Love or Murdered (Chapter 7B)

20130621-160940.jpg

Author : JS&KR
Genre : Romance Action Thriller Yadong NC-17, NC-21

Cast:
-Kim Reika
-Jung Seira
-Kim Jong In
-Byun Baekhyun
-Kim Jonghyun
-Lee Taemin

Support Cast&Cameo:
-Lee Hyukjae
-Lee Donghae
-Choi Siwon

Note : Hai readers sekalian :)) ini lanjutan chapter 7A yang kemarin😉 selamat bacaa~~ maaf nih buat yang udah nunggu lama kelanjutan ff ini. Author udah berusaha sekeras mungkin buat ngelanjutin ini hihi xD jadi, selamat baca yaaa~~

HAPPY READING
DO NOT COPY PASTE
Comment ditungguuuu~~ ^^

________________

Reika POV

“O-oppa?”

Kentara sekali nada bicara ku seperti orang yang ketakutan, dan kaget. Benarkah? Jonghyun oppa? Apa yang ia lakukan disini? Aku kira tadi Kai.

“Oppa.. A-apa yang kau lakukan disini oppa? Apa yang mau kau lakukan oppa? Bu-bukannya oppa tidak seharusnya disini bukan?.”

Aku tergagap. Sungguh aku takut sekali. Tubuhku terkunci oleh Jonghyun oppa di atasku. Ya, tubuhnya tepat diatas menindihku. Keringat dingin mulai keluar membasahi dahi. Tidak.. Tidak! Jangan berpikir yang aneh-aneh Kim Reika! Jonghyun oppa sudah seperti oppa kandung mu sendiri. Tak mungkin kan ia berbuat macam-macam?

Aku mengalihkan pandanganku. Tak kuat kalau harus memandang kedua mata kecoklatan itu. Aku takut saat memandangnya. Pandangannya kelam, entah lah. Gelap dan nafsu mendominasi disana. Ingin rasanya aku menjerit minta tolong. Tapi aku bisa apa? Kamar ini kedap suara. Tak akan ada yang bisa mendengarku.

“Apa yang ku lakukan? Kau bertanya apa yang kulakukan disini, Rei?.” Jawabnya dengan suara berat.

Aku tak sadar tiba-tiba saja Jonghyun oppa sudah menenggelamkan kepalanya di leherku, mengecupnya. Aku bergerak gelisah dan berusaha mendorong tubuhnya, tapi badannya jauh lebih kuat. Malah tubuh kami semakin menempel. Ini salah! Tidak seharusnya ini terjadi!

“O-oppa..”

Jonghyun oppa memeluk pinggangku erat. Lidahnya menjilati leher dan bahuku, menggigitnya hingga keunguan. Aku mendesah lirih. Sial! Dia tau dimana titik lemahku.

“Aku menginginkanmu, Reika”

Aku tersadar. Sekuat tenaga aku mendorong tubuhnya hingga ia terjungkal kebelakang, jatuh dari tempat tidur. Secepatnya aku mengambil selimut dan melilitkannya di tubuhku menutupi bagian tubuh yang terekspos oleh lingerie ini.

Kupikir Jonghyun oppa telah sadar. Tapi ternyata aku salah. Ia bangkit. Sudut bibirnya berdarah karena tertatap pinggiran kasur akibat aku mendorongnya tadi. Matanya menyiratkan amarah dan nafsu. Aku memandang kearah pintu. Pintu nya terkunci. Pasti ia menguncinya saat akan masuk kesini. Walaupun aku berusaha melarikan diri lewat pintu dia pasti akan menangkapku. Tapi…

Sebelum Jonghyun oppa menghampiri ku di kasur, aku merasa kakiku sudah melangkah cepat ke arah pintu. Aku berusaha membuka kunci. Sial! Kenapa susah sekali. Berkali-kali aku memutar knop pintu.

‘Ayo.. Bukalah.. Ayoo’

“Aaakkhhh”

Jonghyun oppa meraih tanganku dan membalikkan tubuhku. Ia mendorong bahuku hingga membentur tembok dan mengunciku. Rasa nyeri mulai menjalar di tubuh.

“Oppa.. Jebal.. Jangan lakukan ini.. Jebal”

Sepertinya omonganku hanya sekedar angin lalu baginya. Jonghyun memegang erat kedua tanganku dengan satu tangan dan melepas selimut yang melilit di badanku. Ia merobek lingerie ku dan membuangnya. Dan, ya, tak ada sehelai benangpun yang tergantung di badanku karena lingerie itu sudah langsung bersama underware.

Jonghyun oppa memandangku dengan tatapan lapar. Pandangannya dari bibirku, ke leher, dada, dan terakhir ke vaginaku. Jonghyun berbalik memandangku dengan penuh nafsu. Aku menggelengkan kepalaku.

“J-jangan oppa. Jangan…”

Tapi Jonghyun langsung meraup bibirku. Melumat kasar bibir atas dan bawahku bergantian. Ia juga menggigit bibir bawahku hingga aku membuka mulutku kesakitan. Bibirku berdarah. Rasa besi dapat kurasa saat lidah Jonghyun menyeruak masuk ke dalam mulutku. Melilit lidahku dan menyesapnya.

Jonghyun melepasnya kedua tanganku dan tangannya tiba-tiba meremas dadaku.

“Aaahh.. Oppaahh”

Desahanku seperti lampu hijau baginya. Jarinya dengan lidah memainkan nipple ku. Memilinnya dan menekan-nekannya hingga mengeras. Sepertinya cairan ku sudah mulai mengalir keluar.

Bibirnya beralih ke dadaku. Menjilat nipple ku lalu menghisapnya seperti bayi yang kehausan. Lidahnya bermain dengan nipple ku, melilit nipple ku. Tangan Jonghyun berjalan ke bawah, melewati perut ku dan mengelus pahaku. Aku menggigit bibir bawahku menahan desahan.

Tapi sepertinya Jonghyun oppa tau, ia beralih memandangku dan menjilat kedua bibirku seduktif.

“Jangan ditahan, chagi. Aku tau kau menikmatinya bukan. Mendesahlah.. Mendesah untukku” ucapnya dan ia memasukkan jari tengahnya ke dalam vaginaku.

“Aaahhh~~ oppaahhh”

Aku berpegang erat di bahunya. Jonghyun tersenyum evil dan melanjutkan menghisap dadaku. Meninggalkan belasan kissmark kebiruan disana. Lidah Jonghyun dengan lihainya memberi service di kedua dadaku bergantian. Sedang tangannya tak henti di keluar masukkan dari vaginaku. Ia menambah kedua jari masuk di sana. Menyodok lebih dalam vaginaku. Aku mengangkat sebelah kakiku ke pinggangnya, membuat jarinya masuk semakin dalam.

“Mmmhhh… Ahhh.. Aahhh”

Jonghyun menggerakkan jarinya di dalam sana. Aku merasa vaginaku berkedut. Aku membenamkan wajahku di lehernya.

“Oppahhh.. AAHHH”

Tubuhku limbrung dan mungkin akan jatuh ke tanah kalau Jonghyun tak menahan pinggang ku. Ia mengeluarkan jarinya dan menjilat jarinya yang dipenuhi oleh cairanku.

“Hmm~~ you taste so sweet” ucapnya dengan smirk.

Jonghyun menggendongku dan meletakkanku di kasur. Ia memposisikan kepalanya di antara kakiku dan mengecup vaginaku. Tidak! Ini salah! Aku harus segera menghentikannya.

Aku memegang bahunya dan mendorongnya menjauh dari vagina ku sesaat sebelum lidahnya menjerumus masuk merasakan ku.

“Oppa! Sadarlah oppa! Ini salah! Tak seharusnya kita melakukan ini!”

Air mata telah mengalir di pipiku. Tak lama terdengar bunyi tamparan keras melayang di pipi kananku. Apa ini nyata? Jonghyun oppa tengah menamparku. Pipiku terasa panas. Sakit. Bahkan umma dan appa tak pernah sekalipun menamparku. Air mata ku mulai mengalir deras. Aku menatapnya dengan tatapan tidak percaya.

“Kenapa… Kenapa kau lakukan ini padaku, oppa? Kenapa?” Ucapku lirih

“K-karena… Karena… Karena aku mencintaimu Rei! Dan kau terlalu buta untuk menyadari itu!”

Aku terlonjak kaget saat mendengar omongannya. Andwae… Jadi Jonghyun oppa selama ini mencintai ku? Aku menggelengkan kepalaku.

“Ani oppa. Kau tidak seharusnya mencintaiku. Kau tau.. Aku dan Kai-”

“Kai.. Kai… Kai… Selalu saja namja itu. Aarrgghhh!!”

BRAAAKKKK

Badanku bergetar ketakutan. Aku menutup mataku erat. Jonghyun oppa memukul headboard ranjang tepat disamping kepalaku. Aku takut… Kai… Kai… Aku takut…

____________________

-Kai’s House-

Author POV

‘Kai… Kai.. Dimana kau, Kai? Kembalilah Kai… Kai… Aku takut…’

Kai langsung terbangun dari tidurnya. Keringat dingin mengalir di dahi hingga ke tengkukku. Ia mencoba menenangkan diri sebelum mencerna mimpi tadi.

‘Reika?’ Batinnya bingung

Sudah kedua kalinya di hari ini Kai bermimpi tentang Reika. Ia tak tahu apa maksud mimpi itu. Tapi mimpi itu terus menghantuinya dalam seminggu ini. Kai terus khawatir. Air mata mengalir di sudut matanya.

‘Andwae… Ini tak boleh terjadi. Mimpi hanya bunga tidur bukan?’ Batinnya meyakinkan.

Setelah tenang, Kai berusaha kembali tidur walaupun dibenaknya ia masih memikirkan tentang Reika dan mimpinya. Berusaha mencari jawaban atas itu.

‘Ani. Itu tak akan terjadi’ ucapnya dan kembali terlelap.

Reika POV

“Oppa!! Kau gila! Lepaskan aku! Psikopat!!”

Aku berusaha membebaskan tangan dan kakiku yang diikat kuat di tiang kasur dengan erat. Berusaha sekuat mungkin untuk meloloskan, tapi sepertinya hanya sia-sia. Pergelangan tanganku malah terasa semakin sakit. Dan mungkin sebentar lagi akan membiru.

Author POV

Disisi lain, Jonghyun hanya tertawa melihat Reika yang berusaha melepaskan kain yang mengikat tangan dan kakinya. Ia terlihat lemah. Tak ada sehelai benangpun yang melindungi tubuh mulusnya. Jonghyun menatapnya lapar dan menatap tubuh indah Reika intens. Sesekali ia menelan saliva nya susah. Oh, celana nya rupanya sudah mulai mengetat sekarang.

Jonghyun mendekat kearah Reika dan melihat vaginanya yang terekspos pandangan. Tentu saja, karena ia melebarkan kedua kaki Reika dan mengikat pergelangannya. Jonghyun mendekatkan tangannya dan dengan jarinya yang panjang ia mengelus bibir vagina Reika.

“Aahh~”

Reika menggelinjang nikmat. Jari panjang Jonghyun mengusap vagina Reika semakin cepat. Reika bergerak gelisah. Ia menggigit bibir bawahnya berusaha meredam gejolak dan desahannya. Namun sepertinya itu sia-sia saat Jonghyun memasukkan jari tengahnya ke vagina Reika.

“Nngghhh… Aahhhhh”

Jonghyun menyeringai evil dan menambah dua jari masuk dan memfingering Reika kasar. Jonghyun naik ke kasur dan mendekatkan bibirnya ke vagina Reika. Ia menyusupkan lidahnya ke sana sambil terus memfingering Reika.

“Aaahh.. Ngghhh… Oohh.. O-oppaahh”

Reika tak sadar kalau ia semakin membuka lebar kakinya. Membuat jari dan lidah Jonghyun melesat masuk semakin dalam di vaginanya.

“O-oppaaahh… Aaahhh”

Reika merasa vaginanya berkedut. Ia akan orgasme sebentar lagi.

“Aaahh… A-ku… Oohhh”

Jonghyun menarik keluar jarinya yang sudah berlumuran cairan Reika. Ia menghisap kuat vagina Reika hingga terdengar bunyi decakan kasar di bawah sana. Jonghyun meneguk habis cairan Reika tapi tetap menghisap vagina Reika tanpa henti. Reika merasa vaginanya berkedut lagi dan mengeluarkan cairan.

Jonghyun bangkit dan menatap wajah Reika. Rambut yang berantakan dan wajah memerah. Jonghyun menemukan sosok Reika sekarang sangat sexy di matanya. Jonghyun berbalik dan berjalan ke arah meja di samping kasur. Ia mengeluarkan alat dari laci dan jalan kembali ke kasur.

Mata Reika membulat saat melihat alat yang dibawa Jonghyun. ‘Andwae’, batin Reika. Jonghyun semakin mendekat ke arah kasur.

“It’s show time”

“O-oppa.. Andwae.. Oppa! Aaahhhh~”

Jonghyun memasang alat itu di vagina Reika dan menggerakkannya dengan remote. Alat itu bergetar dan memberikan sensasi nikmat bagi Reika. Vibrator. Reika memandang sebentar ke arah bawah memastikan dugaannya benar. Itu memang vibrator. Reika memandang ke arah Jonghyun yang sedang memegang remote pengontrolnya.

“Ooohhh… Aaahhh… Aaahhh”

Jonghyun menyeringai dan mengambil kursi. Ia duduk tepat di depan vagina Reika dan melihat bagaimana alat itu bekerja. Terkadang ia mendekat dan bernafas disana.

“Mmmhhh… Aaahhh.. Oppaaahhh.. J-jeballhh.. Ngghhaaahh”

Mata Jonghyun tak bisa lepas dari sana dan terus melihat ke arah vagina Reika. Cairan orgasme mulai mengalir keluar. Jonghyun melihat bagaimana vagina Reika berubah jadi warna pinkish dan itu membuat celannya semakin ketat. Jonghyun melihat kebawah dan mengelus juniornya.

Jonghyun bangkit dari kursi dan melepas semua bajunya. Mata Reika membulat saat melihat junior Jonghyun yang sudah tegak dan mengeluarkan cairan precum. Reika menelan saliva nya susah. Jonghyun kembali duduk di kursi tadi.

“J-jonghyun oppah.. Oohh.. Je-jebalhh.. Aahhh.. Lepashhkannhh.. Ngghh.. Alat inihh.. Aahhhh”

Tak terhitung sudah berapa kali Reika orgasme. Ia merasa sudah tak punya tenaga lagi. Tapi alat ini terus bergetar, mungkin Jonghyun menyetelnya di level paling tinggi dan membangkitkan nafsu Reika.

“O-oppaaahhh… Aaaaahhhhh”

Tangan Jonghyun meraih remote itu dan menekan tombol off. Vibrator itu berhenti bergetar dan Reika bernafas lega. Tak secepat itu, Jonghyun menindihnya dan memposisikan juniornya tepat di vagina Reika. Jonghyun mengocok juniornya sebentar lalu bersiap untuk memasukkannya ke dalam.

“O-oppa.. Andwae.. Oppa.. AAHHH”

Walau ini bukan pertama kalinya Reika melakukan ‘itu’, namun masih saja terasa sakit. Kai tidak pernah sekasar ini padanya. Tidak pada nya, pada tubuhnya dan pada jiwanya. Reika merasa kotor.. Kotor. Ia seperti tengah diperkosa oleh oppa nya sendiri. Reika menangis dalam diam. Menyembunyikan tangisannya dan terisak sepelan mungkin. Reika tak ingin Jonghyun tau dan semakin menyalahkannya karena menangis.

Sayangnya Jonghyun mendengar dengan jelas Reika menangis. Amarahnya memuncak. Tangannya mengacung dan mendarat mulus di pipi Reika.

“Diam! Jangan menangis! Atau aku akan bertindak kasar!”

Reika susah payah menghentikan air matanya yang terus mengalir. Jonghyun semakin tidak sabar dan memegang dagu Reika.

“Buka matamu, Reika! Buka!.” Reika membuka matanya. Disana ia melihat mata Jonghyun yang penuh amarah dan nafsu. Tidak. Ini bukan Jonghyun yang ia kenal. Bukan Jonghyun yang selalu menemaninya. Bukan Jonghun yang selalu tertawa bersamanya bercanda tawa.

“Siapa kau?.” Ucap Reika berani. Ia memandang kedua mata Jonghyun. Jonghyun kaget dengan ucapan Reika. Ia terdiam.

“Aku tanya, siapa kau sebenarnya?! Kau bukan Jonghyun oppa! Keluar kau dari tubuhnya!! Keluar!”

Reika memukul dada Jonghyun cukup keras sambil terus terisak. Jonghyun menatap Reika kosong.

‘Tidak. Aku harus menyelesaikan ini’ batin Jonghyun

“Aku Jonghyun nona. Kim Jonghyun. Bodyguard mu yang sayang nya mencintaimu”

“Kalau kau mencintaiku, kenapa kau melakukan ini padaku, oppa? Kenapa? Aku tanya kenapa?!”

“Karena aku ingin memilikimu! Aku ingin memilikimu seutuhnya! Dan melupakanmu akan sosok Kai itu!”

“Kau mencintaiku, tapi kau melukaiku. Oppa, tidak sadarkan kalau kau melukaiku luar dalam. Coba lihat apa yang kau lakukan padaku oppa?”

Tak ada sekalipun yang mengucap sepatah kata. Mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing. Reika terus memandang Jonghyun, sedangkan Jonghyun berusahan keras menghindari tatapan Reika. Tidak. Ia tidak boleh kalah dengan tatapan itu.

“Aaarrggghhh! Masa bodoh dengan ucapanmu, Reika. Aku mencintaimu. Aku menginginkanmu. Menginginkan tubuhmu! Aku ingin kau bersamaku, dan melenyapkan Kai itu!”

“Mworago?”

“Aku ingin kau.. Bahagia bersama ku. Bukan dengan Kai”

“Kalau kau mencintaiku, seharusnya oppa bisa melepaskanku untuk bahagia bersama oranglain. Karena oppa tau bahwa aku tak menemukan kebahagiaan saat denganmu. Aku menemukan kebahagiaanku sendiri, oppa. Dan itu adalah Kai”

Jonghyun sudah benar-benar marah. Ia menarik rambut Reika. Tidak terlalu keras tapi berhasil membuat kepala Reika mendongak keatas dan ia meringis kesakitan. Jonghyun meraup leher Reika. Menghisapnya dan menggigit-gigitnya. Jonghyun mulai menggerakkan juniornya. Ia tak kan sekalipun mengampuni Reika. Beraninya Reika menghakimi nya atas perasaannya. Tau apa dia?

Gerakan Jonghyun semakin cepat sampai membuat suara decitan. Kedua tangannya meremas kuat dada Reika sedang bibirnya sendiri asik membuat kissmark di leher dan bahu.

“Mmmmhhh… Nnggghhhh”

Reika berusaha menahan desahannya. Hanya gumaman-gumaman saja yang keluar. Reika sama sekali tak menikmati ini. Lagi-lagi air mata nya menitik. Ia tak bisa menghapus air mata yang terus mengalir keluar karena tangannya masih terikat kuat.

“Hhmmmhh.” Jonghyun mendesah di leher Reika. Reika merasa junior Jonghyun semakin membesar di dalam vaginanya. Reika tak dapat menahan desahannya kali ini.

“Aaaahhh… F-fasterhh.. Euunngghhh”

Jonghyun menggerakkan juniornya semakin cepat hingga ia menemukan g-spot Reika dan membuaf Reika berteriak lirih. Jonghyun semakin menyodokkan juniornya disana.

“Aaahhh… Ooohhh.. O-oppaahh.. Aahh”

Jonghyun berusaha menahan badannya setelah ia menyemburkan cairannya ke rahim Reika hingga habis. Reika membuka matanya, kali ini ia disambut dengan pandangan lembut Jonghyun.

“Tolong, Rei. Sekali saja. Made Love to me, please. Aku merasa hanya aku yang menikmatinya. Jebal…”

Reika terkejut dengan permintaan Jonghyun. Tapi.. Kalau Reika mengabulkannya itu sama saja dengan menghianati Kai benar? Dan Reika tak mau menghianati Kai.

Reika menggelengkan kepalanya

“Ani, oppa. Ini.. Ini sama saja dengan menghianati Kai benar? Aku-”

“Kai.. Kai.. Kai terus!! Apa yang namja itu telah berikan padamu sehingga kau hanya bisa berpikir tentangnya hah?!”

Plaaakkk

Tangan Reika mendarat mulus di pipi Jonghyun. Sungguh, Reika sendiri kaget ia melakukan ini. Dirinya sangat tempramen saat seseorang membawa nama Kai dalam pembicaraan. Reika memandang takut Jonghyun yang kini memegang pipinya.

“O-oppa, mianhae, a-aku..”. Jonghyun memegang dagu Reika kuat dan menatapnya membunuh.

“Dengar, Reika. Beraninya kau menampar bodyguardmu? Aku bisa saja mengeluarkan pistol dan menembak kepalamu”

Badan Reika bergetar. Apa ini benar Jonghyun oppa atau hanya orang yang menyamar miripnya? Sejenak ia ragu.

“O-oppa.. Andwae…”

“Kalau begitu, nona Kim. Dengar. Turuti semua perintahku dan kau akan dapat melihat Kai lagi, atau kau menolak melakukan apa yang kuperintahkan, aku dapat menjamin hari ini adalah terakhir kali kau menghirup udara dunia”

Reika menelan saliva nya susah

‘Ini… Ini bukan Jonghyun oppa. Yang benar saja? Jonghyun oppa mengancam akan membunuhku? Jonghyun oppa tak pernah sekalipun memanggilku dengan ‘nona Kim’ . Ini bukan dia. Aku percaya. Si-siapa kau? Tapi wajahmu wajah Jonghyun oppa. Aku hafal betul wajahnya. Tapi tak mungkin kalau ini orang lain. Rumah ini sudah dilindungi sistem keamanan ketat. Tak mungkin ada yang menyusup masuk. Oppa… Jonghyun oppa.. Kenapa kau melakukan ini padaku, oppa?’ Batin Reika.

“Bagaimana, nona Kim?”. Jonghyun menyadarkan Reika dari lamunan. Tangan Jonghyun berpindah dan meremas dada Reika pelan dan memilin nipple nya sedikit kasar.

“Aahh.. N-ne.” Reika menganggukkan kepalanya beberapa kali dan menggigit bibir bawahnya.

“Bagus” gumam Jonghyun. Reika tak mendengar betul omongan Jonghyun.

Tiba-tiba Jonghyun menarik pinggangnya dan membuat Reika duduk di pangkuannya, dengan junior Jonghyun yang masih di dalam vaginanya. Jonghyun meraih kaki Reika dan menyuruhnya untuk menaruhnya di pinggangnya. Reika dengan terpaksa mengalungkan kakinya di pinggang Jonghyun. Karena pinggang Jonghyun yang besar, Reika membuka lebar kakinya agar bisa mengalung sempurna disana. Dan itu membuat vaginanya semakin membuka lebar. Tangan Jonghyun merayap hingga ke pantat Reika dan mendorong tubuh Reika ke arah tubuhnya. Junior Jonghyun semakin menyodok masuk ke vagina Reika.

“Aaahhh… Oohhh”

“Mmhhh.. Sekarang, bergeraklah Reika. Mendesahlah”

Dengan sisa tenaga, Reika menggerakkan tubuhnya. Jonghyun membantunya dengan menaruh tangannya di pinggang Reika dan mempercepat gerakan Reika yang terasa lambat. Keduanya saling mendesah satu sama lain.

“Eeuunnghhh.. Jonghyunhh.. Aaahh”

Jonghyun berhenti membantu Reika, dan mengubah posisi mereka. Jonghyun membaringkan Reika di ranjanv, dan Reika berada di bawah Jonghyun lagi sekarang. Jonghyun menggerakkan juniornya pelan. Pelan sekali. Sambil tangannya sibuk meremas dada Reika, dan bibirnya menghisap nipplenya bergantian.

“Aaahhh.. Fasterhh.. Ngghhhh”

Jonghyun berhenti dan menaruh kedua tangannya di samping tubuh Reika untuk menopang badannya agar tak menimpa Reika. Jonghyun menggerakkan junior nya brutal, terkadang menggerakkannya memutar memberikan sensasi sendiri bagi Reika. Bibir Jonghyun masih enak menyusu di nipple Reika. Menggigitnya pelan dan menghisapnya kuat hingga mengeras.

“Ngghhhh.. Aahhh.. Ahhh”

Mereka orgasme bersamaan. Nafas keduanya memburu. Tapi tidak. Jonghyun bukan menginginkan mereka orgasme bersamaan. Jonghyun ingin puas. Kepuasan. Dan dia belum puas akan tubuh Reika sekarang. Jonghyun terus menggerakkan juniornya, entah sudah berapa kali Reika orgasme. Reika sudah berusaha bilang ke Jonghyun kalau ia lelah. Tapi Jonghyun menganggap itu hanya angin lalu dan terus menggerakkan juniornya keluar masuk vagina Reika. Vagina Reika yang sudah becek karena cairan orgasme yang terus terusan mengalir keluar memudahkan junior Jonghyun untuk bergerak leluasa disana.

“O-oppaahh.. Aku lelah.. Ngghhh.. Aahh”

Tenaga Reika sudah habis sekarang. Ia tak dapat melakukan apa-apa selain hanya mendesah dan menerima service yang diberikan Jonghyun. Jonghyun hanya menyeringai saat mata Reika mulai menutup.

“O-oppaahh.. Mmhh.. AAAHHH~~”

Yang Reika ingat, ia mendesah sangat nyaring dan Jonghyun yang menyeringai evil diatasnya. Lalu, semuanya jadi gelap.

Jonghyun melihat tubuh lemah Reika yang pingsan akibat ‘permainannya’ tadi. Jonghyun menyelimuti tubuh naked Reika.

“Jaljayo chagi~”

Jonghyun mengecup bibir Reika sekilas. Jonghyun melihat lagi kearah tubuh Reika. Banyak kissmark, Pipinya yang agak lebam, dan pergelangan tangan Reika yang membiru. Jujur Jonghyun merasa menyesal telah memperlakukan Reika seperti itu. Dia tidak mau menyakiti yeojanya. Namun hanya ini cara yang bisa dia lakukan.

“Tidak.. Tidak sampai kau berada disisiku Rei”

Jonghyun memasang lagi bajunya yang sudah berserakan dilantai. Jonghyun berjalan keluar kamar Reika. Sepelan mungkin agar tidak membangunkan orang rumah.

Jonghyun melangkahkan kakinya ke ruang kerjanya dan melihat sosok-‘nya’ yang masih tertidur akibat obat bius tadi. Jonghyun ‘palsu’ itu menyeringai. Dia membuka topeng yang sengaja dipakainya agar mirip dengan sosok Jonghyun asli.

“Tamatlah riwayatmu, Kim Jonghyun”

Jonghyun palsu itupun terkekeh pelan dan menyeret tubuh Jonghyun yang asli ke kamar Reika.

***

-Kai’s House-

Author POV

[Note : Tulisan yang ditebalkan dan dimiringkan adalah di mimpi]

‘Kai.. Tolong..’

‘Reika? Kau kah itu?’

‘Kai… Kai… Tolong aku, Kai. Kai.. A-andwae.. Kaaiii’

“REIKAAA!!!”

Kai langsung terduduk. Nafasnya memburu. Keringat mengalir deras di dahi dan lehernya. Lagi-lagi. Kai menarik nafasnya panjang sebelum kembali berbaring. Kai menutup matanya dengan lengannya.

“Reika… Apa kau baik-baik saja?” Gumam Kai lalu kembali tertidur.

***

Meanwhile~

Author POV

Seira tidur dengan sangat nyeyak dipelukan Baekhyun. Tangan Baekhyun memeluk erat pinggang Seira dan Seira memebenamkan kepalanya di dada Baekhyun. Mendengarkan detak jantung Baekhyun. Seira menggeliat pelan. Entah kenapa tiba-tiba perasaannya jadi tidak enak. Kedua mata Seira terbuka.

‘Reika eonni? Kenapa tiba-tiba aku memikirkannya. Ada sesuatu yang burukkah? Tidak mungkin. Sudah ada Kai oppa yang menjaganya’ Seira membatin.

Seira menatap tubuh namja yang sedang memeluknya dan tersenyum.

“Kenapa terbangun nyonya Byun?” Gumam Baekhyun dengan mata yang masih terpejam.

“Eh? Molla. Perasaanku mendadak tidak enak” ucap Seira. Jemarinya mengelus pelan dada Baekhyun.

“Wae?”

Seira mengangkat kepalanya menatap Baekhyun. Tetapi Baekhyun masih betah memejamkan matanya.

“Entahlah. Sudahlah kau tidur lagi saja oppa” ucap Seira. Ia mendekat dan memeluk tubuh Baekhyun erat.

Tanpa disadari Seira, Baekhyun sedang menyeringai evil kearahnya. Baekhyun mendorong tubuh Seira dan membalikkan posisi. Baekhyun berada di atas menindih Seira.

“Kau tau? Kau menggeliat dipelukanku tadi membuatku bangun nyonya Byun. Jadi, karena aku sudah bangun, hm, bagaimana kalau kita melakukan sesuatu yang menyenangkan, hm?” Ucap Baekhyun dengan smirk dan menatap Seira intens.

Seira menelan salivanya susah. Ia mengalihkan pandangan ke arah lain, tidak kuat kalau harus terus-terusan memandang ke arah Baekhyun.

‘Oh tidak.. Dia ingin bermain dipagi buta seperti ini?’

“Aku menginginkanmu chagi~~ kau taukan apa maksudku, hm?” Ucap Baekhyun. Baekhyun mulai menciumi leher Seira. Seira menggigit bibir bawahnya.

‘Astaga.. Apa dia tidak bisa mengontrol hormonnya?’ Batin Seira.

“Chagi~~~” ucap Baekhyun. Tangannya sudah menyingkap kaos Seira dan masuk ke dalam.

“O-oppa.. A-uummpphh”

Seira baru saja akan memprotes Baekhyun saat bibir Baekhyun tiba-tiba menciumnya menuntut dan membungkam bibirnya. Dengan tak sabar Baekhyun menyobek kaos Seira menjadi dua dan membuka kaitan bra Seira.

“Oppa!”

Seira mendorong tubuh Baekhyun paksa dan mencegah tangan Baekhyun sebelum sampai di dadanya.

“Aaaawww waaeee?” Ucap Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya. Seira terkekeh geli dan mengecup bibir Baekhyun yang masih manyun itu.

“Oppa.. Aku lelah. Aku mengantuk oppa tau. Lihat, kita bahkan baru tidur 3 jam yang lalu”

“Tapi aku ingin ituuu. Ayolah chagi~~ ne ne?”

Baekhyun memasang aegyo nya dan mau tidak mau Seira luluh. Aegyo Baekhyun memang yang paling ampuh.

“Arra, arra. Tapi satu ronde saja, ne?”

Baekhyun langsung tersenyum evil sebelum kembali mencium bibir Seira.

******

Kai POV

Dimana aku? Hei. Sepertinya aku kenal dengan suasana ini. Tunggu! Ini kan rumah Reika? Kenapa.. Suasananya berbeda ya? Aku melangkahkan kakiku dan membuka kamarnya. Aku kaget saat melihatnya menangis di ranjang. Reika menggenggam erat selimut yang melilit di tubuhnya. Sebentar… Apa dia.. Naked?

“Reika? Apa yang terjadi? Kenapa kau menangis? Hei.. Ada apa?”

“O-oppa… Oppa.. Kau terlambat oppa”

“Chagi? Apa maksudmu?”

Reika menyikap selimut. Tubuhnya dipenuhi lebam. Dan begitu juga dengan pipinya. Sudut bibirnya berdarah. Leher dan dadanya di penuhi kissmark.

“Si.. Siapa yang melakukan ini padamu, Rei?! Siapa?”

Reika hanya diam. Tak sepatah katapun keluar dari mulutnya. Ia terus terisak dan terisak. Kepalanya menunduk kebawah. Aku memegang kedua bahunya dan menggoncang tubuhnya.

“Bilang pada oppa, Rei!! Siapa yang melakukan ini padamu?!!”

Braakk!!

Aku menoleh ke arah pintu. Jonghyun hyung?

“Well.. Well. Kita lihat siapa yang baru datang. Oh.. Hai Kai. Lama tak bertemu denganmu”

Jonghyun memandangku dengan smirk dan lalu menatap Reika dengan tatapan nakal.

“Siapa yang melakukan ini padanya, hyung?!” Ucap ku marah

Jonghyun merogoh saku jas nya dan mengeluarkan pistol dari sana. Jari-jarinya memainkan pistol itu. Memutar-mutar nya di udara hingga diacungkannya padaku.

“Hm.. Kim Jong In. Tampan. Dan sayangnya kau buta. Tampan tapi tak bisa melihat? Bisa apa kau?”

Aku menggertakkan gigiku kesal

“Apa yang kau maksud, hyung? Kau yang telah memperkosa Reika benar?!”

Aku membentak padanya. Aku memandangnya dengan tatapan membunuh sedang ia memandangku remeh.

“Bagaimana kalau aku mengatakan.. Iya? Apa kau akan membunuhku, hm?”

“B*****an kau, hyung! Aku mempercayaimu tapi ini yang kau lakukan padaku”

“Well, ini bukan kesalahanku dari awal, perlu ku ingatnya, Kai. Dan aku tak punya pilihan lain selain menarik pelatuk ini dan menembus jantungmu, dongsaeng”

“Mwo?!”

Aku mengernyit heran. Dongsaeng? Aku tidak salah dengar bukan? Kenapa Jonghyun hyung memanggilku begitu?

“Kaget, Kai?”

Tangannya yang bebas meraih rambutnya dan menjambaknya. Rambut itu lepas, tepat dengan wajahnya. Itu topeng!

“T-Taemin hyung?!!”

Aku tidak percaya. Taemin hyung yang barusan memperkosa Reika dan sekarang ia akan membunuhku?!

“H-hyung, kenapa kau-”

“Ada kata-kata terakhir, Kai?”

Aku terdiam. Bukannya aku tak mau menjawabnya. Lidahku kelu. Aku hanya berdiri mematung dan memandangnya speechless.

“Kurasa tidak ada”

Doooorrr!!

________________________

________________________

“AAKKKHHH”

Aku terbangun dan langsung teruduk di kasur. Aku memegang wajahku.

‘A-aku masih hidup?’

Aku melihat ke segala arah. Aku di kamarku. Dengan pakaian yang sama. Aku mengelap keringat yang mengalir di dahi. Rupanya aku mimpi. Mimpi yang menakutkan

Reika… Kenapa aku begitu khawatir padanya? Aku harus mengunjunginya! Oh, tidak. Kai.. Ini jam 5 pagi! Siapa yang bertamu di pagi buta begini? Apa Seira sudah pulang ya? Lebih baik aku menelpon Seira saja.

Aku meraih hp ku dan memencet nomor Seira.

******

Author POV

“Aaahhh… O-oppahh~”

Baekhyun menggerakkan juniornya semakin dalam. Kaki Seira memeluk erat pinggang Baekhyun. Bibir mereka bertemu lagi, saling melumat. Lidah mereka memelit satu sama lain.

“Mmmhhhh”

Baekhyun semakin menggerakkan juniornya brutal saat dirasanya vagina Seira yang berkedut dan memijat juniornya nikmat. Baekhyun melepaskan ciuman dan membenamkan kepalanya di leher Seira. Menghisap kulitnya.

“Ngghhh.. Oppaahh.. Aaaahhh”

“C-chagihh.. Oohhh”

Baekhyun sebisa mungkin menahan tubuhnya agar tak jatuh menindih Seira. Baekhyun melepaskan kontak mereka dan berguling kesamping sebelum akhirnya menarik pinggang Seira dan memeluknya. Baekhyun mengecup puncak kepala Seira dan mencium rambut panjang Seira.

“Oppa~” ucap Seira manja. Seira mengelus dada bidang Baekhyun.

“Ne?”

“Saranghae~” ucap Seira dan mengecup kilat bibir Baekhyun.

“Nado Saranghae, chagi”

Baekhyun mempelkan dahinya di dahi Seira dan mengecup bibir Seira berkali-kali hingga mereka berdua tertawa.

Geurae Wolf, naega Wolf, Awoo~
Ah, saranghaeyo!
Nan neukdego, neon minyeo

Seira berbalik dan meraih hp nya.

Kai oppa calling…

Seira mengernyitkan keningnya heran. Ada apa Kai menelponnya pagi-pagi begini? Bukannya ia ada di rumahnya menemani Reika?

“Siapa chagi?” Ucap Baekhyun yang sudah berada di belakang tubuhnya.

“Kai”

“Mwo? Bukannya ia bersama unnie mu?”

“Entah. Lebih baik aku menjawabnya”

Seira menyikap selimut dan memasang lingerienya sebelum berjalan ke arah balkon kamar Baekhyun.

“Yeobseo?”

“Seira-yah. Apa kau bersama Reika?”

“Unnie? Aku pikir ia bersama mu?”

“Euhm, aku pulang sekitar jam dua tadi”

“Ooh. Aku masih di rumah Baekhyun. Entahlah oppa. Mungkin nanti pagi aku baru pulang. Kau khawatir dengan unnie?”

Kai hanya menggumam disana

“Lalu kenapa kau menelponku? Seharusnya kau menelpon unnieku. Lagi pula ada Jonghyun oppa bukan di rumah?.” Terdengar Kai menghela nafas panjang diseberang

“Ya, Jonghyun. Hei, apa ada orang lain lagi di rumah?”

“Hm.. Aku rasa tidak. Sehun sedang ijin kemarin menjenguk temannya. Katanya sakit keras. Lalu, Eunhyuk dan Donghae oppa sedang sibuk mencari hilangnya DO-ssi. Kau tau kan oppa, itu cukup mencurigakan”

Kai mulai khawatir di seberang. Tapi Seira tak dapat merasakannya. Kalau Eunhyuk, Donghae, Sehun tak ada.. Lalu siapa yang ada di rumah?

“Lalu… Kris?”

“Hm.. Kris oppa, membantu Eunhyuk dan Donghae. Adanya hanya Onew-ssi, Jonghyun oppa, dan… Unnie saja!”

“Mworago?!”

Kai berteriak tanpa sadar membuat Seira harus menjauh kan hp nya sejenak dari telinganya.

“Ya! Seira! Dengar. Bersiap-siaplah dan pulanglah kerumah. Ajak Baekhyun juga. Aku akan menemuimu di rumah”

“Oppa? Ada apa?”

“Aku… Aku mimpi buruk tadi. Dan itu ada sangkut pautnya dengan Reika. Entah. Tapi aku punya perasaan tidak enak. Pulanglah dan lihat keadaan unniemu, arrachi? Aku akan menyusul secepat mungkin. Rumah Baekhyun yang paling dekat dengan rumahmu, benar? Ppali. Perasaanku sudah tak enak”

“Oh. A-arraseo. Ppyong!”

Seira masuk kembali ke kamar dengan tergesa-gesa. Ia memunguti bajunya dan memakainya lagi. Tanpa peduli ia belum mandi dan badannya lengket karena keringat.

“Oppa, ppali! Kita pulang sekarang”

“Aaiisshh. Ada apa lagi sekarang?.” Baekhyun memandangnya dengan mata setengah terbuka. Seira berbalik dan menatap Baekhyun serius.

“Reika unnie… Dalam bahaya”

******

Author POV

Jonghyun palsu itu tertawa evil saat telah berhasil menelanjangi Jonghyun asli dan menaruhnya di kasur Reika. Sebisa mungkin Jonghyun palsu itu memposisikan badan Jonghyun asli seperti habis bercinta dengan Reika. Tak lupa ia menghapus jejak sidik jarinya di setiap sudut kamar Reika dan ruang kerjanya. Jonghyun palsu itu berdiri di balkon kamar Reika dan menatap ke bawah, ke arah pos satpam.

Onew keluar dari pos satpam dan menangkap sosok Jonghyun palsu itu tadi. Onew menganggukkan kepalanya, tanda keadaan aman dan Jonghyun palsu itu bisa kabur dari rumah ini sekarang.

Tanya seseorang dari alat komunikasi yang melingkar di telinga Jonghyun palsu. Tampak Jonghyun palsu itu menyeringai evil sambil menuruni tangga ke lantai utama.

‘Semua sudah beres. Kau tak perlu menghawatirkanku, Luhan-ssi. Kau tau bukan? Kim Taemin. Oh, Ani. Lee Taemin tak akan pernah salah dalam bertindak’ ucap Jonghyun palsu tadi dan membuka jendela dapur Reika.

Ya. Itu adalah Taemin. Yang memperkosa Reika tadi adalah Taemin. Taemin adalah orang dibalik Jonghyun palsu tadi. Jonghyun sebagai kedoknya. Dan Jonghyun adalah korbannya yang akan disingkirkannya, meskipun tidak dengan cara ‘dibunuh’. Rencananya di susun sangat rapi. Dan iya yakin tak akan ada yang tau kejadian sebenarnya. Walaupun itu agen FBI atau orang canggih selevel Eunhyuk, Donghae ataupun Siwon.

Taemin melihat ke arah kamar Reika yang sengaja ia buka sedikit agar saat seseorang lewat, kejadian ini akan terungkap dan Jonghyun akan dipecat. Sangat sesuai dengan apa yang ia rencanakan. Taemin menyeringai evil sebelum akhirnya meninggalkan rumah keluar lewat jendela.

‘Kau akan menjadi milikku, Reika. Dan kau tak akan bisa lari kemana-mana lagi’ ucap Taemin sebelum masuk ke porsche abu-abu yang di kemudikan oleh Luhan.

-TBC-

Ps : Pleaseee jangan jadi silent readers yaaa🙂 karena setiap komen yang readers tinggalkan di ff chapter ini berperan penting dalam cepat lambat nya kelanjutan ff ini. Sepenggal dua penggal katapun nggak apa. Tolong hargain author disini yang udah bikin dan publish chapter ini susah payah, ne? ^^ gomawo~~~~~

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on June 21, 2013, in NC-17, NC-21, Romance, Sci-fi, Tragedy and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 43 Comments.

  1. fernanda feby alfiana

    Next thor!!!

    gila NC-nya hot bgt!!!
    Cepet post next chap-nya Thor!
    aku suka bulak balik ke WP kamu cuma meriksa kelanjutan FF ini.

    aku suka peran kai disini walaupun mesum (?) tapi sayang bgt sm reika

    thor baekhyun beneran cinta sm seira?
    aku suaka seira dipasangin sm sehun,tapi aku jg suka sm seibaek!

    kayanya aku cerewet bgt ya wkwkwk😉

    NEXT THOR!!!

    • Hahahaa~~

      Reika sama Kai kan selalu mesraa~~ wkwk xD iyaa kan baekhyun cinta mati sama seira {} hehe

      Wooh~~ SeiHun couple yaaa~ bakal ada momen seihun kok di chapter mendatang. Tenang aja😉 hihi

  2. panas dingin baca ini😀 astagaaaa!!! *lap keringet

  3. Heebum_poena'aHeechul

    Aku masih sulit nerima kenyataan kalo Taemin yang mukanya cantik n unyu2 gitu harus jadi orang jahat kaya gini… Malah kai yang mukanya mesum#digorokKai dan bengis, malah jadi orang baik… Pantesnya kebalik, Taemin diposisi kai, kai diposisi taem… Tapi kalo takdir sudah ditentukan oleh author,, huh… Aku bisa apa…
    next thor!!!

  4. Wah daebakk banget thor aku suka …

  5. min abang luhan jarang banget sih muncul-munculnya aku jadi galau banget nih min sterss aku he he he prasaan sih sera nempel terus tuh ma baekhhyun

  6. baby taem jahat bgt._.

  7. penasaran endingnya reika sama siapa ya

  8. waaahhh!! Sumpah demi apa ini keren bgt thor. Jadi makin cinta deh sama ff ini *terbangdiudara(?) yg buat chap ini seru wktu aku tau klo yg M* sana rieka itu bukan jonghyun, tp taemin *taeminjahatbgt aku malah sempet kesel sama jonghyun. Tp gpp, inikan cuma ff. Pokok nya ff ini kereeeeeeeen bgt, lanjut yah thor😉 next chap di tunggu

  9. Ga bisa tidur, iseng nyari ff kai. Eh ketemu ini kke lanjut thor

  10. kereeen bgt thor ! ditunggu chapter selanjutnya^^ Fighting !

  11. taemin oppa bnar” jhat…

  12. kyuwonhae's wife

    jd itu Taemin oppa😮
    Andwaaeeee…. Jonghyun oppa di jdikan y kambing hitam😦
    Lanjuuttt thorr😉
    Asli is very hoottt😀

  13. Kasian jonghyunnya :”””
    Next chapternya banyakin tentang seira-baekhyun nya ya, suka sama couple itu:3
    Daebak thor~ (‾⌣‾)♉

  14. keren thor,aku suka!!!

  15. Luhan nya kapan TT aku pingin pas bagian luhan dong hehe

  16. Lanjut thor!!

  17. omo!! *.*
    jd itu taemin oppa bkn Jjong oppa aigoo…

    FF nya mantap eon, aku tunggu part slnjt nya ^_^

  18. riri novianti

    yahh reika sama jongin aja jangan sama taemin heheh

  19. Annyeong..new readers..
    Panas dingin baca ni FF *lapkeringet
    Aigoo…taemin yg unyu2 itu knp jdi jahat begini..
    Kasian reika..mdh2an kai ttp nerima reika apa adanya..
    Sehunnie kasian cintanya bertepuk sbelah tangan..mending sini deh ma q..kekeke
    Lanjutannya scptnya y thor

  20. Taemin jahat banget…!!!!!mimpi kai cocok,emang dasarnya udah jodoh.baru seru_serunya eee dah tbc…

  21. GILA thor ceritanya! :-O
    HOT banget thor!😀

    kurang asem ni taemin :-> kasihan si jonghyunnya, pasti dia dibantai😦

    next thor😉

  22. arghhhh hot! lanjut thor!!!!

  23. Hot bgt min yadong nya! sumpeh! xD
    Buat sequel nya dong min… Pliss!!!

  24. Hot bgt min yadong nya! sumpeh! xD
    Next min! Gak sabar liat kelanjutan nya..

  25. Thorr!! Butuh chapter lanjutaann!! Aaa!! Ngebet bgtt!! Buruaann!!! Aaaaaa!!!

  26. Kai sayng bnget sama reika tpi mesum(?) kai nya disini
    lebih suka seihun hehe tpi seibaek juga baus thor seru ff nya di utnggu part selanjutnya thor😀

  27. nuralailikholifa

    thor, next chapter terakhir kan? aku sampe mikirin terus gara-gara ceritanya ga rampung2 *cemburu soalnya kainya digaet reika mulu >,<

  28. jdi yg melakukan ‘itu’ sana reika trnyta Taemin, bukan jonghyun. Ya ampun thor… km tau nggak. dlu tuh aku udah nganggep taemin anak polos, anak smp, baby. pkoknya yg serba gitu2an. tpi garar2 ff ini semuanya ilang. image taemin udah kaya org dewasa bgt. seharusnya gtu yah, krn emang dia udah dewasa. tpi tampangnya tuh lohhhh
    Trus kai… Kya!! suka bgt karakter kai disini. secara dia bebeb gueh (?) Suka deh pokonya pas ada kai🙂
    next chapter jgn lama lama yah. I’m waiting😀

  29. lee vue 신 리

    Wah .. ceritanya menarik .. tapi untuk adegan ML nya terlalu berlebihan di luar batas real .. jgn terlalu berlebihan di ML nya ..
    Selain itu secara keseluruhan sudah ok ..
    Feel nya ,, alur , pemilihan karakter dan pemilihan katanya sudah bagus ..
    Semoga lebih bagus lagi n lebih kerasa nyata lagi ceritanya ..
    Fighting author ..

  30. Θϊ next chapter jonghyun jangann ϑϊ buat menderita Ϋªª.. Thor….. Kasian Θĭå kan korban T.T

    Θϊ tunggu moment seihun couple Πγª …. Ϋªª..

  31. Aku ga suka sama taeminnya, dijahat bngt licikk,bener-bener nyebelin:(

  32. kasian banget yah sama reikanya disiksa gituu..😦
    kangen sama part Luhan …

  33. makin seru thor, lanjut ne

  34. Lee taemin….. nakal bgt sumpah.. gk sbar bcalnjutan nyaaa

  35. dintania yuliandari

    astaga itu bukan jonghyun ternyata..
    yy ampun..
    penasaran chap selanjutnya nih jdinya.

  36. Aih, knp jonghyun yg jd korban ny?! Kau jahat taemin sma abang sendiri~
    Heechull kemana thor??
    Luhan juga kmna?
    Si onew adem ayem aje nih
    Semangat buat nulisny
    Next thor~

  37. Aih, knp jonghyun yg jd korban ny?! Kau jahat taemin sma abang sendiri~
    Heechull kemana thor??
    Luhan juga kmna?
    Si onew adem ayem aje nih*ama ane aje, eh’
    Semangat buat nulisny
    Next thor~

  38. helloblackpearl-ohs

    Emg namanya aja ff yadong ya, tiap chapter pasti isi semua wkaka

  39. Bener kan curigaan gue pasti itu si taemin.. aaahh taemin kasar bangett.
    walaupun kai mesum di sini tp dia cinta mati kek nya ma reika.. dan seira juga ccok sama baekki wkwkw
    Duhh itu kai semoga percaya deh ama omongan jonghyun dan reika supaya gak salah paham

  40. serem banget ini Taemin nya -_-
    aku ikut-ikutan nebak siapa di balik Jonghyun itu dan Taemin…

    keren-keren! deg deg ser bacanya ;v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: