nyuruh dio ngelakuin kaya gt

  42. Aisss it appax emang ga waras, kok bisa,,haha

  43. ak bingung deh sm nona wu,,, malemnya mau tp paginya marah”… wkwk
    tp kereeeeennnnn thorrr

  44. si kris, masa dibolehin aja do yadongin anaknya

  45. Astagfirullah, kris… Bapak macam apa dia ini ckck😄 bener2 keluarga pervert. Daebak ff-nya:D

  46. Ga nyangka Thor..
    D.O hot banget mainnya
    Arrrggghhh jadi pingin nangis thor..
    Ga tega kalo bacanya :v

  47. Kagak bisa bayangin seorang Do kyungsoo -_- aaarrrrgghhh..

  48. omg… kris appa, appa macam apa berani2 nya nyerahin putri nya iya sih walaupun meraka saling mencintai, tapi jgn bikin mereka kyk kamu oppa bercintaa dluan sblom nikah ckckck
    seo jin ngambek kan -,- gimana tuh kyungsoo

  49. Aisshhh polos bgt sihhh mrka,kris jaga gimna bsa dia nyurh d.o lakuin itu sma anknya ckckck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: