Love or Murdered (Chapter 5)

1366529001582

Author : JS&KR

Genre : kekerasan romance yadong NC-21

Cast:

-Kim Reika

-Jung Seira

-Lee Taemin

-Kim Jongin

-Oh Sehun

-Byun Baekhyun

Support Cast:

-Kim Jongdae a.k.a Chen

-Do Kyungsoo

_______

Author POV

Seira mengerjapkan matanya beberapa kali dan sedikit menggeliat.

“Selamat pagi, nyonya Byun”

Chu~

Seira terkekeh pelan

“Sudah pagi saja. Hoaahhmm.. Kau tidak mandi oppa? Aku mau mandi”

“Mandi bersama?” Ucap Baekhyun dengan evil smirk nya. Seira melempar bantal ke arah Baekhyun dan meninggalkannya yang masih tertawa terpingkal-pingkal.

****

“Baik-baik ya, chagi”

“Iya, oppa. Hati-hati di jalan ya. Kalau sudah sampai kabari aku”

Baekhyun mengangguk dan mencium lama puncak kepala Seira. Baekhyun melambai pada Seira sebelum menyusul Kris yang sudah duduk di belakang kemudi mobil sedan nya. Kris akan mengantar Baekhyun pulang, sedangkan Seira di rumah bersama Sehun.

Sehun sebenarnya melihat ‘kegiatan’ yang dilakukan Baekhyun dan Seira. Jujur dia sangat geram. Sebelum Baekhyun pulang, pandangan keduanya sempat bertemu. Baekhyun menatap Sehun dengan tatapan tidak suka.

Setelah dipastikan Baekhyun dan Kris sudah pergi, Sehun menyusul masuk kekamar Seira, dan mengunci pintunya. Kebetulan hari ini Reika tidak pulang kerumah karena menginap dirumah Kai, Kai membantu Reika mengerjakan pekerjaan rumah yang menumpuk.

Sehun melihat Seira yang berdiri di balkon kamar sambil tersenyum sendiri. Sehun menarik pinggang Seira kasar lalu mencium bibirnya. Seira yang menerima perlakuan itu tentu terkejut.

Seira POV

Aku kembali ke kamarku dengan senang hati dan memandangi sedan hitam Kris yang berjalan menjauh dari balkon kamar. Kalian mau tau bagaimana perasaanku sekarang? Sangat senang pakai banget hehe. Aku memutar tubuhku, dan tiba-tiba Sehun mendorong tubuhku dengan kuat hingga menabrak dinding. Aku merintih kesakitan. Sehun mengunci tubuhku dan mendekatkan wajahnya perlahan.

Author POV

“Yak! Oppa! Apa yang mau kau lakukan?”

“O-opp-!” Jerit Seira.

Seira memukul-mukul dada Sehun. Berontak dengan ciuman Sehun yang tiba-tiba dan apa sebabnya. Namun apa daya. Kekuatan Sehun lebih kuat dibanding Seira.

Sehun terus menciumi bibir mungil itu. Mencoba masuk ke dalam mulut Seira. Tetapi Seira bungkam. Sehun segera mendorong tubuh Seira kasar kekasur tanpa melepaskan ciuman itu.

Lagi-lagi Seira terus berontak. Gigi Sehun mengigit bibir Seira hingga berdarah. Seira merintih tapi itu dimanfaatkan Sehun untuk memasukkan lidahnya ke dalam mulut Seira. Lidah Sehun menghisap lidah Seira. Membelitnya. Air mata Seira mulai jatuh.

“O-ppa geumanhae hiks” ucap Seira lirih.

Sehun tak memperdulikan itu. Sehun memegang kepala belakang Seira terus mendorongnya, memperdalam ciuman. Sebelah tangannya menarik pinggang Seira agar tubuh mereka benar-benar tak berjarak lagi. Seira masih terus berontak. Hingga akhirnya Sehun menarik kaki Seira agar melingkar di pinggangnya dan mendorong tubuhnya hingga dada mereka bersentuhan dan membuat keduanya mendesah kecil disela-sela ciuman mereka.

Sehun menarik Seira agar duduk di pangkuannya. Ia membuka sedikit kakinya dan mendorong badan Seira membuat miliknya bergesekan dengan vagina Seira.

“Aah~ oppahh~” Seira memejamkan matanya dan mengigit bibir bawahnya

Sehun menyambar kembali bibir Seira. Tangannya dilingkarkan pada pinggang Seira, membantunya menaik turunkan agar terus bergesekan dengan juniornya. Dengan reflek, Seira melingkarkan tangannya di leher Sehun, dan membantu Sehun menaik turunkan pinggangnya. Merasa diberi lampu hijau, Sehun dengan semangat terus menaik turunkan pinggang Seira sambil sebelah tangannya menyusup kebalik kemeja kedodoran Seira dan melepas kaitan branya.

“Nnghh.. Sehun-ahh~”

Sehun semakin dibuat gila karena Seira mendesah tepat di telinganya membuat libidonya naik. Sehun tidak tahan lagi. Cukup sudah dengan foreplay yang menurutnya membuang-buang waktu. Sehun menggulingkan badan Seira dan melepas celana dalamnya dengan sekali hentak. Ia juga melepas kemeja Seira kasar sampai-sampai terdengar bunyi robekan.

Sehun memandang tubuh Seira yang polos tanpa sehelai benangpun. Seira merona malu dan menyilangkan tangannya menutupi dadanya yang sedari tadi dipandang Sehun tanpa henti. Sehun terkekeh pelan dan mencium pipi Seira.

“Apa yang kau lihat, hah?!”

“Arraseo arraseo”

Tanpa izin Seira, Sehun langsung memasukkan junior nya sekali hentakan.

“SEHUN!” Seira meneriaki nama Sehun dan memegang erat pundaknya. Rasa ngilu menjalar di seluruh tubuhnya.

Sehun berhenti sebentar. Memberi waktu pada Seira untuk terbiasa akan juniornya. Sehun menciumi leher Seira yang sudah penuh duluan oleh kissmark Baekhyun. Emosi Sehun sedikit tersulut. Ia berusaha menghapus kissmark Baekhyun, menggantikannya dengan hasil karyanya. Sehun mengisap dan menggigit sekitar leher hingga pundak Seira agak kuat. Membuat Seira mengerang.

‘Sial! Titik kelemahanku!’ Umpat Seira dalam hati.

Sehun semakin gencar melukis kissmark disana, sedangkan tangannya sibuk meremas dan memainkan nipple Seira hingga mengeras.

“Se-sehun-ah~” erang Seira

“Ne?” Ucap Sehun jail

“Jebal oppa.. Je-jeballhh”

“Kau mau apa, hm?” Sehun membuang nafas di leher Seira membuatnya menggelinjang.

“Aahh~ jebal oppa.. Jangan menggodaku”

Sehun terkekeh pelan. Sehun mulai menggerakkan pinggulnya pelan. Sehun mengeluarkan juniornya pelan, dan memasukkannya sekali hentakan. Seira merasa kesal akhirnya berinisiatif untuk bergerak sendiri. Seira menggulingkan paksa tubuh Sehun hingga ia yang berada di atas. Seira menyunggingkan smirknya sebelum berbisik tepat di telinga Sehun.

“Biar aku yang memimpin oppa. Nikmati saja”

Tanpa basa-basi lagi Seira menggerakkan pinggulnya, begitu juga dengan Sehun yang membantu dengan menggerakkan pinggulnya ke arah yang berlawanan. Junior Sehun terasa menerjang dalam vagina Seira membuatnya berkali-kali mengerang menyerukan nama Sehun keras dan tubuhnya jatuh diatas dada Sehun. Sehun memegang pinggul Seira dan menggerakkannya karena Seira sudah tak punya tenaga lagi sepertinya.

Bibir Sehun tak tinggal diam. Lidah Sehun bermain dikedua dada Seira. Memelintirnya, menyedotnya kuat, sampai menggigit-gigit pelan hingga berwarna kemerahan.

“Nngghh.. Ahh.. Sehun-ahhh”

Mendengar Seira mendesahkan namanya membuat Sehun semakin brutal menggerakkan pinggulnya.

“Se-sehunnhh aku.. Nnggghhh”

“Nnggh.. Seira.. Mmmhhh”

“Aaahhh~~” keduanya mendesah nyaring saat sampai klimaks bersamaan.

Cairan orgasme Sehun menyemprot kedalam rahim Seira bersamaan dengan keluarnya cairan Seira hingga meluber keluar mengalir di paha mulusnya. Sehun menggulingkan badan mereka hingga Seira berbaring dibawahnya dan ia diatasnya.

“Ronde dua?” Seira mengeluarkan erangan protes karena ia sudah benar-benar lelah.

“Arraseo arraseo”

Sehun mengeluarkan miliknya dan menciumi perut Seira. Bibirnya bergerak turun hingga sampai di depan vagina Seira. Bibir Sehun mengecupi bibir vagina Seira dan mulai menjilati cairan Seira yang meluber keluar.

‘Oh, damn!’ Seira mengumpat dalam hati. Tenaganya sudah benar-benar habis sekarang. Gara-gara permainannya dengan Baekhyun tadi malam hingga beronde-ronde. Sekarang ia melakukannya lagi dengan Sehun! Gila!

“Oppa~ geumanhae.. Aku lelah” ucap Seira padahal tubuhnya berkata lain.

“Arraseo arraseo”

Sehun bangun dan mengambil potongan baju mereka yang berserakan di lantai. Sehun memakai bajunya dan merapikan penampilannya. Ia mengambil pakaian Seira dan memberikannya. Seira mengernyit bingung.

“Ya! Kau ingin kita dibunuh bodyguard garang itu, eoh?” Seira terkekeh saat Sehun menyebut Siwon cs. sebagai bodyguard garang. Penampilan mereka memang garang tapi sebenarnya mereka baik.

Seira memakai bajunya, Sehun melihatnya dengan seksama.

“Yak! Kau merusak kemeja ku! Aiisshh” ucap Seira setelah melihat kancing kemejanya banyak yang hilang karena ulah Sehun. Sehun terkekeh dan duduk disebelah Seira.

“Dasar! Kau tidak bisa apa melepaskan bajuku pelan-pelan”

“Tidak bisa” jawabnya inosen

“Dasar anak muda. Hormonnya masih ababil” ucap Seira diselingi tawa

“Apa?” Sehun memberi Seira death glare

“A-ani. Lupakan”

“Tarik kembali omonganmu atau aku akan menidurimu sekarang juga dan membuatmu hingga tak bisa berjalan”

Seira meneguk salivanya susah payah dan memandang ke arah lain, menghindari tatapan Sehun dan smirk andalannya. Sehun mengacak-acak rambut Seira gemas dan mencium bibirnya singkat.

“Arra. Aku buat sarapan dulu. Mungkin sebentar lagi mereka akan datang” ucapnya dan meninggalkan Seira sendirian di kamarnya masih bergelut dengan pikirannya.

‘Apa.. Yang kulakukan ini benar?’ Batinnya.

***

Meanwhile~

Kai’s house

Kai terbangun dari tidurnya. Benar-benar lelah dengan ‘kegiatan’ tadi malam. Eits. Maksudnya ‘kegiatan’ membantu mengerjakan PR Reika semalam suntuk. Dilihatnya yeoja yang masih terlelap dipelukannya.

‘Sepertinya dia benar-benar lelah’ batin Kai.

Kai meletakkan helaian rambut yang menutupi wajah Reika kebelakang telinganya dan menatap wajah Reika. Cantik. Tanpa polesan make up pun Reika tetap cantik. Kai kembali mengamati wajah Reika. Hidungnya yang mungil, matanya, bibirnya… Kai menarik nafasnya. Mengurangi nafsunya hanya karena melihat bibir merah menggoda Reika.

Kai mendekatkan wajahnya dan mengecupi wajah Reika dari mulai dahinya hingga ke bibirnya. Kai tidak mencium bibir Reika penuh nafsu. Hanya ciuman-ciuman kilat dan sukses membuat Reika membuka matanya.

“Euungghh.. Jam berapa sekarang?” Ucap Reika sambil menggeliat. Badannya benar-benar terasa remuk karena semalam suntuk mengerjakan PR yang menggudang.

“Yang jelas masih ada waktu untuk bersenang-senang” ucap Kai dengan seringai di bibirnya. Kai lalu mengunci tubuh Reika dibawahnya.

“Dasar pervert!”

“Aku belum menerima balasan karena semalam suntuk membantumu mengerjakan PR!”

“Arra arra” Reika menggulingkan badan Kai jadi dia yang diatas sekarang.

Bibir Reika menyambar bibir sexy Kai. Melumatnya dan memasukkan lidahnya kedalam untuk mengeksplor mulut Kai. Tangan Kai juga tak tinggal diam, perlahan masuk ke kaos longgar yang dipakai Reika dan meremas dadanya. Reika melepaskan ciuman dan mendesah pelan. Tapi Kai kembali menciumnya dan membungkam mulutnya.

Tangan Kai bergerak ke punggung mulus Reika mencari kaitan bra nya, yang dalam sekali hentak langsung telepas. Tangan Kai asyik mengerjai dada Reika. Meremasnya lembut sambil memainkan nipple nya dengan ibu jarinya. Reika tak bisa mendesah karena Kai membungkam mulutnya dengan ciumannya. Reika merasa celananya sudah mulai basah. Tangan Kai bergerak turun hingga mencapai hotpans Reika. Kai baru saja akan melepaskan hotpans itu saat tangan Reika mencegahnya.

“Biarkan aku memuaskanmu oppa”

Reika menenggelamkan wajahnya di leher Kai. Menghirup banyak-banyak aroma parfum Kai yang memabukkan. Bibir Reika perlahan menciumi leher dan bahu Kai sedangkan tangannya menyusup kedalam kaos yang dikenakan Kai, menyusuri absnya. Nafas Kai semakin berat. Kai membantu Reika melepas kaos dan celana jeans hingga hanya tersisa boxer saja. Bibir Reika bergerak turun, mengecup setiap inchi badan Kai. Dari mulai dadanya, hingga abs yang tercetak sempurna. Tangannya juga sibuk menurunkan boxer dan celana Kai hingga tak tersisa sehelai benangpun yang menutupi tubuh Kai. Reika menyunggingkan smirk nya.

“Wow. Kau semakin berbakat nona Kim. Oh, ani. Bolehkah aku memanggilmu.. Nyonya Kim?”

/Bluusshhh/

Reika menggenggam milik Kai dan mengocoknya dengan gerakan slow motion sambil ia melukis kissmark di sekitar dada Kai.

“Ngghh.. Chagi.. Ppali.. Ohh”

Kai mendongakkan kepalanya kebelakang dan memejamkan matanya. Menikmati setiap sentuhan Reika di tubuhnya yang ia tak pernah bosan. Reika mempercepat kocokannya drastis hingga Kai merasa klimaksnya sudah dekat.

“Chagi.. Aku.. Nnghh.. Ahh”

Reika melepas kocokannya dan memandang wajah Kai yang sudah benar-benar memerah karena horny. Reika terkekeh dan mengusap pipi Kai. Kai memandang Reika antara kecewa, frustasi, dan seakan-akan bilang jangan-kau-coba-coba-permainkan-aku.

Reika bergerak turun dan berhadapan dengan milik Kai. Sebelum ia mulai mengecupi junior Kai, Kai menariknya hingga Reika duduk di pangkuan Kai sekarang. Kai melepas kasar pakaian Reika dan membuangnya ke sembarang arah.

“Bagaimana kalau kita tahan-tahanan?” Reika mengernyit heran.

“Siapa yang paling tahan menahan orgasmenya berarti ia menang”

“Hadiahnya?”

“Mem-fuck dia yang kalah.. The hard one. Sampai tidak bisa berjalan” ucap Kai dengan evil smirk. Reika terdiam. Tidak mungkin ia bisa menahan orgasmenya, lagipula ia yeoja berbeda bukan?

“Tidak adil! Aku ini yeoja. Oppa namja. Tentu saja aku kalah” ucap Reika dengan mem-poutkan bibirnya.

“Belum tentu. Tergantung bagaimana kau mengerjai junior ku” Reika seperti berpikir dan akhirnya mengangguk mantap.

“Oke. Deal!”

Kai lalu merubah posisi mereka menjadi 69. Reika menelan salivanya susah payah. Reika tau benar ia akan sangat tak berdaya jika Kai bekerja di vaginanya. Tapi ia pesimis. Ia harus menang! Ia tidak mau lagi-lagi Kai yang menyetubuhinya dan membuatnya hingga tak bisa jalan. Apa kata Seira atau bodyguardnya nanti?

“Ready.. Go!”

Lidah Kai mulai menjilati bibir vagina Reika sambil sesekali mengecupnya. Kai mengambil langkah slow motion. Sedangkan Reika yang tidak mau kalah, mengawali dengan menjilati junior Kai dan mengecup puncak junior Kai. Dapat dirasakannya nafas Kai yang mulai memberat. Tangan Reika menggenggam erat junior Kai dan sesekali mengocoknya dengan cepat, lalu berhenti. Begitu terus berulang-ulang.

Kai memejamkan matanya dan mendesahkan nama Reika. Tidak.. Ia tidak boleh kalah. Kai mengambil langkah seribu. Ia langsung memasukkan dua jari sekaligus ke dalam vagina Reika dan mengocoknya dengan cepat.

“Nngghh.. Ka..kaihh”

Salah besar! Reika mendesah saat junior Kai berada di dalam mulutnya. Membuat getaran menjalar ke seluruh tubuh Kai. Kai mengerang pelan, miliknya semakin mengeras sekarang. Begitu tau junior Kai semakin mengeras, Reika mengocok tanpa henti junior Kai dalam tempo yang cepat. Reika juga menjilati junior Kai bersamaan.

“Reika.. Ngghh”

Kai tidak mau kalah. Ia menambah jarinya dan menggerakkan jarinya kembali. Memutar-mutarnya hingga menyentuh g-spot Reika.

“Aahhh.. Oppaahhh”

‘Damn!’

Semakin Reika mendesahkan namanya semakin ia merasa miliknya semakin mengeras. Kai berusaha sekuat tenaga menahan klimaksnya. Kai memfingering Reika sambil ia juga mengusap klitorisnya dengan ibu jarinya bersamaan. Kai mendecak frustasi karena Reika ternyata kuat juga menahan klimaksnya. Kai akhirnya mengganti ibu jarinya dengan lidahnya. Lidah Kai menjilat dan menggigit-gigit klitoris Reika sambil tangannya memfingering vagina Reika brutal.

“Oppaaahh… Ngghh.. Ahhh”

Kai mendesah lega saat merasakan tangannya basah karena cairan orgasme Reika. Tidak lama, iapun juga mencapai klimaks nya. Kai mengeluarkan jarinya dan menjilat habis cairan Reika. Sedangkan Reika menelan susah payah cairan Kai yang tumpah ruah di mulutnya hingga ke lehernya.

“Aku menang” ucap Kai dengan evil smirk. Reika masih berusaha menetralkan nafasnya dan memandang Kai yang menyeringai di atasnya.

“Baiklah. Hhh~” Reika menatap mata Kai sambil tangannya mengusap pipi Kai seduktif.

“Aku padamu, Kai” ucapnya lalu mencium kilat bibir Kai.

Kai menampakkan evil smirknya dan mengambil kain yang berada di atas nakas. Kai menali tangan dan kaki Reika di tiang tempat tidur. Reika menggelengkan kepalanya frustasi, berharap Kai melepaskan ikatannya.

“No babe. Dengan begini akan lebih mudah. It’s show time”

Kai menyambar bibir Reika dan melumatnya penuh nafsu. Tangannya sibuk meremas dan memainkan putingnya sedangkan yang lainnya bergerak turun dan langsung memasukkan tiga jarinya langsung ke vagina Reika. Reika tak bisa mendesah atau apa. Tangannya diikat dan bibirnya dibungkam. Ia merasa belum apa-apa cairannya sudah mengalir keluar. Kai melepaskan ciumannya dan terkekeh.

Bibir Kai bergerak turun dan melukis kissmark di leher dan bahunya. Kai memelintir nipple Reika dan menekan-nekannya hingga mengeras.

“Nngghh.. Aaahh.. Kaiih.. Hmmhh”

Kai melepaskan jarinya yang memfingering vagina Reika. Reika mendecak frustasi. Tangan Kai bergerak ke laci nakas dan mengeluarkan alat tanpa Reika ketahui. Kai memasang alat itu di vagina Reika dan menekan tombol on.

“Aaahh… Kaiihh.. Apaa yang.. Mmhh.. Kau lakukanhh.. Oohh”

“Sabar chagi. Ini namanya vibrator”

“Daaasarrhh… Namjahh.. Aaahh.. Pervert… Nngghh.. Dimanah.. Kau.. Ashhh” Kai menyunggingkan smirknya saat tau Reika telah orgasme, lagi.

“Mendapatkanyaahh.. Ngghh.. Oohh” Reika menggeliat kesana kemari.

Kai memanfaatkan kesempatan ini. Kedua tanggannya meraih dada Reika dan meremasnya agak keras, memainkan nipplenya. Jemari Kai dengan lihai memelintir, menekan-nekan hingga mencubit nipple Reika hingga mengeras. Reika tidak bisa menyalurkan nafsunya. Reika hanya bisa mendesahkan nama Kai dengan nyaring dan menurut Kai sangat sexy di telinganya.

“K-kaaiihh.. Jeballhh.. Lepashhkannhh alat in.. iihh.. Ngghh.. Ahh..” Reika mengambil oksigen dengan susah payah. Ia tak dapat menghitung sudah berapa kali ia orgasme gara-gara alat ini. Dirinya sudah lelah tapi alat ini masih saja bergetar membuat libidonya meningkat lagi.

Bibir Kai mengganti tangannya yang bermain di dada Reika. Melumat nipple nya dan memainkan nipple Reika dengan lidah panjangnya. Reika mendongakkan kepalanya kebelakang, membuat badannya semakin membusung ke depan.

“Kaihh.. Jeballh.. Ahhhh”

Kai seakan tidak mendengar rintihan Reika dan terus mengemut nipplenya. Reika bersusah payah meneriaki nama Kai agar alat sialan ini terlepas dari vaginanya tapi Kai sama sekali tidak meliriknya.

“KAI!! Aassshhhh”

Kai akhirnya melepas alat itu diiringi dengan helaan lega dari Reika. Ups, agaknya Reika salah. Bibir Kai bergerak turun dan menjilati cairan orgasme Reika yang meluber ke luar hingga pahanya. Reika semakin melebarkan kakinya dan memejamkan matanya saat dirasanya lidah panjang Kai masuk ke vaginanya. Kai meliuk-liukkan lidahnya dan dengan semangat menyodok-nyodok vagina Reika.

“Kaiihh.. Jeballhh.. Ahhh”

Kai menghisap kuat vagina Reika hingga terdengar bunyi decakan kasar disana. Giginya ia gunakan untuk menggigit-gigit lembut klitoris Reika.

“Oppaaah.. Ngghh.. Aaaahhh”

Tubuh Reika benar-benar lemas sekarang. Tenaganya seperti terkuras habis gara-gara hukuman Kai. Tapi, Kai belum puas. Daritadi juniornya berkali-kali menegang karena mendengar desahan Reika dan melihat wajah horny Reika. Kai mengusap juniornya yang sudah menegak dan membawanya hingga ke mulut Reika.

“Tidurkan dia, chagi”

Dengan tenaga seadanya, Reika menjilati junior Kai dari ujung dan mengemut twistballnya. Kai mendesah dan pegangan pada headboard ranjang. Reika berusaha memasukkan junior Kai yang besar mampus ke dalam mulutnya semampunya dan mengemutnya. Reika mengeluar masukkan junior Kai di mulutnya sambil lidahnya bermain dengan juniornya.

“Nnghhh.. Yeah.. Hmmmh.. Faster chagi.. Oohh..”

Reika semakin semangat mem-blowjob Kai dan mengemut twistballnya.

“Chagihh.. Anngghhh”

Kai menyambar bibir Reika dan membantunya menghabiskan cairan orgasmenya di mulut Reika. Kai mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh Reika dan memasukkan juniornya sekali hentak. Tubuh Reika bergetar antara sakit, nikmat, dan entah apa. Keduanya mendesah bersamaan saat junior Kai tertanam sempurna di vagina Reika.

Kai benar-benar tidak memberi Reika waktu untuk mengambil oksigen. Kai langsung menggerakkan pinggulnya dalam tempo cepat membuat kasur ikut mendecit.

“Nngghhh.. Kaiihh.. Aahh”

Mendengar namanya diserukan dengan sexy, libido Kai menaik dengan sempurna. Kai tak menyia-nyiakan kesempatan. Tangannya bergerak meremas dada sebelah kiri Reika sedangkan bibirnya mengemut nipple sebelah kanannya. Sebelah tangannya yang lain bergerak ke vagina Reika dan mengusap klitorisnya, sesekali menarik dan mencubitnya. Reika menggeliat tidak karuan. Permainan kali ini terlalu nikmat baginya.

Reika merasa dinding vaginanya mengencang dan berkedut hebat, dan bagi Kai ia merasa juniornya seperti digenggam erat dan dipijat-pijat. Kai merasa juniornya semakin membesar disana.

“Oppaah.. Aku mauuhh.. Nggghhh”

“Sebentarrhh.. Chagii.. Hhnngghh”

Reika merasa semakin penuh sekarang. Junior Kai yang semakin membesar di dalam vagina membuat sensasi nikmat tersendiri baginya.

“Oppaahh… Ngghhh.. Akuuuhh”

“Bersamaannhh… Chagiihhh”

“Ngghh.. Aaahhh”

Keduanya mendesah nyaring saat sampai klimaks bersamaan. Tubuh Kai jatuh diatas dada Reika. Mereka berusaha menstabilkan pernafasan mereka. Kai melepaskan ikatan di tangan dan kaki Reika lalu menggulingkan badannya kesamping tanpa melepas kontak mereka. Dilihatnya Reika yang terlihat begitu lelah, ia mengurungkan niatnya untuk lanjut ronde dua. Kai menarik selimut dan menyelimuti tubuh keduanya yang naked. Masih ada waktu untuk tidur sebentar. Kai mengecup puncak kepala Reika lama.

“Jaljayo, chagi”

Reika hanya diam. Sepertinya sudah tertidur duluan. Kai tersenyum jika mengingat permainan mereka tadi. Ia menghela nafas.

‘Wow.. Permainan terbaik sepanjang masa’ batinnya dan mengikuti Reika memejamkan matanya dengan tangan yang memeluk erat pinggang Reika.

****

“Aku tidak bisa mengantarkanmu pulang chagi. Kau mau ikut aku bertemu Taemin hyung?” Tanya Kai.

“Ani. Oh, Sebentar”

Reika mencari-cari kontak Kris dihandphonenya. Karena bodyguardnya, Jonghyun masih perjalanan pulang dari Singapore.

“Yoboseyo?” Jawab Kris.

“Oppa. Bisa menjemputku dirumah Kai?”

Kris yang hampir saja sampai kerumah terpaksa putar balik kearah rumah Kai.

“Ne nona. Saya kesana”

Setelah Kris sampai dirumah Kai, Kris melihat Reika mencium kilat bibir Kai sebelum akhirnya masuk ke mobil Kris.

“Seira dengan siapa dirumah?”

“Dengan Sehun, nona” jawab Kris.

“Oppa. Aku lapar. Kita makan dulu yuk?” Ajak Reika memelas.

“Apa tidak sebaiknya kita jemput Seira dulu?”

“Cacing diperut sudah berdemo. Kita bawakan saja untuk Seira dan Sehun” usul Reika. Kris hanya tersenyum, dan menyetujui ajakan Reika. Berhubung Kris ingin membicarakan sesuatu kepada Reika.

At cafe

Reika dan Kris memilih duduk dipojokan cafe dekat jendela. Kalau seperti ini sebenarnya Reika teringat Suho, yang kasusnya diperkirakan bunuh diri. Menurut Reika itu cukup janggal dan tidak masuk akal sama sekali.

“Nona.. Ada yang ingin kubicarakan padamu” ucap Kris membuka pembicaraan.

Reika menatap Kris. Menunggu apa yang akan disampaikan oleh Kris.

“Tapi kita tunggu beberapa orang dulu” ucap Kris lagi. Reika menyerngitkan keningnya heran.

“Nah itu mereka”

“OPPA!!!” Seru Reika girang. Reika langsung menghambur ke arah dua namja yang baru saja sampai dimeja Kris dan Reika duduk. Itu Eunhyuk dan Donghae. Sementara itu namja disamping mereka hanya menatap kikuk kearah Reika.

“Halo juga Jonghyun oppa” ucap Reika tersenyum. Dan mencium pipinya. Membuat semburat merah muncul dikedua pipi namja itu tanpa sepengetahuan Reika.

Mereka pun duduk. Reika lebih memilih duduk diantara Eunhyuk dan Donghae, sekalian melepas rindunya. Sedangkan Jonghyun duduk disebelah Kris.

“Jadi begini…” Ucap Kris memulai pembicaraannya dengan nada mimik serius.

****

“Aku rasa.. Ini ada sangkut pautnya dengan kematian Suho” ucap Donghae. Reika menutup mulutnya tidak percaya.

“Pasti ada alasan kan kenapa orang itu ingin mencelakakan Seira bukan?” Ucap Reika panik.

“Dan kita harus mencari tahu itu” ucap Eunhyuk. Kris dan Jonghyun hanya mengangguk mengiyakan.

****

Keesokan hari yang cerah~

“Rei, nonton yukk!” Ajak Chen ke Reika. Mereka jarang bertemu sekarang karena Reika yang terlalu sibuk sama Kai. Dan jujur itu sedikit membuat hati Chen sakit karena harus merelakan waktu luang Reika untuk bersama Kai.

“Hmm. Boleh. Sama siapa?” Tanya Reika antusias.

Chen menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Bingung. Sebenarnya Chen hanya ingin nonton berdua dengan Reika.

“Nngg. Berdua?” Ucap Chen ragu.

“Oke”

Chen tidak percaya. Reika mau nonton dengannya, berdua! Catet BERDUA!! Oke. Mungkin ini agak lebay tapi Chen tidak bisa menutupi kalau dia sangat senang hari ini.

***

Kai POV

From: my beloved

Oppa, hari ini tdk usah jemput aku. Aku pulang sekolah nonton dengan Chen.

Wtf?! Nonton dengan Chen?! Apa Reika sudah gila? Nonton denganku kan bisa tanpa harus dengan namja sialan itu.

Aku menelpon Reika. Ingin meminta penjelasannya.

“Yoboseyo?”

“Yak! Kenapa mesti dengannya? Kenapa tidak denganku saja? Aku hari ini tidak sibuk kok!”

“Aigo kupingku bisa tuli kalau kau berteriak seperti itu” jawabnya santai.

“Kenapa harus berdua sih? Ajak Seira! Atau aku ikut” ancamku. Mencoba menstabilkan nafasku karena emosi.

“Dia hanya sahabat aku, Kai. Tidak ada salahnya kan aku pergi dengannya?”

Apalagi ini? Dia bahkan hanya memanggil namaku, tidak memanggilku oppa! Reika! Grr

“Terserahmu sajalah!”

Tutt..tut..

5menit~

Kenapa dia tidak menelponku balik?

10menit~

Kenapa dia tidak menghubungiku dan meminta maaf?

15menit~

Kenapa dia tidak kirim pesan?

20menit~

Oke cukup! Yang ingin kudengar sekarang dia telpon atau paling tidak kirim pesan kalau dia tidak jadi pergi dengan Chen itu.

Akhirnya aku memutuskan untuk menghubunginya lagi.

“Yak! Kenapa kau tidak menghubungiku lagi hah?”

Aku yakin, mukaku sekarang pasti memerah karena emosi dengan tingkah yeojachinguku.

“Jangan kekanakan Kai. Aku hanya pergi nonton. Hanya NONTON! Setelah itu aku pulang. Jarang-jarang kan aku ada waktu dengan sahabatku? Yasudah. Aku akan menghubungimu lagi nanti”

Tut..tut..

Argh! Reika. Awas saja kau.

Aku segera menyambar tas dan jaketku. Sepertinya aku akan bolos pelajaran hari ini.

****

Pulang sekolah

Taemin sudah siap didepan gerbang sekolah. Seperti biasa dia akan membuntuti Reika. Reika keluar bersama seorang namja yang sangat dikenal Taemin selain adiknya sendiri.

‘Bukankah itu… Chen?’ Batin Taemin.

Reika dibonceng Chen dengan motornya. Taemin siap-siap untuk tancap gas, tapi pandangan Taemin melihat ke sebuah mobil yang sangat dikenalnya. Itu mobil adiknya. Mobil Kai juga mengikuti kemana Reika dan Chen pergi.

***

At mol

Taemin membuntuti kemana Reika dan Chen pergi. Tidak jauh didepannya adiknya juga sedang membuntuti mereka.

‘Ck. Sepertinya akan ada pertengkaran seru’ batin Taemin dan tersenyum evil.

Reika dan Chen nonton. Kelihatan sekali Chen sangat perhatian terhadap Reika. Reika menanggapi biasa saja. Menurutnya itu hanya perhatian sebagai seorang sahabat.

Kai duduk tak jauh dibelakang tempat duduk Reika dan Chen. Sedangkan Taemin dibarisan sama dengan Kai tapi dipaling ujung.

Kai melihat gerak gerik Chen yang ingin menggenggam tangan Reika. Sampai Kai melihat itu..

Wajah Chen yang mulai mendekat kearah Reika, dan Reika yang tidak sadar akan hal itu.

BUGH!!

Kai menghajar Chen, dan segera menarik tangan Reika keluar dari bioskop. Reika tentu sangat terkejut. Wajah Kai yang memerah dan tatapannya yang tajam membuat Reika tidak berontak. Reika terlalu takut untuk itu. Kai marah pastinya. Kai menarik Reika ke parkiran dan melempar tubuh Reika masuk cukup keras. Kai masuk dan segera menancap gas dengan kecepatan diatas rata-rata. Wajah Reika memucat, Reika memeras ujung bajunya kuat.

Hingga mobil Kai berhenti disuatu tempat.

Ketika mobil Kai terparkir manis disuatu tempat yang cukup sunyi. Kai langsung menyambar bibir Reika dengan ganas. Kai melumat bibir Reika kasar dan lidahnya ingin membuka mulut Reika. Tapi mulut itu bungkam. Merasa tidak ada respon, Kai mengigit bibir bawah Reika hingga berdarah. Reika menangis. Perih. Ciuman ini sama sekali tidak selembut yang sering dilakukan Kai kepadanya. Lidah Kai masuk, mengabsen seluruh rongga mulut Reika. Menautkan lidahnya dengan lidah Reika. Kai tak peduli dengan tangisan Reika.

Reika mencoba mendorong bahu Kai ketika oksigennya mulai habis dicuri Kai. Tetapi Kai tetap tidak melepaskan ciumannya. Hingga ciuman Kai merambat keleher Reika dan tangannya mulai meremas payudara Reika kasar, Reika menghirup oksigen semampunya dengan nafas yang masih tersenggal dan juga menahan desahannya. Reika sama sekali tidak menikmati sentuhan Kai. Reika tahu ini hukumannya.

Kai menarik kemeja Reika hingga semua kancingnya terlepas. Kai melepas kaitan bra Reika secara paksa. Kai mengulum nipple Reika cukup keras. Membuat Reika menahan desahannya dan masih menangis. Sebelah tangannya mulai turun, menyusup bagian bawah Reika. Kai memasukkan 2 jarinya ke vagina Reika dan mengocok isinya dengan kasar. Reika menahan sakit. Tak dipedulikan Kai air mata semakin membanjiri kedua pipi Reika.

“Kenapa kau membohongiku!” Ucap Kai disela aktifitasnya menciumi payudara Reika dan tangannya masih aktif dibawah ketika dirasakan Kai orgasme pertama Reika. Kai menindih tubuh Reika dan menurunkan sandaran kursi yang diduduki Reika. Kai turun dan mulai menghisap vagina Reika yang basah akibat ulahnya tadi.

“Aahh~ geumanhae k-kai” ucap Reika susah payah.

Ciuman Kai kembali lagi kebibir Reika dan tangannya masih sibuk memilin nipple Reika. Reika masih menitikkan airmatanya. Apa salahnya? Dia hanya menonton dengan Chen. Dan dia tidak berbohong kan?

Kai melepas celana jeansnya dan mengeluarkan juniornya yang sedari tadi ingin keluar. Kai mulai menyatukan miliknya dengan milik Reika. Dengan sekali hentak Kai berhasil masuk dan tanpa memberi jeda Kai langsung menggenjot miliknya didalam milik Reika.

“K-kai aahh~ a-ppo hh aahh~ hiks” desah Reika sambil menangis. Namun Kai belum mendapat kenikmatan itu. Dia terus memaju mundurkan pinggulnya hingga nikmat itu datang.

“Aaahhh~” lenguh Kai.

Kai kembali mencium bibir Reika. Melumatnya. Masih dengan kasar. Entah apa yang ada dipikiran Kai sekarang.

“Chen hampir menciummu kalau aku tidak datang, dan kau membiarkannya begitu saja?” ucap Kai disela ciumannya.

“A-aku tidak t-tau” jawab Reika diiringi isak tangisnya.

Kai melepaskan ciumannya. Kai menatap mata sayu Reika yang basah karena air mata. Kai terdiam. Dipandanginya bibir bawah Reika yang merah bekas berdarah dan lehernya yang sudah dipenuhi kissmark, dadanya yang terekspos bebas. Kai mengambil kemeja Reika tadi dan menutupi tubuh Reika. Kai melepaskan kontak miliknya dengan Reika

‘Ya tuhan, apa yang kulakukan? Aku menyakiti yeojaku’ Batin Kai.

Kai menarik Reika kedalam pelukannya. Menenangkan Reika yang masih menangis. Dirasakan Kai tangisan Reika yang semakin nyaring dipelukannya. Kai mengelus rambut Reika lembut.

“Mianhae.. Jeongmal mianhaeyo” ucap Kai yang merasa bersalah. Tentu. Reika jujur, dia hanya menonton dengan Chen.

‘Namja sialan itu saja yang ingin menciumnya! Reika tidak sadar. Reika tidak tahu apa-apa’ batin Kai lagi.

Cukup lama Kai menenangkan Reika. Sampai akhirnya Reika membuka pembicaraan.

“K-kau jahat” ucapnya pelan. Masih sesunggukan.

“Iya aku jahat. Pukul aku Rei”

Dapat dirasakan Kai, Reika menggeleng dalam pelukannya. Kai melepaskan pelukannya. Menatap Reika. Dihapusnya sisa bulir-bulir airmata dipipi Reika dengan ibu jarinya. Sampai ibu jari itu turun menyusuri bibir bawah Reika yang berdarah. Memusutnya lembut. Wajah Kai mendekat lagi. Ditempelkannya bibirnya ke bibir Reika. Menciuminya bertubi-tubi.

“Mianhae..” Ucap Kai lirih. Reika hanya diam. Dia hanya mengangguk pelan ketika Kai menunduk dalam.

“Gwaencanayo oppa”

Kai masih menunduk. Takut menatap Reika. Reika memegang kedua pipi Kai dan mengangkatnya agar menatapnya. Reika mengeluarkan senyumnya.

“Babo! Aku menyakitimu, dan kau masih bisa tersenyum?” Tanya Kai tersenyum miring. Mengambil kedua tangan Reika di pipinya dan menggenggam kedua tangan itu.

“Kau itu tidak peka chagi” sambungnya lagi.

“Nde?”

“Ne. Kau itu tidak peka. Kau tidak menyadari kalau sahabatmu sendiri menyimpan rasa padamu”

“Aku tau.. Tapi.. Aku tidak tega menjauhinya. Lagipula aku sudah mencintai orang lainkan?”

“Nugu?” Tanya Kai usil. Kai menarik Reika kepelukannya. Reika menyandarkan kepalanya dibahu Kai.

“Molla”

“Mwo?!”

“Hehehe” Reika nyengir mendapati ekspresi wajah Kai yang menurutnya lucu.

“Yak! Kau merusak kemejaku!” Ujar Reika. Gantian Kai yang nyengir, sebelah tangannya masih mengusap kepala Reika yang masih ada dibahunya.

****

Sejak kejadian itu Chen jarang bisa dekat lagi dengan Reika. Karena Kai selalu mengawasinya. Reika juga tidak bisa berbuat apa-apa kan? Wajar Kai overprotektif terhadap yeojachingunya.

Chen merasa ada yang memperhatikan Reika selain dirinya dan Kai. Chen sebenarnya kenal dengan Kai, tapi Chen lebih akrab dengan hyungnya Kai, Taemin. Taemin merupakan kakak kelasnya dulu di SMA ini. Taemin akrab dengan Chen karena mereka memiliki kepribadian yang sama, mereka bertemu disaat les vocal dan dance disekolah ini. Taemin sudah menganggap Chen sebagai adiknya, begitu juga dengan Chen.

Hari ini Chen berencana akan menemui Taemin dikampusnya. Chen ingin cerita tentang kejadian di bioskop jauh-jauh hari.

“Hyung!” Teriak Chen. Taemin tak mendengar teriakan Chen karena suasana kampus yang ramai.

Terlihat Taemin yang terburu-buru memasuki mobil.

‘Sepertinya Taemin hyung akan pulang. Lebih baik kususul saja’ batin Chen.

Sesampainya dirumah Taemin. Chen sama sekali tidak melihat mobil Taemin, Chen memberanikan diri untuk masuk, namun pintu rumah depan Taemin terkunci. Chen akhirnya memutuskan ingin lewat pintu belakang, namun langkahnya terhenti didepan jendela kamar yang cukup gelap. Dan jendela itu tidak terkunci.

Chen akhirnya memutuskan masuk melewati jendela itu. Ketika kedua kaki Chen baru saja menginjakkan kaki dilantai, pandangannya tertuju pada seluruh dinding yang dipenuhi dengan foto Reika.

Pandangan Chen tertuju lagi pada sebuah papan tulis yang berada dikamar itu. Dipapan tulis itu ada foto Seira, orang terdekat Reika, termasuk Kai. Chen membaca kalimat-kalimat dipapan tulis itu. Rencana Taemin untuk menghabisi orang terdekat Reika. Chen terkejut.

Chen segera mengambil ponselnya mengetikkan pesan untuk Seira.

‘Kalian, berhati-hatilah. Temui aku’

Pesan terkirim. Baru saja Chen ingin memoto bukti dipapan tulis itu..

“Apa yang kau lakukan?”

Chen gugup. Taemin memergokinya.

“K-kenapa kau ingin membunuh mereka hyung?” Tanya Chen yang mulai memucat.

“Karena aku mencintai Reika, saeng. Kau tau? Dia ingin dijodohkan orangtuaku dengan adikku. Padahal orangtuaku tau aku menyimpan rasa terhadap Reika. Dan kau tau? Aku berhasil membunuh mereka. Haha”

Taemin berjalan mendekat kearah Chen. Chen masih terdiam ditempat. Seluruh badannya seolah memberontak untuk bergerak.

“Aku tau kau punya perasaan yang sama dengan Reika. Aku tak berniat untuk menyingkirkanmu” lanjut Taemin lagi.

Tanpa Chen sadari, Taemin telah mengeluarkan pisau dikantung jaketnya.

“Chen, maaf.. Kau sudah kuanggap seperti dongsaengku sendiri. Tapi karena kau lancang, kau juga patut disingkirkan”

Taemin menusukkan pisau itu tepat dijantung Chen. Setelah dipastikan Chen tidak sadarkan diri, Taemin membopoh mayat Chen keapaterment Chen. Taemin sengaja menaruhkan pisau tadi ditangan Chen, setelah memastikan sidik jarinya tidak akan ketahuan karena Taemin memakai sarung tangan. Sebelum itu Taemin sempat mengambil handphone Chen. Taemin melihat pesan dan missed call dari Seira. Taemin mengecek pesan terkirim dari handphone Chen.

“Sialan. Menyusahkan saja!”

Taemin membopoh mayat Chen lagi. Dan membawanya kesebuah hutan. Setelah diyakini hutan cukup sepi Taemin mengeluarkan mayat Chen dari bagasi mobil. Taemin meninggalkan mayat Chen ditengah hutan belantara. Sebelum itu Taemin membelah bagian dada Chen yang bekas ditusuknya tadi dengan kasar. Dan menghamburkan organ-organ bagian dalam tubuh Chen disekitar situ.

‘Perfect’ batin Taemin. Dan meninggalkan mayat Chen dengan tersenyum evil.

***

2 Hari kemudian~

Reika sangat Shock mendengar kabar kematian sahabatnya Chen. Mayat Chen ditemukan dihutan belantara, dan diperkirakan dibunuh oleh binatang buas.

Seira juga cukup terkejut dengan kematian Chen yang tiba-tiba, karena sebelum Chen mati, Seira mendapat pesan dari Chen untuk berhati-hati dan menemuinya. Seira memutar otaknya, berusaha mencerna kejadian aneh belakangan ini. Ini semua tidak masuk akal. Seperti ada orang yang sengaja menyingkirkan orang terdekat mereka satu-persatu. Tapi siapa?

Dihari pemakaman Chen, Reika menangis tersedu dalam pelukan Kai. Seira berdiri disamping Baekhyun, masih belum percaya dengan kematian Chen yang menurutnya janggal.

“Korban kedua. Chen. Setelah banyak orang tersayang kalian hilang, Kalianpun akan menyusulnya” bisik seseorang ditelinga Seira. Seira membalikkan tubuhnya, dan melihat punggung seseorang yang sudah menjauh. D.o.

-TBC-

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on May 12, 2013, in NC-21, Romance and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 24 Comments.

  1. Wow wow wow~ :-O
    makin seru ffnya thor…🙂
    aku kasihan sama chen nya ;-(
    author, next chap makin seru ya… ^-^
    daebak~ \:-D/

  2. kyuwonhae's wife

    siera itu cinta y sma Baekhyun kan , tp knpa yadongan sma Sehun juga😀
    Ooooommmmooooo😮
    hootttt
    Ditggu next part y🙂

  3. YA ampunnnnnnn
    demi apa!!!! Semuanya jadi H.O.T kayak gini.

  4. Daebak!! Cepet thor lanjutiinn;; hehe

  5. Vanilla Latte

    Kyaaa lanjuuut thoor >.<

  6. Kang hye sang

    Omoo omoo andwae di part 4 knpa kris sma tao.. Begituan aahhh my duizzang saeng kau tega sekali ,,
    part ini keren sumpah

  7. Ffnya makin seruuu \(ˆ▽ˆ)/

  8. Woowwww… kai, kau sangat d.a.e.b.a.k😀 hot hot hot, mana kipas mana kipas??

  9. Makin seruuuuuu…..

  10. woww makin kesini Nc nya makin extreme…

  11. Oh my God… ini ff bner2 seru banget

  12. saera 2 hari berturut2 di cwo berbeda
    kai reika beronde2
    chen nyusul suho
    aku masih penasaran kenapa taemin mau bunuh saera

  13. dintania yuliandari

    D.O nguntit lagi yah?
    huh..

    aku benci taemin di part ini..
    gilaa..

  14. kejam banget tuh si taemin na

  15. OMG TAEMIN YAK JEONGMAL NEOMU NAPPUN NAMJA w(TT.TT)w

  16. Wow Daebakk dah kkamjong sma reika :-O , dan sehunie oppa knpa kau jdi seperti taemin😐

  17. Wihhh,seremm..
    Taemin g bget d ff ini.
    Hadew…-_-
    Tapi keep writing thor^^

  18. knpa d.o tdak lngsng mmbrtahu seira
    sebegitu cntnya taemin ma reika
    waww setiap chapter psti ad nc nya
    kmna luhan kok gak ad kbr

  19. annyeong thor, cerita n daebak tpi cerita hot n ak tewat 2 soal n q masih dibawah umur gpp ya thor,*^_^* q kasian sma chen oppa T^T

  20. Omgg my biasss Hott bangett sampe taruhan tahan2-an duhh ekstrim yadong nya -,,,- Saera juga 2 cowok sekaligus omo bener2 hottt author Daebakk*eh*
    Duhh Taemin jahat ihh

  21. Taemin kok jahat banget sih :’

  22. Taemin jahat banget inii -_- anak buahnya juga banyak banget perasaan :v
    aku kebawa feel banget.. dan sering kipas-kipas muka soalnya baca adegan NC banyaak banget :v dan karena pembunuhan kejam Taemin /lol/

    Sehun… Sehun… hanjiir gila Sehunnya ._.v
    kena feel banget lah pokoknya (y) (y) (y)

  23. Wow sgt menakutkan,,satu persatu sudah d singkirkan,,siapa ya slnjutnya,,??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: