I’m Oke.. Baby are you ok? (Chapter 5)

Cast : Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, other cast.
Genre : Drama, romance, yaoi etc
Rated : T for Mature content
Warning : Typo(s), etc

Don’t Like Don’t Read !! No Copas No Bash No Flame !!

And i’ll always love you
I’ll always love you
You, my darling you..
Bittersweet memories
That is all i’m taking with me
So, goodbye. Please, don’t cry
We both know i’m not what you, you need.

Chapter 5

“Hatcchhii…”

“Hattchiii….”

Sungmin mengucek-uceh hidungnya hingga memerah, diambilnya termoter dan mengukur suhu tubuhnya. Demam ?

“Hattchhii…”

Sekelebat tubuh muncul di pintu kamarnya, “Minnie ? Gwaenchanayo ?”

Sungmin menoleh lalu menggeleng pelan, tubuh mungilnya menggigil. “Kau kenapa sayang ?” kata leeteuk -sang umma- seraya menghampiri sungmin. Diletakkannya punggung tangan itu ke kening putra tercinta, “Omona ! Kau demam sayang ! Flu berat !”

Sungmin hanya diam menyilangkan kedua tangannya dipundak, “Kita kerumah sakit sekarang ne ?” paksa leeteuk, dan sungmin hanya mengangguk pasrah.
.
.
.
.
.
.
Kini sungmin dan leeteuk memasuki rumah mereka. Mereka baru saja pulang dari rumah sakit. Kenapa tidak bersama kangin ? Karna namja itu sedang pergi kerumah kerabatnya dimokpo.

Leeteuk membimbing putranya itu berjalan menuju kamarnya sendiri. “Masih pusing sayang ?” tanyanya lembut seraya mengusap surai hitam milik sungmin.

“Egh, sedikit.”

“Baiklah, kau istirahat saja dulu. Umma akan menyia-”

“Kata uisa aku sakit apa umma ?” ucapan leeteuk terputus karena pembicaraannya dipotong sungmin. “Kau hanya flu biasa, tidak masalah…”

“Benarkah ? Tapi kenapa aku merasa sakit disini umma ?” tanyanya lagi sambil menunjuk bagian perutnya. “Emh.. Mungkin kau lapar. Sudah ya, umma akan memasakkan bubur untukmu.” leeteuk keluar dari kamar sungmin, dan melangkah kedapur. Tanpa terasa setitik air meluncur bebas dari pipinya, tubuhnya kini sudah merosot kelantai dapur yang dingin.

Flashback-

Uisa bersetelan putih itu melepas kacamatanya. Ditatapnya leeteuk lekat, “Bisa kita bicara sebentar nyonya Lee ?”

“Ne, kau tunggu disini dulu ya minnie. Umma keluar sebentar.” katanya lalu mengikuti arah uisa itu keluar.

“Nyonya Lee. Maaf saya tidak bisa menyembunyikan ini semua dari anda.. Sungmin-ssi menderita Wolcott-Rallison Syndrome. Jika flu nya semakin meradang, saya pastikan dia akan menderita diabetes dan gagal liver.. Ini adalah suatu kelainan genetik mematikan, yang juga menyebabkan retak tulang, penurunan tingkat intelektual, dan munculnya infeksi. Tadi saya sudah menyuntikkan insulin ketubuhnya..”

Leeteuk menutup mulutnya shock, digelengkannya kepalanya kuat.. “Ti-tidak mungkin..”

“Tadinya saya juga tidak percaya, tapi hasil tes laboraturium ini menjelaskan semuanya. Anda masih beruntung nyonya Lee, penyakit ini sangat langka. Karena di dunia hanya ditemukan 60 pasien, dan diantara pasien itu hanya satu yang bisa bertahan hidup hingga dewasa. Dan itu berlaku pada sungmin-ssi. Saya harap anda segera memberitahukannya pada sungmin-ssi, karena dia harus mendapatkan perawatan intensif disini.”

Uisa itu menepuk bahu leeteuk dan berjalan pergi, meninggalkan leeteuk yang masih terpaku dengan sejuta keterkejutannya. “Ini tidak mungkin !! Sungmin… Sungmin..”

Flashback end-
.
.
.
.
.
.
Sungmin memejamkan matanya, mencoba meredam rasa sakit yang dideritanya saat ini.. Entah kenapa ia ingin sekali menemui seseorang untuk saat ini. Sunny ? Tidak, bukan dia. Bagaimana kalau-

Kyuhyun. Cho Kyuhyun ?

‘Bukan ide buruk’ gumam sungmin. Lalu mengirimkan sebuah pesan kenomor kyuhyun. Jangan tanya darimana sungmin mendapatkannya.. Karna namja manis itu sedang malas untuk membahas hal itu. Tak berapa lama kyuhyun membalas pesannya, pesan yang berisi ajakan untuk bertemu.

Perlahan sungmin bangkit dari kasurnya. Dengan berjalan tertatih-tatih ia keluar dari kamar bernuansa pink itu. Ya, pink. Karna namja manis itu sangat menyukai hal yang berbau ‘pink’.

“Umma..” panggil sungmin lemah.

Leeteuk menoleh mendapati sungmin yang tengah berjalan kearahnya, “Sungmin. Kau harus istirahat sayang.. Jangan banyak bergerak.” kata leeteuk lalu beranjak kehadapan sungmin.

“Gwaenchanayo umma.. Ini hanya flu biasa…”

“Ta..tapi ka-”

“Umma ! Bolehkah aku keluar sebentar ?” sungmin menggenggam tangan leeteuk memastikan pada ummanya itu bahwa dirinya baik-baik saja. “Tidak. Nanti kau kenapa-napa..”

“Aku janji tidak terjadi apa-apa pada diriku. Boleh ya umma~” melancarkan puppy eyesnya sambil menangkupkan kedua tangannya didada. Masih membujuk leeteuk ternyata. “Tidak sungmin, umma bil-”

“Umma~” rajuknya lagi. “Ara, ara.. Tapi sebetar saja ne ?” kata leeteuk yang hanya dibalas oleh anggukan sungmin.
.
.
.
.
.
.
Kyuhyun tersenyum senang melihat sosok itu dan berjalan pelan menghampirinya. Ia memperhatikan sosok yang semakin lama semakin dekat dengannya. Tak berbeda jauh dari Kyuhyun, sosok itu juga masih mengenakan baju tidurnya yang hanya di balut jaket tebal berwarna pink dan sebuah syal berwarna pink pastel.

Ia telah tiba di belakang namja itu dan dapat melihat dengan jelas, apa yang sedang
dilakukannya. Namja itu, asyik melamun diposisi duduknya. Mungkin karena terlalu asyik melamun, namja itu sama sekali tidak sadar bila Kyuhyun sudah berdiri tepat di belakangnya.

“Lama menunggu ?” Suara bass milik Kyuhyun kontan membuat namja itu berjengit kaget dan refleks membalikkan tubuhnya. Ketika dilihatnya siapa yang berdiri di belakangnya, namja itu menghela nafas lega. “Kyuhyun ssi! Kau mengagetkanku.” ucap namja itu. Kyuhyun terkekeh dan mendudukkan dirinya di samping Sungmin, namja itu.

“Aku sudah berdiri di belakangmu dari tadi. Tapi kau sama sekali tidak bereaksi. Ada apa kau mengajakku bertemu ? Merindukan ku eoh ?.”

“Tidak..”

“Ah, sayang sekali.. Padahal aku merindukanmu lho…” jawab Kyuhyun sembari tersenyum lembut, memamerkan senyuman andalannya yang selama ini selalu berhasil membuat para yeoja berdecak kagum. Sungmin terlihat berpikir sejenak, dan langsung memasang wajah penyesalannya ketika mengetahui maksud Kyuhyun.

“Kau kenapa sungmin hyung ? Kau sakit ?”

“Tidak.. Eum kyu,, bagaimana hubunganmu dengan henly ?”

“Entahlah, ku rasa tidak ada cinta di antara kami. Aku tidak tahu apakah ia mencintaiku. Tapi, di hatiku sama sekali tidak ada sedikitpun rasa cinta untuknya.”

”Tidak ada rasa cinta, tapi kalian akan tetap dijodohkan ? Kurasa itu bukan pilihan yang tepat.” Sungmin berkata dengan jujur. Sedikit terkejut baginya ketika mendengar pengakuan Kyuhyun.

”Kurasa aku bisa hidup tanpa cinta. Yang terpenting, adalah mengikuti kemauan orang tuaku. Bagiku menikah atau tidak, sama saja.” Sungmin mendesah prihatin saat mendengar statement
namja yang sedang fokus menatap kedepan itu. Ia tidak habis pikir. Bagaimana bisa Kyuhyun berpikiran seperti itu. Mengabaikan kebahagiaannya sendiri, demi kebahagiaan orang lain.

“Kau beruntung kyu, memiliki seseorang yang mencintaimu ! Sedangkan aku ? Aku menyimpang kyu..” ujar Sungmin pelan, sedikit menghela nafasnya. “Aku tidak bisa mencintai yeoja seperti umumnya” lanjutnya. Kyuhyun segera menurunkan kedua tangannya dan memutar tubuhnya hingga menghadap ke arah Sungmin. Salah satu alisnya naik, tak mengerti dengan arah pembicaraan Sungmin.

“Maksudmu?”

“Kau tentu tahu maksudku.. Aku….aku gay.”

“Ah…” Kyuhyun segera mengerti maksud perkataan Sungmin. Ia mengangguk-anggukan kepalanya paham.

“Kau mengertikan sekarang bahwa aku gay.. ?” ucap Sungmin lemah. Ekspresi wajah itu berubah menjadi sendu lagi, membuat Kyuhyun sedikit merasa bersalah. “Lalu apa masalahnya?” Sungmin kembali mendongak, terkejut dengan jawaban santai Kyuhyun.

“Apa masalahnya? Kau tidak merasa jijik berada di dekatku?” ucap Sungmin setengah menyentak. “Hei, pelankan suaramu..” Kyuhyun buru-buru menenangkan namja itu dan menepuk bahunya lembut. Ia melihat ke sekeliling taman yang untungnya sedang sepi pengunjung.

“Untuk apa merasa jijik? Aku biasa saja saat berada di dekatmu.” Sungmin terdiam dan menggigit bibir bawahnya. “Kenapa?”

“Kenapa? Apa seorang gay tidak boleh berteman dengan pria layaknya orang lain?” ujar Kyuhyun cepat. “Kalau kau mengatakannya hanya untuk mengasihaniku, aku tidak perlu hal itu. Aku tidak butuh rasa simpati.” balas Sungmin sarkastik. “Aku tidak mengasihanimu, Sungmin.”

“Menurutku…mereka bodoh bila menghina dan menjauhi orang sebaik dan semanis dirimu.” Kyuhyun menyentuh tangan Sungmin yang terkepal erat dan meletakkan telapak tangannya di atas tangan itu. Mata Sungmin kembali membulat mendengar ucapan Kyuhyun. Apa ia tidak salah dengar? Kyuhyun memuji dirinya manis. Bagaimana bisa namja itu berkata semudah itu, padahal jelas-jelas Kyuhyun tahu bahwa Sungmin adalah seorang gay?

#Np : 2NE1 – I’t hurt #

“Hyung,, kau tahu sesuatu ?”

“bagaimana rasanya dijodohkan tanpa rasa cinta. Seperti yang kau alami ?”

“Eumm, bukan. Tapi..kurasa aku telah jatuh cinta…..” Entah kenapa kalimat itu bisa terlontar begitu saja dari mulut Kyuhyun, membuat Sungmin yang mendengarnya refleks menegakkan tubuhnya. Ia menoleh, menatap Kyuhyun dengan sedikit terkejut.

“Akhirnya kau jatuh cinta? Itu bagus.” ujar Sungmin tersenyum kecut. Entah mengapa, ada sedikit rasa sesak di dadanya saat mengucapkan kalimat itu. Terkesan tidak ikhlas. Tapi ia tidak mau terlalu memusingkan perasaan aneh sepeti itu.

“Aku belum yakin apakah ini memang perasaan cinta. Aku selalu berpikir bahwa tidak mungkin bisa jatuh cinta padanya. Tapi…semakin lama perasaan ini tumbuh semakin kuat. Tidak melihatnya barang sedetik saja sudah membuatku risau. Aku selalu merindukannya setiap saat dan merasa kesepian saat ia tidak bersamaku.” sungmin menatap Kyuhyun dengan bingung.

“Jadi kau masih ragu apa kau mencintainya atau tidak? Kau ragu apakah perasaanmu itu hanya sebatas rasa simpati, atau rasa cinta?”

“Begitulah…” Sungmin ikut mengusap tengkuk belakangnya, tak tahu harus berkata apa. Ia pun bingung dengan kondisi Kyuhyun. Ia bukanlah ahli cinta. Jadi harus bagaimana menanggapi ucapan namja itu? “Jika kau ragu.. bagaimana kalau kau cium saja dia?” usul Sungmin pada akhirnya. Hanya ide asal-asalan itulah yang terpikirkan di benaknya.

“Mwo? Cium?” Kyuhyun terkejut dengan perkataan Sungmin dan menatap namja manis yang memasang wajah polosnya itu.

 

“Ya. Kalau dadamu berdebar-debar, maka memang
benar kau mencintainya. Tapi bila kau tidak berdebar- debar, bahkan tak sanggup menciumnya, kurasa yang kau rasakan hanyalah rasa simpati.”

“Apa kau yakin?” ujar Kyuhyun sedikit ragu. Masalahnya Sungmin sama sekali tidak mengetahui siapa yang Kyuhyun sukai. Jika saja ia tahu, pasti Sungmin tidak akan memberikan ide konyol seperti ini.

“Bila memang kau siap dan yakin, Kyu. Pernikahan yang terbaik adalah pernikahan yang dilandasi rasa cinta. ” Sungmin tersenyum lembut dan menepuk ringan bahu Kyuhyun, rupanya namja kelinci itu belum mengerti maksud kyuhyun.

 

”Apa kau mau membantuku?” ujar Kyuhun tiba-tiba. Entah mendapat keberanian darimana, ide itu tercetus di kepala Kyuhyun. Ia merasa inilah saatnya untuk membuktikan perasaannya sendiri. Saat yang tepat.

Kesempatan seperti ini tidak boleh disia-siakan. Kyuhyun harus mengetahui perasaan yang sesungguhnya.

 

”Tentu saja. Apa yang harus kulakukan?” ujar Sungmin dengan pandangan ingin tahunya. ”Tolong pejamkan matamu sebentar saja.”

“Ee?” Sungmin memiringkan kepalanya heran, tak mengerti dengan maksud Kyuhyun. ”Untuk apa?” tanyanya polos.

 

”Pejamkan saja. Tidak akan lama.” desak Kyuhyun.

Akhirnya Sungmin menuruti kemauan Kyuhyun, walaupun tidak mengerti. Ia memejamkan matanya dalam diam, menunggu kira-kira apa yang akan dilakukan Kyuhyun.

Sementara Kyuhyun yang berada di sampingnya, kini mulai berdebar-debar. Ia memiringkan tubuh Sungmin agar menghadap ke arahnya.. Nafas Kyuhyun seakan tercekat saat mengamati wajah Sungmin. Mungkin hanya perasaannya saja, kian hari, wajah Sungmin nampak semakin cantik dan manis. Bila orang bertambah tua setiap harinya, maka Sungmin justru bertambah manis setiap harinya. Iris mata Kyuhyun tertuju pada bibir plump Sungmin yang terkatup rapat. Memandang bibirnya saja sudah membuat jantungnya kembali berdetak kencang bak genderang yang ditabuh. Ia menelan ludahnya susah payah, merasakan kering mendera kerongkongannya. Perlahan, Kyuhyun memajukan wajahnya, mendekati Sungmin yang masih setia memejamkan matanya.

Ketika tinggal berjarak 10 cm saja, semburat merah tipis muncul di kedua pipi Kyuhyun. Walaupun sebelumnya ia sudah pernah berada dalam jarak sedekat ini dengan wajah itu..

Hanya ada dua pilihan bagi Kyuhyun. Lakukan atau tidak. Ia sudah siap dengan segala resiko
yang akan terjadi nantinya. Bagaimana pun juga, ia harus membuktikan sendiri, bagaimana perasaan Kyuhyun yang sesungguhnya. Dan inilah pilihannya. .

‘CHU~’

Mata Sungmin tersentak saat merasakan sesuatu yang lembut menempel di bibirnya. Serta merta ia membuka kedua matanya dan terkejut setengah mati, mendapati wajah Kyuhyun yang berada sangat dekat dengan wajahnya sendiri. Bahkan ia bisa merasakan deru nafas hangat Kyuhyun yang menerpa wajahnya. Pipinya sungguh terasa panas. Saking shocknya, Sungmin hanya bisa terdiam membatu, sembari meremas kedua pahanya. Pikirannya dalam kondisi blank, dan pasrah ketika Kyuhyun menciumnya dalam diam. Kyuhyun? Namja itu terpejam dan menempelkan bibirnya dengan lembut, merasakan debaran di dadanya yang menghentak begitu kuat.

5 detik kemudian, ia mengakhiri ciuman singkat itu dan menjauhkan wajahnya dari wajah Sungmin. Ia sedikit terhenyak saat mendapati raut wajah Sungmin yang terdiam kaku dan merona merah.

 

“Hyung ?” Kyuhyun menyentuh pipi Sungmin lembut, membuat namja manis itu tersadar dan menunduk malu.

”A..apa yang kau lakukan?” ucap Sungmin terbata-bata, berusaha menetralisir jantungnya yang berdetak cepat. ”Membuktikan perasaanku. Kau bilang mau membantuku.”

“Mwoya?” Sungmin mendongak dan memandang Kyuhyun tak habis pikir. ”Bukan menciumku, Kyuhyun ssi! Tapi yeoja yang kau sukai, Henly ssi!”

”Apa aku pernah bilang bahwa aku menyukai Henly?” ujar Kyuhyun. Ia terdiam dan menatap lekat manik kembar Sungmin dengan serius, membuat Sungmin bergidik tak enak. ”M..mwo?”

”Aku tidak pernah bilang menyukai henly.”

”K..kau gila! Jangan bercanda dan mempermainkan aku, Kyu!” sentak Sungmin. Ia berdiri dan menatap marah pada Kyuhyun saat tahu maksud namja itu yang sesungguhnya.

 

”Aku tidak mempermainkanmu, hyung. Kau bilang aku harus membuktikan perasaanku. Inilah yang kulakukan. Aku membuktikan perasaanku.”

Sungmin memutar bola matanya kesal. “Jangan bercanda!”

“Aku tidak bercanda!” desis Kyuhyun. Ia menarik tangan Sungmin, membuat namja itu terdorong ke depan dan terduduk di atas pangkuan Kyuhyun.

“Apa yang kau la…emmph..” Kata-kata itu terputus bersamaan dengan Kyuhyun
yang kembali mengunci bibir Sungmin. Ia memegang kedua sisi wajah Sungmin dan menciumnya paksa, membuat namja itu meronta-ronta.

“Kyuhhh…” Tidak mempedulikan protes dari Sungmin, Kyuhyun semakin mengeratkan lingkaran tangannya pada pinggang Sungmin, bahkan mulai berani melumat bibir tipis itu, tidak sekedar menempelkannya saja.

“Le..lepaskan!” Sungmin mendorong dada Kyuhyun sekuat mungkin, menyebabkan ia hampir terjengkang ke belakang.

Untung saja Kyuhyun menarik tangannya dan menahan punggungnya dengan sigap. Sungmin bernafas terengah-engah dan wajah yang memerah padam. Ia menatap Kyuhyun dengan perasaan yang saling bercampur aduk.

 

“Aku sudah membuktikannya dua kali. Dan ternyata aku memang benar-benar mencintaimu.” lirih Kyuhyun.

Ia mengangkat wajahnya dan menatap Sungmin dengan sendu. “Dadaku berdebar kencang setiap kali menciummu, bahkan hanya dengan melihatmu saja. Bila aku memang mencintaimu… apa yang harus kulakukan?” Kyuhyun meraih salah satu tangan Sungmin dan menempelkannya di dada kirinya.

 

“Kau merasakan debaran jantungku? Bukankah bila aku berdebar-debar ketika menciummu, maka itu artinya aku memang menyukaimu, mencintaimu.”

Tangan Sungmin bergetar saat merasakan degup jantung Kyuhyun yang berdebar keras di seluruh telapak tangannya. Suara dan sinar tatapan Kyuhyun memang menyiratkan betapa seriusnya ia. Tapi Sungmin merasa semua ini salah. Serius atau tidak, hal seperti ini tidak boleh terjadi.

“Lupakan perasaan itu.” Raut wajah Kyuhyun langsung berubah kecewa saat mendengar kalimat yang terucap dari mulut mungil itu.

“Kena….”

“Kau tidak seharusnya memiliki perasaan seperti itu. Apalagi terhadapku.” ujar Sungmin dingin. Ia menyingkir dari pangkuan Kyuhyun dan menatap datar.

“Kau bilang aku berhak bersama dengan orang yang kucintai!” Kyuhyun berucap dengan lantang, tidak terima atas pernyataan Sungmin. “Tapi tidak seperti ini Kyu! Kau sudah dijodohkan dengan henlyssi. Lupakan perasaan itu !” Kyuhyun hanya dapat menatap miris ketika Sungmin berjalan meninggalkannya sendirian, tanpa menoleh ke belakang sedikit pun.

BRUKK

“SUNGMIN !!”

TBC~

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on May 22, 2013, in PG, Romance, Yaoi and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: