Our Forbidden Relationship (Chapter 2)

20130804-220441.jpg

Author : JS
Genre : Yaoi Romance Hurt/Comfort Friendship

Cast :
-Kim Jong In/Kai
– Do Kyungsoo

Note : Annyeong!!! Akhirnya nih chapter 2 selesai juga u,u maaf atas segala typo dan jalan cerita yang makin absurd, gak jelas, dan random yah. Langsung ajadeh, cekidot dan happy reading all. Semoga ff saya nggak mengecewakan kalian yaah. Maklum, newbie hehe._.V Maaf yaa kalau alur flashbacknya membingungkan kalian semua, dan jalan ceritanya makin amburadul dan geje kayak sinetron hehe._.V

Oh iya, cuman ngingetin. Mungkin chingudeul, unniedeul, oppadeul, saengdeul pernah baca ff ini di fanfiction.net , ini emang udah pernah di publish disana dengan akun author daragoonn3424 so, jangan salah sangka ini plagiat ya. Gamsa~ *bow

_____________________________

Author P.O.V

“Aku rasa, aku tahu sesuatu” ibu jari Kai menghapus sisa-sisa air mata Kyungsoo, tangan Kai lalu memegang bahu Kyungsoo erat.

“Kenapa kita tidak jujur saja pada semua orang tentang hubungan kita? Aku tak peduli tentang bagaimana komentar orang-orang tentang kita. Yang penting kita saling mencintai kan?”

“Bagaimana dengan kedua orang tua kita Kai? Bagaimana dengan sekolah? Bagaimana kalau kita dikeluarkan? Sebentar lagi kita lulus, Kai” bulir-bulir air mata mulai mengalir deras lagi di wajah Kyungsoo. Kai melepas tangannya yang dari tadi bertengger di bahu Kyungsoo.

Kai tidak suka melihat Kyungsoo menangisi hubungan mereka. Rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari yang Kai duga. Kai merasa bersalah telah melibatkan Kyungsoo dalam masalah ini. Kyungsoo tidak salah apa-apa. Tidak, tidak ada yang salah. Yang salah adalah orang-orang disekeliling Kai dan Kyungsoo. Kenapa mereka tidak bisa menerima kenyataan akan hubungan mereka? Kenapa?

Kyungsoo masih terisak. Sebelah tangannya menutup mulutnya, meredam tangisannya yang kembali pecah mengingat masalah ini. Kyungsoo tak mau sekalipun kehilangan Kai. Kai adalah hidupnya, dunianya, oksigennya. Kyungsoo tak akan bisa hidup tanpa Kai disisinya.

Tapi hidup tak memberikan kesempatan mereka untuk bersama. Sama sekali tidak. Hidup memang berat. Kyungsoo mengambil nafas dalam-dalam, menghapus tangisannya dan memandang Kai yang sekarang tengah memandangnya juga. Kyungsoo mencium kilat bibir Kai. Kai membulatkan matanya, Kyungsoo hampir tak pernah menciumnya duluan.

“Jadi bagaimana, Kai?”
Kai membuang pandangannya ke arah lain.

Kenapa Kyungsoo tidak bisa melupakan masalah itu sebentar saja. Sayangnya waktu mengejar mereka.

“Mau bagaimana lagi, biarkan saja semua seperti ini. Bairkan saja semua orang tahu tentang hubungan kita. Sekarang yang terpenting, aku tetap mencintaimu. Kau tidak perlu khawatir”

Kyungsoo terlihat kaget. Kyungsoo tidak tahu harus sedih atau senang. Kai akan selalu ada untuknya, seharusnya Kyungsoo tak perlu takut akan Kai meninggalkannya bukan? Yang ia takutkan hanya satu, dia mungkin saja tak bisa selalu ada untuk Kai. Sekelebat pembicaraan dengan orang tuanya terngiang di kepala Kyungsoo.

>>Flashback

Kyungsoo P.O.V

Aku benci diintrogasi seperti ini. Aku seperti penjahat yang menyembunyikan clue pada polisi. Dari tadi aku hanya diam saja. Menjawab dengan singkat, dan dingin semua pertanyaan umma dan appa yang berada di depanku. Yap, aku sedang diintrogasi dengan umma dan appa ku sendiri.

Masalahnya? Tentu saja tentang hubunganku dengan Kai, yang terdengar sampai di telinga mereka. Aku benar-benar mengutuk orang yang telah memberitahu mereka.

“Jadi, apa itu benar, Kyungsoo?” suara rendah appa begitu menggelegar di ruang tamu. Membuat ku seakan-akan seperti tersambar petir oleh pertanyaannya.

“Aku tidak tahu apa yang kalian bicarakan, appa, umma. Aku bingung darimana kalian bisa tahu berita seperti itu bahwa aku dan Kai pacaran”

“Jawab yang benar, Kyungsoo!” teriakan umma membuat kata demi kata yang telah kususun berantakan.

Aku terdiam, hatiku sedikit ngilu.
Sekarang, semua orang seperti menyalahkanku. Fans-fans yeoja Kai, teman sekelasku dan teman dekat Kai, orang tua Kai, bahkan umma ku juga seakan-akan menyalahkanku. Walaupun orangtuaku belum sepenuhnya percaya akan hal ini, tapi seakan-akan semua orang menunjukku sebagai orang yang bersalah atas masalah ini. Kenapa? Kenapa semuanya harus gara-gara aku?

“Kenapa kau jadi seperti ini, Kyungsoo. Kau seharusnya jadi namja baik-baik. Seperti apa yang umma dan appa bilang. Kau tau betapa kecewanya umma dan appa setelah dengar hal ini, hah?! Mau ditaruh dimana wajah umma dan appa mu ini?! Kau sudah menodai keluarga kita, Kyungsoo. Sekarang terserah padamu mau bagaimana!”

Blaamm!!

Umma kembali ke kamarnya dan menutup pintu kamar dengan sangat kencang, disusul dengan suara isakan. Appa menyusul umma ke kamar, membantu menenangkannya. Pintu kamar mereka tidak ditutup dengan rapat. Aku bisa melihat umma yang tengah menangis, dan appa yang memeluknya, menenangkannya. Umma, Appa, mianhae. Jeongmal Mianhaeyo…

>>Flashback Off

“Tidak bisa, Kai. Tidak bisa. Ini semua salah”

Kai langsung menoleh kilat kearah Kyungsoo. Susana hening yang menegangkan berubah menjadi detik-detik yang menegangkan.

‘Tidak, jangan katakan Kyungsoo. Jangan pernah mengatakan itu’, batin Kai.

“Semua ini salah, Kai. Cinta kita, hubungan kita. Aku tidak bisa meneruskannya. Ini semua harus berakhir”

“Jangan bercanda, Kyungsoo. Aku tak suka bercanda disaat serius seperti ini” ucap Kai ketus

Penglihatan Kyungsoo sudah mulai mengeblur. Air matanya sudah mulai terkumpul, dan siap untuk menitik. Kyungsoo menarik nafas dalam, mencoba menahan tangisannya.

“Kita harus putus Kai. Aku tidak bisa menjalani ini semua. Terlalu berat beban yang harus ditanggung. Mianhae, Kai. Kurasa kita tidak akan bisa bersama lagi”

JLEB

Perkataan Kyungsoo tadi sukses membuat hati Kai seperti dirajam. Beribu anak panah seperti menusuknya disaat yang bersamaan. Ini tidak benar, tidak. Kyungsoo tak boleh meninggalkannya.

“Tidak bisa. Tidak boleh. Kita harus tetap bersama, Kyungsoo. Aku, kita saling mencintai benar? Lalu untuk apa kita berpisah?”

Tangan Kai terulur untuk menyentuh kepala Kyungsoo, tapi langsung ditepis oleh tangan Kyungsoo sebelum benar-benar menyentuh kepala nya. Tidak, Kyungsoo pasti melemah dengan sentuhan Kai.

“Ani, Kai. Ini adalah salah satunya jalan. Gomawo telah menemaniku selama ini, membuatku tertawa dan tersenyum setiap saat” Kyungsoo mengangkat kepalanya, memandang Kai dan tersenyum lemah padanya.

“Mianhae, Kai. Jeongmal mianhaeyo” ucap Kyungsoo lalu berbalik dan berlari meninggalkan Kai

“Kyungsoo! KYUNGSOO!”

Teriakan Kai masih terdengar di telinga Kyungsoo. Secepatnya Kyungsoo berusaha berlari menjauh dari Kai. Dia tak perduli dengan orang-orang yang ditabraknya atau melihatnya heran karena Kyungsoo berlari sambil menangis. Sayup-sayup terdengar derap langkah Kai dibelakangnya. Kyungsoo tak mau Kai mengejarnya, seharusnya Kai harus mau melepaskannya, walau di ulung hatinya ia begitu berat meninggalkan Kai.
Terlambat. Kai mampu menyusul Kyungsoo dan menarik pergelangan tangannya, membuat Kyungsoo berbalik dan menatap dirinya. Nafas mereka berdua memburu. Kai menarik Kyungsoo mendekat, memeluknya. Kyungsoo tak menolak, malah terisak di pelukan Kai. Membenamkan kepalanya di dada bidang Kai.

Benar, Kyungsoo tak akan pernah bisa jauh dari Kai, kapanpun itu. Mereka seperti bunga dan lebah, saling membutuhkan satu sama lain. Dan akan mati jika saling terpisah.

“Uljima Kyungsoo-yah. Uljimayo” tangan Kai masih mengelus helai demi helai rambut hitam Kyungsoo, mencoba menenangkannya. Setelah tangisan Kyungsoo sedikit mereda, Kai mengajak Kyungsoo ke arah bangku kayu terdekat dan duduk disana, bersama.

Kyungsoo menceritakan semuanya, tentang introgasi orang tuanya. Kai sedikit terkejut dengan ini. Kyungsoo tertekan, pastinya. Tapi, begitu melihat wajah Kai, tawa dan senyumnya bisa membuat Kyungsoo melupakan masalah itu. Kai mengambil nafas dalam. Mengapa ini begitu berat?

“Kau tahu, aku memikirkan ucapanmu tadi”

DEG

Hati Kyungsoo bergetar. Tidak, jangan katakan kau mengiyakan kita putus, Kai, batin Kyungsoo. Dan memandang ke arah Kai yang sedang memandang langit malam kota Seoul yang dipenuhi bintang gemerlapan.

-TBC-

Ps : Chapter 3 is Up!

Chapter 3

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on April 6, 2013, in PG, Romance, School Life, Yaoi and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 7 Comments.

  1. Kaisoo dong thor :p
    Lanjut next baca ya😉
    Ceritanya seru !!!

  2. princesssparkyujewelself

    happy ending yaa plis

  3. Author konyol nih
    Seru tau..
    Ga asiek nih thor nya
    Lanjut dong thorrr

  4. aaa keren’-‘b mau lagi thor~ mau lagi(?) wkwkk lanjutin maksudnya^^
    kaisoo tetap rl-an kan thor ? semogaaaaa
    keep writing ya thor, semangat😀

  5. uhh..huweee kaisoo jangan putus.. T.T

  6. Putusss ,,, gaaaa ,, putusss ,,, gaaa ,, putusss apa gaa sih mreka thor ???

  1. Pingback: Our Forbidden Relationship (Chapter 3) | teenagerfanficindo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: