This is Our Fate Chapter 3 – END

Author : Jung Seira (JS)
Genre : Romance Yadong NC-21

Cast :
-Oh Sehun
-Cho Jihun
-Byun Baekhyun
-Cho Kyuhyun

Note : Annyeong! Maaf yang buat readers karena lama pakai banget update ff ini >< Makasih buat readers yang udah setia nungguin ff ini keluar ^^ so, check this out! Happy reading! Kasih saran & kritik kalian yaa🙂 tapi, DON’T BE SILENT READERS PLEASE ^^ thanks

Author POV

Rahang Sehun mengeras. Raut wajah Sehun menyiratkan kebencian, emosi yang memuncak, kecewa, cemburu, semuanya bergabung jadi satu. Sehun melangkah cepat ke arah Baekhyun dan menarik lengan Baekhyun kasar menjauh dari kasur.

Bugh!

Satu tonjokan berhasil mendarat mulus di wajah Baekhyun. Darah segar mengalir dari sudut bibirnya. Baekhyun terhuyung dan jatuh merosot duduk di lantai. Sehun menarik Baekhyun berdiri dengan kasar dan mendorongnya hingga menatap dinding, lalu menonjoknya -lagi-.

“Berhenti!!”

Teriakan Jihun sukses membuat Sehun berhenti menonjoki Baekhyun. Perlahan Sehun melangkah ke arah Jihun. Ia mengambil selimut yang tergeletak di bawah lantai dan melilitkannya di badan naked Jihun.

Air mata mengalir dari sudut mata Jihun. Kedua tangan Sehun menelangkup wajah Jihun dan menghapus air matanya dengan ibu jari. Sehun mencium kedua kelopak mata Jihun yang tertutup dan mengusap-usap punggung Jihun, menenangkannya.

“O-oppa..”

“Kajja, kita pulang”

Nada Sehun terlihat dingin. Jelas sekali kalau Sehun pasti kecewa dengan apa yang dilakukan Jihun. Sehun menarik Jihun berdiri dan menarik tangan Jihun untuk mengikutinya. Tapi tidak. Jihun berdiri terdiam. Tangan Jihun meremas selimut erat. Jihun bingung. Apakah ia harus kembali pada Sehun setelah apa yang ia tau tentang Sehun atau tidak?

Jihun POV

Aku terdiam. Sehun oppa kembali menarik tanganku. Namun aku hanya diam, dan terus terisak. Sebelah tanganku menggenggam selimut dengan erat. Hatiku bimbang..

“Cih. Setelah kau memainkan perasaan Jihun, sekarang kau ingin dia kembali padamu, hah? Kau marah saat dia tidur dengan namja lain selainmu, eoh?”

Aku tak berani sekalipun menatap wajah Sehun oppa. Aku mendengar langkah Baekhyun mendekat dan genggaman tangan Sehun oppa yang semakin erat memegang tanganku.

“Aaakkh”

Teriakan kecil sukses lolos dari mulutku saat tiba-tiba Sehun oppa menarikku dan memelukku erat.

“Jangan berani-beraninya kau menyentuh Jihun-ku lagi, hyung!”

Deg!

Darah ku berdesir. Jantungku berdetak dua kali lebih cepat saat mendengar pengakuan Sehun barusan. ‘Jihun-ku’ seulas senyuman tercetak di bibirku. Aku tau wajahku merona merah sekarang.

“Kau menjebakku, hyung!”

Deg!

Badanku menegang saat mendengar kata yang barusan saja dilontarkan Sehun. Dijebak? Sehun semakin memelukku erat. Seolah-olah memberitahuku untuk memihaknya.

“Kau menjebakku. Kau tau aku mencintai Jihun, dan begitu juga Jihun. Dan jangan pikir aku tidak tahu bahwa kau juga mencintai Jihun-ku!”

Mataku membulat. Jadi.. Baekhyun oppa juga cinta padaku? Aku memegang erat kemeja seragam Sehun.

“Kau menjebakku dengan bilang aku harus bercinta dengan Jihun. Aku memang mencintai Jihun. Dan aku juga ingin memiliki Jihun sepenuhnya. Dan kau menjebakku. Kau membuat Jihun salah mengerti dengan taruhan ini, dan kau datang pada Jihun seolah-olah tidak tahu dan menenangkannya. Kau mengajak Jihun ke apartemenmu dan menidurinya. Benar kan? Ini semua rencana mu kan hyung?”

Hening. Tak ada satupun dari kami yang mengeluarkan kata-kata. Aku sadar. Aku salah. Salah telah mempercayai perkataan Baekhyun. Seharusnya dari awal aku meminta penjelasan dulu kepada Sehun.

“Aku tak menyangka kau melakukan ini padaku, hyung” ucap Sehun. Sehun melempar kunci sportcar hasil menang taruhannya ke arah Baekhyun, lalu memunguti seragam dan pakaian dalam ku.

Sehun menarikku keluar dari kamar dan menyuruhku memakai pakaian dengan cepat. Aku mengambil tasku lalu keluar dari apartemen Baekhyun dengan Sehun menggandeng erat tanganku. Aku merasa bersalah dengan Sehun. Aku menarik tanganku hingga Sehun berhenti dan menoleh padaku.

“Mw-”

Chu~

“Oppa, mianhae. Jeongmal mianhae”

Sehun POV

Chu~

“Oppa, mianhae. Jeongmal mianhae”

Seulas senyum, oh bukan. Lebih dibilang ‘smirk’ terukir. Aku mencium puncak kepalanya dan menatap Jihun sayang.

“Ne. Nado mianhae. Kajja, kita pulang”

*****

Jihun POV

“Jangan pulang. Menginaplah, oppa.” Aku menggapai ujung seragamnya dan menahannya untuk berjalan pergi.

“Tapi hyung..”

“Biar aku yang menelpon hyung-mu. Temani aku oppa. Jebal..”

“Tapi kyuhyun hyung-”

“Aku tidak perduli dengan Kyuhyun oppa. Aku ingin Sehun oppa menemaniku, malam ini saja. Ne?”

“Arraseo”

Aku tersenyum sumringah dan menarik tangannya menuju kamarku. Jantungku berdetak lebih cepat, saat seulas bayangan muncul di otakku tentang kejadian malam kemarin. Aku tau kalau Sehun tengah menyeringai evil di belakangku.

Genggaman tanganku terlepas saat sudah sampai kamar. Sehun menutup pintu dengan menendangnya sedikit kasar. Aku tak ingat bagaimana, yang jelas tiba-tiba Sehun mendorongku ke dinding dan tengah menciumku dengan ganas.

Author POV

Bibir Sehun mencium bibir Jihun dengan panas. Ciuman Sehun menuntut, dan penuh nafsu. Tangan Sehun bergerilya menyentuh setiap bagian tubuh Jihun. Jari-jarinya dengan lihai melepas kancing demi kancing kemeja seragam Jihun dan membuangnya ke sembarang arah. Sehun beralih mencium dan menghisap leher Jihun.

“Se-sehun.. Aah~”

Kedua tangan Sehun mengusap punggung mulus Jihun, mencari kaitan bra nya. Dan sekali hentakan, bra Jihun langsung jatuh ke lantai. Sehun menggendong badan Jihun ke atas kasur, bibir mereka saling berpagutan. Lidah mereka saling berperang satu sama lain, bertukar saliva. Kedua tangan Sehun memainkan dada Jihun. Meremasnya, dan memilin nipplenya dengan jari-jari panjangnya.

“Mmff.. Ngghhh.” Desahan Jihun tertahan oleh bungkaman bibir Sehun.

Tangan Sehun turun hingga sampai di rok Jihun. Sehun melepaskan rok sekaligus celana dalam Jihun sekaligus. Lidah Sehun beralih memainkan nipple Jihun.

“Sehun~~.. Aaahhh”

Sehun memfingering Jihun dengan jari tengahnya. Cepat dan brutal. Sehun menambah lagi jarinya hingga empat jari masuk ke vagina Jihun. Ibu jarinya sibuk memainkan klitorisnya. Pinggang Jihun bergerak sesuai dengan gerakan jari Sehun.

“Mmmhh.. Oppahh..”

Sehun mengganti jarinya dengan lidahnya. Jihun mendesahkan nama Sehun nyaring saat lidah Sehun memaksa masuk ke dalam vaginanya. Menggerakkan lidahnya keluar masuk vagina Jihun menghisapnya kuat. Jihun hanya bisa menggeliat nikmat.

Hanya dengan melihat wajah Jihun saja, sudah membuat libido Sehun meningkat berkali-kali lipat. Sehun meraih celananya dan melepasnya sekaligus boxernya. Ia menghentikan menghisap vagina Jihun dan langsung memasukkan juniornya yang telah berdiri tegak ke vagina Jihun. Sehun membalikkan posisi hingga Jihun yang diatasnya sekarang.

“Ride me, babe”

Jihun menggerakkan pinggangnya cepat. Nafsu lebih mendominasi keduanya sekarang. Tangan Sehun bergerak meremas-remas dada Jihun yang bergerak dengan indah di depan matanya. Keduanya sama-sama mendesah nama satu sama lain dengan kencang.

“Ngghhh.. Oppa..”

“Chagi.. Ooohh”

“Aaahh~”

Jihun langsung ambruk di atas dada Sehun. Jihun pikir permainan kali ini berakhir sampai disini saja, namun dugaannya salah. Sehun menggapai kakinya dan melingkarkan kaki Jihun dipinggangnya dan menggendongnya untuk melakukan sambil berdiri.

Kaki Jihun melingkar erat di pinggang Sehun membuat junior Sehun yang belum terlepas dari vaginanya masuk semakin dalam.

“Ngghhh.. Sehun-aahh~”

Sehun mendorong Jihun dan memojokkannya di dinding. Tangan Sehun menyingkirkan helai demi helai rambut Jihun yang menutupi wajahnya dan mulai mencium bibir Jihun penuh nafsu. Tangan Jihun memegang erat bahu Sehun untuk pegangan.

Tangan Sehun meremas kedua dada Jihun bertempo dan memilin nipplenya. Perlahan Sehun menggerakkan juniornya dan semakin lama semakin cepat hingga mengenai g-spot Jihun.

“Sehun! Aahhh~”

Sehun merasa dinding vagina Jihun menyempit dan berkedut tanda Jihun akan mencapai puncaknya sebentar lagi. Desahan merdu keluar dari mulut Sehun karena juniornya seperti dipijat saat di dalam vagina Jihun.

“Mmhh.. Jihun.. Hhhh”

“Oppaahh.. Mmhhh.. Akkhhh”

Sehun semakin mempercepat gerakannya. Jihun menenggelamkan kepalanya di leher Sehun. Berusaha meredam euforia yang membeludak di dirinya.

“Sehun!! Aaahhh~~”

“Jihun.. Aaahhh”

Keduanya menyerukan nama masing-masing saat mencapai puncak bersamaan. Sehun menggendong Jihun kembali ke kasur dan membaringkannya. Sehun memeluk pinggang Jihun dan memindahkan badan Jihun keposisi yang lebih nyaman. Sehun menarik selimut dengan kakinya dan menyelimuti tubuh naked keduanya.

Jihun mendekat kearah Sehun dan menenggelamkan wajahnya di dada Sehun. Menghirup aroma tubuh namjanya yang tak hilang walapun mereka habis bercinta. Sehun memeluk Jihun erat, seolah tak mau melepaskan Jihun sedetikpun.

“Jaljayo”

****

Jihun POV

Aku terbangun karena sinar matahari yang menyeruak masuk ke mata ku. Sedikit menggeliat. Badanku pegal semua, sedikit sakit di bagian bawahku. Aku menoleh mendapati Sehun tengah berbaring damai. Tangannya melingkar erat di pinggangku, aku tersenyum senang.

Chu~

Aku mencium lembut bibirnya sebelum memindah tangannya dan beranjak turun dari kasur. Dengan hati-hati aku melangkah ke arah kamar mandi. Terlalu malas untuk mandi di jam sepagi ini. Lagi pula ini hari Minggu. Aku memutuskan mencuci muka saja dan menggosok gigi, setelah itu aku mengambil kaos sembarang dan memakainya dengan hotpans.

Perlahan aku berjalan kearah pintu, dan membukanya. Tidak mau membangunkan Sehun yang tengah tertidur pulas. Aku berjalan ke arah dapur untuk mengambil beberapa roti untuk sarapan. Rupanya cacing-cacing diperut sudah mulai berdemo minta makan.

“Hm. Selamat pagi Nyonya Oh”

Aku menoleh dengan horor dan mendapati Kyuhyun oppa tengah duduk di meja makan dengan kacamata minus dan Macbook nya. Aku mengelus dada lega. Kapan oppa ku tidak membuatku kaget seperti ini? Bahkan aku mengira tadi itu yang ngomong hantu.

“Oppa! Kau mengagetkanku saja!”

“Boleh tau apa yang kau lakukan tadi malam? Bersama.. Sehun?”

Deg!

Apa.. Oppa mendengar? Tidak mungkin. Eh tapikan kamarku tidak ada penyadap suaranya. Aiisshh. Tapi bukannya Kyuhyun oppa pulang lembur ya?

“Aah~ Sehun oppa berkunjung kemarin. Aku belum memberitahu oppa”

“Hm. Kau tau desahan kalian menggema sampai ke kamarku”

“Mwo?!” Aku langsung menoleh dengan syok.

“Aah~ Sehun-ah~~”

Kyuhyun oppa menirukan suara desahanku. Oh.. Sial!! Sepertinya Kyuhyun oppa mendengar semua kegiatan kami!! Sial sial sial!!

“Sehun~~ ppali~ deeper~ ooh~”

“Ya! Aku tidak mendesah seperti itu!”

Oops! Aku menutup mulutku. Sial! Aku keceplosan. Kyuhyun oppa memandangku dengan tatapan evil. Seolah-olah seperti aku adalah pelaku yang tertangkap basah. Oh tidak!

“Aahh~ sehun~~”

“Yaaa!!!! Oppa!! Hentikan!!! Kyaaaaa”

CKLEK..

Sehun turun dengan memakai boxer dan kaosnya yang dulu pernah tertinggal.

“Oh, hyung~ Annyeong. Ada apa ribut pagi-pagi begini?” Ucap Sehun sambil berjalan kearahku dan meraih tanganku, menggenggamnya erat. Seolah menenangkanku.

“Kyuhyun op-” baru saja aku mau menjelaskan, tapi kalimatku dipotong..

“Oh, Sehun-ah! Sepertinya kalian bersenang-senang tadi malam”

“Mworago?” tatapan Sehun terlihat syok. Astaga.. Aku bahkan ingin menendang Kyuhyun oppa dari sini sekarang juga.

“Hm.. Kau tau. Kalau sampai Jihun hamil, sebenarnya tak apa sih”. Mata kami membulat akan kata-kata Kyuhyun oppa barusan.

“Lagipula namja yang menghamili Jihun siapa lagi kalau bukan kau, Sehun. Lagipula, aku juga sudah merestui kalian kok. Umma dan appa juga tau tentang hubungan kalian, kan?. Jadi, jangan lupa untuk mengantar undangan kalian padaku, ya?” Ucap Kyuhyun oppa sambil menatap kearah kami dengan tatapan evil.

Kyuhyun oppa beralih menatapku dan mengedipkan sebelah matanya. Tapi Kyuhyun oppa segera berlalu ke kamarnya meninggalkan kami berdua sambil tertawa evil, setelah sebelumnya berbisik dari jauh,

‘Undangan’

Aku menutup mukaku dengan malu. Tidak.. Kenapa aku bisa punya oppa seperti dia? Astaga..

Aku baru saja akan beranjak ke dapur saat Sehun memelukku dari belakang dan menarikku. Punggungku dengan mulus membentur dadanya dan ia berbisik tepat di telingaku.

“Sepertinya, saran Kyuhyun hyung tak buruk juga”. Aku menoleh, menatapnya heran.

“Menikah”

Deg!

Wajahku langsung merona merah. Aku mengalihkan pandanganku tak lagi menoleh padanya. Tangan Sehun beralih mengusap perutku yang masih rata.

“Aegi~ ada atau tidak kau nantinya, tapi yeoja yang sedang aku peluk sekarang akan menjadi umma-mu kelak. Dan aku, Oh Sehun akan mengubah marga Cho Jihun menjadi Oh Jihun”

Aku kaget saat kata demi kata yang meluncur di bibir Sehun barusan. Umma.. Appa? Apa Sehun melamarku?

Perlahan pelukan Sehun mengendor dan ia membalikkan tubuhku. Sehun berdiri dengan lututnya dan meraih tangan kananku. Sebelah tangannya menggenggam kotak kecil beludru berwarna biru. Tunggu.. Sejak kapan ia menyiapkan itu?

“Jihun-ah, sebentar lagi kita akan lulus, bukan? Will you be mine? Forever?”

Air mata mulai menitik keluar dari mataku. Aku menutup mulutku meredam tangis. Aku menggangguk lemah.

“Yes… Oh Sehun.. I do”

-END-

Ps: ehem.. Test test.. Okaaayyyy para readers tercinta sekalian halooo. Siapa yang mau sequel angkat kaki (?) wkwk xD yang mau sequel boleh request kok. Bakalan author vote sequel atau nggaknya hehe. Jadi, kasih saran kalian yaaa^^ Btw, admin mau bikin ff oneshoot NC nih. Enaknya, menurut readers siapa yaa yang jadi cast nya? Saran pleaseeuu >< atau kalau readers mau request juga gaapa hihi xD gomawo ^^

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on May 27, 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 57 Comments.

  1. Aaaah…..sehun gue patah hati…#wkwkwk…
    Good job thor..
    Wah nih cinta sejati nih…
    Sehun benar” sesuatu.. dia benar” dewasa bangt..heum.. jadi kagum sama sehun…
    Kalo Ada sequelnya thor…..

  2. Ff nya bagus. .
    Tapi itu gimana nasib baekhyun? Kasih sequel dong. . 😂
    Gantung baekhyun nya, sama gua kek thor jadiin /plak 😂
    Pokoknya harus ada sequel. Titik. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: