Love or Murdered Chapter 6B

1366529001582

Author: JS&KR

Genre: Kekerasan, action, Yadong NC-21

Cast:

-Kim Reika

-Jung Seira

-Lee Hyukjae

-Lee Donghae

-Do Kyungsoo

-Siwon

Support cast&cameo:

-Wu Yi Fan

-Kim Jongin

-Kim Jonghyun

-Shim Changmin

-Yunho

Note: Happy 14000viewers{} gomawo buat para readers yang sudah setia nunggu kelanjutan ff duet ini kkk~ coment ditunggu^^

BLAM!!

Baekhyun menutup pintu kamar cukup keras.

Baekhyun berjalan kearah Seira yang terbaring lemah diatas ranjangnya dan menindih tubuhnya.

“Hey, nyonya byun.. Kita belum selesai “

*****

Chapter 6 B

Seira tertawa kecil dan mendorong tubuh Baekhyun menjauh. Seira terduduk dan mengambil acak pakaian yang berserakan di lantai dan memakainya. T-shirt Baekhyun. Baekhyun hanya memandang Seira intens.

Chu~~

Tumben sekali Seira menciumnya duluan. Raut wajah Baekhyun masih menyiratkan kaget.

“Oppa, mianhae” ucap Seira dan menundukkan kepalanya.

Baekhyun meraih pinggang Seira dan mendudukkan Seira di pahanya. Seira mengalungkan tangannya di leher Baekhyun, dan mereka kembali berciuman. French kiss. Junior Baekhyun mulai menegang kembali dan menyembul di vagina Seira.

“Byuntae!” Seira memukul kesal dada Baekhyun, sementara Baekhyun hanya tertawa.

“Bukannya aku byuntae. Tapi mendengar suaramu saja sudah membuat hormon ku meningkat drastis”

“Dasar byuntae! Byuntae! Byuntae!” Seira memukul dada Baekhyun pelan tapi berkali-kali dengan mempoutkan bibirnya.

“Walaupun aku byuntae, tapi kau masih saja cinta sama aku kan?”

/Blusssshhh/

Speechless. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya. Seira sibuk menyembunyikan wajahnya yang sudah merona merah. Tawa kecil keluar dari mulut Baekhyun melihat kelakuan Seira.

“Tapi, ada sesuatu yang mengganjal pemandangan indah kali ini”

Seira mengernyit heran. Tangan Baekhyun bergerak kearah t-shirt yang dipakai Seira dan melepaskannya dengan mudah, karena t-shirt itu begitu longgar di tubuh Seira. Baekhyun memandang dada Seira tanpa berkedip.

“O-oppa” ucap Seira malu dan sedikit menutupi dadanya dengan tangan.

“Kenapa malu? Aku bahkan sudah melihatnya berkali-kali” ucap Baekhyun. Baekhyun meraih pipi Seira hingga pandangan keduanya bertemu. Baekhyun mencium bibir Seira lagi sambil tangannya bergerilya ke setiap inchi tubuh Seira. Perlahan Baekhyun menidurkan Seira kembali ke kasur dan menindihnya.

“Oppa” ucapan Seira sukses membuat aktivitas Baekhyun terhenti.

“Dari dulu aku selalu iri padamu”. Dahi Baekhyun mengernyit heran. “Kau punya jari yang indah oppa”, lanjut Seira. Baekhyun menyunggingkan evil smirknya.

“Hmm.. Kalau begitu coba kita lihat. Apa benar jari-jari indah ini dapat berfungsi dengan baik”

Baekhyun menyambar bibir Seira, kali ini agak tergesa-gesa. Seluruh tubuhnya sudah dipenuhi oleh nafsu. Tergopoh-gopoh Seira membalas ciuman Baekhyun, tangan Seira memainkan nipple kecoklatan Baekhyun.

“Mmmmhhh” desah Baekhyun

Jemari Baekhyun mulai bergerilya ke arah dada Seira, memilinnya dan memainkannya dengan jari-jarinya yang panjang.

“Nnngghhh.. Mmmhh”. Seira ingin mendesah nyaring, sayangnya mulutnya dibungkam oleh bibir Baekhyun.

Bibir Baekhyun beralih menciumi leher Seira. Melukis kissmark baru dan menutupi kissmark Donghae dengan miliknya.

“Kau tau, nyonya Byun? Aku sebenarnya masih kesal kenapa kau mau saja diajar bercinta dengan si Donghae itu, hm?”

“Aaaaaahhhhh”

Jari tengah Baekhyun sukses menyelinap masuk kedalam vagina Seira. Baekhyun menggerakkan jarinya keluar masuk tanpa menambah jari lagi. Pinggang Seira mulai bergerak dengan sendirinya, mengikuti gerakan jari Baekhyun.

“Kau belum menjawab pertanyaanku, nyonya Byun”

“Aa..akuu… Hmmmhhh.. Aku itu… Aaahhh”

Seira menjambak lembut helaian rambut Baekhyun saat tiba-tiba Baekhyun menambah jarinya sekaligus mengemut kencang nipplenya.

“Aku.. Mianhae.. Ooohhh”

“Mianhae? Hanya itu? Kau harus dihukum”

Baekhyun menambah jarinya lagi masuk ke vagina Seira. Lidahnya semakin gencar menjilat, dan menghisap nipple Seira. Sedang tangannya yang lain meremas-remas dada Seira bertempo sambil memilin nipplenya.

“Hhmmmhh.. Baekhyunhh.. Oppaah… Aaahh”

Punggung Seira condong kedepan, kepalanya mendongak keatas, dan mendesah menyerukan nama namja itu, Baekhyun. Pegangan Seira di bahu Baekhyun semakin erat. Baekhyun merasa dinding vagina Seira mulai menyempit dan berkedut, tanda ia akan orgasme.

“Baekhyun.. Aku.. Nnngghhh”

Baekhyun mencabut jari-jarinya, dan tampak jelas ekspresi kecewa dari Seira. Seira menatap Baekhyun seperti mengisyaratkan apa-yang-kau-lakukan-hah. Baekhyun menyeringai, dan menatap Seira seduktif, ia berbisik tepat di telinga Seira.

“Let me taste you, babe”

Baekhyun mengganti jarinya dengan mulutnya. Awalnya ia hanya mencium dan menjilat bibir vagina Seira saja, sedikit menggoda Seira.

“Nngghhh.. Oppaahh.. Jeballhh.. Jeball”

Baru saja Seira meminta seperti itu, agaknya Baekhyun sudah mengerti. Lidah Baekhyun dengan tangkas masuk ke vagina Seira, mengeksplornya, dan meliuk-liukkan lidahnya disana. Badan Seira menggeliat kesana-kemari.

“Aaaahhh… Mmmhhh”

Lidah Baekhyun terus bergerak mencari titik lemah Seira, sampai akhirnya Baekhyun menemukannya. Seira mendesah sangat nyaring menyerukan namanya, saat lidahnya menyodok g-spotnya.

“Baekhyun!! Di.. Sana.. Nngghhh.. Aahh”. Lidah Baekhyun kembali menyodok titik itu berkali kali.

“Baek.. Aaaahh”

Baekhyun dengan siaga menelan semua cairan Seira dan bahkan menghisapnya hingga tak ada setitik pun yang tersisa. Baekhyun naik keatas dan mencium kedua kelopak mata Seira yang tertutup mungkin karena kelelahan. Mungkin Seira tampak lelah, tapi sebenarnya tidak. Tanpa Baekhyun ketahui, tangan Seira bergerak menuju juniornya, dan..

Greeepp.

Seira langsung mengocok junior Baekhyun perlahan, lalu cepat, lalu perlahan lagi. Jari-jarinya membelai junior Baekhyun penuh tekanan.

“Mmmhhh” desah Baekhyun. Nafasnya mulai berat.

Seira mendorong tubuh Baekhyun hingga ia yang berada di atas sekarang. Tangannya masih bekerja mengocok juniornya sedangkan bibirnya asik bertengger di leher Baekhyun dan sesekali bernafas di telinga Baekhyun sambil menyerukan kalimat-kalimat kotor.

“Bayangkan oppa. Bayangkan juniormu ini masuk ke dalam mulutku. Aku memblowjobmu. Bisa kau rasakan lidahku membelit juniormu, menghisap ujungnya, dan mengemutnya. Kau bisa merasakan bagaimana hangat, basahnya mulutku dan juniormu yang terbungkus salivaku. Dan juniormu yang mulai menegang, memperlihatkan urat-uratnya karena itu tanda kau sudah dekat klimaks, dan akhirnya- AKH!”

Baekhyun mendorong kembali tubuh Seira hingga berbaring lagi di kasur. Mata Baekhyun didominasi oleh nafsu. Hanya nafsu yang tercetak disana.

‘Oh tidak. Aku salah telah membangunkan srigala yang haus akan se*’

“Kau pikir kau bisa menang dariku, nyonya Byun? Jangan harap” ucap Baekyun dengan evil smirk dan mengubah posisi jadi 69.

Keduanya sibuk memblowjob satu sama lain. Terkadang Baekhyun menghentikan aktivitasnya mensuck vagina Seira, dan mendesah menyerukan nama Seira. Seira menyeringai evil. Baekhyun sangat lemah jika ia memblowjob juniornya. Pasti. Seira semakin gencar mengemut junior Baekhyun, begitu juga dengan Baekhyun yang tidak mau kalah dengan Seira. Lidah Baekhyun menemukan klitoris Seira dan memainkannya. Mengemutnya, dan menggigitnya pelan. Seira mendesah dengan keadaan junior Baekhyun masih di dalam mulutnya, dan itu sukses membuat getaran aneh tersalur di sekujur tubuhnya sampai ubun-ubun.

“Mmmhhh.. Oppaaahh”

“Chagii… Ooohhh”

“Aaaaaaahhhh”

Mereka orgasme hampir bersamaan. Setelah keadaan sudah mulai tenang dan tenaga sedikit lebih pulih, Baekhyun merubah kembali posisi mereka. Baekhyun memasukkan juniornya kedalam vagina Seira dan memintanya untuk duduk dipangkuannya. Baekhyun meletakkan kaki Seira agar melingkar di pinggangnya dan menggendongnya menjauh dari kasur.

“Kita mau.. Ahhh.. Kemana.. Op- aahh- oppa?” Ucap Seira terbata-bata. Kontak mereka yang tidak dilepas dan Baekhyun yang berjalan membuat junior Baekhyun serasa bergerak di dalam vaginanya.

Dinginnya tembok kamar menerpa punggung mulus tanpa sehelai benangpun milik Seira. Seira mengernyit bingung, apa lagi rencana Baekhyun?

“Aku selalu berharap dapat melakukan ‘ini’ sambil berdiri. Kupikir itu lebih nikmat” ucapnya.

Tanpa basa-basi Baekhyun menggerakkan juniornya cepat. Seira semakin mengeratkan pegangan kakinya pada pinggang Baekhyun dan membuat junior Baekhyun semakin menyodok dalam vaginanya.

“Eemmmhh.. Aaahh.. Baekyunn.. Aahhh”

Baekhyun beralih mengemut nipple Seira dan mengigitnya pelan hingga nipple Seira menebal dan berwarna kemerahan. Vagina Seira berkedut hebat, junior Baekhyun seperti dipijat-pijat.

“Ngghhh.. Seiraa..”

“Ooppaaaahh.. Aku.. Mauu.. Mmhh”

“Sebentarrh.. Chagi.. Ooohh”

“Aku.. Tidak kuat lagi.. Nngghh”

“Aaahh”

Setelah mencapai klimaks bersama, Baekhyun langsung menggendong tubuh Seira balik ke kasur dan tidur bersama. Baekhyun memeluk erat tubuh naked Seira di bawah selimut seakan tak ingin melepaskan Seira lagi. Seira tersenyum dalam pelukan Baekhyun, merasa bahagia bahwa ia milik Baekhyun, dan Baekhyun hanya miliknya.

-Sementara itu-

Kai menatap tajam lurus kearah bola mata Reika. Reika memeluk tubuh Kai erat, menghindari tatapan tajam Kai membenamkam kepalanya di dada Kai. Kai mencium leher dan bahu Reika.

“Mmmhh.. Oppa”

Mereka berdua hampir berciuman kembali, saat mendengar desahan nyaring Seira di kasur sebelah. Kai menghela nafas panjang, ia baru ingat kalau ada pasangan lain yang juga bercinta di ruangan ini. Kai membopong Reika ke kamar mandi.

“Kai? Kita mau kemana?”

“Berendam air panas, tidak buruk juga kan? Menghilangkan stres juga” ucap Kai.

Mereka berciuman panas sambil berjalan ke arah kamar mandi. Kai menendang pintu kamar mandi tanpa melepaskan ciumannya. Kai mendorong Reika hingga menabrak tembok, dan melepaskan ciumannya.

“Aku akan siapkan airnya” ucap Kai dan mencium kilat bibir Reika sebelum pergi ke arah bathup dan menyalakan kran air panas.

Reika berjalan kearah kaca besar yang ada di kamar mandi. Ia menatap pantulan dirinya disana. Banyak kissmark. Jemarinya menyusuri tiap kissmark yang terlukis di tubuhnya. Reika menghela nafas dan mengikat asal rambutnya dengan jepit rambut. Tiba-tiba sebuah tangan memeluknya dari belakang, erat. Kai memandang Reika dari kaca.

“Kau tau tidak betapa cantiknya dirimu di mataku, hm?”. Reika hanya tertawa dan menoleh kebelakang, mencium bibir Kai.

“Tapi, perlu kau ingat. Seluruh tubuhmu hanya milikku. Milikku seorang”

Sebelah tangan Kai bergerak menyusuri wajah Reika. Dari matanya, pipinya, lalu berhenti di bibirnya.

“Mata ini hanya boleh memandangku. Pipi ini hanya boleh dicium olehku. Bibir ini.. Hanya boleh dicium oleh ku dan mencium bibir ku seorang”

“Mulut ini hanya boleh mendesah untukku, mendesahkan dan menyerukan namaku saja”

Tangan Kai bergerak turun hingga ke dada Reika. Kai memerasnya, dan memainkan nipple Seira gantian.

“Mmmmhh.. Kai…”

“Dada ini, hanya aku dan anak kita kelak yang boleh melihatnya”

/Bluuussshh/

Wajah Reika merona saat Kai menyebut nama ‘anak kita kelak’. Tangan Kai turun lagi hingga ke vagina Reika dan menggeseknya dengan jarinya.

“Dan.. Hartamu ini. Hanya aku yang boleh melihatnya. Hanya aku yang boleh mengincipinya, dan hanya milikku yang boleh masuk dan menikmati bagaimana sempitnya dan nikmatnya milikmu” ucap Kai tepat di telinga Reika.

“Arrachi?”

Reika hanya menganggukkan kepalanya. Kai menarik tangan Reika ke arah bathup dan mencelupkan dirinya duluan masuk ke sana.

“Sini chagi. Nanti airnya keburu dingin”

Reika masuk dengan perlahan dan duduk di pangkuan Kai. Kai memegang pinggang Reika dan memasukkan juniornya dari belakang.

“Nnngghh.. Kaaii~”

“Mmmhhh.. Sempithh.. Sekali..”

Setelah juniornya tertanam sempurna, Kai tidak menggerakannya. Hanya membiarkannya saja. Tangan Kai yang awalnya memeluk pinggang Reika mulai nakal meremas-remas dada Reika.

“Kai..”

Jari-jari Kai sibuk memainkan nipple Reika. Reika menggigit bibir bawahnya, berharap dapat mencegah desahannya lolos keluar dari mulutnya. Sayangnya hanya sia-sia. Desahannya semakin nyaring saat Kai tiba-tiba memasukkan langsung 3 jari ke dalam vaginanya dan mengocoknya pelan.

“K-kai.. Aaahhh”

Bibir Kai tidak tinggal diam. Kai mencium, menjilat dan menggigit pelan leher Reika. Sebelah tangannya yang lain masih bertengger di dada Seira. Evil smirk tergambar jelas di bibir Kai saat Reika mendesahkan namanya keras dan memejamkan matanya menikmati service darinya.

Kai mulai menggerakkan juniornya perlahan, lama-lama makin cepat. Jari-jarinya masih memfingering Reika dalam tempo cepat, sedang ibu jarinya menekan nekan klitorisnya. Reika hanya bisa pegangan di pinggir bathup. Menahan hasrat yang meledak-ledak di tubuhnya.

“Nnnghhh… Oohhh.. Kaaaiihh.. Aaahh”

Mendengar desahan Reika yang menurut Kai sangat seksi, membuat libido Kai semakin naik. Kai semakin menggerakkan juniornya cepat sampai air dalam bathup ikut berguncang dan tumpah ke luar bathup.

“Mmmhhh.. Reika.. Ooohh”

“Kaaii… Aaahh.. Ahhh”

“Nnghhh… Aaahhh~~~” desah mereka berdua bersamaan.

Kai tersenyum kearah Reika, Reika masih memejamkan matanya dan menetralkan nafasnya yang terengah. Tangan Kai yang seakan masih belum puas bermain lagi disekitar dada Reika.

“Kai… Cukuphh… A-aku lelahh~”

Reika berbicara susah payah. Reika paling tidak tahan ketika tangan Kai bekerja didadanya dan meremasnya dengan lembut. Lagi. Kai mengeluarkan smirknya. Seakan belum puas menghukum yeojanya.

“Kenapa kau bercinta dengan ahjussi mesum itu?” Tanya Kai. Menekankan kata ‘ahjussi’ untuk mengejek Eunhyuk.

Kai melepaskan kontak belakangnya dengan Reika dan membalik tubuhnya agar berhadapan dengan Reika.

Kai memasukkan lagi juniornya, kali ini lewat depan. Reika mendesah tertahan karena Kai melumat bibirnya. Kai melingkarkan kedua kaki Reika dipinggangnya dan keluar dari bathup.

Kai menyalakan Shower dan merebahkan tubuh mereka dilantai. Dapat dirasakan Reika dinginnya lantai menyentuh punggungnya dan air shower mengucur kewajahnya, bisa dilihatnya rambut Kai yang basah. Air menetes dari ujung-ujung rambutnya, membuat kesan seksi dimata Reika. Reika memandang wajah Kai tanpa kedip.

“Aku tau, aku tampan nyonya Kim…” Ucap Kai mencium bibir Reika singkat dan tersenyum aneh. Reika menyerngitkan dahinya, mengartikan arti senyuman Kai tadi.

“Kau itu tidak kalah mesum seperti Eunhyuk oppa..” Reika menggumam pelan, namun telinga Kai masih bisa mencerna perkataan Reika.

“Tidak salah aku berguru padanya…” Kai lagi-lagi mengeluarkan smirknya yang membuat Reika sedikit kesal. Reika tau arti smirknya itu aku-masih-belum-puas- Reika bergidik ngeri. Dia tahu, Kai tidak akan mudah menghentikan permainan ini apalagi dia baru saja melihat yeojanya ‘diperkosa’ oleh Eunhyuk.

Kai menciumi leher Reika. Kai masih belum puas mengukir dan menghapus bekas kissmark dari bibir tebal Eunhyuk. Seketika mengingat itu membuat Kai kesal sendiri dan menghisap leher Reika brutal. Reika mendesah nyaring, karena hanya itu yang dapat dilakukannya.

“Aaahh… Kaiii… Ooohh…”

Tangan Reika menjambak helaian rambut Kai yang basah. Tanpa Reika sadari Kai mulai menggerakkan bagian bawah mereka yang memang setadian tidak terlepas.

“K-kai… Oohhh.. Nnggghh…”

Bibir Kai mulai bermain didada Reika, mengecupi ujungnya dan memainkan lidahnya disana. Kai memutar-mutarkan lidahnya dinipple Reika dan mulai mengulumnya.

“Nnnggghh.. Kaaii… Oohhh”

Reika memeluk kepala Kai, menekan kepala Kai didadanya dan menikmati junior Kai divaginanya yang menyentuh titik lemah vagina Reika.

Kai mempercepat gerakan pinggulnya ketika merasakan kenikmatan itu perlahan akan datang, begitu pula dengan Reika mengikuti irama pinggul Kai berlawanan arah.

“KAI… Aaahhhh~”

“REIKA!!”

Mereka orgasme lagi. Melihat bibir Reika yang mulai bergetar Kai melepaskan kontak mereka dan mengangkat tubuh Reika berdiri. Mereka saling membersihkan badan mereka satu sama lain. Setelah selesai, Kai menggendong Reika kembali ke kasur dengan berciuman dan membantu Reika memakai pakaiannya.

Kai berbaring dengan damai disamping Reika. Tangannya melingkar erat di pinggang Reika. Reika mendekatkan badannya dan memeluk Kai erat. Reika tersenyum dalam pelukan Kai dan pergi ke alam mimpi menyusul Kai yang sudah lebih dulu tidur.

****

Sementara itu, tadinya…

[Sebelum mengeluarkan Eunhyuk dari kamar]

“Jangan bilang ke bodyguard pribadi mereka kalau kami ada dirumah.” Ucap Baekhyun.

“Kalau kalian memberitahukan, maka kami juga akan memberi tahu ke…” Sambung Kai tanpa melanjutkan. Kai mengambil sesuatu dari balik kantong celananya yang sudah berserakan dilantai.

Dan..

Klik!

Kai memfoto Eunhyuk dan Donghae dalam keadaan naked. Dan juga memfoto Reika dan Seira. Reika yang melihat itu ingin mendeath glare Kai, Kai melihat muka Reika yang terkejut mengeluarkan smirk andalannya.

***

Meanwhile~

Eunhyuk memasang kembali boxernya setelah sebelumnya memandang kebawah kearah juniornya yang masih tegang akibat permainan hebat dengan Reika tadi. Eunhyuk menyelipkan tangannya masuk kedalam boxernya dan mengelus juniornya.

‘Aigoo.. Kenapa dia belum mau tidur juga?’ Batin Eunhyuk kesal.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka dan keluar sosok Donghae yang sedang didorong kasar oleh Baekhyun dan setelah itu terdengar bunyi debaman keras. Donghae berdiri dengan susah payah dan melihat sosok Eunhyuk yang berdiri di pojokan, terlihat masih sibuk dengan juniornya.

Donghae bermaksud menghampiri Eunhyuk tapi siapa sangka, sebelum sampai pada Eunhyuk, Donghae terpeleset. Badannya terpental kearah Eunhyuk. Tangan Donghae secara tidak sengaja meraih boxer Eunhyuk dan melorotkannya. Dan terkeluarlah junior Eunhyuk yang masih tegak. Donghae memekik kaget karena ia terpeleset dan ternyata junior Eunhyuk yang berada di depan wajahnya langsung masuk ke dalam mulutnya.

“Ehm”

Eunhyuk mendesah lirih dan menahan kepala Donghae meminta lebih. Seakan mengerti, Donghae langsung mengeluar masukkan junior Eunhyuk di mulutnya dan menghisap ujungnya. Lidahnya bermain dengan kedua twistball Eunhyuk.

“Oohh.. Fanterrh hae hhh~”

Eunhyuk terus menekan kepala Donghae dijuniornya.

Donghae menghentikan aksi mengulumnya dan menggantikan tangannya yang meremas junior Eunhyuk. Bibir Donghae menciumi permukaan perut Eunhyuk dan terus naik dengan seduktif, hingga sampai dibibir tebal Eunhyuk.

Seakan tidak mau kalah, Eunhyuk meremas junior Donghae dibalik celana yang digunakannya. Donghae mendesah disela ciuman panas mereka, kesempatan ini digunakan Eunhyuk menuntun tubuhnya dengan tubuh Donghae kesofa ruang tamu.

Eunhyuk menindih tubuh Donghae dan kembali menciumi bibir Donghae ganas. Tak lupa tangan Eunhyuk memberikan service dijunior Donghae. Donghae mengacak-ngacak rambut Eunhyuk frustasi. Seakan ingin menggantikan tangan Eunhyuk dengan mulut manis Eunhyuk. Eunhyuk melepaskan ciumannya dan tanpa ba-bi-bu turun kepermukaan junior Donghae dan mengulumnya.

“Oohh.. Aahh Hyuk-aah..”

Eunhyuk memutar-mutarkan lidahnya dijunior Donghae. Gigi-giginya yang tajam seperti memakan junior Donghae membuat Donghae keenakan. Donghae terus menekan kepala Eunhyuk agar tidak berhenti dijuniornya. Tangan Donghae yang bebas memilin-milin nipplenya sendiri.

Tanpa disadari Eunhyuk dan Donghae. Sudah berdiri 2 sosok namja tampan yang ternganga melihat aksi keduanya. Kedua namja itu baru saja sampai dirumah dan langsung disambut dengan pemandangan yang cukup… Mengerikan..

“H-hyung!” Seru kedua namja itu.

Merasa terpanggil. Eunhyuk mendongakan kepalanya, begitu juga dengan Donghae. Mereka terkejut.

“Apa yang kalian lakukan?!” Tanya Sehun menutup mulutnya. Kris mendelik ngeri dan segera mendorong Sehun untuk masuk kamar.

‘Sial. Sehun masih terlalu muda untuk meliat ini. Dan kalian mulai membangunkan rrrr adikku’ batin Kris.

Kris segera ngacir kekamar. Dan mungkin akan berusaha menidurkan adiknya sendiri.

****

Sehun sudah sampai kamarnya. Tanpa Sehun sadari, karena melihat Eunhyuk dan Donghae tadi sesuatu menyembul dibalik celana jeansnya.

Sehun menatap kebawah dengan ngeri.

‘Sial.. Sepertinya aku akan bekerja sendirian’ batin Sehun.

Sehun memegang juniornya dibalik celana jeansnya. Dan nafasnya mulai memburu.

‘Lihatlah! Bahkan kusentuh dari luar saja sudah nikmat’ batin Sehun lagi.

Sehun menatap kesekeliling kamarnya, mencari sesuatu. Sampailah ia menemukan majalah Eunhyuk yang ia pinjam di bawah bantal. Sehun mengeluarkannya. Majalah dewasa. Tentu saja, untuk 18+++. Sehun menegak salivanya susah. Sehun duduk di tepi ranjang dan tangannya membuka lembar pertama dari majalah itu.

‘Shit!’ Umpatnya

Bahkan model di halaman paling awal majalah itu sudah dapat membuat celananya makin terasa sesak. Sehun melihat dengan seksama model itu. Dengan bikini super sexy yang sepertinya percuma digunakannya karena seluruh tubuhnya hampir terlihat. Tangan Sehun membuka kembali lembar demi lembar majalah dewasa itu.

Gleek!

Model kali ini bukannya sexy lagi. Tapi ia telanjang! Dengan kaki dibuka lebar menampakkan vaginanya, wajah merah karena horny dan payudara sintal yang diremasnya sendiri. Sehun segera melepas celana jeansnya dan membuangnya kesembarang arah. Juniornya dibiarkan menjuntai keluar. Tampaklah urat-uratnya yang mulai jelas terlihat. Sehun sudah memegang juniornya, mengocoknya pelan. Tangannya kembali membuka lembaran majalah itu.

Matanya semakin membulat. Pose-pose yang dilakukan model-model majalah ini benar-benar membuat juniornya sesak. Sehun mengocok juniornya bertempo.

“Aahh.. Oohh… Sshhh..”

Sehun belum mau kalah. Ia mengambil laptopnya, meletakkannya di kasur di atas tumpukan bantal. Jarinya dengan lihai mencari kumpulan video porno milik Eunhyuk -juga- di flashdisk Hyuk yang dipinjamnya. Ia mencari video porno paling hot -menurutnya-. Dan yang benar saja!

Sehun menggigit bibir bawahnya. Ia menonton video pasangan sedang pose 69. Sehun memasang headsetnya dan menaikkan volumenya hampir full. Ia mendongakkan kepalanya keatas, sambil terus mengocok juniornya. Kali ini makin cepat dan ia menggenggamnya lebih kuat.

Tangan Sehun dengan lihai memijit-mijit juniornya. Mulai dari tempo lambat sampai tempo cepat. Sehun mengocok-ngocok juniornya dan meremas twistballnya. Sebelah tangannya digunakannya untuk memilin nipplenya sendiri.

“Oohh.. Aaahhh~”

Sehun mulai berkeringat. Desahan yeoja di video ini membuat libidonya terus naik. Ia mengocok juniornya makin cepat hingga precumnya datang. Dilihatnya tangannya penuh dengan cairannya sendiri. Sehun mendekatkan tangannya dan menjilat sedikit cairannya.

“Hhmmm. Not bad” ucap Sehun. Sehun segera membasuh tangannya dari cairannya tadi.

***

Kris segera menutup pintu kamar dan menguncinya. Nafasnya sudah memburu. Keringat sudah mengucur dipelipisnya. Kris memandangi bagian bawahnya yang mulai sesak.

Kris berlari kekamar mandi, dan segera melepas celananya. Kris merasa bagian bawahnya sudah basah.

Perlahan Kris menyentuh juniornya. Dan kukunya bergesekan dengan twistballnya.

Kris mendongakan kepalanya dan sebelah tangannya menghidupkan keran shower. Kris menambah tempo kocokannya dijuniornya. Dapat dirasakan Kris wajahnya hangat dicucuri air Shower yang mengucur membasahi seluruh tubuhnya.

“Ooohh.. Yeaah..”

Kris memijat-mijat secara teratur juniornya. Membuat urat-uratnya mulai terasa. Kris mengigit bibir bawahnya ingin menikmati klimaksnya.

“Aaaahhh~”

Kris mendesah lega.

****

Jonghyun dan Kris akhir-akhir ini selalu setia menemani Reika dan Seira kemana-mana. Dan itu membuat Luhan agak susah untuk menyingkirkan Seira, karena Sehun sangat lambat bertindak.

Luhan selalu mengawasi pergerakan kedua kakak beradik itu. Dan berpikir keras bagaimana cara untuk membunuh Seira, sesuai dengan perintah bosnya. Karena selalu ada Kris dan juga Baekhyun disisi Seira dan menjaga Seira. Itu membuat Luhan susah mendekati Seira.

Suatu hari Seira luput dari pengawasan Kris dan Baekhyun. Hari itu Baekhyun ada pelajaran tambahan disekolah, dan Kris yang belum menjemput Seira. Luhan dan Sehun sengaja mengikuti Seira hari ini. Ini kesempatan Luhan untuk menculik Seira dan membunuhnya.

‘Kalaupun ada bonusnya aku juga akan memperkosanya’ batin Luhan memperhatikan tubuh indah Seira dari atas sampai bawah. Segera Luhan tersadar dari pikiran kotornya.

Ketika Luhan ingin bertindak, Sehun mencegahnya.

“Jangan.. Biarkan dia mati ditanganku”

***

Do masih disergap dikediaman keluarga Reika. Tak luput dari pengawasan Eunhyuk dan Donghae tentunya. Siwon kembali lagi ke Singapura. Siwon bolak-balik Singapura-Seoul hanya memastikan keadaan Reika dan Seira.

“Kalian.. Berhati-hatilah dengan Sehun dan Taemin” ucap Do angkat bicara.

Tanpa mereka sadari ada yang mendengar itu. Onew. Yang merupakan satpam dirumah Reika Seira tidak sengaja mendengar itu

“Apa maksudmu?” Tanya Eunhyuk.

Do menatap kearah Onew yang terlihat janggal dimata Do. Eunhyuk dan Donghae juga menatap Onew.

“Eh. Maaf tuan. Aku tidak sengaja lewat sini” ucap Onew beralasan disertai cengiran khasnya, yang membuat kedua matanya menghilang.

Onew segera melaporkan apa yang didengarnya ke Taemin. Karena memang Onew berada dipihak Taemin.

“Tsk! Kurang ajar sekali bocah itu. Padahal aku tidak berniat untuk membunuhnya” murka Taemin.

Taemin segera mengerahkan anak buahnya untuk membawa Do kehadapannya setelah Do dilepaskan oleh Eunhyuk dan Donghae.

Do masih disergap dikediaman keluarga Reika. Tak luput dari pengawasan Eunhyuk dan Donghae tentunya. Siwon kembali lagi ke Singapura. Siwon bolak-balik Singapura-Seoul hanya memastikan keadaan Reika dan Seira.

“Kalian.. Berhati-hatilah dengan Sehun dan Taemin” ucap Do angkat bicara.

Tanpa mereka sadari ada yang mendengar itu. Onew. Yang merupakan satpam dirumah Reika Seira tidak sengaja mendengar itu, karena dia memang bertugas memata-matai Reika dan Seira.

“Apa maksudmu?” Tanya Eunhyuk.

Do menatap kearah Onew yang terlihat janggal dimata Do. Eunhyuk dan Donghae juga menatap Onew.

“Eh. Maaf tuan. Aku tidak sengaja lewat sini” ucap Onew beralasan disertai cengiran khasnya, yang membuat kedua matanya menghilang.

Onew segera melaporkan apa yang didengarnya ke Taemin. Karena memang Onew berada dipihak Taemin.

“Tsk! Kurang ajar sekali bocah itu. Padahal aku tidak berniat untuk membunuhnya” murka Taemin.

Taemin segera mengerahkan anak buahnya untuk membawa Do kehadapannya setelah Do dilepaskan oleh Eunhyuk dan Donghae.

~

Ketika Do berjalan ingin berbelok ke perempatan apatermentnya tiba-tiba… Dia berpapasan dengan orang yang cukup mencurigakan. Do pun berjalan dengan sangat cepat, sedikit berlari kecil-

Bugh!

Dia merasakan bagian belakang kepalanya dipukul dan semuanya menjadi gelap.

~

Do terbangun. Dia masih merasakan sakit yang amat sangat dibagian belakang kepalanya. Kepala Do sedikit pusing.

“Katakan! Apa saja yang kau katakan kepada bodyguard kedua gadis itu!” Ucap seseorang yang sudah berada dihadapan Do.

“Tidak ada” jawab Do mencoba tenang. Do merasakan bahwa sebentar lagi dia juga akan menjadi korban kekejian Taemin.

“Tck! Jangan membuang waktuku Do-ssi. Aku sudah menanam bom nitroglycerin dikepalamu..”

Hening.

Do masih enggan berbicara mengenai kedua gadis itu..

Taemin mengangkat sebelah tangannya, menunjukkan remote untuk mengaktifkan bom dikepala Do.

“Kalau kau masih diam. Dengan sengaja aku akan mengaktifkan ini” ucap Taemin tenang dengan seringai menakutkan di bibirnya.

Masih hening.

“Aku akan menghitung mundur Do-ssi”

“3…2…-”

Do mulai membuka mulutnya, ingin berbicara tetapi tidak ada satu patah katapun yang keluar dari bibir pinknya.

“Ada yang ingin kau katakan Do-ssi?” Seringaian itu muncul lagi diwajah Taemin.

“Tidak ada” Do memejamkan kedua matanya. Seakan siap dengan kenyataan yang akan dialaminya tidak lama lagi.

“Sayang sekali..” Taemin memencet tombol diremote itu.

Taemin menyeringai puas, dan berjalan keluar. Didepan pintu, Luhan melihat apa yang dilakukan bosnya.

“Buang mayat bocah itu, Luhan” perintah Taemin.

***

Kematian Do tidak diketahui oleh Eunhyuk dan Donghae. Eunhyuk dan Donghae mencari keberadaan Do untuk membantu mereka mencari informasi lebih lanjut tentang Sehun dan Taemin.

Taemin sudah mulai bertanduk karena perilaku Sehun yang lamban untuk membunuh Seira. Kalau begini terus bisa-bisa informasinya benar-benar terbongkar. Akhirnya Taemin mengutus Yunho. Salah satu anak buah Taemin yang sangat mahir untuk masuk kerumah Reika dan Seira. Bukan untuk menyamar, tapi untuk menyerang. Yunho dendam dengan Baekhyun dan Kris. Changmin merupakan kakak kandung dari Yunho. Changmin pernah ditugaskan untuk membunuh Seira (baca:part4) tapi Baekhyun menyelamatkannya. Sebelum itu Baekhyun sempat memotret plat mobil yang mencoba menabrak Seira, dan mengadukannya ke Kris. Identitas Changmin sempat diketahui oleh Eunhyuk dan Donghae, dan Changmin dicari keberadaanya oleh Eunhyuk dan Donghae. Karena sudah menjadi peraturan, terpaksa Changmin dihukum mati oleh Taemin karena identitasnya ketahuan. Yunho tak bisa berbuat apa-apa ketika dia melihat Changmin dibunuh dihadapannya.

***

Yunho sampai dikediaman Reika dan Seira. Pertama dia ingin menghabisi Kris maupun Eunhyuk dan Donghae. Dengan mudahnya Yunho bisa masuk dengan bantuan Onew dan Sehun. Sehun sempat berbicara dengan Yunho.

“Demi apapun. Jangan sampai kau melukai Seira”

Yunho mengeluarkan seringaiannya.

“Tergantung.”

~

Kris masih tertidur nyenyak dikamarnya. Tiba-tiba dia merasakan ada yang menempel dikulit lehernya. Segera Kris terbangun dan mendapati seseorang sedang menyeringai kearahnya dan menodongkan pistol dilehernya. Kris hanya diam..

‘Dia pasti salah satu anak buah yang mengincar Reika dan Seira’ batin Kris. Kris memperhatikan tatapan orang yang sedang menyanderanya.

‘Bagaimana dia bisa masuk?’ Pikir Kris lagi.

“Aku kesini mencarimu Kris-ssi” ucap orang itu.

“Yunho imnida.. Kau ingat dengan kejadian ada orang yang ingin membunuh Seira? Itu kakakku! Dan dia dihukum mati gara-gara kau dan juga kekasih sialannya itu!” Curhat Yunho ke Kris. Kris masih diam, Kris bisa melihat aura kesedihan dan dendam di diri Yunho. Kesempatan itu digunakannya untuk merebut senjata Yunho.

Yunho yang memang lengah, senjatanya memang berhasil diambil Kris. Tetapi dia masih memiliki senjata cadangan disaku jaketnya. Kris yang berhasil merebut pistol Yunho menodongkan pistolnya kearah kepala Yunho, sedangkan Yunho yang masih memiliki cadangan juga menodongkan pistolnya kearah kepala Kris.

Rahang mereka berdua mengeras.

“Untuk apa kau mencariku?” Tanya Kris tajam.

“Untuk membunuhmu” jawab Yunho. Dan mulai menarik pelatuk pistolnya.

***

Meanwhile~

Jonghyun belum bisa tertidur. Jonghyun mendengar ada sedikit keributan dikamar Kris, karena kebetulan kamar Jonghyun dan Kris bersebelahan.

‘Sedang apa dia malam-malam seperti ini?’ Batin Jonghyun.

Jonghyun keluar dari kamarnya, dan mendapati Sehun didepan kamar Kris.

“Sedang apa kau, Sehun?” Tanya Jonghyun.

“Mmm.. Tidak ada, tuan. Aku hanya kebetulan lewat sini” Sehun tersenyum meskipun dia sedikit gugup menjawab pertanyaan Jonghyun. Sehun berada didepan kamar Kris untuk berjaga-jaga. Sehun akhirnya pamit dari hadapan Jonghyun dan bersembunyi ditempat kira-kira Jonghyun tidak melihatnya.

Jonghyun mengetuk pintu kamar Kris.

Tidak ada jawaban.

“Hyung, salah satu bodyguard mengetuk pintu kamar Kris” lapor Sehun.

***

Yunho menerima laporan Sehun.

‘Sial’ batinnya.

Yunho mengisyaratkan agar menurunkan senjata mereka masing-masing. Namun Kris masih betah menodongkan senjata kearah kepala Yunho. Yunho mengalah, dan menurunkan Pistolnya terlebih dahulu. Akhirnya Kris juga menurunkan pistolnya.

Tok..tok..

“Kris.. Kau sudah tidur?” Tanya sosok yang diluar.

Kris tidak menjawab. Kris melirik kearah tombol emergency disamping lemari bajunya, yang sama sekali tidak diketahui oleh Yunho.

Tidak terdengar lagi ketukan pintu dari Jonghyun. Kris berjalan pelan kearah pintu kamarnya. Dan tanpa diketahui Yunho, Kris menekan tombol emergency. Tombol ini hanya akan berbunyi ditempat tertentu. Diruangan khusus Eunhyuk dan Donghae, dikamar Reika dan Seira, dan dikamar Jonghyun. Satu lagi.. Di pos jaga pintu gerbang, yang selalu diawasi oleh Onew.

Sehun yang diluar tidak mendengar pekikan emergency yang berhasil membangunkan warga rumah. Karena kamar mereka kedap suara.

“Ada yang menekan tombol emergency!” Lapor Onew, dapat didengar oleh Yunho, Sehun. Maupun bos yang menyuruh Yunho menyerang rumah Reika dan Seira, Taemin.

“Cepat pergi, Yunho!” Pekik Taemin.

Yunho menembak Kris, karena Yunho yang juga sudah ketakutan dan tergesa-gesa akan berlari tembakannya meleset kearah bahu kiri Kris.

Kris meringgis. Dia yang melihat Yunho akan kabur segera menembak kaki kanan Yunho.

~

Eunhyuk Donghae terbangun dari tidurnya. Begitu juga dengan Reika dan Seira. Donghae berlari kearah kamar Reika dan Seira, memastikan keadaan berdua kakak-beradik itu.

Eunhyuk, Jonghyun mendobrak pintu kamar Kris dan mendapati Kris yang tertembak. Jonghyun segera membantu memapah Kris yang hampir terjatuh. Eunhyuk berlari mengejar seseorang yang ingin kabur melalui pintu jendela. Eunhyuk berhasil menangkap orang itu. Eunhyuk menyeret paksa orang itu keruangan khusus. Sehun melihat itu, namun bagaimana dia bisa menyelamatkan Yunho?

Sehun memutus alat komunikasi dengan Yunho. Takut kalau Eunhyuk akan mendengar.

“Yunho hyung tertangkap” lapor Sehun lirih. Onew yang berada diluarpun juga terkejut. Onew sebenarnya mulai takut akan ketahuan oleh keluarga Kim sedang menyamar. Tapi dia juga tidak ingin mati ditangan keji Taemin.

“Argh! Sialan. Sehun, Onew. Lepaskan Yunho bagaimanapun caranya! Sebelum dia membongkar informasi tentang kita semua” perintah Taemin.

Taemin langsung memutuskan komunikasi dengan Sehun dan Onew.

***

Yunho didudukkan dikursi. Dengan keadaan tangan dan kaki yang terikat.

“Sekali lagi, katakan! Siapa atasanmu?!” Tanya Eunhyuk.

Kris dan Jonghyun sedang berada dikamar Reika dan Seira untuk menjaga kedua kakak-beradik itu. Dan luka tembakan Kris tadi diobati oleh Reika dan Seira.

“Tidak ada untungnya aku mengatakan padamu!” Jawab Yunho. Eunhyuk yang memang sudah geram menekan luka tembak dikaki Yunho dan membuat Yunho berteriak kesakitan.

Wajah Yunho sudah lebam. Berkali-kali Eunhyuk bertanya siapa yang menyuruh Yunho untuk membunuh Kris. Mulai dari cara yang lembut, sampai dengan kekerasan dilakukan Eunhyuk tapi Yunho masih enggan buka mulut.

“Kau ada sangkut pautnya dengan Taemin?” Tanya Donghae.

Wajah Yunho menegang. Sehun mendengar dengan jelas introgasi Yunho itu.

“Argh! Apa yang harus kulakukan?”

Sehun menelpon Siwon.

“Yoboseyo?”

“Siwon hyung. Ada yang menyerang kediaman keluarga Kim. Ini aku Sehun. Untuk lebih jelasnya hubungi tuan Eunhyuk dan Donghae.”

Siwon memutuskan telpon.

***

Ddrrtttt..

“Yoboseyo?”

“Siapa yang menyerang?!” Tanya Siwon langsung.

Eunhyuk mengerutkan keningnya.

‘Siapa yang melaporkan ini ke Siwon?’ Batinnya.

“Sehun.. Sehun yang mengatakan”

“Sehun pelayan baru itu?” Tanya Eunhyuk memastikan.

“Keadaan saat ini baik-baik saja. Nanti akan kukabari besok. Jangan adukan ini ke tuan dan nyonya. Kami berhasil menangkap salah satu anak buah yang menyerang” jawab Eunhyuk.

Sambungan telepon berakhir.

Eunhyuk dan Donghae keluar dari ruang khusus untuk menemui Sehun. Untuk menanyakan darimana dia tahu ada yang menyerang kediaman keluarga Kim.

Sehun sengaja berlari kekamarnya, dan menyuruh Onew melepaskan Yunho.

***

Sehun’s room

Tok..tok..

Sehun belum membukakan pintu kamarnya. Masih menunggu laporan Onew.

“Yunho sudah kubebaskan” lapor Onew.

Sehun segera membukakan pintu kamarnya.

“Kenapa lama sekali?” Tanya Eunhyuk dan Donghae.

“A-aku kira kalian salah satu anak buah yang menyerang tadi” jawab Sehun dibuat-buat takut.

“Kau tau darimana?”

“Aku mendengar keributan dikamar tuan Kris tadi.. Aku takut.. Dan aku sudah melaporkannya ke Siwon hyung” jawab Sehun lagi.

“Baiklah.. Lain kali, jangan laporkan ke Siwon terlebih dahulu. Takut akan membuat tuan dan nyonya kepikiran disana dan akan pulang dalam keadaan tidak aman seperti ini” ucap Donghae.

“Aku.. Hanya ketakutan. Maaf tuan” jawab Sehun.

Eunhyuk dan Donghae keluar dari kamar Sehun.

“Istirahatlah Sehun-ssi, keadaan sudah aman sekarang” ucap Donghae sebelum keluar.

***

Eunhyuk dan Donghae kembali keruangan khusus dan mendapati Yunho sudah tidak ada disana.

“Dia kabur! Kurang ajar.” Eunhyuk berlari keluar. Untuk menemui Onew.

Eunhyuk memeriksa kamera cctv dipos Onew. Tidak terlihat tanda-tanda Yunho kabur melalui mana.

“Apa kau melihat?”

“Tidak, tuan. Maafkan aku” jawab Onew.

Onew memang sengaja tidak merekam dikamera cctv ketika Yunho kabur melalui halaman belakang.

***

Yunho berhasil kabur dan kembali kemarkas Taemin.

“Wah.. Kau terlihat tampan Yunho-ssi” ucap Taemin menyambut kedatangan Yunho.

Taemin mengeluarkan pistolnya dan mengacungkannya pada Yunho. Yunho terlihat pucat. Kakinya bergetar. Taemin melirik kursi kosong di depan mejanya, menyuruh Yunho duduk disana. Yunho terlihat ketakutan, langkahnya terpincang-pincang. Taemin berdecak kesal akan lambatnya Yunho berjalan. Untung ia masih punya kesabaran, kalau tidak dia sudah menarik pelatuk pistolnya mengenai kepala Yunho daritadi.

Taemin menggertakkan giginya kesal. Ia berjalan dari mejanya, menarik paksa Yunho dan mendudukkannya dikursi. Kursi itu lalu ia putar menghadapnya.

“Apa yang kau katakan kepada bodyguard keluarga Kim?” Tanya Taemin.

Yunho menggelengkan kepalanya dan menatap Taemin dalam artian -tidak-ada.

“Sayang sekali.. Identitasmu sudah diketahui oleh keluarga Kim. Dengan begitu kau pasti akan dicari oleh bodyguard itu.. Kau tau peraturannya Yunho?” Tanya Taemin sekali lagi, dengan seringaian seperti biasa yang selalu mengerikan.

“Jika identitas agen ketahuan, maka dia akan dihukum mati” jawab Yunho pelan. Yunho menelan salivanya susah payah.

“Pintar.. Kurasa kau sudah tau apa hukumanmu.”

“Tidak, kumohon.. Aku tidak mengatakan identitasmu terhadapan mereka!!” Yunho memohon. Tanpa sadar, Yunho melompat dan memeluk kedua kaki Taemin. Memohon ampun padanya.

“Menyingkir!!!”

Taemin menendang paksa Yunho hingga terlepas dari kakinya dan menendang perut Yunho keras. Yunho terbatuk dan darah segar keluar dari mulutnya.

“Kau tau kenapa aku menyuruh Sehun dan Onew membebaskanmu?”

Yunho terdiam.

“Agar kau tidak membocorkan identitasku! Jika kau masih hidup, dan tertangkap lagi oleh para agen FBI yang bekerja dirumah keluarga Kim..” Sambung Taemin.

‘FBI?’ Batin Yunho. Yunho tidak tahu sama sekali yang akan dibunuhnya tadi adalah salah satu agen FBI.

“Ya.. Kau tau sendiri fasilitas agen FBI lebih canggih. Identitasmu pasti sudah diketahui. Kalau kau sampai tertangkap oleh mereka, berarti kau juga membahayakan identitasku” jelas Taemin lagi.

“Ah ani.. Identitas kami semua” ujar Taemin menatap Luhan disampingnya yang sedang menyeringai evil.

“Kurasa penjelasanku sudah cukup. Luhan! Dia milikmu” ucap Taemin dan melemparkan pistol itu pada Luhan. Taemin lalu beranjak keluar dari ruang itu.

DOR! DOR! DOR!

Taemin mendengar suara Pistol berbunyi dari arah ruangan itu, dan tetap melanjutkan jalannya. Seringai licik terpampang di bibirnya. Jujur Taemin sedikit berat hati harus melepaskan salah satu anak buahnya yang mahir.

‘Argh! Susah sekali mendapatkan Reika.’ Rutuk Taemin frustasi.

Taemin akhirnya memutuskan untuk memikirkan rencana baru. Tidak melakukannya terburu-buru karena beberapa anak buah Taemin terpaksa tewas karena identitasnya diketahui keluarga Kim.

“Lihat saja, Kim Reika” ucap Taemin sambil mengeluarkan sebuah foto dari saku jasnya.

“Sebentar lagi kau akan jadi milikku” ucap Taemin lalu mengembalikan foto tadi di tempatnya semula.

“Dan kau..”

Taemin mengeluarkan foto lagi dari saku jas nya yang lain.

“Enyahlah”

Taemin mengambil korek dan membakar foto itu. Taemin menyeringai evil dan membiarkan foto tadi jatuh di tanah dengan api yang membakarnya menjadi abu. Taemin melanjutkan langkahnya dan mengeluarkan pistolnya yang lain dan menembakkan asal ke arah tembok tempat ia biasa melampiaskan kekesalannya.

Foto tadi.. Foto itu..

Foto Seira…

TBC

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on May 31, 2013, in NC-21, Romance and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 19 Comments.

  1. Daebakkk~ Lanjut thor~ suka bgt sama couple reikai~
    Jangan lama-lama yaaa~ penasaran bgt endingnya hehe

  2. Thor! Aku suka kayak ginii! Endingnya maunya happy endingg!! Udah kelanjut seneng sama reikai&seibaek!! Kok taeminnya benci bgt sama seira ya? Konflik nih konflikk!!wkwk
    Next chaptnya cepet ya thorr!! Ditungguuuu

  3. fernanda feby alfiana

    thor!!
    sequel !!
    ini gantung
    oh iya jujur aku lbh suka seira sm sehun tapi sm baekhyun jg aku suka!!!

    SEQUEL!!!!

  4. Jadi yadong semuaaaaaa. Taemin wajahmu unyu tapi tidak tepat dengan kepribadian mu…..kikikiki LuLu

  5. kyuwonhae's wife

    menegangkan bgt😮
    Asli , ooommmmoooo🙂
    Daaeeebbaakkkkkkkk

  6. A-Yo! Author!!!!
    Daebakk sumpahhhhhh!!
    Lanjut Thorr ^^

  7. Omo!! Neomu2 daebak!! Aku suka bgt ff ini, aku baru baca ff ini, tp langsung memikat hati. Next chap di tunggu secepat nya. Hwaiting!!

  8. Keren ni padshal blom bca ff sebelumnya,full nc banget ya thor ????

  9. ahhhh engga kuat aku baca Nc di part ini.. duhh itu para namja kenapa pada kaya gitu semua

  10. Thorr.. hadeuh kejam amat tuh taemin oppa:'()

  11. Please jgn sampe luhan jg mati. Kai jg jgn mati hoho keren bgt bkin penasaran.

  12. dintania yuliandari

    wah .akin menegangkan…
    aku suka..aku suka..

    #tp ngeri sih..#

  13. dintania yuliandari

    omo..omo..!!
    aku benci taemin di part ini..

    huuh.. bikin tegang…

  14. Syukurlah kris selamat!!! aigoo menegangkan adegan tembak2 nya ><
    Semoga semua nya selamat, sehun dan onew buang keluar dia bahaya, gak ada yang curiga apa?
    Semoga reika, seira, kai gak kenapa2

  15. Luhan jahat, Sehun jahat… untung chanbaek kagak :v
    ngeri ni bacanya, soalnya tembak-tembakan gituu

  16. Restu elfauziah

    Astaga” bner” bikn deg deg an trs lemes author daebakk!”^^
    oiya thor jgan di pikirin ya orang yg komen di chap sebelum nya anggap aja angin lewat atau buat jdi penyemangat author keep writing ya thor!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: