I’m Oke.. Baby are you ok? (Chapter 10)

Author: SYWCS

Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, other cast.
Genre : Drama, romance, yaoi etc
Rated : T for Mature content
Warning : Typo(s), etc

Don’t Like Don’t Read !! No Copas No Bash No Flame !!

(We need to stop dating) though it will be really hard
(You need to meet a better girl)
A girl who is way better than me
It’ll just be a moment and you’ll forget me
It will become better than now

I’m OK! Baby are U OK?
We are no more I won’t see you ever again
I’m OK! Baby are U OK?
It’s okay if you hate me
Don’t hold it in and just forget me

I’ll leave first, please don’t hold my hand
Don’t make such a sad face My heart hurts even more
It’s better to just break up now Because we’ll end up like this again (like this again)

‘Aku harus apa?’

Henly beranjak dari tempatnya berdiri dan melangkah menuju sebuah kamar yang ada dihadapannya. Kamar kyuhyun. Bukannya lancang, tapi henly hanya khawatir dengan keadaan pria tampan itu, garis bawahi ‘Hanya Khawatir’.

Pintu itu terbuka meski hanya sedikit, dan dengan seluruh keberanian henly masuk ke kamar itu. Kamar yang sama sekali belum pernah dimasukinya. Bahkan inilah pertama kalinya ia masuk ke kamar itu. Kamar dengan wallpaper berwarna biru dan sisi gelap dimana-mana.

Kyuhyun sudah menyembunyikan tubuhnya dibalik selimutnya. Henly berjalan mendekatinya, meletakkan tas yang dibawanya diatas meja lampu tidur disisi kyuhyun. Awalnya henly tak begitu memperhatikannya. Namun kamar ini benar-benar bersih dan wangi. Wangi Kyuhyun yang telah lama dia ingat.

Henly mengedarkan pandangannya pada seluruh kamarnya. Membuka lemari pakaian kyuhyun. Mengusap setiap baju kantornya yang bahkan inilah pertama kali henly
menyentuh pakaian itu. Sungguh kasihan bukan,

“Hikss…” Entahlah, henly begitu cengeng kali ini. Jika seperti ini, .ia tak bisa menahan air matanya. Memendam perasaan cinta yang mendalam untuk namja tampan itu, tanpa bisa aku menyentuhnya meski dia milikku.

Ini sungguh menyedihkan. Henly ingin memeluknya erat. Tubuh yang tersembunyi dibalik selimut itu, benar-benar seakan menyimpan beban yang begitu banyak. Henly mendekatinya. Naik keatas kasurnya dan
menyingkap selimutnya. Biarlah meski mungkin setelah ini kyuhyun akan memarahinya, semuanya lebih baik.

“Ada yang ingin kau jelaskan padaku?” henly berujar dengan suara bergetar menahan amarah. “Apa itu di tanganmu?”
Mata yeoja itu menangkap benda berkilau di tangan Kyuhyun.

“Berikan benda itu,”

Chapter 10

“Berikan benda itu,” desis henly. Sungguh, rasa Kecewa benar-benar telah membakar dadanya. Dan rasa kecewalah yang menyulut semuanya.

Henly POV

Kulihat ia memeluk satu bingkai foto. Perlahan meski tak yakin, aku mengambilnya. Meski agak sulit, dan penuh dengan rasa bersalah akhirnya aku berhasil
mengambilnya.

“BERIKAN!”

Dengan sentakan kasar aku merebut benda itu dari tangan Kyuhyun, tak perduli bila menggores tangannya. Membuatnya meringis perih.

“Kyuh…” Dan inilah kekalahan terbesarku. Apakah ini
rahasianya? Apa ini salahku? Apakah sebenarnya aku yang menyakitinya? Seandainya aku tak menjadi orang bodoh yang egois…

Normal POV

“Berikan padaku.” suara Kyuhyun terdengar membujuk. Meski sejujurnya namja itu telah merasakan sesak yang membebat didadanya melihat sorot mata itu.

“Demi tuhan Kyunie… tak bisakah kau melupakan dia?”
berubah seratus delapan puluh derajat, nada bicara henly kali ini, penuh permohonan. “Aku sudah cukup bersabar, tapi kau selalu saja merusak kesabaranku dengan segala bayangannya!” dan nada kemarahan itu kembali datang dengan cepat, secepat menghilangnya tadi.

“Aku sakit Kyu…” lirih yeoja itu.

“…dan aku lelah,” air mata itu telah menemukan jalannya, terjatuh lurus di pipi putih
Henly, mengikuti lekuk dagunya dan bermuara di lantai di bawahnya. Yeoja itu kembali diam, iris hitam itu menatap kearah mata kecoklatan disana. Mencari-cari.. barang sedikit
kebenaran yang bisa membuatnya tetap yakin untuk bertahan. Tapi tak ada. Tak ada sedikitpun celah yang bisa henly dapatkan, mata itu menatapnya dalam iba. Dalam belas kasih untuknya yang mengemis cinta. Yang tercetak di sana adalah kebenaran, ada kisah dalam mata itu, dan dia bukanlah pelakon utamanya di sana.

#Np : Park Sang Woo – Loving, loving you

“Aku tidak akan menunggumu, cukup pikirkan kemana hatimu akan pulang Kyuhyun.” henly berjalan keluar dari kamar kyuhyun. Tak sanggup, dirinya terjatuh didepan pintu kamar itu.

Henly POV

“Hikss…” Aku memeluk kuat foto itu. Ini bukan fotoku, bukan foto kyuhyun, bukan foto orang tuanya. Tapi ini foto namja yang kemarin terbaring dirumah sakit itu. Entah bagaimana kyuhyun mendapatkannya, mungkin mengambil secara diam-diam.

Apa artinya semua ini? Apakah dia benar-benar mencintai namja itu ? Apakah aku sudah menyakitinya?

“Mianhae…” Dan aku tak bisa menghentikan tangisku. Inilah kelegaan pertamaku. Saat tahu ia tak pernah menganggapku. Kenapa aku begitu bodoh? Kenapa dia juga sangat bodoh? Dan foto ini, Selama ini ia menderita karenaku ? Apakah aku buta untuk tak melihatnya?

Aku meletakkan foto itu, dan inilah janjiku. Walau apapun yang akan terjadi, aku berjanji akan terus bersamanya. Meski ia akan mengusirku, aku akan tetap ada disisinya. Meski dia tak menginginkan aku, aku akan selalu ada untuknya. Aku berbalik kembali masuk kedalam kamar itu, mengusap wajah tampannya. Menundukkan wajahku dan mulai menciumi garis air mata dipipinya.

Aku tahu, ini pasti sangat menyakitkan untuknya. Dan inilah, caraku untuk mengobatinya. Aku tak peduli lagi jika nantinya ia akan bangun, karena hanya ini yang bisa aku lakukan untuk
menunjukkan betapa aku mencintainya dari dalam hatiku. Bukan karena orang tuaku yang memintanya, tapi karena aku memang mencintainya. Dan bibir merah itu, seakan menarikku. Merasakan lembut dan manisnya.

Aku mendekatinya, mencuri ciumannya. Meski hanya menempelkan bibirku tapi…

Degh…

“Eumhhh…” Jantungku seakan berhenti, saat merasakan tangannya menekan tengkukku saat aku hendak menyudahi ciumanku. Ia menekan tengkukku begitu dalam dan mengusap pipiku. Memperdalam ciuman kami.

“Eumpppphhhh… emhhhh…” Dan aku hanya bisa melenguh menerima perlakuannya.
Dia sungguh mengejutkan, dan bibir ini begiu lembut dan manis. Lidah itu menjelajah keseluruh ruang didalam mulutku dan seakan terus memancingku untuk meminta lebih. Aku hanya bisa meremas kerah baju yang ia pakai, menunjukkan betapa aku menikmati ciuman yang memabukkan ini. Dan lengannya memaksaku untuk jatuh diatas tubuhnya. Kami bergelut dalam
kehangatan itu. Jantungku terus berdebar kencang dan ini benar-benar mengagumkan. Perasaaan ini begitu menyenangkan dan aku sama sekali tak bisa menyembunyikannya.

Betapa aku bahagia dan menginginkan ini. Hingga kebutuhan akan udara menghentikan ciuman lembutnya. Garis saliva tercipta antara kami. Mata kami saling bertemu dalam jarak yang begitu dekat. Dan ia menatapku. Bukan tatapan tajam seperti biasanya, kali ini sangat lembut. Ia menarikku kedalam pesona seorang Cho Kyuhyun yang sebenarnya.

“Terima kasih untuk ciumannya.”

“Kyu…”

“Aku tak berdebar saat menciummu,” Dan aku menghentikan omong kosong itu dengan satu ciuman kecil di bibirnya. Harus kuakui, bibir ini terasa sangat manis dan lembut. Dan terus memaksaku untuk menciumnya lagi dan lagi.

“Dengarkan aku Kyu.” Wajah itu menatapku. Bukan dengan kebencian seperti biasanya dan inilah yang sesungguhnya. Sepertinya, inilah Cho Kyuhyun yang aku cari.

“Aku mencintaimu.” Namun, ia malah mendorongku hingga aku kembali duduk dan kini kami sama– sama duduk diatas kasurnya. Ia hendak beranjak dari duduknya dan meninggalkanku, namun aku menahan tangannya. Aku tak ingin ia pergi.

“Mengatakan perasaanmu sendiri, apakah sangat sulit?” Dan wajah itu kembali seperti semula. Dingin dan menatapku tajam. “Sangat sulit,”

“Kyu, ini tidak seperti apa yang kau pikirkan. Aku benar-benar…”

“Apa? Mencintai ku ? Lalu menyuruhku untuk berbalik menghadapmu, ” Ia memotong pembicaraanku. Dan kenapa otak jeniusnya itu benar-benar tak seimbang dengan hatinya? Kenapa ia begitu keras kepala?

“Dengarkan aku dulu, Cho Kyuhyun.”

“Kau yang dengarkan aku, Tan henly !”

Plak…

Apa ini? Aku menamparnya? Aku tak mau ia terus membuatku merasa bersalah. Bukan hanya karena aku mencintainya, tapi karena rasa bersalahku perlahan membunuhku. Aku tak tahu
ini benar atau tidak,

“Kau menamparku?”

“Mianhae Kyu, aku sungguh tidak… aku hanya…”

“Hahahhaaa… Kau bodoh ! Aku tidak akan pernah mencintaimu ! Walau pun kau menamparku, itu tak akan pernah bisa membuat ku sadar dan mencintaimu”

“CUKUP!” Aku sudah tak tahan lagi. Jika dia begitu menderita, apakah dia tak melihat penderitaanku ? Bahkan aku lebih menderita saat ia menciumku. Aku lebih terluka saat ia mendiamkanku dan mengacuhkan aku. “Dengarkan aku, Kyu.”

“Tidak ada yang perlu aku dengar lagi.” kyuhyun mendorong tubuhku lalu melangkah pergi.

“KYUHYUN! Kau mau kemana ?” Dan mataku terasa panas. Hatiku sakit dan begitu hancur.

“Aku mencintaimu dan kau harus percaya itu.”

“Huh, jangan kira aku akan tertipu dengan air matamu. Ini bukan sekali dua kali kau menangis didepanku, dan aku sama sekali tak peduli itu.”

“Kyuhhh…hiksss… kumohon percayalah…” Dan dia malah semakin melangkah jauh menuju pintu kamarnya. Aku segera beranjak dari kasurnya dan memeluknya erat.

“Kumohon Kyuh, percayalah padaku.” Dia hanya diam membeku. Sama sekali tak membalas pernyataanku atau setidaknya mempedulikan apa yang aku katakan. Dia juga tak melepas pelukanku. Dan entahlah, tapi punggung ini terasa begitu nyaman.

“Kyuhhh… jebal…” Cukup lama, hanya ada hening antara kami. Hingga aku merasakan tanganku tiba-tiba basah. Apakah ia menangis? Aku melepaskan pelukanku pada tubuhnya dan memutar tubuhku hingga aku berdiri dihadapannya. Dan dia, kembali menangis.

Inikah sosok manja dan cengeng itu? Aku mengusap kedua matanya. Sedikit berjinjit dan mencium kedua pipinya. Dan dia hanya diam. Kumohon, tetaplah menjadi Kyuhyun yang seperti ini dan jangan berubah esok hari.

“Mianhae Kyu… saranghae…” Dan aku memberanikan diri, mencium sekilas bibirnya. Ia tak terlihat tekejut sekalipun. Ia hanya menatapku dan aku tersenyum. Memberikan senyuman terbaikku untuknya.

“Kyu, percayalah jika aku mencintaimu. Apapun akan kulakukan asalkan kau percaya padaku. Ini bukan karena appa atau siapapun, tapi ini semua karena aku mencintaimu. Kyu… ” Dan dia menatapku.

Aku menatap wajah tampan itu. Kulit pucat dan hidung yang merah. Baru pertama kali ini, aku seperti melihat dirinya yang sesungguhnya. Dia yang lemah dan membutuhkan pelukan. Dia yang terasa begitu lembut.

“Ikut aku !”
.
.
.
.
.
.
# Np : Seo Young Eun – Can’t let go of you (Ost. 49 Days)

Kyuhyun membusungkan dadanya dan menghirup udara sejuk sedalam-dalamnya. Ia memandang kebawah dimana beberapa karang vulkanik berjejer dengan indahnya. Ombak dan gelombang laut yang saling menerpa di sela-sela batu karang membuat sensasi tersendiri bagi yang melihatnya.

Tampak begitu indah dan atraktif. Terlebih suara deburan ombak yang disertai dengan udara khas laut, membuat kedua orang itu, henly dan Kyuhyun tak berhenti berdecak kagum.

”Kau menyukainya, Kyu ?”

”Hmm… udaranya sangat sejuk. Pemandangannya pun indah.”

”Dari sini kau bisa melihat pemandangan dan ombak laut yang indah.” henly menarik lengan Kyuhyun dan membawanya ke tepian pagar pembatas taman. ”Lihat, indah bukan?” ujar henly tersenyum semangat. Ia menunjuk aliran arus laut yang menyusup diantara celah batu karang, dan terhempas kembali dalam bentuk butiran air.

Kyuhyun sedikit berjengit saat merasakan sebagian debur rintik air laut itu membasahi wajahnya. “Untuk apa kau membawaku kesini ?” tanya henly. Kyuhyun tersenyum kecil.

Siang itu, angin laut Seogwipo berhembus lebih kencang dari yang biasanya. Kyuhyun mengambil nafasnya (kembali). “Henly ?”

“Eumm ?”

“Dulu, saat aku tahu aku akan dijodohkan denganmu. Ku kira kau adalah yeoja jelek dan buruk rupa, tapi ternyata aku salah.. Kau adalah yeoja cantik dan imut. Aku tidak masalah dengan perjodohan itu, karna ku pikir aku bisa hidup tanpa cinta, aku bisa tenang tanpa harus mencintai seseorang. Namun untuk yang kesekian kalinya aku salah…” kyuhyun tersenyum miris, menatap henly yang hanya diam lalu melanjutkan ceritanya.

“Disaat aku percaya bahwa aku bisa hidup tanpa cinta, aku mengenal seseorang dengan senyum yang indah dibibir plumpnya. Orang yang selalu menatapku dengan mata foxy yang berbinar.. Semula aku tidak yakin, aku selalu bertanya kepada diriku ‘Jantung, apa benar aku menyukainya ?’ dan sebagai jawabannya jantungku berdegup kencang. Kau tau ? Orang itu namja, dia namja yang manis dan sangat cantik, kulitnya putih mulus, semua yang melihatnya pasti akan mengira bahwa ia adalah seorang yeoja. Namanya Lee Sungmin. Opiniku tentang cinta menyudutkanku, aku mencintai sungmin tapi disaat yang bersamaan aku harus menikah denganmu…”

“…”

“… Sungmin berkata padaku, bahwa kau yang terbaik untukku. Dia selalu menyadarkanku bahwa ia tak pantas untukku, tak pantas untuk mencintainya. Dan dia menolakku, meski ku tahu hatinya ada padaku. Sekarang, sungmin tengah berjuang diantara garis hidup dan mati, dan semua semakin terasa menyesakkan karna aku harus bersamamu. Henly…aku..aku… Maafkan aku. Aku tidak bisa mencintaimu, jika kau terus berharap padaku semua itu hanya akan menyakitkan dirimu… Aku minta maaf henly, aku minta maaf… Hiks Ma..maaf.. Walau selama ini aku selalu berusaha untuk mencintaimu. Tetapi, aku belum siap menikah. Keinginan ini datang dari hatiku. Mianhae,, hiks” lirih kyuhyun.

“Gwenchana. Aku senang bila kau mengatakan yang sejujurnya. Karena aku baru menyadari bahwa sampai kapan pun kau tidak akan bisa mencintai orang lain selain dirinya. Terima kasih Kyuhyun.”

Kyuhyun memeluk tubuh henly dan menepuk punggung yeoja itu lembut.

“Kyunie?”

“Maafkan aku, henly. Aku pun tidak pernah sanggup untuk mencintaimu. Mianhae. Aku hanya mencintainya.”

“Aku mengerti” ucap henly, meski hatinya saat ini sakit, bagaikan ditusuk ribuan jarum. Kyuhyun mengangguk kecil dalam pelukan yeoja itu, dengan bibir yang masih menyunggingkan sebuah senyuman penuh kelegaan dan syukur.

“Aku mencintainya. Sungguh mencintainya. Dia yang kucintai tidak ingin membuatmu
menderita. Justru dia yang memaksaku untuk tetap menikah denganmu.” tutur Kyuhyun.

“Aku mengerti. Ayo kita pulang.” henly berjalan duluan dan disusul oleh kyuhyun dibelakangnya. Yeoja mochi itu terisak pelan, sedangkan namja yang dibelakangnya sudah menyeka air mata yang sedari tadi mengalir tanpa seijinnya.

Audy hitam yang di kendari kyuhyun melaju dengan perlahan di jalanan kota seoul yang tampak sedikit lengang karena hujan dengan derasnya menguyur kota. Untung saja mereka berdua sudah berada di dalam mobil yang kini mengarah kembali kerumah kyuhyun tanpa harus terkena hujan terlebih dahulu.

Suasana di dalam audy hitam milik kyuhyun tampak sangat sunyi, hanya terdengan suara hujan yang begitu deras dan juga suara mobil-mobil yang berlalu lalang saja yang ada. Sedangkan henly dari tadi diam dan melemparkan lirikan dan juga senyuman miris di wajahnya.

Kyuhyun dengan cepat merogoh saku celananya dan mengeluarkan handphonenya tapi saat dia hendak mengangkat panggilan, tanpa sengaja handphone yang di pegangnya terjatuh.

Kyuhyun langsung mengambil handphonenya segera mengangkat panggilan tapi dengan cepat kyuhyun menjatuhkan handphone di tangannya, dan dengan cepat pula memegang kedali mobil saat dengan tiba-tiba dari arah depan sana ada sebuah mobil yang hampir saja menyerempet mobilnya. Tapi karena terlalu tiba-tiba akhirnya mobil yang kyuhyun kendarai jadi sedikit susah untuk di kendalikan dan berakhir masuk kedalam jurang setelah sempat di tabrak oleh sebuah bus yang melaju di belakang mobil kyuhyun tadi.
.
.
.
.
.
.
Keadan sungmin semakin bertambah parah dari hari kehari. Kondisinya mulai melemah. Dokter tidak bisa berbuat apa-apa kecuali mendaftarkannya dalam dalam daftar pasien transplant. Sungmin harus menunggu , sebab bukan hanya satu organ yang iabutuhkan. Ia memerlukan beberapa organ, satu liver, dua ginjal dan satu pankreas.
.
.
,
.
.
.
Empat hari berlalu sejak kecelakaan yang menimpa kyuhyun dan henly terjadi. Dan sudah selama itu pula kedua orang tadi terus tak sadarkan diri di rumah sakit.

Kondisi keduanya bisa di katakan lumayan parah. Saat kecelakaan terjadi henly sempat terlempar keluar dari mobil hingga menyebabkan dia kini masih terus terbaring di ranjangnya dengan beberapa alat bantu yang setia berada di sekitar tubuhnya. Sedangkan kyuhyun ? Namja itu mendapatkan beberapa jahitan di pelipis dan bahu kirinya. Namja tampan itu akan dinyatakan koma jika keadaannya terus seperti ini.

“Kyu, sadarlah… Appa mohon, sadarlah.. Appa akan melakukan apapun yang kau inginkan kyu ! Appa mohon, mianhae….” lirih siwon yang masih setia menunggui kyuhyun, kini pria dewasa itu tengah menyesali perbuatannya. penyesalan memang selalu datang terlambat bukan ?

“Kyuhyun, kau harus bertahan.. Mana Cho Kyuhyun yang selalu berteriak tengah malam saat ‘Game Over’ tertera diPSPnya ? Mana Cho Kyuhyun yang selalu membuat evil smirk diwajahnya ? Mana Cho Kyuhyun yang kuat ? Cho Kyuhyun yang tampan ? Appa mohon sadarlah kyu,” bisik siwon ditelinga kyuhyun. Berharap putranya itu merespon walaupun hanya gerakan jari.
.
.
.
.
.
.

“SUNGMIN !!” pekik leeteuk tiba-tiba yang membuat semua orang yang ada diruangan itu menoleh.

‘Monitor itu.

Kenapa monitor itu hanya menunjukkan garis lurus?

Kenapa hanya garis lurus tanpa gelombang sedikitpun ?’

Sunnya tersadar dan langsung menerobos pintu masuk ruangan sungmin. “OPPA !!” jeritnya sambil mengguncang-guncangkan tubuh sungmin. Tak bergerak. Beberapa petugas medis menahan kegiatannya.

“LEPASKAN ! TUNANGANKU MATI !!! OPPA !!!” jeritnya keras. Beberapa suster berusaha menariknya kebelakang. Tapi sunny meronta minta dilepaskan.

“SUNGMIN~AH BANGUN!!! JANGAN PERGI !!!” seorang namja dewasa berhasil menerobos beberapa petugas medis yang sibuk menahan sunny. Namja itu memeluk tubuh sungmin.

“APPA MOHON !!.JANGAN PERGI !!” teriak namja itu lagi.

“LEE SUNGMIN !! IREONA !! IREONA !!” sunny hanya bisa
menatap punggungnya sekilas. Itu Kangin appa. Dilihatnya leeteuk yang pingsan. Kangin menggendong tubuh leeteuk dan berteriak memanggil petugas medis.

Ryeowook dan yesung yang ada disana terlihat shock. Mereka memang tengah memantau keadaan sungmin akhir-akhir ini. Bahu ryeowook dipegang erat oleh yesung. Suasana tampak kacau, sampai pada akhirnya penglihatan sunny berkurang. Yeoja manis itu hanya bisa melihat Kangin memeluk leeteuk dengan samar.

Perlahan dirasakannya tubuhnya lemas. Ditutupnya kedua matanya saat pandangan mata itu menjadi sangat gelap.

TBC~

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on June 23, 2013, in PG, Romance, Yaoi and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. engga bSa baYngin klo orang yG d cintai pergi untuk slma x thor, q lbih milih dia pergi ninggalin q asal kAn dia mSih hidup/menghirup oKsegen yG sAma dGn q”eh knp q jD corhat x thor? lupakan x thor, cRita x Sed q suKa daebakk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: