Love or Murdered (Chapter 7C)

20130629-162024.jpg

Author : JS&KR
Genre : Romance Action Thriller Yadong NC-17, NC-21

Cast:
-Kim Reika
-Jung Seira
-Kim Jong In
-Byun Baekhyun
-Kim Jonghyun
-Lee Taemin

Support Cast&Cameo:
-Lee Hyukjae
-Lee Donghae
-Choi Siwon
-Orangtua Reika&Seira

Note : Annyeong : ) mian lama update nyaaa readers T^T author bener-bener stres nih sama sekolah. Barusan rapotan *gaada yg nanya. Oke lanjut*

Maaf yaaa baru bisa update. Mudahan readers puas sama update-an ini. Mian atas typo(s) yang bertebaran ne xD

Happy Reading^^
PLEASE DON’T BE SILENT READERS, THANK YOU

___________________

Author POV

Reika terbangun dari tidurnya. Ia merasakan sakit teramat sangat disekujut tubuhnya terutama di bagian bawah. Reika mengerjap-ngerjapkan matanya. Mencoba menormalkan pencahayaan yang masuk kedalam matanya.

Reika merasakan sebuah tangan kekar berada diperutnya. Hangat. Reika segera tersadar. Ia melihat sosok namja disebelahnya. Namja itu naked! Reika melihat tubuhnya yang juga naked. Sekelabat bayangan tadi malam muncul dipikiran Reika.

Reika menangis. Segera ia membekap mulutnya sebelum suara tangisnya didengar oleh namja itu.

Reika menyingkirkan tangan namja itu dari tubuhnya. Susah payah ia mencoba bangkit dari kasur. Ngilu masih terasa di bagian bawahnya. Diam-diam Reika berjalan pelan kearah lemari, mengambil baju sembarang untuk menutupi tubuhnya. Dan berjalan ke luar kamar.
***

-Sementara itu-

Eunhyuk, Donghae, dan Kris telah sampai dirumah. Semalaman mereka mencari tentang D.O namun hasilnya nihil. Terlihat wajah ketiga namja tampan itu sangat lelah. Mereka memasuki ruangan khusus bodyguard untuk Berunding, mencari tau informasi tentang D.O lebih lanjut.

“Kemana bocah itu menghilang?!” Ucap Eunhyuk mengacak rambutnya kesal.

“Kau terlalu kasar padanya. Mungkin dia terlalu takut kalau kita akan menemukannya lagi dan lebih memilih menghindar” jawab Donghae tenang.

“Itukan salah hyung, kenapa melepaskannya waktu itu?” Terlihat wajah Kris lelah. Tapi tetap menawan.

Eunhyuk hendak protes mengenai perkataan Kris tetapi suara ketukan pintu mengurungkan niat Eunhyuk.

Tok.. Tok.. Tok..

Terdengar ketukan pintu sangat pelan. Mereka bertiga saling berpandangan. Siapa yang kesini di pagi hari begini? Hanya ada satu kemungkinan. Mungkin itu Jonghyun pikir mereka.

“Sudahlah, bukakan pintu” ucap Eunhyuk dan menunjuk ke arah Kris.

“Aku? Kau saja Donghae hyung” jawab Kris dan menoleh pada Donghae lalu menunjuk ke arah pintu.

“Aish. Kau saja. Kau kan yang paling muda” bantah Donghae.

“Yang tua harus mengalah hyung” jawab Kris masih membela diri.

“Tapi-”

“Aish. Kalian lama. Biar aku saja” Eunhyuk berjalan dengan malas menuju arah pintu. Eunhyuk terkejut mendapati siapa sosok yang mengetuk pintu tadi.

“Reika.. Ya tuhan.. Apa yang terjadi padamu?” Eunhyuk segera membopong tubuh lemah Reika masuk kedalam dan menutup pintu lagi.

Eunhyuk mendudukkan Reika disofa. Kris dan Donghae yang mendapati Reika masuk terkejut. Mereka baru saja ingin tidur, seketika membelalakan matanya ketika mendengar seruan Eunhyuk tadi.

“Astaga nona. Apa yang terjadi padamu?!” Tanya Donghae dan Kris serempak dan mendekat ke arah sofa duduk di samping Reika. Reika menunduk. Tubuhnya berguncang. Lagi-lagi ia menangis. Entah sudah yang keberapa kali.

“Katakan pada oppa. Siapa yang melakukan ini?” Eunhyuk memegang bahu Reika. Tapi Reika masih menunduk dan menangis dalam diam.

“Kai kah?” Tanya Kris. Ia begitu was-was menanyakan nama itu tapi perasaannya mengatakan lain. tidak mungkin Kai tega begini dengan Reika. Reika menggelengkan kepalanya.

“Lalu siapa?” Tanya Donghae lembut. Donghae mengangkat dagu Reika yang setadian menunduk.

“Aigo. Wajahmu..” Ucap Donghae dan mengamati wajah Reika dalam. Eunhyuk langsung menepis tangan Donghae didagu Reika.

“Siapa yang melakukannya Reika?!” Tanya Eunhyuk tegas. Eunhyuk menyingkirkan rambut panjang Reika kebelakangan dan melihat banyak sekali kissmark dileher Reika.

“Ini bukan Kai kan? Siapa yang melakukannya Reika. Beritahu oppa!” Eunhyuk masih mendesak Reika agar mau membuka mulut. Kris mengambilkan airputih untuk menenangkan Reika.

“Minumlah”

Reika mencoba menstabilkan dirinya. Niatnya kesini menceritakan semua yang terjadi tadi malam. Setelah dilihat keadaan Reika mulai tenang Eunhyuk, Donghae, Kris mencoba berbicara lagi.

“Siapa yang melakukannya Reika?”

“Jonghyun oppa..” Pelan. Sangat pelan. Reika bahkan tidak mengeluarkan suaranya. Reika hanya menggumamkan namanya.

“MWO?!” Tentu. Ketiga namja itu sangat terkejut.

“Tidak mungkin nona. Bukankah Jonghyun hyung selalu baik padamu?” Tanya Kris.

Eunhyuk dan Donghae segera keluar dari ruangan dan pergi dikamar Jonghyun. Sementara Kris menemani Reika disana, menenangkannya. Jonghyun tak ada di kamarnya. Eunhyuk dan Donghae mencoba masuk kekamar Reika dan Seira. Betapa terkejutnya Eunhyuk dan Donghae mendapati tubuh Jonghyun dalam keadaan naked.

“Reika benar. Brengs*k!” Eunhyuk menendang perut Jonghyun agar dia terbangun.

“Argh!” Erang Jonghyun yang akhirnya terbangun.

“Apa yang kau-” pertanyaan Jonghyun terputus ketika mendapati dirinya dalam keadaan naked. Dan juga dia berada dikamar Reika dan Seira?

‘Apa yang terjadi padaku?’ Batin Jonghyun.

BUGH!!!

“Kau! Apa yang kau lakukan terhadapan Reika hah?!” Eunhyuk ingin menampar pipi Jonghyun, tapi Donghae mencegah terlebih dulu tangan Eunhyuk dan menenangkannya agar tidak bertindak lebih jauh.

“Jonghyun! Ikut kami” ucap Donghae tegas. Donghae memunguti semua pakaian Jonghyun dan melemparnya diwajah Jonghyun. Jangan salah. Donghae memang tenang, tetapi dia tidak bisa juga menahan amarahnya untuk segera memukuli Jonghyun dengan apa yang dilakukannya terhadap dongsaengnya.

_______________

“Bisa kau jelaskan. Jonghyun-ssi?”

Donghae membawa Jonghyun keruangan kerja khusus bodyguard. Jonghyun menatap tubuh Reika yang dipenuhi dengan lebam-lebam tidak jelas.

‘Apa yang terjadi padanya?’ Batin Jonghyun.

Dapat Jonghyun lihat Reika menangis sejadi-jadinya. Dia berlindung dibelakang Eunhyuk. Bahkan untuk melihat Jonghyunpun Reika takut. Dia masih shock dengan apa yang dialaminya tadi malam.

“Lihatlah Jonghyun! Apa yang kau lakukan terhadapnya?!” Eunhyuk hampir berteriak. Menahan emosinya.

“Sungguh. Aku tidak tau hyung” jawab Jonghyun jujur. Apa adanya. Karena memang dia tidak tahu-menahu tentang apapun.

“Aku tidak percaya kau melakukan ini pada nona Reika, hyung” ucap Kris.

Jonghyun terpojokkan disini.

“Nona. Apa yang terjadi padamu?” Tanya Jonghyun kearah Reika.

“KAU MASIH BERTANYA?!!” Emosi Eunhyuk sudah mencapai ubun-ubun.

“Sungguh. Aku tidak tahu apa-apa hyung!” Nada bicara Jonghyun mulai meninggi.

“KAU MEMPERKOSANYA!!!!”

BUGH!!!!

Jonghyun menerima serangan dari Eunhyuk. Donghae tak ingin berbuat apa-apa lagi sekarang. Ia tak menghentikan Eunhyuk yang terus-terusan memukuli Jonghyun maupun ikut Eunhyuk memukuli Jonghyun. Donghae hanya diam dan melihat scene demi scene dihadapannya. Donghae sudah terlalu kecewa karena Jonghyun tidak ingin mengakui kesalahannya.

********

Seira dan Baekhyun akhirnya sampai dirumah. Seira langsung turun dari mobil dan segera masuk kedalam rumah. Seira melihat sekeliling rumah. Sepi.

Baekhyun masih memarkir mobilnya, dan segera menyusul Seira masuk kedalam rumah. Seira membuka pintu kamarnya dan Reika. Satu kata untuk mengatakan kamar mereka sekarang. ‘Berantakan’ sangat.

‘Reikai bermain dengan sangat hebat tadi malam’ batin Baekhyun yang berada dibelakang Seira. Melihat keadaan kamar dari bahu Seira. Seira berbalik dan menatap Baekhyun.

“Dimana Reika eonni?” Tanya Seira. Baekhyun mengangkat bahunya tidak tahu. Seira menghela nafas, dan mengeluarkan hp nya, menghubungi Kris.

“Yoboseyo?”

“Oppa. Apa kau dan EunHae oppa sudah ada dirumah?”

“N-ne”

“Kalian dimana?”

Hening sesaat. Awalnya Kris ragu apakah ia harus bilang atau tidak. Tapi lebih baik diberitahu dari pada jadi masalah.

“Kami di…”

Belum sempat Kris menyelesaikan kalimatnya, ia terlebih dulu mematikan sambungan telepon dan keluar dari ruangan.

“Nona..” Panggil Kris pelan. Seira menoleh kearah Kris yang sedang melambai padanya, menyuruhnya untuk segera ke ruang sana.

*********

“Astaga! Apa yang terjadi pada Reika eonni?!” Ucap Seira kaget saat pertama kali menginjakkan kakinya ke dalam ruang bodyguard dan melihat unninya.

Reika berlari kearah Seira dan memeluknya. Seira mencoba menenangkan eonninya. Baekhyun menyergitkan dahinya heran saat melihat kondisi Jonghyun yang lebam-lebam.

Seira memandang kearah Eunhyuk lalu mengantarkan eonninya kekamar. Sementara Baekhyun tetap mengekor kemana Seira pergi. Seira mendudukkan unninya di kasur Reika, sedang Baekhyun duduk di kasur nya berseberangan.

“Apa yang terjadi eonni?”

Seira mengelus punggung unninya. Reika masih menangis. Ia sama sekali tidak menjawab pertanyaan Seira. Seira masih betah menunggu unnie nya hingga menjawab pertanyaannya, tapi tak ada sepatah katapun yang keluar dari sana. Seira menyerah.

“Kau butuh waktu sendiri eonni. Aku tinggal dulu” Seira beranjak dari kamar bersama Baekhyun dan menutup pintunya kamar rapat.

Seira menghela nafas panjang setelah sampai di luar kamar. Ia masih memandangi pintu kamarnya.

“Kau benar. Unnie mu butuh waktu sendiri” ucap Baekhyun dan menggenggam erat tangan Seira. Seira menoleh dan mengecup singkat bibir Baekhyun.

“Saatnya mencari tau apa yang terjadi”

******

“Kau jahat oppa! Tega-teganya kau berbuat seperti itu kepada Reika eonni!” Seira tersulut emosi ketika Kris menceritakan tentang apa yang terjadi terhadap Reika.

Baekhyun yang disamping Seira mencoba menenangkan Seira. Baekhyun memeluk tubuh Seira dari belakang agar Seira tidak berlari dan segera menghabisi Jonghyun.

“Tenanglah chagi~” ucap Baekhyun dan memutar tubuh Seira, memeluknya erat.

“Bagaimana bisa kau… Aku tak percaya dia…” Ucap Seira lirih di pelukan Baekhyun. Perlahan ia terisak.

Bagaimana jika unnie nya kenapa-kenapa? Bagaimana jika unnie nya hami? Itu masih bukan apa-apa. Tapi bagaimana jika unnie nya trauma dengan ini? Trauma tidak apa. Tapi bagaimana kalau kejiwaannya sampai terganggu?

Isakan Seira semakin keras. Ia menggenggam erat kaos Baekhyun. Baekhyun memeluknya erat, erat sekali. Seira merasa aman setiap kali Baekhyun memeluknya disaat genting seperti ini. Hanya Baekhyun yang bisa menenangkannya.

_________________________

-Meanwhile-

Kai’s house

Kai memanaskan mobilnya dan ingin segera berangkat kerumah Reika. Namun Kai mengurungkan niatnya sebentar ketika melihat Taemin yang baru saja sampai dirumah.

‘Taemin hyung dengan siapa?’ Batin Kai.

Kai turun dari mobil. Dan menghampiri Taemin.

“Hyung. Kau sudah datang”

Taemin terkejut. Dikiranya Kai masih tertidur. Lagipula ini masih lumayan pagi, dan Taemin tau kalau dongsaengnya ini suka sekali tidur. Apalagi dihari libur seperti ini.

“Oh Kai. Kukira kau masih tidur” Taemin mencoba menjawab serileks mungkin.

“Kau darimana saja hyung?”

“Aku baru saja pulang dari club bersama temanku. Dan kau.. Mau kemana sepagi ini?”

“Aku mau kerumah Reika. Aku mimpi buruk tentangnya..”

‘Cih. Lebay’ batin Taemin.

“Yasudah kalau begitu. Hati-hati. Maaf aku takbisa menemanimu. Aku ingin istirahat”

Kai hanya mengangguk. Sepintas mimpi buruk tentang hyungnya tadi malam teringat oleh Kai. Kai ingin menanyakan tentang mimpinya, namun Kai mengurungkan niatnya. Kai lebih memilih melihat keadaan Reika sekarang.

*********

Kai baru saja sampai dikediaman keluarga Kim. Dilihatnya mobil Baekhyun sudah terparkir manis disana.

Kai berlari masuk kerumah dan melihat semuanya. Kecuali Reika sedang berkumpul diruang tamu. Dapat dilihat Kai, koper hitam sudah tersedia disana.

‘Siapa yang datang? Atau siapa yang akan pergi?’

Kai memandang semua orang duduk di ruang tamu dengan wajah serius. Kai memandang ke arah Jonghyun yang wajahnya lebam-lebam, ia lalu melihat ke arah Seira yang masih setengah terisak dan Baekhyun yang tengah memeluknya, dan para bodyguard disana. Kai bingung dengan semua situasi ini.

“Apa yang terjadi?”

********

Akhirnya Seira dan Baekhyun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi diteras belakang. Kai langsung masuk dengan emosi yang sudah diujung tanduk.

BUGH!!!!!

“Brengs*k! Apa-apaan kau?”

BUGH!!!!!

Jonghyun terkapar sekarang karena mendapatkan beberapa pukulan dari orang-orang terdekatnya.

“Aku mempercayakannya kepadamu. Tapi apa yang kau lakukan hah?”

BUGH!!!!

“Aku tidak tau apa-apa”

Lagi. Lagi-lagi Jonghyun berusaha membela dirinya. Berulang kali Jonghyun mengatakan dirinya tidak tahu menahu dengan apa yang terjadi terhadap Reika. Tapi semua orang memojokkannya.

Eunhyuk akhirnya turun tangan dan memisahkan Kai yang hendak melayangkan tinjunya di wajah Jonghyun.

“Cukup Kai. Dia sudah kami pecat. Sebaiknya kau tenangkan Reika” ucap Eunhyuk.

“Dia di kamar” Eunhyuk menambahkan.

Kai mencengkram tangannya kuat. Tetapi mendengar nama Reika disebut membuat Kai mengurungkan niatnya untuk membunuh Jonghyun. Kai sadar, setadian Reika tidak ada bersama orang-orang ini. Kai segera berlari menuju kamar Reika.

*******

Kai memutar knop pintu perlahan. Ia melihat yeojanya meringkuk dipojok kasur. Bahunya berguncang. Ia pasti sedang menangis.

‘Ya tuhan.. Bagaimana aku bisa menjadi suaminya kelak. Baru menjadi namjachingunya saja aku sudah tidak bisa melindunginya’ batin Kai

Kai mendekat kearah Reika dan duduk tepat disebelah Reika. Kasur yang bergoncang membuat Reika menoleh sedikit ke arah Kai.

“Chagi~” panggil Kai pelan.

Reika mendongakkan kepalanya. Kai melihat lebam diwajah Reika. Matanya yang sangat sembab dan bengkak. Seketika hati Kai sakit melihat pemandangan didepan wajahnya sekarang. Kai memegang kedua pipi Reika. Namun Reika menepisnya.

“Pergi!”

Reika bergeser menjauh dari Kai. Ia menekuk kedua lututnya dan memeluk nya erat.

“Chagi. Mianhae. Jeongmal mianhaeyo”

Kai tidak menyerah. Semakin Reika menjauh darinya, semakin ia mendekat ke arah Reika.

“Pergi!”

“Chagi” Kai segera memeluk tubuh Reika. Reika tidak berontak. Reika malah menangis semakin kencang dipelukan Kai.

“Kubilang pergi kai.” Ucap Reika dengan suara serak. Reika memukul pelan dada Kai.

“Aku disini chagi”

“A-aku kotor Kai” Reika menangis lagi.

“Sshhtt” Kai mengusap lembut rambut Reika. Menenangkan Reika. Hanya ini yang bisa dilakukannya sekarang.

“Kau akan meninggalkanku Kai” isak Reika. Masih didalam pelukan Kai.

Kai menggelengkan kepalanya cepat. Bagaimana bisa Reika berpikir Kai akan meninggalkannya? Kai memejamkan matanya. Matanya memanas.

“Tidak akan Rei. Tidak akan.”

Kai melepaskan pelukannya. Dilihatnya Reika masih mengeluarkan airmata.

‘Aku tidak ingin melihatmu menangis lagi’

Kai dengan segera mungkin menyeka airmata yang mengalir dikedua pipi Reika dengan ibu jarinya. Pelan. Agar lebam dipipi Reika tidak terasa sakit. Reika menepis pelan kedua tangan Kai dipipinya.

“Aku-”

“Ssshhht” Kai menaruh telunjuknya didepan bibir Reika.

“Aku akan membersihkannya” ucap Kai pelan. Reika menatap Kai tidak percaya.

“Dimana dia mengeluarkannya?” Tanya Kai.

Reika terdiam. Dia terlalu takut mengatakan kepada Kai kalau Jonghyun mengeluarkannya didalam. Reika takut apabila dia hamil itu bukan hasil buah cintanya dengan Kai, melainkan dengan orang lain.

“Didalam?”

Reika mengangguk lemah. Kepalanya masih menunduk. Ia tak berani menatap kedua mata Kai.

“Arraseo. Tunggu disini. Aku akan kembali”

Kai beranjak dari kamar. Kai berjalan keluar rumah. Dilihatnya Eunhyuk, Donghae, Kris bahkan Jonghyun sudah tidak ada lagi diruang tamu. Kai masuk kemobil dan menancap gas lumayan cepat menuju apotek terdekat.

*******

Sesampainya dirumah lagi, Kai ingin berjalan masuk kekamar Reika. Namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara aneh.

“Oppahh.. Aahhh.. Disituhh.. Aah

Kai berjalan pelan kearah asal suara itu, dan terkejut mendapati apa yang dilihatnya sekarang.

Calon ‘adik iparnya’ sedang terbaring diatas meja makan. Dan seorang namja yang sudah sangat dikenalinya berada diatasnya. Seira dan Baekhyun.

Kai memandang keduanya tanpa kedip. Junior Baekhyun sudah berada didalam vagina Seira dan dalam gerakan in-out.

“Oohh.. Fasterhh oppaahh..”

Kai menggelengkan kepalanya melihat kedua insan itu.

‘Sempat-sempatnya mereka bercinta dalam situasi sempit seperti ini’ Kai membatin.

Kai segera berlalu menuju kamar Reika. Tanpa Kai ketahui ada sesosok mata lain yang melihat kegiatan Seira dan Baekhyun. Sosok yang baru saja menginjakkan kakinya dikediam keluarga Kim setelah dia beralasan izin menjenguk teman yang sedang sakit. Sehun. Sehun segera mengepalkan tangannya.

‘Aku datang diwaktu yang tidak tepat’ Sehun beranjak lagi meninggalkan rumah itu. Tidak ingin menyaksikan kegiatan menyakitkan itu.

*******

Reika menatap kearah jendela dengan tatapan kosong. Dia duduk ditepi jendela, membelakangi pintu masuk. Entah apa yang sedang dilihatnya. Bahkan sepertinya Reika tidak menyadari Kai sudah berada didalam kamarnya.

Kai memeluk Reika dari belakang. Reika terkejut.

“A-andwae! Lepaskan!!” Reika berbicara dengan gemetar. Kai terkejut dengan hal itu. Segera mungkin Kai membalikkan tubuh Reika menghadapnya. Mata Reika terpejam erat.

“Ini aku Rei. Buka matamu” Kai berucap selembut mungkin.

‘Mianhae chagi’ batin Kai.

Kai merutuki dirinya sendiri. Ternyata mimpinya tadi malam, Reika benar-benar membutuhkannya saat itu. Kai mengusap punggung Reika pelan. Nafas Reika yang setadian terengah menjadi tenang. Perlahan Reika membuka kelopak matanya. Kai tersenyum pahit.

Kai mengambil airminum dimeja nakas dan memberikan Reika setablet obat.

“Minumlah”

Kai memasukkan obat itu pelan kemulut Reika. Reika hanya menurut dan meminumnya.

Tak lama Reika merasa bagian bawahnya basah dan suatu cairan mengalir keluar dari vaginanya. Reika memandang Kai bingung.

“Itu pil pecegah hamil. Tenang chagi. Aku tak akan melukaimu”

Kai mengelus rambut Reika. Wajah Kai mendekat hendak mencium bibir Reika tapi Reika malah menghindar. Kai merasa hatinya sakit. Ia tersenyum kecut dan menggenggam tangan Reika.

“Kajja. Sebaiknya kau mandi dulu”

Kai menuntun Reika menuju kamar mandi dan membuka pintunya. Kai menuntun Reika masuk dan menyalakan kran bath up. Ia mencampur sabun dan aroma bubble ke dalam bath up sebelum berbalik ke arah Reika yang masih diam.

“Mandilah”

Baru saja Kai mau keluar, tangan Reika menggenggam ujung kaosnya. Kai menoleh memandang Reika yang masih menunduk.

“Kai.. A-aku.. Mi.. Mianhae”

Kai berbalik dan memeluk Reika. Ia membenamkan kepalanya di leher Reika dan mencium aroma khas Reika. Reika menjadi tenang dan membalas pelukan Kai.

“Tak apa, chagi. Bukan salahmu juga”

Kai mengacak gemas rambut Reika dan berbalik hendak keluar kamar saat Reika tiba-tiba menghentikannya.

“Kai! A-aku…”

Reika ingin sekali bilang bahwa ia tak ingin Kai pergi, tapi ia tak tahu bagaimana ia harus bilang pada Kai. Kai memandang Reika heran. Jujur saja Reika masih trauma karena kejadian tadi malam. Reika perlahan mendekat ke arah Kai dan berjinjit. Reika mendekatkan wajahnya ke Kai dan mengecup bibir Kai.

“Oppa, mianhae. Aku se-seharusnya bisa menjaga diriku”

Seulas senyum mengembang di bibir Kai. Kai menarik Reika kedalam pelukannya, memeluknya erat sebelum menuntun Reika ke bath up.

“Kau mau aku temani, chagi?”

Reika menganggukkan kepalanya malu. Dapat dirasakannya Kai menyeringai nakal. Tangan Kai memegang bahu Reika.

“Aku bantu lepaskan ne?”

Reika belum saja mengangguk, Kai sudah menggenggam ujung kaos Reika dan melepaskannya. Tangan Kai beralih ke resleting hotpans Reika dan menurunkannya. Kai melepas hotpans Reika beserta celana dalamnya sekaligus. Tangan Kai beralih ke belakang tubuh Reika dan membuka kaitan bra tanpa tali Reika dan langsung membuat itu jatuh ke lantai.

Kai berusaha keras mengontrol pikirannya untuk tak langsung menerkam Reika saat ini juga. Kai masih memandangi tubuh polos Reika tak berkedip, ia merasa celannya bertambah sesak semakin ia memandang tubuh yeojachingunya ini. Kai berdehem.

“Sebaiknya kau cepat masuk, nanti air nya dingin” ucap Kai. Reika mengangguk dan mencelupkan badannya ke bath up yang sudah disiapkan Kai. Kai memunguti pakaian Reika dan berjalan ke arah pintu kamar mandi.

“Aku akan meletakkan ini dulu. Aku akan kembali”

********

Kai baru saja menaruh pakaian kotor Reika di ruang laundry saat ia dikagetkan kemunculan Seira tiba-tiba di belakangnya.

“Oppa!”

“Astaga! Ya! Kau membuat ku terkena serangan jantung!.” Kai mengelus dadanya. Seira hanya tertawa. Ia melihat ke arah belakang Kai, baju Reika.

“Itu baju Reika unnie? Bagaimana keadaannya?”

“Sudah lumayan. Setidaknya trauma nya sudah berkurang” ucap Kai. Seira menuntunnya ke kursi makan, dan duduk berhadapan.

“Benarkah? Oh.. Syukurlah. Aku tak mau unnie kenapa-kenapa. Aku percaya kan semua padamu, oppa”

Mata Kai menelisik ke seluruh sudut rumah. Keadaan rumah sudah sepi sekarang. Tak ada seorang pun yang lalu lalang. Seira menyesap teh nya.

“Baekhyun sudah pulang?”

Seira hanya menganggukkan kepalanya dan kembali meminum teh nya.

“Aku melihat Reika dulu”

*********

Lagi-lagi. Kai melihat Reika memeluk kedua lututnya di bath up dan terisak. Hati Kai sakit saat melihat ini. Kai tak bisa melindungi Reika. Ia memang namjachingu yang buruk.

Perlahan Kai mendekat ke arah Reika dan mengusap rambutnya.

“Ssshhtt.. Chagi, uljima. Aku disini, chagi”

Reika mendongakkan kepalanya dan memandang Kai dengan mata sembab nya.

“O-oppa… Oppa.. A-aku masih trauma.” Kai menghapus air mata yang mengalir di pipi Reika.

“Oppa… Aku… Kejadian itu membuatku trauma oppa. Aku.. Aku takut”

“Tak ada yang perlu ditakuti, Rei. Aku disini untukmu.” Kai mencoba menenangkan Reika. Reika menggelengkan kepalanya.

“Apa yang harus kulakukan Rei? Apa? Kau harus bilang padaku apa yang seharusnya kulakukan untuk menghapus memori itu, menghapus trauma mu Rei? Katakan Rei.. Jebal malhebwa”

Sekarang giliran Kai yang menangis. Air mata mulai mengalir keluar dari matanya. Reika mengangkat kepalanya dan terkejut mendapati Kai yang sedang menangis.

“Aku namjachingu yang buruk Rei. Aku tak bisa melindungimu. Aku.. Apa kau pikir aku masih pantas buatmu?”

Reika benar-benar terkejut mendengar perkataan Kai. Kai masih jongkok di luar bath up. Reika mendekat ke arah Kak dan menghapus air mata Kai.

“Mianhae oppa. Mianhaeyo”

Reika mendekatkan wajahnya ke Kai dan memejamka kedua matanya. Begitu juga Kai. Bibir Reika mencari-cari bibir Kai dan akhirnya mendarat mulus di bibir tebal namja itu. Ciuman itu terasa asin karena air mata keduanya. Reika belum berani bertindak lebih jauh, dan Kai juga. Kai takut Reika masih trauma dengan apa yang menimpanya, jadi ia hanya diam. Sampai akhirnya Reika mulai berani melumat bibir Kai walau pelan. Lama-kelamaan lumatan pelan itu menjadi ciuman panas dan menuntut. Kai menarik Reika keluar dari bath up dan mendorongnya ke dinding.

Tangan Reika malah sudah menyusup ke balik kaos Kai. Mengelus dada bidang Kai hingga ke abs sempurna Kai. Tangan Reika dengan lihai membuka sabuk Kai dan melemparnya entah kemana. Ia menurunkan jeans Kai dibantu dengan kaki Kai yang menghentak-hentakkan jeans itu hingga jatuh ke lantai.

Kai tak mau kalah. Ia mengarahkan bibirnya ke leher Reika, mencium dan menghisap setiap inchi kulit leher Reika.

“Aaahhh.. Kai..”

Jackpot! Kai akhirnya menemukan titik lemah Reika dan terus menghisap disana. Lidah nya bermain disana sambil sesekali menggigit pelan kulit Reika. Kaki Reika telah mengalung di pinggang Kai sedang tangannya di kalungkan di leher Kai.

Kai tak bisa kalau harus melakukan ‘itu’ di sini. Ia menggendong Reika dan meletakannya di kasur. Reika memandang ke arah Kai dan kejadian itu teringat lagi. Dimana Jonghyun melemparnya kasar ke kasur dan mengikat erat kedua tangan dan kakinya.

“A-Andwae!!!!!!”

Kai cukup terkejut karena Reika tiba-tiba berteriak dan memejamkan matanya erat. Lagi-lagi, hati Kai terasa tertusuk ribuan anak panah. Ia mengelus pelan rambut Reika.

“Chagi.. Ini aku.. Kai”

Reika membuka matanya dan ia melihat Kai sedang tersenyum manis ke arahnya. Senyum yang dirindukannya.

“Kai… Mi-mianhae. Aku-”

“Tidak apa, Rei. Kau masih trauma”

Kai menyingkir dari atas Reika dan mengambil pakaian Reika di dalam lemari. Ia memberikannya pada Reika dan mengambil celana jeans nya.

Perasaan Kai campur aduk sekarang. Antar sedih, kecewa, marah, entahlah. Semuanya campur aduk jadi satu. Kai berjalan ke arah pintu kamar.

“Aku ambil strawberry dulu. Kau diam saja disitu”

Setelah Kai keluar, Reika masih terdiam mematung di atas kasur. Ia bingung pada dirinya dan hatinya. Ia ingin melakukan itu dengan Kai, tapi tubuhnya berkata lain. Setiap Kai mengambil langkah pasti kilatan kejadian itu berputar di pikirannya. Ia tau masih trauma, tapi Reika ingin Kai yang menghapuskan traumanya itu.

CKLEK…

“Aku bawa strawberry kesukaanmu”

Kai menghampiri Reika dan duduk disampingnya, ia memberikan mangkuk penuh strawberry itu pada Reika dan menyuapkan sendiri strawberry itu padanya. Reika hanya diam memandang Kai. Sepertinya ia yang harus mengambil langkah. Reika menyingkirkan mangkuk itu dan menaruh nya diatas nakas. Reika bangkit dan duduk di pangkuan Kai. Tentu saja Kai terlonjak kaget. Ia hendak berkata tapi mulutnya masuh penuh dengan strawberry. Reika mengambil garpu yang dipegang Kai lalu mencium bibir Kai.

Kai membulatkan matanya heran. Ada apa dengan Reika, batinnya. Bibir Reika bergerak melumat bibir Kai lembut. Kai akhirnya terbawa suasana dan ikut membalas ciuman Reika. Lidah Kai menjilat bibir bawah Reika seduktif hingga Reika akhirnya membuka mulutnya. Lidah Kai masuk dan saling berbelit dengan lidah Reika.

“Eummhhh”

Kali ini Kai sudah tak bisa dihentikan lagi. Kai merobek kaos Reika dan membalikkan posisi mereka. Kai melepas langsung kaitan bra Reika. Ia menghisap leher Reika sedang kedua tangannya meremas dada Reika dan memainkan nipplenya hingga mengeras.

“Aahhh.. K-kaaii”

Bibir Kai sudah beranjak turun hingga mencapai dada Reika. Kai menjilat ujung nipple Reika dengan lidahnya bergantian tanpa henti. Reika mendesah hebat dibawahnya. Reika bergerak gelisah. Ia merasa celana dalamnya sudah sangat basah.

“Kaaii.. Jeballhhh… Aahh”

Kai menurunkan celana pendek Reika tepat bersama celana dalam nya dan memasukkan tiga jarinya langsung di vagina Reika.

“AAAHHH!!! K-Kai!!! Oohhh”

Kai memfingering Reika tanpa henti. Ia juga tak luput menghisap nipple Reika dan memainkan nipplenya dengan lidahnya bergantian. Kai merasa vagina Reika menyempit, tanda ia akan sampai sebentar lagi. Kai mengeluarkan jarinya dan menggantinya dengan mulutnya. Kai menghisap kuat vagina Reika hingga Reika orgasme. Ia menelan semua cairan Reika dan membersihkannya hingga bersih.

Kai memposisikan juniornya tepat di vagina Reika dan siap memasukkannya. Dan saat itulah Reika menyentuh tangannya, membuat Kai mendongak memandang kedua mata Reika.

“Oppa, aku ingin kau menghapus trauma ku. Aku sebenarnya masih trauma oppa. Tapi aku tau oppa tak akan pernah mengecewakanku bukan? Aku mempercayaimu oppa”

Kai tersenyum saat mendengar kata-kata Reika.

“Aku akan menghapus trauma mu chagi. Kau bisa mempercayaiku. Saranghae”

“Nado saranghae oppa”

Kai mengecup puncak Reika lama lalu mengecup bibirnya singkat. Kai kembali memposisikan juniornya dan perlahan ia mencoba memasukkan juniornya. Sangat pelan. Ia takut kalau Reika merasa sakit atau tersiksa. Kai hanya ingin yang terbaik untuk Reika, untuk yeojachingunya.

“Aaaahhh” desah keduanya saat junior Kai sudah masuk sempurna di vagina Reika. Kai masih diam tak berani bergerak. Reika lalu menggerakkan pinggang nya sebagai tanda hijau bagi Kai.

Kai menggerakkan juniornya awalnya pelan. Tapi karena ia mendengar desahan Reika yang terdengar sangat merdu di telinganya, ia pun mempercepat gerakannya.

“Aaahh… Aaahhh.. K-kaai… Oohh”

Kai menggerakkan juniornya sangat cepat di luar dugaan Reika. Reika kewalahan. Ia merasa vaginanya berkedut dan junior Kai yang terasa membesar dan memenuhi vaginanya hingga terasa sesak di sana.

“Mmmhhh.. Chagi… Oohhh”

“K-KAI!!! Aaaaahhhh”

Kai langsung berguling ke samping dengan nafas yang masih memburu. Kontak mereka sengaja tak di lepaskan. Reika masih berusaha menetralkan nafasnya. Ia mendekat ke arah Kai dan mendekap badan namjachingunya itu.

“Oppa, gomawo. Saranghae. Jaljayo”

Kai tertawa dan mengacak gemas rambut Reika.

“Nado saranghae. Jaljayo chagi” ucap Kai dan mencium hidung Reika. Kai menarik selimut dengan kakinya dan menyelimuti tubuh naked keduanya sebelum menyusul Reika ke dalam mimpi.

************

Setelah tau tentang perihal dipecatnya Jonghyun karena ulah’nya’. Taemin menyeringai bangga.

‘Satu orang sudah disingkirkan’ batin Taemin.

Taemin mencari tau dimana keberadaan kedua orangtua Reika&Seira. Ada sesuatu yang direncanakannya lagi agar berdua kakak-beradik itu keluar dari ‘sangkar’nya. Agar mempermudah Taemin mendapatkan Reika, dan untuk mempermudah Taemin membunuh Seira.

“Luhan, aku punya tugas untukmu. Kita bertemu di tempat biasa”

******

Drrrtt.. drrttt..

“Yeobseo?”

“Eunhyuk. Siapkan tiket kepergian kalian ke Singapur secepat mungkin. Tuan dan nyonya… Kecelakaan”

_____________________

Sementara itu..

Baekhyun, Seira, Reika, dan Kai sedang Double Date. Rencananya mereka ingin menonton hari ini. Tentu saja Kris dan Donghae mengikuti mereka dibelakang secara diam-diam. Hanya memastikan keadaan Reika&Seira aman.

Dddrrttt.. Drrrtttt….

Tangan Donghae meraih hp nya yang terletak di saku jaket. Matanya tak lepas memandangi kedua pasangan yang terlihat sedang memilih film yang akan ditonton.

“Aaiisshh. Ada apalagi hyung satu ini” geram Donghae saat melihat nama Eunhyuk di screen hp nya.

“Yeobseo?”

“Hae, bawa Reika dan Seira pulang sekarang. Kita akan berangkat ke Singapur sore ini. Aku juga membeli tiket lebih untuk Baekhyun dan Kai. Ini gawat. Tuan dan nyonya sedang sakit”Eunhyuk menjelaskan panjang lebar.

Setelah penjelasan Eunhyuk dimengerti mau tidak mau, suka tidak suka dengan sangat terpaksa Donghae dan Kris menghampiri mereka yang sedang asyik bermesraan sambil menunggu theater bioskop dibuka.

“Oppa!!” seru Reika&Seira yang ingin protes karena tau mereka diikuti.

“Nanti kujelaskan nona.. Sore ini kita akan berangkat ke Singapur. Katanya Tuan dan nyonya sedang sakit.”

Reika dan Seira sama-sama berpandangan. Andwae… Umma dan appa sedang sakit?

“Dan untuk kalian berdua..”

Donghae melirik kearah Baekhyun dan Kai yang tak kalah terkejut ketika mendengar kabar orangtua Reika&Seira sedang sakit.

“Kalian berdua boleh ikut jika kalian mau. Tiket sudah dipesan oleh Eunhyuk secara lebih.” Mereka akhirnya bergegas meninggalkan bioskop

_________________

[Singapura]

“Appa.. umma.. bagaimana keadaan kalian?” Tanya Reika&Seira bersamaan. Mereka duduk disamping kasur rawat appa dan ummanya.

“Tuan dan nyonya keracunan makanan” ujar Siwon.

“Kenapa bisa?” Ucap Reika dan memandang heran Siwon lalu ke arah appa dan umma nya.

“Entahlah.. Hanya kecelakaan kecil, sayang”ucap appa. Appa hanya tak ingin membuat kedua anak gadisnya khawatir dan menambah beban mereka.

Appa memeluk kedua putrinya dengan sayang. Dilihatnya wajah Reika yang kelihatan bekas lebam-lebam diwajahnya. Tuan dan nyonya Kim sudah tahu tentang Reika diperkosa oleh Jonghyun. Seketika tatapan appa Reika menggeram.

“Namja macam apa dia menyakiti yeoja seperti ini!”

Appa memegang dagu Reika dan menelisik wajah Reika yang lebam. Beberapa lebam juga sudah mulai nampak memudar. Tapi tak sedikit juga yang masih nampak.

“Sudah appa. Aku tidak apa. Aku juga sudah diberi Kai pil pencegah hamil”

Appa memandang kearah Kai dan tersenyum penuh arti. Tatapan appa tertuju kepada seorang namja yang berdiri disamping Kai. Appa mengerutkan keningnya kearah Reika, Reika menunjuk Seira dengan dagunya seketika itu juga Appa memandangi Seira dengan penuh tanda Tanya. Seira yang merasa dipandangi appa nya langsung tergagap. Ia memandang ke arah Baekhyun lalu kembali ke Appa nya.

“A.. Appa.. Ini-”

“A-Annyeonghaseo Mr. dan Mrs. Kim. Byun Baekhyun imnida. Namjachingu Seira” Baekhyun dengan gantlenya langsung memperkenalkan diri sebelum Seira buka mulut.

“Aigoo. Ternyata kedua anak appa dan umma sudah memiliki pasangan. Baru saja umma tinggal sebentar” goda umma dan sukses membuat pipi Reika dan Seira memerah. Begitu juga dengan Kai dan Baekhyun yang menggaruk leher belakang nya canggung.

“Sebaiknya kalian istirahat. Kalian pasti lelah kan perjalanan jauh kesini?” Tanya appa.

“Appa sudah menyuruh Eunhyuk memesan hotel didekat sini agar kalian tidak jauh menjenguk appa dan umma”

Mereka akhirnya berpamitan pulang. Tak lupa Reika dan Seira mencium kedua pipi umma dan appa nya sebelum melambai keluar dari ruang rawat.

“Umma dan appa jangan lupa istirahat juga yaa” ucap mereka bersamaan dan menyusul Kai dan Baekhyun yang telah dulu berjalan.
***

-Reika’s Room-

Reika POV

Uugghh. Badanku seperti remuk rasanya. Entah berapa jam kami habiskan duduk di pesawat tadi. Sukses membuat tulangku pegal. Begitu kami sampai di hotel, aku langsung melompat ke atas kasur dan memejamkan mataku. Haaahh.. Nyaman sekali.

“Ya! Setidaknya ganti dulu bajumu, Rei”

Aku menoleh ke arah Kai yang sedang sibuk menyeret koper masuk ke dalam kamar. Ia sedikit kewalahan karena aku membawa dua koper yang sama-sama besar. Aku tertawa melihatnya.

“Apa yang kau tertawakan, hah? Cepat bantu aku. Aaiissshh”

Aku turun dari kasur dan mengambil kedua koperku dari tangannya. Aku membuka koper itu dan mengambil lingerie dari sana. Aku masuk ke kamar mandi, mandi sebentar dan memasang lingerie ku lalu kembali naik ke kasur.

Aku memandang ke arah Kai yang sedang sibuk menyusun bajunya. Aku memeluknya dari belakang dan mencium pipinya.

“Oppa! Mandi sana!.” Kai mencium bibirku sebelum akhirnya pergi ke kamar mandi.

Tak lama kemudian aku mendengar suara pintu kamar mandi dibuka. Aku memang belum tidur. Hanya memejamkan mata pura-pura sedang tidur. Aku merasa kasurnya bergoyang dan sebuah tangan mengalung di pinggang ku, menarik tubuhku hingga menempel di tubuhnya. Kulit kami bersentuhan. Lingerie yang kupakai memang sangat tipis, dan Kai yang tidur dengan topless! Oh tidak! Jangan berpikir yang aneh-aneh Kim Reika…

“Aku tau kau belum tidur chagi” ucap Kai tepat di telingaku dan mencium leherku. Ia membalikkan badanku hingga kami berbaring berhadapan. Pandanganku berawal dari matanya, lalu turun ke dadanya, dan.. Abs nya. Aku tak sadar saat jari-jariku sudah berada di dadanya, menyusuri hingga abs nya.

Kai tertawa membuat ku sadar dan menarik jari-jariku. Aku menunduk malu tak berani menatapnya.

“Wae? Ini semua milikmu, Rei” ucap Kai. Ia mengelus pipiku dengan tangannya.

“Aku-”

Belum selesai aku berbicara ia sudah menciumku dengan panas. Lidahnya menelusup masuk ke dalam mulutku. Mengajak lidahku saling membelit satu sama lain. Aku mendesah di sela-sela ciuman. Kai lalu bergerak hingga ia menindihku sekarang. Hm.. Aku tau kemana akhirnya kegiatan ini berlanjut.

________________

-Seira’s Room-

Seira memandang kota Singapur dari balkon kamar. Sangat indah. Ia melihat jam tangan mungil yang melingkar di pergelangan tangannya. Masih jam 5 sore. Ia merasa perutnya lapar tapi ia tak mau memesan makanan hotel.

“Chagi~~”

Sebuah tangan melingkar erat di pinggang nya. Baekhyun menyandarkan kepalanya di bahu Seira dan mengecup leher Seira.

“Oppa. Aku lapar. Kita pergi makan yaa” ucap Seira dan berbalik menghadap Baekhyun memberikan tatapan puppy eyes nya. Baekhyun akhirnya menyerah. Ia memang lelah, tapi melihat Seira yang seperti itu tak bisa membuatnya menolak.

Mereka berganti pakaian dan berjalan ke luar hotel. Seira baru akan mengetuk pintu kamar Reika saat ia mendengar suara desahan sahut menyahut dari dalam. Seira mengurungkan niatnya dan menyusul Baekhyun yang telah berdiri di pintu elevator.

_______________

Sudah satu jam lebih Seira dan Baekhyun memutar mutar di sekitar jalanan. Tak ada satupun makanan yang menggugah selera Seira. Baekhyun sudah sangat lelah dan duduk di salah satu bangku kayu yang ada.

“Oppa! Aku mau ddeokbokki!!” Rengek Seira

“Ya! Mana ada yang jual ddeokbokki di sini! Aiisshh. Kenapa kita tak makan seafood saja? Kudengar seafood nya enak”

“Shirheo! Aku mau ddeokbokki!!”

Baekhyun hanya menghela nafas kesal. Yang benar saja?! Mana ada orang jualan ddeokbokki di Singapur kalau tidak di restoran khusus makan Korea? Hah.. Baekhyun hanya diam tak menanggapi Seira yang menarik-narik lengannya menyuruh nya kembali berjalan.

“Oppa! Ddeokbokki!!”

“Ya! Kau tau? Aku lelah Sei. Aku tak sanggup kalau harus berjalan lagi. Biarkan oppa istirahat sebentar, ne?”

Seira akhirnya menyerah dan mempoutkan bibirnya. Ia bersedekap dan pura-pura marah ke arah Baekhyun. Baekhyun sebenarnya tau kalau Seira hanya pura-pura. Ia menggeser duduknya mendekat ke Seira dan mengacak gemas rambutnya.

Cukup lama mereka istirahat disitu. Baekhyun masih sibuk bermain dengan hp nya. Seira memandang ke sekeliling mengamati sampai akhirnya ia bertukar pandang dengan seorang namja. Sangat familiar baginya. Namja itu tau tengah dipandangi dan buru-buru berjalan menjauh, takut identitasnya terbongkar.

Seira semakin curiga dan berusaha mengingat namja itu. Tunggu.. Itu bukannya namja yang ia lihat di halte bus dulu itu ya? Seira merasa bulu kuduknya merinding. Ia sedang dikuntit? Ah masa… Awalnya Seira tak menggubris. Tapi lama kelamaan perasaan itu muncul lagi. Perasaan seperti ada seseorang yang tengah melihatnya. Ani.. Memata-matainya lebih tepatnya. Namja itu lagi.

Sekarang ia berdiri tak jauh dari tempat duduk Seira. Seira segera bangkit dari tempat nya.

“Oppa. Hm.. Sepertinya aku melihat penjual ddeokbokki di sekitar sana. Aku akan kembali”

Seira setengah berlari ke arah namja itu. Apa yang dipikirkan namja itu?! Berani-beraninya ia menguntit dirinya. Namja itu seperti nya tau kalau Seira sedang berjalan ke arahnya. Ia buru-buru menurunkan topi nya menutupi wajahnya dan setengah berlari sambil menundukkan kepala.

“Yah!! Berhenti kau!!”

Seira terus berlari dan berteriak pada namja itu untuk berhenti. Tak menghiraukan berapa banyak orang yang ditabraknya dan melihatnya bingung karena ia berbicara dengan bahasa aneh. Seira tetap berlari mengejar namja itu. Ia tak merasa kalau dirinya telah jauh dari tempat awalnya tadi. Ia dibawa ke lorong gelap. Namja itu, Luhan, tengah menyeringai saat ia menyadari telah berhasil membawa Seira kesini.

‘Dasar bodoh. Jung Seira.. Kau sungguh bodoh’ batin Luhan.

______________

Baekhyun POV

“Yah!! Berhenti kau!!”

Aku langsung mengangkat kepalaku mencari sumber suara itu berasal. Dan disitulah aku melihat Seira sedang berlari mengejar seorang namja dengan jaket hitam dan topi menutupi wajahnya. Perasaan ku langsung tak enak.

“Seira!!!! Berhenti!!!”

Aku langsung mengikuti Seira berlari mengejarnya. Terlambat. Jarak kami terpaut jauh. Aku mengacak rambutku frustasi. Sosok Seira sudah tak dapat kulihat. Banyaknya orang yang lalu lalang membuatku bingung juga. Mau tak mau aku menghubungi Eunhyuk hyung, memberi tau jika Seira menghilang.

“Yeobseo, hyung?”

“Oh~ Baekhyun? Ada apa?”

“Hyung, Seira hilang. Dia mengejar seseorang. Lacak Seira hyung. Aku akan terus mencoba mencarinya”

Aku menutup sambungan telepon saat mendengar Eunhyuk hyung mulai berteriak marah disana. Hyung.. Mianhae. Aku berlari dan sesekali bertanya pada orang-orang sekitar. Untung saja bahasa Inggris ku lumayan lancar.

‘Seira… Kau dimana?’

_________________

Seira POV

Aku berhenti berlari dan melihat keadaan sekitar. Lorong gelap.. Sepi… Dimana aku?! Sial! Aku baru sadar kalau aku dijebak. Astaga.. Kenapa kau bodoh sekali Jung Seira?

Aku berbalik dan ingin berjalan kembali saat jalanku di halangi oleh sekelompok orang. Bayangan orang itu mulai mendekat ke arahku, membuat ku semakin mundur kebelakang. Baekhyun oppa… Kau dimana?

“A-apa maumu?! T-tunjukan dirimu! Aku tidak takut!” Ucap ku dan terus mundur menghindari.

“Tidak takut? Tapi kenapa suaramu bergetar sayang?”

Aku menoleh kebelakang. Namja itu! Yang membawa ku hingga ke tempat ini! Namja yang dari tadi menguntitku!

“Dasar penguntit! Apa mau mu, hah?!”

Aku bisa membaca dia sedang melayangkan smirk evil nya. Aku mendengar derap langkahnya mendekat. Aku tak bisa melihat wajahnya karena penerangan yang remang-remang. Sial!! Apa yang harus kulakukan?

Dengan sigap aku berjalan mundur hingga kurasa punggungku menabrak dinginnya tembok di lorong gelap ini. Aku tak tau bagaimana yang jelas tiba-tiba namja ini sudah berada di depanku dan melipat tangannya. Ia melihatku lapar.

“Kau tak bisa pergi kemana-mana Jung Seira?”

Tunggu! Ada yang tidak beres disini. Kenapa ia bisa tau namaku? Aku memberanikan diri mengangkat tanganku dan melepas topi serta hoodie nya.

Aku memandang wajahnya. Sangat familiar… Hei! Inikan namja yang membuat ku mabuk di club kapan hari itu! Siapa namanya…. Hm….

“Luhan?!!” Teriakku

“Ooh.. Kau masih ingat aku nona Jung? Ternyata ingatanmu masih kuat juga ya”

GREP!

Ia memegang kedua tanganku di satu tangannya dan meletakkannya di atas kepalaku.

“Ya! Apa yang kau lakukan?! Ya!! Lepaskan aku!!”

Tangan Luhan yang lain meraih dagu ku kasar membuatku menatapnya. Seulas smirk tercetak di bibirnya. Ia mengamati ku dari atas hingga bawah.

“Apa yang kulakukan? Aku melanjutkan apa yang seharusnya ku lakukan saat itu”

“Mw-”

Luhan tiba-tiba menciumku dengan ganas. Tidak! Siapa dia berani menciumku, ha? Aku berusaha berontak dan lepas dari genggamannya, tapi yeoja seperti ku bisa apa? Tentu saja Luhan lebih kuat dari ku. Pilihanku hanya satu. Aku mengangkat kakiku dan menendang juniornya. Dia langsung terjungkal kebelakang dan merintih kesakitan sambil memegang juniornya.

Ha! Kena kau Luhan jelek!

Sekelompok orang tadi tiba-tiba mendekat kearahku dan ingin menahanku.

“Jangan. Biar aku yang menyelesaikannya” ucap Luhan.

Dengan susah payah Luhan berdiri. Kau sudah kalah, Luhan, batinku. Dan.. Ups.. Sepertinya aku salah. Ia mendorongku dengan keras ke dinding.

“Ngghhh” rintihku kesakitan. Tulang ku rasa nya remuk. Mungkin besok akan berubah jadi lebam kebiruan.

“Kau pikir aku kalah, nona Jung? Haha. Xiao Luhan tak pernah kalah dari siapapun. Apa lagi dari yeoja lemah sepertimu”

Saat aku masih merintih kesakitan, ia meraih blouse ku dan melepasnya kasar hingga hampir semua kancingnya terlepas. Aku baru hendak menghentikannya, tapi ia sudah dulu mengikat kedua tanganku ke belakang dengan kain.

Jari Luhan menulusuri perutku hingga tepat di bawah dada ku. Ia menurunkan bra ku hingga kedua dadaku keluar dan sedikit sakit karena tertekan kawat bra.

“Jebal… Jangan… Jebal…” Aku tau seberapa kali aku memohon padanya ia pasti tak akan mengabulkannya. Air mata sudah mengalir di sudut mataku. Bukan ini yang aku inginkan. Baekhyun oppa… Dimana kau?

“Aaaaaaahhhh”

Aku menggigit bibir bawahku kuat. Lidah Luhan tengah bekerja di dadaku. Menghisapnya dan melilitkan lidahnya disana hingga nipple ku mengeras. Jebal… Hentikan…

Aku merasa jari Luhan sudah menyusup ke dalam hotpans yang kupakai. Ia mengelus vagina ku dari luar celana dalam yang kupakai. Isakanku terdengar semakin keras.

“Jebal. Luhan-ssi. Hentikan… Jebal…”

Aku hanya bisa berdoa agar Baekhyun oppa datang dan menyelamatkanku. Hanya itu yang aku harap.

Tak lama aku mendengar suara orang-orang dipukul dan rintihan. Sontak aku menoleh ke arah sumber suara itu. Sekelompok orang tadi tengah di pukuli oleh.. Entahlah siapa. Aku tau itu pasti Baekhyun dan mungkin Kris.

Luhan mengangkat kepala nya dan mendecak kesal.

“Cih.. Pengganggu saja”

“Kau kalah Luhan-ssi. Kau sudah kalah dari awal” ucapku dan menatapnya sinis.

“Aku tidak pernah kalah, nona Jung. Kau harus ingat itu” ucap nya dan langsung pergi dari hadapanku.

Badanku langsung merosot ke bawah. Aku membetulkan letak bra ku dan memeluk kedua lututku. Kepalaku aku benamkan di antara lutut. Aku menangis, dan menangis sampai aku merasa sentuhan di bahuku. Aku mendongakkan kepalaku dan melihat seorang namja tengah tersenyum khawatir padaku. Wajahnya basah oleh keringat, mungkin karena berlari sampai kesini. Aku melihat beberapa lebam di wajahnya, mungkin karena habis memukul teman Luhan tadi. Aku reflek memeluknya dan menangis di dadanya.

“Oppa…. Baekhyun oppa.. Hiks hiks”

“Sshhh… Uljima chagi. Mianhae”

Aku memegang erat jaket nya dan terus menangis disana. Untung saja Luhan tadi menjamah tubuhku belum jauh. Aku melepaskan pelukanku dan menunduk.

“Astaga.. Bajumu. Kau… Kau di-”

Aku meletakkan jari telunjukku di bibirnya lalu menggeleng lemah.

“Belum sampai. Kalau kau tak datang mungkin ia sudah melakukan itu padaku”

Aku mendengar Baekhyun menghela nafas lega dan kembali memelukku. Ia melepas jaketnya dan memberikannya padaku.

“Mianhae. Aku kehilangan jejakmu. Aku seharusnya datang lebih awal. Aku-”

Aku membuat nya berhenti berbicara dengan mencium bibirnya. Lama dan baru kulepaskan.

“Berhenti menyalahkan dirimu oppa. Kau sudah berusaha yang kau bisa. Aku baik-baik saja” aku tersenyum dan melihat wajahnya. Astaga.. Banyak sekali lebam.

“Oppa wajahmu..” Tanganku bergerak mengelus pipinya. Ia sedikit merintih. Baekhyun tersenyum dan berbisik ‘gwenchana’ pada ku. Baekhyun menggenggam tanganku dan menuntunku keluar.

Disitu aku melihat Kris bersandar di pintu mobil. Saat ia melihatku, Kris langsung menghampiriku dan memegang kedua bahuku.

“Nona tak apa kan.. Apa yang terjadi pada nona? Nona baik-baik saja? Apa kita perlu ke rumah sakit? Ada sesuatu yang nona butuhkan?”

Aku tertawa mendengar rentetan pertanyaannya. Aku menoleh ke arah Baekhyun. Namjachinguku sendiri saja tak sebegitu khawatirnya.

“Oppa! Aku baik-baik saja. Kau harusnya menanyakan itu pada Baekhyun oppa. Lihat wajahnya lebam-lebam!”

Kris melepaskan tangannya di pundakku dan melihat Baekhyun sinis. Aku hanya tertawa melihat keduanya. Astaga apa mereka tak bisa akur sebentar saja?

“Nona, kajja. Semua orang menghawatirkan nona”

________________

Author POV

Sesampainya di hotel, semua orang sudah berkumpul di kamar Eunhyuk menunggu kedatangan Seira. Saat Seira datang, Reika langsung berlari ke arah dongsaengnya dan mengamati yeodongsaengnya itu. Pertanyaan demi pertanyaan Reika lontarkan pada dongsaengnya. Tapi Seira hanya bilang, ‘aku baik-baik saja unnie’

Semua orang bisa bernafas lega saat mendengar Seira baik-baik saja dan tak ada luka serius.

“Kau kenal seseorang disana?”

“Hm. Ada seseorang yang.. Hampir.. Ehm.. Memperkosaku”

Semua yang ada disitu terkejut dan menatap Seira tak percaya, kecuali Baekhyun yang tentunya sudah tau duluan. Reika, Eunhyuk, Donghae, bahkan Kris sudah punya pertanyaan sendiri-sendiri yang ingin ditanyakan tapi Seira buru-buru memotong mereka.

“Tapi…”

Mereka semua mengunci kembali bibirnya dan lebih memilih mendengar dulu cerita Seira.

“Tapi tidak jadi” terdengar desahan lega di seluruh penjuru. “Ya.. Hampir. Tapi untungnya Baekhyun dan Kris oppa datang di waktu yang tepat dan orang itu pergi”

“Orang itu?” Tanya Donghae. Seira menganggukkan kepalanya. “Orang itu siapa?”

“Luhan. Orang yang sama aku temui di club malam dulu itu. Dan.. Dia sepertinya mata-mata”

“Mata-mata?”

“Ya. Mata-mata. Luhan-ssi, memata-mataiku. Aku sering memergokinya. Seperti nya ia merencanakan sesuatu padaku”

“Padamu? Kenapa harus padamu?”

“Entahlah, unnie. Tapi aku punya firasat tak enak padanya”

Hening. Semua orang sibuk pada pikiran masing-masing sebelum akhirnya Eunhyuk memecah keheningan dan menyuruh Reika dan Seira kembali ke kamarnya karena sudah malam.

________________

-Seira’s Room-

“Aaahh!! Chagi~ pelan-pelan”

“Aaahh!! Sakit! Pelan-pelan chagi~”

“Chagi~~ aahhh”

Aku mendecak kesal dan meletakkan tanganku di pinggang. Aku menatap Baekhyun dengan kesal.

“Ya! Oppa! Berhenti merintih! Aku tak bisa mengobatimu kalau kau terus merintih seperti itu oppa! Bagaimana lukamu bisa sembuh?! Aaaiisshh” ucapku.

Aku mengambil kapas dan masih serius mengobati luka Baekhyun. Baekhyun tengah duduk di tepi kasur dan aku duduk di berdiri dengan lututku menghadapnya.

Dengan serius dan hati-hati aku mengobati Baekhyun. Karena terlalu serius aku tak sadar kalau Baekhyun tengah memandangi ku serius. Ia tak mengalihkan pandangannya dan terus melihatku.

Author POV

Baekhyun masih betah melihati wajah Seira. Dari mulai kedua matanya, hidungnya, hingga ke bibirnya. Aah~ bibir merah nan mungil itu.. Baekhyun tak pernah puas menciumnya walau sudah beribu-ribu kali sekalipun. Baekhyun meraih tangan Seira yang sedang mengobatinya dan mengambil kassa yang sedang di pegang Seira.

Baekhyun menarik tangan Seira hingga sekarang Seira duduk di pangkuannya. Baekhyun langsung menyerang bibir Seira. Melumatnya dan semakin memperdalam ciumannya. Awalnya Seira kaget tapi ia dengan senang hati membalas ciuman Baekhyun. Seira mengalungkan tangannya di leher Baekhyun dan mengalungkan kakinya di pinggang Baekhyun. Baekhyun memeluk pinggang Seira erat dan mendorong tubuhnya hingga tubuh mereka menempel.

Mereka masih enggan melepaskan ciuman mereka. Seira tau bibirnya mungkin sudah bengkak karena Baekhyun terus saja melumat bibir atas dan bawahnya bergantian.

“Ummmhhh” desah keduanya saat miliknya berdua tak sengaja bergesekan dibawah sana.

Baekhyun memegang pinggang Seira membantu nya untuk menggesekkan milik mereka berdua yang masih dibalut pakaian lengkap. Baekhyun tak kuat lagi dan akhirnya menggendong Seira dan menidurkannya di kasur. Baekhyun langsung melepas semua pakaian Seira dan pakaiannya sendiri.

“Aaaahhh~”

Seira menggenggam erat pundak Baekhyun saat junior Baekhyun menyesak masuk ke vaginanya sekali hentak. Baekhyun tak memberikan Seira waktu untuk bernafas dan langsung menggenjot juniornya.

“Aaahh… Baekhyun-ahh~~”

Seira memeluk erat leher Baekhyun dan membenamkan kepalanya di leher Baekhyun. Kedua tangan Baekhyun memegang kaki Seira agar tetap membuka lebar. Baekhyun semakin menggerakkan juniornya brutal sampai ia merasa dinding vagina Seira menyempit dan juniornya serasa di pijat.

“Aaahh.. Chagihh.. Sempithh sekali… Nngghhh”

“Oppaahh… Akuhh.. Aaaahhh”

Baekhyun memeluk erat Seira dan menggerakkan juniornya beberapa kali hingga ia selesai orgasme dan berguling ke samping Seira. Baekhyun mencium puncak kepala Seira dan menarik selimut. Seira membenamkan kepalanya di dada Baekhyuk dan tertidur.

**********

Sementara itu….

Sehun dan Onew ditugaskan untuk menjaga kediaman keluarga Kim. Kesempatan itu digunakan Sehun untuk menemui Taemin dan memberikan apasaja informasi terbaru yang didapatnya.

“Jonghyun hyung, dipecat”

“Aku tau itu, saeng. Aku memanggilmu kesini hanya ingin menanyakan.. Kau adalah pelayan pribadi Seira, benar?”

Sehun meneguk salivanya susah, Sehun merasa aura buruk sedang mengitari dirinya dan bos dihadapannya. Sehun hanya mengangguk pelan.

“Setelah kepulangan mereka. Aku ingin kau segera meracuni Seira dan-“

“Tapi hyung.. Aku tidak tega..” Sela Sehun langsung tanpa susah-susah mendengarkam kalimat Taemin hingga usai.

Taemin menggertakkan giginya kesal. Ia sudah berusaha mengendalikan emosinya, tapi sayangnya gagal. Taemin bangkit dari kursinya dan menghampiri Sehun yang tengah berdiri dengan gugup. Sehun menundukkan kepalanya tak berani menatap Taemin.

“Angkat kepalamu, Oh Sehun”

Sehun mengangkat kepalanya dengan takut. Tanpa diduga tiba-tiba Taemin mencekik leher Sehun. Mendorongnya hingga terhimpit di dinding dan menaikkannya.

“Aku bahkan belum selesai berbicara Oh Sehun. Dan kau sudah berani menyelaku?.”

Sehun memegang kedua tangan Taemin yang mencekiknya cukup kuat. Ia berusaha melepas tangan Taemin namun sia-sia.

“Dengarkan aku, Sehun. Kau yang menyingkirkannya atau aku yang bertindak.. Tidak ada alasan lagi.”

Sehun masih mencoba melepaskan tangan Taemin dari lehernya. Sehun merasa nafasnya sudah sangat sesak. Ia menggerakkan tubuhnya gelisah berusaha keluar dari cengkraman Taemin.

“Kau masih ingat perjanjiannya bukan, Oh Sehun?”

Sehun terbatuk dan masih memegang tangan Taemin di lehernya yang sayangnya semakin mencengkeram lehernya kuat. Taemin tak sekalipun melepas tangannya. Taemin malah menyeringai saat melihat wajah Sehun yang mulai memucat.

-TBC-

Ps : Please don’t be silent readers ya : ) kalau udah selesai baca sedikit aja tinggalkan komen kalian di ff ini, ne : ) walaupun sepatah dua patah kata pun nggak apa. Tolong hargai para author yang udah bikin ff ini capek-capek di tengah jadwal sekolah yang super padet. Leave your comment yaa readers : ) thanks

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on June 29, 2013, in NC-17, NC-21, Romance, Tragedy and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 49 Comments.

  1. Taeyeontiffany

    DAEBAK!!
    di tunggu lanjutan nya^^

  2. Menuruq alurnya agk kecepeten…tp so far so good lah..
    Klo NCnya mah g ush d tanya lg..kekeke

  3. nuralailikholifa

    thor, sumpah deh keren!!!!! tapi kenapa ada 7D, sumpah lama2 aku gemes sama FF ini kalo ga cepetan selesai

  4. Taemin terlalu terobsesi sama reika ,
    Ceritanya buat aku bergidik , bagus kok .
    Di tunggu kelanjutannya …….

  5. DAEBAK!!!
    Lanjut thor~

  6. kerennn….

    d’tunggu klnjtn nya ~~^^

  7. Kagak sabar, cepetan publish chapter selanjutnya thorrrrrrrrrrrrr *jedotin kepala ke dada bacon*
    Wkk😀

    Boleh nanya ga?
    Ini ff nya sampe brp chapter?

  8. Keren !!
    Hanya itu yang diotak saya thor😀
    dan paling kesel baca TBC , bikin penasaran aja . Tapi keren ko, ditunggu ya kelanjutannya🙂 (y)

  9. annyeong thor,salam kenal ne^^ aku readers baru
    lanjut thor,ffnya daebak,adain dong partnya sehun sama seira:D
    ditunggu next chapnya ne^^

  10. Taemin tambah ganas gitu yaaaa …
    Kok jonghyun bisa lupa ingatan yaaa

  11. kok luhanya dikit banget sih ayooo dong banyakin sehun kasian diaaaaa

  12. Wahhhh, makin penasaran dehh, Rei-Kai couple romantis bgt. Tp aku msih penasaran sama taemin knp dia mw bunuh seira. Tp gpp, crita nya makin seru. Next chap di tunggu😉

  13. daebak. . .lanjutanya jngan lama-lama ya^^

  14. kyuwonhae's wife

    astga siera sma baekhyun prevet bgt sihhhh😮😀
    Untung siera gak smpat diperkosa siera🙂
    Lanjuuttt

  15. akhirnyaaaaa. hmm mulai gelo ama taemin nih tuh org gilanya kebangetan. gue ga ngerti maksudnya dia itu apaan buat seira mati juga. hmm aku tunggu yaaa

  16. critax keren dtggu next partx…

  17. ditunggu chap selanjutnya^^

  18. taemin bnar” sinting….

  19. Hiks… Jangan sampe sehun atau sera mati,… Yaah pokoknya jangan ada yg mati deh, kasian ganteng2 ama cantik2 malah mati… #apahubungannya
    Yaaaa kasian banget si jongpa dipecat… Mana keadaannya babak belur lagi… Udah jatuh ketimpa tangga lagi…

  20. Keten banget.oh iya chingu aku mau tanya dong . Disini bisa post ff dari author lain juga ga . Gimawo

  21. Updatee !!! Jangan kelamaan wkkwkw

  22. Gregetan sm taemin-ah -_- jahat amat ne😦

  23. lanjut ya chingu😉, wlaupun alurnya kpendekan, tapi kerenn kok (y)
    hwating chinguu😉

  24. Daebak thor!kasian jonghyun:(
    Next part jangan Ada pelecehan wanita thor ngeri juga ngebayanginya

  25. Nice ff thor,konflik’a makin keren
    Ditunggu lnjutan’a ya ^^

  26. lanjutannya minnnn ditunggu

  27. Annyeong, slm knal. Aq readers bru dsni…
    Critanya keren… Slalu buat penasaran… Klo itunya, no comment deh,.kkkkk pembunuhan sma kekerasannya Spechless.. Kejem bgt… :,(
    Tapi, aq kok ngrasa critanya kurang byk gra2 lebih byk adegan NCnya, kalo bsa sih lbh bykin critanya… Itu commentku ja sih, terserah sma author ja…

    Gomawo dh bkin crita seru bgni.
    Dtgu next chapter…

  28. kerennn ,, new reader anyeong

  29. daebak thor!!

  30. Thor, aku udh baca semua chap love or murdered jd mianhae ya baru comment di ff ini hehe. Daebak Thor, really2 daebak! Next chapnya ditunggu ya thor, hwaiting!^^9

  31. Tasya yoonaddict

    Kyaaaa !! Lanjuuutt !

  32. Kang hye sang

    Keren saeng omoo omoo knpa d setiap part nc nya makin hot aja ahhahha

  33. Wow sampai chapter c -_- tapi ddaebak kok😀

  34. Darbak, lanjut dong, ini udh bagus bgt😀 ppali dibikin part slanjutnya nde, aku tunggu😀

  35. Yahhh Luhan munculnya bentar amat pasti ada pengganggu mulu.. *poor luhan

  36. LiaHeechul_Elf

    Next thor buat part 9 nya…

  37. icha kyungsoosehunnie

    jjur tjor….aq ktwa evil pas bca ff ini.m tmen q….hahahaha

    keren….awas ajha tuh si taemin mlukai sehun q….haahhahaha

  38. dintania yuliandari

    yak.. sehun bkl mati yah..
    jgn dulu…

    huh.. menegangkan…

  39. semakin menegangkan konflik na

  40. hwaaa..riekai sm baekra ga cape apa bermain terus..haha..

  41. hai thor! *sksd ._.
    sebenerny aku bkn reader d sini, tp tersesat ke sini ._.v
    d setiap chap ad NC ny ya 0_0
    tp aku suka kok ^-‘)b

    keep writing yaa!! ^-‘)9
    ohiya, maaf karna baru komen d chap ini T-T karna aku bacanya mundur(?) jd gk ngerti *jelas gk ngerti lah baca nya aja mundur –” #abaikan
    Hwaiting!! ^-‘)9

  42. Kasiann reika ampe trauma, tp ya sedikit2 trauma nya menghilang. Ehh timbul lagi ampe seira hampir di perkosa, bahaya kalo sampe iyaa. aaa luhan n tae jahat beneerr ih? org pd gak salah apa2 di bunuh, nyawa nya byk kali yaa*merinding* kalo sampe ada yang di bunuh lagi!!

  43. maap ya thor kalau aku comment tentang taemin terus :v
    soalnya aduuh Taemin inii.. pengen diapain aja lhoo… palagi Luhan.. Sehun juga -.-)
    tapi kereen banget ini thor, random search di google nemu ff ini muanteb gilaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: