I’m Oke.. Baby are you ok? (Chapter 9)

Author: SYWCS

Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, other cast.
Genre : Drama, romance, etc
Rated : T for Mature content
Warning : Typo(s), etc

Don’t Like Don’t Read !! No Copas No Bash No Flame !!

(We need to stop dating) though it will be really hard
(You need to meet a better girl)
A girl who is way better than me
It’ll just be a moment and you’ll forget me
It will become better than now

I’m OK! Baby are U OK?
We are no more I won’t see you ever again
I’m OK! Baby are U OK?
It’s okay if you hate me
Don’t hold it in and just forget me

I’ll leave first, please don’t hold my hand
Don’t make such a sad face My heart hurts even more
It’s better to just break up now Because we’ll end up like this again (like this again)

“Ahh, yesung oppa tahu kan kyuhyun ditunangkan dengan henly ?”

Yesung mengernyitkan dahinya heran “Dari mana kau tahu ?”

“Tentu saja aku tahu, henly itu sepupuku oppa.. Eumm, oppa ?”

“Ne ?”

“Kemarin henly menelponku,dia tidak bicara tapi dia terus menangis. Sebenarnya aku tidak yakin, tapi menurutku dia menangis karena kyuhyun.. Apa mereka ada masalah ?” tanya seohyun pada yesung. Namja itu hanya menggeleng tanda ia tidak mengetahui apa-apa, “Aku tidak tahu, karena kyu tidak kekantor beberapa hari ini.”

“Ohh, begitu…” seohyun mengangguk-anggukan kdpalanya, bukan karna dha merasa puas dengan jawaban yesung. Tapi karena ia mengerti bahwa yesung juga tidak tahu apa-apa.

‘Kyu.. Apa lagi kali ini ?’

Chapter 9

Beberapa hari kemudian-

Kyuhyun berjalan gontai menelusuri lorong-lorong rumah sakit. Langkah cepat dan sedikit terhuyung membuatnya terlihat seperti orang mabuk. Tak dipedulikannya tatapan-tatapan aneh yang mengarah padanya yang saat ini sudah sangat terlihat kacau. Wajah Kyuhyun sudah memerah dan basah karena air mata. Rambut coklatnya yang berkilau terlihat acak-acakan karena terus saja diremas sepanjang jalan menuju rumah sakit.

Bibirnya –yang juga basah- terus saja menggumamkan kata ‘hyung’ seperti orang gila.

Ia bahkan lupa mengenakan pakaian yang pantas dalam kondisi angin malam musim panas yang berbahaya. “Yesung hyung, dimana…dimana dia sekarang?”

Kyuhyun langsung menyambar tubuh kurus yang sudah dikenalnya itu. Mengguncang bahu yesung dengan keras sampai pemiliknya sedikit merasa pening di kepala. “Kyu, tenanglah. Jangan seperti ini!” ryeowook yang memang juga berada di sana langsung sigap
meraih tangan Kyuhyun sebelum tulang-tulang yesung retak karena goncangan gilanya itu. Mereka berdua memang sengaja kyuhyun ‘tugaskan’ untuk memantau kondisi sungmin.

“Uhuk..uhuk…” yesung terbatuk kecil saat cengkraman Kyuhyun di bahunya melemah. “Tenanglah dulu, kyu. Dia ada di dalam. Sungmin hyung ada di dalam. Dia sedang ditangani.” Kyuhyun yang sudah tak sabaran langsung bergegas ingin masuk ke dalam ruangan yang ditunjuk tadi.

Namun belum sampai ia membuka pintunya, lengannya sudah ditahan seseorang. “Kau belum boleh melihatnya kyu. Dia masih dalam perawatan intensif.” Ujar ryeowook.

“Lepaskan! Aku ingin melihatnya.” Kyuhyun menggeram tak senang. “Tidak, tidak. Ruangan ini tidak bisa dimasuki sembarangan orang. Kumohon. Tenangkan dulu dirimu.” yesung kembali bicara dengan suara pelan.

“KAU PIKIR BAGAIMANA AKU BISA TENANG, HAH?” kali ini Kyuhyun sudah tak bisa lagi menahan intonasinya. Pikirannya sudah kalut memikirkan kondisi Sungmin. Kini beberapa pengunjung sudah menoleh ke arah mereka bertiga karena merasa ketenangannya
terganggu.

BUAAAGHH!

Kyuhyun jatuh tersungkur ke belakang karena pukulan telak yang diarahkan tepat di wajahnya. Tinju dari seorang Kim Yesung sepertinya berhasil meredam kekalutan dari namja pemilik rambut ikal itu. Kyuhyun meringis menahan perih yang berasal dari sudut bibirnya. Namun bukannya marah, ia justru terisak lemah dengan masih pada posisi terakhirnya.

“Kyu, kendalikan dirimu. Kau tidak bisa membuat keadaan Sungmin hyung membaik dengan bertingkah seperti ini. Kau harus kuat. ‘Kekasihmu’ sedang berjuang di dalam sana.”

Ha! Kalian terkejut? Baiklah. Kyuhyun tak main-main saat mengatakan bahwa otak yesung cerdas namun mempunyai wajah pabo. Kecerdasan yang sungguh di atas rata-rata membuatnya dapat memahami dengan jelas apa yang terjadi di sekitarnya. Dan menebak Sungmin adalah ‘kekasih’ seorang Cho Kyuhyun sangat mudah baginya. Semudah menghilangkan coretan pensil dengan penghapus karet.

“Kalian pulanglah hyung, aku bisa menjaga diriku disini… Gomawo hyung..”

“Tapi kyu-”

“Pulanglah hyung, percaya padaku.. Aku tidak apa-apa..”

“Baiklah, kalau begitu kami pulang dulu…”
.
.
.
.
.
.
#Np : TRAX-Blind

Kyuhyun menatap sungmin dari sebuah kaca. Dirinya mungkin dapat merasakan apa yang sungmin rasakan saat ini. “Hyung…” lirihnya.

“Permisi tuan, saya ingin masuk..” seorang uisa menepuk bahu kyuhyun lembut, menyadarkannya dari pikiran tentang sungmin.

“Uisa, apa yang terjadi dengan sungmin ?”

Uisa itu mengalihkan matanya sebentar kearah kaca yang memperlihatkan sosok sungmin, “Tuan Lee menderita Wolcott Rallison Syndrome. Suatu kelainan genetik mematikan, yang menyebabkannya menderita diabetes dan gagal liver. Tuan Lee harus segera menjalani transplan karna keadaannya sangat parah. Sampai saat ini pun Tuan Lee belum lewat dari masa kritis. Tapi kita harus bersabar, tidak bisa langsung menjalani transplan karena belum tersedia donor organ. Doakan saja…”

Tubuh Kyuhyun seketika melemas. Ia berharap semua yang dikatakan dokter adalah sebuah kebohongan. Namja itu juga memohon dalam hati untuk dibangunkan jika ini semua hanyalah mimpi buruk. Berharap saat ia membuka matanya, wajah Sungmin -yang tengah tersenyum padanya- lah yang menyambutnya. Namun sepertinya Kyuhyun harus menelan bulat-bulat karena semua ini adalah kenyataan.

Di balik dinding ini, di dalam ruang khusus itu, Lee Sungmin, pria yang telah membuat hari-harinya sangat indah beberapa bulan terakhir, kini tengah terbaring lemah dengan
selang-selang mengerikan terpasang di tubuhnya, berusaha melawan rasa sakit di garis antara ‘hidup’ dan ‘mati’. Status ‘koma’ yang divonis dokter membuat Kyuhyun merasa semua adalah akhir hidupnya.

“Hyung.. Kenapa semua kini bertambah rumit ? Aku tidak sanggup hyung..” kyuhyun berlari keluar dari rumah sakit. Air matanya sudah tak dapat terbendung lagi.

Tanpa diketahuinya seorang yeoja tengah menangis dibalik dindin. Henly -yeoja itu, meremas dada kirinya kuat. Mencoba meredam gejolak pedih dihatinya. “Tuhan,, apa yang harus ku lakukan ?”

“Aku mencintainya, aku memilikinya, tapi ku tak mungkin bisa memiliki hatinya.. Tuhan, bantu aku… Kumohon..” henly bermonolog sendiri mengusap air bening itu dan pergi dari rumah sakit.
.
.
.
.
.
.
Kangin mengusap punggung leeteuk lembut, mencoba menenangkan yeoja cantik itu. “Sudahlah chagy, jangan seperti ini…”

Leeteuk menggeleng kasar, “Tidak.. Semua ini salahku ! Dulu sungjin, sekarang sungmin ! Ini salahku kangin~ah ! Ini salahku ! Hiks”

Kangin merengkuh tubuh rapuh leeteuk kedalam pelukannya, mencoba ‘menetralisir’ kekacauan yang ditanggung yeoja itu. “Jangan menyalahkan dirimu… Tak ada yang salah disini, tenanglah..”

“Tidak ! Tidak kangin~ah ! Andai mereka tidak lahir dari rahimku mereka tidak mungkin jadi seperti ini…. Hiks. Sungmin, maafkan umma…” leeteuk memukul dada bidang kangin, melampiaskan semua beban yang dipikulnya.

Dicumnya pucuk kepala leeteuk, “Sungmin pasti sembuh teukkie~ percayalah”

Sekarang leeteuk sudah agak tenang, kangin menangkup pipi tirus istrinya itu, menatap mata sembab itu. “Kangin~ah..” panggil leeteuk pelan.

“Eum, wae chagy ?”

“Kita tidak tahu sampai kapan sungmin akan bertahan,, tidak tahu sampai kapan waktu yang diberikan untuk sungmin.. Kangin~ah, aku akan berjanji.. Jika sungmin bisa bertahan, aku akan membahagiakannya, menuruti semua kemauannya, semua keinginannya.. Aku berjanji kangin~ah.. Aku berjanji !”

“Jangan berkata seperti itu teukkie~ kau harus yakin sungmin bisa bertahan ! Kau harus yakin,”

Leeteuk melepas pelukan kangin ditubuhnya, menatap mata sipit kangin tajam. “Bagaimana aku bisa yakin ? Disaat sungmin terbaring lemah disana ? Disaat sungmin menahan rasa sakitnya disana ? Disaat dia merasa sendirian didalam sana ? Bagaimana aku bisa yakin ?”

“…”

“Belum lagi keadaannya yang semakin parah, semakin melemah, bagaimana aku bisa yakin kangin~ah ? Aku…aku.. Aku belum bisa yakin kangin~ah ! Sungmin belum mendapatkan donornya, aku belum bisa yakin.. Aku-”

“Cukup ! Cukup teukkie ! Cukup ! Sungmin pasti bertahan, dia pasti bisa bertahan. Jangan berkata seperti itu lagi.”

“Tapi aku tidak yakin kangin~ah…”
.
.
.
.
.
.
Aku harus apa?’

Henly beranjak dari tempatnya berdiri dan melangkah menuju sebuah kamar yang ada dihadapannya. Kamar kyuhyun. Bukannya lancang, tapi henly hanya khawatir dengan keadaan pria tampan itu, garis bawahi ‘Hanya Khawatir’.

Pintu itu terbuka meski hanya sedikit, dan dengan seluruh keberanian henly masuk ke kamar itu. Kamar yang sama sekali belum pernah dimasukinya. Bahkan inilah pertama kalinya ia masuk ke kamar itu. Kamar dengan wallpaper berwarna biru dan sisi gelap dimana-mana.

Kyuhyun sudah menyembunyikan tubuhnya dibalik selimutnya. Henly berjalan mendekatinya, meletakkan tas yang dibawanya diatas meja lampu tidur disisi kyuhyun. Awalnya henly tak begitu memperhatikannya. Namun kamar ini benar-benar bersih dan wangi. Wangi Kyuhyun yang telah lama dia ingat.

Henly mengedarkan pandangannya pada seluruh kamarnya. Membuka lemari pakaian kyuhyun. Mengusap setiap baju kantornya yang bahkan inilah pertama kali henly
menyentuh pakaian itu. Sungguh kasihan bukan,

“Hikss…” Entahlah, henly begitu cengeng kali ini. Jika seperti ini, .ia tak bisa menahan air matanya. Memendam perasaan cinta yang mendalam untuk namja tampan itu, tanpa bisa aku menyentuhnya meski dia milikku.

Ini sungguh menyedihkan. Henly ingin memeluknya erat. Tubuh yang tersembunyi dibalik selimut itu, benar-benar seakan menyimpan beban yang begitu banyak. Henly mendekatinya. Naik keatas kasurnya dan menyingkap selimutnya. Biarlah meski mungkin setelah ini kyuhyun akan memarahinya, semuanya lebih baik.

“Ada yang ingin kau jelaskan padaku?” henly berujar dengan suara bergetar menahan amarah. “Apa itu di tanganmu?” Mata yeoja itu menangkap benda berkilau di tangan Kyuhyun.

“Berikan benda itu,”

TBC

Heyoo~ bagaimana chapter ini ? Gaje kah ? Jelekkah ? Memuaskankah ? Huwee~ author minta maaf. Mind to RCL this ff ?

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on June 19, 2013, in PG, Romance, Yaoi and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: