Be My Girl (Chapter 1)

Untitled

Author: KR twins

Genre: Romance, comedy gagal PG-15

Cast :
-Lee Taemin
-Choi Minho
-Kim Daera (OC)
-Lee Min Ara (OC)

Note: annyeong^^ author KR comeback kkk~ kali ini ff duet dari Kim Reika dan Kim Reisa. Part ff ini sebenarnya sudah selesai tahun lalu, baru diedit besar-besaran dan jadilah seperti ini. Buat para readers yang menunggu kelanjutan Love Or Murdered, The Reason, My Sporty Boy dan juga yang minta sequel KissHug.. It’s.. Hurt! Dan sequel ff yang lain, mohon ditunggu^^ masih dalam proses pembuatan^^ gomawo~ Comentnya ditunggu lohh~~

_______

[Pagi]

Daera POV

“Hai appa, umma!” teriak ku sambil berlari kecil menuruni anak tangga dan langsung menuju meja makan untuk sarapan.

“Hai Darl, cepat ya makannya. Hari ini hari pertama kamu sekolah kan?” umma menatapku sayang, aku hanya mengangguk dan langsung menyuap makanan dengan lahap.
Selesai makan aku langsung berlari menyusul appa yang daritadi sibuk membunyikan klakson mobil.

“Aku berangkat ya umma” Pamitku ke umma dan mencium pipi umma sekilas, aku berlari ke luar rumah dan berangkat bersama appa.

“Appa! Malu didengar tetangga klakson gak jelas” aku mempoutkan bibirku.

Appa hanya terkekeh.
***

[‎​Seoul Senior High School]

‘Duh nih sekolah gede pake banget, masa aku harus keliling nih sekolah sampai dapat kelas yang kutuju. Gak deh!’ Batinku sambil menatap sekolah yang luas ini.

Baru 2 langkah menuju masuk gerbang sekolah, kemudian terdengar bunyi klakson mobil dari samping dan hampir menabrakku, nih mobil mau sengaja nabrak atau apa?. Atau aku yang tidak liat kiri kanan dulu? Emang jalan raya, ini kan sekolah. Wah nih anak nyari masalah, jelas-jelas parkiran didepan kenapa nih mobil ngelonyor masuk gerbang? Mau pamer? Huh!

“Woy, gak liat ya ada orang nyebrang!” Protesku kearah pemilik mobil itu. Akhirnya pemilik mobil itu keluar, pakaiannya sih kelihatan orang kaya, pake jaket, terus pake kacamata. Emang mau liburan kepantai ya?

“Makanya kalo nyebrang itu liat-liat” ucapnya santai. Nih anak kenapa jadi terkesan menyalahkanku? Jelas-jelas dia yang salah, sudah tau parkiran di luar.

“Woy, parkiran diluar, ini khusus untuk wilayah sekolah” Aku tak mau kalah.

“Anak baru ya? Berani banget” ngajak berantem nih orang.

“Iya. Memang kenapa? Aku gak takut sama senior-senior disini! Kita sama-sama manusia” Walaupun didalam hatiku dag dig dug, tapi biarlah daripada menanggung malu.

“Aku anak pemilik sekolah ini. Jadi, terserah aku dong mau parkir dimana kek” Jadi dia anak pemilik sekolah ini, pantas saja kelakuannya semena-mena.

“Oh… Jadi… Kamu anak pemilik sekolah ini? Oh. Yasudah” Aku berjalan cuek masuk kedalam sekolah.

“Tunggu!” Langkahku terhenti, aku mendengar suara itu lagi.

“Nih kartu namaku. Kalo kamu ingin minta pertanggung jawaban yang tadi, telpon saja aku” dia memberikan kartu namanya dengan muka datar tanpa senyum sedikitpun. Ha to the lo emang dia kira dia penguasa disekolah ini? Oke! Dia memang anak pemilik sekolah ini, tapi sombong sekali. Aku langsung mengambilnya dengan sedikit kasar dan berbalik lagi berjalan masuk kesekolah.
***

“Oh namanya Lee Taemin. Menyebalkan sekali orang itu!” Aku bergumam sendiri sambil ngeliat kartu nama orang sombong itu, dan tanpa melihat jalanan lagi.

Bruk!

“Eh. Jeongso hamnida, gwaencana?” tuh kan jadi nabrak orang, masih untung yang ditabrak yeoja.

“Ah, ne. Gwaencanayo. Kamu.. Murid baru ya?” Tanya yeoja itu.

“Ne” Jawabku seadanya.

“Kelas berapa?”

“Kalo tidak salah XI-2”

“Wah sama dong , mari ikut aku” dia menarikku kekelas.

“Siapa namamu?” Tanyaku.

“Lee Min Ara, panggil saja Ara”

“Oh..”

“Apa itu?” Tanya Ara sambil menunjuk kartu nama yang setadian masih kupegang.

“Oh, ini kartu nama Lee Taemin” jawabku santai.

“HAH?!” Ara kaget, ada urusan apa dia sama Taemin sampai kaget seperti itu.

“Wae?” tanyaku sambil memasukkan tuh kartu nama ke kantong sakuku.

“Aniyo”
***

Sampai kelas kami hanya bercakap-cakap, aku sebangku dengan Ara. Tak lama setelah itu pelajaran di mulai.

Daera POV end-
***

Author POV

[Pulang sekolah]

Daera lagi menunggu jemputan.

15menit~

30 menit~

1 jam~

2 jam~

“Duh appa kemana sih…” Daera mondar-mandir tidak jelas didepan gerbang dan sekilas melihat jam tangan nya, sudah menunjukan pukul 04.00 sore, sudah 2 jam lamanya Daera menunggu.

‘Awas saja appa, pokoknya harus mentraktirku belanja minggu ini!’

Tiba-tiba…

Ada yang menepuk bahu Daera. Daera kaget, dan membalikkan tubuhnya. Ternyata itu… Taemin.

“Heh! Belum pulang juga, lagi nunggu ojek ya? Atau angkot? Atau gak dijemput? Atau.. Tidak punya uang buat naik ojek? Hahaha” ejek Taemin ke Daera, tawanya menggelegar diseluruh penjuru sekolah ini. Sekarang Daera mulai naik darah, Semua organ tubuh ditubuh Daera serasa habis terbakar karna api kemarahannya.

“Heh! Enak saja bilang angkot, ojek, aku dijemput sama appa ku. Kalau kuadukan sama appaku kau akan ditonjok appa ku. Appaku pelatih karate tau, sabuk hitam!” Bohong nya keliatan. Sejak kapan ayah Daera menjadi pelatih karate? Pelatih negeri sipil kali.

“Oh” Daera sudah berani-berani bohong, berbicara panjang lebar dengan nada kesal, muka yang kelewat emosi. Terus cuma dijawab ‘oh’ sama Taemin.

Tit!! Tit!!

Klakson mobil appa Daera berbunyi, Daera langsung menuju masuk mobil tanpa menghiraukan Taemin yang masih ada disampingnya.
***

[Rumah]

“Umma aku makannya nanti saja ya..” Daera berlari menuju tangga dan naik ke atas.

“Eh tunggu ra!” langkah Daera terhenti disalah satu anak tangga setelah mendengar appa memanggilnya.

“Mwo?” Daera menoleh kebelakang.

“Siapa namja yang disamping mu tadi?”

“Oh itu, Lee Taemin. Sunbaeku disekolah itu” Daera menjawab dan kembali berlari ke atas.
***

Ara POV

[Toko buku]

Aku mengambil buku bersamaan dengan seorang namja yang ada dihadapanku. Dia melotot menandakan ‘hei! Aku duluan yang menyentuhnya’. Aku juga membalas pelototannya.

‘Oh matanya! Haha’ membuatku ingin tertawa dan itu berhasil membuatku cekikikan.

“Wae?” Tanyanya cuek mencoba menarik buku yang kami sentuh bersamaan tadi.
Aku menarik bukunya lagi. Dan terjadilah tarik-menarik tidak jelas. Tidak ada yang mau mengalah. Sampai akhirnya dia melepas tarikannya dan membuatku hampir terjatuh, dengan sigap dia menarik bahuku.

“Tidak mau mengalah, ceroboh pula!” Dia melenggang cuek. Grrrrrr! Sialan.
~
[Rumah]

“Menyebalkan!” Aku mendudukkan pantatku di sofa ruang tamu. Disana sudah ada oppaku yang sedang asyik bermain PS.

“Arghh!” Oppaku melirik sebal kearahku karna aku membanting bantal sofa tepat kewajahnya.

-you lose- itulah tulisan dilayar tv sekarang dan itu membuatnya kesal! Haha itulah yang menjadi kesenanganku sendiri membuat oppaku kesal. Lee taemin. Yang menurutnya adalah namja paling cool se seoul.

“Hari ini semua orang menyebalkan!” Keluhnya duduk disampingku.

“Ne! Tepat sekali”

“Kau kenapa?” Tanyanya mulai ingin mendengarkan kisahku. Beginilah setiap hari kami selalu berbagi kisah. Meskipun tak jarang terjadi perkelahian antar saudara.

“Aku berebutan buku dengan seorang namja ditoko buku, kau?”

“Aku hampir menabrak seorang yeoja tadi pagi. Di depan gerbang sekolah, dan dia marah-marah tidak jelas. Sepertinya murid baru. Dia tidak tau kalau kita anak pemilik sekolah!!” Taemin mulai kesal. Dia tidak suka kalau ada orang yang melarangnya parkir dimana saja.

“Kau jangan sombong oppa! Itu milik appa dan umma bukan milik kita”

“Tapi kita kan anak mereka”

Zzzzz aku beranjak dari sofa dan masuk ke kamar.

Ara POV end-
***

Daera POV

“Huh! Lelah sekali” aku menghempaskan tubuhku ke kasur.

‘Baru pertama kali melihat namja secantik itu’ Ucap ku dalam hati, sambil mengkhayal-khayal wajah si Taemin tadi.

Kling!!

Tiba-tiba.. Handphoneku berbunyi.

‘Hmm ada yang nge invite’

‘Lee Tem’ itu DN yang nge invite aku, nama yang cukup aneh. Yasudah acc saja.

Setelah itu aku langsung mengambil bajuku, dan segera berganti pakaian.

“Bosan dirumah. Mau jalan tapi sama siapa? Masa sendirian? Gak asyik” gumamku.

Ddrtt.. Ddrtt..

Tiba-tiba handphoneku bergetar lagi.

Lee Tem: PING!!!

Daera : ne?

Hanya di read. Orang yang aneh!
***

Sebelum itu~

“Ara!” Panggil Taemin dari luar kamar.

“Masuk!”

“Itu foto bbm kamu sama siapa?” Tanyanya memasang muka sewot.

“Oh teman baru. Hmm Kim.. De, Dae, Daera!!” Pikir Ara sekian lama mengingat-ngingat namanya.

“Oh ini dia nih yeoja yang nyebelin itu. Minta pin nya dong” Taemin langsung mengambil handphone Ara tanpa minta izin yang punya. Yang punya handphone masih sibuk online twitter di ipad. Memang sudah menjadi kebiasaan Ara.
***
‎​

Ara POV

@aralee follback😉

Seseorang mention minta follback, itu membuat mataku berbinar-binar karna bagiku ada fans yg ngefollow ha ha, oke abaikan. Namanya ‘choimin’ nama yg cukup aneh.

Tidak lama kemudian ada DM masuk.

Choimin: Gomawo, slm kenal yah🙂 ank mn?😀

Aralee: Done. Slm balik. Ank umma,appa =D

Choimin: hehe bisa aja. Msh skolah?

Aralee: iyalah, msh unyu2 gini =D km?

Choimin: iya😀 sama. Skolah dmn?

Aralee: seoul senior high school😀

Choimin: omo! Sama lg, sptny jodoh😀. Ak kls XII-2.

Cukup lama kami saling balas satu sama lain. Ternyata Choimin ini asyik juga. Tunggu. XII-2.. Itu kelas siapa ya? Aku bahkan lupa Taemin oppa berada dikelas mana. Yasudah lah.

Ara POV end-
***

Daera POV

Ddrtt.. Ddrtt..

Lagi-lagi handphone bergetar, kali ini bukan cuman sekali tapi beberapa kali, sampai nih handphone mau jatuh karna getarannya(?)

Ternyata dari Lee Tem itu lagi, siapa sih?

Lee Tem : PING!!!

Daera : apa sih? Ping mulu. Ganggu tau!

Lee Tem : aniyo. Kok jadi marah. Aneh!

Daera : kamu tuh yg aneh, SKSD banget!

Lee Tem: yasudah, tidak usah di perpanjang!

Daera : yasudah

Lee Tem: lagi apa?

Daera : nntn tv, wae?

Lee Tem: aniyo, nanya aja. Kamu.. Murid di Seoul senior high school kan?

Daera : ne

Lee Tem: sama dong🙂

Daera : hah? Perasaan tidak ada yg namanya Lee Tem, kamu yg mana ya? ketemuan yuk nanti didepan skolah, aku mau liat kamu. Siapa tau bisa temenan. Kebetulan aku anak baru disitu🙂

Lee Tem: hah?

Daera : mau gk?

Lee Tem: oh tdk bisa, soalnya aku sdh pindah ke incheon

Daera : Gitu ya?, yasudah.

Hanya diread. Daera mengecek Recent Updates dan Taemin mengganti DP nya.

Fotonya yang pakai kacamata terus pakai saputangan yang menutupi wajah dan gak jelas banget sih, aneh!
***

Ara POV

Malam ini sangat sepi, dirumah tidak ada siapa-siapa, Taemin oppa sedang jalan keluar, tak tau kemana, paling dia sedang dugem di klub.

Dan aku akhirnya memilih untuk jalan-jalan di sekitar taman konkuk sambil mengenakan mantel bulu yang tebal. Aku merapatkan mantel yang kukenakan dan duduk dibangku taman.

Tiba-tiba ada yang menepuk bahu ku dari belakang, setelah aku berbalik, ternyata seorang namja. Berbadan agak tinggi, sepertinya aku kenal orang ini! Bukankah dia…

“Neo!” Seruku dengan juteknya.

“Kau melihatku seperti melihat setan saja” dia loncat dari kursi belakang dan duduk dengan santainya disampingku. Dia memasukkan kedua tangannya kekantong jaketnya.

“Ah iya, Minho imnida” dia mengulurkan tangan kanannya.

“Mwo?” Aku masih bingung. Dengan bodohnya aku hanya garuk-garuk kepala.

“Kau tidak punya nama ya? Ya sudah” dia memasukkan lagi tangannya kekantong jaket.

“Ara imnida” jawabku singkat.

“Kau sekolah di seoul senior high school kan?”

“Ne…-” Mulutku mangap-mangap ingin menanyakan dia tau darimana,  orang ini sudah memotong pembicaraanku terlebih dahulu.

“Kemaren uniform mu pas ditoko buku. Aku juga sekolah disana” jawabnya dengan santai.

‘Kenapa selama aku bersekolah tidak pernah melihatnya?’

“Tapi kau tidak memakai seragammu. Pasti kau bolos” Seruku tersenyum terpaksa.

“Tepat. Ayo aku antar pulang” dia menarikku kami hanya jalan kaki karna jarak taman ke rumahku lumayan dekat dan arah pulang kami kebetulan searah. Hanya berbeda beberapa blok.

Ara POV end-
***

Author POV

Ara masih menunggu kedatangan oppanya. Sudah hampir jam 2 malam dia belum muncul juga. Dirumah mereka hanya tinggal berdua karna appa dan umma yang super duper sibuk, selalu pergi keluar dari Seoul. Hanya ada pembantu perhari datang dan itupun pulangnya jam 7 malam.

BRAK!!

Pintu terbuka lebar. Seperti biasa Taemin pulang dengan keadaan mabuk berat. Dia berjalan sempoyongan. Ara menopang tubuhnya ke kamar Taemin. Jujur Ara sangat benci melihat oppanya mabuk-mabukkan seperti ini. Pernah saat Ara menemukan oppanya mabuk, Ara marah. Sangat marah.

-Flashback-

“OPPA! SUDAH KU BILANG JANGAN MABUK!!!” Namun yang didapat Ara tamparan dari Taemin.

PLAK!

Taemin menampar pipi Ara tidak sengaja karna dia tidak sadar akibat efek alkohol, setelah Taemin tersadar dia meminta maaf namun memerlukan waktu 1 bulan lebih tidak saling tegur, lebih tepatnya Ara tidak menghiraukan Taemin. Selama itu juga taemin tidak pernah mabuk lagi. Ara mengira taemin berubah dan akhirnya memaafkan oppanyaa. Ternyata Ara salah besar. Hal tersebut justru terulang lagi.

-Flashback end-

Author POV end-
***

Daera POV

“Oppa bangun!” Aku menggedor-gedor pintu kamar sepupuku yang menyebalkan ini. Karena kedua orangtuanya pergi urusan bisnis diluar, sementara ini dia dititipkan disini bersamaku dan pembantuku. Karena kedua orangtuaku juga sibuk.

“Aku malas! Aku tidak masuk” Bentaknya dari kamar. Namun bukan Daera namanya kalau menyerah begitu saja. Daera mengambil kunci cadangan kamar sepupunya, Minho. Dan membawa seember penuh air.

BYUR!

“IYA AKU SEKOLAH!!!” Daera langsung tersenyum puas melihat sepupunya langsung ngacir kekamar mandi.

Mungkin kalian bingung kenapa marga kami berbeda. Aku bahkan tidak tau. Yang kutau, semenjak kepergian tuan Choi. Umma Minho memutuskan menikah lagi, tapi Minho enggan melepas marga Choi dari dirinya. Kami hanya sepupu tiri. Tapi biarpun begitu. Dia sudah kuanggap seperti oppa kandungku sendiri.
~

“Yuk mari cus! Gue nebeng” dengan santainya Minho masuk ke mobil Daera.

“Nih. Nyetir sono!” Aku menyodorkan kunci mobil tepat didepan hidung Minho.

Brum!

Daera POV end-
***

Taemin POV

Omo! Aku mabuk lagi. Sepertinya Ara akan marah besar kali ini, dan tepat sekali pagi ini dia tidak menegurku. Dia hanya diam.

“Ara, sekolah bareng oppa ya?” Aku mencoba merayu dongsaengku ini.

“Ne” Aku bingung, dia menerima ajakanku. Dia tidak marah? Tapi kenapa dia hanya diam?
~

Diperjalanan kami hanya diam saja. Seperti biasa aku parkir mobil sembarangan, didepan gerbang aku melihat namja berjalan dengan yeoja. Aku sudah sangat mengenali namja ini, dia baru masuk ternyata. Tumben dia tidak membolos.

“Hey, Minho!” Aku membukakan kaca mobilku. Dan aku melihat seorang yeoja disampingnya. Aku mengenali yeoja ini.

Deg!

Rasanya jantungku tiba-tiba menjadi aneh. Aku mau marah, entah kenapa aku ingin marah melihat pemandangan itu. Ara yang disebelahku juga memanyun-manyunkan bibirnya. Entahlah aku tak tau apa yang sedang dipikirkan Ara.

Taemin POV end-
***

Minho POV

“Hey, Minho!” Panggil seseorang dalam mobil. Aku mengenali mobil ini, mobil anak pemilik sekolah yang berlagak cool dihadapan yeoja.

“Hai, bro!” Minho juga tersenyum masih sambil melenggang cuek. Dia menatap seorang yeoja yang duduk dikursi tumpangan samping taemin.

Aigoo! Aku bertemu dengannya lagi. Aku tau kalau Ara adalah dongsaeng Taemin, karena aku pernah melihat foto keluarga dirumah Taemin, dan aku mengantar yeoja ini tadi malam tepat didepan rumah Taemin. Aku memang sering kerumah Taemin, tapi aku sangat jarang menemukan kesempatan untuk menemui Ara secara langsung. Aku melirik Daera yang tertinggal dibelakangku, dia memasang muka kesal. Aku memundurkan langkahku dan merangkulnya. Dia pasti kesal karena langkah kakiku lebih cepat darinya.

Minho POV end-
***

Daera POV

Argh! Aku bertemu Lee Taemin yang sombong ini lagi. Dan dia bersama Ara. Wow! Apakah Taemin namjachingunya? Omo omo!

Aku memasang muka kesal, entahlah aku tak tau apa yang kurasakan ketika melihat pemandangan didepanku ini, Minho tiba-tiba merangkulku. Beginilah dia kalau melihat mukaku berubah menjadi kesal atau apalah. Dia pasti mengira aku kesal karena dia meninggalkanku duluan padahal aku sangat kesal melihat seorang Lee Taemin, sang anak pemilik sekolah 1 mobil dengan Lee Min Ara, yang sudah kuanggap sahabat pertama kali disekolah ini.

Daera POV end-
***

Ara POV

Aku melirik kaca mobil disampingku, aku melihat Minho merangkul pundak Daera! Ohhell rasanya seperti ditusuk garpu tepat di ulu hati. Nyesek deh ngeliat pemandangan itu. Taemin juga melirik sebentar dan memasang tampang kesal. Aku tak tau apa yang dipikirkannya yang jelas aku sangat enek ngeliat sepasang kekasih itu rangkul-rangkulan mesra. Argh! Apa aku cemburu? Apakah aku menyukainya?

Ara POV end-
****

[Kelas XIB]

“Hai Dae!” Ara duduk disamping Daera.

“Kau ini. Daera. Suka sekali kau rupanya memanggil aku Dae” Daera memasang muka pura-pura ngambek.

“Haha bercanda kali Dae.. Eh Daera” Ara nyengir.

Baru kali ini sebenarnya Ara berteman dengan orang yang tulus dan polos seperti Daera. Biasanya Ara berteman dengan orang-orang yang hanya memanfaatkan hartanya saja. Kalau lagi ada maunya baru datang.

“Cie yang dianter sama namjachingunya” goda Daera mencoba tersenyum meskipun terpaksa.

“Mwo?” Ara mengerutkan keningnya.

“Lee Taemin”

“Hah? Hahahaha” Ara tertawa sejadi-jadinya.

“Wae?”

“Dia oppaku Dae! Bukan namjachinguku. Haha, lagipula gak level cewek unyu-unyu kayak aku pacaran sama dia”

“Berarti kau anak pemilik sekolah ini?”

“Pasti Taemin oppa menyombongkan dirinya dengan memberimu ini kan?” Ara mengeluarkan kartu nama Taemin. Persis yang diberikan Taemin ke Daera tempo hari.

‘Pantas saja Ara kaget pas ngeliat aku megang kartu nama Taemin’ batin Daera.
***

Daera POV

Ternyata sifat taemin dan Ara sangatlah berbeda jauh. Oppanya sangat-sangat sombong, namun berbeda dengan dongsaengnya dia tidak pernah mengumbar-ngumbar bahwa dia adalah anak yang punya sekolah, Taemin banyak punya teman dan dia selalu memanjakan teman-temannya dengan uang, namun setahuku satu-satunya sahabat karib yang tidak memandang hartanya itu Minho oppa. Dia sangat cuek. Bahkan Minholah tempat berbagi cerita nomor 2 setelah adiknya, dan ternyata adiknya ini Ara. Sahabat aku sekarang.

“Taemin itu baik kok dae. Hanya kelakuannya saja tidak mau berubah” Ara tersenyum kecut. Ternyata dibalik cerianya Ara tersimpan sesuatu.

“Hati-hati loh kalau sering bertengkar nanti jadi cinta” Ara mulai menggodaku dengan mengerjap-ngerjapkan matanya.

“Tidak akan Ara”

“Ah masa? Kau dan Taemin sepertinya memerlukan miss cupid sepertiku” Ara mulai ganjen deh.

Daera POV end-
***

Taemin POV

Aku memanjakan pantatku dengan duduk disamping sahabatku ini, dia masih berkutat dengan ipadnya. Sama seperti Ara dia mempunyai kebiasaan aneh, dia juga sangat senang online twitter.

“Kau ini, online twitter terus. Apa kekasihmu cukup sabar menghadapimu? Kalau-kalau saja kau punya gebetan baru di twitter” aku memandangi Minho yang masih senyum-senyum gakjelas, entahlah dia sedang apa.

“Ne. Aku punya gebetan” Minho mengerjapkan matanya beberapa kali.

“Wow! Dasar playboy.”

“Ani. Aku akan mendapatkan gebetan aku ini, kali ini aku akan benar-benar serius” dia mengerutkan keningnya.

“Lalu si Dae.. Daera kau apakan?”

“Maksud loh?” Minho mulai lebay deh.

“Kau itu PHP. Kau merangkulnya berarti dia pacarmu kan?” Nada bicaraku mulai meninggi.

“Uwow! Sabar bro. Dia bukan pacarku. Kau menyukainya ya? Ambil saja, atau perlu aku yang jadi miss cupidnya?” Minho mulai ganjen. Ketularan Ara yang sedang asyik menggoda Daera.

“Ani. Aku hanya penasaran. Kau terlalu banyak menyakiti hati wanita dengan sikapmu yang cuek dan terkadang berbuat romantis, misalnya saja merangkulnya tadi” aku mengalihkan pembicaraan Minho tadi.

“Wajar dong aku merangkul adik sepupuku” Minho masih berkutat dengan ipadnya.

Aku terkejut, sekaligus senang. Entahlah.

Taemin POV end-
***

Minho POV

Kling..

Bunyi kalau ada pesan twitter masuk. Aralee membalas pesanku yeay!

Aralee: hha, aku lagi berusaha menjadi miss cupid shbat aku😀

Choimin: jeongmal? Aku juga, shbat aku sdang jatuh cinta dgn adik sppuku.

Aralee: dan shbat aku jatuh cinta dgn oppaku. Awalnya sih bertengar mulu siapa tau aja kan jadi cinta.

Choimin: aku sebenarnya juga lagi jatuh cinta, entahlah. Pandangan pertama mungkin

Aralee: oh ya, nugu?

Choimin: adadeh, dia juga 1 skolah dgn kita. Adiknya shbat aku.

Aralee: wow! Ak juga. Tp sayangnya sprtiny dia pcr shbat aku. krna saat aku ingin mencomblangkan shbatku dgn oppaku, dia tdk trlalu merespon😐

Choimin: sabar {} ada aku kok ;;) hehe
***

Ara POV

Choimin aneh. Lagi suka sama orang masih aja sempat-sempatnya menggodaku. Dasar Choimin playboy.

Aralee: wah ketahuan yah kau ini playboy, lg suka sma org msh smpat2ny menggodaku.

Choimin: kan blm tentu dia juga suka sma aku😦 selagi msh ada kesemptan boleh dng menggoda hha

~

Di kelas sepi, yang ada cuman Taemin sama Minho berduaan dan gak ngomong satu kata pun, keduanya sama-sama asyik sama kegiatan sendiri , Minho yang sedang asyik twitteran sama gebetan barunya didunia maya, terus si Taemin lagi asyik bbm’an sama yang namanya Daera, yeoja yang dianggap Taemin menyebalkan. Tetapi Taemin senang berchat ria dengan Daera. Sejak kapan nih anak berdua bbm’an, akrab kayak gitu pula, biasaya marah-marahan mulu. Tapi… Daera tidak tahu menahu yang berchat ria saat ini adalah Taemin! . Ada rahasia yang Taemin jaga hingga sekarang , Taemin nyamar jadi Lee Tem, yang ngeinvite Daera kemarin dan sudah mulai akrab dichat.

Lee Tem: hai Dae, lagi ngapa?

Daera : lagi apa ya…

Lee Tem: jangan bikin aku penasaraan dong..

Daera : lagi berduaan sama cowok haha

“HAH?! IH!! DAERA TEGA DEH!” Taemin teriak-teriak gakjelas. Setengah sadar dan secara refleks, Minho yang di sampingnya langsung menutup telinga.

“Hah? Apa Taem? Apa yang kau bilang, kau.. Lagi… Lagi… aha!” Minho berhasil merebut handphone Taemin, dan keduanya saling rebut-rebutan, sampai tuh handphone sudah ada ditangan Minho. Setelah Minho mau nge cek bbm Taemin, tuh chat Taemin sama Daera udah ke end chat hihi, syukurlah , Taemin masih bisa nyimpan rahasia, dan kali ini harus lebih hati-hati terhadap Minho. Apalagi Minho kakak sepupu Daera.

Taemin langsung merebut kembali BB-nya dan keluar kelas.
***

Taemin POV

Aku hanya keliling-keliling koridor sekolah, sambil nge cek BB sesekali, menunggu balasan bbm masuk dari Daera. Huft. Ada apa denganku?

BRAK!!!

Aku menabrak seorang yeoja, dan ternyata itu adalah Daera. Handphoneku terlempar jatuh ke lantai, Daera sempat ngelirik handphoneku yang jatuh. Oh man! Handphoneku yang malang.

“Eh kamu punya bb ya, minta pin dong!!” Ucap Daera sambil memandangi handphoneku dengan polosnya, mampus kalau Daera tau pin ku.

“Oh ini handphone appaku, sementara saja nitip ke aku” ucap ku ragu-ragu,

“Oh gitu.. Yasudah, jalan liat-liat dong!!” ucap Daera dan kembali berjalan menuju kelasnya.

Beberapa detik kemudian, Daera balik lagi.

“Oh iya, boleh nanya gak?” Ucapnya dengan sedikit jutek.

“Boleh, apa?” jawabku tak kalah jutek.

“Kamu kenal alumni tahun lalu gak?”

“Kenal” Jawabku sedikit ragu diiringi anggukan.

“Oh, kenal sama yang namanya Lee Taem gak?” Pertanyaan Daera yang ini sempat membuatku tersentak kaget.

“Hah?”

“Iya!  nanti istirahat temenin aku ke perpustakaan yuk, mau liat buku alumni tahun lalu pasti disitu ada Lee Tem kan? Nah aku mau liat fotonya dengan jelas.” sumpah aku kali ini kaget setengah mati.

“Hah? i-i-ya deh” ucapku terbata-bata.

“Oke!” Ucap Daera dan kali ini benar-benar pergi kekelas  dan gak balik-balik lagi.

“Mampus! Daera bikin susah aja nih, hari ini kayaknya harus bolos 1 jam pelajaran nih buat foto terus harus cepat-cepat nempel tuh foto kebuku alumni cukup gak ya waktunya? Disempat-sempat kan saja lah” aku ngomong sendiri, ngoceh-ngoceh gakjelas, setelah itu aku langsung pergi keparkiran mobil dan ke studio foto.
~

‘Akhirnya selesai juga nih foto’ batinku dan langsung pergi ke sekolah lagi untuk nempel foto itu dibuku alumni.
***

“Waktu yang tepat” aku langsung berlari keluar perpustakaan setelah menempel foto itu, dan kebetulan di dekat situ aku ketemu sama Daera.

“Nah akhirnya ketemu juga, yuk kita ke perpus” dia langsung narik tanganku menuju perpustakaan.
~

Sesampai di perpustakaan Daera mencari buku alumni, dan membuka-buka buku itu, entahlah. Kenapa dia ingin sekali melihat Lee Tem itu, padahal itu aku. Yah, salahku sendiri sih membohonginya dan sampai di halaman terakhir, Daera menemukan yang namanya Lee Tem, itu kan aku yang nulis haha.

“Lah, ini Lee Tem” Daera menatapku, dan menatap foto dibuku alumni itu.

“Oh jadi kamu yang namanya Lee Tem itu, tapi kan namamu Lee Taemin. Hmm” katanya kembali, mampus! Tadi lupa pakai sapu  tangan buat nutupi muka. Tapi masa iyasih foto buat buku alumni pake sapu tangan buat nutupin separo muka?

“Oh bukan-bukan, itu.. Itu.. Itu kembaranku!” Terpaksa deh bohong.

“Oh gitu ya?” Jawab Daera dengan juteknya. Jutek-jutek kayak gitu masih cantik. Aish.

“Eh tunggu bentar, apa kau bilang? Kembaran? Kalo kembar bukannya Lee Tem seumuran denganmu dan masih bersekolah disini? Aaaa bohong ya?” Daera mengangkat alisnya heran, aku berbalik dan memukul jidatku pelan.

“Oh itu.. Dia kelas akselerasi loncat kelas gitu deh” jawabku bohong. Lagi.

“Oh gitu ya?” Dengan kepolosannya Daera percaya saja dengan semua kebohonganku. Maafkan aku Dae.

Taemin POV end-
***

Author POV

[Rumah]

“Eh Min, nanti kalo Daera nanya sama kamu tentang kamu punya oppa kembar jawab aja iya, oke?” Ucap Taemin dan duduk disamping Ara.

“Emang kenapa?” Ara bertanya heran.

“Pokoknya jawab aja iya!” Taemin nyolot dan kemudian bangun dari duduknya, memasang jaket kulitnya, kayaknya mau dugem lagi tuh anak.

“Ingat ya! Jawab iya” Taemin berjalan menuju keluar, Ara  yang melihat dan mendengar itu hanya melongo gakjelas.

“MAU GAK YA?” Teriak Ara dari dalam kamar. Seketika Taemin yang masih diruang tamu langkahnya terhenti.

Taemin berlari kekamar Ara.

“Jawab iya, jawab iya, jawab iya!” Taemin mengingatkan lagi.

“Aku gak mau bohong ah.”

“Please min. Sekaliii ini aja. Bantu oppamu yang ganteng ini” ucap Taemin PD.

“Pertama, jangan panggil aku ‘min’ oke namaku memang ada unsur namamu. Tapi cukup panggil aku ARA!”

Taemin mengangguk-nganggukan kepalanya.

“Kedua, jangan pergi ke klub malam ini.”

Taemin terlihat berpikir keras. Namun pada akhirnya menyetujui perkataan adiknya.

“Ketiga,-”

“Banyak banget sih permintaannya? Hanya untuk kata ‘iya’ min! Eh. Ara. Oh ayolah..”

“Yasudah. Aku jawab ‘tidak’ saja”

“Oke-oke. Yang ketiga apa?”

“Aku cuman mau bertanya…” Ara menggantungkan kalimatnya. Taemin menanti kelanjutan perkataan Ara.
“Apa kau menyukai Daera?” Goda Ara mengangkat kedua alisnya. Seketika kedua pipi Taemin merah.

Ara menahan tawanya.

“Buahaha. Mukamu memerah. Yasudah kalau kau belum siap bercerita kepadaku tidak apa. Aku mau tidur”

Sebelum Ara benar-benar menghilang dari hadapan Taemin.

“Ingat! Jangan pergi malam ini. Kalau ketahuan awas saja” pesan Ara dan akhirnya benar-benar menuju kamar.
***

Keesokan harinya~

Kukuruyuk… Ayam Onew berkokok. Yuk bangun. Ayo bangun~~ *abaikan*

Seperti biasa Ara dan Taemin kalo habis bangun langsung mandi dan menuju meja makan untuk sarapan. Setelah itu pergi kesekolah bareng untuk menuntut ilmu sampai ke negeri china._.
~

Dikelas Ara hanya bercakap-cakap bersama Daera.

“Ara, kamu punya oppa kembar ya?” Pertanyaan yang dilontarkan dari mulut Daera sama persis yang dikatakan Taemin tadi malam, Ara mulai teringat sesuatu.

“Eh Min, nanti kalo Daera nanya sama kamu tentang kamu punya oppa kembar jawab aja iya, oke?”

“Ne” Ara akhirnya menjawab, tumben nurut sama oppanya. Taemin memang benar menepati janjinya tidak pergi ke klub tadi malam. Dan Ara memang berniat ingin mencomblangkan oppanya dengan Daera.
~

Kling..

Seperti biasa Ara kalau sudah MULAI online twitter pasti senyum-senyum gakjelas.

Choimin: hey Aralee! Lg ap?

Aralee: lg baca2 buku aja nih diperpus. Kmu?

Choimin: oh ya? Aku juga lg diperpus.

Ara memandang sekitar. Hanya ada beberapa orang, dan juga ada dia !
***

Ara  POV

Omo! Ada dia. Sejak kapan.? Oh my god.

Aralee: ah iya, disini cukup sepi.

Choimin: btw kau dimananya?

Aralee: di dalam perpusnya lah =D

Choimin: omo! Disini ada dia. Yg aku sukai itu, ingin rasanya aku menegurnya.

Aralee: tegur saja, usaha dng. Hwaiting!

Entah kenapa aku sedikit ragu menyuruh Choimin menegur orang yang dia suka. Hmm. Dia tidak membalas lagi, aku menatap ipadku dibalik buku. Hehe biar dikira belajar padahal lagi online twitter. Diperpustakaan tempatnya adem sih. Apalagi dipinggiran jendela gini.

BRAK!

Seseorang membawa setumpuk buku duduk dihadapanku. Aku mencoba melihat orang yang duduk dihadapanku sekarang. Wajahnya tertutup setumpuk buku yang dibawanya.

“Itu lagi baca atau main game?” Sapanya dingin. Wajahnya masih tertutup tumpukan buku. Dia mulai menyusunnya. Hah ternyata dia. Minho. Aku hanya menggigit bibir bawahku, bingung mau jawab apa lebih tepatnya grogi karna kharisma wajah tampannya.

“Oh ternyata online twitter toh” dia hanya ngangguk-ngangguk gak jelas.

Ara POV end-
***

Sebelumnya~

“Taemin, dongsaengmu itu.. Nggg”

“Wae?” Taemin mulai menggoda Minho. Taemin mengeluarkan buku tulis dilaci mejanya, dia merobek secarik kertas dan menulis sesuatu.

Pin BB: 2114xxxx
No. hp: 0808xxxxxxxx
Twitter: @aralee

***

Minho POV

What?! Aralee? Itu berarti selama ini.. Uyeeeayy! Ternyata memang berjodoh gue mah hehe. Ara belum tau kalau selama ini dia berbalasan pesan denganku. Bagaimana ya kalau seandainya dia tau? Tidak boleh ketahuan pokoknya.

Hari ini seperti biasa aku berbalasan pesan twitter dengannya. Dia sedang ada diperpustakaan, kelihatannya sih berkutat dengan buku tapi dibalik tuh buku ada ipad. Memang dasar Ara. Aku mengambil buku asal-asalan agar aku bisa menegurnya, aish sejak kapan seorang Choi Minho yang cuek banget sama yeoja tiba-tiba ngejar-ngejar gitu? Entahlah aku tak tau apa yang ada dipikiranku, aku melupakan bolosku demi bertemu yeoja satu ini.

“Heh aku biarpun on twitter disini juga sambil belajar tau!” Bentaknya, dia memasukan ipadnya ke dalam tas dan membaca buku dihadapannya. Aku juga membaca buku yang aku ambil asal tadi. Aku sambil meliriknya yang lagi serius baca. Ayolah Minho! Ajak ngobrol. Seakan-akan tenggorokanku tercekat bahkan untuk mengajak ngobrol basa basi doang lidahku terasa kelu.

“Suka baca cergam yah? Kebalik tuh.” Dia bergumam. Aku meliriknya, dia masih asyik membaca buku dihadapannya. Dia tadi ngobrol dengan siapa ya? Aku memandangi sekitar, disini hanya ada aku dan Ara.

‘Argh Minho! Kau seperti orang bodoh dihadapannya, itu buku yang kau baca itu kebalik! Dan parahnya ini cergam’ evil Minho berkata.

Minho melirik buku dihadapannya. Oh god. Aku langsung menyingkirkan buku itu entah kemana.

“Nggg.. Kau kenal Choimin tidak?” Tanyaku refleks. Duh kenapa nanyain ini coba. Nanti dia curiga.

“Hmm kenal. Wae? Orangnya yang mana sih?” Tanyanya penasaran dan menatapku. Dia seolah-olah membiarkan buku dihadapannya itu terlantar begitu saja. Jelas dia tidak tau Choimin itu yang mana. Ava twitterku foto keroppi kok._.V

“Aku juga tidak tau. Makanya aku tanya. Aku kenal dengannya ditwitter!” Jawabku enteng.

“Oh ya? Sama dong. Tadi baru saja balas pesannya. Katanya dia juga diperpustakaan. Mungkin lagi nyamperin geberannya”

Hosh!
Itu aku Ara.
Sebegitu poloskah kau?
Disini hanya ada kita…

Minho POV end-
***

Taemin POV

Kling!

BB ku berbunyi, aku langsung mengambil handphoneku dikantong sakuku, dan membukanya, ternyata bbm dari Daera.

Daera: PING!!!

Lee Tem: ne?

Daera: hhe tak apa

Lee Tem: kau ini bisa saja hhe

Daera: lg ngapa?

Lee Tem: jalan2 dikoridor sekolah, lg nyari seseorang hhe

Daera: wah siapa tuh

Lee Tem: siapa yaa

Di sepanjang jalan aku hanya nyengir-nyengir gakjelas, dan akhirnya tepat dihadapan Daera yang kebetulan juga lewat dikoridor itu. Lagi-lagi aku bertemu dengannya. Sepertinya jodoh gak kemana haha.

“Eh, itu BB mu ya?” Tanya Daera dan nunjuk handphone yang kupegang.

“Ah bukan, sudah kubilang ini handphone appaku kan”

Daera menatapku, aku juga menatap Daera, dan seketika hening.

Sampai tiba-tiba…

Bruk!

Aish ditimpa Daera, alias Daera diatas tubuhku dan aku dibawah.

Ara tadi lewat dan sengaja ngedorong Daera biar jatuh, dan menimpaku.

Nih anak cari masalah saja, tapi biarlah. Terimakasih adikku sayang~~

“Kyaaa Taemin!” Daera kembali berdiri.

“Ah! Daera bisa saja, kalo kayak gini jangan ditempat umum, nanti saja” entah kenapa kata-kata ini langsung keluar dari mulutku, tanpa ku sadari.

PLAK!

Tamparan maut Daera tepat mengenai pipi mulusku.

“Aku tidak sengaja babo, ada yang mendorongku” ucap Daera kesal dan berjalan menuju kelas sambil menghentakan kaki.
~

[Kelas]

“Aigo! Tadi aku jatuh, dan menimpa Taemin” curhat Daera kesal dan duduk di samping Ara.

“Oh ya? Wah selamat” ucap Ara sambil nahan ketawanya.

Dan tak lama setelah itu pelajaran dimulai.
***

“Mmm Daera mampir kerumahku yuk!” Ajak Ara ke Daera, Daera hanya mengangguk.

“Minho oppa! Aku pulang bersama Ara” ucap Daera sambil teriak.

“Ne. Aku juga ingin jalan-jalan dengan Taemin. Nanti kau kujemput kita pulang bersama.”
***

[Rumah Ara]

Daera dan Ara hanya bercakap-cakap, bercanda, dan tak terasa waktu sekarang menunjukan pukul 09.30 malam, dan Taemin belum juga datang, apakah Minho juga tidak ada dirumah? Mereka kan memang jalan-jalan-_-. Makanya Daera tak mau pulang, dia tak mau sendirian di rumah.

Tiba-tiba pintu terbuka lebar.

Brak!!

Taemin masuk dengan keadaan mabuk berat.

“Omo! Oppa kau mabuk lagi” Ara langsung berlari menuju pintu.

“Taemin..” Ucap Daera khawatir.

“Apa yang terjadi?” Daera menyusul Ara.

“Dia setiap malam seperti ini, tak ada yang bisa merubah sikapnya” Ara membawa Taemin masuk kerumah.

“Aigo Taemin… Mm Ara sebaiknya aku pulang, aku ingin melihat keadaan Minho oppa. Dia tidak menjemputku sepertinya” Daera berjalan dan mengambil jaketnya menuju keluar.

“Ne”
***

“Oppa!” Daera langsung masuk dan… Melihat Minho sedang nonton film, yang setahu Daera Minho banyak mengoleksi film yadong. Mungkin dia sedang menonton salah satunya.

“Sedang apa kau?” Daera berjalan menuju kearah Minho.

“Ah Daera sudah pulang” Minho langsung mematikan film yang ia tonton.

“Syukurlah kau tidak mabuk”

“Aku tidak akan seperti Taemin..” Ucap Minho lembut dan mulai mendekat, mendekat dan semakin mendekat dan mulai menyentuh bahu Daera.

“Apa apaan kau!” Daera menepis tangan Minho yang ada dibahunya.

“Hah apa? Ah tidak aku ingin masuk kamar” Minho menggelengkan kepalanya dan segera masuk kedalam kamar.

‘Kendalikan dirimu Minho!’

Daera mengangkat kedua bahunya melihat tingkah Minho, dan masuk kekamar.

“Apa yang terjadi dengan Minho oppa? Ah lupakan! Mungkin… Omo jangan-jangan gara-gara film tadi. Aish, lupakan” Daera bergumam sambil berjalan masuk kekamarnya.
***

Keesokan harinya~

Hari weekend yang sangat indah..

“Aku ingin kerumah Taemin” ucap Minho dan langsung berlalu menuju keluar rumah.

“Eh?” Daera hanya kebingungan.
~

Ara  POV

Tok tok tok!

Terdengar suara orang ngetok pintu, dan aku langsung berlari membukakan pintu, rajin sekali tamu datang sepagi ini. Ternyata itu Minho.

“Eh Minho-ssi, untuk apa kau kesini?” Tanyaku.

“Tidak usah seformal itu. Taemin ada?”

“Tadi sih dia sedang keluar tak tau deh kemana” jawabku.

“Kau sendirian?” Minho langsung nyelonyor masuk kedalam rumah.

“N-ne” jawabku terbata-bata, aku pun menutup pintu dan duduk disofa.

“Mau minum apa?” Tanyaku dan ingin beranjak berdiri. Namun tangan Minho menahanku hingga aku terduduk lagi.

“Tidak usah repot-repot”
“Emm kau sendirian kan?” Minho mulai menatapku sedikit.. Err.. Mesum.

“Ne” Jawabku tanpa menatap matanya.

“Tak ada siapapun kan?” Minho mulai mendekat. Ya tuhan.. Mau apa dia? Hari ini pembantu yang bekerja dirumahku memang tidak datang. Karena hari ini hari libur.

“N-ne” Aku bergeser sedikit, mulai menjauhi Minho yang terus mendekat, hingga kurasakan punggungku disentuh oleh tangannya, jarak kami sangat dekat. Dia makin mempersempit jarak diantara kami dan mulai mendekatkan wajahnya.

Aku mencoba mendorong dadanya.

“APA-APAAN KAU! APA YANG INGIN KAU LAKUKAN?!” aku menutup mataku.

“Arghh! Kenapa aku ini. Babo!!” Minho merutuki dirinya sendiri. Dia berdiri dan mengacak-ngacak rambutnya sesekali memukul kepalanya frustasi.

“Kau tidak apa?” Tanyaku khawatir melihat kelakuan Minho.

“Ne. Tidak apa” Minho menjawab.

Matanya menatapku lagi. Entahlah..

TBC

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on June 14, 2013, in PG, Romance and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. fernanda feby alfiana

    Next Thor!!!

    FF-nya lucu😄
    aku suka peran Taemin disini wks~

    Next!!!!

  2. oke ditunggu ya^^ lagi proses pembuatan sm author Reisa. gomawo comentnya~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: