Your Body (Chapter 1)

[Sequel of Operation Proposal]

yb1

Author: Kim Reika

Genre: Romance Yadong NC-21

Cast:
-Wu Yi Fan a.k.a Kris
-Jung Shiyeon (OC)

Support Cast:
-Wu Seo Jin (OC)
-Do Kyungsoo a.k.a Dio

Note: annyeong~ ini chapter pertama dari sequel Operation Proposal. Buat para readers yang setia menunggu terimakasih banyak *nangis terharu dipelukan Kai*. Mian typo bertebaran, author hanya seorang makhluk yang tak lepas dari kesalahan T.T untuk sequel ff yang lain mohon ditunggu. Mampir saja terus ke blog ini, dan baca ff yang lainnya:) coment ditunggu~ happy reading.

*******

BRUK!

“Yak! Apa yang ingin kau lakukan Wufan?!”

“Menurutmu? Ayolah..” Kris mengeluarkan puppy eyesnya yang menurut Shiyeon sangat lucu. Shiyeon tertawa dan mendorong tubuh Kris yang berada diatasnya.

“Belum saatnya Wufan”

“Ayolah chagi. Please”

Shiyeon tetap menggelengkan kepalanya. Tetap pada pendiriannya. Yang menurut Kris keras kepala dan membuat Kris kesal sendiri.

Kris mempoutkan bibirnya sebal. Kris berjalan menuju kursi kerjanya lagi. Shiyeon keluar ruangan sebentar ingin membuatkan kopi untuk Kris karena dia akan lembur malam ini dan Shiyeon menemaninya.

Keadaan kantor? Tentu sepi. Hanya mereka berdua yang tersisa. Karena seluruh pegawai yang juga lembur disuruh Kris pulang dan membawa pekerjaannya kerumah.

Shiyeon asyik membuat kopi didapur kantor. Sampai tiba-tiba.. Lampu disitu mati.

Gelap.

“WUFAN AAAAA!!!!”

Kris yang berada didalam ruangan mendengar teriakan Shiyeon. Dengan malas Kris beranjak dari kursinya dan menyusul Shiyeon.

Ketika Kris sampai didapur kantor dilihatnya Shiyeon berdiri dan lampu dapur menyala. Kris menatap Shiyeon dalam artian ada-apa-

“Tadi lampu dapur mati” jawab Shiyeon seadanya dan melanjutkan membuat kopi.

“Mati kenapa? Ini baik-baik saja”

“Tadi mati listrik kali”

“Jangan bercanda, diruanganku tidak mati lampu tadi”

“Tapi tadi disini mati lampu” Shiyeon masih membela diri.

“Aish. Menyusahkan saja. Kau taukan pekerjaanku menumpuk. Membuang waktuku saja!”

“Yak! Kenapa kau sewot”

Kris tidak memperdulikan ucapan Shiyeon. Dia beranjak dari dapur kantor menuju ruangannya.
*******

Shiyeon masuk kedalam ruangan Kris. Dilihatnya Kris yang begitu serius mengerjakan tugasnya.

“Chagi, minum ini” Shiyeon menyodorkan secangkir kopi yang dibuatnya tadi. Kris hanya melirik sebentar dan kembali kepekerjaannya.

“yak! Wufan dengarkan aku”

Kris hanya menatap Shiyeon lagi, dan lagi-lagi kembali menatap layar laptop.

Shiyeon mendengus kesal melihat kelakuan Kris yang tidak memperhatikannya. Kris sebenarnya ingin tertawa melihat Shiyeon yang terlihat kesal sendiri. Tetapi Kris ingat dia masih ‘ngambek’ dengan Shiyeon gara-gara masalah itu tadi. Kris sangat ingin mempunyai anak, entahlah.. Melihat teman-teman sebayanya yang sudah menikah dan memiliki bayi membuat Kris iri. Makanya Kris berkeras ingin mempunyai anak, wajarkan Kris memintanya? Dan memang sudah seharusnya mereka sudah menjadi orangtua.

“aku mau baby..” gumam Kris pelan tanpa menatap Shiyeon.

Mata Shiyeon membulat.

‘jadi dia serius?’

Shiyeon mencoba meluruskan kenapa Kris tidak menghiraukannya. Shiyeon tau bahwa suaminya sedang merajuk. Shiyeon berpikir keras, menimang-nimang keinginan Kris.

‘tidak ada salahnya bukan?’ batin Shiyeon. Shiyeon menghampiri meja Kris dan memeluknya dari belakang.

“yasudah. Aku turuti keinginanmu.” Bisik Shiyeon ditelinga Kris. Kris yang awalnya hanya diam terkejut. Sebenarnya bisa saja dia menerkam Shiyeon saat ini juga, detik ini, disini. Kris hanya ingin main-main.

“keinginan apa?”

Shiyeon terlihat berpikir. Kris pura-pura lupa dengan apa yang dimaksud Shiyeon tadi.

“kalau kau tidak mau tidak apa. Sebelum aku berubah pikiran” Shiyeon masih berbisik ditelinga Kris dengan suara yang seseksi mungkin. Kris meneguk salivanya susah. Jari-jari Shiyeon bermain diwajah Kris, membelainya dengan lembut. Mulai dari mata, hidung, pipi, hingga kebibir.

Kris segera menepis tangan Shiyeon kasar dari wajahnya dan membalik kursi kerjanya. Dipeluknya pinggang ramping Shiyeon dan menariknya agar duduk dipangkuan Kris. Shiyeon hanya menerima saja. Dikalungkannya tangannya keleher Kris. Mereka saling memandang intens. Hingga bibir keduanya bertemu. Melumat bibir pasangan dengan pelan. Shiyeon memejamkan matanya dan merasa tubuhnya digendong Kris. Reflex kaki Shiyeon melingkar dipinggang Kris membuat rok kerjanya dengan mudah tersingkap dan Kris bermain-main dipaha mulus Shiyeon. Shiyeon mendesah ringan disela-sela ciuman. Hingga Kris sampai disofa dan duduk diatasnya dengan Shiyeon yang masih berada dipangkuannya. Shiyeon tersenyum. Sofa diruangan kerja Kris memang menjadi saksi tempat mereka ‘bermain’. Bahkan mereka pertama kali melakukannya disini meskipun ketahuan oleh tuan Wu, appa Kris.

Keduanya masih asyik saling mengulum bibir. Berperang lidah didalam. Tangan Shiyeon mulai membuka jas kerja Kris, begitu juga dengan Kris yang melepaskan satu-persatu kancing kemeja Shiyeon dengan tidak sabaran. Begitu terlepas Kris membuangnya kesembarang arah dan langsung melepaskan kaitan bra Shiyeon. Tanpa basa-basi Kris meremas payudara Shiyeon dengan agak kasar, membuat nipple Shiyeon mengeras.

“aahh.. Krish..”

Ciuman Kris mulai turun keleher Shiyeon. Kris meninggalkan beberapa Kissmark disana. Kris sudah tidak sabar untuk menurunkan bibirnya kedada Shiyeon. Hingga disinilah bibir Kris sekarang. Menyusu pada dada Shiyeon dan memilin nipple sebelahnya dengan tangan. Shiyeon menekan-nekan kepala Kris agar kulumannya semakin dalam.

“oohhh.. Kris.. aahhh”

Mendengar desahan Shiyeon yang begitu merdunya membuat Kris semakin gencar mengulum nipple Shiyeon. Lidahnya melakukan gerakan memutar didalam memberikan sensasi tersendiri untuk Shiyeon.

Sebelah tangan Kris menurunkan resleting rok Shiyeon dan menurunkannya langsung beserta CDnya. Kris menurunkan Shiyeon dari pangkuannya dan mendudukkan tubuh Shiyeon yang polos. Kris beranjak dan melepaskan sisa kain yang masih melekat ditubuhnya. Shiyeon duduk disofa dengan kaki yang mengangkang lebar. Kris berjalan kearah Shiyeon dengan tatapan lapar. Kris duduk dilantai dan mensejajarkan wajahnya dipermukaan vagina Shiyeon. Pink. Basah. Segera saja Kris melesakkan lidahnya untuk mengeksplor vagina Shiyeon. Shiyeon mengapit kakinya akan tetapi tangan Kris menahannya dan tetap membuka lebar kaki Shiyeon.

“Aahh.. K-kris.. Disituhh..”

Kris semakin menekan lidahnya dititik yang Shiyeon maksud. Sesekali giginya menggigit kecil klirotis Shiyeon membuat kepala Shiyeon mendongak keatas. Ini terlalu nikmat bagi Shiyeon.

“Kris.. Aahh.. Terushh..”

Shiyeon menekan tengkuk Kris divagina. Kris hanya tersenyum melihat tingkah istrinya. Kadang Shiyeon memang childish dan keras kepala akan tetapi kalau sudah ‘bermain’ semuanya hilang begitu saja. Shiyeon seakan melupakan bahwa dia masih belum siap mempunyai anak. Kris serasa membawanya terbang kelangit ketujuh.

“Aaahhh~~”

Orgasme pertama Shiyeon. Kris menelan cairan Shiyeon dan menjilat habis cairan yang masih tersisa divagina Shiyeon.

Kris beranjak menindih tubuh Shiyeon dan mencoba memasukkan juniornya sekali hentak.

“AKHH!” Shiyeon cukup terkejut ketika junior Kris sudah masuk sepenuhnya didalam vagina Shiyeon.

Kris mulai menaik turunkan pinggangnya secara bertempo. Pelan. Cepat. Pelan dan cepat lagi. Shiyeon memejamkan matanya dan mengigit bibir bawahnya. Melihat pemandangan yang menurut Kris begitu seksi tidak disiakannya bibir Shiyeon, Kris melumat bibir Shiyeon dan dibalas dengan senang hati oleh Shiyeon.

Kris mempercepat gerakan pinggulnya. Membuat dada Shiyeon naik turun. Kesempatan itu juga digunakan Kris untuk meraup dada sebelah kanan Shiyeon.

“Eunghh”

Shiyeon memejamkan matanya. Meseimbangkan permainan Kris dibawah sana, Shiyeon juga ikut menggerakkan pinggulnya berlawanan arah. Shiyeon menikmati jari-jari dingin Kris memilin nipplenya bergantian, dan tak lupa bibir Kris yang masih berperang dengan bibir Shiyeon.

Kris melepaskan ciumannya ketika merasakan vagina Shiyeon mulai berkedut-kedut. Kris mengerang.

“S-shiyeon.. Oohh”

Kris memejamkan matanya menikmati vagina Shiyeon menggenggam erat juniornya didalam. Kris semakin menaik turunkan pinggangnya brutal hingga dirasa juniornya semakin membesar didalam sana.

“Kris.. Aahhh.. Ahhh..”

“S-sebentarh.. Lagihh”

Kris dan Shiyeon semakin bergerak brutal. Tangan Kris meremas dada Shiyeon keras.

“KRIS.. Aaahhh~~” Shiyeon sudah orgasme tetapi Kris belum. Shiyeon memang sudah merasakan junior Kris membesar. Shiyeon berinisiatif bergerak lagi agar Kris juga sampai.

“Shiyeon.. Aaahhh~”

Cairan Kris mengalir kedalam rahim Shiyeon. Hangat. Kris ambruk diatas Shiyeon dan mengecupi dada Shiyeon pelan. Shiyeon masih mencoba menetralkan nafasnya.
~
Kris membawa tubuh Shiyeon duduk tanpa melepaskan kontak mereka. Kris menggendong tubuh Shiyeon lagi entah kemana. Shiyeon hanya menurut saja dan melingkarkan kakinya dipinggang Kris.

Kris menghimpit tubuh Shiyeon kedinding.

“Ronde dua..” Bisik Kris seduktif ditelinga Shiyeon. Kris mengulum daun telinga Shiyeon dan mengecupi sisi leher Shiyeon hingga kebahunya.

“Apapun untukmu” jawab Shiyeon tak kalah seduktif. Jari-jari Shiyeon bermain didada Kris dan menekan nipplenya, membuat nafas Kris terdengar berat ditelinga Shiyeon.

Tok.. Tok.. Tok..

Kris dan Shiyeon saling berpandangan. Siapa yang datang kekantor malam-malam seperti ini?

Kris melepaskan kontaknya dengan Shiyeon. Dengan gelagapan Kris dan Shiyeon mengambil baju yang berserakan. Kris tergesa memakai pakaiannya dan duduk dikursi kerja tanpa memakai celana. Shiyeon tidak sempat memakai bajunya karena knop pintu terlihat ingin dibuka.

Dengan segera Kris menarik tangan Shiyeon dan menyembunyikan Shiyeon dibawah meja kerjanya.

Klek..

Tepat.

Tuan Wu.

“Oh Kris. Kau lembur?” Tanya appa.

Appa melirik sekeliling. Mencari-cari sosok menantunya. Appa melirik sebentar kesofa dan menggelengkan kepalanya. Appa juga melihat baju Kris yang lumayan berantakan.

“Ck. Sempat-sempat saja kalian bermain dijam kerja”

Kris hanya nyengir. Kris merasakan bagian bawahnya digenggam. Ini kerjaan Shiyeon. Dengan iseng Shiyeon menggenggam junior Kris karena memang Kris tidak sempat memakai celananya tadi. Seketika muka Kris memerah.

“Dimana istrimu?”

“A-ada.”

Appa Kris heran melihat putra semata wayangnya itu seperti menahan sesuatu, mukanya lucu sekali. Appa tak menghiraukan itu dan berjalan ke lemari dokumen dan mencari-cari sesuatu.

Kris mati-matian menahan desahannya karena Kris merasa juniornya basah. Yap. Shiyeon sedang asyik mengulum junior Kris dibawah meja. Kris memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya. Kris mencoba menyingkirkan kepala Shiyeon dari juniornya, akan tetapi tenaga Kris seakan tidak sanggup melawan Shiyeon dibawah sana. Kris bergerak gelisah.

Merasa ada pergerakan aneh dari meja kerja anaknya. Appa Kris berbalik. Appa menatap Kris heran karena muka Kris benar-benar memerah sekarang.

“Kau kenapa?”

Kris menggeleng cepat. Tangan Kris dibawah masih mencoba mencegah Shiyeon. Namun tubuhnya berkata lain. Kris malah semakin menekan kepala Shiyeon agar terus mengulum juniornya.

Appa mulai curiga. Appa berbalik lagi mencari dokumen-dokumen yang diperlukannya. Appa tersenyum. Appa tau kalau mereka habis bermain, kemungkinan Shiyeon berada dibawah meja Kris. Meja Kris besar, dan apabila ada orang yang bersembunyi disana tidak kelihatan. Appa Kris tau karena dulu dia juga sama pervertnya dengan Kris._.V yah sepertinya ini memang sifat turunan.

‘semoga saja cucuku kelak tidak mempunyai sifat turunan sepertiku dan juga putraku’ doa appa dalam hati.

Dokumen yang dicari-cari appa sebenarnya sudah ketemu. Hanya saja appa ingin melihat seberapa kuat Kris menahan desahannya agar tidak keluar. Itu membuat appa cekikikan sendiri.

Shiyeon semakin gencar mengulum junior Kris. Tangannya yang menyentil twinsballnya. Lidah Shiyeon membelit junior Kris. Kris merasakan juniornya semakin berkedut. Setengah mati Kris menahan agar desahan tidak keluar sebelum appanya keluar dari ruang kerjanya.

“A-aahhh~” akhirnya Kris orgasme karena ulah nakal Shiyeon. Appa menahan tawa dan akhirnya berbalik.

“Yasudah appa pulang. Lain kali jangan mendesah disaat ada orang seperti ini. Tidak baik”

Appa segera keluar dari ruangan kerja Kris. Shiyeon yang mendengar apa kata mertuanya cekikikan dibawah meja. Kris benar-benar malu. Segera Kris menarik Shiyeon keluar dari bawah meja. Shiyeon terduduk dilantai. Kris menyingkirkan kursi kerjanya dan melepaskan lagi kemejanya.

“Kita belum selesai nyonya Wu. Bahkan malam ini akan double dengan hukumanmu”

Kris menindih tubuh Shiyeon dilantai dan langsung mengulum payudara Shiyeon. Junior Kris melesak masuk kedalam vagina Shiyeon sekali hentak tanpa diketahui Shiyeon.

“Aahhh.. Kris.. Oohh”

Kris langsung menggerakkan pinggulnya brutal. Bibirnya masih bekerja dipayudara Shiyeon. Sebelah tangannya menampar pelan payudara Shiyeon dan menyentil nipplenya.

“Aahh.. Krish..”

Kris semakin gencar menggerakkan pinggulnya. Tangan Shiyeon menekan kepala Kris agar tetap bekerja dipayudaranya sementara itu pinggulnya ikut menyeimbangkan gerakan Kris.

“K-kris aaahhh~~”

Shiyeon orgasme. Nafasnya memburu. Kris kembali mengangkat tubuh Shiyeon. Kris menciumi bibir Shiyeon tanpa melepaskan kontaknya.

“Malam ini kau milikku.” Bisik Kris dan menciumi leher Shiyeon lagi. Meninggalkan tanda biru-keunguan disana.

Kris menghimpit tubuh Shiyeon kedinding dan menggerakkan lagi pinggulnya. Tangannya yang bebas meremas pantat Shiyeon dengan gemas dan bibirnya bermain lagi dibibir Shiyeon menahan desahan Shiyeon. Kris semakin bersemangat menggenjot miliknya ketika merasakan milik Shiyeon berkedut hebat. Kris melepaskan ciumannya.

“kris.. ohhh”

Dada Shiyeon menekan dada Kris. Nipple Shiyeon yang mengeras bergesekan langsung dengan dada telanjang Kris membuat Kris semakin brutal bermain.

“Wufan- aaahhh~~”

Shiyeon menyembunyikan wajahnya dilekukan leher Kris, terlalu lelah melayani Kris malam ini. Tangan Kris masih menopang pinggang Shiyeon agar tidak jatuh. Kris beranjak dari dinding dan berjalan kearah meja kerjanya. Kris menyingkirkan apasaja yang berada dimeja tersebut, tak peduli nanti office boy yang biasa membersihkan ruangan Kris berpikir ada apa dengan ruangan ini. Kris merebahkan tubuh Shiyeon diatas sana dan menindih tubuh Shiyeon. Bibir Kris mulai mengulumi lagi puncak payudara Shiyeon dan membuat nipplenya semakin mengeras saja. Ciuman Kris semakin naik keleher Shiyeon.

“kita belum selesai~” bisik Kris seduktif.

Dan untuk selanjutnya desahan Shiyeon menggema disepanjang malam itu.

********

2 minggu kemudian..

Akhir-akhir ini, Shiyeon sering mual-mual dipagi hari. Ini seperti gejala ibu hamil, Shiyeon tahu itu. Tentu saja, karena keinginan Kris yang memiliki anak dan selalu terobsesi akan hal itu. Hampir setiap malam mereka melakukannya agar membuahkan hasil. Bahkan tadi malam mereka tidur jam 2 pagi demi menuruti keinginan Kris.

Shiyeon membasuh tangannya diwestafel kamar mandi, dan terkejut mendapati tangan kekar melingkari pinggangnya. Shiyeon menatap pantulan orang itu dicermin. Siapa lagi kalau bukan suami tercinta dan termesumnya. Shiyeon terkadang merutuki nasibnya mendapat suami mesum seperti Kris. Akan tetapi Shiyeon bahagia dan tetap mencintai Kris tentunya.

Tangan Shiyeon memegang tangan Kris yang berada dipinggangnya. Bibir Kris mulai menciumi tengkuk Shiyeon lembut.

“kau kenapa hm? Akhir-akhir ini kau seperti tidak baik”

Shiyeon hanya menggelengkan kepalanya pelan.

“entahlah.. Mual-mual dipagi hari”

Seketika itu juga muka Kris berbinar-binar senang.

“Aigo. Gejala ibu hamil. Kajja kita mandi terus kedokter”

Kris menarik tangan Shiyeon kearah bath up dan Kris membuka bajunya. Seketika muka Shiyeon memerah.

“ayo cepat kita mandi~” Kris berjalan kearah Shiyeon dan ingin membuka lingerie Shiyeon.

“kau yakin? Aku tak yakin kita akan kedokter hari ini. Lebih baik kau saja yang mandi dan aku menunggumu diluar” Shiyeon berjalan kearah pintu kamar mandi. Namun ditahan oleh Kris.

“yak! Aku berjanji. Hanya mandi” Kris mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya didepan wajah Shiyeon dan mengeluarkan puppy eyesnya. Shiyeon sebenarnya ingin tertawa, namun ditahannya. Shiyeon akhirnya luluh juga melihat usaha suaminya itu.

“arra.. arra” Shiyeon berjalan kearah Kris dan Kris membukakan lingerie Shiyeon.

-SKIP mandinya ya.. xD

*******

Hari demi hari berlalu, bulan demi bulan. Hingga Shiyeon akhirnya melahirkan anak perempuan yang cantik. Wu Seo Jin namanya. Mata, bibirnya mirip Shiyeon, hanya hidung dan dagunyanya mewarisi milik Kris. Shiyeon tersenyum ketika dia dapat menggendong putrinya itu. Kris juga tidak kalah bahagia, akhirnya keinginannya mempunyai anak tercapai.

7 tahun kemudian..

 

Seo Jin tumbuh menjadi anak yang cantik. Hanya saja sifatnya sangat berbeda jauh. Seo Jin sangat pemalas. Disekolah bahkan dia mendapatkan nilai terendah dikelas. Tak jarang dia berbuat onar dan membuatnya sering dihukum bahkan Kris-Shiyeon sering mendapat panggilan dari kepala sekolah.

“Seo Jin nakal. Tidak usah ditemani”

Seo Jin terlihat geram, dia sudah berjanji ke orangtuanya agar tidak nakal lagi disekolah jadi Seo Jin memilih diam. Seo Jin ingin sekali menghajar sekelompok orang yang tadi mengata-ngatainya.

“Seo Jin tidak akan naik kelas”

Tangan Seo Jin mengepal. Seo Jin berusaha memperbaiki nilai-nilainya disekolah. Sejauh ini memang belum berhasil, akan tetapi Seo Jin selalu berusaha berubah demi orangtuanya.

“Seo Jin..-“

“Cukup!”

Sekumpulan orang-orang itu terperangah. Begitu juga dengan Seo Jin. Sekarang seorang namja manis berdiri dan menghentikan segerombolan anak yang mengata-ngatai Seo Jin. Namja ini.. Namja ini sering dibully oleh teman-teman sekolahnya, dan Seo Jin selalu melindungi namja ini, dan hal itu yang sering membuat Seo Jin dihukum. Dan sekarang.. Namja ini membela Seo Jin?

“mau apa kau, si cupu Kyungsoo?” Tanya salah satu gerombolan anak itu.

“menghajarmu kalau kau masih mengatai Seo Jin” jawab anak yang bernama Kyungsoo itu dingin dan tajam. Sepertinya ucapannya serius.

“jeongmal? Bagaimana kalau dengan ini”

“Seo Jin nakal bukan anak orangtuanya. Yang kutau orangtuanya tidak nakal seperti Seo Jin. Itu yang kudengar oleh kepala sekolah ketika orangtua Seo Jin dipanggil” anak itu melihat Seo Jin dengan tatapan remeh, dan yang lainnya hanya tertawa.

Kyungsoo menghampiri Seo Jin dan mengulurkan tangan mungilnya. Seo Jin menyambutnya saja. Kini kedua tangan itu saling genggam. Kyungsoo membawa Seo Jin menjauh tanpa menghiraukan anak-anak itu.

“KYUNGSOO CENGENG DAN SEO JIN SOK PEMBERANI BERSATU..” Teriak anak itu. Dapat Kyungsoo rasakan tangan Seo Jin mengepal didalam genggamannya.

“SEO JIN..-“ belum selesai anak itu menyelesaikan kalimatnya.

BUGH!

 

Kyungsoo yang sudah agak menjauh berlari menghajar anak itu. Sontak semuanya terkejut dengan apa yang dilakukan Kyungsoo. Kyungsoo berlari lagi dan menarik tangan Seo Jin agar menjauh dari lingkungan sekolah sebelum ketahuan oleh para guru kalau Kyungsoo menghajar anak itu.

“kau tidak apa?” Tanya Kyungsoo duduk disebelah Seo Jin.

“Do Kyungsoo imnida. Bisa dipanggil Dio”

Seo Jin hanya tersenyum dan mengulurkan tangannya. Belum sempat Seo Jin memperkenalkan dirinya mereka ketahuan satpam sekolah. Ternyata sewaktu mereka kabur dari lingkungan sekolah ketahuan oleh pak satpam.

~

Saat ini. Orangtua Seo Jin dipanggil kesekolah lagi.

“lihatlah, kelakuan Seo Jin semakin menjadi saja. Bahkan dia menghajar salah satu murid disini dan mengajak kabur Dio murid teladan disekolah ini.”

Seo Jin menangis diluar. Bahkan bukan Seo Jin yang menghajar anak itu, dan bukan Seo Jin memberi ide agar membolos dari sekolah. Tak jauh, Dio melihat itu.

“bukan dia yang menghajar anak itu. Tapi aku.” Dio masuk keruang kepala sekolah dan mencoba membela Seo Jin. Memang bukan salah Seo Jin kan? Kepala sekolah menatap Dio tidak percaya.

“anak itu mengata-ngatai Seo Jin. Aku tau Seo Jin menahan amarahnya. Maka dari itu aku yang menghajar anak itu dan membawa Seo Jin kabur dari sekolah sebelum aku ketahuan menghajar anak itu.” Jelas Dio panjang lebar. Diluar. Seo Jin menatap Dio didalam. Seo Jin tidak tahu menahu dengan apa yang dibicarakan oleh kedua orangtuanya dan juga Dio.

*******

9 tahun kemudian..

 

Seo Jin tumbuh menjadi yeoja yang tambah cantik dan anggun. Akan tetapi sikap Seo Jin tidak pernah berubah. Apalagi sejak kejadian Dio kecil menghajar seseorang yang mengatai Seo Jin. Kris dan Shiyeon memindahkan sekolah Seo Jin. Entahlah. Seo Jin seperti tidak suka pindah sekolah dan harus meninggalkan Dio.

Berbagai cara sudah dilakukan oleh Kris dan Shiyeon. Bahkan Kris sudah menyita semua fasilitas yang diberikan ke Seo Jin bukannya selesai masih ada-ada saja kelakuannya yang lain, bahkan lebih membangkang dari sebelumnya.

Kris dan Shiyeon benar-benar kewalahan menghadapi sikap Seo Jin.

*******

Kris sudah sangat geram dengan kelakukan putrinya. Hingga Kris meminta bantuan para guru disekolah untuk mencari anak yang bisa merubah kelakuan putrinya.

“Aku rasa pasti ada orang yang membuatnya tertarik disana”

“…”

“Arra. Tolong carikan orang yang tepat ya. Saya serahkan semuanya kepada anda”
~

Do kyungsoo. Atau lebih sering disapa Dio. Anak ini tumbuh menjadi anak yang ramah, pintar, memiliki suara yang merdu. Dia cukup terkenal dikalangan yeoja berbeda sewaktu dia kecil dulu. Dia cool. Bahkan dia salah satu pemain inti basket disekolah ini. Disatu sekolah yang sama dengan Seo Jin. Tidak heran kalau sosok Dio juga berhasil merebut hati Seo Jin dari dulu hingga sekarang. Hey. Seo Jin sudah 16 tahun, dia sudah remaja. Sudah sepantasnya dia tertarik terhadap namja kan? Apalagi namja itu seperti seorang Do Kyungsoo.

Dio mendapat tugas dari para guru-guru untuk mengajari Seo Jin dirumah, sesuai dengan permintaan Kris. Kris meminta Dio untuk bisa merubah sifat Seo Jin kearah yang lebih baik. Dio hanya mengiyakan saja tawaran itu.

‘Ini kesempatanku agar bisa lebih dekat dengannya’ batin Dio.
***

Seo Jin memasuki rumah dengan hati-hati, bagaikan seorang maling yang ingin mencuri. Seo Jin melihat keseluruh penjuru rumah yang gelap. Hari sudah malam. Sangat larut malam. Jam didinding sudah menunjukkan pukul 01.47am. Seo Jin baru saja pulang dari club malam bersama teman-temannya. Bahkan Seo Jin berangkat secara diam-diam, tanpa sepengetahuan Kris dan Shiyeon. Seo Jin dua minggu sekali pasti kabur secara diam-diam seperti ini. Hanya ingin melepaskan beban pikirannya. Seo Jin berjalan sangat pelan ingin menuju kamarnya. Hingga lampu ruang tamu menyala. Sepertinya malam ini tidak seberuntung malam-malam sebelumnya. Betapa terkejutnya Seo Jin mendapati appa dan ummanya tengah duduk manis disofa ruang tamu. Seo Jin menggigit bibir bawahnya dan dengan terpaksa nyengir.

“Ehm. Wu Seo Jin. Duduk!”

Perintah Kris tegas. Seo Jin tak dapat berbuat apa-apa lagi. Dia menurut, dan berjalan kearah sofa ruang tamu. Seo Jin duduk berhadapan dengan orangtuanya dan dengan kepala menunduk.

“Darimana saja kau putriku sayang?”

“Dari…-”

“Pasti dari club. Kau itu yeoja. Kenapa kelakukanmu seperti ini hah?! Tidak sepantasnya yeoja seumuranmu berkeliaran malam-malam seperti ini!” Shiyeon menyela omongan Seo Jin dengan kesal. Shiyeon tak habis pikir dengan sikap anaknya itu. Bahkan Kris dan Shiyeon tidak pernah mengajarinya tentang pergaulan dunia malam.

Kris mencoba menenangkan istrinya. Kris mengusap lembut punggung Shiyeon membuat Shiyeon tenang. Shiyeon mencoba menetralkan nafasnya pelan. Shiyeon menghirup udara sekitar dan menghembuskannya pelan.

“Mulai besok, sehabis pulang sekolah kau langsung pulang. Appa mendatangkan guru les untuk mengajarimu”

“Mw-”

“Jangan membantah nona Wu!”

Seo Jin menunduk ketika melihat appanya mulai bertanduk dan hanya bisa mengangguk pelan.
***

Kehadiran Dio secara tiba-tiba dirumah keluarga Wu membuat Shiyeon cukup terkejut. Shiyeon mengira omongan Kris tadi malam tidak serius, dan mengira itu hanya gertakan Kris saja untuk Seo Jin. Ternyata Kris benar-benar mendatangkan guru les hari ini.

“Guru les?” Shiyeon mencoba meminta penjelasan kepada Kris yang berada disampingnya.

Kris hanya mengangguk.
“Bukankah sudah kubilang tadi malam hm?”

“Kukira kau hanya menggertak Seo Jin saja”

“Aku serius yeobo. Aku tidak mau terus-terusan melihat Seo Jin yang selalu membangkang seperti itu.” Jelas Kris.

“Aku ibunya! Aku merasa tidak becus mendidiknya dengan mendatangkan guru les seperti ini” ucap Shiyeon keras kepala. Shiyeon menatap Dio dari atas sampai bawah.

‘Yang benar saja? Dia yang akan mengambil alih pekerjaanku untuk mengurus Seo Jin? Seorang bocah’ Shiyeon membatin.

“Yeobo, dengarkan aku. Aku yakin kelakuan Seo Jin akan berubah.”

“Bagaimana bisa? Lihatlah. Bahkan Seo Jin sekarang tidak ada ketika ia tahu kau ingin mendatangkan guru les” Shiyeon mengacak rambutnya frustasi.

“Karena anak kita sedang jatuh cinta dengan guru itu. Kau tau? Seo Jin tidak tahu bahwa guru lesnya adalah Dio” bisik Kris pelan agar Dio tidak mendengarnya.

“Dio. Do Kyungsoo. Awas saja kalau kau sampai tidak bisa merubah Seo Jin” Shiyeon memandang Dio dengan tatapan.. Entahlah.. Dan meninggalkan ruang tamu.

“Silahkan masuk nak. Biar aku mengurus ibunya. Dia memang seperti anak kecil” ucap Kris.

Kris berlari mengejar Shiyeon yang masuk ke kamar dan menenangkan Shiyeon. Kris tau, Shiyeon pasti merasa tersaingi dengan kehadiran Dio yang mengambil perannya untuk merubah perilaku Seo Jin.

“Aku yakin, Seo Jin pasti berubah”

-TBC-

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on July 4, 2013, in NC-21, Romance and tagged , , , . Bookmark the permalink. 46 Comments.

  1. fernanda feby alfiana

    Next Thor makin penasaran !!!!

  2. Da to the E to the Bak…. DAEBAK..!!! Ga sabar nunggu kelanjutanya…jangan lama” yaa…*wink*

    Authornya keren *pelukkkkk*…

  3. lanjut thor:D
    jarang-jarang ada fanficnya D.O

  4. Seo jin nakal bangettttt
    Ag juga mau dong di ajari D.O

  5. DAEBAAAKKK chingu!😀

    D.O ajari aku jga dong! :-*

    lanjuuutt chingu!😉

  6. Aku bener-bener nunggu ff ini dan hasilnya memuaskan haha next chapter jangan lama-lama yah thor~ ^^

  7. Wach,,,Sequelnya ganti pemain donk_
    Skrg kisah anaknya ya??
    Q PiKir td DO saingan Kris_
    Dn Seo Jin saudar Kris,,
    Ehhhh,,,ternyata_

  8. dikira aku ceritanya cuma kehidupan kris sama shiyeon .ternyata malah anak mereka. good job thor bikin penasaran nya! lanjutkan hehehe

  9. mih kris napsu amet😀
    Dan wkkwkwk gara2 kepengen bgt punya anak, gini dah akibatnya lol
    seo jin jd nakal -:-
    Tp di part 2 nanti kisahnya seo jin sama DO aja ya?

  10. kyuwonhae's wife

    pantas aj scene shiyeon sma Kriss oppa cpat bgt , ternyta skrg mencrtkan anak y toh😀 . Seo jin nakal mgkin dia mewarisi kelakuan appa y:/😀 . Dan juga mgkin seo jin prevet😀 . Smga aj Dio bsa merubah Seo jin🙂 . Lanjuuttt thoorrr

  11. Makin penasaran nih. Apa seo jin bisa berubah lbh baik?
    Next part

  12. Omgomg D.O
    Greget thor
    Lanjutttt

  13. masih mending Seo Jin nakal suka berantem daripada ketularan ayahnya … ._.V

  14. masih mending Seo Jin suka berantem daripada nurun ayahnya..

  15. kimasshiyffa

    kya appa.a nakal. . . .

  16. Lanjutt widihh inimah bakal jadi crt seo jin – D.O wkwk gpp deh tapi ema bapanya tetep lanjut dumss kkkkk. Next chapt soon yaaa thor

  17. kyaaaaa lanjut thor..
    jangan lama lama ya ngepostnya^^

  18. next author…
    Fighting

  19. wah jgn sampe seojin nurunin sikap pervert ya. semoga d.o bisa merubah seojin juga

  20. agak ngakak pas mereka ‘bermain’ terus ketauan wkwk. gasabar buat yg selanjutnyaaa*-*

  21. Waaah, author daebaaaaak😀😀😀 next thor, crtanya keren bngt n alurnya tu nymbung + g mmbosankan. 1000 jempol buat author😀 next thor jebal, tpi psenQ ttep seimbangin crt ortu n 2 sejoli itu ya.. Biar sm” pnjang ksahnya😀 FIGHTING THOR😉

  22. princesssparkyujewelself

    lanjut donk eon

  23. Mrs cho (kyuhyun's wife)

    Wooaaaahh bias aku my kriss hehhhe keren thor daebak!!

  24. seo jin ini sebenernya nurun sifatnya sapa sih –”
    semoga kehadiran DO bisa ngasih pencerahan ke hidupnya seo jin deh

  25. part 1 alurnya bukan kecepatan lagi thor tapi kilat banget….
    pdhl masih pengen liat kris ama sheo muda eh udah main hajar aja jd tua dah…
    ya udh tak apa bpknya kaga anaknyapun jadi…
    #lanjut..

  26. Hihihihi untung Seojin ga pervert kaya Appa en Haraboji nya
    tapi Seojin nakalnya utu lho ckckck *geleng2 kepala
    padahal dia kan yeoja bukan namja ,,aigoooo
    Kajja di lanjut thor

  27. jahaha kasian amat itu si kris ketauan appanya😀
    itu lagi siyeon sempet-sempetnya ngasih blow(?) job
    haha kochak thor😀

    kyaa kyaa itu kenapa anaknya jadi bandel begitu ? Waaa jangan-jangan nurunin sifat appanya(kris) nih😀

  28. reginamegavinliya

    daebak thor , , tapi menurutku momen pregnant sama bersalinnya jangan di skip biar lebi seru,tapi gak papa sudah memuaskan kok thor , daebak , hwaiting

  29. Omg hot bgt thor😮
    Baca selanjutnya😀

  30. cerita ny bagus thor. nc ny juga hot .
    jdi pengen baca terus😀

  31. kyaaa keren…

  32. kecepetan menurut aku alurnya

  33. Yaampun gue ngakak bacanya haha
    Kris pervert amet :3
    Seojin nakal banget ya.
    Seru ceritanya thor.

  34. Alurnya terlalu cepat, Thor. Kok lanjut k kisah anaknya??

  35. wah apa sangking frustasinya kali ya,nyampe begtunya

  36. Aigooooo ini anakx kris bener2 dahhh

  37. kyaaaaa dioooo,,, smg nona wu bs segera sadarr y

  38. kukira bakal cerita ttg kris n istri, eh berlanjut ke anaknya, lanjut baca lagi ah…

  39. Okelah thor daebakkkkk //!!!

  40. Hahaha ini lucu bgt! Sumveh:D bapak, anak, menantu sama aja pervert. Kyknya harus ganti marga jd Wu ‘pervert’ family😄

  41. Keren thor (y)
    Ga nyangka banget ama Dio :3

  42. alfa nuraini

    Daebak, ngk bosen-bosen baca fanfic ini ataupun yang operation proposal

  43. Omo geleng2 ngeliat kelakuan mereka bercinta di kantor*ehh*
    ampe ketauan ama appa lg, dan shiyeon jail juga hihihi

    Seo jin nakall yaa, tp semoga kyungsoo oppa bisa rubah sikap dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: