Be My Girl (Chapter 2)

BMG 2

Author: KR twins
Genre: Romance, School Life, Comedy gagal PG 16

Cast :
-Lee Taemin
-Choi Minho
-Kim Daera (OC)
-Lee Min Ara (OC)

Note: annyeong~ maaf publish chapter ini kelamaan. Karena ide kami menguap-nguap._. Coment ditunggu. Ninggalin jejak beberapa patah kata tidak apa🙂 Happy reading~

*******

“Arghh! Kenapa aku ini. Babo!!” Minho merutuki dirinya sendiri. Dia berdiri dan mengacak-ngacak rambutnya sesekali memukul kepalanya frustasi.

“Kau tidak apa?” Tanyaku khawatir melihat kelakuan Minho.

“Ne. Tidak apa” Minho menjawab.

Matanya menatapku lagi. Entahlah..
*******

Chapter 2

Berhubung hari ini hari weekend. Ara menelpon Daera untuk menemuinya dicafe selepas kepergian Minho yang bertindak ‘aneh’ terhadapnya dirumah tadi pagi.
~

“Aku tau oppamu itu otaknya yadong. Tapi kenapa dia mau mencobanya denganku?” Ara geram. Daera hanya menepuk pundak Ara.

“Entahlah.. Tapi dia bisa menahan agar tidak menyakitimu kan?”

“Ne.. Tapi tetap saja. Akan ku beri pelajaran oppamu itu haha” Ara tertawa.

“Mau kau apakan?” Daera seperti biasa memasang tampang o’onnya.

“Dimatiin. Ya dibikin insyaf lah gimana sih” Ara memutar bola matanya.
***

Beberapa hari yang lalu~

“Daera. Berangkat dengan pacarmu?” Ara bertanya sehabis Daera diantar minho ke kelas.

“Pacar? Nugu? Jangan bilang si otak yadong itu!” Daera mendelik pura-pura jijik.

“Hah?”

“Dia itu sepupuku Ara. Jangan cemburu yah~” Daera menggoda Ara.

“Iihhh, apaan deh”
~

Daera dan Ara sudah selesai berbincang-bincang dicafe. Daera pulang kerumah, dan Ara pun juga pulang kerumah.

Kling.. *bunyipesantwitter*

Choimin: Aralee. Aku takut dia marah padaku😦

Aralee: Wae? Kau apakan dia?

Choimin: sesuatu, karna aku habis nonton sesuatu.

Aralee: sesuatunya teteh Syahrini yah hehe

Choimin: rasanya ingin bunuh diri saja. Aku masih bisa mengendalikan agar aku tidak menyakitinya.

Aralee: berarti kau pacaran?

Choimin: belum sih😦

Aralee: cemungudtt donkzz oppa *lebay*
***

Minho  POV

Aku sangat tertawa melihat balasan Ara yang bisa dibilang ketularan alay. Aku jadi makin merasa bersalah berkat kemarin.

Choimin: eewyaappss

Tok…tok..

Ada tamu. Mengganggu kencanku saja. Yah meskipun kencan dengan laptop, tapi kan tetap saja aku kencannya chattingan dengan Ara-ku. Daera mana sih?. Aku membukakan pintu. Aku terpaku melihat sosok tamu itu.

“Daera?” Tanyaku dengan tatapan ‘nyari Daera?’

Orang itu menggelengkan kepalanya. Dan menunjuk aku.

“Aku?” Dia mengangguk seketika dan nyengir lebar. Aku mempersilahkannya masuk. Dan membuatkannya minum.

Minho POV end-
***

Ara POV

“Kau dimana Dae?”

“Dihatimu~ Haha dirumah. Wae?” Daera mulai deh.

“Minho ada gak?”

“Pasti dong. Lagi pacaran sama laptop. Sama gebetan baru katanya”

Seketika aku mendengar itu hatiku menjadi panas. Gebetan baru? Siapa yaaa.

“Nama twitternya Minho apa?”

“Kalo tidak salah sih @Choimin”

Hah? Choimin?! Berarti Minho? Omo, gebetan barunya siapa?

“Dia belakangan ini sering balas-balasan pesan dengan orang yang namanya Aralee. Kau jangan cemburu yaa” sambung Daera ditelpon.

Hah? Aralee?! Bukankah itu… aku? Omo, tunggu! Minho bilang mau jadi miss cupid sahabatnya dengan adik sepupunya. Adik sepupunya itu, Daera. Dan sahabatnya itu Taemin! Setahuku sih. Dia lagi suka sama adik sahabatnya. Dan sahabatnya setahuku hanya Taemin. Dan aku itu adik Taemin dan berarti… Aku… Dia suka sama aku! Eh? Mungkinkah?! *dan readers pasti bingung*

Sekarang aku ada dirumah Daera. Sebenarnya sih mau nyari Daera. Eh yang bukain ternyata Minho. Dan entah kenapa aku ingin bertemu dengannya.

“Ada apa kau kesini?” Tanyanya dan menyodorkan orange jus. Aku hanya menatapnya saja, dan jujur saat ini aku memang sedang haus.

“Ayo minum” sambungnya lagi. Aku hanya menggigit bibirku. Sebenarnya sih takut, kali aja nih minuman dia kasih obat tidur terus dia mau macam-macam.

“Heh! Gak aku kasih racun kok. Sini aku buktiin.” Dia mengambil minuman yang ada dihadapanku dan meneguknya. Lama kelamaan dia mengerjapkan matanya dan mulai tertidur. Atau pingsan. Atau mati. Omo!. Bagaimana ini?!

“Daera! Oppamu. Dae!!” Aku teriak-teriak gak jelas. Daera kemana sih?!

Ara POV end-
***

Daera POV

Ara barusan nelpon. Hhi. Aku tau sepertinya Ara menyukai oppaku yang yadong itu. Akupun memutuskan untuk keluar. Agar tidak menganggu kencan mereka mungkin, awas saja kalau Minho mulai yadong! Akan kuhabisi dia.

Aku sengaja pergi melalui pintu belakang, karna kalau lewat pintu depan akan bertemu Minho oppa dan dia dengan keponya pasti akan bertanya, dia sedang berkuasa diruang tamu sekarang dan pacaran dengan laptopnya.

Tanpa sadar aku melangkahkan kakiku berjalan sampai didepan sebuah bar. Aku hanya bergidik melihat tempat bejat itu. Dari depan saja sudah begini, bagaimana kalau didalamnya yah? Omo! Aku melihat mobil BMW hitam yang sepertinya tak asing lagi. Sosok yang sangat kukenal, turun dari mobil BMW itu dan ternyata itu adalah Taemin?

“Kau ternyata nakal juga yaa” Taemin sekarang ada dihadapanku. Aku hanya melongo.

“Mau ikut masuk denganku?” Tawarnya lembut. Dia memang belum mabuk. Tapi, kalau dia sudah masuk pasti akan segera mabuk berat. Aku tersenyum kecut.

“Kau menyedihkan dari yang kukira..”

“Maksudmu?” Taemin menyerngitkan kening bingung.

“Kukira kau oppa yang baik untuk Ara. Aku tau kau dan Ara hanya dimanjakan dengan uang oleh orangtuamu. Tapi Ara juga membutuhkan kasih sayang dari seorang oppa. Seharusnya kau bisa menjaganya. Kau tidak pantas menjadi oppanya Ara, kau jauh lebih kekanakan dibandingkan Ara. Kau bahkan tidak sedewasa Ara, yang hanya bisa bersenang-senang dan mabuk-mabukan tidak jelas”

Taemin diam tak bergeming. Aku hanya melenggos kesal dan berlalu dari hadapannya setelah apa yang kukatakan tadi. Wow. Bahkan aku tidak tahu kenapa kata-kata itu bisa saja keluar dari mulutku. Tapi dia menahan tanganku.

“Tolong.. Bantu aku kearah yang lebih baik” Taemin tertunduk lesu. Dia ternyata berpikir apa yang kukatakan tadi.

‎​
“Aku tidak bisa membantu kalau tidak ada keinginan orang itu sendiri untuk berubah” Aku tersenyum.

“Aku ingin berubah..”

Taemin kah ini? Bahkan dia terlihat rapuh dari yang kukira.

Daera POV end-
***

Taemin POV

Aku tau, selama ini aku menyangka kalau aku merasa tidak disayangi oleh kedua orangtuaku. Tapi bagaimana dengan Ara? Bagaimana perasaannya? Selama ini dia melarangku untuk mabuk-mabukan tapi apa yang kulakukan? Aku malah membuatnya semakin hancur dengan tingkahku yang bodoh ini. Argh! Seharusnya aku menyayangi Ara selayaknya seorang kasih sayang oppa ke dongsaengnya.

Aku baru sadar dengan ucapan seorang yeoja yang mungkin saat ini mulai kucintai.. Aku akan berubah. Untuk adikku. Dan untukmu.. Kim Daera…

Taemin POV end-
***

Ara POV

Aku menepuk-nepuk pipi Minho namun tak ada respon. Ini namanya dia minum sendiri racun yang ada diminuman tadi. Bilangnya gak dikasih apa-apa eh tau-taunya kena sendiri kan akibatnya.

“Minho, iroenna!” Aku masih mencoba menepuk-nepuk pipinya. Dia ini sebenarnya tidur atau apasih? Kebo banget. Aku sesekali menjitak kepalanya pelan namun tangannya sekarang memeluk pinggangku. Aish Daera, help! Aku mencoba melepaskan pelukannya, namun tangannya cukup berat. Aku mencubit-cubit tangannya, namun sekarang Minho mendorong tubuhku hingga terbaring disofa. Kepalanya bersender dibahuku.

“HUAAA!! Hiks” Aku ingin sekali menangis, mataku sudah berkaca-kaca. Aku mencoba mendorong-dorong tubuhnya.

“Minho, iroenna. Iroenna, ppali. Mmpph-” Minho menutup mulutku.

“Aku hanya mengantuk Ara. Bukan efek dari minuman itu. Tapi memang beberapa hari ini aku tidak bisa tidur. Sekarang tenanglah. Aku tidak akan macam-macam. Aku berjanji.” Gumamnya dengan suara beratnya. Matanya masih terpejam. Dia melepaskan tangannya dari mulutku setelah dirasanya aku sudah tenang, entah kenapa itu membuatku tenang. Dia masih menyenderkan kepalanya dibahuku seakan aku bantal dan guling tidurnya.

“Minho, lepaskan. Aku ingin pulang” ucapku lemah. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

BRAK!!!

“Omo, oppa! Kau apakan Ara hah? Dasar otak yadong”

Bugh

Bugh

Bugh

Daera terus memukul-mukul Minho keras dengan kepalan tangannya.

“Ara, kau jadi korban Minho?” Taemin terkejut dibalik pintu. Saat Daera selesai menceramahi Taemin tadi, mereka makan berdua dicafe terus Taemin mengantar Daera pulang kerumah.

“Hey, hey. Tidak seperti yang kalian kira!” Minho mencoba membela dirinya.

“CUKUP!!!” Aku berteriak karena tidak tahan dituduh macam-macam dengan si otak yadong ini.

Semua terdiam. Seakan ingin mendengar penjelaskanku. Termasuk Daera yang juga menghentikan pukulannya.

“Aku tidak melakukan apa-apa dengannya! Dia hanya tidur. TIDUR! Kalaupun dia ingin yadong denganku pasti sekarang rumah Daera banyak orang-orang melayat ingin mengubur jasadnya” Ucapku dengan sadisnya sambil menunjuk Minho yang masih meringgis kesakitan karena aksi Daera tadi. Aku berjalan mengambil tasku disamping tempat Minho duduk.

“Kompres lebam-lebam diwajahmu. Kita akan memberi pelajaran untuk kedua orang ini. Seenaknya saja menuduh yang tidak-tidak” aku berbisik tepat ditelinga Minho.

Ara POV end-
***

Minho yang mendengar itu sebenarnya bingung. Dia mengira kalau Ara akan marah padanya karena dituduh macam-macam dengannya. Ternyata oh ternyata~ Minho hanya mengangguk-ngangguk mengerti.

“Ayo oppaku sayang kita pulang” Ara menarik tangan Taemin yang masih mencoba mencerna apa yang telah dilakukan Minho terhadap adiknya.
~
‎​

Taemin POV

Ah tidak! Apakah adikku menjadi seorang yadong juga sekarang? Dia membela Minho! Ani.. Pasti ada maksud terselebung ini. Apakah Ara ada rasa pada sahabatku yang pervert itu? Keroro! Awas saja kau mempermainkan dongsaengku. Akan kubunuh kau.

Taemin POV end-
***

Daera POV

Minho oppa babo. Memalukan sekali dia ingin yadong dengan adik namja yang aku cintai saat ini. Walaupun sebenarnya tidak yadong, aku tau Minho oppa sepertinya benar-benar tertidur karena 2 hari ini dia tidak tidur. Aish. Menyebalkan. Pasti ada ‘sesuatu’ ini. Apa mungkin Minho menyukai Ara sehingga dia tidak berani menyentuh Ara? Tapi tadi itu udah kelewat nyentuh! Tau ah gelap.

“Dasar Daera! Kau merusak kencanku dengan Ara” Minho masuk kamarku dengan bermodalkan hidung kembang kempis.

“W-Wa-Wae? Aku hanya curiga kalau kau punya niat yang tidak-tidak ke Ara. Hanya itu” aku membela diri.

“Kyaa! Aku tak seyadong yang kamu kira. Seyadong-yadongnya aku masih banyk yang LEBIH yadong daripada aku”

“Tapi tetap saja itu yadong babo!”

“Apa kau bilang! Babo? Kau mengata-ngataiku. Aish, awas kau!” Minho berlalu dari kamarku dengan meninggalkan sisa hembusan angin dihidungnya tadi.

‘Apa maksud ucapannya ya?’ Pikirku.

Daera POV end-
***
‎​

“Tumben kau tidak mabuk” ucap Ara. Mereka sedang dalam perjalanan pulang yang setadian hanya diam.

“Kau ingin aku mabuk?” Tanya Taemin sedikit dibuat-buat kesal.

“Ani. Rasanya aneh saja kau tidak mabuk”

“Seburuk itukah oppa dimatamu?” Tanya Taemin tulus.

Ara hanya tersenyum kecut. Sepertinya si Daera telah merubah sipemabuk ini kearah yang lebih baik.

***

“Oppa iroenna! Oppa iroenna! Oppa! Oppa!”

Ara menggoyang-goyang tubuh Taemin, masih berusaha membangunkan oppanya yang sedang tidur atau mati? Entahlah, tapi yang namanya Taemin dibangunkan dengan goyangan seperti itu tak bakal bangun kecuali terjadi gempa bumi(?) *perlukah author manggil abang Kyungsoo?*

“OPPA IROENNA!!! *lalu Kai muncul ala history*” Teriak Ara sekeras mungkin tepat ditelinga Taemin, tapi Taemin tetap tak bergeming, wah jangan-jangan mati beneran.

“Argh!” Ara beranjak pergi dari kamar Taemin dengan kesal.

“Aku harus bagaimana lagi?!” Ara terlihat lesu dan frustasi.

TING NUNG! Assallamu’alaikum *bunyi bel._.V*

Ting.. Nung..

Tiba-tiba bel rumah Ara berbunyi.

“Wah Daera, kau datang pagi sekali” Ara membukakan pintu dan ternyata itu Daera, Ara menatap kebelakang Daera seperti mencari-cari seseorang lagi, dan tidak ada siapa-siapa, biasalah Ara nyari si keroro mesum.

“Wae? Nyari odong yaa? Hihi” tanya Daera sambil cekikikan.

“Odong?”

“Otak yadong. Haha” tawa Daera menggelegar didepan wajah Ara, wajah Ara langsung berubah datar.

“Ah kau ini ayo masuk!” Ara menarik tangan Daera masuk kerumah.
~
[Ruang tamu]

Ara POV

“Kau mau tidak membantuku?” aku manatap Daera yang daritadi celingak-celinguk gak jelas.

“Hah? Bantu apa?”

“Ayo sini” aku menarik tangan Daera kekamar Taemin. Ya. Aku minta bantu untuk membangunkan oppa ku yang sedang tidur atau mati ini, siapa tau dengan cara Daera dia bisa bangun.

“Caramu biasanya membangunkan Minho bagaimana?” Tanyaku ke Daera.

“Jadi..dia masih tidur?” Daera menatap Taemin yang masih terkapar dikasurnya.

“Biasanya sih aku membangunkan Minho dengan cara biasa-biasa saja, tapi kalo sudah tidak mau bangun, tinggal ambil ember, byurr guyur aja”

“Yasudah, ayo coba!” Suruhku dan beranjak pergi ke dapur mengambil ember yang berisi airpanas *evilaugh* author bercanda kok* maksudnya mengambil air, ya air biasa aja.

Ara POV end-
~

“Hey Taemin. Taemin iroenna *Kai muncul lagi* TAEMIN!” Daera menggoyang-goyang tubuh Taemin, Taemin berbalik, dan…

Bugh!

Bantal tepat mengenai muka Daera.

“Argh! Kau ini. Sini kau” Daera sudah mulai mengangkat ember yang tadi dibawa Ara tapi..

“Ah! Kau Daera yaa. Mmm maaf deh maaf, kukira Ara” Taemin bangun dan langsung berlari kekamar mandi sebelum mendapat sumpah serapah dari kedua gadis itu.

“Huh! Giliran Daera yang bangunin baru mau bangun” Ara mendengus kesal. Taemin yang sudah diambang pintu kamar mandi berbalik sambil mengangkat dagunya mendeath-glare Ara.

“Aaa ye ye” Ara tersenyum lebar dan Taemin kembali berlari kekamar mandi, Daera yang melihat itu hanya menggeleng melihat kelakuan kakak-beradik itu.

“Yasudah aku pulang dulu” Daera mengambil jaketnya dan berjalan keluar rumah.

“Jadi kau kesini untuk?” Tanya Ara bingung.

“Mengecek saja. Hehe” Daera melenggang pergi dari rumah Ara, Ara yang melihat punggung Daera yang sudah menjauh hanya melongo.
***

[Rumah]

“Heh, darimana saja kau?! Aku tak bisa keluar rumah karena pintunya kau kunci dari luar” Minho langsung nongol didepan pintu setelah Daera membuka pintu rumah. Daera mengabaikan kakak sepupunya itu dan berjalan masuk ke arah dapur, Minho yang kesal mendengus kesal. Daera berbalik dan mengejek Minho dengan cara menjulingkan kedua matanya sambil menjulurkan lidahnya.

“Heh.. Kubilang dari mana saja kau?” Minho menarik tangan Daera ketika Daera melanjutkan perjalanannya kedapur, Daerapun berbalik dan menghela nafas.

“Dari rumah Ara” Jawab Daera, dan berbalik berjalan menuju kamarnya, Daera sudah tidak mood kedapur untuk mencari cemilan.

“Kenapa kau tidak mengajakku?!” Langkah Daera terhenti, Daera kembali berbalik dan..

BUK!

Genggaman tangan Daera tepat mengenai perut Minho yang WOW! Abs nya itu loh ;;) <– dasar author mulai mesum :p

“Banyak tanya kau. Kau tadi sedang tidur kan? Siapa suruh tidur kayak kebo” Daera kembali berjalan dan meninggalkan Minho yang masih memegangi perutnya.

“Awwrr!!” Minho masih mengusap perutnya yang sakit. Daera mah mukul perut Minho harusnya tangan Daera yang gepeng.
~

“Hah bosan. Bosan hah. Bosan aaa. AAA BOSAN!!!” Minho mondar-mandir sambil mengacak-ngacak rambutnya frustasi, sedangkan Daera hanya duduk santai disofa sambil baca buku majalah.

“Kenapa sih mondar-mandir gak jelas gitu?” Gerutu Daera sekilas menatap Minho yang asyik dengan kegiatan mondar-mandirnya.

“Bosan nih gueh! Ngapain yah enaknya?” Minho duduk disamping Daera.

“Petik sampah dijalanan gih, lumayan bantu-bantu kebersihan Seoul” ucap Daera dengan watadosnya.

“Enak saja. You kira I ini pemulung sampah apah?” Minho melempar bantal sofa tempat kemuka Daera, Daera mendengus kesal dan meletakkan majalahnya dimeja terus berjalan menuju kekamar.

“Oh iya!” Minho seketika mendapat pencerahan, Minho segera mengambil jaketnya dan berjalan keluar rumah.

“Mau kemana kau?” kepala Daera nongol didepan pintu kamarnya. Minho tak menjawab dan hanya terus berjalan keluar.
***

[Rumah Taemin]

“TAEMIN! TAEMIN!” Teriak Minho sambil gedor-gedor pintu rumah Taemin, gak sopan banget sih nih anak orang._.V

“Eh Minho ngapain kesini? Tadi Daera kesini juga loh~ Terus kenapa Daeranya gak ikut lagi?” Tanya Taemin dan nengok kebelakang punggung Minho. Kali aja gitu Daera tiba-tiba muncul.

“Ara mana?” Minho langsung ngelonyor masuk kerumah Taemin.

“Oppa kau sudah sarapan belum? A..-” Omongan Ara terputus ketika melihat Minho yang sedang duduk manis diruang tamu.

“K-k-kau?” Tanya Ara terbata-bata.

“Ayo ikut aku” Minho langsung menarik tangan Ara paksa.
“Aku ingin mengajakmu jalan-jalan keliling Seoul” ucapnya kembali.

“Heh. Kau keroro jangan macam-macam dengan adikku!” Kata Taemin mempersilahkan mereka keluar rumah.

“Tidak akan” Minho masih menarik tangan Ara, yang ditarik setadian hanya diam. Bingung, mungkin.
***

Minho POV

Aku dan Ara keliling-keliling kota Seoul hanya berjalan kaki, kami memilih untuk jalan kaki karena… (Author: karena Minho tak punya mobil ha ha | Minho: enak saja, aku punya kok. Jalan kaki itu sehat tau! | yasudah lanjuttt)

“Kenapa kau mengajakku?” Ara menghentikan langkahnya, otomatis aku juga berhenti.

“Aku tak punya teman yeoja selain kamu”

“Bilang saja kau suka denganku. Haha” Celetuknya asal.

DEG!

Kata-kata itu… Keluar begitu saja dari mulut Ara walaupun pelan tapi aku dapat mendengarnya, aku menatapnya dan dia hanya tersenyum lebar.

“Mwo?” Tanyanya yang juga menatapku.

“Kau bilang apa tadi?” Tanyaku kembali pura-pura tak mendengar apa yang dikatakannya tadi, hanya memastikan apakah benar yang diucapkannya tadi seperti itu.

“Hah? Aku tak bilang apa-apa. Kau salah dengar kali” jawabnya dan menatap kearah jalan.

‘Memangnya aku salah dengar?’ Batinku dan masih menatapnya.

“Mwo?” Ara mulai salah tingkah karena daritadi aku hanya menatapnya terus.

“Kau lucu sekali~”

‘Yak! Dasar Minho babo kenapa malah jawab kayak gini, gak nyambung pula!’

“Kau ini kenapa sih?!”

“Mwo? Tidak apa-apa hhe” aku kembali menatap kedepan dan berjalan duluan, Ara yang tertinggal langsung berlari kecil menyusulku.

‎​”Heh! Bagaimana kalau kita pura-pura pacaran?” Usulku ke Ara, yang hanya disambut dengan pipi tomatnya. Aish. Lucu sekali.

“MWO?” Ara terbelalak kaget setelah sekian lama mencerna omonganku tadi.

“Jangan salah paham dulu. Buat nyomblangin Taemin sama Daera”

“Arra” ucapnya setuju. Dia mengiyakan ajakanku? Yah walaupun sandiwara aku bahagia.

Minho POV end-
***

Ara POV

“Yaak! Lee Taemin Iroenna. Sudah pagi” teriakku didepan telinganya. Namun dia diam tak bergeming.

Ting… Tong…

“Aish, sepertinya namjachinguku menjemputku pagi sekali”

Taemin langsung terbangun mendengar ucapanku.

“MWO? NUGUYA?!” Taemin gelabakan.

“Si odongku sayang” aku sengaja mengerjapkan mataku beberapa kali, tanda bahwa aku benar-benar sedang fallin in love. Faktanya sih memang iya. Andai saja ini tidak sandiwara bahagiaku pasti lebih, hiks.

“Nugu?” Taemin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sambil nebak-nebak nama pacar ku sekarang.

“Ahh kau ini, kau pasti tau!” Aku makin bikin Taemin bingung.

“Ituloh sama sahabatmu, si keroro” Sambungku.

“MWO? SI YADONG?!!” Taemin membelalakan matanya, aku pun hanya mengangguk malu-malu kucing.

“Benarkah?” Tanya Taemin masih tak percaya. Hanya memastikan.

“Ne~” Aku masih malu-malu meong, Taemin hanya melongo di hadapanku.

“Kapan jadiannya?” Tanya Taemin lagi.

“Kemarin”

Taemin kembali melongo.

“Yasudah ayo sarapan!” Ajakku dan berjalan keluar kamar Taemin.

Ara POV end-
***

[Sekolah]

Daera POV

Hari ini ulangan Matimatika dadakan, tadi malam gak belajar. Mudah-mudahan nanti bisa nengok kekanan maksudnya nyontek Ara gitu hihi.

Dikelas kulihat Ara daritadi senyum-senyum sambil ngutak-ngatik handphonenya, apa yang terjadi?

“Woy!” Aku memukul meja Ara lumayan keras dan itu membuat Ara kaget dan menatapku kesal.

“Mwo? Mengagetkan saja” Ara kembali bermain dengan handphonenya.

HAP!!! (Hap hap hap hap, tangkap tangkap *korban iklan*)

Handphone Ara berhasil ada ditanganku sekarang, dan akhirnya terjadi rebut-rebutan tidak jelas.

“Kembalikan!” Ara masih berusaha merebut handphonenya dari tanganku.

“Kenapa hari ini kau bertingkah aneh senyum-senyum sendiri gitu?” aku mengangkat sebelah alisku, dan mengembalikan handphone Ara.

“Kasih tau gak ya? Aku baru jadian.”

“MWO? Dengan?”

“Emm aku baru jadian sama si odong” ucap Ara sambil malu-malu meong.

“Mwo? Jeongmal?” Aku berkata tak percaya.

“Ne”
***

Pelajaran di mulai~

2 jam berlalu~

Pelajaran selesai~

Aku mengerjakan Matimatian eh.. Matematika dengan sukses haha, sukses nyontek maksudnya.

“Kantin yuk!” Ajakku sambil memasukan buku-buku kedalam tas.

“Yuk”

Daera POV end-
***

[Kantin]

Ara POV

“Ara. Kembaran Taemin alumni sini kan?” Daera membuka pembicaraan.

‘Yaampun Taemin songong, belum ngaku juga dia’ batinku.

“Emm.. Ne”

“Kapan pulangnya?” Tanyanya dan jujur saja aku tak mengerti apa yang ia maksud.

“Yah kalo jam pulang, dia pulang lah”

“Sedekat itu kah jarak Seoul ke Incheon?” Sumpah dah nih anak nanya apaan sih? Jawab iya aja selesai.

“Iya kali hhe”

Merasa ada kecurigaan. Daera mulai mengorek info. Pura-pura tidak tau.

“Leetem kuliah yah sekarang? Seharusnya kan dia seumuran Taemin” tanya Daera.

‘mampus! Ya tuhan… Harus jawab apa?’

“Taemin oppa gak naik kelas hhe” jawabku asal, mudahan Daera gak curiga.

“Hmmm” Daera mengangkat sebelah alis nya, aku hanya menggigit-gigit bibir bawahku.

Ara POV end-
***

Daera POV

Apa? Apa yang Ara katakan ‘Taemin gak naik kelas’ bukannya kata Taemin kalo kembarannya yang loncat kelas, hmm ini aneh.

“Yaudah, kelas yuk” aku berdiri dan berjalan duluan keluar kantin. Ara hanya mengikuti dari belakang

Daera POV end-
~

[Kelas]

2 jam pelajaran berlangsung..

Sekarang sudah menunjukan pukul 1 siang, waktunya pulang tanteee~

“Kau dengarkan kita ada tugas sebangku berdua, dan kalau hanya datang kerumahku untuk mengerjakan tugas tidak asyik. Bagaimana kalau kau menginap?” ajak Daera ke Ara.

“Boleh” Ara menjawab setuju, kesempatan Ara biar bisa bersama minho gitu. Hehe *Ara modus.

“Oke hari sabtu ya? Waktunya seminggu juga kok” Ucap Ara dan berjalan menuju mobil.
***

5 hari kemudian…

Ting.. Tong..

Bel rumah Daera berbunyi, Daera segera membukakan pintu.

“Wah Ara sudah datang” Daera mendapati Ara didepan pintu rumah, tiba-tiba Minho nongol dibelakang Daera.

“Hai Ara kau kesini rupanya, ayo masuk” Minho menarik tangan Ara dan merangkul pinggangnya, Daera hanya menatap mereka berdua dengan tatapan datar.

‘Sepertinya aku salah mengajak Ara menginap’

“Yasudah kerjakan saja tugas kalian, biar kutinggal” Minho berjalan menuju kamarnya meninggalkan Ara dan Daera yang sudah siap bertempur mengerjakan tugas kelompok itu.

2 jam berlalu..

Karena Ara datang pukul 04.00 sore, dan sekarang sudah menunjukan pukul 06.00 malam, tugasnya udah tekerjakan setengah, setengahnya disambung nanti malam lagi.

Ting.. Tong..

Bel rumah Daera kembali berbunyi, dengan malas Daera segera membukakan pintu, dan kali ini yang datang adalah si Taemin.

“Eh, ada Ara?” Taemin langsung ngelonyor masuk kerumah Daera, Daera hanya melongo didepan sambil garuk-garuk kepalanya yang sedikit gatal.
***

Taemin POV

Aku melihat Ara dan Minho yang sedang rangkul-rangkulan, pegang-pegangan tangan, ya wajarlah baru jadian sih.

“Eh oppa ngapain kesini?” Tanya Ara.

“Kau nginap disini kan? Aku ikut ya?” Ucapku dan duduk ditengah-tengah Ara dan Minho. Biasalah mau ngeganggu hihi.

“Takutnya nanti Minho yadong sama kalian berdua” ucapku kembali.

Krik.. Krik.. (bunyi jangkrik-_-)

Hening.

Masih hening..

Krik.. Krik.. *bunyi jangkrik lagi*

“Maksudnya ‘sama kalian berdua?’ Aku gak bakal yadong sama Daera. Aku maunya hanya sama Ara.. Ups” Minho langsung berlari disusul dengan Taemin.

“APA KAU BILANG HAH?!” Taemin mengambil sendal nipon yang entah tak tau dapat dari mana. Minho langsung bersembunyi dibelakang Ara dengan manjanya.

“Chagi.. Aku akan disakiti sama oppamu” ucapnya masih bersembunyi dibelakang Ara.

“Heh! Manja sekali kau” Ucap Daera manyun-manyun gak jelas.

“Yaudah, lanjutin ngerjain tugasnya” Ajak Daera duduk disofa. Ara duduk manis disusul Ara disampingnya, dan Taemin disamping Daera.

“Biar kami bantu” Ucap mereka berdua serempak.

“Daritadi kek” Ara menguap pertanda sudah mengantuk.

“Heh. Kau jangan tidur Ara” Tegur Daera.

“Iya deh iya. Gak kok” Ara menguap lagi dan mulai menyandarkan kepalanya dibahu kiri Minho.
~

Daera melihat Taemin dengan tampang heran, Taemin yang dari tadi menekan perutnya dengan kedua tangannya sambil celingak-celinguk gak jelas.

“Kau kenapa?” Tanya Daera menatap Taemin yang ada di sebelahnya.

“A-aku.. Aku sakit perut” Taemin langsung bangun dari duduknya dan pergi ke toilet yang ia tak tau letak nya dimana. Tapi tak lama kemudian Taemin balik lagi dengan muka bingung sambil garuk-garuk kepala.

“Toilet dimana Dae?” Tanya Taemin yang disertai dengan cekikikan Minho dan Ara.

“Di sana” Daera menunjuk kearah toilet dan Taemin langsung berlari.
***

Daera POV

“Hhh” aku duduk disofa dan mengambil BB. Tak ada kerjaan, aku ngeping Leetem. Mencari teman chattingan saja.

Ddrrtt

BB yang daritadi ada disebelahku, yang sepertinya itu milik Taemin bergetar, aku mulai curiga, kucoba ngeping Leetem lagi tapi kali ini 2 kali dan..

Ddrrtt.. Ddrrtt..

Nih BB juga bergetar 2 kali, aku menyerngit heran. Kucoba ngeping lagi tapi kali ini 5 kali.

Drrtt..

‘Satu’

Drrtt..

‘Dua’

Drrrtt..

‘Tiga’

Drrtt..

‘Empat’

Drrtt..

‘Lima’

Hening.

Bingo!

Hmm merasa ada kecurigaan, aku langsung mengambil BB Taemin dan mengeceknya, benar saja, Leetem itu adalah Taemin. Jadi selama ini aku dekat dengan yang namanya Lee Taemin, pantas saja Display Name-nya Leetem. Dan untuk apa dia membohongiku?

Aku kembali meletakkan BB Taemin kesofa. Tak lama Taemin kembali dan duduk di sampingku. Aku tak mau menatapnya.

“Udah selesai tugasnya?”

Aku hanya diam masih mengutak ngatik BB ku bosan.

“Aku capek aku mau tidur” Ucapku berdiri melangkahi kaki Taemin dan berjalan menuju kamar.

Daera POV end-
***

[Pagi]

Ara sedang mempersiapkan makan pagi untuk sahabat, oppa dan juga namjachingunya. Walaupun hanya berpura-pura tapi Ara menganggapnya memang seperti namjachingu sendiri.

“Makanan siaaap~” teriak Ara keluar dari dapur dan menaruh makanan dimeja makan.

“Hmmm Daera o’on mana?” Tanya Ara yang melirik bangku kosong disamping Taemin.

“Masih tidur mungkin” ucap Taemin sambil mengambil banana milknya dan meminumnya.

Tiba-tiba..

BRAK

Eh?

Taemin segera memalingkan kepala kearah samping kirinya, ia melihat Daera yang sedang menelungkupkan wajahnya kemeja.

“Kenapa anak ini?” Tanya Taemin ke Ara yang sedang mengambil beberapa makanan lagi.

“Biasalah~” Jawab Ara masih sibuk dengan makanannya, Taemin hanya mengangguk paham. Taemin melirik kearah Daera sekilas lalu ada ide nakal terlintas di otaknya, smirk pun muncul diwajah cantiknya._.

“1…2…3…” Taemin perlahan menarik nafasnya lalu segera berteriak disamping telinga Daera.

“IROENNA.. WOY! *Kai bangkit lagi._.*”

Ara segera menutup telinga Minho dan sebaliknya Minho menutup telinga Ara demi menyelamatkan gendang telinga mereka hanya mendengar teriakan Taemin yang merdu tadi.

“Mwoya?” Daera membuka matanya malas dan menguap lebar. Daera mengucek-ngucek matanya dan menghapus sesuatu yang mengalir diujung bibirnya menggunakan punggung tangannya.

“Aish, jorok sekali kau” Ucap Taemin.

“Sepertinya tadi malam kau nyenyak sekali tidurnya Dae?” Tanya Ara sambil sesekali bergidik ngeri melihat sahabatnya ileran ._.

“Ah ne. Kemarin aku sedang stres, badmood, frustasi, dan aku melampiaskan semuanya dengan tidur, makanya aku sangat nyenyak” jawab Daera sambil sesekali melirik kearah Taemin dengan mata sipitnya, karna belum sepenuhnya terbuka.

“Yasudah. Ayo makaaan~” Daera mencoba mengumpulkan tenaganya dan dengan semangat ia ingin mengambil ayam goreng yang ada di hadapannya, tapi Ara segera menahan tangan Daera.

“Eits, cuci muka dulu. Sekalian sikat gigi sana” Bentak Ara dan langsung dilaksanakan oleh Daera.

“Arra” ucap Daera malas sambil menuju kamar mandi.

Setengah jam kemudian..

Daera pun kembali

“Ayo ma-” ucapan Daera terputus saat melihat dimeja makan udah gak ada yang tersisa lagi, hanya ada sayur, nasi dan buah-buahan penutup.

“Yah kok dihabisin? Aku kan belum makan!” Daera terduduk lemas dikursi makan samping Taemin.

“Lama sih, sikat gigi aja lamanya pake banget” jawab Taemin yang sudah terkulai lemas karena kekenyangan.

“Tadi aku sekalian mandi, nanggung soalnya” Daera mengerucutkan bibirnya.

“Yah Ara, Buatin lagi dong” Pinta Daera dengan wajah memelas.

“Mau gak yaa?” Ara segera bagkit dan menuju ruang tamu, disusul dengan Minho yang selalu nempel dengan Ara.

“Makan saja yang ada. Sayur itu sehat loh hihi” ucap Taemin cikikikan lalu ia bergegas meninggalkan Daera.

“Taemin”

Taemin membalik badannya mendengar panggilan Daera.

“Mwo?” Saat mulut Taemin membentuk huruf O Daera segera memasukan beberapa jenis sayuran kemulut Taemin.

“Nih makan! Sayur itu sehat loh” Daera terus memasukan sayur kedalam mulut Taemin dengan mata yang melotot, setelah mulut Taemin penuh dengan berbagai macam jenis sayuran Daera menghentikan aktivitasnya. Taemin dengan susah payah mengunyah semuanya, sambil menutup matanya rapat-rapat merasakan pahitnya sayuran.

“Enak?” Tanya Daera sambil mengangkat dagunya.

“Enak kok” Jawab Taemin dengan muka miris.

Daera segera meninggalkan Taemin dan langsung bergabung dengan Ara dan Minho diruang tamu.

“Wae? Berantem lagi?” Tanya Ara ke Daera, Daera hanya mengangguk.

“Hati-hati loh, benci jadi cinta” goda Minho lalu ia merangkul bahu Ara dan Arapun melingkarkan tangannya dipinggang minho. Daera menatap mereka iri.

“Benci jadi cinta apaan? Yang ada benci ya jadi makin benci” ucap Taemin yang sekarang sudah duduk disofa samping Daera.

“Seharusnya aku yang sangat benci denganmu! Kau itu pembohong” Mendengar perkataan Daera, mata Taemin tiba-tiba membelalak.

‘Pembohong? Apa jangan-jangan dia sudah tau?’

Taemin menatap Daera dengan ngeri, karena dari tadi Daera terus menatapnya tajam.

Ara yang melihat Taemin dan Daera yang sepertinya akan mulai adu mulut lagi segera memberi kode ke Minho untuk melaksanakan aksinya, Minho mengangguk mantap. Minho menarik tangan Ara menjauh dari Taemin dan Daera.

“Mau kemana kalian?” Tanya Daera, Minho tak menjawab ia terus menarik tangan Ara.

Dan sekarang hanya ada Taemin dan Daera disini.
***

Minho POV

Aku membawa Ara keteras belakang untuk merencanakan aksi selanjutnya.

“Oh iya. Bagaimana kalau kita matikan saja lampu ruang tamu, biar mereka ketakutan terus baikan deh” Usulku. Aaera hanya ngangguk-ngangguk, tapi ia masih terlihat memikirkan sesuatu.

“Aha!” Ara mengancungkan jari telunjuknya mendapatkan ide.

“Apa, apa?” Tanyaku tak sabar.

“Bagaimana kalau kita matikan saja lampu ruang tamu. Kajja!” Ara langsung menarik tanganku.

‘Bukannya itu ide ku yaa’
~

Setelah sampai diruang tamu, dan ternyata Taemin dan Daera sudah keburu perang, tak tau penyebabnya kenapa. Lari-larian gak jelas sambil masing-masing membawa bantal sofa.

“Matikan gak nih?” Tanyaku dengan tampang datar sambil menatap Taemin dan Daera.

“Jangan deh, kalo di matiin malah hancur nih rumah”

“Kau tunggu disini”

Aku berjalan mendekati Taemin dan Daera yang masih lari-larian. Melihat Taemin yang cara larinya mundur._. aku mengeluarkan senyum evilku.

Saat Taemin berlari hampir di hadapanku, aku mengait kaki Taemin dengan kakiku dan membuat Taemin jatuh telentang diatas lantai, Daera yang sudah gak bisa mengerem lagi kecepatan larinya jatuh dan menimpa tubuh Taemin. Aku menyeringai puas lalu kembali ke posisiku disamping Ara.

“Bagaimana?” Aku menaik-naikkan kedua alisku dan menatap Ara.

Minho POV end-
***

Taemin mendorong bahu Daera yang ada di atas tubuhnya, Daerapun segera berdiri.

“Ini kedua kalinya kau jatuh menimpaku”

“Siapa suruh kau jatuh. Aku juga ikut jatuh kan”

“Apa kau tak bisa mengerem kecepatan larimu huh?” Tuduh Taemin.

“Bagaimana bisa? Aku sudah berusaha tadi” bela Daera.

Dan lagi-lagi terjadi adu mulut, Minho dan Ara yang melihat hanya geleng-geleng kepala pasrah.

“Kita harus bagaimana lagi?” Tanya Minho sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Molla”
~

Muak dengan pertengkaran Taemin dan Daera, Minho dan Ara pun memutuskan jalan-jalan keluar rumah, mereka tak peduli apa yang akan terjadi dengan Taemin dan Daera dirumah, yang penting mereka bisa tenang dan bisa memikirkan cara untuk membuat Taemin dan Daera akur lagi, dan mereka akan jadian.

“Bagaimana kalau kita ke mall saja?” Usul Minho.

Ara hanya mengangguk.

“Kajja!” Minho dan Ara kembali kerumah dan mengambil mobil.
***

At mall

Minho dan Ara menghabiskan waktunya tanpa Taemin dan Daera dimall, mereka benar-benar terlihat seperti sepasang kekasih pada umumnya, walaupun hanya berpura-pura mereka tetap mesra, terlihat dari Minho yang terus marangkul Ara sepanjang jalan. Dan bagaimana keadaan Taemin-Daera? Mari kita tengok. Jreng.. Jreng.. <– background sound.

“Aaaa Minho babo! Memakai mobilku tanpa seizin ku. Awas saja!”

Daera mendapati mobilnya tak ada dibagasi dan itu membuat Daera marah-marah gak jelas, dan Taemin yang ingin menghampiri Daera saat itu langsung berhenti didepan pintu rumah.

“Untuk apa kau di depan sana? Cepat sini!” Taemin segera menghampiri Daera.

“Bagaimana kalau kita susul Minho dan Ara? Aku tak ingin Minho macam-macam dengan Ara” Daera berkacak pinggang, Taemin nampak berpikir sebentar lalu ia mengangguk setuju.

“Arra. Aku juga tak ingin adikku dinodai oleh kodok mesum itu”

“Tapi kita akan pergi kemana? Mereka kan tadi tidak bilang mau kemana” Sambung Taemin.

“Palingan juga ke mall. Kajja” Daera dan Taemin langsung menuju mobil Taemin.
***

Sesampainya di mall Taemin dan Daera segera mencari-cari dimana keberadaan Minho dan Ara.

“Di sana! Kajja” Taemin menarik tangan Daera saat melihat Minho dan Ara yang sedang jalan-jalan sambil makan ice dan tertawa bersama.

Taemin-Daera terus-terusan mengikuti Minho dan Ara, sesekali mereka harus bersembunyi. Padahal Minho sudah tau dari awal kalau Taemin dan Daera mengikuti mereka

‘Ck, pasangan o’on yang serasi’

Saat Minho dan Ara sedang menonton dibioskop, Taemin dan Daera pun tak henti-hentinya mengikuti mereka. Bahkan Taemin dan Daera duduk dua bangku diatas Minho dan Ara. Minhopun juga mengetahui hal itu.

“Mereka mengikuti kita” bisik Minho ke Ara. Ara berinisiatif menyandarkan kepalanya ke bahu Minho, Minhopun merangkulkan tangannya kebahu Ara dan mengelus rambut Ara lembut. Taemin-Daera yang melihat itu terkejut. Daera menatap layar bioskop dengan bosan, ternyata dilayar terlihat sosok hantu perempuan. Mereka tak menyadari kalau mereka sedang menonton film horror sekarang. Sengaja Minho dan Ara memilih menonton film horror agar rencana mereka berhasil. Ternyata benar, reflex Daera memeluk lengan Taemin dan menenggelamkan kepalanya didada Taemin, Taeminpun menggenggam erat tangan Daera <– Taemin modus nih._.

-Film selesai-
***

2 minggu kemudian..

Hubungan Taemin-Daera hari kehari makin membaik, walaupun Daera masih kesal karena Taemin sempat berbohong padanya tentang LeeTem itu. Tapi ia mencoba memaafkan Taemin. Tepat hari ini, Daera diajak Taemin ketaman dan Daera menyetujui itu.

“Daera”

Taemin mulai menggenggam tangan Daera. Mereka sedang duduk dibangku taman berdua, sedangkan Minho dan Ara mengintip mereka dibalik pohon yang tak jauh dari tempat duduk Daera dan Taemin.

“Ne?” Daera menatap Taemin.

“Saranghae” ucap Taemin to the point, Daera hanya bisa membelalakan matanya.

“Eh? Kau bercanda?” Tanya Daera tak percaya.

“Ani” Jawab Taemin lantang.

“Nado….” Jawab Daera dengan santainya tanpa menatap Taemin, Taemin mengangkat sebelah alisnya.
“Saranghae” lanjut Daera lembut dan menatap Taemin, Taemin yang mendengar itu langsung memeluk Daera. Tanpa harus menanyakan ‘apakah kau mau jadi yeojachinguku?’ Mereka pasti sudah tahu hubungan ini akan spesial. Minho dan Ara yang melihat itupun ikut tersenyum. Tanpa sadar Minho memeluk pinggang Ara dari belakang dan menyandarkan dagunya di bahu Ara.

“Mereka so sweet yaa” ucap Minho.

Ara yang menyadari dagu Minho tersandar di bahunya segera menyingkirkan Minho agar menjauh. Merasa ada keributan dibelakang pohon Taemin dan Daera menengok kebelakang dan…

Mendapati pasangan Minho dan Ara yang sedang nyengir gaje.

“Yak! Kalian” seru Taemin-Daera bersamaan.

TBC

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on July 7, 2013, in Comedy, PG, Romance, School Life and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Hahaha kocak banget

    Nex thor buruan

  2. gomawo^^

    next chapter masih dalam proses pembuatan🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: