Love or Murdered (Chapter 7A)

20130616-204117.jpg

Author : JS&KR
Genre : Romance, action, thriller, Yadong, NC-17, NC-21

Cast:
-Kim Reika
-Jung Seira
-Kim Jongin
-Byun Baekhyun
-Kim Jonghyun
-Lee Taemin

Support Cast&cameo:
-Lee Hyukjae
-Lee Donghae
-Oh Sehun
-Choi Siwon
-Orangtua Reika&Seira

Note : Annyeong :)) mian lama update T^T author benar-benar sibuk >< padahal udah janji habis UAS langsung update😦 mian readers~~ jadi merasa bersalah banget huhuuu *jedotin kepala ke tembok*

Chapter 7 di bagi ke 3 part. Jadi harap sabar nunggu lanjutannya yaaah. Buat sequel FF yang lain… Tunggu dengan sabar aja yah readers xD hehee

Happy Reading
Comment ditunguu~~

PLEASE DON’T BE SILENT READERS

______________________

Last Chapter

“Lihat saja, Kim Reika” ucap Taemin sambil mengeluarkan sebuah foto dari saku jasnya.

“Sebentar lagi kau akan jadi milikku” ucap Taemin lalu mengembalikan foto tadi di tempatnya semula.

“Dan kau..”

Taemin mengeluarkan foto lagi dari saku jas nya yang lain.

“Enyahlah”

Taemin mengambil korek dan membakar foto itu. Taemin menyeringai evil dan membiarkan foto tadi jatuh di tanah dengan api yang membakarnya menjadi abu. Taemin melanjutkan langkahnya dan mengeluarkan pistolnya yang lain dan menembakkan asal ke arah tembok tempat ia biasa melampiaskan kekesalannya.

Foto tadi.. Foto itu..

Foto Seira…

______________

Love or Murdered Chapter 7A

Author POV

Akhir-akhir ini Jonghyun sering melihat Reika mengajak Kai kerumah. Wajar Reika mengajak Kai, karena Kai adalah namjachingunya. Sebenarnya Jonghyun mulai tidak suka dengan melihat kedekatan Kai dengan Reika, Jonghyun tidak suka melihat Kai bersama Reika. Entahlah.. Jonghyun juga sudah menganggap Reika sebagai adiknya, dan sangat menyayangi Reika. Dan entah kenapa.. Setiap Jonghyun berada didekat Reika darahnya berdesir, nafasnya seakan tercekat, lidahnya terasa kelu, bahkan melihat Reika hanya memberikan senyumnya untuk Kai itu cukup membuat Jonghyun geram. Entahlah.. Rasa sayang itu.. Perlahan sudah menghilang.. ‘Apakah ini.. Cinta?’ Batin Jonghyun.

Jonghyun mengacak rambutnya frustasi. Dia tidak tahu dengan apa yang dirasakannya sekarang ketika melihat tangan Kai melingkar dengan manisnya dipinggang Reika ketika kedua insan itu sedang asyik duduk dipinggiran kolam renang.

Hanya satu. Jonghyun beranggapan bahwa Kai bukanlah namja yang baik untuk Reika. Berbagai cara Jonghyun lakukan untuk melarang Reika berdekatan dengan Kai. Dan itu membuat Reika mulai tidak suka dengan sifat Jonghyun yang berlebihan.

‘Kris yang bodyguard Seira saja tidak terlalu mengurusinya. Kenapa dia terlalu mengurusiku?!’ Rutuk Reika dalam hati.

Jonghyun tidak pernah menyerah dan selalu berusaha untuk menjauhkan Kai dari Reika. Dan itu sebenarnya juga membuat Kai kesal dengan Jonghyun.

~

“Bodyguardmu itu, selalu menatapku dengan pandangan seperti itu!” Ucap Kai memeluk pinggang Reika dari belakang. Seperti biasa Reika sedang asyik duduk dipinggiran kolam.

“Sudahlah. Jangan terlalu dipikirkan” jawab Reika. Meraih sebelah pipi Kai dan mengelusnya lembut. Kai memejamkan matanya, menikmati sentuhan jari Reika.

Tanpa mereka sadari. Mata elang Jonghyun melihat itu. Jonghyun mengepalkan tangannya tanpa sadar.

‘Tidak..tidak.. Reika bahagia bersama Kai. Dan aku bahagia melihatnya bahagia’ batin Jonghyun.

Sekelabat Jonghyun sempat berpikiran jahat.
‘Aku akan merebutnya!, aku akan menidurinya!’

“Argh!” Jonghyun menepuk kepalanya sendiri.
***

“Wajarkan kalau aku dekat dengan pacarku?” Curhat Reika keadiknya, Seira. Reika bangkit dari posisi duduknya dan berjalan kearah jendela kamar mereka. Menatap langit yang tidak terlalu cerah, tetapi tidak mendung.

Seira hanya mengangkat bahunya dan mencoba berpikir.

“Mungkin dia hanya ingin melindungimu, eonni” jawab Seira. Seira berjalan menuju sofa yang terletak didekat jendela Reika berdiri.

“Tapi dia sudah keterlaluan. Masa ingin menjauh-jauhkan aku dengan Kai?” Reika mengerucutkan bibirnya kesal. Seira terkekeh melihat tingkah manja eonninya.

“Mungkin dia cemburu” ucap Seira asal. Reika menatap adiknya sangar.

“Jangan menuduh macam-macam. Dia sudah kuanggap seperti oppaku sendiri” dengus Reika. Seira hanya terdiam, seketika nyalinya ciut habis dipandangi Reika seperti itu.

‘Huft, susah ya ngomong sama orang sensitif. Mungkin dia lagi PMS kkk~’ batin Seira. Tanpa sadar dia terkikik sendiri. Reika yang bingung melihat tingkah adiknya hanya memandanginya heran dan berjalan kearah kasur.
***

Reika menghirup udara malam dibalkon kamar. Seira belum pulang dari kencan dengan Baekhyun.

“Mungkin dia tidak pulang.. Pasti dia ada kegiatan dengan si bacon. Huft” gumam Reika.

Reika memejamkan matanya, menikmati hembusan angin malam yang menerpa kulit wajahnya. Sepintas bayangan Kai muncul diotaknya. Mungkin Reika merindukan Kai. Reika tersenyum.

‘Setiap hari aku bertemu dengannya, kenapa aku masih merindukan namja pervert itu?’ Batin Reika.

Reika masih betah memejamkan matanya, merasakan benda lunak menempel disisi lehernya. Dapat dirasakan Reika sebuah tangan melingkar dipinggangnya. Nafas Reika mulai tercekat.

‘Ya tuhan.. Bahkan disaat seperti ini aku masih bisa merasakan sentuhannya’ batin Reika lagi.

Reika tidak menghiraukan benda lunak itu mulai bergerak dan seakan menghisap permukaan lehernya. Tangan yang melingkar tadi naik.. Hingga sampai didada Reika. Tangan itu hanya diam. Sampai pada akhirnya berani meremasnya dibalik baju yang dikenakan Reika.

Saat itu juga Reika membuka matanya dan berbalik. Ketika dia berbalik benda lunak yang setadian berada dilehernya membungkam bibirnya.

Reika terkejut. Cahaya lampu yang redup membuat Reika tidak tau siapa orang itu. Reika mendorong bahu orang itu sekuat dia bisa, hingga bungkaman dibibirnya terlepas.

“K-kai”

Kai mengeluarkan senyumnya. Senyum tulus, bukan senyum evil atau senyum apapun ketika otak pervertnya kumat.

“Hai chagi”

“Bagaimana…-”

“Alasan mengerjakan tugas denganmu.. Aku hanya berbicara pada satpammu. Aku belum bertemu dengan bodyguardmu” jelas Kai.

“Kalau dia tau..-”

“Wae? Dia akan membunuhku?” Tanya Kai lagi.

Reika hanya tersenyum miring.

“Kenapa kau kesini?”

“Tidak bolehkah? Aku merindukanmu” Kai membalikkan tubuh Reika menghadap balkon dan memeluk pinggangnya dari belakang. Kai menyandarkan dagunya dibahu kanan Reika.

“Lihatlah bintang malam ini sangat bagus” tunjuk Kai kearah langit malam.

Reika mendongakkan kepalanya, mengikuti arah jemari Kai.

“Hm”

“Adikmu kemana? Pasti kau ditinggal kencan kan?”

“Ne. Dia pasti sedang asyik dengan si bacon”

“Hehe, bacon dan Seira menghubungiku agar aku menemanimu malam ini..” Kai sedikit berbisik ditelinga Reika, tanpa Kai ketahui Reika sedari tadi sudah sangat gugup.

‘Menemanimu malam ini.. Pasti Kai menginginkan yang tidak-tidak. Grrr bacon Seira, awas saja kalian’ batin Reika.

Kai menenggelamkan wajahnya ditengkuk Reika, menghirup aroma tubuh Reika dan mulai mendaratkan bibirnya diperpotongan leher Reika.

Reika melakukan pergerakan. Gelisah.

‘Damn!’

Reika membalikkan tubuhnya dan segera melumat bibir Kai sedikit ganas. Kai cukup terkejut dengan apa yang dilakukan Reika dan tersenyum disela-sela ciuman mereka. Reika membimbing tubuh mereka agar masuk kedalam kamar tanpa melepaskan ciuman mereka. Hingga tubuh Kai menubruk dinding kamar, Kai membiarkan Reika yang menguasai tubuhnya saat ini.

Tangan Kai perlahan membuka dress tidur milik Reika dan membuangnya sembarang. Reika yang tidak mau kalah membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakan Kai dan membuangnya juga kesembarang arah. Kai dan Reika disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Kai melucuti bra dan CD Reika dengan cepat, begitupun dengan Reika. Entah apa yang mereka pikirkan saat ini, yang jelas mereka saat ini sudah naked.

Mereka melepaskan ciuman sejenak. Menghirup oksigen yang mulai habis akibat ciuman memabukkan tadi. Bukan Kai namanya membuang-buang waktu hanya untuk menghirup oksigen, bibirnya segera beralih keleher Reika dan mulai membuat kissmark.

“K-kai.. Ooh.. Ahh..”

Reika menjenjangkan lehernya dan masih sibuk menghirup oksigen. Jemarinya menarik pelan rambut Kai yang sudah acak-acakan. Entah sejak kapan tubuh Reika dikunci Kai didinding, padahal tadi Reika yang ingin menguasai Kai malam ini.

“Oppahh.. Sshh..”

Reika mengerang ketika Kai menggigit pelan sisi lehernya. Ciuman Kai naik lagi hingga sampai dibibir Reika. Kai menuntun kaki Reika agar melingkar dipinggangnya, Reika menuruti saja. Hingga dirasa Kai pantatnya menyentuh sofa. Reika duduk dipangkuan Kai, masih berciuman panas. Tanpa sengaja vagina Reika menduduki junior Kai, Kai mengerang tertahan disela ciuman mereka.

Kesempatan ini digunakan Reika sebaik mungkin. Reika mendorong pelan bahu Kai agar merebahkan dirinya disofa. Masih dengan berciuman. Reika sengaja menempelkan dadanya dengan dada Kai dan menggesekkan vaginanya kejunior Kai yang memang sudah tegang, bermaksud membuat Kai mendesahkan namanya. Dirasakan Reika Kai semakin gencar melumat bibir Reika, Reika melepas paksa ciuman mereka.

“Chagihh.. Ooh..”

Reika mengeluarkan smirknya. Reika menciumi leher Kai dan sedikit bermain-main didaerah nipple Kai. Tangan Reika yang bebas sengaja mengelus dengan sangat lembut nipple Kai, dan vaginanya masih sengaja digesekkannya dijunior Kai.

Dapat dilihat Reika wajah Kai yang memerah sekarang. Kepalanya yang ditongakkan keatas, mulut yang sedikit terbuka, keringat membasahi pelipisnya. Reika sangat puas akan hal itu.

“Kau tau? Aku juga merindukanmu..”

Reika mencium bibir Kai lagi. Tangannya yang setadian bermain dinipple Kai mulai turun. Reika mengelus abs Kai, dan lagi, nafas Kai mulai memburu. Hingga tangan Reika sampai dijunior Kai. Reika mengelusnya dengan sangat lembut.

“Reika.. Ooh..”

Kai lagi-lagi mengerang.

‘Kenapa dia sangat agresif sekali malam ini?’ Batin Kai frustasi.

Reika semakin bersemangat mengocok junior Kai. Reika membalik posisinya menjadi posisi 69. Kai terkejut mendapati vagina Reika yang sudah basah. Tanpa berpikir panjang Kai langsung menjilati bibir vagina Reika.

“K-kai.. Ahh”

Reika yang tidak mau kalah juga menjilati junior Kai dan mengigit pelan twinsballnya. Reika mengulum junior Kai. Menghisapnya kuat membuat Kai yang sedang bekerja divagina Reika memasukkan lidahnya lebih brutal untuk mengeksplor semua yang ada didalamnya.

“KAI!!”

Reika mengeluarkan cairan cintanya. Kai segera membersihkan cairan itu dan menelannya habis.

Akhirnya Kai juga orgasme. Reika melepaskan kulumannya dan beranjak mencium bibir Kai lagi. Tangan Kai tidak diam, perlahan tangannya mulai bermain dikedua payudara Reika yang setadian sudah menyita perhatian Kai.

Reika menyadari tangan Kai yang meremas lembut kedua payudaranya. Reika menahan desahannya karena masih sibuk berciuman panas dengan Kai.

Reika berusaha menghentikan tangan Kai.

“Aku tau. Kau kesini ingin bersenang-senang denganku. Kau diam. Dan aku yang bekerja”

Reika mengeluarkan smirknya. Kai terlihat terkejut dengan apa yang dikatakan Reika barusan. Reika menarik tangan Kai dan menidurkan diatas kasur Reika. Kai hanya diam. Benar-benar heran dengan tingkah yeojachingunya malam ini.

‘Ada apa dengannya?’

Reika menindih tubuh Kai. Saat ini Reika sedang mencoba memasukkan junior Kai kedalam vaginanya.

“Chagi-ah.. Kau sangat seksi malam ini”

Kai menekan pinggul Reika agar juniornya bisa masuk kedalam vagina Reika. Setelah benar-benar masuk, Reika mulai menggerakkan pinggulnya. Begitu juga dengan Kai.

“Kai.. Ahh.. Aaah..”

“Reika.. Oohh..”

Desahan mereka menggema diseluruh penjuru kamar ini. Reika masih belum orgasme, begitu juga dengan Kai. Gerakan mereka semakin cepat. Payudara Reika yang lagi-lagi menyita perhatian Kai tidak disia-siakan. Kai segera mengulumnya bergantian, membuat gerakan erotis mereka semakin menjadi-jadi.

“Kai.. Aaaahhh~~”

“Chagi.. Ahhh”

Puncak kenikmatan itu datang. Reika dan Kai tersenyum.

“Kau sangat hebat chagi”

Kai mencium kilat bibir Reika. Reika menahan tengkuk Kai. Dan mereka kembali berciuman panas.

Kesempatan ini digunakan Reika sebaik mungkin. Reika mengambil tali dilaci meja samping tidur Reika dan mengikat kedua tangan Kai.

Kai yang terhanyut dalam ciuman maut Reika tidak menyadari itu. Setelah Reika melepaskan ciuman mereka, Kai lagi-lagi dibuat terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Reika.

“Yak! Apa yang kau lakukan chagi? Lepaskan aku.”

“Hanya sedikit bermain-main”

Reika kembali membungkam bibir Kai, sebelum Kai kembali protes.

‘Argh! Yang benar saja. Kenapa aku bisa terperangkap oleh jebakannya?’

Reika melepaskan ciumannya lagi. Reika bangkit dari atas tubuh Kai. Reika memandangi wajah Kai yang terlihat frustasi.

“Jebal.. Lepaskan sayang”

Lagi-lagi Reika mengeluarkan smirknya. Reika berjalan kearah lemari pakaiannya dan mengambil sesuatu disana. Cock ring. Reika memasang alat itu dijunior Kai.

“Yak! Dimana kau menemukan alat itu?”

Reika hanya bersmirk ria. Reika kembali menindih tubuh Kai dan mulai menjilati nipple Kai dan sesekali mengigitnya pelan. Tangan Reika menyusuri abs Kai dan sebelah tangannya mengocok junior Kai pelan.

“C-chagi.. Ohh..”

Kai mendongakkan kepalanya keatas. Setelah dirasa Reika junior Kai bangun lagi. Reika melepaskan genggamannya dari junior Kai.

Lagi-lagi Reika beranjak.

“C-chagi.. Sungguh.. Jangan permainkan aku”

“Memohonlah..”

“Chagi..”

Reika berdiri. Mulai melakukan gerak-gerakan erotis dihadapan Kai. Reika membuka lebar kedua kakinya dan memperlihatkan vagina Reika dihadapan wajah Kai. Kepala Kai naik ingin segera melahap vagina itu. Namun Reika bergerak cepat, dia tidak membiarkan Kai melakukannya.

Reika menyentuh payudaranya dan meremasnya sendiri.

“K-kai.. Ahhh”

‘Shit!’

Kai mencoba melepaskan ikatan dikedua tangannya, namun ikatan Reika cukup kuat. Junior Kai mulai berkedut, hanya dengan memperhatikan Reika yang menggodanya.

“C-chagi.. Lepaskan alat ini!”

Kai merasa juniornya akan meledak saat ini juga.

“K-kauh nakalhh.. Ooh.. Lepaskan alat ini”

“Kau yang mengajariku oppa” jawab Reika seadanya.

Kai mengigit bibir bawahnya. Kai mulai merasakan sakit dibagian juniornya karena cock ring yang dipasang Reika tadi.

Reika yang melihat itu tidak tega. Akhirnya melepaskan alat itu dari junior Kai. Cairan Kai menyembur sangat banyak. Reika akhirnya juga melepas ikatan dikedua tangan Kai.

Kai melemas karena orgasme akibat alat sialan tadi.

Reika mengusap keringat yang jatuh dipelipis Kai dengan sayang. Kai memejamkan matanya. Reika berpikiran Kai tertidur. Namun ia salah besar! Kai sedang merencanakan sesuatu untuk menghukum yeojanya karena telah memperlakukannya seperti itu tadi.

Kai mendorong tubuh Reika tiba-tiba hingga Reika gantian berbaring di kasur dan Kai yang diatasnya. Reika memandang mata Kai yang gelap, dipenuhi oleh nafsu, dan.. Entah. Menurut Reika itu sangat mengerikan.

“Aaahhh~”

Kai memasukkan ketiga jarinya langsung ke vagina Reika dan mengerakkannya tanpa jeda. Tangan Reika berpegang erat pada bahu Kai. Reika merasa vaginanya berkedut hebat. Reika membenamkan kepalanya di leher Kai membiarkan desahan sexy itu keluar dari mulutnya. Kai menyeringai saat tau yeojachingu nya dekat dengan puncaknya dan ia mengeluarkan jarinya dari sana, membuat Reika merengek frustasi.

“Oppa~~”

“Kau harus dapat hukuman nyonya Kim atas apa yang kau lakukan pada ‘calon suamimu’ ini” ucap Kai dengan smirk khasnya. Reika menelan saliva nya susah.

Kai beranjak turun dan menciumi paha Reika. Ciumannya beranjak naik hingga sampai di vagina Reika. Kai diam sebentar dan membuang nafasnya disana. Jemari Reika menarik pelan helaian rambut Kai meminta lebih.

“Aaaahhh.. Kai~~”

Lidah Kai menjerumus masuk ke dalam vagina Reika dan masuk semakin dalam. Kai memainkan lidahnya disana. Menggerakkannya keluar lalu memasukkannya kembali.

“K-kaaii~~ aaahhh.. Ahh..”

Kai menghisap kuat vagina Reika sambil jari nya juga ikut ambil peran memfingering Reika.

“Aahh.. Oppaahh.. Terushh.. Jangan berhentiihh.. Oohh”

Reika mendesah semakin kuat tanda ia sudah dekat. Tapi Kai malah menghentikan kegiatannya dan sekarang memandang wajah Reika. Kai terkekeh dan mencium kilat bibir Reika.

“Oppa! Aku membencimu!” Ucap Reika dan memukul pelan dada Kai.

“Dan aku mencintaimu chagi” ucap Kai

Reika POV

Aku memasang ekspresi marah padanya. Tentu saja aku tak marah, hanya sebal. Bisa-bisanya Kai begitu padaku.

“AAHH! Kai! Astagaa!!!”

Diriku lengah saat tiba-tiba Kai memasukkan juniornya langsung sekali hentak. Astaga benda panjang sekitar 8 inchi itu langsung masuk ke vagina ku yang sekecil itu? Duh dasar Kai. Kalau nafsu sudah mendominasi dirinya ya seperti ini. Kai menggerakkan juniornya perlahan dan ritme nya mulai naik.

“Aaahh.. Kaii.. Fasterhh.. Ahhhh”

Desahanku seperti perintah baginya. Kai mempercepat gerakannya dan tangannya tidak menganggur terus meremas dada ku.

“Aaahhh.. Kai.. Disituhh.. Oohh”

“Mmmhhh”

Kai menyodokkan juniornya tepat di g-spot ku. Aku menyerukan namanya saat ia terus-terusan menyodokkan juniornya disana. Membuat tubuhku menggelinjang dan dinding vaginaku berkedut.

“Chagi~~ aahh~~”

“O-oppaaahhhh~~”

Kai berusaha menahan tubuhnya agar tak menindih tubuhku. Ia berguling kesamping dan memeluk pinggangku erat. Menarik tubuhku agar mendekat padanya. Kai menarik keluar juniornya dan menyelimuti tubuh naked kami. Ia menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajahku dan mengecup hidungku.

Aku mendongakkan wajahku dan memandangnya. Seperti ada yang salah dengannya kali ini. Tidak biasanya ia melihatku dengan tatapan intens dan.. Entahlah. Seperti tersirat rasa sedih dan ragu di pancaran bola matanya.

“Kai? Ada apa?.” Kai menggelengkan kepalanya dan mencium lekuk leherku. Membenamkan kepalanya disana dan berbisik tepat di telingaku.

“Berjanjilah padaku, Rei”

Aku mengernyit heran dalam pelukannya. Berjanji apa? Dia tidak sedang menyembunyikan sesuatu bukan? Aku mendorong tubuh Kai dan mengusap pipinya.

“Oppa, apa ada yang salah? Ada apa denganmu? Apa semua baik-baik saja?”

Kai mengangguk dan mencium bibirku. Lama dan penuh cinta. Seolah-olah ia meluapkan semua perasaannya saat menciumku.

“Berjanjilah padaku Rei.” Ucapnya setelah selesai menciumku dan ia memandangku dengan serius. Aku menaikkan alisku bingung.

“Berjanjilah padaku kau tak akan pernah meninggalkanku. Bagaimanapun itu keadannya. Berjanjilah kau akan selalu mencintai ku, Rei. Berjanjilah”

Aku memandang Kai bingung. Dan semakin bingung saat tiba-tiba air mata keluar dari matanya. Aku langsung duduk dan menarik Kai agar ikut duduk berhadapan denganku.

“Kai? Ada apa? Kau tak sedang menyembunyikan sesuatu padaku kan?”

Kai mengusap air matanya dan mencium bibirku. Seulas senyum tercetak di bibir tebalnya.

“Tidak. Aku baik-baik saja. Aku.. Ya, hanya sering kali aku berpikir bagaimana jika kau tiba-tiba meninggalkanku. Dan, ya, seperti itulah. Aku takut, Rei. Jangan pernah tinggalkan aku sendiri, arrachi?”

Aku memeluk tubuhnya, dan Kai membalas pelukanku dan memelukku erat. Sangat erat.

“Tak akan, Kai. Aku tak akan meninggalkanmu. Karena aku mencintaimu. Aku berjanji”

Aku merasa Kai sedang tersenyum lega di leherku. Kai mengendorkan pelukannya dan menarik tubuhku untuk kembali berbaring.

“Jaljayo~”

******

Author POV

Jonghyun mengepalkan tangannya kesal. Bagaimana bisa ia tahan melihat yeoja yang dicintainya bercinta dengan namja lain selain dirinya dengan nikmatnya. Ya, bukan semata-mata Jonghyun sedang menstalker dia. Jonghyun tidak sengaja melintas dan melihat dia. Yeojanya.

Jonghyun kembali ke ruang kerjanya dengan perasaan campur aduk. Ia mengendurkan dasi yang terikat erat di lehernya di baju kerjanya dan menghela nafas.

Jonghyun memejamkan matanya. Menenangkan emosinya yang sudah mendidih di kepala. Tak lama Jonghyun tertidur.

****

-Pagi Hari-

Author POV

2:03 AM

Kai terbangun dan tak bisa tidur kembali. Ia melirik jam di atas nakas. Jam 2 dini hari. Kai menghela nafas panjang dan berbalik menghadap Reika. Kai menyisir rambut Reika dan menghirup aromanya. Kai mengarahkan tangannya menyusuri wajah Reika. Dari kedua matanya, hidungnya, pipinya, lalu berhenti di bibirnya. Kai mendekatkan wajahnya dan mengecup pelan bibir mungil itu.

“Nngghh.. Kai?”

Kai sedikit terkejut saat tau bahwa Reika bangun. Terbangun karenanya.

“Mianhae. Aku membangunkanmu?.” Reika menggelengkan kepalanya dan memeluk Kai.

“Aku harus pulang” ucap Kai. Reika mendongak dan memandangnya dengan puppy eyes.

“Jangan pulang~ aku masih merindukanmu~.” Kai tertawa dan mencubit pelan hidung Reika.

“Taemin hyung akan datang pagi ini. Dia akan kaget kalau aku tak ada dirumah saat ia datang. Aku akan kembali lagi nanti”

Reika hanya mengangguk dan menarik kembali selimut tebalnya saat Kai bangkit dari kasur dan memakai pakaiannya.

“Aku pergi ya, chagi. Baik-baik”

Kai mendekat ke arah Reika dan mencium bibirnya. Melumat bibir atas dan bawahnya bergantian. Kai menggigit pelan bibir bawah Reika dan memasukkan lidahnya. Sebelum Kai bertindak lebih jauh, Reika melepas ciuman panas mereka dan menggelengkan kepalanya. Kai terkekeh pelan dan mencium puncak kepala Reika.

“Hati-hati oppa.” Ucap Reika saat Kai sudah membuka pintu kamar hendak keluar. Kai tersenyum sebelum benar-benar keluar dan menutup kembali pintu kamar Reika.

-Sementara itu-

Jonghyun terlonjak dan hampir jatuh dari kursinya saat mendengar suara pintu dibuka. Ia baru ingat kalau tertidur di kursi ruang kerjanya. Jonghyun bergegas membuka pintu kamarnya dan menghela nafas lega. Rupanya Kai.

“Oh, hyung. Maaf kalau membangunkanmu”

Jonghyun hanya tersenyum dan menghampiri Kai. Ia melirik jam dinding besar yang menggantung di dinding lorong.

“Apa yang kau lakukan jam segini?”

“Aku mau pulang, hyung. Tolong jaga Reika untukku ya, hyung”

Kai tersenyum lemah pada Jonghyun dan beringsut menuruni tangga pergi ke mobilnya. Jonghyun berdiri mematung di depan pintu Reika. Tak lama terdengar mesin mobil dinyalakan dan suaranya menjauh. Jonghyun menyeringai evil.

“Tolong jaga Reika untukku, hyung”

Perkataan Kai barusan menggema dalam otaknya. Menjaga Reika, untuknya? Tidak. Kau salah besar, Kai. Jonghyun tertawa remeh dan berbalik menghadap pintu kamar Reika. Tangannya sudah menjapai knop pintu, hampir memutarnya.

‘Maafkan aku, Kai. Tapi kalau kau mau tau, Aku selalu mendapatkan apa yang aku mau. Dan sepertinya kau salah besar telah menitipkan Reika padaku. Cepat atau lambat aku akan menjadikannya milikku. Ya, aku juga mencintai yeoja mu,

Kim Reika

Jonghyun membuka pintu Reika perlahan. Jonghyun masuk dengan rapi tanpa suara sedikitpun dan menutup pintunya, menguncinya. Ia menyeringai nakal saat melihat sosok Reika diatas kasur. Dengan selimut yang hanya menutupi sebagian tubuhnya, dan lingerie sexy yang menempel di badannya, menampakkan dengan baik lekukan tubuhnya dan mulus kulitnya. Jonghyun menelan salivanya susah. Celananya mulai terasa sesak, ‘adiknya’ seperti merengek ingin bebas saja.

‘Lihat saja, Reika. Aku akan membuatmu menjadi milikku’

Jonghyun berjalan naik ke kasur Reika dan mengunci tubuh Reika di bawahnya. Reika reflek membuka matanya dan terlihat syok setelah tau siapa yang berada di atasnya sekarang.

“O-oppa?”

-TBC-

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on June 16, 2013, in NC-17, NC-21, Romance, Tragedy and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 23 Comments.

  1. kyuwonhae's wife

    kai oppa knpa ? Kok tiba2 jd aneh gtu ?? Dan biasa y mnta ronde selanjutnya ??? tp knpa kli ini gak ?
    Jonghyun oppa cinta sma Rieka😮
    Oommmooo…. Jgn2 Rieka mw di perkosa sma Jonghyun oppa ?

  2. Wiihhhhhh kereeeen bgt thor, full NC >< tp kok rasanya cpt bgt yahh? Biasa nya, Chap sebelum nya panjang bgt kyak kereta api. Tp gpp, yg penting lanjut. Next chap di tunggu. Lebih cepat, lebih baik😉

  3. Kenapa kai jadi aneh gitu yaaaaaa
    Aduh bang Dino juga naksir Reika

  4. kenapa abang luhan enggak muncul -muncul sih min ?

  5. fernanda feby alfiana

    next thor!!!

    gk seira sehun moment ya?!!
    padahal aku suka sm mereka (?)
    tapi,gwenchena yg penting kai sm reika tambah mesra🙂

    Next thor jgn lama lama!!!

  6. kemaren eunhyuk, terus jonghyun adohhh.. tapi palli, lanjut!

  7. Kereb ϑϊ tunggu chapter selanjut Πγª

  8. Thor, tau panas dingin gak? Ya ini-nih baca ni ffnc. Kai-nya kenapa gituu? Aih~ greget yaw.-. Bener thor agak pendek yg ini… Heheh~ next chap ditunggu banget yaa^^

  9. Next Thor !!
    daebak😀 *bow

  10. reyyeonxiluhan

    Daebak author

  11. nuralailikholifa

    author yang cakeeepp🙂 jangan lama-lama ya next chapternya! aku baca ff ini langsung dari ch.1 sampe 7A hari ini *okebanget daebakk!! pliss jangan lama-lama😥 *gasabar🙂

  12. Udah baca dri part 1 >< seru ceritanyaaaa'-')/ mian ne, baru komen di part ini :3 hehe

  13. Itu kai mau kemana thor?
    Kok kayak mau pergi ninggalin riekha gitu?😮
    Wah ceritanya makin menarik dan panas, thor hehehe..

  14. Gilaaaa…hahahahahaha

  15. untuk part ini speechless deh hehe🙂

  16. Dah Ъќ bisa komen apa2 deh..
    Hot hot pop banget

  17. Jangan bilang kalo kai bentar lagi mati huaaaa gak bisa bayanhin kai mati dan itu bpdyguard nya pd pervert smua kekekee

  18. hadeuh bertambah lagi yang masukin reika

  19. dintania yuliandari

    jonghyun bneran suka ma reika??

    huAa.. kok jonghyunnya aneh yak..

  20. ap nie tanda” kau jga mau mati

  21. Aigoo reika agresif hahaha.. Tumben my beb minta reika janji jgn ninggalin dia? apa dia tau rencana taemin yak??
    Duhh itu jonghyun mo apa? kadian reika udah di cicipi 2 namja selain kai buahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: