Bodyguard [2/2]

Author: Kim Reika

 

Genre: romance, kekerasan (sedikit). Twoshoot PG-15

 

Cast:

– Do Gyesica

– Kim Jonghyun

 

Support Cast:

– Do Kyungsoo a.k.a Dio

– Lee Jinki a.k.a Onew

 

 

Note: annyeong^^ muehehe author balik lagi dengan chapter ending. Ide ff yang tiba-tiba muncul diotak-_- maaf kalau kacau. Typo bertebaran. Ff milik author dan para tokoh. Trims buat readers yang udah luangin waktu buat baca ff ini, coment ditunggu loh. Gomawo chu~ happy reading:)

 

_______

 

“tidak menurut sesekali tidak apa kan?” sambung Onew lagi. Dan itu sukses membuatku bingung. Ya. Tidak menurutinya sekali saja tidak ada salahnya kan? Lagipula dia hanya bodyguardku, dan tidak mempunyai hak sepenuhnya untuk mengatur hidupku. Selama ini aku selalu menurut terhadap Jonghyun. Namun kali ini aku ingin bebas darinya.

”baiklah, aku akan mengabarinya” ucapku. Onew tersenyum sumringah karena aku akan nonton dengannya hari ini.

 

Chapter 2

 

Gyesica POV

 

Kirim pesan atau telepon?

Ah sebaiknya kirim pesan saja. Aku yakin jika aku menelponnya untuk tidak menjemputku pulang sekolah ini, dia pasti akan mewawancaraiku dengan rentetan pertanyaannya yang tidak penting dan hanya membuat kepala pening.

 

Send:

Oppa, hari ini tdk usah menjemputku. Ak pergi nonton dgn teman.

 

Tidak lama setelah itu..

Ddrrtttt..ddrrttt..

Jonghyun oppa bdgrd calling..

 

Hah.. benarkan? Dia menelpon. Sudah kuduga. Aku memberanikan diri untuk mengangkat telponnya.

“yoboseyo?”

“yak! Kau pergi dengan siapa?” tanyanya langsung to the point.

“dengan teman..” jawabku sekenanya. Aku tau Jonghyun tidak menyukai Onew.

“siapa? Namja? Onew?”

Aku mengigit bibir bawahku bingung. Yap! Bodyguardku ini selalu pintar menebak.

“iyakan? Lebih baik tidak usah pergi dengannya” larangnya. Lantas itu membuatku kesal lagi dengannya.

“terserahku ingin menonton dengan siapa. Apa hakmu?” ucapku lantang. Terdengar hembusan nafasnya yang memburu. Aku yakin dia sama kesalnya sepertiku.

“kalau kibilang tidak ya ti-“

Tut..tut..

Belum sempat dia berbicara. Sambungan telepon sudah kuputus secara sepihak. Aku tau dia pasti akan melarangku pergi dengan Onew. Aku memang dibolehkan jalan atau bertemu dengan Onew, tapi itu harus dengan pengawasannya. Dia selalu mengikuti kami meskipun dia jauh berada dibelakang. Kali ini biarkan aku bersama sahabatku tanpa pengawasannya. Onew pasti bisa menjagaku seperti Jonghyun yang selalu menjagaku seperti sekarang. Walaupun terlalu over protektif tapi aku senang ada yang memperhatikanku dibandingkan dengan Dio oppa.

 

Gyesica POV end-

***

[pulang sekolah]

 

Jonghyun tidak menjemput Gyesica hari ini. Sesuai dengan kehendak Gyesica. Tapi Jonghyun memutuskan untuk membuntuti Gyesica dan Onew. Jonghyun sengaja memakai mobil pribadinya, bukan memakai mobil keluarga Do.

Sesampainya di mol. Tangan Gyesica bergelayut ditangan Onew. Mereka memang sudah terbiasa seperti itu. Banyak yang mengira mereka berpacaran tapi nyatanya mereka hanya bersahabat. Dan Onew sudah memiliki calon tunangan diluar negeri. Onew dijodohkan oleh orangtuanya. Namun Onew belum bisa mencintai calon tunangannya itu.

 

“sepertinya ada yang mengikuti kita” bisik Onew pelan. Gyesica menganggukan kepalanya. Gyesica tau siapa lagi kalau bukan bodyguardnya yang kurang kerjaan itu. Jonghyun sudah melakukan penyamaran agar Gyesica tidak mengetahui bahwa itu dirinya, namun tetap saja Gyesica mengenali tubuh Jonghyun yang lumayan besar dan agak pendek. Itulah cirikhas dari Jonghyun.

Gyesica dan Onew tidak menghiraukan kehadiran Jonghyun. Gyesica sengaja lebih akrab dengan Onew. Ketika tangan Onew melingkar dipinggang Gyesica, Gyesica membiarkan itu. Jonghyun yang melihat hal itu mengepalkan kedua tangannya.

Ketika mereka makan siang, Jonghyun sedikit lengah. Dia sedang diajak berbicara oleh pelayan restoran suruhan Onew dan kesempatan itu digunakan Onew dan Gyesica kabur. Jonghyun kehilangan jejak Onew dan Gyesica. Jonghyun tidak tau mereka berdua menonton film apa.

‘haruskah aku mengecek setiap studio dan kursi yang diduduki penonton untuk mencarinya?’ batin Jonghyun sedikit frustasi.

‘apa harus disetiap studio aku meneriaki namanya? Dan kurasa itu hal gila’ batin Jonghyun lagi.

Jonghyun pun akhirnya memutuskan untuk meninggalkan mol, tapi sebelum betul-betul pergi Jonghyun berjalan kemobil Onew karena parkir mobil mereka yang bersebrangan. Jonghyun hanya ingin memastikan Gyesica baik-baik saja. Karena perasaan Jonghyun mulai tidak enak dengan Onew yang menjauh-jauhkannya dengan Gyesica.

***

 

23.00 p.m-

 

‘kemana dia?!’ batin Jonghyun mulai cemas. Jonghyun melacak posisi mereka sekarang. Dalam perjalanan pulang. Yap. Sebelum benar-benar pergi dari mol Jonghyun memasang alat lacak dimobil Onew. Ditempat yang tak mungkin dilihat oleh Onew.

‘awas saja kalau mereka sudah pulang, kau akan habis Onew!’ batin Jonghyun lagi.

Kriet…

Pintu terbuka. Jonghyun sudah siap ingin menyembur Onew. Namun seketika Jonghyun hanya terdiam dan tersenyum hormat kearah yang datang. Dio.

“Gyesica belum pulang?” tanyanya dengan mata bulatnya yang imut itu. Jonghyun hanya mengangguk.

Dio duduk berseberangan dengan Jonghyun dikursi sofa.

“sebenarnya aku juga tidak terlalu menyukai Onew. Aku takut Onew akan menjerumuskan adikku kepergaulan yang tidak-tidak. Aku pernah bertemu dengannya dibar yang sering ku kunjungi bersama teman-temanku.” Ucap Dio. Terlihat Jonghyun memperhatikan Dio.

“aku memang bukan oppa yang baik” sambungnya lagi. Jonghyun tersenyum dan menepuk pundak Dio.

***

 

“loh, ini bukan arah jalan pulang” ucap Gyesica. Onew hanya tersenyum menanggapi reaksi Gyesica.

“memang kita tidak pulang, aku ingin membawamu kesuatu tempat yang kuyakin kau akan bersenang-senang” ucap Onew yang masih menatap jalan. Gyesica hanya mengangkat bahunya.

~

Akhirnya Gyesica dan Onew sampai ditempat tujuan.

‘bukankah ini.. bar?’ batin Gyesica.

Gyesica menatap kearah Onew yang sibuk mengedarkan pandangannya, mencari tempat parkir yang kosong.

“Onew, aku ingin pulang..” ucap Gyesica mulai angkat bicara.

“tenang Gye.. Bukankah kubilang kita akan bersenang-senang?” jawabnya santai.

“ta-tapi bagaimana dengan-“

“bodyguard sialan itu?” potong Onew.

Gyesica terdiam.

“sekali-sekali bolehkan tidak terlalu menuruti perkataan bodyguardmu itu?”

“tapi ini sudah keterlaluan Onew. Bukankah kau berjanji hanya untuk menonton?”

“ya.. ya.. tadinya.. tapi.. aku ingin bersenang-senang denganmu”

***

Onew menarik paksa tangan Gyesica agar turun dari mobil. Gyesica sudah mencoba menghubungi Jonghyun, tetapi handphone Gyesica dibanting dengan kasar oleh Onew membuat handphone Gyesica hancur berkeping.

“lepaskan aku Onew. Aku tidak mau!” Gyesica mencoba menepis tangannya yang dicengkram kuat oleh Onew. Namun apa daya, kekuatannya tidak sebanding dengan Onew kan?

Onew berhasil membawa Gyesica masuk ketempat bejat itu.

~

“ayolah Gye.. minum. Tidak ada yang melarangmu” ucap Onew yang sudah setengah mabuk.

Kesempatan itu ingin digunakan Gyesica untuk keluar dari tempat itu. Gyesica mencoba beranjak dari duduknya, namun Onew yang setengah mabuk tetapi tidak lengah mengawasi pergerakan Gyesica segera menarik tangannya hingga Gyesica terduduk dipangkuan Onew.

“jangan macam-macam denganku chagi..” bisik Onew ditelinga Gyesica.

‘chagi? Sejak kapan dia memanggilku seperti itu?!’ batin Gyesica.

“lepaskan aku! Aku ingin pulang. Kau mabuk Onew” ucap Gyesica mencoba beranjak dari pangkuan Onew. Namun tangan Onew melingkarkan tangannya lebih erat dipinggang Gyesica. Onew menciumi tengkuk Gyesica pelan.

“lepaskan brengsek!”

PLAK!

Onew menampar pipi Gyesica cukup keras, membuat Gyesica menitikkan airmatanya. Onew membalik tubuh Gyesica berhadapan dengannya.

“sshhht. Aku benci melihat wanita menangis” ucap Onew dan mulai melumat bibir Gyesica. Gyesica mendorong bahu Onew dan berhasil, Onew jatuh dilantai. Gyesica mencoba berlari namun sebelah pergelangan kakinya ditarik oleh tangan Onew.

***

Meanwhile~

 

“Sedang apa dia ditempat seperti ini? Sepertinya Onew sudah bosan untuk hidup” gumam Jonghyun pelan dan menatap tempat dihadapan matanya sekarang. Sebelum pergi dari mol tadi, Jonghyun sengaja memasang GPS dimobil Onew agar dia bisa melacak keberadaan Gyesica. Karena memang perasaan Jonghyun sudah tidak enak.

 

Jonghyun masuk kedalam tempat bejat itu. Dapat dilihat jelas oleh kedua mata Jonghyun bahwa Onew saat ini sedang asyik mengecupi leher gadisnya. Jonghyun mengepalkan tangannya. Sangat terlihat jelas kalau Gyesica berontak dengan perlakuan Onew yang kurang ajar.

 

“Neo..”

 

BUGH! BRAK!!

 

Dengan penuh amarah Jonghyun berlari kearah gadisnya dan memukul Onew sebisanya. Kalau saja Gyesica tidak menangis dan juga shock mungkin Jonghyun akan membunuh Onew ditempat. Jongyhun segera menutupi tubuh Gyesica karena pakaiannya sudah lumayan acak-acakan karena ulah tangan brengsek Onew.

‘apakah dia.. tidak.. tidak boleh..’ batin Jonghyun.

 

Jonghyun mengantarkan Gyesica masuk kedalam mobil. Jonghyun mengunci pintu mobil dari luar –agar Gyesica aman- dan segera masuk kebar lagi untuk menyelesaikan masalahnya dengan Onew.

 

Jonghyun menarik kerah kemeja yang dikenakan Onew.

“seberapa jauh kau menyentuhnya?!” ucap Jonghyun geram. Rahangnya yang tegas bisa disimpulkan bahwa namja itu benar-benar marah.

 

“hahaha.. pertanyaan bodoh. Tadinya aku akan menjadikannya milikku malam ini. Tetapi baru sampai tahan mengecup lehernya kau sudah datang mengganggu” Jawab Onew santai.

 

“aish!”

 

BUGH!

 

Sekali lagi Jonghyun menampar pipi Onew yang memang sudah lebam, dan benar-benar pergi meninggalkan namja itu.

***

Jonghyun menatap Gyesica yang terdiam dikursi penumpang. Dapat terlihat jelas mata Gyesica yang sembab, pipinya yang sedikit lebam, dan juga wajahnya yang terlihat kusut. Jujur ingin rasanya Jonghyun memarahi Gyesica karena dia tidak menuruti kata-katanya agar menjauh dari Onew. Namun toh sia-sia bukan? Semuanya sudah terjadi, dan Jonghyun tidak bisa mencegahnya meskipun Jonghyun belum telat menyelamatkan Gyesica.

 

Jonghyun berhenti disebuah supermarket, dan ingin turun. Gyesica menahan tangannya. Gyesica takut. Jonghyun tersenyum simpul.

“hanya 5menit. Aku ingin membeli obat untuk mengobati lukamu” ucap Jonghyun.

 

5menit~

 

Jonghyun bahkan sudah duduk dikursi kemudinya. Entah dengan cara apa Jonghyun secepat itu membeli obat untuk Gyesica, namun yang pasti Jonghyun menepati janjinya.

 

Jonghyun mulai mengobati lebam dipipi Gyesica. Gyesica sedikit meringgis. Jonghyun menatap bibir bawah Gyesica yang sedikit berdarah.

‘apa yang dilakukan Onew?!’ batin Jonghyun. Jujur dia terluka melihat yeojanya disakiti. Ani.. Gyesica hanya anak majikan Jonghyun. Tapi siapa tahu? Siapa tahu Jonghyun yang sebenarnya?

 

“izinkan aku mengobatinya..” ucap Jonghyun pelan. Dia mulai mendekatkan wajahnya. Sedetik kemudian bibirnya sudah menyapu hangat permukaan bibir Gyesica. Aneh. Gyesica bahkan tidak berontak.

***

2hari setelah kejadian itu..

 

Jonghyun memutuskan mengundurkan diri menjadi bodyguard Gyesica.

‘kenapa?’ batin Gyesica.

‘apa karena aku tidak menurutinya?’ batin Gyesica lagi.

‘atau karena dia merasa bersalah tidak bisa melindungiku?’ batin Gyesica lagi dan lagi.

 

“aku dipecat” ucap Jonghyun terdengar lirih.

 

Ya. Mereka sedang duduk ditaman belakang rumah.

“apa gara-gara-“

“tidak. Tugasku memang cukup sampai disini.”

“maksudmu?”

“mungkin kita akan memulai perkenalan dari awal.. hhh~ Hai aku Kim Jonghyun. Calon suamimu” ucap Jonghyun,

“M-mwo?!”

Jonghyun mengusap rambut Gyesica sayang. Jonghyun menarik tangan Gyesica masuk kedalam rumah. Gyesica terlihat bingung dengan kehadiran kedua orantuanya tiba-tiba dan juga.. entahlah klient mungkin.

“mereka orangtuaku. Sahabat orangtuamu. Dan kita anaknya akan dinikahkan. Dan aku hanya menyamar menjadi bodyguard disini agar bisa dekat denganmu” jelas Jonghyun berbisik. Gyesica menatap tajam kearah orangtuanya.

“lagi-lagi berbuat semaunya’ batin Gyesica.

 

Gyesica menarik tangan Jonghyun ketaman belakang rumah lagi.

“ini tidak adil. Bahkan mereka tidak meminta persetujuanku” ucap Gyesica.

“hahh, sudah kuduga” jawab Jonghyun pelan.

“aku diberi kesempatan untuk mengenalmu. Jika aku merasa cocok maka hubungan kita akan berlanjut ketahap serius. Tapi jika tidak, aku akan menolak perjodohan konyol ini. Hey, kau tau? Aku sudah menolak mati-matian perjodohan ini. Namun kedua orangtuaku berkeras menyuruhku untuk mengenalmu terlebih dahulu. Setelah lumayan lama bersamamu, dan juga lumayan lama aku memikirkan perasaan ini, kurasa aku menyukaimu..” Sambung Jonghyun. Entah bagaimana Jonghyun merangkai kata-kata itu. Yang jelas dia cukup gugup saat ini. Dan perkataan Jonghyun tadi sukses membuat Gyesica terdiam.

 

“kau juga boleh memilih.. Dan kau masih bisa menolakku saat ini.” Ucap Jonghyun lagi.

 

Gyesica menggigit bibir bawahnya. Terharu.

 

“tapi.. Aku sempat tidak menuruti perkataanmu untuk menjauhi-“

“yang lalu biarlah berlalu” potong Jonghyun tersenyum manis kearah Gyesica.

Jonghyun menggenggam sebelah tangan Gyesica.

“bisakah.. ani bolehkah, aku menjadi bodyguard hatimu?” Tanya Jonghyun menatap kedua bola mata Gyesica serius.

‘gombal’ batin Gyesica.

“aku sedang tidak menggombal. Jadi apa masih bisa aku kembali menjadi bodyguardmu nona Gye?” Tanya Jonghyun.

“saranghae” balas Gyesica tertunduk malu.

Jonghyun kali ini tersenyum sumringah. Ingin rasanya dia berteriak dan melompat-lompat jika tidak ada Gyesica disampingnya saat ini.

Jonghyun mengangkat dagu Gyesica yang tertunduk. Dan mulai mendekatkan wajahnya.

Gyesica memejamkan matanya, dapat dirasakannya wajah mereka sangat dekat saat ini. Sangat terasa hembusan nafas Jonghyun dipermukaan kulit wajahnya.

“nado..” balas Jonghyun.

Bibir mereka akhirnya bertemu. Tak berlangsung lama karena kehadiran sosok manusia yang tidak sengaja ingin memanggil kedua insan itu untuk makan malam.

Ciuman penuh sayang itu terlepas, walaupun sebenarnya mereka tidak ingin melepaskannya. Namun, hey mereka manusia juga butuh bernafas.

 

“apa kalian sudah selesai? Waktunya makan malam” ucap Dio tersenyum jahil kearah adiknya dan Jonghyun. Wajah mereka berdua dipastikan memerah saat ini.

 

Dio berjalan terlebih dahulu masuk kerumah, masih diiringi kekehan kecilnya karena melihat adiknya tadi. Jonghyun dan Gyesica saling menatap satu sama lain. Jonghyun meraih sebelah tangan Gyesica dan menggenggamnya. Mereka akhirnya masuk menyusul Dio.

 

END

 

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on May 4, 2013, in PG, Romance and tagged , . Bookmark the permalink. 9 Comments.

  1. kyuwonhae's wife

    hhuuuuaaa…..
    Aku kira Jonghyun oppa bner2 bodyguard😀
    Tp dia clon suami Gyesica🙂

  2. muehehe iya :3 pasti mau kayak gitu ya chingu muehehe :3 gomawo sudah baca+comentnya *bighug*

  3. Huaaaa,,,endingnya bener2 ga di sangka,ternyata Jonghyun adalah orang yg di jodohkan dgn Gyesica
    dan merupakan calon suami gyesica…Aigoo

  4. gA nyangka t’nyata it akal2an ortu’e gyesica,bkin jonghyun oppa jdi bodyguard’e gyesica spaya gyesica mw d jodohin..
    Good thor..

  5. mengejutkan….kkk endingnya gak bisa d tebak…

  6. keren… kirain jonghyn orang miskin ternyata wkwkwkw…

  7. pertama nya aku bacanya cast nya kim jongin trus aku bingung kok tiba tiba jadi jonghyun…ternyata salah baca thor!! ≧﹏≦ bagus thor!! Sukaaaaa tpi gak bisa bayangin onew kyk gtuuuu bagua keep writting!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: