The Silent Force

tsf

Author: Kim Reika

Genre: Romance, School Life, Oneshoot PG-16

 

Cast:

–          Lee Young Ri (OC)

–          Kim Jongin a.k.a Kai

–          Choi Minho

Support Cast&Cameo:

–          Lee Taemin

–          Kang Hyeri (OC)

 

Note: annyeong^^ author comeback kkk~ kali ini author membawakan ff ayangKai VS abangmimin. Rated T pemirsah~ *readerskecewa* jangan sedih yaa. Ff ini terinspirasi dari film ‘Refrain’-nya afgan sama teteh MaudyAyunda hehe, tapi bukan berarti jalan ceritanya sama loh. Mian, typo bertebaran. Mohon hargai author yang sudah menulis ff ini dengan segenap hati dan cinta kkk~ coment ditunggu ya. Gamsa~

 

GetWellReallySoonKaiYeobo<3:(

*******

 

Sahabat..

Aku membenci kata ‘Sahabat’

Persahabatan yang menjadi penghalang untuk kita bersama.

Persahabatan yang mengubah hati ini.

Persahabatan yang membuatku diam akan rasa ini.

Persahabatan yang membuat kita hancur.

Dan..

Persahabatan yang membuat kau tidak melihat kehadiranku.

Tak bisakah kau melihatku disini?

Apakah kau sudah terlalu buta akan dirinya?

Tak berniatkah, sedikitpun kau menoleh kearahku?

Dia.. Yang selalu kau rindukan.

Dia.. Yang selalu kau ceritakan disaat kita bersama.

Dia.. Sempurna..

Akan tetapi, dia tidak memiliki sesuatu yang ada pada diriku.

Aku mencintaimu.. Kim Jongin..

-Lee Young Ri-

****

 

“Heyo! Sedang apa?”

 

Young Ri menatap namja yang ada dihadapannya dengan horror. Hampir saja dia jantungan dengan kehadiran namja ini yang tiba-tiba. Namja cute yang seketika menjadi tampan. Berbeda jauh dari yang dulu. Sangat tampan dan juga cool. Akan tetapi tetap saja biarpun wajahnya dibuat-buat sok keren dia tidak bisa lepas dari wajah unyu nan imutnya itu.

 

“Aku hanya duduk-duduk saja, menunggu oppaku yang luar biasa lelet”

 

“Aigo. Lelet katamu? Aku sudah siap. Buktinya aku sudah muncul dihadapanmu. Ayo sarapan!” namja tadi menarik salah satu kursi dan mendudukinya, namja ini adalah anak sulung dari keluarga Lee. Lee Taemin, namja unyu yang sedang menjelma menjadi tampan. Lihatlah. Meja makan ini cukup besar. Bahkan bisa menampung untuk 12 orang. Akan tetapi sejauh mata memandang hanya ada Young Ri dan Taemin dimeja ini dan diatas meja sudah disiapkan sarapan pagi oleh Lee ahjumma.

 

Orangtua mereka? Oh ayolah. Keluarga Lee, keluarga berada. Jadi orangtua mereka sangat jarang berada dirumah. Bahkan sekarang orangtua mereka sedang keluar negeri dengan salah satu rekannya, keluarga Kim. Tetangga seberang.

 

Ting.. Tong..

 

Young Ri dan Taemin masih melanjutkan sarapannya dengan tenang, tanpa memperdulikan bel rumah berbunyi. Dan tak lama setelah bel rumah berbunyi..

 

“Heyo wasapp broh” sapa tamu yang datang sepagi ini. Young Ri hanya menatap malas tamu itu, sedangkan Taemin menyapanya balik dengan berhigh-five ria.

 

“Masih pagi nona cantik.. Dan kau masih terlalu cantik untuk membuat wajahmu cemberut seperti itu” tamu tadi mencolek dagu Young Ri dan duduk dikursi sebelahnya.

 

“Aish. Salahmu sendiri meninggalkanku pulang kemarin. Aku jadi jalan kaki sendirian” Young Ri mempoutkan bibirnya. Masih kesal dengan tamu yang tak diundang, dan seenak jidatnya bisa datang kapan saja.

 

“Aigo. Gara-gara itu ya ngambek” goda tamu itu.

 

Tamu itu adalah anak tunggal dari keluarga Kim. Rumahnya tepat diseberang rumah keluarga Lee. Kulitnya yang agak kecoklatan, itulah cirikhasnya. Kim Jongin, atau lebih suka disapa Kai atau dengan sapaan lain, Kkamjong. Sapaan teman-temannya dulu dimasa SD hingga sekarang. Karena kulit Kai yang agak gelap itulah alasannya, katanya sih. Taemin sudah berteman dengan Kai semasa kecil. Umur mereka hanya terpaut beberapa bulan, bahkan mereka sekarang sekelas dan disekolah yang sama dengan Young Ri. Young Ri masih kelas 1 Senior High School sekarang. Young Ri tumbuh dikelilingi oleh sahabat dan oppanya. Bukan hanya Kai yang merupakan sahabat masa kecil mereka, tetapi ada satu lagi. Tetangga sebelah rumah keluarga Lee. Dan sayangnya mereka sudah pindah ke London.

 

“Aku belum bilang padamu ya kemarin pulang sekolah aku ada janji dengan Hyeri?”

 

Deg.

 

‘lagi-lagi Hyeri’ Young Ri hanya tersenyum menanggapinya dan segera meminum susunya. Dengan cepat Young Ri beranjak dari hadapan Taemin dan Kai sebelum mereka tahu bibir Young Ri mulai bergetar.

 

“Yak! Young Ri-ah, kau belum menghabiskan sarapanmu!” panggil Kai menatap punggung Young Ri yang sudah berada diambang pintu, panggilan itu otomatis membuat langkah 1000 Young Ri untuk mengindari Kai terhenti.

 

“Aku sudah kenyang. Taemin oppa, aku tunggu kau dimobil” Jawab Young Ri tanpa menatap sahabat dan oppanya yang heran dengan tingkah Young Ri.

 

“Bukannya kau berangkat denganku? Yak! Young Ri-ah. Aish”

 

Young Ri tak memperdulikan ucapan Kai. Dia tidak sanggup melihat lagi kearah Kai. Mungkin itu akan memungkinkan Kristal bening akan jatuh dari mata indahnya.

 

“Ada apa dengannya?”

 

Taemin hanya menganggkat kedua bahunya dan melanjutkan melahap Roti ketiganya.

~

 

Diam. Young Ri sangat membenci suasana seperti ini. Yap. Mereka bertiga sekarang berada dimobil yang sama. Taemin yang duduk dikursi kemudi, dan Kai yang ingin pergi bareng dengan Taemin. Dengan sangat terpaksa akhirnya Young Ri duduk dikursi belakang sendirian karena kursi penumpang disamping Taemin sudah diduduki oleh.. Ya kalian pasti tahulah siapa orangnya.

 

Youngri mengambil iphonenya dan memasang headset ditelinganya. Setidaknya dengan begini Young Ri merasa suasana ramai.

****

 

“Young-ah” panggil Kai.

 

Walaupun telinga Young Ri masih tersumpal dengan headset, dia masih bisa mendengar keadaan sekitar. Young Ri menatap kearah Kai, dan Kai hanya tersenyum. Baru saja Kai ingin membuka mulutnya, mengatakan apa yang ingin dikatakannya. Tapi tiba-tiba..

 

“Oppa~~”

 

Young Ri mendengus kesal melihat yeoja. Ralat, Hyeri. Sunbaenya disekolah yang BELUM RESMI menjadi yeojachingu Kai menggelayutkan tangannya manja dilengan Kai. Sumpah demi apapun, yeoja manapun yang melihat ini pasti iri. Kai termasuk namja populer disekolah dan menurut yeoja lain, Hyeri sangat beruntung bisa sedekat itu dengan Kai –selain Young Ri- dan apalagi para yeoja disekolah menyangka Hyeri dan Kai mempunyai hubungan khusus dan KATANYA mereka sangat serasi.

 

“Aku kekelas dulu. Annyeong” pamit Young Ri dari hadapan Kai dan Hyeri. Hyeri hanya membalas senyuman Young Ri. Hyeri itu yeoja baik-baik. Salah besar apabila Hyeri dianggap yeoja licik yang ingin dekat dengan namja populer karena ingin populer juga. Hey. Hyeri yeoja populer disekolah ini, sangat pupuler malah. Dia pintar, berbakat. Namja mana yang tidak tertarik padanya? Bahkan Hyeri yang mengetahui Kai dekat dengan Young Ri tidak apa-apa. Hyeri sudah menganggap Young Ri seperti yeodongsaengnya.

 

Sebenarnya. Hyeri bukan hanya mencintai Kai. Tetapi dia juga mencintai Taemin. Tanpa diketahui Hyeri, Taemin sebenarnya juga mencintai Hyeri. Hanya saja Kai terlebih dahulu menyatakan cintanya pada Hyeri. Hey. Kai dan Hyeri memang belum resmi berpacaran, akan tetapi Kai sudah menyatakan perasaannya ke Hyeri. Dan Hyeri belum menjawabnya. Oke. Mungkin sikap Hyeri yang bermanja-manjaan dengan Kai tadi adalah jawabannya.

 

Taemin tersenyum. Ya. Taemin tersenyum melihat yeoja yang dicintainya dengan sahabatnya bahagia.

Karena cinta.. Bahagia melihat orang yang kita cintai juga bahagia..

****

 

Young Ri berlari dengan cepat tanpa memperhatikan orang-orang sekitarnya lagi. Melihat pemandangan tadi seakan membuat hati Young Ri sesak. Entahlah.. Young Ri tidak pernah tahu kapan perasaannya terhadap Kai berubah.

 

BRUK

 

Bunyi tubuh orang terjatuh terdengar sangat jelas di indera pendengaran Young Ri. Young Ri menatap orang yang terjatuh akibat ulahnya tadi sekilas dan segera membungkuk minta maaf.

 

“Jeongso hamnida”

 

Segera saja setelah itu Young Ri berlari lagi. Ayolah.. Matanya sudah memerah, dan diyakini sebentar lagi kristal bening akan membanjiri pipi chubynya.

 

Langkah kakinya membawa tubuh Young Ri disini. Diatap sekolah. Ya seperti kata orang-orang difilm-film, novel atau apapun itu. Atap sekolah menjadi tempat yang tepat untuk meluapkan kekesalan. Tapi kali ini berbeda. Young Ri tidak kesal. Young Ri juga tidak sedih. Young Ri hanya meratapi nasibnya. Nasibnya yang harus mencintai sahabatnya sendiri.

****

 

Mata ini.. Tercipta untuk melihatmu yang selalu tumbuh menjadi lebih baik.

Hidung ini.. Tercipta untuk menghirup aroma tubuhmu yang membuatku selalu mengingat dirimu.

Bibir ini.. Selalu menyebut namamu disaat aku terlelap.

Hati ini.. Selalu mengukir namamu dengan indah.

Tangan ini.. Tidak bisa meraihmu, namun mampu untuk menjadi tempatmu bersandar.

Kaki ini.. Melangkah dengan pasti. Kearahmu..

Langkah kakiku tertuju padamu.

Hanya kamu..

****

 

“Young Ri-ah”

 

Young Ri menoleh kearah sumber suara. Dilihatnya seorang namja terengah-engah yang sepertinya juga habis berlari. Apakah namja itu berlari mengejarnya?

 

‘dan.. Dia mengetahui namaku dari mana?’

 

“name tag seragammu” jawab namja itu seakan bisa membaca pikiran Young Ri. Young Ri masih menyerngitkan dahinya bingung. Suara itu.. Suara berat itu.. Mungkinkah?

 

“ngg..-“ Young Ri menggigit bibir bawahnya ragu.

 

“Choi Minho.” Gumam orang itu pelan. Seketika membuat kedua bola mata Young Ri yang tadinya memerah menjadi terbelalak ingin keluar dari tempatnya.

 

“Minho oppa?”

 

Namja tinggi tadi hanya mengangguk sambil tersenyum. Dan berlari memeluk tubuh mungil Young Ri. Young Ri juga membalas memeluk namja itu. Seakan tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya sekarang.

 

“Oppa. Bogoshipo”

 

Akhirnya, pelukan hangat dan nyaman yang Young Ri rindukan selama ini. Akhirnya, tangisan Young Ri pecah. Tangisan yang mewakili perasaannya tadi yang mencampur aduk. Young Ri membenamkan wajahnya didada bidang namja itu. Dirasakannya tangan kekar Minho membelai sayang rambut Young Ri.

 

“Nado, saeng-ah. Oppa juga merindukanmu” balas Minho mencium puncak kepala Young Ri. Membiarkan baju seragamnya basah akibat tangisan Young Ri.

 

‘tetap cengeng’ batin Minho tersenyum. Ya. Young Ri tetap cengeng dimata Minho, dan hanya dihadapan Minho. Young Ri menjadi cengeng jika sudah bersama Minho. Young Ri menangis disaat dulu Minho meninggalkannya, dan menangis ketika Minho datang lagi.

 

“Kau jahat oppa. Kau meninggalkanku sendirian, dan kau.. Datang disaat yang tepat” ucap Young Ri bergumam dalam pelukan Minho. Tangisnya sudah mereda. Namun Young Ri enggan melepaskan pelukannya dari Minho.

 

“Hey. Bukankah selama aku pergi ada Taemin dan Kkamjong hm?” Minho tertawa kecil melihat tingkah Young Ri yang masih kekanakan. Ya. Satu lagi, Young Ri mengeluarkan sifat kekanakannya hanya dihadapan Minho. Bagi Young Ri, Minho sudah menjadi oppa keduanya setelah Taemin. Bukannya Young Ri pilih kasih atau apa. Young Ri juga menyayangi Taemin, dan juga selalu bercerita ke Taemin kalau Young Ri sedang ada masalah. Hanya saja bercerita dengan Minho membuat hatinya jauh lebih tenang dan damai.

 

“Mereka asyik memperebutkan Hyeri sunbae”

 

“Siapa itu? Cantik kah? Aaaa oppa jadi ingin melihat orangnya” Tanya Minho antusias.

 

Young Ri mengerucutkan bibirnya kesal. Young Ri perlahan melepaskan pelukannya dengan Minho dan menarik tangan Minho keujung atap. Dan memandangi siswa-siswi dibawah sana. Atap ini tempat strategis, para siswa-siswi dibawah tidak terlalu tertarik melihat kearah atap sekolah yang cukup tinggi itu dan membuat leher sakit mendongak keatas. Jadi para siswa-siswi tidak tau bahwa ada orang diatas atap itu.

 

Young Ri mengarahkan jari telunjuknya ke segerombolan siswi yang sedang asyik berbincang disana. Young Ri menunjuk salah satunya. Minho mengikuti kemana arah jari telunjuk Young Ri.

 

“Itu, Hyeri sunbae. Cantik bukan? Wajar saja Taemin oppa dan Kai menyukainya” ucap Young Ri tersenyum. Minho menangkap nada miris dari ucapan Young Ri tadi. Ya. Miris. Minho memahami Young Ri luar dalam. Minho tahu bahwa Young Ri sebenarnya sedih bahwa Hyeri-lah yang menjadi pusat perhatian oppa dan sahabatnya.

 

“Hm. Tidak juga. Bagi oppa semua yeoja itu cantik fisiknya. Akan tetapi bukan berarti cantik luar dalam kan? Hanya satu yeoja yang menurut oppa sangat cantik.”

 

“Jeongmal? Nuguya?” Tanya Young Ri antusias dan menatap kearah bola mata Minho.

 

“Hanya tuhan dan oppa yang tahu..”

 

“Aish, pelit” Young Ri memasang muka pura-pura kesal yang menurut Minho sangat lucu. Bertahun-tahun Minho menantikan dirinya pulang dan melihat Young Ri yang sudah dewasa. Ya. Minho sudah kembali..

****

 

Bisakah aku memilikimu, adikku?

Aku mencintaimu..

Meskipun bibirku mengatakan aku menyayangimu dan akan selalu menjagamu.

Sebagai kakak.

Apakah hanya itu?

Aku ingin lebih.

Dia.. Yang selalu kau ceritakan. Dan aku terpukul melihat kau menangis karenanya..

Dia.. Yang selalu menyakitimu.

Dia.. Yang selalu menghancurkan perasaanmu.

Aku disini untukmu. Namun,

Kau disana untuknya..

-Choi Minho-

****

 

Sekolah gempar. Ya para siswa/siswi sedang berkumpul dilapangan basket. Namja populer disekolah akan bertanding melawan murid baru. Bisa dilihat, kebanyakan para yeoja dilapangan basket ini. Bagaimana tidak? 2 namja populer akan melawan anak baru pindahan dari London. Dan mereka sangatlah tampan. Young Ri bahkan juga hadir disalah satu kursi penonton dan terlihat malas menyaksikan pertandingan itu. Satu lagi, disamping Young Ri sudah ada Hyeri. Perlu diingat Hyeri sudah menganggap Young Ri sebagai yeodongsaengnya, dan Hyerilah yang menyeret Young Ri untuk menemaninya menonton pertandingan ini.

 

Pertandingan dimulai. 2 lawan 1. Biarpun seorang diri, anak baru itu terlihat lincah dan dengan mudahnya memasukkan bola ke ring lawan. Terdengar sorak sorai para yeoja, dan yeoja bergosip-gosip ria ketika anak baru itu berhasil mencetak three point. Wajar. Badannya tinggi menjulang, tidak menjadi masalah mungkin.

 

“Duh, anak baru itu keren yaa. Ganteng pula.” Bisik yeoja-yeoja yang lumayan keras, dan bisa terdengar jelas ditelinga Young Ri.

 

Kewalahan. Anak baru itu mulai kewalahan menghadapi 2 namja itu yang juga tak kalah lincahnya. Salah satunya berhasil memasukkan ke ring anak baru itu.

 

“KYA.. TAEMIN-KAI KEREN.. TWINCE HANDSOME! AWESOME.. LUVYAA~~” Teriak salah satu yeoja yang duduk dibelakang Young Ri. Yap. Namja yang berhasil memasukkan bola ke ring anak baru tadi adalah Kai. Dan teman seregu Kai adalah Taemin. Young Ri mendengus kesal mendengar teriakan cempreng yeoja tadi.

 

‘bisa-bisa indera pendengaranku terganggu’

 

Sampai saat ini Young Ri heran. Para yeoja disekolah menganggap Taemin dan Kai kembar. Oh ayolah. Menurut Young Ri mereka memang kembar. Tapi hanya SEKILAS. Para yeoja itu saja yang terlalu berlebihan. Oke. Mereka memang terkenal tampan disekolah ini. Tapi kembar? Oh hell NO! Taemin itu oppa kandung Young Ri tentu saja dia tidak terima oppanya dipasangkan kembar dengan namja yang dicintainya sekarang, ups.

~

 

Timed out. Dan hasilnya..

 

SERI.

 

Anak baru itu mengeluarkan smirknya. Pertandingan berakhir dan mereka bersalaman.

 

“Heyo. Wasapp, anak baru comeback~ welcome home man!” salah satu dari namja itu berhigh-five dengan anak baru itu. Namja yang kulitnya agak kecoklatan.

 

“Minho Hyung~~ Bogoshipo~” salah satu namja itu menyerobot dan memeluk anak baru yang bernama Minho itu manja.

 

“Aish, jangan peluk-peluk. Bisa-bisa kau menghancurkan kharismaku” ujar Minho. Mereka hanya tertawa.

“Setelah lama kutinggalkan, kalian semakin hebat saja bermainnya.” Sambung Minho.

 

Kedua namja tadi. Taemin dan Kai menaik-turunkan kedua alisnya dan tertawa.

 

“Hasilnya seri. Tidak adil. Aku ingin bermain sekali lagi” tantang Minho.

 

“Kami terima tantanganmu, Choi Minho.. Dan kali ini kami yang akan menang. Hahaha” Jawab Taemin dan Kai.

 

“Kita lihat saja nanti, kali ini 2 lawan 2. Aku akan mencari tim ku”

 

Minho berjalan kearah bangku penonton. Tentunya disambut dengan teriakan histeris dari para yeoja. Minho sudah terlihat lelah, terlihat dari keringat mengucur dipelipis dan rambutnya menambah kesan keren tersendiri. Akan tetapi, Minho masih terlihat bersemangat bermain mengalahkan kedua sahabatnya itu.

 

Minho menarik Young Ri dari bangku penonton. Yang benar saja? Tentu semua yeoja iri. Berharap Minho menarik salah satu dari mereka. Minho membawa Young Ri ketengah lapangan.

 

“So? Pertandingan keempat sahabat? Oke.”

 

Minho hanya tersenyum misterius dan menyuruh Young Ri berganti pakaian olahraga. Yap. Sejak Kecil, sebelum keluarga Choi pindah ke London. Mereka ber-4 adalah sahabat. Masih ingat bukan? Tetangga sebelah rumah keluarga Lee yang pindah ke London? Mereka sudah kembali. Keluarga Choi. Dan anak tunggalnya sekarang bersekolah disekolah yang sama dengan ketiga sahabatnya. Sejak kecil, mereka selalu bersama. Tak jarang mereka juga bermain basket seperti ini. Minho yang mengajarkan Young Ri bermain basket. Akan tetapi, sejak kepindahan Minho ke London, Young Ri terlalu malas untuk berlatih lagi. Seakan pelatih basketnya menghilang entah kemana. Berulang kali Taemin dan Kai menyuruh Young Ri berlatih basket dan akan diajarkan oleh mereka berdua, tetapi Young Ri selalu menolak. Young Ri hanya berlatih basket apabila dia rindu akan sosok Minho. Minho yang sudah dianggap oppa oleh Young Ri, kepindahan Minho yang mendadak tentu membuat Young Ri merasa kehilangan.

 

Young Ri sudah berganti pakaian, dan berjalan dengan malas kearah Minho.

“Kenapa kau menarikku? Aku tidak bisa bermain basket lagi” Young Ri mengerucutkan bibirnya.

 

“Hey Taemin! Mau seregu denganku?” tawar Minho menyeringai. Taemin yang memang sudah lama tidak seregu dengan Minho hanya menganggukan kepalanya.

 

“Lalu aku dengan siapa?” dengus Kai sebal, karena teman seregu dan seperjuangannya direkrut oleh Minho. Minho licik yaa. Minho tahu Taemin juga jago bermain basket, dan bisa dipastikan Kai dan Young Ri akan kalah.

 

Minho mendorong punggung Young Ri kearah Kai. Dan menaik-turunkan kedua alisnya.

 

‘Aish, kau bermain curang hyung. Awas saja. Aku dan Young Ri akan menang’ Kai mengeluarkan smirk khasnya dan segera menangkap tubuh Young Ri.

 

“Keluarkan seluruh kemampuanmu Young-ah, kita akan mengalahkan mereka” ucap Kai sebelum pertandingan dimulai.

 

“Aish, kau lupa atau apa? Aku kan tidak pernah bermain basket lagi.” Young Ri mengerucutkan bibirnya kesal. Dilihatnya Minho dan Taemin menyusun strategis untuk mengalahkan Kai dan Young Ri.

 

“Kuyakin, kau bisa” Kai mengacak rambut Young Ri gemas, dan pandangannya tertuju kekursi penonton. Kai tersenyum dan dibalas oleh salah satu penonton itu. Young Ri yang heran melihat Kai juga melihat kemana arah pandang Kai.

 

Hyeri.

****

 

Diam ini membuatku hancur!

 

Young Ri memasukkan buku-buku pelajarannya kedalam tas. Bel pulang sekolah sudah berbunyi 7 menit yang lalu. Ketiga namja masuk keruang kelas Young Ri diiringi galak tawa mereka. Entah apa yang mereka bicarakan.

 

“Ayo cepat adikku sayang~ kita akan jalan-jalan merayakan kembalinya Minho” Taemin berujar.

 

Jujur, sebenarnya Young Ri masih sebal karena pertandingan basket tadi dirinya dan Kai kalah telak. Dan Kai memarahi Young Ri habis-habisan.

 

“Fokus! Kau tidak fokus. Aish. Kau ini kenapa hah?!”

 

Kata-kata itu masih terngiang diotak Young Ri. Namun Young Ri tidak boleh mengecewakan Minho bukan?

 

“Sebentar lagi, kalian duluan saja kemobil” Young Ri membereskan lagi peralatan sekolahnya.

 

Minho dan Taemin berjalan duluan keparkiran. Namun tidak dengan Kai. Dia masih bertahan dikelas Young Ri, menungguinya. Merasa masih ada orang diambang Pintu, Young Ri menoleh.

 

“Duluan saja”

 

Bukannya menuruti ucapan Young Ri, Kai masuk kedalam kelas Young Rid an berdiri dihadapannnya.

 

“Mianhae”

 

“Kau minta maaf kenapa?”

 

“Karena aku membentakmu tadi dilapangan” raut wajah Kai terlihat menyesal. Melihat raut wajah Kai yang seperti itu, bisa saja Young Ri tertawa terbahak-bahak sekarang, karena ekspresinya lucu.

 

“Aigo. Gwaenchana kkamjong. Yuk kita nyusul Minho dan Taemin oppa” Young Ri tersenyum dan segera menarik tangan Kai keluar kelas. Namun, baru saja mereka ingin keluar dari gerbang sekolah..

 

“Oppa~ Jadikah?”

 

Young Ri melepaskan tangannya dari tangan Kai, karena orang itu melihatnya agak risih. Hyeri. Young Ri mengerutkan keningnya bingung. Apa maksud Hyeri? Apakah mereka ada janji? Dan itu artinya Kai tidak ikut jalan-jalan dengannya bersama Minho dan Taemin.

 

“Ne” Jawab Kai diiringi anggukan dan senyum manisnya. Segera saja mereka berjalan kearah parkiran dan menuju mobil Taemin.

 

Tunggu.

 

Mobil Taemin?

 

Hyeri ikut?

 

Taemin dan Minho yang menyambut kehadiran Hyeri terlihat antusias. Itulah jawabannya.

****

 

Aku membencimu.. Oppa.

~

 

Disinilah mereka sekarang. Di Lotte World. Setadian Kai asyik berdua dengan Hyeri. Tanpa diketahui mereka ada 3 hati yang tersakiti. Young Ri menatap miris kearah Kai dan Hyeri, Minho tahu isi hati Young Ri. Dan dapat disimpulkan oleh Minho bahwa hati Young Ri telah berubah. Taemin yang juga mencintai Hyeri menatap yeojanya dengan Kai bergantian. Taemin juga turut bahagia.

 

‘namun tidak dengan Adikku. Young Ri.” Batin Taemin.

 

Taemin mengenal adiknya mulai orok hingga beranjak remaja sekarang. Taemin tahu bahwa adiknya menatap Kai dengan cara yang berbeda. Coba saja Taemin lebih dahulu menyatakan perasaannya ke Hyeri. Mungkin Hyeri saat ini bersamanya. Dan.. Mungkin itu adalah kesempatan bagi Young Ri menghibur hati Kai dan perlahan menutup lukanya. Namun apa daya? Ini sudah terjadi.

****

 

Aku merasa menjadi jahat untukmu..

Seandainya sewaktu dulu aku tidak memperkenalkanmu padanya.

Seandainya dulu aku tidak membiarkan kalian bersama sebagai sahabat.

Aku yakin kalian pasti bahagia..

Adikku.. Dan sahabatku..

Kumohon maafkan aku, adikku.

Aku bersalah.

Aku hanya memikirkan egoku tanpa memikirkan perasaanmu.

Kali ini, aku akan mengembalikan semuanya padamu.

Aku akan memberikannya padamu, meskipun ia terluka.

Bahagiakan dia..

Aku yakin kau bisa, adikku.

-Lee Taemin-

****

 

“Itulah jawabanku.. Aku tidak bisa”

 

“Wae?”

 

“Ada orang lain dihatiku.. Jongin-ssi. Aku mencintai Taemin”

 

Deg

 

Ingin rasanya Kai menampar dirinya sendiri. Apa dia tidak salah dengar? Lalu apa arti selama ini mereka dekat walaupun tanpa status yang jelas? Hyeri akhirnya menjawab pernyataan cinta Kai. Dan itulah jawabannya. Ternyata Hyeri sadar, jauh dilubuk hatinya dia lebih mencintai Taemin.

~

 

“Apa yang harus kulakukan, Young-ah?” Kai menangis didepan Young Ri. Kai sudah menceritakan semuanya, tentang Hyeri menolaknya dan lebih memilih Taemin sahabatnya. Jujur. Hati Young Ri lebih sakit melihat Kai seperti ini.

 

Kau menangisinya..

Dan aku menangisimu..

 

“Kau.. Mencintainya?” pertanyaan bodoh. Pertanyaan bodoh yang dikeluarkan oleh mulut Young Ri. Young Ri hanya ingin memastikan, yah walaupun sakit nantinya.

 

Tangis Kai sudah mereda, Kai mengangguk sebagai jawaban pertanyaan bodoh Young Ri tadi.

 

“Turuti kata hatimu Kai. Kau pasti bahagia bukan melihat yeoja yang kau cintai bahagia? Meskipun tidak harus bersamamu. Aku yakin tuhan pasti memberikanmu yeoja yang lebih baik daripada Hyeri sunbae”

 

‘Aku disini. Jongin’

 

“Aku.. Tidak bisa”

 

“Aku yakin kau bisa” Young Ri menepuk pundak Kai dan berjalan meninggalkan Kai yang masih duduk termenung diteras belakang rumahnya.

****

 

Sok tegar..

Aku tidak setegar yang kau kira.

Aku menjauh, bahkan aku sudah mengikhlaskanmu bersamanya.

Hatiku gundah, Jongin..

Aku sudah mulai melupakan perasaan ini. Namun,

Kau datang dalam keadaan terluka. Dan ini kesempatan.

Mungkin ini terdengar jahat. Tapi..

Entahlah..

Aku diam.. dan Kau harus mengetahui itu. Mengapa?

****

 

Kai memikirkan dengan baik perkataan Young Ri jauh-jauh hari. Yap. Dia harus bahagia melihat Hyeri bahagia bukan? Taemin da Hyeri resmi berpacaran. Dan itu membuat gempar seluruh sekolah. Bagaimana tidak? Hyeri dikenal akrab dengan Kai, bahkan disangka memiliki hubungan khusus. Namun, justru sekarang Hyeri resmi menjadi yeojachingu Taemin.

 

Kai? Bagaimana dengan Kai?

 

Oh ayolah. Kai ikhlas.. sedikit..

~

 

Sekarang Taemin dan Kai berbicara empat mata. Digudang sekolah. Tempat lain dimana kedua sahabat ini berbagi kisah.

 

“Mianhae, Kai”

 

“Bukan salahmu. Ini salahku, aku lebih memikirkan egoku tanpa memikirkan perasaanmu dan Hyeri yang sebenarnya. Kalian saling mencintai. Aku melihat itu” Kai tersenyum getir.

 

“Bagaimana dengan persahabatan..-“

 

“Kau masih sahabatku, babo” Kai menjitak kepala Taemin dan mereka tertawa bersama.

 

“Masih ada yang mencintaimu tulus, Kai”

 

“Aku tau, hampir seluruh yeoja disekolah ini mencintaiku” Jawab Kai dengan tingkat ke PD-annya. Gantian Taemin yang menjitak Kai.

 

“Kau saja yang tidak peka. Dia sangat dekat denganmu babo” Taemin beranjak ingin meninggalkan Kai.

“Bahkan dia lebih banyak mengeluarkan airmatanya disbanding kau mengikhlaskan Hyeri untukku” sambung Taemin lagi. Dan kali ini benar-benar meninggalkan Kai yang mematung. Hanya ada satu orang saat ini yang berada diotaknya. Taemin benar. Kai memang bersedih disaat Hyeri menolaknya. Namun, masih ada yang bersedih lebih banyak dibandingkan dirinya.

****

Aku sudah buta akan dirinya.

Kenapa? Kenapa aku tidak bisa melihat ketulusanmu, sayang?

Aku ingin mencintaimu..

Tetapi aku tidak bisa.

Aku ingin memilikimu..

Tetapi hatiku telah dimilikinya.

Sepenggal kisahku, dan juga sisa hidupku..

Aku ingin bersamamu.

Dan,

Kita telah lama bersama.

Sebagai sahabat..

-Kim Jongin-

****

 

Meanwhile.. Atap sekolah

 

“Aku tidak bisa terus-terusan seperti ini oppa. Aku sudah terlalu lelah” Young Ri masih sesunggukan didalam pelukan Minho.

 

Minho mengelus rambut panjang Young Ri dengan sayang. Bahkan Minho juga terlalu lelah melihat Young Ri menangis. Bukan ini yang ingin dilihatnya. Minho kembali.. Minho kembali untuk Young Ri. Minho kembali karena tidak tahan menahan rasa rindu yang meledak-ledak dihatinya terhadap Young Ri. Namun, disaat Minho kembali. Minho harus melihat yeojanya menangis bukan karena dirinya.

 

“Aku disini.. Young Ri-ah. Aku mencintaimu” bisik Minho. Pelan, sangat pelan. Bagaikan hembusan angin. Namun, hembusan angin itu berhasil masuk kedalam pendengaran Young Ri.

 

Young Ri melepaskan pelukan Minho dan menatap mata Minho dalam. Minho serius. Minho mengarahkan ibu jarinya kepipi Young Ri dan menghapus sisa bulir-bulir airmata yang masih berjatuhan dipipinya.

 

“Bisakah.. Bisakah aku menggantikannya dihatimu hm?”

 

Young Ri menangis lagi. Kali ini bukan karena perasaannya yang terlalu lelah memendam setelah sekian lama. Namun, Young Ri baru menyadari. Bahwa selama ini masih ada namja yang mencintainya tulus. Apa adanya. Young Ri bisa merasakan sakitnya memendam. Sama seperti yang dirasakan Minho saat ini. Tetapi Young Ri tidak bisa.. Dan Young Ri juga tidak ingin mengecewakan Minho.

 

Apakah ini saatnya aku harus melepasmu?

Apa aku bisa?

Aku harus belajar menerima kenyataan.

Dan kenyataan ini sekarang berada dihadapanku.

Choi Minho..

 

 

Inilah kenyataan yang harus diterima Young Ri. Young Ri belajar untuk mencintai Minho dan menerima Minho disisinya.

“Terima kasih.. Aku berjanji. Akan selalu membahagiakanmu” Minho mengecup kening Young Ri dengan sayang. Tanpa diketahui mereka sesosok orang melihat itu.

~

 

Aku terlalu lama berpikir.

Aku terlalu lama menyadari ini semua.

Apakah aku terlambat?

Ya. Aku terlambat, Young-ah.

****

 

END

 

Akhirnya~ selesai. Ngebut loh ini bikinnya. Maaf nih endingnya gak sesuai dengan yang diharapkan. Author jadi kejam banget yaa nyakitin abang Jongin. Aaa *pelukabangKai* coment pleasu^^

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on July 11, 2013, in PG, Romance, School Life and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 21 Comments.

  1. fernanda feby alfiana

    Huwwa T.T Dasar Bangkai (?)
    Kai peka dikit dong peliss u.u

    Endingnya sesuai yg gw harepin #Evillaugh😄

    Thor FF LoM (?) kpn dilanjutin lg ?

  2. Waaaaaaaaa
    Kai kamu sama ag aja

  3. Daebak!! Aku kira ending nya sama kai, ternyata sama minho. Sempet kesel juga sihh sama hyeri😀
    Tp gpp, ff nya tetep keren. Tp biar lebih keren di buat sequel😀 klo gk bisa jg gpp😉
    Ok goof job thor😉

  4. Minyoung Choi

    Ah endingny kok Young sama Minho? Pdhl udh berharap Young sama Kai
    Pliz dibuat sequelny ya thor

  5. aaaa
    kai tragis sama gue aja😄

  6. Yuna_DorkyTaeGanger

    Kai sama nuna aja sini.
    Kai sayang bsok hrs peka lagi ya^_^
    Keren thor akn ttpi klw di buat sequel.pasti mkin Keren.
    Pleaseeeeee ya-,-

  7. daebaaaaak…ayank kai ma aq ja yach…hoho

  8. ah, kasian kai telat nyadar sih
    *pukpuk kai*
    kekeke..
    ceritanya keren thor (y)

  9. gomawo udah ngoment^^

    LoM ya? masih dalam proses pembuatan : )

    buat sequel author usahakan bikin🙂

    gamsa~

  10. lee vue 신 리

    Ih .. kasian banget si young-ri .. kai lelet sih ..
    Uh ,, like .. keren .. but sedikit gantung ,, kalo bisa sekuel author .. kkkk
    *dicekitauthor ..😛🙂
    ^^

  11. ending nya nyesek, but i like that..

  12. *hening* -__- kai sama aku aja deh

  13. hydrilla verticillata

    Mmiinnnnn gantunggg sumveeehhhhh, tapi keren ak suka jalan pemikiranny, laaafffffff

  14. Bikin sekuel donk, keren euy

  15. kai.. pabo lepaskan jadi nya..
    padahal.. ah molla

  16. Ceritanya ttg remaja sehari-hari, jdnya gampang bgt dipahami:D enak dibaca, dan endingnya seperti yg diharapkan hahaha

  17. yeusy betsda verendita

    fell nya ada thor daebak ^^ duh paling nyentuh kata” nya itu lhoo bikin greget😀

  18. Titania Blackjack~VIP~BABY(s) {@RapperTita7_BA1}

    Nyesek banget thor. Daebak!

  19. Kok akhirnya sm minho thor…padahal berharap bnget sm kai…ffnya daebak…lanjut thor…

  20. yeeee minho sama young ri😀
    akhirnya kamu baru tahu di saat yang tidak tepat jong.kkk~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: