I’m With You

20130714-004523.jpg

Author : JS
Genre : PG, Romance, School Life

Cast :
-Kang Yoomi
-Do Kyungsoo
-Kim JongIn / Kai

Note : annyeong^^ hmm.. Mau ngomong apa yaaa? Gatau nih hihi. Ah~ author coba bikin ff pg nih hihi. Gatau deh gimana. Kayaknya ini ff sumpah absurd, gj, alurnya kecepetan dan berantakan banget. Mian yaa kalau jelek~~ ><

Author minta pendapat readers yaa gimana ff author. Kecepetan atau gimanaa : ) saran dan kritik boleh~~

Happy Reading ^^
Tapi Please Don’t Bash T_T
Don’t Be Silent Readers, okay? : )

gamsa~~

_____________________

Lagi-lagi Yoomi mencuri pandang ke luar jendela. Matanya memandang ke lapangan yang penuh dengan siswa sedang olahraga. Yoomi meraih secarik kertas di kotak pensilnya.

‘Jadwal Kelas Do Kyungsoo <3'

Yoomi tersenyum saat membaca judulnya. Ia lalu melihat ke arah tabel jadwal pelajaran yang ditulisnya asal-asalan.

'Hari ini… Hari Selasa. Hm.. Selasa. Jam…'

Yoomi melirik ke arah jam tangannya. Sekarang pelajaran ketiga. Hm.

'Jam pelajaran ketiga.. Olahraga! Seharusnya ia ada di lapangan'

Yoomi melipat kembali kertasnya dan memasukkannya dengan perlahan ke kotak pensil. Ia melirik ke arah Park Songsaenim, yang masih sibuk menulis kanji di papan. Yoomi meluruskan lehernya, berusaha mencari sosok namja yang dicarinya.

'Aah.. Kenapa tak ada?'

Ia mengerucutkan bibirnya kesal. Tak mungkin ia tak masuk. Ia kan sangat rajin. Haah. Mungkin ia sedang sakit, batin Yoomi. Rasa khawatir itu pun muncul.

'Ia sakit apa? Bagaimana kalau parah? Apa.. Ia bisa merawat dirinya?'

"Aaiisshh"

Yoomi mengacak rambutnya kesal. Dan ia baru sadar jika ia berkata dengan sangat lantang. Dan membuat semua teman sekelasnya dan tentu saja Park Songsaenim menoleh padanya.

"Ehm. Nona Kang. Perhatikan ke papan. Akhir-akhir ini Nilaimu semakin lama semakin menukik"

"A-arraseoyo"

Yoomi menunduk dengan malu. Semua teman sekelasnya menertawainya. Ia mendengar seseorang tertawa di belakangnya. Cukup keras. Ia bahkan melempar Yoomi dengan penghapusnya. Yoomi memutar badannya dan memberinya jitakan halus.

"Ya! Kim Jong In! Berhenti tertawa! Nilaimu juga tak jauh buruk dariku"

"Tapi setidaknya aku lebih pintar darimu. Dan.. Aku juga punya teman yang bisa mengajariku. Oh, apa kau mau ikut diajari juga, Yoomi-yah?"

JongIn menaik-naikkan alisnya. Evil smirk nya muncul dan tentu saja membuat Yoomi kesal bukan main. Yoomi mengambil penghapus tadi dan melemparnya sukses mendarat di hidung JongIn. Yoomi memutar badannya dan mengendus kesal. Mengindahkan aduhan JongIn di belakangnya.

Yoomin tau. Sangat tau apa maksud Kai tadi. Ia dan Kai adalah tetangga. Dan tentu saja Kai tau Yoomin luar dalam. Itu sangat membuat Yoomin repot. Masalahnya, sekarang Kai tau namja mana yang Yoomin tengah menaruh hati. Yoomin mengacak rambutnya kesal.

RING… RING…

“Jangan lupa. Kerjakan PR kalian. Ingat. Minggu depan sudah harus dikumpul. Mata Raishuu (Sampai jumpa minggu depan)”

“Mata raishuu sensei (sampai jumpa minggu depan, guru)”

“Aaahh.. Akhirnyaa”

Yoomi menggeliat dan membereskan seluruh barangnya. Memasukkannya asal ke dalam tas dan menaruh tas nya di pundak.

“Hah, rupanya kita punya PR yang menumpuk”

“Hm. Beruntunglah kau punya si pintar Kyungsoo itu” ucap Yoomi sarkasme. Tapi sebenarnya jauh di dalam dirinya ia ingin sekali Kai menawari belajar bersama yang tentu saja pasti ada si Kyungsoo itu.

“Yah, memang”

Harapan Yoomi pupus sudah. Kai malah berjalan melewatinya dan meninggalkannya duluan. Yoomin berdecak kesal. Ia keluar dari kelas dan bermaksud pergi ke taman belakang sekolah, tempat biasanya ia menghabiskan jam istirahat disana.

Yoomi duduk di bawah pohon besar. Angin yang berhembus kencang membuat rambut lurus sebahu nya berantakan. Ia mengambil ikat rambut dan mengikat satu rambutnya.

“Yoominnie~~”

Seorang yeoja duduk tepat disebelahnya. Ia mengeluarkan kotak makannya dan mengambil sumpit. Satunya ia berikan pada Yoomi dan satunya ia pakai sendiri. Ia membuka kotak makan itu dan aroma sedap langsung mengisi hidung Yoomi. Perutnya langsung terasa lapar dengan tiba-tiba. Yoomi menyumpit sepotong kimbab dan meletakkannya dalam mulut.

“Aigoo, Nahyunnie, kau harus mengajari ku bagaimana membuat kimbab seenak ini.” Nahyun, yeoja tadi hanya tertawa saat dipuji oleh sahabatnya ini.

“Oh, Yoomi-yah. Bagaimana? Apa ada perkembangan?”

Sebisa mungkin Nahyun bertanya dengan hati-hati. Tak ingin melukai perasaan sahabatnya ini. Yoomi mengangkat bahunya. Ia meletakkan sumpitnya dan memandang ke arah depan. Ke pepohonan dan rerumputan yang sedang bergoyang.

“Kau tau. Seharusnya kau bisa minta tolong Kai. Kan dia-”

“Aku tau. Aku tau kalau Kai tau tentang Kyungsoo. Tapi apa yang bisa kulakukan? Bilang padanya kalau aku suka, oh ani, cinta dengan Kyungsoo, lalu memintanya untuk mencomblangkan aku, begitu?”

Nahyun hanya terdiam. Akhir-akhir ini Yoomi sedikit tempramental. Apalagi kalau ditanya seputar Kyungsoo.

Kyungsoo? Ya. Namja imut dan pipinya sedikit chubby. Kai berteman baik dengannya. Atau bisa dibilang sahabat Kai. Yoomi tak sekelas dengannya. Ia hanya bisa melihat Kyungsoo dari kejauhan. Dan bahkan, Yoomi sering curi-curi pandang ke arah kamar Kai, yang bersebrangan dengan kamarnya saat Kyungsoo sedang datang ke rumah Kai.

Sekarang masalahnya hanya satu. Kai, dan Kyungsoo itu namja populer. Siapa yang tak ingin menjadi yeojachingunya? Dan itu adalah alasan pertama yang membuat nyali Yoomi ciut. Yoomin hanya yeoja biasa. Tak populer. Yeoja biasa yang datang ke sekolah.

Cantik? Entah. Yoomi merasa wajah nya biasa-biasa saja. Bisa dibilang, tak ada yang spesial dari dirinya. Sama dengan Nahyun. Karena itulah mereka berteman. Yoomi merasa tak enak kalau harus berduaan dengan Kai. Tapi.. Yah, ia dan Kai selalu satu sekolah sejak kecil. Boleh dibilang Yoomi sudah menganggap Kai layaknya oppa kandungnya. Tapi death glare yang diterimanya dari fangirl Kai saat mereka bersamalah yang membuat Yoomi enggan.

Bahkan ada seorang fangirl yang jelas-jelas melabrak Yoomi. Kata-katanya menusuk. Dan Yoomi bukan tipe orang yang gampang melupakan sesuatu. Ia jelas ingat kata tiap kata yang dilontarkan yeoja itu padanya.

“Kau pikir kau pantas buat Kai oppa? Lihat dirimu sendiri, Kang Yoomi. Tak cantik, tak populer. Apa pantasnya kau untuk Kai oppa?”

Mereka benar. Yoomi memang tak pantas. Dan jatuh cinta pada Kyungsoo jelas kesalahan besar. Sejak insiden labrakan itu, Yoomi semakin jarang bertemu dengan Kai. Dan parahnya sekarang ia malah jatuh cinta pada sahabat Kai, Kyungsoo. Yoomi meletakkan tangannya di dadanya.

‘Kenapa.. Setiap menyebut namanya jantung ini langsung berdetak cepat’

Yoomi menggigit bibir bawahnya. Ia sudah jatuh terlalu dalam, dalam pesona Kyungsoo. Wajahnya, senyumnya, suaranya. Yoomin bisa meleleh saat mendengar suara tawa Kyungsoo.

“Yoomi-ah sebaiknya kau cepat mengambil keputusanmu. Tak baik memendam perasaan terlalu lama. Aku takut kalau kau terluka”

Yoomi tersenyum. Nahyun ini benar-benar baik. Ia masih saja memikirkan perasaan Yoomi. Terkadang ia berpikir jika Nahyun terlalu baik padanya.

“Yoomi-ah. Jangan berpikir kalau, kau tak pantas untuk Kyungsoo. Kau tau kau-”

“Arraseo arraseo. Kajja kita kembali. Istirahat sudah hampir selesai”

******

Yoomi duduk di bangkunya. Lagi-lagi ia mengambil secarik kertas dari kotak pensilnya.

‘Hm.. Kimia. Aah, kelasnya kan jauh’

Yoomi merasa badannya lemas. Ia tak bisa melihat Kyungsoo lagi. Dari pagi ia belum melihat Kyungsoo. Tadi ia mau mengecek keberadaan Kyungsoo saat ia melihat sosok Kai di lorong. Langsung saja Yoomi membalikkan dirinya dan dengan sedikit berlari ke arah kelas.

Yoomi meletakkan kepalanya di meja dan memejamkan matanya. Telinganya menangkap suara ramai-ramai diluar. Ah, mungkin itu Kai dan para fangirlnya datang. Yoomi tak mengangkat kepalanya. Sampai ia mendengar suara bangku sebelahnya ditarik dan seseorang duduk disana. Sontak Yoomi duduk tegak dan melihat ke sebelahnya.

“Ya! JongIn! Dudukmu bukan disitu! Apa kau lupa?!”

“Sssstt. Diamlah! Apa aku tak boleh duduk berdua lagi dengan teman kecilku, hah?”

Yoomi tak melanjutkan ucapannya. Ia tau kalau bertengkar dengan Kai tak akan memecahkan masalah. Dan Yoomi tak pernah menang kalau sedang berdebat dengan Kai. Seberapa kuat ia mencoba, tetap saja kalah. Yoomi memilih diam dan mengatur bukunya di meja.

Kai melihat Yoomi dengan seksama. Betapa ia merindukan sosok teman kecilnya ini. Bahkan ia sudah menganggap Yoomi seperti yeodongsaengnya. Tapi akhir-akhir ini Kai tau kalau Yoomi menghindarinya. Dan itu membuatnya sedih. Kai tau kalau ada seorang yeoja melabrak Yoomi. Dan dari sejak itu Yoomi mulai cuek padanya.

Tak pernah sekalipun Kai menaruh hati pada Yoomi. Mungkin karena mereka bersama sejak kecil. Kai malah merasa ia harus melindungi Yoomi. Kai selalu mencari tau siapa namja yang tengah disukai Yoomi dan bagaimana orangnya. Baiklah. Ini terkesan telalu protektif tapi begitulah Kai. Ia tau terlalu jauh bagaimana Yoomi.

Sebenarnya Kai sedikit lega saat tau Yoomi menyukai Kyungsoo. Tapi entah bagaimana Kai bisa membantunya. Kai mengeluarkan handphone nya dari saku celana dan mengirim pesan.

To : Kyungsoo Hyung

Hyung! Kau ada acara besok? Kalau tak ada mainlah ke rumahku, ne? Bantu aku mengerjakan pr~~ jebal~~

From : Kyungsoo Hyung

Kurasa tak ada. Okay!! Besok di rumahmu, ne? Aku kesana jam 9 ^_^

Kai tersenyum sendiri. Ia teringat pembicaraan dengan Kyungsoo beberapa hari yang lalu. Awalnya tentu ia kaget. Kai sangat tak menduganya.

*****

Flashback On

Seperti biasanya Kai dan teman se-geng nya duduk di tepi lapangan. Beberapa temannya sedang asyik main basket. Tapi Kai sedang malas. Ia memilih duduk bersama Kyungsoo.

“Hyung, kau punya yeojachingu?” tanya Kai hati-hati dan dijawab oleh gelengan. Kai menatapnya kau-bercanda-bukan.

“Yah, apa wajahku seperti sedang berbohong?” Kyungsoo menghela nafas. Dan Kai hanya tertawa menanggapinya.

“Sudah waktunya kau mencari yeoja hyung”

“Aku hanya belum punya calon yang pas”

“Mwo? Ada sekitar 100lebih yeoja disini dan tak ada satupun yang sesuai tipemu? Daebak…”

Kyungsoo memukul lengan Kai kesal. Pasti. Tiap ada teman se geng nya yang menanyai nya pasti reaksinya begitu. Ya, Kyungsoo tau kalau hampir semua temannya sudah punya yeojachingu. Atau mungkin sudah ada target. Tapi ia tidak.

Pandangan Kyungsoo beralih ke gerbang. Banyak murid yang baru saja datang. Tak sengaja matanya menangkap sosok yeoja yang sedikit familiar di matanya.

‘Ah.. Yeoja itu’

Bibir Kyungsoo tertarik. Ia tak menyangka kalau dirinya sedang tersenyum saat melihat sosok yeoja itu. Jantungnya berdetak aneh.

“Oh, yeoja itu? Namanya Kang Yoomi. Aku mengenalnya hyung”

Kyungsoo terlonjak kaget dan memandang ke arah Kai dengan tidak percaya. Astaga. Apa sekarang Kai bisa membaca pikirannya?

“A-ani. Bukan dia”

“Aigoo. Aku tau kau berbohong hyung”

Semburat merah tergambar di pipi Kyungsoo. Ia tak bisa menyembunyikannya lagi karena Kai telah melihat itu. Sesuai dugaannya, Kai malah mengejek-ejeknya. Dan itu membuat temannya yang lain menoleh dan ingin tau kejadian apa. Kyungsoo meraih tasnya dan berjalan duluan meninggalkan temannya.

Flashback off

****

‘Apa yang terjadi denganku?’ Batin Kyungsoo.

Ia meraih pensilnya dan membuka halaman paling belakang buku catatannya.

‘Kang Yoomi….’

“Aisshh” ucap Kyungsoo lirih. Kyungsoo tak tau kenapa tapi sosok Yoomi selalu muncul di pikirannya.

‘Kai bilang, ia temang sejak kecil Yoomi..’

Kyungsoo menggenggam pensilnya erat. Ia mengingat saat Kai bilang begitu padanya. Teman sejak kecil.. Berarti Kai tau bagaimana Yoomi luar dalam? Kyungsoo tak tau. Tapi sebagaian besar perasaannya mengatakan kalau ia cemburu. Ia tak ingin siapapun mengenal Yoomi lebih dalam daripada dirinya.

‘Aigooo.. Ada apa denganku?’

******

Kalau kalian bingung bagaimana Kyungsoo bertemu dengan Yoomi, biar kuberitau.

Hari itu hujan deras. Kyungsoo baru saja selesai mengerjakan tugas kerja kelompoknya. Ia benar-benar mengumpat saat hujan turun sangat deras disaat ia ingin pulang. Perutnya sudah lapar. Tapi ia tak ingin menembus hujan basah-basahan, becek, hanya karena perut laparnya.

Kyungsoo berjalan ke arah ruang musik. Sekolah sudah lumayan sepi. Sebagian besar murid sudah pulang. Mungkin hanya beberapa yang tinggal. Seperti anak klub jurnalistik dan beberapa yang terjebak hujan seperti Kyungsoo. Langkahnya terhenti tepat di depan pintu ruang musik. Ia mendengar alunan piano dari luar. Bulu kuduknya meremang. Ia memutar knop pintu dan mendapati seorang yeoja tengah duduk disana.

Ia membelakangi Kyungsoo. Figur mungilnya dan rambut sebahu lurus yang diikat satu membuat nya terlihat semakin imut. Kyungsoo memandang ke arah kakinya. Ah, setidaknya ia memang murid sini.

I won’t let these little things slip out of my mouth
But if I do
It’s you
Oh, it’s you they add up to
I’m in love with you
And all these little things

Jari-jari yeoja itu menekan tuts piano dengan pas. Apalagi suaranya saat bernyanyi. Kyungsoo merasa jantungnya berdetak aneh. Ia terus berdiri di depan pintu mendengarkan alunan lagu itu hingga selesai. Kyungsoo memandang lagi kedalam.

Yeoja itu tak lagi menekan tuts-tuts piano. Ia memandang ke arah jendela besar di sebelah kanannya. Ah, Kyungsoo tau sekarang. Yeoja itu punya hidung mancung yang mungil, dan bibir merah. Yoeja itu bangkit dan menoleh ke arah pintu membuat Kyungsoo kaget dan menutup pelan pintu ruang musik. Ia memandang ke sekeliling dan buru-buru menyembunyikan dirinya.

Tak lama terdengar pintu dibuka. Pelan-pelan Kyungsoo mencuri pandang ke sana. Yeoja itu tengah menutup pintu ruang musik. Ranselnya sudah ada di pundak. Ah, rupanya ia akan pulang. Hujan sepertinya sudah mulai reda.

Saat yeoja itu berbalik, Kyungsoo dapat melihat wajahnya. Dan saat itulah ia merasa jantungnya berdetak dua kali lebih cepat.

Cantik… Itu adalah kata pertama yang melukiskan yeoja itu. Kyungsoo berusaha melihat ke arah name tag nya. Tapi gagal.

‘Mungkin… Lain kali aku akan tau siapa namanya’

********

Sinar matahari pagi masuk ke dalam kamar menerpa wajah Yoomi yang masih dalam balutan selimut hangatnya. Yoomi menggeliat. Ia meluruskan otot-ototnya sebelum akhirnya terduduk dan mengucek kedua matanya.

Kyungsoo sudah rapi dengan polo shirt dan celana jeans nya. Rambutnya diberi gel sedikit dan dibuat jabrik. Ia memakai jaketnya dan memasang ranselnya di pundak. Kyungsoo menyalakan motornya dan pergi ke rumah Kai.

“Yah! Apa yang kau lakukan disini?!”

“Aigoo, Yoominnie apa kau tak bisa tak berteriak seperti itu, hah?”

Kai mendecak kesal. Ia baru saja mengetuk pintu rumah Yoomi dan keluarlah Yoomi dengan masih memakai piyama tidur. Yoomi menaruh tangannya di pinggang. Kesal dengan Kai karena mengganggu tidurnya di hari Minggu pagi.

Kai menerobos masuk ke rumah Yoomi. Melepas sepatunya dan pergi ke dapur.

“Ya! Siapa yang membolehkanmu masuk?”

Kai hanya diam. Ia malah duduk di meja dan membuat roti selai. Kai mendengar Yoomi menghela nafas nya dan ikut duduk di sana, bersebrangan dengannya.

“Kenapa kau… Menghindariku?”

Akhirnya Kai punya cukup keberanian saat bilang itu. Sudah lama ia ingin tanya begitu pada Yoomin.

“Aku tidak.. Menghindarimu” ucap Yoomi lirih. Matanya tak berani memandang ke arah Kai.

“Kau berbohong Yoomi. Aku tau kau menghindariku”

“Mianhae. Aku-”

“Aku tau. Kenapa kau tak bilang kalau kau dilabrak yeoja-yeoja itu? Seharusnya kau melawan Yoomi. Setidaknya mengadulah padaku. Bukannya malah menghindariku.” Yoomi hanya diam. Ia menggigir bibir bawahnya agak keras.

“Aku tidak seharusnya berteman denganmu, Kai. Kau kan-”

“Kenapa? Karena aku populer? Karena banyak yeoja yang suka denganku?”

Hening tak ada jawaban dari Yoomi sama sekali. Ia hanya diam seribu kata. Yoomi tak tau harus berkata apa. Semua yang dikatakan Kai itu benar.

Hening tak ada jawaban dari Yoomi sama sekali. Ia hanya diam seribu kata. Yoomi tak tau harus berkata apa. Semua yang dikatakan Kai itu benar.

“Pabo. Kau pikir dirimu tak pantas menjadi temanku begitu? Jeongmal paboya Yoominnie.”

“Yah!!”

Yoomi berteriak kesal. Bibirnya masih mengerucut. Tangan Kai terulur dan mengacak gemas rambut Yoomi. Mata Kai menyipit, dirinya tertawa melihat Yoomi nya telah kembali seperti dulu. Mereka tertawa sampai bunyi bel menghentikan mereka.

“Ah, kurasa ada tamu di rumahmu” ucap Yoomi.

“Benarkah? Aku tadi mengundang Kyungsoo hyung datang”

“Uhuk!”

Yoomi menepuk-nepuk dadanya. Ia mengambil susu dan meminumnya tergesa. Yang benar saja?! Kyungsoo?! Jantung Yoomi serasa ingin copot saat mendengar nama itu.

“Mwoya?!!”

Kai menyeringai evil dan bangkit dari kursi. Ia berjalan ke arah pintu depan. Kai mengedipkan sebelah matanya ke Yoomi dan keluar dari rumahnya.

“Aaaa.. Eottokkae?”

Yoomi mengusap mulutnya. Dan berjalan ke arah kamar.

“Aigoo.. Aku bahkan belum mandi. Omona”

Yoomi menyambar handuk dan bergegas membersihkan dirinya.

‘Dandan yang rapi. Jaga omonganmu Kang Yoomi. Jangan sampai kau membuat malu dirimu di depan Kyungsoo >< '

*******

"Seingatku rumahmu yang sebelah, Kai. Atau aku yang lupa?"

Kai tertawa mendengar komentar sahabatnya ini. Ia hanya terus berjalan dan menyuruh Kyungsoo duduk di sofa.

"Ah, rumahku memang yang sebelah. Ini rumah temanku"

Kai menaiki tangga ke arah kamar Yoomi. Meninggalkan Kyungsoo yang masih terbingung oleh ucapannya.

'Temannya?'

Menit berikutnya Kyungsoo benar-benar kaget. Matanya membulat dan mulutnya terbuka. Teman Kai.. Yoomi? Yoomi… Yoomi.. Kang Yoomi?

Jantung Kyungsoo berdetak cepat saat melihat Yoomi keluar dari kamarnya di lantai atas. Rambutnya dibiarkan tergerai, cantik sekali.

"A-annyeong" ucap Yoomi dan membungkukkan badannya.

"A-an-annyeong"

Yoomi merasa dirinya gugup. Sangat gugup. Bagaimana tidak? Mereka bertiga sedang belajar bersama. Kyungsoo duduk tepat di sebelah Yoomi. Dan Kai diseberang Yoomi. Dari tadi Kai hanya tersenyum evil pada Yoomi.

'Astaga..'

Yoomi menggigit bibir bawahnya. Dari tadi jantung Yoomi tak berhenti berdetak tak karuan seperti ini.

'Yaampun.. Aku bisa mati kalau begini terus' batin Yoomi. Sedari tadi ia tak bisa fokus mengerjakan pr matematika nya.

"Ah, aku lupa. Aku harus beli sesuatu. Aku akan kembali nanti"

Kai mengacak rambut Yoomi dan berdiri. Ia melirik ke arah Kyungsoo dan bersmirk.

'Apa mereka.. Sedekat itu?' batin Kyungsoo.

'Cemburu? A-ani… Ah. Molla'

BLAM!

Kyungsoo segera tersadar. Ia melirik Yoomi yang masih mengerjakan pr nya serius.

"A-aku…"

"Hm?"

Yoomi terkejut. Ia mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Kyungsoo.

Dang!

Wajah mereka hanya beberapa senti saja. Keduanya terdiam dan saling berpandangan. Pandangan Kyungsoo beralih dari mata Yoomi, ke hidungnya, dan bibirnya. Ah, ia rasa ia tak bisa menahan dirinya lagi. Kyungsoo memajukan wajahnya dan meletakkan bibirnya disana.

Yoomi terkejut. Tentu saja. Ia tak menyangka ini hanya terjadi. Pipinya merona merah.

‘O-omo…’

Kyungsoo akhirnya menarik bibirnya. Ia memandang intens ke arah Yoomi.

“Y-yoomi-yah.. A-aku…”

Kyungsoo berhenti. Ia mengambil kedua tangan Yoomi dan menggenggam nya erat. Kyungsoo memandang Yoomi lembut.

‘Ayo.. Do Kyungsoo.. Jangan jadi pengecut. Kau bisa!! Hwaiting!! ><'

"Saranghae. Will you be mine?"

Yoomi membuka mulutnya. Ia mau mengatakan sesuatu tapi tak ada yang keluar dari mulutnya. Speechless. Ia tak tau harus melakukan apa. Jauh dalam dirinya ia ingin berteriak keras.

Awalnya Kyungsoo ragu. Yoomi sama sekali tak membalas apapun. Kyungsoo mengibaskan tangannya di wajah Yoomi, menyadarkannya. Yoomi tersenyum dan memeluk Kyungsoo.

DEG!

Jantung Kyungsoo berdetak cepat sekali. Hampir seperti ingin copot dari rusuknya. Begitu juga dengan Yoomi. Tiba-tiba saja badannya bergerak sendiri memeluk Kyungsoo.

“Na-nado saranghae, oppa..”

Yoomi melepaskan pelukannya dan mencium pipi Kyungsoo membuat si empunya merona merah padam. Yoomi tertawa melihat wajah Kyungsoo yang merah padam.

“Jadi… Kita pacaran sekarang”

“Ehm”

Kyungsoo menarik lagi tangan Yoomi membuat kepala Yoomi menabrak dada bidang Kyungsoo. Kyungsoo meletakkan tangannya di pinggang Yoomi dan memeluknya erat.

“Ehem. Kurasa ada yang melupakanku”

Mereka mendongak dan melihat Kai yang berdiri tak jauh dari mereka. Yoomi dan Kyungsoo berpandangan.

“Gomawo Kai ini semua berkatmu~~”

THE END ^^

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on July 13, 2013, in PG, Romance, School Life and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 25 Comments.

  1. fernanda feby alfiana

    Daebak!!

    Pas Kyungsoo nembak yoomi-nya bikin aku senyum2 gaje (?)

    Kerenlah Thor ><

  2. ChanJong Biased

    hiyaaaa D.O huee malu malu mau T.T
    Yoonmi lucky bnget deh. dr semua ff d.o yg aku baca hari ini, ini yg aku suka. tp tetep yah knpa d.o ska brkaraktr sbgai anak rajin? yowes muka dia emang good boy😀
    aku tunggu ff author yang lain

  3. Kereen😀
    aku bacanya sampe ngakak😀

  4. AAAAAA!!! Daebak!! Daebak!! Daebak!!! Aku jdi geregetan sendiri pas mereka tinggal berdua >< aigoo, sumpah kereen bgt. Nice ff thor😉

  5. kyuwonhae's wife

    hahahhahaa… Ternyta mereka saling suka , tp krna malu2🙂
    Kai oppa sma aku aja #nyeret kai ke rumah😀
    Daebak😉

  6. good ff, tapi kayanya masih kependekan thor.. Konfliknya juga kurang
    Keep writing nee^^

  7. thor, how to get the password? ‘-‘

  8. aku reader baru disini, aku juga suka banget baca ff disini, tapi banyak yg di protect thor, jadi gimana caranya biar bisa dapet passnya? ‘-‘

  9. Bikin ng!ri,,
    pengen bnget jd yoomi. .berhubung kai gk da yeojach!ngu mau daftar ah. .haha

  10. Cute! Tapi kyungsoonya buat aku aja boleh ga?!?!?!?!? /?

  11. yaampun yaampun gak bisa bayangim mukanya kyungsoo merah aduh gimana? gue bisa apa_—-_ jongin epil banget nih kaya upil/? wkwkwk

  12. Hahaha ffnya lucu min, bacanya juga jadi geregetan (?) Daebak!

  13. Daebak!!! suka deh sama image d.o yg anak rajin ^^~

  14. sumpah..nih ff bagus deh thor..

    Do nya cute banget..

    semangat nulis ya thor!!!

  15. aaaaaaaa~ seruuuuu😄 seru banget thor, bagus deh ceritanya keren ^^

  16. Huwaaa aku deg degan sendiri baca ff ini >,< daebak thor, ffnya bagus bgt. Coba aku ditembak sama kyungsoo kayak gitu~ /plak

  17. wahhh daebakk yg ini ada sequel nya gak?

  18. Hahah ini bagus! Ceritanya simple, jd gampang dicerna. Keep writing~

  19. Haha keren ffnya bakanya daebakk!! ^-^

  20. sifa nirwana

    Singkat tapi keren, aku suka aku suka😀
    aku malah ngebayangin jadi yoomi gimana gitu :3
    Cuma senyum2 gaje baca nih ff, daebak😀

  21. alfa nuraini

    HUwaaa!! MIn, daebakk!!

    Need sequel!!!

  22. Ahaha.. crita’a trlalu fluffy :v gk ada konflik’a sm skali😀
    Btw.. death glare  tuh apa?
    oke keep writing thor! ↖(^▽^)↗

  23. ajrelika verlyan nezvara

    Aduh bikin nge-fly aku jadi keta gaje sendiri

  24. ciee jongin jadi pak comblang.hahaha
    mereka sweet banget dah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: