Operation Proposal

Untitled

Author: Kim Reika

Genre: Romance, Yadong, NC-21 Oneshoot

Cast:
-Jung Shiyeon (OC)
-Wu Yi Fan a.k.a Kris

Support Cast:
Bisa ditemukan sendiri^^

Note: annyeong^^ author comeback kkk~~ entah kenapa tiba-tiba mendapatkan ide ff seperti ini. Buat yang nunggu kelanjutan ff duet Love or Murdered masih dalam proses pembuatan. Typo bertebaran. Coment ditunggu~~

Warning! Warning!
Rated M kkk~

Don’t be siders please^^

Don’t bash^^

***

“Hahaha. Kau memang hebat Wufan!”

Namja yang disebut Wufan tadi hanya menaik-turunkan kedua alisnya. Bangga dengan dirinya sendiri.

‘Jadi.. Ini semua…’

“Bukan Wu Yi Fan namanya kalau tidak berhasil mendapatkan yeoja seperti itu.. Apalagi yeoja itu-“

“CUKUP KRIS!” Shiyeon akhirnya bisa berteriak seperti itu. Setadian dia sudah berdiri dibawah tangga dimana namja yang bernama Kris dengan teman-temannya sedang berbincang disekitar tangga itu.

Namja itu terkejut. Teman-teman Kris yang terkenal playboy dikampus ini juga tidak kalah terkejut.

“Hanya untuk membuktikan kau hebat? Kau sudah hebat tuan Wufan! Kau bahkan lebih rendah dari teman-teman playboymu ini.” Ucap Shiyeon. Shiyeon berusaha mati-matian agar tidak mengeluarkan airmatanya. Namun apa daya, pada akhirnya airmata itu turun juga.

Shiyeon berlari meninggalkan tempat bejat dimana dia harus mendengar kenyataan yang dilontarkan Kris dan teman-temannya tadi.

Shiyeon menyapu bulir-bulir airmata yang tidak henti-hentinya membasahi kedua pipinya. Shiyeon bahkan merutuki dirinya sendiri, karena sudah termakan bujuk rayu Kris.

‘Babo! Seharusnya aku sudah tau dari awal. Playboy ya playboy saja. Tak mungkin berubah’ batin Shiyeon lagi.
***

Kris masih berdiri mematung.

“Kalau kau merasa bersalah, kejar dia” ucap Kai, salah satu teman Kris yang juga terkenal dengan keplayboyan dan juga kepervertannya.

“Aku tidak pantas mengejarnya Kai. Aku-“

“Kau mencintainya Kris ge! Kejar dia” ucap Sehun.

Kris tidak berpikir dua kali. Dia langsung meninggalkan teman-temannya untuk mengejar yeojanya. Ani. Bahkan mungkin sekarang Shiyeon bukan yeojanya lagi. Tapi bukankah Shiyeon belum mengakhiri ini?

Kris berlari menyusuri seluruh koridor kampus ini. Lorong demi lorong ditelusurinya untuk menemukan sosok Shiyeon. Namun tidak ditemukannya.

‘Dimana kau yeon-ah?!’ Batin Kris frustasi. Kris mengacak rambutnya kesal.

Kris berlari lagi menuju parkiran kampus dan segera menjalankan mobil sportnya kearah apartemen Shiyeon.
***

Shiyeon POV

Tok..tok..tok..

Tamu.. Apa harus aku membukakan pintu dalam keadaan berantakan seperti ini? Aku menangis seharian ini hanya gara-gara Kris sialan itu!

Tok..tok..tok..

Aku sedikit berlari kearah pintu, tanpa melihat siapa tamu yang datang melewati celah pintu.

BRAK!

Dengan sekuat tenaga aku langsung menutup pintu ketika tau siapa tamu itu.

Mau apa lagi dia?!

Belum puas membuatku seperti ini?

Dok..dok..dok..

“Shiyeon. Kumohon, dengarkan penjelasanku dulu”

“Semua sudah jelas. PERGI!!!”

Shiyeon POV end
***

Shiyeon dengan malas menjejakkan kakinya dikantor. Namja itu lagi.. Shiyeon mempercepat langkah kakinya melewati namja yang dianggap sudah gila oleh Shiyeon itu sedang berdiri dengan manisnya didepan pintu masuk dan tersenyum menakutkan. Shiyeon muak melihat itu.

“Wait!”

Dengan tergesa-gesa Shiyeon masuk ke lift dan memencet tombol naik. Namun namja itu berhasil menyusul, bahkan sudah berdiri disampingnya. Shiyeon mendengus kesal. Sekarang mereka berada di lift. Hanya berdua. BERDUA.

“Kau selalu menghindariku nyonya Wu” ucap namja itu mencoba menatap bola mata Shiyeon.

Shiyeon membuang muka.
‘Cih. Nyonya Wu? Setelah apa yang dilakukannya dua tahun yang lalu?’

“Yeon-ah”

“Jangan sentuh aku Kris!” Dengan kasar Shiyeon menepis tangan Kris yang menarik lengannya tadi.

Bukan Kris namanya kalau menyerah begitu saja.

“Kau belum memaafkanku?”

Pertanyaan bodoh yang dilontarkan Kris membuat Shiyeon bungkam. Tentu. Bukan pertanyaan penting yang wajib dijawab Shiyeon. Tanpa dijawabpun Kris pasti sudah tau jawabannya.

Shiyeon hanya melangkah keruang kerjanya. Masih diikuti dengan Kris yang setia dibelakang Shiyeon. Shiyeon tidak bisa protes atau apapun. Karena memang dia satu ruangan dengan namja ini. Namja ini rela masuk sebagai karyawan biasa diperusahaan Shiyeon bekerja, padahal appanya mempunyai perusahaan yang jauh lebih jaya dan sudah dipastikan Kris penerus perusahaan itu. Hanya demi mengembalikan Shiyeon kepelukannya, ia rela melakukan ini. Sejauh ini usahanya belum sia-sia, meskipun tak jarang Kris menerima caci maki dari mulut pedas Shiyeon.

“Yeon-ah”

“Berisik. Pekerjaan menumpuk. Sebaiknya tutup saja mulutmu itu” desis Shiyeon tajam.

Shiyeon membuka laptopnya. Shiyeon mencoba berkonsentrasi dengan pekerjaannya akan tetapi Kris selalu berusaha mencari perhatiannya.

“Jung Shiyeon!”

Kali ini Kris mendekat kearah Shiyeon. Ia duduk dikursi dihadapan Shiyeon. Memandangi wajah Shiyeon yang sedang serius berkutat dengan laptopnya.

‘Bahkan disaat seperti ini dia tetap cantik.. Dan menggoda’ batin Kris. Kris segera menggelengkan kepalanya mengalihkan pikiran kotor tadi.

“Yeon-ah”

Kris mengerucutkan bibirnya. Mencoba menampilan aegyo sebaik mungkin, yang diyakini Kris aegyo terburuk yang dia punya.

“Hm?”

Akhirnya Shiyeon merespon, walaupun tanpa menatap kearah Kris. Itu cukup membuat Kris senang dan membuatnya semangat.

“Kau sangat cantik kalau serius seperti itu”

Deg!

Shiyeon mengingat kejadian waktu ia kuliah dulu. Kris juga memujinya seperti ini ketika Shiyeon sedang membaca buku-buku tebal diperpustakaan kampus. Kata-kata ini berhasil membuat pipi Shiyeon memerah. Tapi, untuk kali ini Shiyeon tidak akan termakan oleh bualan Kris lagi.

“Gombalanmu bahkan masih buruk”

“Benarkah? Kalau buruk kenapa pipimu memerah?” Goda Kris.

Shiyeon mendecak kesal.

“I love you”

Sungguh. Shiyeon ingin membalas ucapan Kris. Jauh dilubuk hati terdalam Shiyeon dia juga masih mencintai namja ini.

“Kau menggangguku Wufan”

“Aku serius yeon-ah. Aku mencintaimu.”

“Taruhan apalagi kali ini? Untuk membuktikan kau bisa membuatku kembali kepadamu? Jangan harap!” Ucap Shiyeon.

Jleb.

Bagaikan anak panah menusuk tepat dijantung ketika Shiyeon membahas kejadian dua tahun yang lalu.

“Mengenai hal itu aku minta maaf yeon-ah. Aku menyesal. Aku bodoh. Aku bersalah. Tapi salahkah aku kalau aku benar-benar jatuh cinta padamu?”

“Tetap saja kau membuatku merasa bodoh Kris-ssi” Shiyeon tersenyum sinis ketika bayang-bayang dua tahun yang lalu diingatnya.

“Awalnya memang untuk taruhan tapi aku benar-benar jatuh cin-”

“Apa kau bertaruh demi harga diri lagi? Atau kau bertaruh untuk yang lain?”

Kris geram mendengar penuturan Shiyeon tadi.

“Aku mempertaruhkan harga diriku yeon-ah. Bahkan rasa cintaku lebih dari harga diriku. Lihatlah. Aku bahkan bisa berdiri dihadapanmu, diruangan ini. Menjadi asistenmu pun aku rela”

Kris berjalan keluar dari ruangan kerja. Meninggalkan Shiyeon yang terdiam.
***

Taruhan. Lagi-lagi Kris melakukan taruhan. Kali ini Kris akan bertaruh dengan Shiyeon. Yeojanya. Ralat. Calon yeojanya -lagi-

[Flashback]

Shiyeon dan Kris dipanggil direktur Han.

“Selamat siang Shiyeon-ssi, Kris-ssi”

Shiyeon dan Kris membungkukkan badannya ketika direktur Han memasuki ruangan.

“Saya rasa langsung ke intinya saja. Kenapa saya memanggil kalian kesini”

Shiyeon dan Kris memperhatikan direktur Han dengan serius.

“Perusahaan mencari pengganti manager dibagian keuangan. Pengganti manager Lee yang akan mengundurkan diri.. Kalian pasti tau. Hanya kalian berdua yang menurut saya memiliki talent dibidang ini. Dan orang yang saya percaya tentunya” ucap direktur Han menjelaskan.

“Tapi hanya ada satu manager yang akan dipilih. Kalian harus bersaing untuk mendapatkan jabatan ini” sambung direktur Han.

“Saya hanya ingin kalian membuat proposal keuangan perusahaan selama 2tahun ini. Sebaik mungkin. Waktu kalian hanya seminggu. Dan bersaing secara sehat. Saya tidak ingin mendengar ada kecurangan dalam perebutan jabatan ini”

Direktur Han berdiri. Shiyeon dan Kris juga berdiri dan membungkukkan badannya dan keluar dari ruangan direktur.

Shiyeon berpikir keras. Manager keuangan.. Hmm mungkin dia akan terbebas dari Kris dan bisa menjadi atasan Kris dan akan mencari-cari kesalahan agar Kris dipecat dari perusahaan ini.

Shiyeon menggelengkan kepalanya. Memikirkan hal itu membuatnya ngeri sendiri.

“Wah. Sepertinya kau bersemangat sekali”

“Tentu. Aku akan mendapatkan jabatan ini” jawab Shiyeon semangat.

“Yakin?”

Shiyeon melirik ngeri kearah Kris.

“Bagaimana kita buat taruhannya secara double?”

“Maksudmu?”

“Kita bertaruh!” Kali ini Kris yang bersemangat. Dan mengeluarkan smirknya.

“Tidak”

“Kau takut?”

“Tidak ada kata takut dalam kamus hidupku tuan Wufan. Kau jangan sombong!”

“Kalau begitu kau harus mau.”

“Hadiahnya?”

“Kalau kau berhasil mendapatkan jabatan ini, aku akan menjauh. Tidak akan mengganggumu lagi. Dan mengundurkan diri dari perusahaan ini” ucap Kris. Shiyeon mulai tertarik dengan taruhan Kris.

“Kalau aku yang berhasil.. Kau harus menikah denganku”

“Mw-“

“Kau terlihat takut Jung Shiyeon”

“Aku tidak takut! Baiklah”

Kris mengeluarkan smirk mengerikannya lagi.

“Deal?”
Kris mengulurkan tangannya kearah Shiyeon.

“Deal!”
Shiyeon berjalan kearah kursi kerjanya, tidak menghiraukan tangan Kris tadi. Yang siap menerima jabatan tangan dari Shiyeon.

Kris hanya mengangkat kedua bahunya dan berjalan kearah meja kerjanya.

‘Kita lihat saja. Seberapa keras usahamu sayang’ batin Kris.

-Flashback end-
***

Jarum jam seakan bergerak dengan cepat. Tidak terasa kedua insan ini masih berada dikantor. Mengerjakan proposal untuk mendapatkan jabatan yang ditawarkan direktur Han kemarin. Jam pulang semua karyawan sudah berakhir 5 jam yang lalu, jam sudah menunjukkan hampir tengah malam. Kris tidak ingin meninggalkan Shiyeon sebelum Shiyeon juga pulang.

“Pulanglah Shiyeon. Kau terlalu bersemangat menyelesaikan proposal ini sampai lupa waktu”

“Bukan urusanmu!”

Shiyeon diam-diam melirik jam ditangannya. Shiyeon tidak menyangka jam ditangannya sudah menunjukkan hampir jam 12 malam. Bagaimana dia pulang?

“Kau bahkan belum makan malam, aku tidak mau kau sakit”

Shiyeon hanya diam. Tidak mendengarkan ucapan Kris.

Kris beranjak dari duduknya. Dia berjalan keluar ruangan kerja.

15menit~

Kris kembali. Dengan membawakan 2kotak makan, cemilan, dan segelas coklat hangat untuk Shiyeon.

“Minumlah..”

“Hm”

Kris mengeluarkan makanan dan cemilan itu dimeja Shiyeon. Kris berjalan kearah mejanya dan samar-samar mendengar perkataan Shiyeon yang membuat Kris tersenyum.

“Gomawo”
~

30 menit. 30 menit sudah Kris melihat Shiyeon tertidur dengan damai dimeja kerjanya.

“Mianhae yeon-ah” ucap Kris pelan.

Kris menggendong tubuh Shiyeon kesofa diruang kerja mereka. Dan menyelimuti tubuh Shiyeon dengan jas kerja yang dipakainya.

Kris sengaja mencampur obat tidur dicoklat hangat Shiyeon tadi. Bukan bermaksud curang atau apa. Kris tau, kalau dibiarkan seperti itu Shiyeon pasti tidak akan tidur semalaman. Karena dia terlalu berambisi untuk menang dari Kris.
***

Kris bangun dari tidurnya. Dilihatnya Shiyeon masih tidur dengan damai. Kris melirik jam tangannya. Jam 5pagi. Itu berarti hanya 3 jam Kris tidur. Setelah Shiyeon tertidur Kris masih berusaha mengerjakan proposalnya semampu Kris bisa. Diotak Kris dia hanya ingin menang dari Shiyeon, menikahi Shiyeon, dan merajut rumah tangga dengan yeojanya.

“Morning chagi~” gumam Kris. Kris mengecup bibir Shiyeon lembut. Kris merindukan ini.. Merindukan hangatnya sentuhan Shiyeon. Merindukan ketika mengecup bibir merah ini..

Kris melepaskan kecupannya sebelum Shiyeon terbangun dari tidurnya dan beranjak keluar ruangan. Kris ingin mandi dan mengganti pakaiannya, beruntung Kris selalu membawa baju ganti dikursi belakang mobilnya.

Kris sebenarnya masih ingin menemani Shiyeon sampai dia terbangun, Kris masih ingin mengecup bibir Shiyeon, Kris masih ingin…. Argh!

‘Jangan sampai aku berbuat terlalu jauh. Kendalikan dirimu Kris!’ Batinnya.
***

Shiyeon menghela nafas cemas. Hari ini. Hari penentuan itu. Hari dimana jabatan manager itu akan diumumkan. Kris yang melihat Shiyeon gugup tersenyum dengan penuh percaya diri.

‘Aku yakin.. Aku pasti menang!’ Batin Kris.

Shiyeon masih berdiri didepan ruangan direktur. Ragu untuk meraih knop pintu.

“Ayo sayang, kita masuk” Sela Kris. Kris membuka pintu direktur masih dengan rasa percaya diri yang tinggi.

Kris mempersilahkan Shiyeon untuk masuk terlebih dahulu, dan setelah itu Kris menyusulnya. Shiyeon dan Kris membungkuk hormat kearah direktur Han dan duduk ketika sudah dipersilahkan oleh direktur.
“Saya sudah memutuskan”

Wajah Shiyeon berubah tegang. Shiyeon meremas kedua tangannya yang mulai dingin.

“Jung Shiyeon..”

Shiyeon mendongakkan kepalanya melihat kearah direktur Han. Shiyeon sudah panas dingin. Semoga ini kabar baik untukknya.

“Selamat, kau manager keuangan yang baru. Kris-ssi kau harus berusaha lagi.” Ucap direktur Han.

‘Benarkah?’

Ingin rasanya Shiyeon melompat kegirangan dan memeluk direktur Han sekarang juga. Itu artinya dia terbebas dari Kris, dan akan bekerja diruangan yang berbeda. Namun, ada yang mengganjal dihati Shiyeon.

“Ehm. Shiyeon-ssi memang pantas, tuan. Selamat Shiyeon-ssi. Saya mengundurkan diri” ucap Kris.

Shiyeon terkejut. Shiyeon teringat dengan taruhan yang dibuatnya dengan Kris jauh-jauh hari. Jadi.. Kris menepatinya?

“Maksudmu?”

“Saya mengundurkan diri dari perusahaan, tuan. Sudah saatnya saya tidak mengganggu Shiyeon-ssi”

Direktur Han hanya tersenyum kecut. Ya. Direktur Han yang mengusahakan Kris untuk bergabung diperusahaannya. Hanya menjadi seorang karyawan biasa. Tidak mudah untuk Kris membujuk appanya agar bisa bekerja diperusahaan lain sementara Kris sudah dipastikan akan menjadi direktur baru diperusahaan appanya.
***

1 tahun berlalu~

Shiyeon menjalani kehidupannya seperti biasa. Tanpa hadirnya seorang Wufan yang selalu menganggunya. Shiyeon terkadang senyum sendiri ketika mengingat usaha Kris yang selalu mencari perhatiannya.

Shiyeon sudah memaafkan Kris. Sejak lama. Shiyeon bisa melihat kesungguhan Kris. Tetapi Shiyeon selalu menyangkal semua itu. Terlalu takut kalau Kris hanya main-main lagi. Bukankah cinta tidak untuk main-main?

Shiyeon merindukan sosok Kris. Ya. Dia merindukan Kris yang menyebalkan, dia rindu smirk mengerikan Kris, dia rindu aegyo gagal yang ditampilkan Kris, dia rindu rayuan gombal Kris. Shiyeon merindukan semua yang ada pada Kris.
~

Jam makan siang. Seharusnya digunakan Shiyeon mengisi kebutuhan gizinya. Tetapi karena Shiyeon dipanggil oleh direktur Han, alhasil disinilah Shiyeon sekarang. Didepan pintu direktur. Terlalu gugup untuk memasuki ruangan ini. Entahlah.. Shiyeon merasakan perasaan tidak enak. Apakah dia akan dipecat?

Shiyeon membuang jauh-jauh pikiran itu. Sejauh ini menurut Shiyeon dia menjalani pekerjaan ini dengan baik. Tidak ada masalah.

Tok..tok..

“Masuk!”

Shiyeon membuka knop pintu direktur Han dengan hati-hati.

“Silahkan duduk Shiyeon-ssi”

Shiyeon membungkuk hormat kearah direktur sebelum duduk didepan meja kerja direktur Han. Shiyeon meremas kedua tangannya yang mulai mendingin.

“Posisi asisten direktur saat ini sedang kosong. Saya ingin anda mengisinya”

Mata Shiyeon membulat lebar. Asisten direktur? Berarti Shiyeon akan menjadi asisten direktur Han? Dan asisten pasti menjadi orang yang paling terpercaya.

“Saya sudah melihat hasil kerjamu selama 1 tahun ini. Dari beberapa proposal yang anda buat, anda berhasil meningkatkan pemasaran dan juga mengelola keuangan dengan baik. Saya rasa anda layak”

Lagi. Lagi-lagi Shiyeon hanya bisa membulatkan matanya. Dia masih belum bisa percaya dengan apa yang dia dengar sekarang.

“Mulai besok anda resmi menjadi asisten saya. Saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik. Akan ada perusahaan yang ingin bekerja sama dengan kita. Saya ingin anda membuat proposalnya.”

“N-nde, tuan”

“Baiklah. Saya rasa cukup. Setelah jam makan siang anda boleh pulang. Untuk mempersiapkan diri menjadi asisten”

Shiyeon membungkuk kearah direktur Han, hanya dibalas senyum oleh direktur. Shiyeon berjalan keluar dari ruangan direktur Han.

Shiyeon berjalan kaku. Masih belum mempercayai semuanya.

‘Asisten direktur’

“YEAY!!!” Teriak Shiyeon ketika ingin memasuki lift. Beberapa karyawan yang tak sengaja ingin memasuki lift terheran-heran melihat tingkah Shiyeon. Beberapa hanya menggelengkan kepala. Shiyeon menundukkan kepalanya malu.
***

Shiyeon berjalan dengan semangat. Dia membeli beberapa cemilan untuk membuat proposal yang disuruh oleh direktur Han tadi. Secangkir kopi hangat bertengger ditangan kanannya. Shiyeon menyesap kopi itu, cream kopi menempel diatas bibirnya. Membuat orang-orang yang berjalan berselisihan dengan Shiyeon terkekeh. Shiyeon mengangkat bahunya, cuek. Tidak tahu menahu bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikan tingkahnya.

“Masih ceroboh” gumam orang itu.

Orang itu beranjak dari tempat tersembunyi itu. Berbaur dengan orang-orang berjalan dan berjalan berlawanan arah dengan Shiyeon. Jarak yang sangat dekat. Orang itu memperhatikan Shiyeon lekat. Sampai tiba-tiba..

BRUK!

Shiyeon tidak sengaja menabrak orang yang setadian memperhatikannya. Kopi hangat itu tumpah dijas kerja milik orang itu.

“W-wufan?!”

“Shiyeon.. Ssi”

“Lama tidak bertemu Shiyeon-ssi. Ketika kita bertemu lagi, kau dengan tidak sopannya menumpahkan kopi panasmu itu?”

‘Cih, lebay. Kopi hangat.’ Ralat Shiyeon dalam hati.

“Aku tidak sengaja Kris-ssi”

“Kuterima permintaan maafmu” ujar Kris berlalu dari hadapan Shiyeon. Shiyeon menganga mendengar ucapan Kris.

‘Permintaan maaf? Aku bahkan tidak meminta maaf padanya!’ Geram Shiyeon. Shiyeon ingin sekali mengejar sosok itu, menghajarnya kalau bisa.
***

“Proposalmu sangat bagus Shiyeon-ssi. Kuharap direktur perusahaan yang bekerja sama ini juga berantusias menerima proposalmu.”

Shiyeon hanya mengeluarkan senyumnya. Mata coklat gelapnya membentuk bulan sabit.
~

“Maaf direktur Han. Menurut saya proposal ini sudah banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan lain. Saya rasa proposal ini tidak bisa saya terima. Tapi tidak perlu khawatir, perusahaan saya akan tetap bekerja sama dengan perusahaan anda”

Shiyeon sangat geram ketika mendapat kritikan atau lebih tepatnya sindiran atau bagi Shiyeon ini hinaan. Karena proposalnya tidak diterima oleh direktur perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaannya. Direktur Wu. Direktur WU YI FAN.

Sungguh. Ingin rasanya Shiyeon mati ditempat saat ini juga ketika dipermalukan seperti ini oleh Kris. Shiyeon tidak tahu menahu bahwa direktur perusahaan itu adalah Kris.

‘Kalau sampai aku dipecat, kau akan kubunuh Wufan!’ Batin Shiyeon mencoba menstabilkan emosinya agar tidak keluar. Shiyeon setadian hanya menunduk. Padahal dia ingin sekali menyembur Kris saat ini juga. Detik ini juga.
***

“Saya rasa anda perlu belajar dengan direktur Wu, Shiyeon-ssi. Perusahaan ini dan perusahaan Wu menukar posisi asisten direktur”

“Maksud tuan?”

“Anda akan menjadi asisten direktur Wu untuk beberapa bulan kedepan. Sebaliknya, asisten direktur Wu akan menjadi asisten saya”

“N-nde?”

“Mulai besok, anda akan menjadi asisten direktur Wu, Shiyeon-ssi. Setelah jam makan siang berakhir kau boleh pulang, mempersiapkan diri untuk pertukaran asisten sementara ini”

Shiyeon membungkuk kearah direktur Han, mencoba mengeluarkan senyum semampu mungkin dan keluar dari ruangan direktur.

“Menjadi asistennya? Aish, mana ada pertukaran asisten seperti ini. Pasti ini semua salah satu rencana liciknya” gumam Shiyeon kesal.
~

Jam makan siang berakhir. Shiyeon melangkahkan kaki keluar dari perusahaan. Shiyeon dengan tergesa-gesa menaiki mobilnya dan menancap gas kearah perusahaan Kris.

“Ada yang bisa saya bantu, nona?” Tanya salah satu staff yang berjaga di bagian informasi.

“Saya, mencari direktur Wu.”

“Direktur Wu sedang ada rapat, mungkin 1 jam lagi akan berakhir. Kalau saya boleh tau anda ada urusan apa?”

“Yak! Lama sekali. Bukan urusanmu.”

“Anda bisa menunggu dikursi tunggu nona” jawab pegawai itu.

“Membuang waktuku saja menunggu orang seperti dia. Saya ingin menemuinya S E K A R A N G! Bahkan pertemuan saya ini lebih penting daripada rapatnya!!!”

“Maaf nona, ini sudah menjadi peraturan perusahaan..”

“Saya tidak mau tau-”

“Satpam!!” Panggil pegawai itu yang mulai kesal dengan perlakuan Shiyeon.

“Yak! Lepaskan!!!” Teriak Shiyeon berontak, ketika pergelangan tangannya ditarik paksa oleh 2 orang satpam perusahaan itu.

“Ehm. Jangan sentuh asisten baruku” ucap suara berat itu. Yang berhasil membuat cengkraman ditangan Shiyeon terlepas. Kedua satpam itu, bahkan pegawai tadi membungkuk hormat kepada direktur perusahaan itu. Kris.

Kris menarik tangan Shiyeon keruangannya. Shiyeon langsung menepis tangan Kris dipergelangan tangannya.

“Wow! Rupanya kau sudah tidak sabar menjadi asistenku nyonya Wu” ucap Kris menyeringai.

Shiyeon menatap tajam Kris.

“Sejak kapan ada pertukaran asisten? Seenaknya saja!”

Kris hanya terkekeh.

“Jangan kasar dengan calon suamimu nona..”

Shiyeon membuang muka dengan kasar.

Kris mendekat kearah Shiyeon, dan duduk diatas meja kerjanya.

“Kau bahkan tetap cantik ketika marah seperti ini” Kris mengangkat dagu Shiyeon.

Pandangan mereka bertemu. Shiyeon menatap bola mata Kris sayu. Dapat Shiyeon temukan kesedihan terpancar dibola mata itu.
***

Shiyeon seakan terkurung dalam tatapan Kris. Shiyeon diam. Shiyeon tenang memandang bola mata Kris yang menurutnya teduh.

“Mianhae, yeon-ah” ucap Kris lirih. Kris memeluk tubuh Shiyeon. Bahkan Shiyeon tidak berontak.

‘Aku merindukanmu Wufan’ batin Shiyeon.

“Aku merindukanmu Jung Shiyeon” ucap Kris lagi. Kris mengeratkan pelukannya. Membelai rambut panjang Shiyeon dengan sayang.

Shiyeon memberanikan diri untuk membalas pelukan Kris. Membenamkan wajahnya didada bidang Kris, siap untuk menumpahkan airmatanya yang akan keluar.

“Mianhae. Jeongmal mianhaeyo”

“Aku sudah memaafkanmu Wufan”

Kris mengendurkan pelukannya dan perlahan melepaskan pelukannya. Ditatapnya kedua mata coklat gelap milik Shiyeon. Bulir-bulir airmata sudah mendarat dikedua pipi Shiyeon. Kris mengusapnya dengan kedua ibu jarinya.

“Apa yang kau tangisi babo?”

Shiyeon memukul dada Kris pelan.

Kris tersenyum. Kris menatap bibir merah muda yang setadian sudah menyita perhatiannya.

Kris perlahan mendekatkan wajahnya kewajah Shiyeon. Dan mendaratkan bibirnya ditempat yang diinginkan Kris. Shiyeon yang mendapat perlakuan seperti itu cukup terkejut. Perlahan bibir Kris yang setadian sudah berada dipermukaan bibirnya bergerak. Mengecup. Melumatnya atas bawah bergantian. Shiyeon diam. Dia masih tidak berani membalas ciuman Kris. Dulu mereka memang pernah melakukannya, tetapi tidak sampai tahap seperti ini. Hanya ciuman biasa. Hanya menempelkan bibir.

Merasa tidak ada balasan,Kris melingkarkan tangannya dipinggang Shiyeon. Menariknya agar menghapuskan jarak yang ada. Kris mencubit pelan pinggang Shiyeon membuatnya terkejut dan sidikit membuka mulutnya yang setadian sudah dipermainkan oleh Kris. Kesempatan ini digunakan Kris sebaik mungkin. Segera saja Kris melesakkan lidahnya masuk kedalam rongga mulut Shiyeon. Shiyeon kewalahan mendapatkan perlakuan Kris yang membuatnya melayang.

Dan pada akhirnya Shiyeon membelitkan lidahnya dengan lidah Kris. Saliva mereka saling bertukar. Lama –kelamaan ciuman mereka semakin panas, bahkan AC diruangan kerja Kris yang besuhu 23derajat tidak terasa lagi dinginnya.

Pasokan oksigen mulai berkurang. Shiyeon mencoba melepaskan ciumannya dengan Kris. Kris yang memahami itu memiringkan kepalanya kekiri dan kekanan agar mudah mengambil oksigen dan agar kegiatan mereka yang menikmati bibir masing-masing pasangannya tidak terganggu.

Bosan. Sudah hampir 17menit mereka bertahan. Kris melepaskan ciumannya dan tersenyum kearah Shiyeon. Shiyeonpun membalas senyuman Kris dengan pipi yang merona. Kris memeluk tubuh Shiyeon lagi. Menenggelamkan wajahnya disisi leher Shiyeon.

“menikahlah denganku Shiyeon-ssi” bisik Kris ditelinga Shiyeon.

Shiyeon lagi-lagi dibuat terkejut dengan perkataan Kris. Kris mendaratkan bibirnya disisi leher Shiyeon. Shiyeon mengigit bibir bawahnya pelan. Ia takut. Dapat Shiyeon rasakan nafas Kris berhembus sangat hangat dipermukaan kulit lehernya. Sementara bibir Kris masih asyik menciumi leher Shiyeon.

“K-kris.. sshhh..”

Lama Shiyeon mempertahankan agar suara aneh itu tidak keluar dari mulutnya, namun pada akhirnya pertahanan Shiyeon runtuh sudah. Shiyeon terlalu terbuai dengan apa yang dilakukan Kris sekarang. Entah sejak kapan 3 kancing teratas kemeja Shiyeon sudah terbuka. Ciuman Kris semakin turun kedaerah dada bagian atas Shiyeon. Kris mengecupnya perlahan, meninggalkan tanda kemerahan disana. Tangan Shiyeon reflex menekan kepala Kris agar tidak berhenti.

“oohhh.. W-wufan.. aahh”

Kris tersenyum mendengarkan namanya didesahkan dengan sangat merdu oleh Shiyeon. Membuat Kris semakin ingin melakukan lebih dari ini. Untung ruangan kerja Kris kedap suara. Kris teringat pintu ruangan kerjanya tidak terkunci. Bisa saja orang lain masuk pikir Kris. Tetapi Kris tidak menghiraukan itu.

‘lagipula siapa yang berani masuk tanpa mengetuk pintu’

Kris melepaskan semua kancing baju Shiyeon membuat bagian atas tubuh Shiyeon terbuka walaupun masih mengenakan bra. Kris menuntun kedua kaki Shiyeon agar melingkar dipinggangnya. Shiyeon hanya menurut. Kris berdiri dan menuntun tubuh keduanya menuju sofa. Kris segera merebahkan tubuh Shiyeon disana. Kris beranjak sebentar dan membuka jas kerjanya bahkan melepaskan dasi yang melingkar dikerah bajunya lalu melepaskan kemeja kantor yang digunakannya.

Kris kembali menindih tubuh Shiyeon. Kris melepaskan bra Shiyeon yang setadian menutup pemandangan yang hanya dibayangkannya didalam imajinasinya saja.

‘lebih besar aslinya. Aish’

“yak! Apa yang kau pandangi hah?!”

Kris hanya terkekeh sebelum akhirnya bibirnya mengulum puncak payudara Shiyeon.

“Krishh.. aahhh.. oohhh”

Shiyeon menyematkan jari-jarinya dirambut Kris. Menekan kepala Kris agar tidak berhenti dengan kegiatan menyusunya. Kris mengigit pelan nipple Shiyeon, dijulurkannya lidahnya menjilati nipple Shiyeon dan melakukan gerakan memutar didalamnya. Membuat Shiyeon lagi-lagi menggelinjang nikmat.

“Wufan.. oohhhh~~”

Shiyeon merasa bagian bawahnya sudah sangat basah. Perlahan tangan Kris bergerak turun dan menyingkap rok yang dikenakan Shiyeon. Kris yang sudah tidak sabaran segera melepaskan rok Shiyeon beserta underwearnya. Kris memandang takjub ‘harta’ Shiyeon yang sudah basah dan berwarna pink menggiurkan. Membuat Kris tidak sabar ingin segera mencicipinya dan merasakan hangatnya dinding-dinding vagina Shiyeon menjepit juniornya nanti.

Kris membuka kaki Shiyeon lebar. Kris menciumi bagian paha dalam Shiyeon menghirup aroma vagina khas milik Shiyeon. Ciuman Kris semakin naik hingga sampailah dipermukaan bibir vagina Shiyeon. Kris semakin membuka lebar kaki Shiyeon dan tanpa basa-basi dia melesakkan lidahnya kedalam vagina Shiyeon.

“aahhh.. Wufan.. oohhh”

Lidah Kris mengeksplor apa yang ada didalam vagina Shiyeon. Kris menjilati klirotis Shiyeon pelan tapi pasti. Dan sesekali menyodokkan lidahnya di g-spot Shiyeon.

“wufanh.. aahh.. oohhh..”

Shiyeon merasa darahnya berdesir. Ada sesuatu menggelitik diperutnya. Kris semakin gencar saja bermain divagina Shiyeon.

“wufan.. aaahhh~~~”

Cairan Shiyeon akhirnya keluar dan masuk kedalam mulut Kris. Kris meneguknya dan lidahnya masih bermain didinding vagina Shiyeon dan membersihkan cairan Shiyeon tadi. Setelah dirasa habis, Kris yang masih belum puas menghisap vagina Shiyeon dengan kencang.

“aaahh.. ahhh”

Kris berhenti dengan kegiatannya divagina Shiyeon. Kris berdiri dan melepas pakaian yang masih tersisa ditubuhnya. Shiyeon terkejut melihat Kris sudah naked sama seperti dirinya.

“tidak adil bukan kalau aku masih berpakaian lengkap hm?” Kris kembali menindih tubuh Shiyeon. Bibir mereka kembali bertemu. Saling melumat satu sama lain. Junior Kris yang sudah menegang menggesek bibir vagina Shiyeon.

“mmhhh..”

Kris ingin bermain-main. Kris dengan sengaja kembali menggesekkan junuiornya kevagina Shiyeon brutal membuat Shiyeon menggelinjang hebat. Kris melepaskan ciumannya ingin mendengarkan desahan Shiyeon yang menggoda iman.

“K-krish.. J-jebalhh.. aahhh”

“Jebal apa sayang?” Kris mengeluarkan smirknya.

Bibir Kris beralih lagi keleher Shiyeon. Meninggalkan beberapa kissmark ditempat yang tidak terlalu mencolok. Hey. Kris masih tahu aturan. Apa kata orangtua Shiyeon nanti apabila melihat leher anaknnya dipenuhi kissmark? Kecuali mereka sudah menikah nanti. Kris menjamin, diseluruh tubuh Shiyeon harus ada tanda kepemilikkannya. Hanya miliknya.

Shiyeon yang sebal melihat Kris menggodanya segera melumat bibir Kris panas. Kris cukup terkejut. Perlahan tangan Shiyeon mengusap dada Kris semakin turun hingga sampai di absnya. Jari-jari Shiyeon mengusap lembut abs Kris membuat nafas Kris semakin terasa berat. Hingga tangan Shiyeon sampai dijunior Kris. Nafas Kris tercekat. Shiyeon mulau meremas junior Kris berirama dan bertempo.

“Shiyeon-ah.. oohhh”

Shiyeon tersenyum mendengar namanya didesahkan oleh Kris. Kris yang melihat itu segera menghentikan aksi Shiyeon sebelum berbuat lebih jauh terhadap juniornya.

“kau mulai nakal nyonya Wu”

Tanpa diketahui oleh Shiyeon, Kris mencoba memasukkan benda panjang tumpul miliknya kedalam vagina Shiyeon. Sontak Shiyeon terkejut dan mencakar punggung Kris keras. Sekali hentak. Junior Kris berhasil masuk kedalam vagina Shiyeon. Shiyeon merasakan ada yang sobek didalam vaginanya. Sangat perih.

“yak! Apa yang kau lakukan babo? Appo.. hiks”

Kris menghapus airmata disudut mata Shiyeon. Kris merasa bersalah. Lagi-lagi dia harus melihat yeojanya menangis karenanya.

“mianhae. Apa kuhentikan saja?”

“sudah terlanjur. Bergeraklah”

Setelah mulai terbiasa dengan junior Kris didalamnya Shiyeon menyuruh Kris menggerakkannya. Kris menuruti saja. Awalnya memang sakit.

“K-kris.. aahhh”

Kris menggerakkan pinggulnya cukup lambat, perlahan tapi pasti juniornya menyodok g-spot Shiyeon.

“lebih cepathh.. ahh.. oohhh”

Kris mempercepat gerakkan pinggulnya. Kris mengeluarkan juniornya dan memasukkannya lagi. Membuat Shiyeon seakan melayang kelangit ketujuh. Tangan Kris juga tak tinggal diam. Mulutnya mengulum dada Shiyeon sedangkan sebekah tangannya meremas dada sebelahnya. Shiyeon sangat menikmati permainan ini.

“Kris.. aahhh.. ooohhh..”

Kris makin brutal melakukan gerakan in-outnya dan berkali-kali menubruk g-spot Shiyeon. Shiyeon lagi-lagi merasakan perutnya serasa menggelitik. Kris juga merasakan kenikmatan tiada tara. Dapat dirasakan Kris dinding vagina Shiyeon berkedut hebat dan menjepit juniornya semakin erat.

“a-akuhh.. aaaahhhhhh~~”

Shiyeon orgasme. Tetapi Kris belum. Kris semakin mempercepat gerakannya lagi. Cairan orgasme Shiyeon tadi mempermudah gerakan in-out junior Kris.

“aahh.. wufan.. ooohh”

“SHIYEON!!” akhirnya Kris orgasme. Cairan Kris mengalir dengan hangatnya didalam Rahim Shiyeon.

“I love you” Kris mengecup pelan bibir Shiyeon.

“nado”

Kris menggerakkan lagi pinggulnya.

“aahh.. Kris.. hentikanh.. aahhh”

Kris hanya bersmirk ria. Kris semakin mempercepat gerakannya dan membungkam mulut Shiyeon dengan bibirnya.

“mmmhhh.. mmhhh”

Shiyeon dibuat hanyut lagi oleh perlakuan Kris. Ciuman Kris merambat lagi keleher dan dada Shiyeon, mempertebal bekas kissmark yang dibuatnya tadi. Masih dengan gerakkan in-out dibawah yang membuat Kris dan Shiyeon menikmati surga duniawi.

“Wufan.. aaahhh.. aahhh~”

Kris semakin bersemangat menggenjot miliknya didalam vagina Shiyeon. Tangannya meremas dada Shiyeon agak keras.

“a-akuh.. keluarh..”

“bersamahh.. oohh”

“aaaahhhh~”

Tubuh Kris benar-benar ambruk diatas tubuh Shiyeon. Mereka masih mencoba menetralkan nafas masing.

“YAK! APA YANG KALIAN LAKUKAN?”

Sontak Kris yang masih berada diatas tubuh Shiyeon dan kontak yang masih belum terlepas mendongak kearah asal suara.

“A-Appa?!”

Shiyeon terkejut. Segera saja Shiyeon mendorong dada Kris dan mencoba melepaskan kontaknya dengan Kris.

Kris mengambil jasnya yang berserakan dilantai dan menutupi tubuh Shiyeon. Kris segera memasang underware dan boxernya.

Tuan Wu. Appa Kris. Sedang berdiri didepan pintu dengan wajah berapi-api. Tak lama kemudian nyonya Wu menyusul dibelakang tuan Wu.

Sontak nyonya Wu juga terkejut melihat pemandangan yang sekarang dilihatnya.

Shiyeon berlindung dibelakang tubuh kekar Kris.

“BOCAH MESUM!!! KAU BAHKAN MELAKUKANNYA SEBELUM MENIKAH?!!” Teriak umma Kris.

Nyonya Wu melirik Shiyeon yang dibelakang tubuh Kris dan berjalan menghampiri Shiyeon.

“Pakai pakaianmu sayang.. Sekarang ikut umma. Hari ini kita akan mencari gaun pengantinmu”

Shiyeon menganga. ‘Gaun pengantin?’

“Kalian akan menikah B E S O K !”

Seketika Kris yang mendengar itu berbinar-binar.

“Benarkah umma?”

Kris yang bertingkah seperti itu hanya mendapat death-glare dari appanya. Yang Kris tau, dia dan Shiyeon akan dinikahkan bulan depan. Kris sudah bercerita semuanya kepada appa dan ummanya. Bahkan diam-diam keluarga Wu sudah berbicara serius dengan keluarga Jung, dan tentunya tanpa sepengetahuan Shiyeon.

Nyonya Wu dan Shiyeon sudah tidak ada. Appa Kris segera masuk keruangan Kris. Dia melihat banyak sekali cairan bekas mereka bercinta diatas sofa. Appa Kris tertawa, dan tentu membuat Kris heran.

“Kenapa diam saja? Bersihkan ini!”

Appa ingin beranjak keluar ruangan. Namun baru sampai diambang pintu.

“Kau memang cerdas sepertiku” appa Kris tersenyum sebelum benar-benar keluar dari ruangan Kris.
***

Shiyeon terlihat cantik dengan balutan gaun putih panjang dan memperlihatkan leher hingga bahu mulusnya. Kini Shiyeon sudah berhadapan dialtar dengan Kris. Kris sangat tampan. Pasangan ini sangat tampan dan cantik. Semua para tamu undangan juga takjub melihat pasangan ini. Sangat serasi.

Kris dipersilahkan pendeta untuk mencium mempelai wanitanya. Kris mulai mendekatkan wajahnya, dengan smirk khasnya tentunya.

Kris mendaratkan bibirnya dibibir Shiyeon. Perlahan bibir Kris melumat bibir atas bawah Shiyeon bergantian. Shiyeon yang seakan terhanyut dalam ciuman Kris memejamkan matanya. Kris mencoba memasukkan lidahnya, dengan senang hati Shiyeon membuka mulutnya. Mereka berperang lidah. Saliva saling bertukar. Terdengar suara kecipakan ciuman mereka.

Tangan Kris menekan tengkuk Shiyeon, memperdalam ciumannya. Shiyeon menjambak rambut Kris pelan. Merasa pasokan oksigen mulai habis. Kris melepaskan ciumannya. Ciumannya merambat keleher dan bahu Shiyeon. Shiyeon mendongakkan kepalanya agar mempermudah akses perjalanan bibir Kris dilehernya. Masih menjambak rambut Kris. Dan mata keduanya masih terpejam.

“Aahh.. K-kris.. Oohh”

Mendengar desahan Shiyeon membuat Kris semakin bersemangat menciumi leher Shiyeon. Kris menciumi bahu Shiyeon dan naik lagi keleher Shiyeon. Tangan Kris sudah bertengger didada Shiyeon.

“Argh!”

Kris merasakan jambakan dirambutnya semakin kencang. Seketika Kris menghentikan ciumannya.

“Appo chagi” rengek Kris.

“Yak! Kalian ingin melakukannya disini, dihadapan semua para tamu undangan?!” Umma Kris menjewer telinga Kris. Umma Shiyeon juga mencubit pelan pinggang Shiyeon.

“Yasudah. Ayo chagi kita cari tempat lain” Kris segera menarik tangan Shiyeon dari hadapan semuanya. Secepat kilat.

“Yak! Tamu undangan masih banyak. Kalian mau kemana hah?! Dasar bocah mesum!”

Kris hanya terkekeh. Shiyeon hanya pasrah ditarik Kris kemana. Kris berjalan kearah mobilnya dan menancap gas kerumah barunya.
***

“Aahhh.. Y-yaa K-kris.. Disituhh.. Aaahh.. Aaahh..”

Keluarga Wu dan Jung terpaksa menunggui tamu undangan tadi malam hingga pulang karena pengantinnya kabur. Disinilah mereka sekarang. Ingin menyerang mereka berdua. Sekalian ingin berkunjung.

“K-kris.. Fasterhh.. Oohh.. Aaahhh”

Keluarga Wu dan Jung saling menatap. Mereka melihat jam didinding sudah menunjukkan pukul 10pagi. Mereka hanya menggelengkan kepala.

‘Tahan sekali mereka bermain’

END

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on June 23, 2013, in NC-17, NC-21, Romance and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 60 Comments.

  1. Ya ffnya kerenn
    New readeeeeeerrrrr

    Keren di yadongnya(?)-.-

    Thor. Kenapa ga Jung Soo Yeon aja sekalian =))

  2. Ariandra Park

    Astaga!! Ini ff yadong.
    Dan sumpah, bikin aku keringet dingin.
    Karena sebelumnya jujur, aku nggak pernah baca ff yadong + baru pertama ini setelah aku buka blog ini.
    Hahh, aku merinding bacanya, sampek istighfar terus dalam hati..
    Tapi ceritanya bagus kok🙂

  3. Aku udah beberapa kali baca FF yadong🙂
    Tapi ini Cerita nya bagus , bikin aku merinding🙂
    Apalagi Kris kan bias aku , hahaha

    aku suka🙂

  4. Hotttt!!
    Kris oppa di sini bener2 mesum, main di kantor ampe kepergok sama appa n eomma nya hahaha tp appa nya lucu anak nya berbuat mesum malah senyum2 sendiri wkwkwk
    ampe2 di altar juga, untung berhenti, ampe kaburr segala cuman untuk ITU ckckck

  5. Omooo wufan oppa aP oppa beNar sePerti it jDi meRinding,
    CeriTa n bGs thor!!!!!

  6. wah daebak kris gege :v :v
    penulisannya rapi bersih dari typo chukkae~

  7. oohh ini ff sblm your body yah..
    aahh dasar naga mesum!!hahahaha..
    baguuuusssss ffny, your body jg baguss….

  8. Hahaha appa nya kris gokil abis lah.wkwkwk

  9. Syalomita karina

    Kriss oppa😳😳

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: