This is Our Fate Chapter 1

Author : Jung Seira
Judul : This is Our Fate
Genre : Sad Romance NC

Cast :
-Cho Ji Hun
-Oh Sehun

Support Cast :
-EXO memberdeul
-Cho Kyuhyun

Note : Anyyeong haseo yeorobun! Jeoneun Seira imnida. Saya author baru disini J Maaf yaa atas segala typo dan kesalahan dalam pengucapan kosakata Koreanya yaa readers *maklum masih newbie* *hilaf hilaf._.* hehe.. Hm.. tolong kritik dan sarannya yaa readers makasih banyak looh akhirnya FF abal ini selesai juga *nangis terharu* makasih juga buat author yang udah publish FF abal ini *cium author**nangis terharu dipelukan Luhan* wkwk :p Author sebenernya shawol loh *ga nanya thor-_-* cuman luhan baekhyun biased wkwk. Kalau tanya kenapa kok bikin FF tentang Sehun? Soalnya lagi kasmaran nih sama Sehun *eh loh* mwehehe:3

Happy Reading all~ We Are One!!!

Ji Hun P.O.V

BEEPP BEEP BEEP

Aku bangun dengan malas dan segera mematikan alarm berisik itu. Aku bangun terduduk, lalu melihat jam yang bertengger manis di nakas.

“Omo! Aku terlambat!”

Dengan panik aku langsung mengambil handukku dan bergegas mandi dan bersiap-siap ke sekolah. Aku bergegas mengikat rambutku jadi mirip ekor kuda, mengambil tas dan bergegas turun ke lantai bawah untuk menyantap sarapan dengan sedikit berlari. Tidak sadar, aku menabrak oppa ku sendiri yang sedang serius dengan buku sains nya.

“Omo!”

Bruukk.. Oppa ku langsung menatapku dengan tatapan sinis.

“Mi-mianhaeyo kyuhyun oppa”

Bukannya memaafkanku, Kyuhyun oppa malah melenggang pergi dengan cuek. Aku hanya bisa menghela nafas pasrah. Sudah biasa, batinku. Aku segera menyusul Kyu oppa yang sekarang sudah duduk manis di meja makan. Aku menarik kursi, dan duduk tepat didepannya. Sarapan pagi belum tersedia, jadi aku memanfaatkan itu untuk mengambil buku matematika ku dan belajar pelajaran hari ini. Tidak lupa, aku memakai kacamataku terlebih dahulu. Ya, walaupun terkadang aku sudah pakai kontak lens, tapi keseringan pakai kontak lens malah membuat mataku gatal dan iritasi.

Oh iya, joneun Cho Ji Hun imnida. Aku dongsaeng dari.. Cho Kyuhyun. Namja menyebalkan yang ternyata bernotabene masih sunbae ku disekolah dan sialnya adalah oppa kandungku sendiri yang harus kutemui 24/7. Haah.. disaat yeoja-yeoja disekolah ku selalu mengidam-idamkan, bahkan menganggungkannya, aku mungkin akan sebisa mungkin menghindari tatapan dingin dan omongan pedasnya. Aneh. Kenapa bisa semua yeoja itu tergila-gila dengan oppa ku yang satu ini ya? Mungkin mereka belum tahu sifat asli Kyuhyun oppa dibalik akting cool nya, dan mata coklat dibalik kaca mata tebalnya itu. Aku menghela nafas panjang dan mulai tenggelam dalam rumus-rumus matematika.

Kyuhyun oppa sangat populer disekolahnya. Ralat, sekolah kami. Berbeda sekali denganku, dongsaengnya sendiri. Kami ini seperti langit dan bumi. Kyuhyun oppa bagaikan langit—sangat sempurna—sedangkan aku bagaikan bumi—yang bukan apa-apa— Aku hanya yeoja biasa saja, yang lebih memilih untuk terlihat invisible atau tak dianggap oleh orang sekitar.

Bullying? Itu biasa untukku. Entah kenapa, bully seperti makanan sehari-hari yang harus kutelan dengan pahit setiap harinya. Mungkin, kalian akan lebih mudah menemukanku di sudut perpustakaan, sedang tenggelam dengan buku-buku tebal, atau berbincang dengan orang-orang tidak terkenal atau orang-orang cupu atau mungkin kalian bisa menemukanku di koridor kelas atau di ruang loker siswa sedang dibullying oleh para ‘King’ atau ‘Queen’ sekolah.

Ya, aku memang seorang kutu buku, tidak ada yang mengingat namaku, aku juga tak peduli. Yang kuinginkan hanyalah semoga tahun-tahun di SMA segera berakhir. Aku menghela nafas panjang—lagi—

“Kau kenapa?” Suara Kyuhyun oppa membuyarkan lamunanku. Aku mengangkat kepalaku, menatapnya

“Ne? Tidak ada apa-apa” lalu pura-pura kembali membaca rumus matematika

“Kau ada masalah?” Aku menggelengkan kepalaku

“Ceritakan saja pada oppa” Aku menggelengkan kembali kepalaku

“Baiklah. Aku berangkat dulu. Hati-hati dijalan, saeng-ah” Kyuhyun oppa berlalu, sambil tidak lupa mengacak poniku asal.

Mungkin kalian heran, kenapa aku dan kyuhyun oppa tidak berangkat bersama layaknya oppa dan dongsaengnya. Jawabannya adalah, kyuhyun oppa tak mau seorangpun tahu aku adalah dongsaengnya. Miris bukan? Setiap memikirkan itu, dadaku menjadi sesak. Kyu oppa seorang ‘King’ sedangkan aku adalah ‘Nothing’. Kami tak pernah sedikitpun bertegur sapa. Orangtua ku juga lebih peduli dengan Kyuhyun oppa daripada aku. Aku seperti anak tiri disini, menangispun tak ada gunanya. Apa yang harus kutangisi? Berkali-kali aku bertekad untuk berubah. Tapi itu percuma saja, tak berguna.

Aku melirik sebentar jam tanganku. Sudah hampir jam 7, aku harus berangkat! Aku hanya meminum susu yang tersedia tanpa menyentuh sedikitpun roti yang baru beberapa saat yang lalu disiapkan oleh pelayan keluargaku.

Ji Hun P.O.V

“Ji Hun-ssi anyyeong”

Aku hanya mengangkat wajahku sebentar, dan kembali tenggelam dalam novel tebal yang baru kutemukan ini. Namja yang barusan duduk didepanku ini lalu mengulurkan tangannya, mengajak untuk berjabat tangan.

“Jeoneun Oh Sehun imnida” aku hanya mengangguk-anggukan kepalaku cuek.

Aku sudah tahu aku sering dipermainkan oleh namja-namja disekolahanku. Jadi, aku sudah terbiasa dengan yang seperti ini.

“Ji Hun-ssi jeoneun Oh-“

“Ne.. Ne.. Oh Sehun kan? Ya, senang berkenalan denganmu Sehun-ssi” ucapku tanpa memandangnya. Namja itu lalu menarik kembali uluran tangannya.

“Kau sedang apa?”

‘Tentu saja membaca! Kau pikir aku sedang apa? Kau bahkan bisa melihatnya sendiri kan?’ batinku.

Aku lalu segera berdiri, menjauh darinya. Tanpa sadar, dia mengikutiku. Aku membalikkan badanku menatapnya dengan dingin.

“Apa yang kau inginkan Sehun-ssi?” dia terlihat bingung, dan mengusap bagian belakang kepalanya dengan kepala menunduk. Bukannya menjawabku, dia malah menggumam tidak jelas. Aku segera berbalik, ingin meninggalkannya saat dia menarik tanganku.

“Chankkaman. Hm.. Ji Hun-ssi bolehkah.. euhm, aku jadi temanmu?” aku mengernyit heran. Lalu tertawa sinis

“Mwo? Teman? Permainan macam apa lagi yang kau dan teman-temanmu lakukan sekarang, hah? Tidakkah cukup kalian menggangguku dengan semua bullying kalian itu hah?” nada bicaraku makin meninggi

“Aniyo. Bukan itu maksutku. Aku-“

“Apa? Pergilah Sehun-ssi aku tidak perlu teman sepertimu. Enyahlah” ucapku sambil memberikan death glare padanya.

Ji Hun P.O.V

Kejadian itu terus berputar dalam otakku hingga saat ini. Jam sekolah telah usai. Aku bergegas keluar dari kelas dan berjalan pulang. Sehun? Jadi temanku? Sekarang apalagi yang akan terjadi dalam hidupku. Aku melepaskan kacamata ku yang mulai pagi kupakai karena sudah terasa pusing. Siapa yang tak kenal Sehun EXO? Namja yang merupakan magnae dari grup ‘King’ disekolah ku dengan 11 namja lainnya. Hampir tidak ada kekurangan yang terlihat padanya. Dia terlalu sempurna. Matanya, hidungnya, garis wajahnya, suaranya, senyumnya. Sebenarnya ada satu yang kusuka, dia adalah…

“Ji Hun-ssi!” aku menoleh dan mendapati namja jangkung yang barusan saja kupuji-puji akan tetapi tidak kukagumi itu telah berada disebelahku dengan rambut setengah basah dan nafas tak beraturan.

Tunggu.. apa dia berlari menyusulku? Itu tak mungkin. Sehun lalu tersenyum manis padaku, membuatku mengalihkan pandangan ke arah lain.

“Jadi, apa aku boleh jadi temanmu?” aku hanya terdiam. Menunduk kebawah, seakan-akan jalan adalah pemandangan paling menarik saat ini.

“Ji Hun-ssi?” aku hanya terdiam lalu menghela nafas panjang

“Mollayo. Aku duluan Sehun-ssi” aku sengaja berbelok memutar untuk pulang agar bisa menghindarinya. Tapi, tak disangka dia masih mengikutiku. Aku berbalik menghadapnya, kesal.

“Apa yang kau lakukan Sehun-ssi? Pulanglah. Ini bukan jalan ke rumahmu kan? Pergilah”

“Seharusnya aku yang bilang begitu. Apa yang kau lakukan Ji hun-ssi? Kenapa kau berjalan memutar? Bukankah lewat sini lebih jauh untuk sampai rumahmu?” aku mengernyit heran.

‘Bagaimana dia tahu?’ batinku. Seakan tahu perubahan wajahku, dia menunduk malu

“ Aku.. sering melihatmu pulang kalau aku sedang di kedai ice cream favoritku” aku hanya ber-“oh” ria. Tiba-tiba dia mengangkat wajahnya dan senyum sumringah.

“Kajja!!!” aku hanya terdiam mematung

“Kita ke tempat ice cream favoritku. Setelah itu kuantar kau pulang. Sekali ini saja, ne?” wajahnya berubah puppy eyes. Dia mengulurkan tangannya.

Sejenak aku ragu untuk menyambutkan, tapi detik berikutnya, aku berjalan mendekat ke arahnya tapi tidak menerima uluran tangannya.

“Aku tidak suka skinship” ujarku. Kami pun berjalan ke arah kedai ice cream itu bersama.

Sehun P.O.V

“Omo Sehun-ah~ Kau pintar sekali merayunya ya” ucapan bangga Baekhyun hyung sama sekali tidak membuatku bangga. Aku hanya terdiam.

“Aigoo uri Sehun wae?” aku hanya menatap sinis kearah 11 hyungku yang telah menatapku heran

“Hyung, lebih baik kita sudahi saja permainan ini. Ji Hun tidak salah apa-apa kan dengan kita?” tapi hyungdeul ku malah menertawakanku.

“Mwo? Uri Sehun sudah dewasa rupanya. Hahaha~” seandainya mereka bukan hyung ku, aku pasti sudah menonjok mereka habis-habisan.

Aku lalu bergegas naik ke kamar dan membanting pintu dengan keras.
Aku lemah. Lemah jika berada didekatnya. Aku tak tahu kenapa. Yeoja itu, Cho Ji Hun. Entah sejak kapan, aku mulai peduli padanya. Dia dengan kacamata tebalnya. Aku yakin dia bukan seorang kutu buku, dia yeoja spesial. Aku bisa melihatnya, aku bisa merasakannya. Entah sejak kapan, perasaan itu tumbuh di hatiku. Itulah yang membuatku menantang habis-habisan dan menggantikan Baekhyun hyung di permainan kami.

Ya, beberapa hari yang lalu para hyungdeul ku membuat taruhan siapa yang berhasil menjadi namjachingu Ji Hun, mengambil first kiss Ji Hun atau bahkan berhasil menidurinya akan mendapat mobil sport car keluaran baru. Tentu saja, si bacon hyung itu dengan yakinnya menyanggupi taruhan itu. Untungnya, sebelum taruhan itu dimulai, aku mengetahui itu dan mati-matian minta menggantikan bacon hyung. Awalnya, hyungdeul ku memang meragukanku, untung saja aku berhasil meyakinkan mereka.

Aku tak mau menyakitinya. Tidak.. tidak ada yang boleh menyakiti gadisku. Semua orang boleh memanggilku gila atau apa, tapi aku memang benar-benar mencintainya. Menatap matanya seperti tadi saat di kedai ice cream membuatku seperti kehilangan tempat berpijak. Aku benar-benar sudah jatuh cinta padanya.. Cho Ji Hun.

Author P.O.V

Aku membalik-balik tubuhku berkali-kali dikasur. Rasa kantukpun sepertinya belum ada padahal jam sudah menunjukkan pukul 11.30 p.m. aku menghela nafas panjang. Kejadian tadi membuatku tidak bisa tidur. Sehun.. Sehun… Sehun.. Aiisshh!! Cho Ji Hun! Berhenti memikirkan namja itu! Ingat, Cho Ji Hun. Kau bukan siapa-siapa. Dia hanya mempermainkanmu, kau harus ingat itu! Kau tidak mencintainya! Yang kau cintai bukanlah si Oh Sehun itu.. tapi si Byun Baekhyun!

Author P.O.V

Sudah beberapa bulan ini Sehun dekat dengan Ji Hun. Desas-desus tentang mereka pun selalu sampai di telinga Ji Hun, tapi Ji Hun hanya diam tidak memperdulikannya sama sekali. Begitu juga dengan Sehun. Dalam hati Sehun, Sehun sangat bahagia karena dia akhirnya berhasil untuk dekat dengan yeoja yang diincarnya. Sedangkan Ji Hun, sepertinya ia juga sudah mulai jatuh hati dengan Sehun.

Hari ini, Sehun ingin mengungkapkan perasaannya padanya. Sehun menghubungi Ji Hun untuk bersiap-siap dan akan menjemputnya pukul 8 pagi. Minggu cerah, sangat kontras sekali dengan suasanan hati Sehun yang sedang berbunga-bunga menunggu hari ini. Sehun berniat mengajak Ji Hun ke Lotte World. Sehun tidak tahu bahwa para hyungdeul nya sedang merencanakan untuk membuntuti Sehun.

Di sisi lain, Ji Hun sedang menatap dirinya di cermin. Pakaian casual, hanya kaos dan celana jeans hitam sudah bertengger manis di tubuhnya. Ji Hun mengambil kacamatanya.

Menimbang-nimbang apakah ia harus memakainya atau tidak. Ji Hun memutuskan untuk memakainya. Jam dinding Doraemon di kamarnya sudah menunjukkan hampir pukul 7. Ji Hun hendak keluar kamar, tapi ia berbalik. Melihat pantulan dirinya lagi di cermin.

‘Hari ini kencan pertamaku. Dengan Sehun lagi’, batinnya.

Ji hun lalu membuka lemari bajunya, memilih-milih dress selutut yang cocok untuknya. Ia lalu mengganti baju kasual nya dengan dress lebih sedikit diatas lutut berwarna hijau itu. Rambut yang diikatnya, dilepas. Rambut hitam lurus sepunggung itu diikat rapi menampakkan leher putihnya yang tidak tertutupi rambut. Ji Hun lalu mengambil kontak lens dan memasangnya.

‘Uwaaa!! Ini seperti bukan aku’, batinnya. Terdengar klakson mobil di depan pagar rumahnya. ‘Pasti itu Sehun’, batinnya.

Ji Hun bergegas mengambil tas kecilnya dan keluar.

Author P.O.V

Kedua mata Sehun tak henti-hentinya menatap yeoja yang daritadi ditunggunya. Ji Hun. Hanya ada satu kata yang menggambarkan Ji Hun saat ini. Cantik. Dari ujung kepala sampai ujung kaki, Ji Hun terlihat sangat berbeda, beda dari biasanya. Sehun hanya berdiri mematung di depan pagar Ji Hun, masih memandangi Ji Hun tidak percaya.

“Sehun-ssi?” lamunan Sehun buyar setelah Ji Hun melambaikan tangannya di depan wajah Sehun

“Ne? Apa yang kau bilang tadi?” Ji Hun tertawa.

‘Bahkan saat ia tertawa, cantiknya semakin berlipat’ pikir Sehun.

“Aku bilang, ayo berangkat”

Sehun segera membukakan pintu untuk Ji Hun dan mempersilahkannya masuk ke dalam mobil, dan segera menancap gas pergi ke Lotte World.

Tidak jauh dari mobil Sehun, terlihat sebuah mobil sedan hitam yang terlihat sedang mengawasi mereka. Empat pasang mata yang berada di balik kemudi sedan hitam itu menatap sosok si yeoja, alias Ji Hun dengan tatapan tidak percaya. Mereka melihat dengan serius adegan demi adegan tapi masih saja tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.

“Apa itu… Benar si Ji Hun itu, Baek-ah?” Chanyeol yang berada di balik kemudi menoleh ke arah Baekhyun yang masih menatap Ji Hun.

“Entahlah. Kurasa iya. Alamat rumah Ji Hun memang disini kan?” Chanyeol hanya menggumam mengiyakan.

“Sehun.. tidak salah mengencani ‘Ji Hun’ kan?”

“Yak! Hanya ada satu Ji Hun disekolah kita tau!” ucap Baekhyun kesal

“Oh, lihat! Mereka sudah berangkat! Cepat susul mereka!” Chanyeol buru-buru menyalakan mesin mobil dan menyusul mobil Sehun.

Author P.O.V

Selama perjalanan, Sehun dan Ji Hun tak henti-hentinya mengobrol. Dari obrolan tentang sekolah, keluarga mereka, sampai obrolan yang tidak penting. Tidak lupa, Sehun juga melemparkan lelucon yang sebenarnya tidak lucu, dan diakhiri dengan tawa mereka berdua karena lelucon Sehun membuat keadaan jadi awkward dan hening.

Baekhyun menatap bayangan mobil didepannya. Entah kenapa, hatinya diselimuti kabut setelah melihat kejadian di rumah Ji Hun beberapa menit yang lalu. Sehun dan Ji Hun baru dekat kurang lebih dua minggu yang lalu, dan bahkan sekarang Sehun sudah berani merangkul Ji Hun, mengusap rambutnya, bahkan menyentuh wajah Ji Hun!! Baekhyun menghela nafas panjang.

“Aigoo~ Sehun memang hebat. Kurang dari dua minggu dekat dengan Ji Hun sudah seperti itu. Omo! Lihat, Sehun mencium pipi Ji Hun!”

Baekhyun lalu buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah mobil Sehun. Dan, benar saja Sehun sedang mencium pipi Ji Hun. Dada Baekhyun terasa sesak. Kenapa harus dia? Kenapa harus Sehun? Sebenarnya, Baekhyun tahu bahwa Ji Hun menyukainya.

>>Flashback

Saat itu, Baekhyun sedang iseng pergi ke perpustakaan. Ia sedang membolos pelajaran kimia yang seratus persen membosankan-baginya- . disinilah dia, duduk di bangku paling pojok perpustakaan dengan buku astronomi yang menutupi wajahnya, ia berusaha untuk tertidur. Tak lama, ia mendengar langakah yang Baekhyun prediksi, seorang yeoja mendekat ke arahnya dan duduk di bangku depannya. Baekhyun mengangkat kepalanya berusaha melihat siapa yang datang. Yeoja itu adalah Ji Hun. Sebenarnya, Ji Hun bukanlah yeoja yang jelek, tidak keren, atau kuper seperti apa yang Ji Hun pikir. Semua orang bepikir bahwa Ji Hun sama seperti yeoja kebanyakan, hanya saja ia pakai kacamata.

Baekhyun meneruskan memandang punggung Ji Hun dari balik buku astronominya yang menutupi wajah Baekhyun. Ji Hun tidak buruk juga. Wajahnya memang imut. Beruntung sekali Sehun bisa dekat dengannya. Sayup-sayup terdengar JI Hun berbicara dengar seseorang di telepon. Baekhyun memasang telinganya baik-baik. Mendengarkan pembicaraan Ji Hun dan seseorang di telepon. Ji Hun berbicara pelan.

“Eothokkae Hyorin-ah? Eotthokae?”

Dahi Baekhyun mengerut. Hyorin siapa? Baekhyun lalu ingat. Sehun pernah cerita bahwa sahabat Ji Hun, Lee Hyori pindah ke Amerika bulan lalu. Jadi kemungkinan itu bisa saja Hyorin sahabat Ji Hun.

“Ne. Dia memang baik, aku suka padanya. Tapi, kami baru kenal sebentar. Lagian, aku kan sudah punya namja yang kusukai. Aku terlanjur cinta padanya duluan”

Sebuah tanda Tanya besar muncul di otak Baekhyun. Siapa yang Ji Hun maksud dengan ‘nya’ dan ‘dia’? Mungkinkah itu Sehun? Atau orang lain? Baekhyun semakin memasang telinganya baik-baik.

“Mwo? Aku tidak berani menyebut namanya disini Hyorin-ah~ terlalu bahaya. Bagaimana jika ada seseorang yang mendengarkan?”

Baekhyun lalu segera pura-pura tidur dengan menimpa kepalanya dengan buku tebal tadi, menutupi wajahnya saat menyadari Ji Hun mau membalikkan badannya melihatnya.

“Ada orang di belakangku. Entah aku tidak kenal. Kurasa dia sedang tidur. Arra. Aku beritahu, namja itu Baekyun. Kau tahu kan dia?”

<<Flashback off

Author P.O.V

Hari sudah menjelang sore. Ji Hun dan Sehun sudah benar-benar kehabisan tenaga. Mereka tak henti hentinya pergi ke permainan yang berbeda, karena terlalu semangatnya. Mulai dari roler coaster, rumah hantu, dan banyak lagi. Jadi disinilah Ji Hun, duduk di salah satu bangku kayu di Lotte World, menunggu Sehun yang sedang membeli minuman untuk mereka berdua. Senyuman dan tawa tak henti-hentinya terukir di wajah mereka berdua tadi. Sehun bahkan terkadang menggandeng tangan Ji Hun, layaknya sepasang kekasih.

Ji Hun P.O.V

“Minumlah” aku menoleh kesamping. Sehun sudah duduk kembali disebelahku dengan segelas cola ditangannya.

“Gomawo” aku lalu meminumnya. Menghilangkan rasa hausku karena kami berdua nonstop naik permainan sana sini.

“Kajja. Kita ke permainan lainnya”

“Aku lelah, Sehun-ah~”

“Kali ini kita naik bianglala. Kajja” aku mengangguk dan menyambut uluran tangan Sehun. Kami berjalan bergandengan tangan seperti layaknya pasangan yang lain.

Author P.O.V

“Kyaaa! Bagusnya pemandangan Seoul dari sini!” ucap Ji Hun

Sedari tadi, Ji Hun tak henti-hentinya menatap takjub pemandangan kota Seoul dari jendela bianglala ini. Padahal mereka baru saja duduk dan bianglala nya baru saja naik, tapi Ji Hun sudah berteriak takjub. Sehun menghela nafas.

‘Dia seperti anak kecil. Disitulah spesialnya Ji Hun. Mudah takjub akan sesuatu’, batinnya. Seulas senyum terukir di wajah Sehun.

“Yak! Sehun-ah~ Kenapa kau senyum-senyum seperti itu? Menakuti ku saja”
Sehun hanya tersenyum. Memandang Ji Hun tepat di matanya.

Memandangnya dalam, dan lembut. Ji Hun hanya terdiam, terpaku seolah-olah terhipnotis dengan tatapan Sehun. Perlahan Sehun maju, berlutut tepat di depan Ji Hun. Sebelah tangannya meraih pinggang Ji Hun, menyuruhnya mendekat ke arahnya, dan tangannya yang lain menyentuh wajah Ji Hun perlahan, mengusap pipinya. Bianglala mereka sudah hampir mendekati puncak, dengan pemandangan langit senja oranye.

“Kau… Sempurna. A-aku” Sehun menarik nafasnya dalam-dalam

“Saranghae. Will you be my girlfriend?” kata-kata itu begitu lancar keluar dari mulut Sehun ketika bianglala mereka sampai di puncak. Romantis sekali.

Specchless. Ji Hun hanya terdiam mematung. Tidak percaya dengan apa yang barusan saja dikatakan Sehun. Semburat merah menghiasi pipinya. Ia menunduk malu, namun mengangguk lemah. Sebelah tangan Sehun menarik dagu Ji Hun agar mata mereka bertatapan. Perlahan, Sehun semakin mendekatkan wajahnya ke Ji Hun.

Ji Hun P.O.V

First Kiss ku…
Oh Sehun

Bibir Sehun begitu lembut dan hangat menyapu bibirku. Sehun melumat bibirku pelan, seakan-akan bibirku ini barang yang amat rapuh. Lama kami berciuman. Mencoba saling meluapkan perasaan kami satu sama lain. Aku tidak diam saja, mulai belajar darinya aku mencoba menyamai kegiatannya.

Byun Baekhyun P.O.V

Mereka. Berciuman. Tepat. Di. Depan. Mataku.

Aku terdiam. Masih syok dengan apa yang kulihat. Aku memang menaiki bianglala ini dengan Chanyeol. Kami berjarak satu bianglala dengan yang dinaiki Sehun. Saat bianglala Sehun turun dari puncak, bianglala kami mau naik ke puncak. Dan disitulah, aku dan Chanyeol melihat.

Mereka. Berciuman. Dan. Wow.
Hatiku. Seketika. Itu. Hancur. Hancur. Hancur. Dan. Hancur.

Dan tebak apa yang dikatakan Chanyeol saat melihat adegan itu, tentu saja ia sangat bangga dengan Sehun dengan apa yang dilakukannya sekarang. Menurutku, Sehun tidak sekedar mempermainkannya. Sehun menyembunyikan sesuatu dari kami, saat aku melihat mereka berciuman, aku tahu. Itu bukan sekedar ciuman paksaan, itu seperti murni luapan perasaan mereka. Aku.. tidak tahu. Ini semua terlihat begitu.. random?

Author P.O.V

“Oppa, hati-hati dijalan” Ji Hun melambai pada Sehun yang mengantarnya pulang dan sekarang masih berdiri di depan pintu rumahnya.

“Oppa, kau harus pulang” tapi Sehun hanya terdiam memandangi Ji Hun seperti mengaharap sesuatu.

“Arra”

Ji Hun lalu mendekat, seulas perasaan ragu terbesit di pikirannya. Ia lalu perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah Sehun, dan mencium bibir Sehun agak lama, lalu melepasnya. Semburat merah tampak di pipi Ji Hun, sedangkan Sehun malah menampakkan senyum kebanggaannya, atau malah smirk kebanggaannya.

“Hati-hati dijalan oppa”

Sehun mengusap rambut Ji Hun lembut, lalu mengacak-acaknya gemas. Seorang Cho Ji Hun, sekarang benar-benar jatuh padanya. Dia adalah namjachingu, resmi, dari Ji Hun.

Perasaan bangga dan senyuman tak henti-hentinya terukir di wajahnya sepulang dari Lotte World tadi. Sehun masih tidak percaya, dia bisa mendapatkan Ji Hun. Sungguh benar-benar mimpi yang jadi kenyataan. Kedua tangan Sehun meraih pinggang Ji Hun, menariknya mendekat. Sehun memeluk Ji Hun erat.

“Jaljayo, chagi. Mimpikan oppa ya”

Maupun Sehun dan Ji Hun tertawa dengan kalimat Sehun barusan. Sehun mengecup puncak kepala Ji Hun, lama lalu mencium kilat bibirnya sebelum benar-benar melepas Ji Hun. Rasanya, hari ini ia ingin bersama Ji Hun terus, sepanjang hari, sepanjang malam. Tapi, itu sesuatu yang tak mungkin. Bisa-bisa ia dibunuh hyungdeul nya jika tak pulang kerumah. Sehun melambaikan tangannya ke arah Ji Hun sebelum benar-benar pergi dari hadapan JiHun, kembali pulang ke rumahnya.

Author P.O.V

Hubungan Sehun dan Ji Hun sudah tersebar luas dimana-mana. Sekarang, tidak ada yang tidak mengenal ‘Cho Ji Hun’ lagi. Setelah Ji Hun jadi yeojachingu Sehun, semua berubah. Penampilannya, temannya, keadaannya, dan hubungannya dengan Kyuhyun oppa maupun orangtuanya juga berubah.

Tak ada lagi Ji Hun dengan kaca mata bulat, buku-buku tebal, rok dibawah lutut, dan rambut ekor kuda. Sekarang hanya ada Ji Hun dengan kontak lens, rok selutut lebih diatas sedikit, dengan seragam layaknya orang lain dan rambut yang lebih sering dibiarkan tergerai dengan tambahan bando atau jepit rambut diatasnya.

Tak ada lagi Ji Hun yang suka menyendiri di perpustakaan tenggelam dengan novel-novel dan buku ensikopledia membosankan, atau diam menyendiri di halaman belakang sekolah yang dijuluki sebagai ‘geek corner’ . Sekarang hanya ada Ji Hun dengan kantin tempat favoritnya saat istirahat, terkadang ia juga ke perpustakaan, membaca buku dengan Sehun di tempat favoritnya dulu, pojok perpustakaan yang paling ia suka karena terkesan ‘strategis’ tetapi berakhir dengan berciuman mesra dengan Sehun yang untungnya, tidak ada seorangpun yang pernah memergoki mereka.

Tak ada lagi sikap dingin Kyuhyun saat di sekolah. Kyuhyun sudah mengakui Ji Hun sebagai dongsaengnya. Kyuhyun malah mengenalkan Ji Hun pada teman yeoja nya, yang dengan susah payah Kyuhyun mengelak bahwa si yeoja ini bukanlah yeojachingunya.

Kedua orangtua Ji Hun juga sudah mengenal Sehun, begitupun dengan orangtua Sehun yang sudah mengenal Ji Hun. Kedua orangtua baik Sehun maupun Jihun menyetujui, dengan sangat hubungan mereka. Tak ada lagi sikap dingin orangtua Jihun pada Ji Hun.

Semua hyungdeul Sehun juga sudah mengenal baik Ji Hun, bahkan mereka menggagalkan taruhan ini dan menerima Ji Hun sebagai yeojachingu Sehun. Sehun sering mengajak Ji Hun menghabiskan waktu istirahat bersama dengan member Exo yang lain. Itu malah membuat lubang di hati Baekhyun makin parah. Melihat bagaimana mesranya mereka berdua di depan member Exo membuat Baekhyun ingin muntah saja.
Baekhyun jealous. Pastinya. Hatinya sudah terkunci oleh sosok Ji Hun yang semakin hari semakin mendekati sempurna itu. Sebesit ide terlintas di pikirannnya, seulas smirk evilnya tergambar di wajahnya.

****

Baekhyun POV

Aku masuk kearah ruang musik yang telah sepi oleh murid. Hanya ada dua murid yang sedang berkutat mengajari satu sama lain. Figur yang sangat kukenal. Akupun menghampiri mereka.

“Kalian, mau membantuku kan?” Kai yang sedang berlatih vokal dengan Chen langsung berbalik menatapku.

“Membantu apa hyung?” aku memamerkan smirk andalanku pada mereka

*****

Byun Baekhyun P.O.V

Aku mendatangi Sehun yang masih berdiri di depan kap mobilnya, sepertinya ia menunggu Ji Hun pulang dari klub madingnya, pikirku.

“Sehun-ah~” Sehun langsung melambaikan tangan padaku

“Kau tahu kan, ada sport car keluaran baru di Amerika” Sehun hanya menganggukkan kepalanya. Beruntunglah, karena Sehun sedikit maniak automotif

“Wae hyung?”

“Aku sudah pesan mobil itu beberapa hari yang lalu. Dan, akan datang ke Korea dalam kurun waktu 3 hari”

“Mwo?! Jeongmalyo, hyung?” aku hanya menganggukkan kepalaku

“Aku bisa memberikan itu Cuma-Cuma padamu” mata Sehun mendadak membulat. Ia hendak membuka mulutnya, menyeka kalimatku, tapi aku langsung memotongnya.

“Tapi, dengan satu syarat, dan itu berhubungan dengan Ji Hun”

Sehun P.O.V

Aku berulang kali mengacak rambutku frustasi. Bagaimana bisa? Kalimat Baekhyun hyung masih terngiang-ngiang dalam otakku…

“Mwo? Berhubungan dengan Ji Hun?” aku menelan dengan susah air liurku.

“Me-memang apa syaratnya hyung?”
Baekhyun hyung mengeluarkan camera pengintai kecil sekali dari dalam tas nya dan alat perekam sebesar biji kismis.

“Kau harus bisa meniduri Ji Hun, ah tidak. Bukan hanya menidurinya saja, tapi mengambil hartanya alias keperawanannya. Ini alat untuk membuktikan bahwa kau telah melakukan nya dengan Ji Hun, dan kunci mobil itu akan datang ke tanganmu kurang dari 24/7 setelah kau berikan itu padaku Sehun. Waktunya kurang dari tiga hari, dan lebih dari itu, maka kau gagal”

“Aiisshhh” ucapku kelewat keras. Membuat Ji Hun menoleh padaku, tampak khawatir. Ji Hun memegang pundakku.

“Oppa, wae gurae?”

Untung saja lampu merah. Aku menoleh menghadapnya. Oh, shit! Sekarang aku menyesal telah menoleh menghadapnya. Ji Hun mengubah posisi duduknya sedikit miring menghadapku. Membuat rok selututnya terangkat naik dan mempertontonkan paha putih mulusnya. Aku mengalihkan pandanganku menghadap wajahnya. Sial!!! Dua kancing di kemeja putih nya dibiarkan terbuka, mungkin karena udara hari ini memang panas. Aku menelan susah payah air liurku. Sebagai namja normal tentu saja aku sangat ingin menyentuhnya. Hhhhhh~ aku sudah benar-benar tidak tahan lagi!

Ji Hun P.O.V

“Kyuhyun hyung ada di rumah hari ini?”
Aku menggeleng. Hari ini sampai besok Kyuhyun oppa berlibur ke Pulau Jeju bersama teman-temannya. Secara, hari ini hari sabtu.

“Kau sendirian dirumah?” aku mengangguk

“Oppa mau mampir?”

Memang, kalau ada Kyu oppa di rumah, Sehun oppa memang jarang mampir. Soalnya, kalau kami berduaan di rumah Kyuhyun oppa pasti langsung mengawasi tiap gerak-gerik kami. Menyebalkan!

“Memang boleh aku mampir?”

“Tentu saja boleh oppa! Sehun oppa aneh deh. Masa namjachingu sendiri nggak boleh mampir ke rumah”

Author P.O.V

Ji Hun masih sibuk di dapur membuatkan Sehun teh hangat. Sedangkan Sehun yang daritadi menunggu dengan setia Ji Hun di ruang tamu, akhirnya memutuskan untuk menyusul Ji Hun ke dapur.

Greebb…

Ji Hun kaget karena tiba-tiba Sehun melingkarkan tangannya di pinggang Ji Hun dan memeluknya erat. Sehun menyembunyikan kepalanya di leher Ji Hun dan mulai mengecupinya.

“Op-oppa” erang Ji Hun kegelian.

Jujur saja, ia tidak biasa dengan perlakuan Sehun saat ini. Tapi ternyata otaknya sudah dikelabui dan tubuhnya menginginkan Sehun untuk tidak berhenti dan tetap mengecupi lehernya.

Ji Hun P.O.V

“Se-Sehun-ah~”

Eranganku semakin jelas terdengar karena sekarang Sehun bukannya hanya mengecupi leherku saja, tapi menciumnya, menjilatnya terkadang menggigitnya gemas, dan kuyakin akan berbekas di keesokan harinya. Sebelah tangannya yang tadi memeluk pinggangku sudah mulai merayap ke atas, mengeluarkan kemejaku yang kumasukan ke dalam rok, dan menyelipkan tangannya masuk ke dalam sana. Kurasa, aku sudah gila! Ya, gila akan sentuhannya yang sangat memabukkan dan sialnya aku suka!
Sehun membalikkan tubuhku, dan berganti mencium bibirku melakukan Frech Kiss yang merupakan pengalaman baru bagiku.

Sehun melumat bibirku dengan ganas, terkadang menggigit bibir bawahku hingga aku sedikit mengerang karena tak biasa, dan menyusupkan lidahnya ke dalam mulutku. Kubiarkan lidahnya mengeksplor mulutku, dan berperang lidah denganku. Tangannya malah sudah sampai di dadaku, meremasnya dengan lembut dari luar braku. Aku hanya bisa mendesah tertahan karena mulutku dibungkam oleh ciumannya.
Tangan Sehun yang lain bergerak turun kebawah, menyelip kedalam rok ku. Tangan Sehun mengusap paha dalamku perlahan tapi pasti, hingga sampai di celanaku dan mengusapnya perlahan dari luar. Seulas smirk di tampilkannya di sela-sela ciuman kami.

“Kita tidak bisa melakukannya disini, chagi. Bagaimana kalau kita ke kamarmu saja?” ucapnya dengan smirk andalannya dan nada suaranya dibuat seseduktif mungkin, membuat wajahku merona.

Aku hanya mengangguk malu.
Sehun lalu menyuruhku untuk melingkarkan kakiku padanya dan menggendongku ke kamarku di lantai dua. Bibir Sehun kembali melumatku dengan ganas, aku melingkarkan tanganku pada lehernya.

Ji Hun P.O.V

Aku bahkan tidak sadar kapan aku melepas bajuku atau Sehun yang bahkan melepas bajuku. Tapi, yang jelas kami berdua sudah naked. Sehun masih menggendongku, malah memojokkanku di dinding. Kami masih berciuman dengan panas. Aku tidak tahu, tapi Sehun belum bertindak lebih lanjut karena dari tadi kami hanya saling menyentuh dan berciuman saja, belum melakukan apa-apa.

Sehun P.O.V

Berhasil! Akhirnya aku berhasil menaruh alat-alat yang diberikan Baek hyung tadi di tempat yang sungguh amat strategis. Well, kami sudah naked sekarang. Dari tadi, kami hanya menyentuh satu sama lain dan berciuman dan itu membuatku sangat tersiksa karena yang jelas aku mengingkan tubuhnya sangat buruk saat ini. And.. this is it! Show Time!

Ji Hun P.O.V

Sehun melepaskan ciumannya dan beralih mulai menciumi leherku. Perlahan tapi pasti, ia membuat kissmark-kissmark di seluruh leher ku, rata! Kiri dan kanan sama banyaknya. Aku hanya bisa menyelipkan jemariku di rambut pirangnya dan terkadang menjambak pelan sambil terus mendesah dengan merdu.
Lidah Sehun semakin berjalan kebawah, lalu menjilat puncak dadaku dengan ujung lidahnya yang dengan sukses membuatku mendesah dengan sedikit nyaring. Tidak hanya itu saja, penyiksaan Sehun pun terus berlanjut. Lidah dan giginya terus membuat tanda-tanda kebiruan di sekitar dadaku.
Sehun menggendongku dan mendudukkanku di atas meja belajar. ciumannya lalu mulai beralih ke nipple ku bergantian. mengemutnya dan memainkannya dengan lidahnya. Sehun juga menggigit2 pelan nipple ku membuatnya semakin memerah dan mengeras.

Sehun masih PW (?) menciumi dadaku, tanpa terasa sebelah tangannya sudah bergerilya ke arah v ku dan mengusap nya perlahan, membuatku bergelinjang kegelian. Sehun terus mengusap2 nya membuat nya semakin basah. Tanpa sepengetahuanku, Sehun langsung saja memasukkan jari tengahnya ke dalam liangku. membuatku harus menahan sedikit rasa sakit. Sehun lalu beralih untuk mencium bibirku, berkali-kali ia memutar kepalanya kekanan kiri mencari posisi yang pas. jari Sehun juga mulai digerakkan keluar masuk dari liangku. aku mengalungkan tanganku di lehernya sambil sesekali meneriakkan namanya di sela ciuman kami.

Nafasku semakin berat dan tertahan ketika Sehun mulai mengecupi bibir vaginaku. Seprai tempat tidur pun menjadi tempat pelampiasan nikmat ku(?) . Sehun mulai menyelipkan lidahnya masuk mengeksplor vagina ku. Keringat sudah membasahi dahiku.

“Ss-sehuna~ Asshh”

Aku mendesahkan namanya tepat setelah lidahnya menemukan klitorisku dan mengemutnya, dan menggigit dan menarik2nya perlahan.

“SEHUN!”

Tubuhku sedikit bergetar, lalu melemas ketika aku mengalami orgasme ku yang pertama. Dengan sigap, Sehun menelan semua cairan kental itu. Menyeruputnya hingga tak bersisa. Sehun lalu beranjak naik, menatapku seolah meminta ijin. Tangan Sehun lalu beralih mengocok junior nya sebentar. Entah mungkin karena naluri, aku menggerakkan tanganku menggantikan tangannya yang sedang mengocok junior nya. Meremasnya dan mengurutnya, deru nafas Sehun semakin berat. Sehun mendesah lirih, dan melepaskan tanganku.

“Jangan nakal, mrs.Oh. kau harus dihukum”

“M-mwo? Mrs.Oh? Sejak kapan?”

Tiba-tiba Sehun langsung menusukkan junior nya masuk setengah jalan ke vagina, aku meringis pelan. Mencengkeram bahunya kencang, menancapkan kuku jemariku di bahunya. Sehun mengusap air mataku yang menitik karena menahan sakit. Darah keluar dari sela vagina ku. Keperawananku.. direnggutnya.

“Gwenchanayo? Mi-mianhaeyo. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku-”
Aku mencium kilat bibirnya, menyentuh wajahnya perlahan, dari mulai mata, hidung, kedua pipinya lalu mencium kembali bibirnya.

“Gwenchana, oppa. Lanjutkan saja”

Perlahan Sehun mulai mendorong junior nya masuk ke dalam v ku. Sehun mulai menggerak2annya keluar masuk. Rasa perih yang daritadi kurasakan, berganti jadi nikmat yang berlipat2.

Sehun P.O.V

Aku membenamkan kepalaku di lehernya. Menghirup banyak2 aroma tubuhnya sambil sesekali melukis kissmark tanda kepemilikan. Aku terus menggerakkan junior ku menyodok2 vaginanya membuat kami berdua semakin mendesah nikmat. V nya semakin menjepit juniorku erat, membuatku semakin menggerakkan juniorku brutal.

Author P.O.V

Sehun semakin menggerakkan junior nya dengan brutal. Ji Hun menutup rapat2 matanya, menikmati nikmat yang baru pertama kali ia rasakan. Tubuh Ji Hun sedikit bergetar, menandakan ia akan segera sampai.

Ji Hun P.O.V

“Akkhhss”

Aku dan Sehun mendesah bersamaan dibarengi dengan keluarnya cairan orgasme kami. Rasa hangat tersembur di dalam rahimku. Tubuh Sehun langsung ambruk melemas di atas dadaku, Sehun lalu berguling kesamping masih terengah-engah. Aku menatap matanya yang masih terpejam, mengelus pipinya perlahan hingga Sehun membuka mata. Sehun tersenyum padaku dan mengecup bibirku singkat. Kaki Sehun menarik selimut dan menyelimuti tubuh kami berdua, dan kamipun terlelap.

-Keesokan Harinya-

Sehun P.O.V

Aku terbangun dari tidurku. Malam yang hebat, batinku. Aku buru-buru bangun dengan mengendap-endap, jangan sampai aku membangunkan Ji Hun. Aku lalu melepas kamera cctv dan perekam suara yang malam tadi aku pasang dan menaruh nya kedalam tas sekolah ku. Saat aku kembali ke kamar, kulihat Ji Hun sudah bangun dan memakai pakaiannya lengkap. Aku menghampirinya yang tengah duduk di tepi kasur, masih dalam keadaan mengantuk.

“Morning Kiss chagi~”

Aku melumat bibirnya perlahan lalu melepaskannya. Dia tersenyum manis, sangat manis padaku. Aku tak menyangka jika malam tadi Ji Hun mau memberikan keperawanannya padaku. Taruhan Baekhyun hyung memang bukan satu-satunya alasan aku menidurinya. Aku juga mencintainya bukan, Ji Hun juga mencintaiku. Apa salahnya?

Author P.O.V

Setelah sarapan bersama dengan Ji Hun, Sehun berpamitan pulang ke dormnya. Sesampainya Sehun di dorm, Sehun langsung mencari Baekhyun.

“Hyung, Baekhyun hyung dimana?” tanya Sehun pada Chanyeol dan Luhan yang sedang asik main game balapan mobil.

Dorm sedang sepi. Hanya ada Chanyeol dan Luhan saja. Yang lainnya pergi ke supermarket, dan sisanya pergi berkencan atau mengunjungi keluarga mereka. Berhubung orangtua Chanyeol dan Luhan sedang tidak di Seoul, jadi mereka yang tinggal di dorm.

“Mollayo” ucap Chanyeol dan Luhan kompak, ditambah dengan dengusan kesal Sehun

“Sepertinya tadi Baekhyun pulang ke apartemennya dan menginap disana sampai besok” ucap Luhan

“Apartemen? Sejak kapan Baekhyun hyung punya apartemen?”

“Kalau tidak salah, kapan hari itu Baekhyun membelinya. Tidak tahu juga untuk apa, bukan hal yang mengagetkan jika Baekhyun suka membeli barang-barang mewah yang sebenarnya dia tidak perlu” ucap Chanyeol. Memang benar, Baekhyun suka sekali menghambur-hamburkan uangnya.

“Dimana alamatnya? Aku ingin mengunjunginya” ucap Sehun

Luhan dan Chanyeol berbalik memandangi Sehun dengan tatapan curiga. Tidak biasanya Sehun sangat dekat dengan Baekhyun. Pasti ada apa-apa diantara mereka berdua.

“Aisshh.. Aku hanya ingin mengunjungi Baekhyun hyung. Mungkin saja di apartemennya banyak makanan, jadi aku bisa menumpang sarapan disana” Luhan dan Chanyeol hanya ber-OH ria, dan memberikan alamat apartemen Baekhyun pada Sehun.

Sehun sudah bersiap-siap untuk pergi lagi. Tangan Sehun sudah meraih knop pintu, ingin membukanya saat terdengar suara Luhan dibelakangnya.

“Yak, tunggu sebentar, Oh Sehun. Dari mana saja kau tadi malam?”

-TBC-

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on April 6, 2013, in NC-21, Romance and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 22 Comments.

  1. Vanilla Latte

    Sebelumnya mian ya thor. Menurutku di awal-awal itu keseringan pake kata bergegas, alurnya agak ngebut, terus misal ada kata berulang diusahain pake tanda hubung aja ya thor jangan pake angka 2. Woaa mian kebanyakan omong. Semoga membangun ^.^)b

  2. kyuwonhae's wife

    annyeonghaseo , aku reader bru disni , bangapta🙂
    Waahhh asli seru bgt , aku kira tdi crta Sehun yadongan sma ji hyun tp taruhan masih berlaku , eehh ternyata salah😉
    Asli daeebakkk

  3. Lap keringattttttttt
    Dohh Dohh Baekhyun cemburu.

  4. ninggalin jejaka #plak😄

  5. Jiah~ Sehun-ku yg polos jdi kaya Hyukkie.. T’T
    penasaran sama kelanjutannya,,😀

  6. aduH ntr gmn kalo jihun tw?dia pasti marah bgt..
    Next part aaah

  7. minjung (@minhun1227)

    omg,,sumpah keren bgt thor..!!😀

  8. reginamegavinliya

    nah loh , baekhyun terbakar cemburu,haha,,

  9. Kyaaa!! Sehunieee! >w<)/

  10. annyeong aku readers baru disini salam kenal ya thor ^^

  11. miris sekali nasibnya Jihun di awal

  12. biarpun karna cinta, tp alasan pendukung akan mengganggu hub sehun n jihun

  13. waks si baekhyun cemburu tuh :v
    lagian juga kenapa si baekhyun nyuruh si sehun buat nidurin ji hyun? apa ada rencana yang baekhyun buat?:|
    next part aja deh daripada penasaran._.

  14. ini yg brengsek sehun atau baekhyun sih?? ih bingung katanya mreka berdua cinta ama jihun tapi kelakuannya jahat banget kedia😦

  15. Wah kasian jihunnya klo hamil gmna ? Kan msh skolah kaka😦

  16. apa kehadiaran sehun membwa dampak baik atau buruk pd jihyun???
    klo jihyun tau sehun ngelakuin itu cuma buat dpetin mobil dr baekhyun gmn ya reaksinya?? terlepas klo sehun jg cinta ama jihyun tpi gmn gitu…

  17. sempat nanya, kenapa cast nya kaga baekhyun aja??kkk seru seruuu duh anak SMA.

  18. Kan gua salpok sama ujungnyaa..

    Hayoloh huun dtanyain bunda luluu😅😅😅

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: