Party In Your Condominium

Party in Your Condominium

Author : JS
Genre : Party, NC-21, Yadong

Cast :
-Park EunRa
-Wu Yi Fan a.k.a. Kris

Note : Annyeong! Author balik lagi sama ff oneshoot Kris kkk~ btw, ff ini buat unnie author tercantik yang request ff ini hehe xD Buat readers yang nunggu kelanjutan ‘This is Our Fate’ atau ‘Triangle Love’ mohon ditunggu ya T^T berbahagialah soalnua yang ‘This is Our Fate’ udah mau rampung. Bakal dipublish dalam waktu dekat >< tapi buat yang ‘Triangle love’ mohon ditunggu. Soalnya file nya hilang dan author harus bikin ulang dari awal ㅠ.ㅠ *curcol*. Yaudah deh, kalau gitu Happy Reading ya🙂 Jangan lupa kasih Kritik dan Saran kalian😉 Don’t be Silent Readers Pleaseu😦 and, Don’t bash^^ Thankseu

Author POV

Eunra masih berdiri di depan lemari pakaiannya. Menimbang-nimbang gaun mana yang cocok untuk dipakai ke party kali ini. Jam dinding sudah menunjukkan pukul 8 malam. Eunra bergegas mengambil gaun yang cocok dengan moodnya dan berdandan.

Eunra melihat penampilannya di kaca. Black mini dress dengan panjang 10cm diatas lutut, dengan tali dress yang sangat kecil dan terbuka di bagian dada menjadi pilihannya. Rambutnya dibuat gelombang ringan dan dibiarkan tergerai. Dan terakhir, ia memoles nake up tipis di wajahnya dengan lipstik merona merah yang menampangkan bentuk bibirnya.

Tak lama terdengar bunyi bel berbunyi. Eunra mengambil tasnya dan berjalan kearah pintu di lantai satu.

“Omo, Eunra ya~ Kau sexy sekali~”. Ungkap sahabatnya, SeoJung.

Eunra hanya tertawa kecil. Kali ini mereka pergi ke party milik teman pacar Seojung. Eittss, bukan sembarang party. Party kali ini eksklusif, hanya teman dekat dan yang datang orang berada. Tapi Eunra belum tau sebenarnya siapa pemilik party kali ini.

“Kajja. Kau harus berkenalan dengan si pemilik party ini”

“Kau kenal?”

“Tentu. Namanya Kris. Asal kau tau saja, dia adalah namja ter-perfect yang pernah kulihat dalam hidup. Wajahnya, badannya, wangi tubuhnya-”

“Ya! Ingat kau sudah punya Kai!”

“Aiisshh. Arraseo arraseo”

Mereka masuk ke ferrari Seojung dan pergi ke pesta itu.

*****

Eunra POV

Dentuman musik mulai terdengar saat aku dan Seojung masuk ke Condominium milik, um.. Kris. Sedikit aneh kalau aku menyebut namanya, well, mungkin karena aku belum kenal.

Sesampainya disana, sudah banyak orang datang memenuhi. Seojung menarikku ke arah meja bar. Aku melihat banyak orang duduk disana. Ooh.. Itu kan teman Kai. Aku mengenal semua orang disana.

“Oh! Eunra-yah!”

“Kyungsoo oppa!”

Aku berlari kecil dan duduk di pangkuannya. Kyungsoo oppa memeluk pinggangku erat. Eits, jangan salah sangka. Kyungsoo oppa adalah kakak sepupuku. Maklum aku begini padanya.

“Ya! Kyungsoo! Kau membuat kami iri saja!” teriak Chanyeol. Sepertinya dia sudah setengah mabuk.

“Ya, Yeol-ah, langkahi dulu mayatku kalau mau Eunra begini padamu” ucap Kyungsoo oppa diiringi tawa dari keempat namja.

Aku meneguk vodka di gelasku dan mengisi gelas yang telah kosong dengan vodka lagi dan meminumnya hingga habis. Aku merasa wajahku menghangat, dan kepalaku sedikit berputar. Efel alkoholnya sudah mulai terasa rupanya.

“Mana pemilik party ini?”

“Tadi Kris ada. Tapi entah kemana. Kajja, kita ke lantai dansa!” Ucap Chanyeol dan semua orang berdiri menuju lantai dansa.

Aku menari mengikuti musik, meliuk-liukan badanku seduktif. Beberapa namja mengitariku, tapi aku hanya menjauh dari mereka dan menari lagi. Pandanganku jatuh pada.. Seorang namja di kerumunan. Namja tinggi dengan rambut pirang berponi, dan.. Euhm.. Entahlah. Sangat sexy menurutku. Kami terus berpandangan. Matanya yang awalnya memandangku, beralih turun ke arah badanku dari ujung kepala hingga ujung kaki lalu menatapku lagi dengan seringai evil. Darahku berdesir saat melihatnya memandangku. Seulas smirk tercetak di bibirku, aku lalu berjalan pergi darinya.

Aku tau kalau ia mengikutiku. Tapi aku hanya diam seolah-olah tidak tau. Aku terus berjalan, sambil menari asal. Melewati dan menyusup kerumunan orang yang sedang berpesta dan bercumbu satu sama lain, hingga sebuah tangan kekar melingkar di pinggangku dan mendorongku kebelakang. Namja tadi.

Aku dapat merasakan nafas hangatnya yang menerpa leherku. Aku bergidik. Darah ku mengalir deras.

“Siapa namamu?” Ucapnya dengan nada suaranya yang berat dan sexy, menurutku. Badannya yang menempel pada tubuhku bergerak, mengajakku untuk menari bersamanya.

Aku memutar tubuhku hingga berhadapan dengannya. Tampan…

“Park.. Park Eunra”

Tanganku ku kalungkan di lehernya, dan menari bersamanya. Tubuh kami meliuk menari mengikuti dentuman musik. Aku memajukan tubuhku hingga dada kami bersentuhan. Sedikit menggodanya mungkin seru, pikirku.

“Kau pasti.. Kris?”

“Mmh.. Gadis pintar. Bagaimana kau tau?”

“Tentu saja. Semua orang bilang pemilik pesta ini adalah namja yang tampan dan.. sexy. Dan itu semua cocok pada dirimu” ucapku. Tanganku menyentuh dada bidangnya yang tertutup kemeja tipis. Jari-jariku mengusap seduktif nipple kecoklatannya. Nafas nya sedikit berat.

Kris mendekatkan bibirnya di leherku dan mengecupnya. Membuatku mendesah pelan.

“Bisakah kita ke tempat lain? Terlalu ramai melakukan ‘itu’ disini” ungkapnya. Kris menarik tanganku dan menuntunku ke salah satu kamar pribadinya.

Kris menendang pintu kamar dengan kakinya hingga menutup dan mendorongku ke tembok. Tangannya diletakkan di sisi tubuhku, mengunci tubuhku untuk pergi kemana-mana. Bibirnya langsung melahapku lapar, melumat penuh nafsu bibir atas dan bawahku bergantian. Kris menggigit pelan bibir bawahku, meminta ijin untuk masuk. Aku dengan senang hati membuka mulutku dan lidahnya langsung masuk mengeksplor mulutku. Lidah kami berbelit satu sama lain.

“Mmmhhh” desahku yang sayangngnya membuat libidonya semakin naik dan membuatnya semakin beringas ingin meniduriku. Kris semakin menekan tubuhnya ke arahku hingga badan kami tak berjarak sama sekali. Aku merasa juniornya menyembul di vaginaku. Aku menyeringai nakal.

Tanganku bergerak ke arah lehernya, lalu membuka kancing demi kancing kemejanya. Setelah terbuka semua, aku menyusuri dadanya hingga ke absnya. Hmm.. Aku tidak tau kalau dia punya abs. Tanganku bergerak turun hingga menyentuh tonjolan di celana jeans nya. Hmm.. Sudah tegak rupanya. Baru saja aku akan membuka sabuknya..

“Yeoja nakal. Tunggu sampai aku menghukummu”

Kris menggendongku dan menurunkanku di king size bed nya. Dengan beringas, ia menyobek gaunku dan melepas semua underware ku paksa hingga aku benar-benar naked sekarang. Kris mengambil tali dan menali tangan dan kakiku pada tiang kasur. Tidak..

Kris melepas kemejanya dan menyisakan hanya boxer saja yang menutupi tubuh indahnya. Kris menatap seduktif tubuh naked ku dan sukses membuatku merona merah.

Bibirnya langsung menyerang leherku, melukis kissmark sebanyak yang ia bisa. Kris mengecupi bahuku hingga ke tulang selangkaku. Kedua tangannya sibuk meremas dadaku, memainkan nippleku dengan jari-jari panjangnya yang bagai sihir saat menyentuh tubuhku.

“Aaahh.. Kriss~”

Kris sudah mulai beralih mengganti tangannya dengan mulutnya. Lidahnya bermain dengan nipple ku hingga mengeras. Tangannya yang nganggur menggoda vaginaku dibawah sana. Aku hanya bisa mendesah mendesah dan mendesah saja.

“K-kris.. Jebal.. Ooohh”

Jari tengahnya masuk dengan tiba-tiba ke vaginaku dan mengocoknya. Tubuhku menggeliat gelisah. Kris menambah jarinya memfingeringku, dan ibu jarinya memainkan klitorisku. Mulutnya bergantian menghisap nippleku dan tangannya yang lain memeras dan memilin nippleku.

“Ngghh.. Kris.. Aaaahhh”

Orgasme pertamaku sukses keluar dan meluber membasahi jarinya. Kris mengeluarkan jarinya dan dengan lidahnya, ia menjilat semua cairanku hingga habis. Lidahnya lalu masuk mengeksplor vaginaku. Terus menyodok-nyodok keluar masuk hingga lidah panjangnya sukses menemukan sweet spotku. Aku mendesah keras.

“Kris! Di..situhh.. Aahh”

Lidah Kris terus menyodok spot itu dan meliuk-liukkan lidahnya hingga aku orgasme lagi. Nafasku terengah-engah. Keringat sudah membasahi dahiku, membuat ku terlihat tambah sexy di matanya. Kris melepaskan ikatan di tangan dan kakiku dan berbisik seduktif tepat di telingaku.

“Giliranmu”

Aku langsung mendorong tubuh Kris berbaring di kasur dan duduk di perutnya. Bibirku mencium lagi bibirnya dan berjalan turun menghisap leher, bahu dan dadanya. Akal sehatku sudah hilang entah kemana. Hanya nafsu yang mengambil alih tubuhku sekarang.

Tak mau lama-lama, akupun beranjak turun hingga ke boxernya. Bibirku masih mengecupi abs coklatnya, tapi tanganku menyusup masuk ke dalam boxernya. Rupanya ia tak memakai underware. Dasar nakal.. Pikirku. Dengan cepat aku melepas boxernya dan juniornya langsung menyembul keluar. Panjang, tegak, dan sepertinya sudah mengeluarkan precum.

Aku menggerakkan tanganku untuk menggenggam juniornya, dan mengocoknya cepat. Bibirku kembali mengukir kissmark di dadanya.

“Gunakannhh.. Mulutmu.. Oohh”

Aku menyeringai evil dan mengganti tanganku dengan mulutku. Mulutku menghisap batang juniornya yang dapat masuk ke mulutku. Tanganku menggenggam bagian juniornya yang tak muat masuk ke mulutku. Jariku memainkan twistballnya. Aku mengulum juniornya penuh hasrat. Lidahku ikut ambil peran juga, menjilat juniornya di dalam mulutku. Aku mengeluar masukkan juniornya sambil menghisapnya seolah itu adalah lolipop.

Belum sampai orgasme, tiba-tiba Kris mendorongku hingga aku yang berbaring di kasur.

“Sudah cukup sayang. Kita langsung ke inti saja”

Tiba-tiba ia memasukkan juniornya sekali hentak ke dalam vaginaku. Aku berteriak kesakitan, sambil memegang bahunya erat dan mencakarnya. Darab segar mengalir dari kedua pahaku.

“Mi-mianhae.. Aku tak tau kalau kau masih perawan” ucapnya sambil memandang kedua mataku sayu. Ibu jarinya menghapus titik air mata yang jatuh dari mataku dan mengecup kelopak mataku. Aku menganggukkan kepalaku memberinya ijin untuk bergerak.

Gerakannya awalnya pelan, dan rasa sakit di vaginaku berangsur-angsur berkurang berganti dengan rasa nikmat duniawi. Aku mendesahkan namanya nyarinh membuatnya semakin mempercepat gerakannya. Kasur tempat kami melakukannya juga ikut bergerak searah dengan gerakannya hingga mendecit-decit.

“Kris!! Disitu.. Iyaahh.. Ooohh”

“Mmhhh… Eunra-yah~ sempithh.. Ngghhh”

“K-kriss.. Aaahhh.. Ahhh”

Dengan sekali hentak, kami orgasme bersamaan. Cairan Kris menyemprot kedalam rahimku, hangat. Kris memindah posisinya hingga berbaring di sebelahku, ia menarik selimut dan memelukku erat.

“Jaljayo~”

******

Eunra POV

Aku terbangun karena Handphoneku yang berkali-kali bergetar. Aku bangkit dan duduk di kasur. Omo! Apa yang terjadi?! Kenapa aku-..

Kalimatku terhenti saat melihat tubuh naked.. Kris. Sekelebat bayangan tentang permainan kami semalam membuat senyumku mengembang. Aku mencoba berdiri, namun rasa ngilu di bagian bawahku membuat badanku oleng dan terjatuh di kasur lagi.

“Hahahaha”

Aku menoleh dan mendapati Kris tengah tertawa di kasur. Sial! Dia rupanya sudah bangun!

“Biar aku yang membantumu, dan mengantarmu pulang, bagaimana?” Ucapnya setelah sebelumnya mengecup kilat bibirku. Jantungku terasa berdetak dua kali lebih cepat, darahku berdesir. Aku hanya menganggukkan kepalaku.

*****

A Month Later~~

Eunra POV

Aku keluar dari kamar mandi dengan tatapan tidak percaya dengan test pack yang baru saja aku pakai. Positif? Mustahil. Aku kan.. Oh sial! Apa mungkin ini gara-gara aku tidur bersama Kris sebulan yang lalu?! Bodohnya aku tidak memakai pengaman dulu!!

Aku baru saja ingin menyembunyikan test pack itu saat pintu kamar mendadak terbuka dan umma masuk.

“Eunra? Apa yang ada di tanganmu itu?”

‘Shit!’ Umpatku dalam hati.

“Oh.. A-ani.. Ini hanya.. Euhm..”

“Jangan sembunyikan apapun dari umma, Eunra!”

Aku hanya bisa menunduk. Perlahan umma berjalan ke arahku dan mengambil testpack itu. Umma menutup mulutnya tidak percaya dan berjalan keluar kamar. Tak lama itu alu mendengar teriakan appa memanggilku.

‘Baiklah! Matilah kau Park Eunra!’ Batinku lalu berjalan keluar kamar ke arah ruang keluarga tempat appa menungguku.

*****

Author POV

“Siapa yang melakukan ini padamu, Park Eunra?! Hah?! Jawab Appa! Siapa?!!”

Eunra hanya terdiam. Kepalanya terus menunduk. Tangannya menggenggam erat ujung kaosnya. Rasa takut mendominasinya.

“Jawab Appa atau angkat kakimu dari rumah ini, Eunra! Kau membuat Appa dan Umma malu!! Kau satu-satunya anak di keluarga ini, dan kamu yang membuat nama keluarga ini tercoreng, Eunra!”

Eunra masih diam. Mulut kecilnya ingin sekali meneriakkan nama namja itu. Kris.. Kris.. Tapi lidahnya kelu.

Kesabaran appa Eunra sudah habis. Appa Eunra sudah hendak menarik tangan Eunra mengusirnya dari rumah, saat tiba-tiba tanpa ia sadari Eunra menyerukan nama itu.

“Kris..”

“Siapa?! Appa tidak dengar! Bilang yang lantang, Eunra!!”

“Kris! Namja itu Kris. Kris atau Wu Yi Fan aku tak tau! Yang pasti panggilannya Kris!” Ucap Eunra sambil menatap kedua mata Appanya. Appa maupun ummanya terlihat kaget saat nama itu yang meluncur dari bibirnya.

“Kris?” Ucap Appa mencoba meyakinkan perkataan Eunra.

“Ya. Namja bernama Kris yang menghamiliku, appa”

-THE END-

Ps: Kira-kira FF ini butuh sequel nggak yaa? Komen doong readers, kasih saran kalian >< don’t be silent readers, ok?😉 Don’t bash please😦 -JS-

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on May 26, 2013, in NC-17, NC-21, Romance and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 81 Comments.

  1. lanjutan na gmana masa gantung

  2. Yaa harus dong thooor…. Gantung deh kalo gak a sequelnya…. Ditunggu yaa..

  3. Sequel dong thor ^^

  4. butuh sekaliiiiii:(

  5. butuh sequel…ceritanya gantung thor…

  6. Butuh thor,aneh klo cuma berhenti disini.

  7. Butuh thor

  8. nisrinawidihanifah

    Sequel?
    Hm.. Butuh banget thor!

  9. Annyoeng thor aku reader baru. Udah baca fF nya dan emang butuh sequel.

  10. harussss thor, aku tunggu yaaa

  11. Romlah Luhan CR-96

    Wahahaha kerennn, yaa sequel nya udah ada belum? Aku mau baca ini ff tahun kemaren yaa.. Pasti udh ada donk seq nyaa.. Huwaaa

  12. butuhlah.
    kira 2x Kris bakalan tanggung jawab gk?
    pokoknya harus Ada sequelnya

  13. Sequel thorrrr

  14. sebelum baca aku mau komen dulu.
    semoga memuaskan

  15. bagussssss thor*^_^*

  16. Thor buat squel dong,kira2 kris mau gak tuh tanggung jaeab?

  17. Yaaaa endingnya nggantung banget thor😦
    Sequel wajib!😀
    Kerenlah alurnya, ga gampang ditebak ;)b

  18. Gantung plisss jgn di end penasaran sma krisnya

  19. sequelnya wajib thor ;-;
    penasaran ni 😘

  20. Thoor udah bagus tapi miaaan menurutku udah hot tapi kisaran 50-75 😆🙏 #sokexpert sorry thhooor.. Tapi ending nya bikin penasaran banget!!! Sequel lagi dooong^^ oh ya misi numpang lewat pembaca baru’-‘)/ kamsahamnidaaa^^

  21. Waahhh ceritanya keren🙂

    Pertemuan pertama lngsng gitu ajah -_-
    Dasar Kris !!!
    Bad Namja😉
    Hehehehehe

  22. butuh sequel thorr… gantung banget nih cerita nyaa :’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: