Darkness

Title: Darkness

Author: Kim Reisa

Genre: horror, thriller. Oneshoot PG-17

Cast:
– All SHINee member
– Kim Reisa
– Kim Reika
– Park Seira
– Park Ha Chan
– Choi Yong Jin

Note: annyeong. FF pertama yang kupublish ke blog ini. Merasa tak asing dengan saya? Kim Reisa imnida.^^ merupakan dongsaengnya Kim Reika eonni. FF ini menurutku sedikit sadis. Hanya fiksi semata. FF milik author dan para pemain, asli karangan author sendiri. No plagiat! Saran, komentar. Gomawo. Happy reading.

Liburan yang menyeramkan.. Apakah hari itu mereka akan berakhir?

“libur telah tiba, libur telah tiba, hore.. hore.. HORE!” nyanyi Reika girang sambil berdansa ria bersama Jonghyun yang notabenenya adalah namjachingunya.
Yang lain hanya menggeleng melihat tingkah kedua insan itu.
“rencana liburan kemana nih? Liburan 2minggu loh” tanya Jonghyun dan duduk diatas meja kelas. Mereka sedang berkumpul dikelas sehabis pulang sekolah untuk merencanakan liburan mereka.
“heh! Kau ini tak sopan sekali!!” tegur Reika dan mencubit pelan pinggangnya.
“aish, arra. Aku turun” Jonghyun turun dan menarik bangku sembarang dan duduk disamping Onew. Reika sedari tadi sudah duduk disamping Seira.
“bagaimana kalau kebukit? Dibukit pemandangannya pasti bagus kan? Udaranya juga sejuk dong pastinya. Nah aku tau dimana tempat yang bagus. Hmmm” usul Taemin. Yang lain tampak berpikir.
“arraseo, ide bagus” ucap Minho menghancurkan keheningan yang ada dan disambut oleh anggukan yang lain.
“tapi kita kan bersepuluh, emang cukup untuk satu mobil?” tanya Hachan.
“pasti cukup kok. Kalau tidak muat pakai truck saja” celetuk Seira polos. Yang lain memandangi Seira dengan wajah datar.
“mwo?” tanya Seira.
“urusan duduk dimuat-muatkan saja. Asal tidak terlalu membawa banyak barang”. Key yang daritadi diam akhirnya angkat bicara.
“oke, deal ya?” tanya Taemin.
“DEAL!” jawab mereka serempak.
“oke, besok kita jemput para yeoja. Kita memakai mobilku saja” ucap Onew sambil merangkul pundak Yong Jin. Yeojachingunya.
“aku menginap dirumah Reika saja. Supaya kalian tidak terlalu repot untuk menjemputku” ucap Reisa. Ide Reisa tadi membuat Seira, Hachan, dan Yong Jin ikut-ikutan nginap dirumah Reika. Kecuali para namja tentunya.
“bagus juga idemu chagi, tumben otaknya encer” Taemin mencubit pipi yeojachingunya (re:reisa) dengan gemas.
“emang ideku apa?” tanya Reika polos.

GUBRAK!!!

[Esok harinya, yang gak cerah-cerah amat]

“oke! Semua beres. Cuss berangkat!!” teriak Onew menutup bagasi mobil dan masuk kekursi setir. Karena memang Onew yang menyetir.
“selamat berdesak-desakan yak yang dibelakang, haha” tawa Jonghyun yang duduk dikursi samping Onew disambut jitakan oleh para kelima yeoja karena mereka duduk dikursi tengah. Sedangkan Taemin, Minho, dan Key duduk dikursi paling belakang ditemani koper-koper yang lain karena tidak muat dibagasi tadi.
~
Mereka semua asyik dengan aktivitas masing-masing, membuang rasa bosan selama diperjalanan yang cukup lama ini. Onew yang sedang asyik menyetir tentunya, Jonghyun yang tertidur dikursi depan, Reisa dan Hachan yang sedang asyik berkutat dengan handphonenya, Reika yang sedang tenggelam dengan imajinasi novelnya, Seira yang terlarut dalam alunan musik yang menyumbat kedua telinganya, Yong Jin yang bermain game di Ipadnya. Sementara itu para penghuni kursi belakang juga tertidur, kecuali Taemin. Karena dia penunjuk arah jalan.
“kalian, baik-baik saja?” tanya Onew dari kursi depan.
“ne” jawab Taemin.
~
Hachan dan Seira mulai menyipitkan mata tetapi berusaha untuk membukanya lagi, mereka sudah mulai mengantuk tetapi mereka tak ingin tidur. Karena pemandangan sepanjang jalan sangat indah. Sepanjang Jalan dari awal mereka memasuki kawasan jalan kearah bukit dihiasi dengan pepohonan rindang. Namun pada akhirnya mereka tertidur juga. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 p.m.
~
Mereka terbangun setelah tau kalau mobil yang mereka tumpangi stop secara mendadak. Para yeoja mengucek-ngucek mata, mengumpulkan separuh nyawa yang tadi melayang entah kemana. Mereka semua terbelalak melihat villa yang ada dihadapan mata mereka sekarang. Villanya lumayan mengerikan, sangat gelap. Seperti rumah tua yang tak berpenghuni. Mereka semua turun dari mobil.
“apakah villa ini yang kau maksud chagi?” tanya Reisa. Sementara itu semua tatapan tertuju kearah Taemin.
“ani.. Kenapa villanya jadi seram seperti ini!” jawab Taemin sambil memandang keseluruhan bagian villa ini.
“memang kau kesini berapa hari yang lalu?” tanya Seira tanpa menatap Taemin. Melainkan menatap villa tua itu.
“8tahun yang lalu” jawab Taemin dan membuat yang lain menatap Taemin dengan tajam.
“MWO? 8 TAHUN KAU BILANG… KAU- hhmmpphh” teriak Hachan. Minho langsung membekap mulut yeojachingunya karena berteriak kelewat keras.
“hhhh~ ayo kita masuk. Siapa tau didalam tak seburuk diluar. Lagipula ini sudah malam. Sia-sia dong liburan kita dan perjalanan panjang kita seharian ini” Key mulai melangkah mendahului yang lain dan menarik tangan Seira dibelakangnya. Yang lain menyusul Key dan berjalan berderet panjang dibelakang Key dan Seira.

“huaaaahhh!!” Key tiba-tiba stop mendadak didepan pintu villa itu dan membuat yang lain kaget, Onew yang dibarisan paling belakang terjatuh karena kejeduk kepalanya Yong Jin yang juga kaget karena stop mendadaknya si Hachan.
“pintunya tak terkunci” ucap Key santai dan kembali melenggang kedalam villa itu, yang lain hanya menghembuskan nafas lega, sedangkan Onew sibuk mengusap pantatnya akibat jatuh tadi dan Yong Jin mengusap kepalanya.
“tak seburuk yang kubayangkan” ucap Reisa menghempaskan tubuh kesofa yang empuk. Didalam sangat berbeda dengan diluar. Didalam sangat rapi, bersih tak ada debu, perabotan-perabotannyapun terlihat masih bagus. Berbeda dengan diluar yang sangat kotor, menyeramkan, dan banyak tumbuh semak belukar.
“hhmmm, karena sudah larut malam sebaiknya cari kamar masing-masing untuk istirahat” gumam Jonghyun yang melirik jam tangannya. Mereka semua akhirnya mencari kamar masing-masing.
Para yeoja menemukan satu kamar yang luas. Dan kebetulan ada lima kasur disitu, karena disitu kasur tingkat. Para yeojapun langsung merebahkan diri untuk istirahat setelah lelah mengalami perjalanan tadi.

Reika dan Hachan sedang menyiapkan sarapan, Minho dan Taemin sedang asyik bermain PS yang mereka bawa dari rumah, Jonghyun menatap permainan PS Taemin dan Minho, Onew masih asyik tidur karena masih lelah karena seharian menyetir kemarin, Seira dan Key menyiram tanaman, sedangkan Reisa dan Yong Jin asyik bermain boneka barbie dikamar *plis deh._.*
“SARAPAN SIAP!!” teriak Reika dan Hachan sambil membawa berbagai macam sarapan untuk pagi ini.
“hhhhmmmm, ayam goreng” Onew tiba-tiba nongol dan langsung mengambil semua ayam goreng yang dimasak oleh Reika dan Hachan, Hachan segera menahan tangan Onew dan menaruh sepiring ayam goreng itu dimeja makan lagi.
“uwaaah, min…” Jonghyun mencolek pinggang Minho yang disebelahnya, Minho menoleh kearah Jonghyun.
“Reika dan Hachan pandai banget masaknya, udah siap jadi calon istri kita nih. Hihi” kikik Jonghyun. Minho hanya mengacungkan jempolnya. Reika yang mendengar ucapan Jonghyun menjitak kepalanya.
“haissh, appo” ringis Jonghyun sambil mengelus kepalanya yang malang.

Reika POV

Pagi yang lumayan cerah, kuputuskan untuk berjalan-jalan disekitar taman yang berada dihalaman belakang Villa. Pemandangannya indah, hanya saja suasananya sedikit angker. Pandanganku tertuju kesebuah kursi taman yang sedang diduduki oleh seorang gadis kecil yang kira-kira berusia 6tahun. Dia duduk membelakangiku, darimana dia datang? Apakah dia juga liburan disekitar sini?. Aku melangkahkan kaki kearah kursi taman itu, wajah gadis itu tidak terlihat karena tertutupi rambutnya karena dia setadian hanya menunduk. Aku ingin menepuk pundaknya, tapi agak ragu. Tak apalah, sepertinya anak ini sangat manis.
“hey adik cantik sedang apa disini?” tanyaku akhirnya memberanikan diri untuk menepuk pundak gadis itu.
Hening. Tak ada sahutan.
“sendirian? Mau eonni antarkan pulang?” ajakku sedikit ragu. Dan lagi-lagi gadis itu tak menjawab.
Tiba-tiba seseorang menepuk pundakku. Oh my.. bulu kudukku seketika berdiri.
“chagi, sedang apa kau disini?” tanya suara itu, Jonghyun. Aku membalikkan badan menghadapnya.
“ani. Aku hanya ingin mengantarkan-“ aku berbalik lagi kekursi taman. Kosong. Kemana gadis kecil tadi?
“mengantarkan apa chagi?” tanya Jonghyun memegang kedua pipiku.
“lupakan.” Aku segera berlari ke villa. Percuma kalau aku memberitahu Jonghyun dia pasti akan menertawakanku.

Reika POV end-
~
[Ruang tengah]

Semua sedang asyik bercanda gurau diruang tengah, kecuali Reika dan Jonghyun yang sedang keluar.
“apakah ada orang yang tinggal disekitar villa ini?” tanya Reika didepan pintu villa dan disusul Jonghyun dengan nafas terengah-engah dibelakang Reika. Sontak membuat yang lain kaget dan menatap Reika heran.
“setahuku disini hanya ini satu-satunya villa” jawab Taemin.
“dan sepertinya sudah lama tak ditempati” tambah Onew.
“nnggggg.. barusan aku melihat gadis kecil sedang duduk dikursi taman belakang” ucap Reika agak bergetar, bibirnya memucat. “dan sepertinya kalian tidak akan percaya” kali ini Reika berlalu ingin beranjak kekamar. Dan itu sukses membuat semuanya menatap Reika khawatir.
“biar aku yang berbicara dengannya” ucap Jonghyun dan berlalu menuju kamar.

Para yeoja sedang berkumpul dikamar dan mulai membicarakan apa yang dilihat Reika hari ini.
“siapa tau gadis itu…” ucap Yong Jin menatap Reika, Reisa, Hachan dan Seira. Mereka merapatkan duduknya kearah Yong Jin.
“dan….. BA!!!” Yong Jin mengangetkan mereka ber-4. Yong Jin hanya tertawa melihat muka serius mereka tadi, disusuk bantal mendarat sukses kemuka Yong Jin.
“sudahlah lupakan. Sudah malam kita bobok~” nyanyi Seira dan mereka menuju kasur masing-masing dan mulai terjun ke dunia imajinasi mereka.

Reisa POV

Tidurku gelisah, aku kebelet. Aku beranjak dari kasur dan membangunkan Yong Jin untuk menemaniku ke toilet.
“Yong Jin, Iroenna. Temani aku ke toilet” aku menggoyang-goyan pundaknya tapi yang kudapat Yong Jin menyingkirkan tanganku dan mengubah posisi tidurnya. Aku mencoba membangunkan yang lain namun juga tak ada respom positif. Akupun memutuskan untuk keluar sendiri dibantu penerangan sentar. Kenapa sentar? Lampu divilla ini memang remang, dan villa ini memang agak gelap kalau malam hari.
~
“hmmm, siapa itu?” gumamku melihat seorang gadis kecil yang sedang berdiri dipojok ruang ketika aku ingin pulang kekamar, kepalanya menunduk. Aku mengucek-ngucek mataku dan menatap pojok ruangan itu lagi, namun gadis itu masih berada disitu. ‘bagaimana dia bisa masuk?’ pikirku. Akupun menghampirinya dan bertanya untuk apa dia kesini malam-malam seperti ini. Tiba-tiba aku teringat perkataan Taemin kalau disini hanya villa satu-satunya, kemungkinan disekitar sini tidak ada orang yang tinggal selain kami. Aku juga teringat gadis yang dilihat Reika hari ini. Aku memundurkan langkahku. Gadis itu mendongakkan kepalanya dan menatapku.
“Kyyyyyaaaaaaa!!!” teriakku.
“lucu sekali!” aku mencubit kedua pipinya gemas, mukanya memang pucat, tatapannya juga tajam, tapi entah kenapa aku gemas dan mencubit kedua pipi chubynya itu.
“sedang apa kau disini?” tegur sebuah suara. Seketika cubitanku dari pipi gadis itu terlepas dan aku berbalik, ternyata itu Onew. Matanya yang sipit makin sipit lagi ketika sedang mengantuk.
“oh, aku habis dari toilet dan bertemu dengan ga-“ ucapanku terhenti setelah aku berbalik dan mendapati dibelakangku tidak ada siapa-siapa, Onew hanya mengangkat alisnya sambil menguap dan kambali menuju kamarnya.
Aku menoleh lagi ke sekelilingku tidak ada siapa-siapa. Kemana gadis itu? Ah sudahlah. Lebih baik aku kembali tidur.

[pagi hari seperti biasa]

Hachan POV

Hhhmmm, pagi yang cerah.. aku berdiri dibalkon villa sambil menghirup udara pagi yang sejuk ini. Aku menatap halaman depan dan melihat sosok ahjumma dan anak perempuannya. Mungkin liburan keluarga. Tapi kata Taemin bukankah disekitar sini hanya da villa ini?
Aku turun kebawah untuk menghampiri ahjumma dan anaknya itu.
~
Sesampainya didepan pintu villa aku tak melihat siapa-siapa. Kosong.
“tidak ada siapa-siapa. Mungkin hanya halusinasiku saja.” gerutuku dan melihat sekeliling untuk memastikan tidak ada siapa-siapa. Aku berbalik ingin masuk, aku sangat kaget terb=nyata ahjumma dan anakanya berada dihadapanku. Bulu kudukku berdiri, aku berusaha masuk dan berlari. Sesekali aku melihat kebelakang memastikan ahjumma dan anaknya itu masih ada dan..
BRUK!!!
“KYAAAA!!” teriakku setelah menabrak seseorang, aku menutup mataku. Aku berpikir itu adalah ahjumma tadi.
“hey!” ucap suara berat itu. Itu Minho. Aku refleks memeluknya.
“kau kenapa sayang?” tanya Minho membelai rambut Hachan untuk menenangkannya.
“aku melihat ahjumma dan seorang gadis kecil. Mata ahjumma itu hitam semua” ucap Hachan dengan suara serak dan bergetar.
“ssshhhtt. Sekarang ada aku, tenanglah” ucap Minho.

Hachan POV end-

Mereka semua sedang berkumpul diruang tamu.
“sepertinya villa ini angker” ucap Hachan membuat semuanya menoleh kearahnya.
“ne, sepertinya benar. Tadi malam aku melihat seorang gadis kecil dipojokan dapur itu. Tapi dia sangat lucu, walaupun wajahnya pucat” Reisa nimbrung dan menunjuk kearah dia melihat gadis itu.
“yakk! Yak! Aku tak percaya hal-hal seperti itu” Key berdiri dan berjalan menuju kamarnya, disusul dengan Seira yang ikut.
“arra, arra. Aku akan membuatkan makan siang” Reika berlari kedapur disusul Jonghyun untuk membuatkan ramen 10piring untuk mereka. Taemin dan Onew bermain PS, sedangkan Minho yang digantikan oleh Onew hanya bermain PSP.
“chagiya..” panggil Yong Jin manja dan duduk dipangkuan Onew karena bosan ditinggal Onew bermain PS.
“manja sekali kau!” Reisa menatap Yong Jin yang sedang bermanja-manja dengan Onew.
“iri ya? Sini..” Taemin menepuk pahanya menyuruh Reisa untuk duduk dipangkuannya.
“ani, aku tidak manja!” Reisa berlalu dan pergi ke dapur, Taemin hanya cekikikan.
“MAKANAN SIAP!!” teriak Reika, Jonghyun, dan Reisa. Dan tiba-tiba saja Hachan juga muncul membawakan ramennya.

“jalan-jalan yuk. 2hari ini kita hanya diam divilla saja. bosan tau” ajak Yong Jin ke yang lainnya.
“boleh” ucap Key dan keluar villa.
“mau kemana kau?” Seira menghampiri Key yang didepan pintu villa.
“kan ingin jalan-jalan” jawab Taemin.
“aku tidak ikut. Aku lagi tak enak badan, aku ingin istirahat saja” Seira kambali duduk disofa.
“kalau begitu kau disini sama siapa? Aku juga ingin jalan-jalan. Atau aku tinggal menemanimu saja” Key menghampiri Seira dan mengusap lembut rambutnya.
“aku yang akan menjaga Seira. Aku juga tidak ingin jalan-jalan. Aku ingin tidur saja” ucap Taemin. Reisa langsung menoleh menghadap Taemin.
“awas kau! Jangan macam-macam” ancam Reisa dan berjalan menuju kamar untuk mengganti pakaian.
“tunggu apa lagi? Ayo ganti baju!. Aku dan Onew menyiapkan mobil” Minho berjalan keluar Villa.

Seira POV

Di villa sangat gelap, Taemin masih tidur, waktu sudah menunjukkan pukul 20.30 p.m. aku lebih memilih untuk diam dikamar.

TOK.. TOK.. TOK..

Pintu kamar berbunyi, aku segera bangkit dari kasurku dan berjalan menuju pintu, kali saja itu Taemin.
“SEBENTAR!” teriakku dari dalam kamar.
Krekk..
Aku membuka pintu, dan mendapati tidak ada siapa-siapa. Hanya gelap gulita, memang seperti inilah suasana malam hari divilla. Sangat gelap.
“hhmmm” desahku dan berbalik kembali masuk kekamar dan..
“KYAAAAAAAAA!!!!” teriakku setelah mendapati ahjussi yang sedang membawa pisau daging, dengan kepala bagian kiri yang mengeluarkan darah segar, sangat menyeramkan. Aku langsung berlari keluar kamar, aku tak memperdulikan aku sekarang berlari kemana karena suasana sangat gelap. Aku menoleh kebelakang dan menyalakan ponselku untuk membantu penerangan dan melihat ahjussi itu terus berjalan sangat cepat kearahku, aku semakin mempercepat lariku.

BRUK!!

Ponselku terhempas. Aku menabrak seseorang, dan aku jatuh terduduk dilantai. Aku menutup mataku. Oh god, apakah ahjussi itu? Aku menutup mataku.
“aku tidak ingin mati sekarang, aku masih ingin hidup. TAEMIN!!!!” teriakku.
“mwo?” Taemin langsung ada dihadapanku dan menyalakan lampu ruang tamu. Aku langsung memeluknya.
“wae?” tanyanya mengelus lembut rambutku. Aku melepaskan pelukannya.
“t-ta-tadi aku melihat ahjussi yang sangat menyeramkan dan dia mengejarku” jawabku mulai meneteskan airmata.
“tenanglah aku disini, sebentar lagi Key datang kok” Taemin mencoba menenangkanku.
TTIINN.. TTIINNN.. TIINNN..
Sepertinya mereka sudah pulang, aku langsung berlari dan membukakan pintu. Aku langsung berlari kearah Key dan memeluknya.
“waeyo chagi?” Key membawaku kedalam villa dan duduk disofa.
“tadi.. aku melihat ahjussi, sangat seram. Dan dia.. mengejarku. Hiks” aku menutup mataku yang mulai memanas.
“ssshhhttt.. tenanglah, sekarang aku ada disampingmu, ne?” Key membalas pelukanku sedikit lebih erat.
Aku menganggukan kepalaku didalam pelukannya.

Pukul 22.00 p.m.

Reisa POV

Aku dan Taemin sedang duduk-duduk disofa ruang tamu sambil menonton TV. Yang lainnya sudah tidur.
“gak tidur?” Taemin menatapku.
“ani” jawabku singkat.
“bentar aku mau ngambil minum” ucapku kembali, aku berdiri dan berjalan kedapur, tanpa kuketahui Taemin mengikutiku kebelakang.
“ada apa kau mengikutiku?” aku berpaling menatap Taemin, namun dia tak menjawab, dia memajukan langkahnya, aku berbalik kearah kulkas dan mengambil minum.
Tiba-tiba Taemin memelukku dari belakang, sontak aku terkejut dan tersedak. Aku menaruh kembali cangkir yang tadi kugunakan minum keatas meja.
“kau ini!” aku memukul perut Taemin pelan, Taemin hanya tersenyum jahil.
Tiba-tiba
BRUK!

Taemin mendorongku kepojok dinding dan menghimpit tubuhku dengan kedua tangannya, perlahan Taemin mulai mendekatkan wajahnya, akupun menutup mataku.
“wae? Buka matamu!” ucap Taemin. Dapat kurasakan deru nafasnya menerpa wajahku. Aku mencoba membuka mataku dan mendapati wajah Taemin yang sangat dekat.
“KYAAAAAA!!!” teriakku yang melihat seorang ahjumma yang sedang berdiri disudut dapur, Taemin yang juga terkejut segera menarikku keluar dapur.
‘dasar hantu babo! Menghancurkan kegiatanku saja” batin Taemin kesal dan kembali duduk disofa ruang tamu.
“aku tidur, ne!” aku memasuki kamar dan tidur.
Reisa POV end-
~
-PAGI-

Author POV

“ini villa, sumpah bener-bener angker!” ucap Reisa dan menghempaskan tubuhnya disofa. Yap, mereka sedang berkumpul diruang tamu.
“sudah kubilang tidak ada hantu disini” jawab Key santai, sambil membawa secangkir kopi dari dapur.
“tapi sebenarnya bener deh hyung” ucap Taemin.
“yap, Hachan juga cerita tentang dia ngeliat ahjumma dan seorang gadis dipagi itu.” Timpal Minho lagi dan menatap Hachan yang terlihat masih trauma.
“hhhmmm, Reika juga cerita kan dia liat anak kecil duduk dikursi taman belakang?” Jonghyun menggenggam tangan Reika hangat.
“dan tadi malam aku dan Reisa melihat ahjumma itu” tambah Taemin sambil merangkul Reisa.
“aku tak percaya dengan yang namanya hantu” Key melenggang masuk kekamar. Yang lain hanya saling menatap.
“dan aku juga tidak percaya sebelum aku melihatnya” sambung Yong Jin dan juga meninggalkan yang lainnya diruang tamu.
“kenapa mereka tidak percaya sih?!” Seira mengangkat sebelah alisnya.
Author POV end-
***

Reisa POV

Taemin mengajakku untuk jalan-jalan disekitar villa, aku hanya menurutinya dan mengikutinya keluar villa.
“kita ingin kamana?” tanyaku menghadap Taemin yang ada disampingku yang sedang asyik menautkan jarinya dijariku.
“aku juga tak tahu. Hehe” jawabnya nyengir padaku, aku hanya menatapnya bingung.
Kami sudah cukup jauh dari villa, sambil sesekali berfoto disekitar hutan yang pemandangannya cukup bagus.
“aku haus taem” ucapku serak.
“hmm, sebentar ya chagi” Taemin meninggalkanku, aku hanya duduk dipinggir jalan sambil menunggu Taemin.

Aku melihat Taemin diseberang jalan sana, dan membawa 2 botol soda yang entah darimana dia membelinya. Dia tersenyum kearahku. Aku berjalan menyeberang kearah Taemin yang ada diseberang jalan. Jalanan disini sepi, jadi tidak mungkin ada orang yang lewat. Sampai tiba-tiba sebuah mobil melaju sanagat kencang disamping kiriku dan menabrakku. Aku merasa tubuhku terhuyung cukup jauh. Dapat kulihat 2 botol soda yang dibawa Taemin jatuh dari tangannya, dan dia berlari kearahku. Samar-samar kudengar dia memanggil namaku. Nafasku terasa sesak, tak kudengar lagi seruan dari Taemin dan semuanya menjadi gelap”
Reisa POV end-
~
Author POV

“REISA!!!!” teriak Taemin ketika melihat yeojachingunya berlumuran darah. Matanya sudah terpejam setelah dia melihat Taemin berlari kearahnya. Taemin berjongkok dihadapan Reisa dan tidak merasakan hangat nafas Reisa. Taemin mengecek denyut nadi Reisa. Tidak ada. Reisa meninggalkan Taemin ditempat kejadian. Taemin terduduk lemas, tak kuasa dia menahan airmatanya. Dia membelai lembut rambut Reisa, Taemin mengangkat kepala Reisa dan meletakkannya dipaha kanannya.
“Reisa bangun!” lirih Taemin.
“kenapa kau meninggalkanku sekarang chagi? 5hari lagi aku berulang tahun dan aku ingin kau menciumku dihari itu, menjadi ciuman pertamaku. Tapi kenapa kau pergi Rei..” Taemin masih tetap menangis. Bulir airmatanya berjatuhan diwajah Reisa dan tercampur dengan darah bekas kecelakaan tadi. Taemin mencium bibir Reisa lembut.
“bangun Rei…” Taemin masih terisak.
“ternyata kau disini, mereka semua mencari kalian, ternyata ka-“ Omongan Key terputus setelah melihat Reisa yang berada dipelukan Taemin dan penuh dengan darah.
“ke-kenapa Reisa?” tanya Key terbata dan terduduk disamping Taemin yang masih menatap jenazah Reisa.
“seperti yang kau lihat sekarang. Reisa meninggalkanku! Apa kau masih tak percaya dengan adanya hantu sialan divilla ini? APA KAU INGIN MELIHAT LEBIH BANYAK KORBAN SELAIN REISA?!!” Taemin berdecak, masih menangis meratapi kepergian Reisa yang cukup mengenaskan. Taemin mengepalkan tangannya kuat.
‘kenapa aku yang disalahkan?’ batin Key. Key hanya bisa terdiam, dia mengerti betapa sangat ‘hancurnya’ Taemin kehilangan Reisa.
“coba saja kita tidak kesini, Reisa pasti tak akan seperti ini. Ini semua karena usul bodohku untuk berlibur kesini” Taemin menyesali perbuatannya. Key menepuk pundak Taemin.
“sebaiknya kita kubur dia dan beritahu yang lain” Key mencoba mengangkat mayat Reisa.
***

Semuanya terdiam. Hening. Hanya terdengar beberapa isak tangis dari mulut Taemin dan para sahabat Reisa. Taemin tidak henti-hentinya merutuki dirinya sendiri semenjak kematian Reisa tadi siang.
“bereskan pakaian kalian, kita akan pulang ke Seoul sekarang!” ucap Onew karena dia yang tertua disini.
Mereka semua menuruti apa kata Onew sebelum villa ini memakan lebih banyak korban lagi. Setelah membereskan pakaian mereka semua berjalan ingin keluar Villa.
“Shit! Pintunya terkunci” onew berdecak dan mencoba memutar knop pintu. Onew mendobrak pintu tapi pintu itu tetap tidak terbuka. Kunci yang biasanya bertengger tidak ada dipintu itu. Onew berbalik.
“kalian periksa pintu samping” ucap Onew menyuruh Taemin, Seira, Key, dan Yong Jin.
“dan kalian periksa pintu belakang” onew menyuruh Jonghyun, Reika, Minho, dan Hachan.
“kau dengan siapa disini?” tanya Yong Jin khawatir.
“aku akan mencoba mendobrak pintu ini, kalau ada salah satu pintu yang terbuka panggil aku dan yang lain. Dan…. mana Key dan Jonghyun?” tanya Onew memeriksa jumlah teman-temannya. Yang lain mengangkat bahunya tanda tak tahu. Onew menatap Reika.
“mungkin masih menyiapkan pakaiannya diatas, biar aku cek ke kamar.” Reika segera berlari keatas.
***
Krekkk…
Reika membuka pintu kamar. Mendapati Jonghyun tiduran diatas kasur, dia ini benar-benar..
“Jonghyun!” Reika memanggilnya. Tak ada jawaban.
“yak! Jonghyun bangun!!” Reika menepuk pundak Jonghyun keras dan merasa kesal dengan tingkah laku namjanya ini.
Reika menarik selimut yang digunakan untuk menutup tubuhnya. Reika terkejut ketika melihat perut Jonghyun berdarah, seperti luka tusukan. Baru saja Reika ingin berteriak, dia merasakan sakit dibagian punggungnya. Dan mulutnya dibekap.
“k-k-kau” ucap Reika terbata. Dan satu tusukan lagi tepat didaerah jantungnya. Mulutnya seketika berlumuran darah. Tubuh Reika ambruk dan pisau itu dilepas dari tubuhnya. Reika melihat orang yang memegangi pisau itu tersenyum dan semuanya menjadi gelap.
***

Bruk! Onew berhasil mendobrak pintu dengan usaha yang cukup kuat. Dia berteriak memanggil yang lainnya karena mereka cukup lama memeriksa pintu bagian samping dan belakang tadi.
“kemana yang lain sih?” onew berdecak kesal. Dia berlari menuju mobil.
Brumm!

Onew pergi meninggalkan yang lainnya, karena mereka sangat lama pikir Onew. Dia hanya menyelamatkan dirinya sendiri. Onew menyalakan mesin mobil dan mengendarainya. Tiba-tiba saja mobil yang dikendarai Onew oleng dan akhirnya terjatuh kejurang disekitar hutan itu dan terguling hingga mobil itu meledak.
Author POV end-
***

Yong Jin POV

Aku mendengar suara ledakan. Ya aku dan yang lainnya tadi berhasil keluar, kami terpisah dan aku tidak sempat memanggil yang lainnya. Karena kami cukup terkejut melihat seseorang terjatuh dari jendela kamarnya, dan ternyata itu Jonghyun oppa. Dan dia sudah menjadi mayat karena kami melihat bekas luka tusukan diperutnya. Hal itu refleks membuat kami berlari tak tentu arah. Apa yang dilakukan Reika terhadap Jonghyun? Tidak mungkin Reika yang membunuhnya!. Pikiranku sudah kacau sekarang, yang aku pikirkan hanya bagaimana aku bisa pulang kerumah dengan keadaan selamat? Hingga aku berada disini sekarang. Aku menatap kejurang itu, itu mobil Onew oppa. Tapi siapa yang mengendarainya?
“ONEW!” teriakku. Bodoh. Mobil itu meledak, pasti siapapun yang mengendarai itu sudah berwujud abu sekarang. Hari sudah cukup gelap. Aku mencoba berlari semampuku. Mencoba meraba-raba apa yang ada dihadapanku.

Tteessss..

Aku merasa menabrak sesuatu, bukan aku. Tapi sesuatu benda tajam yang ada diperutku, kurasakan sakit yang amat sangat. Aku mencium bau anyir mengalir deras diperutku. Aku terjatuh dan pandanganku yang sudah gelap ini meremang dan aku memejamkan mataku.
Yong Jin POV end-
***

Author POV

“mana yang lainnya?” tanya Seira shock saat melihat mayat Minho tergantung dan kepala Hachan yang berlumuran darah dilantai. Mereka tidak bertemu yang lain setelah mendengar suara ledakan tadi. Mereka berpikir suara ledakan itu menewaskan yang lainnya.
“sei-“ panggil Hachan pelan. Hachan masih hidup! Seira dan Taemin menghamiri Hachan yang tergeletak dilantai dan mencoba membantunya berdiri.
“omo! Ternyata kalian disini” seru Key. Wajahnya penuh dengan bekas asap hitam.
“apakah dilokasi ledakan tadi dia selamat?” pikir Seira. Seira yang senang mendapati namjanya masih hidup menghambur kepelukan Key.
“jangan..” ucap Hachan lemah.

DOR! DOR!!

Suara tembakan membahana mengenai bagian jantung Hachan. Taemin dan Seira yang melihat itu terkejut. Key mendekap Seira yang masih berada dalam pelukannya.
“key..” ucap Seira pelan.
“APA YANG KAU LAKUKAN HAH?!” teriak Taemin frustasi. Yang membuat Key tertawa.
“menghabisi 2orang lagi” jawab Key santai. Key mendorong Seira keras, Seira terpental dan kepalanya membentur dinding sehingga membuat Seira meringgis.
Key menarik Taemin dan mendudukkannya dikursi, dia mengikat tangan Taemin dan kakinya. Taemin yang berontak tak mempunyai kekuatan yang cukup karena dia sudah cukup frustasi dengan kejadian hariini.
“apa yang kau lakukan Key?” tanya Seira berdiri dan mencoba melepaskan Taemin.
“diam kau!” ucap Key menusukkan pisau kedada Seira. Taemin yang melihat itu dihadapannya menutup matanya.
“jadi selama ini kau-“ omongan Taemin terputus.
“tadinya aku hanya mengincarmu, tapi karena kau mengajak sahabat-sahabat kita yasudah apa boleh buat. Orangtuaku juga pasti sangat senang dengan korbanku yang cukup banyak ini. Haha. Aku juga tak ingin membunuh Seira. Tapi pengkhianat memang harus dibunuhkan? Selama ini Seira hanya menyukaimu! Aku tau itu. Sampai aku melihat kau memeluknya dimalam itu..” ucap Key.
“tapi itu-“
“diam! Aku belum selesai bodoh! Selama ini melihat yeoja yang kau cintai hanya menyukai orang lain itu sakit!. Dan ada alasan lain aku melakukan ini padamu!” sambung Key lagi. Key memainkan pisaunya disekitar wajah Taemin. Dan menggoresnya dipipinya.
“argh!” taemin mengerang.
“ups! Aku tidak sengaja. Lagipula wajah tampanmu ini pantas untuk dilukai. Kau ingat, anak dari tuan Lee yang terhormat! 7tahun yang lalu appa, umma, dan adik perempuanku dibunuh oleh appamu! Hanya karena appaku meminta hutangnya akan dibayar lunas 1minggu lagi! Karena bisnis yang dijalankan appaku belum terlalu lancar perekonomiannya” key menambah goresan-goresan diwajah Taemin, semakin memperbanyak luka diwajahnya.
Taemin teringat dengan ahjumma dan seorang anak kecil yang dilihat oleh Reisa, Reika, dan Hachan. Dan juga ahjussi yang mengejar Seira malam itu.
“tapi kenapa kau membunuh yang lainnya? Mereka tidak bersalah! Kenapa tak langsung saja membunuhku!!” bentak Taemin. Mengingat yeojachingu dan sahabat-sahabatnya yang juga menjadi korban karena dendam lama Key.
“aku ingin membunuh siapa saja, ya terserahku!” jawab Key dengan santai.
“oke. Aku meminta maaf atas kesalahan bodoh appaku dulu. Aku tau kata maafpun tak cukup, dan itu tak akan bisa mengembalikan keluargamu.” Taemin menatap tajam Key.
“ya memang. Haha. Appamu itu memang bodoh dan juga gila. Membunuh orang seenak jidatnya hanya karena urusan bisnis bodoh seperti itu! Dan aku juga bisa seenaknya membunuh siapa saja yang ingin kubunuh!” ucap Key dan menancapkan pisau diperut Taemin.
“akhh!” taemin menahan perih dibagian perutnya. Dia masih ingin bertahan dan meluruskan semua ini.
“dan aku tak akan pernah memaafkan keluargamu! Termasuk kau. Sekalipun kau adalah teman baikku” sambung Key menaikkan pisaunya keatas sampai ketenggorokan Taemin. Membuat perut dan bagian dada Taemin terbelah menjadi dua.
~
Taemin POV

Mungkin ini sudah jalan akhir hidupku. Dibunuh secara tragis oleh temanku sendiri. Dan juga sahabat-sahabatku yang tak bersalah mati sia-sia karenaku. Maafkan aku. Mungkin disurga jauh lebih tenang, dan aku akan bertemu lagi dengan yeojachingu dan juga sahabat-sahabatku.
Berbagi tawa, suka, duka. Senyum menghiasi bibirku sebelum aku benar-benar pergi..

Taemin POV end-

END

Huhuhu, maafkan aku oppa T_T dan juga eonni karena bikin ff ini. Semoga ff ini diterima dengan baik oleh para readers, sebelumnya maaf typo bertebaran-,-‘V. Gomawo udah baca. Jangan lupa coment^^

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on February 15, 2013, in Horror, PG, Tragedy and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Yaaah akhirnya mati semua deh😦

  2. fernanda feby alfiana

    ngeri Euy :-[

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: