Fighting! Why not?

Author: Kim Reika

Rated: T

Genre: Tragedy, Sad, School Life.

Length: Oneshoot.

 

Cast:

– Lee Sheryl
– Lee Shera
– Kim Jongin
– Kim Jong Dae

 

Support Cast:

– Do Kyungsoo
– Lee Jinki
– Xi Victoria
– Kim Jonghyun
– Park Sun Yong

Note: anneyoung^^ author datang lagi *pasang muka imut* bingung ini sebenarnya mau bikin yang twoshoot ato oneshoot, kalo ceritanya kepanjangan author bikin twoshoot kalo sedang-sedang aja ya oneshoot dan akhirnya author memutuskan oneshoot saja, nanti ada sequelnya loh, biasalah sequelnya nc -_- hehehe, ff milik author dan para tokoh, murni hasil sendiri. Saran dan komentarnya yah readers, happy reading.

     Jika memang permusuhan ini adalah awal yang baik, kenapa tidak? Kehilangan orang yang berarti dalam waktu singkat. Rasa suka yang tiba-tiba tumbuh dihati, apakah bisa mengakhiri permusuhan ini? Semoga.

14Februari1993

Hari ini tepat kelahiran putri pertama keluarga Lee. Lee Shera. Senyum kebahagiaan menghiasi wajah sepasang suami-istri ini. Mr. Lee Jinki dan Mrs. Victoria, yang sudah hampir 2 tahun ini resmi menjadi ny. Lee. Suara tangis bayi memenuhi ruangan rumah sakit. Senyum juga terpancar dari Keluarga Kim, kerabat keluarga Lee.
“chukkae, Lee Jinki. Anakmu sangat cantik.” Puji keluarga Kim. Mr. Kim Jonghyun dan Mrs. Luna, yang sudah 3 tahun resmi menjadi ny. Kim. Onew dan Jonghyun sudah lama bersahabat, hanya saja duluan Jonghyun yang menuju altar dan disusul oleh Jinki. Seorang anak laki-laki yang berumur sekitar 2 tahun menatap bayi itu dengan mata berbinar-binar. Itu adalah putra pertama dari keluarga Kim. Kim Jong Dae, atau lebih sering disapa Chen.
“hai adik manis, nanti kita akan bermain bersama” ucap anak itu disambut senyuman dari keluarga Lee dan Kim.
“gomawo Jonghyun.” Ucap Onew tersenyum, membuat kedua matanya menghilang.
“kau tau? Sepertinya anggota keluargaku akan bertambah lagi.” Ucap Jonghyun mengusap perut Luna. Disambut senyum ceria dari wajah Luna.
“Jeongmal? Chukkae” ucap Onew dan Victoria berbarengan, mereka turut senang.
“siapa nama adik ini ahjumma?” tanya Chen ke Victoria yang sedang menggendong anak pertamanya.
“Lee Shera” jawab Victoria masih dihiasi dengan senyum.
“cupcup, halo. Aku chen” ucap Chen kearah Shera dan mencubit pipi Shera pelan.
**
4 years later~
14 Februari 1997

Hari Valentine, ditahun keempat Shera bersama keluarga Lee. Hari ini kemungkinan adik Shera akan lahir, Shera sangat menanti-nantikan hal itu. Shera sangat menharapkan seorang adik perempuan. Tetapi tuan dan nyonya Lee mengharapkan anak laki-laki. Shera selalu bermain dengan Chen, dan tentu adiknya Chen yang sekarang berusia 3 tahun. Karena Chen yang tertua, dia selalu menjaga Shera dan adiknya. Kim Jongin, atau lebih sering disapa Kai. Chen sangat menyayangi adiknya, karena dia berharap mempunyai adik laki-laki. Tetapi tuan dan nyonya Kim mengharapkan anak perempuan. Shera dan Chen berjanji akan saling menyayangi satu sama lain, bahkan mereka nanti ingin menjodohkan adik-adik mereka.
Tepat. Hari ini putri kedua keluarga Lee lahir. Lee Sheryl. Dia mirip seperti Shera, entahlah mungkin hanya perasaan keluarga Lee. Tetapi memang benar-benar mirip Shera, hidung yang mancung, bibir yang pink, kulit seputih susu. Hanya matanya saja yang berbeda, Shera memiliki mata Coklat muda yang sangat indah, sedangkan Sheryl memiliki mata biru seperti langit. Saat Victoria mengandung Sheryl, Victoria menyukai menatap langit dan juga takut dengan hujan. Ngidam yang benar-benar aneh.
**
7 years later~

Sheryl tumbuh menjadi bocah yang sangat cantik seperti Shera yang sekarang berusia 11 tahun, seiring pertumbuhan mereka. Shera dan Sheryl memang mirip. Bahkan bisa dibilang mereka kembar. Shera dan Chen semakin lebih dekat, tetapi tidak dengan Kai dan Sheryl yang selalu bertengkar. Kai iri terhadap Sheryl karena appa dan ummanya lebih menyayangi Sheryl dibandingkan Kai anak kandung mereka sendiri. Begitu juga dengan Sheryl, appa dan ummanya sangat menyangi Kai. Karena appa dan ummanya menginginkan anak laki-laki kelakuan Sheryl seperti laki-laki, sangat pemalas, suka bermain game dll. Begitu juga dengan Kai, penampilan tidak seperti seorang yeoja tentunya, hanya saja Kai rajin sekali memasak. Kai diajarkan oleh sahabatnya disekolah, Do Kyung Soo. Yang bahkan sekarang Do juga menjadi sahabat Sheryl karena Do dan Sheryl bertetangga. Sheryl seharusnya sekarang kelas 2 SD tetapi karena kepintarannya dia akselerasi menjadi kelas 3 SD. Berbeda juga dengan Kai yang seharusnya sudah kelas 5 SD, serajin-rajinnya Kai dia tidak naik kelas karena dia 1bulan tidak masuk sekolah karena sakit, dia menghabiskan waktunya dirumah sakit alhasil Kai tetap bertahan dikelas 4 SD. Do selalu menjadi penghalang apabila Sheryl dan Kai bertengkar.
**
Hari ini keluarga Lee dan Kim piknik kesebuah taman bermain keluarga. Anak-anak bebas untuk bermain, tidak terkecuali Shera dan Chen yang menghabiskan waktu untuk berdua. Kai dan Sheryl asyik berebut tempat duduk dibawah pohon.
“aku duluan yang disini Kai” ucap Sheryl.
“aku tidak melihat ada orang tadi disini, lagian siapa suruh ditinggal” balas Kai cuek.
“aku kan ngambil minum tadi, cepat pergi aku ingin duduk. Ngalah dong sama yeoja” rengek Sheryl.
“kau yeoja? Bukannya namja?” ejek Kai, masih belum mau beranjak dari tempat duduknya.
“oh ya? Kalau begitu pergi!!!” tegas Sheryl yang mulai emosi.
“ani”
“PERGI!!!!” teriak Sheryl menarik kerah baju Kai. Beruntung teriakkan Sheryl didengar para orangtua yang sedang asyik berbincang. Mereka segera memisahkan jarak antara Sheryl dan Kai. Piknikpun berakhir.

[Rumah]
“Sheryl, tak seharusnya kau menyiksa Kai seperti itu. Kau ini yeoja, kenapa kelakuanmu beringas seperti namja hah?” Onew marah besar ke Sheryl. Sheryl hanya bisa tertunduk. Victoria mengelus bahu Onew pelan. Shera hanya duduk diam disofa. Dia ingin membela saudaranya, karena ini salah Sheryl, Shera tidak bisa berbuat apa-apa.
“jawab appa Sheryl!!” Onew mengguncang bahu Sheryl, agar Sheryl menatapnya.
“appa ingin tau jawabannya? Karena appa dan umma tidak pernah menyayangiku! Yang kalian sayangi hanya Shera dan Kai. Aku tau aku tidak diinginkan dikeluarga ini. Kelakuanku seperti namja? Karena kalian memang ingin memiliki anak namja kan?” ucap Sheryl mulai terisak. Seorang bocah mampu mengeluarkan isi hatinya. Seorang bocah tau bagaimana appa dan ummanya begitu menginginkan anak laki-laki karena Shera pernah bercerita mengenai hal itu. Sheryl berlari kekamar. Onew dan Victoria ternganga mendengar pengakuan putrinya yang merasa dia tidak diinginkan dikeluarga ini. Shera menyusul Sheryl ke kamar. Onew terduduk lemas, dia menyesal telah membentak Sheryl seperti tadi. Sheryl hanya salah paham, Jinki dan Victoria memang ingin memiliki anak laki-laki tetapi biar bagaimanapun Sheryl tetap anak mereka. Onew dan Victoria tetap menyayanginya.
“saeng twince” panggil Shera. ‘saeng twince’ itu adalah panggilan sayang Shera ke Sheryl.
“wae? Mau memarahiku juga? Silahkan!” jawab Sheryl dan memasang earphone ditelinganya. Shera hanya tersenyum, Sheryl benar-benar menyangka kalau Shera juga ingin memarahinya. Shera melepas earphone ditelinga Sheryl.
“ani.. kau jangan berpikiran kalau mereka hanya menyayangiku. Mereka juga menyayangimu saeng. Kita ini kembar” ucap Shera lembut.
“hhh~ kembar beda 4 tahun. Tidak masuk akal” jawab Sheryl.
“kalau mereka tidak menyayangimu, berarti mereka juga tidak menyayangiku.” Ucap Shera lagi. Sheryl hanya diam. Shera mendekatinya dan memeluk dongsaengnya itu.
**
7 years later~

Putih abu-abu. Itu yang sekarang dialami Sheryl. Sheryl berumur 14tahun sekarang. Dia sudah menginjak kelas 10. Begitu juga dengan Kai dan Do tentunya. Mereka satu sekolah, hanya saja Kai dan Do kakak kelas disekolah ini. Kai dan Do selalu setia berdua, dan selalu mengajak Sheryl tentunya. Banyak yeoja yang ngiri? Jelas. Kai adalah namja yang paling keren disekolah, menurut mereka. Mereka menyangka Sheryl dan Kai mempunyai hubungan spesial karena mereka dekat. Mereka memang dekat, dekat akan tetapi selalu adu mulut atau bertengkar. Kebiasaan ini yang tidak bisa hilang dari mereka sejak kecil. Kenapa para yeoja iri? Karena kalau jalan disekolah Kai selalu merangkul atau menggenggam tangan Sheryl paksa, agar para yeoja mengira mereka berpacaran.
“yaak! Jongin pabo. Kalau kau tidak ingin didekati oleh yeoja manapun, makanya cari yeojachingu” bentak Sheryl. Do hanya tertawa melihat tingkah mereka, tanpa diketahui Do yang melihat itu merasa sakit.
“ani, aku hanya mau bersamamu” jawab Kai. Yang sebenarnya jujur. Kai memang menyukai Sheryl, entah sejak kapan. Kai ingin menyatakannya akan tetapi karena pertengkaran mereka yang sering terjadi, Kai akhirnya mengurungkan niatnya.
“iyaks, lebay” jawab Sheryl.
**
14 Februari 2012

Hari demi hari berlalu, Shera dan Chen sudah menjalin hubungan sejak lama. Hari ini hari ulang tahun Shera dan Sheryl. Keluarga Lee ingin merayakan disebuah restoran dengan keluarga Kim tentunya. Tuan dan nyonya Lee dan Kim sudah berada direstoran tersebut. Kai akan datang bersama Sheryl, begitu juga dengan Shera dan Chen. Shera dan Chen menyempatkan waktu untuk jalan-jalan sebelum pergi ke restoran. Kai dan Sheryl sudah berangkat. Sheryl setadian hanya diam, membuat Kai yang sedang menyetir jadi heran.
‘tumben anak ini tidak bawel’ batin Kai sambil melirik Sheryl. Muka Sheryl terlihat pucat dan itu jelas itu membuat Kai cemas. Malam ini Kai berencana akan menyatakan perasaannya ke Sheryl, karena hari ini hari valentine dan bertepatan dengan hari ulang tahunnya.
“kau kenapa?” tanya Kai angkat bicara.
“molla, perasaanku tiba-tiba tidak enak” Jawabnya sekenanya,
“apa karena kau berada didekatku? Atau kau sakit?” tanya Kai lagi.
“shera..”
Ddrrtttttt…..drrrrtttttt….
Handphone Kai berdering.
“yoboseyo?” jawab Kai.
“…”
“arraseo, aku segera kesana” raut wajah Kai berubah panik.
Kai mematikan teleponnya dan berbalik arah.
“wae?” tanya Sheryl bingung.
“shera dan Chen… kecelakaan” jawab Kai jujur.
“m..wo?” sheryl mulai menitikkan airmatanya.
**
Seoul International Hospital

Sheryl dan Kai berlari menyusuri lorong-lorong rumah sakit. Dapat dilihat keluarga Lee menangis begitupun dengan keluarga Kim.
“appa, umma.. shera?” tanya Sheryl menatap kedua orangtuanya. Jinki menggelengkan kepalanya pelan, dan tiba-tiba dokter keluar membawa seorang jenazah dari ruang UGD. Dapat kulihat tangan jenazah itu terkulai, gelang itu. Gelang pemberian Sheryl untuk Shera. Mereka memiliki gelang yang sama. Sheryl membuka kain jenazah itu perlahan. Wajahnya sudah hancur, akan tetapi Sheryl mengenali jenazah itu. Itu eonninya! Shera. Tangis Onew dan Victoria semakin kencang, Sherylpun juga begitu. Dia berlari keluar dari rumah sakit.

  RIP
Lee Shera

Victoria tak sanggup melihat anak sulungnya untuk yang terakhir kali, dia pingsan dan dilarikan kerumah sakit. Hari itu Sheryl tidak menangis. Airmatanya mungkin sudah habis karena menangis semalaman, bahkan Sheryl tidak tidur. Dia menatap tajam seorang namja yang duduk lemah dikursi roda.
**
Sheryl POV

Aku menatap namja yang duduk dikursi roda itu. Dia juga menangis. Kenapa dia masih sehat?. Seharusnya dia juga sekarat, kalau perlu dia juga meninggal. Aku menatap namja itu dengan penuh kebencian tanpa diketahuinya. Kim Jong Dae. Dia yang telah merenggut nyawa eonni twinceku tersayang. Kalian berpikir aku akan membalasnya dengan cara apa? Tidak ada. Aku akan membiarkannya menderita, aku akan membiarkannya merasakan kehilangan Shera.
Umma masih dirawat dirumah sakit. Aku berjalan kekamarku dan Shera, aku menatap foto-foto kami yang terbingkai indah dikamar itu. Mirip. Hanya matanya saja yang berbeda. Dan juga kelakuannya. Shera yang feminim dan Sheryl yang tetap tomboy. Aku hanya bisa tersenyum pahit mengingat akan kenanganku dengan eonni twinceku.
~~
14 hari kemudian

Aku merasa sesak melihat ummaku yang masih tertekan karena belum bisa menerima kematian Shera. Terkadang umma menangis sendirian, dan juga tertawa sendiri. Umma dirawat dirumah sakit, bahkan dirumah sakit yang tidak pantas untuk umma. Rumah sakit jiwa. Aku tidak diperbolehkan appa untuk menjenguk umma lagi, karena kami kembar umma menyangka diriku adalah Shera. Sakit? Tentu saja. Aku merasa tak berharga dimata umma. Sampai akhirnya aku mendengar kabar umma mencoba bunuh diri. Bagaimana hubungan keluarga Lee dan Kim yang selalu dibanggakan? Berakhir sudah. Appa menyalahkan kematian Shera adalah salah Chen, bahkan dengan sakitnya umma sekarang. Sampai aku bertekad untuk menjadi Shera, menjadi orang lain, bukan diriku sendiri. Umma diperbolehkan pulang. Itu adalah keinginanku, aku akan menjadi Shera, hanya untuk umma..
Sheryl POV end-
**
“shera, ayo kita makan” ajak Victoria ke Sheryl. Sheryl hanya tersenyum miris, tetapi dia juga senang melihat Victoria kembali ceria. Tanpa sengaja tatapan keduanya bertemu.
“k-kau.. KAU BUKAN SHERA!!” teriak Victoria dengan histeris. Onew yang melihat itu langsung berlari memeluk istrinya untuk menenangkan Victoria.
“dia Sheryl!! Sadar Vic. Shera sudah tidak ada.” Ucap Onew. Sheryl hanya bisa menangis melihat ummanya seperti itu.
“dia bukan Shera.. dia bukan putriku!!” jawab Victoria menatap tajam Sheryl. Sheryl makin menangis. Onew menampar pipi Victoria terpaksa.
“jebal, jangan seperti ini Vic. Dia juga anak kita. Shera sudah tidak ada, Shera sudah bahagia disana” jelas Onew. Sheryl yang melihat itu semakin tidak sanggup. Sheryl berlari keluar, tatapan Victoria dan Sheryl bertemu lagi. Victoria kemudian tersadar. “sheryl” ucap Victoria pelan.
**
Sheryl POV

Damn! Harus berapa kali lagi aku menangis? Sudah berkali-kali. Aku sudah lelah dengan semua ini, apa perlu aku juga menyusul Shera disana? Aku tak tau apa yang aku harus lakukan sekarang, sudah cukup aku hidup hanya sebagai bayang-bayang Shera. Aku Sheryl bukan Shera! Dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa menjadi Shera. Aku tak dapat menghentikan langkahku untuk berlari, aku terus berlari. Sampai aku tiba ditempatku dulu sering menghabiskan waktu dengan eonni twinceku.
Sheryl POV end-
**
“SHERA!!! APA PERLU AKU MENYUSULMU? AKU SUDAH MUAK MENJADI DIRIMU!!” teriak Sheryl disebuah rumah pohon disekitar taman bermain yang dulu menjadi tempat bermain Shera dan Sheryl kecil, bahkan sesekali Kai dan Chen juga diajak kesitu. Sheryl menatap langit, matanya yang biru semakin biru. Angin tiba-tiba bertiup pelan.
“Sheryl.. jangan menyerah. Masih banyak yang menyayangimu” bisik seseorang ditelinga Sheryl. ‘ini Shera’ batin Sheryl. Sheryl menengok kesamping dan belakangnya, tidak ada siapa-siapa. Aku akan mencoba berkomunikasi dengannya lagi, aku yakin Shera masih ada disini.
“tidak ada yang menyayangi aku eonni, sudah cukup. Jemput aku eonni” sheryl mulai terisak. Tiba-tiba sosok tembus pandang muncul dihadapan Sheryl, dia sangat cantik dengan pakaian serba putih itu. Rambutnya yang hitam bergelombang tergerai, mata coklatnya bahkan masih ada, pandangan keduanya bertemu. Itu arwah Shera.
“sshhhttt, dengarkan aku Sheryl. Apabila kau ikut denganku bagaimana appa dan umma yang juga akan kehilanganmu?. Bagaimana dengan namja yang mencintaimu? Mereka akan merasa kehilanganmu Sheryl. Ini takdir. Bukan salah Chen ataupun keluarga Kim. Aku tau kau menyimpan dendam ke Chen, tapi kumohon jangan sebodoh itu saeng” ucap Shera berbisik.
“namja yang mencintaiku? Nuguya?” tanya Sheryl pelan. Shera hanya tersenyum dan menghilang dari hadapan Sheryl.
“eonni, jangan pergi!!” teriak Sheryl lagi. Tidak ada jawaban.
‘aku masih ingin melihatmu eonni.’ Batin Sheryl masih menitikkan airmatanya dan mulai memikirkan perkataan Shera.
**
Kai POV

Sejak kematian Shera hubungan keluarga Kim dan Lee retak. Aku tak pernah tau bagaimana kabar Sheryl. Yang aku tau ny. Lee sudah keluar dari rumah sakit jiwa. Tuhan, kenapa cobaan ini begitu berat untuk yeoja yang kucintai? Aku tau sekarang Sheryl begitu membenci keluarga kami. Tuan Lee sudah mulai bisa memaafkan kesalahan hyungku itu, bagi tuan Lee ini adalah takdir. Dengan cara bermusuhan seperti ini tidak akan pernah bisa mengembalikan Shera lagi. Ny. Lee juga sudah bisa menerima kepergian Shera, aku akui hubungan keluarga Kim dan Lee sudah membaik seperti semula. Meskipun tanpa Shera. Sheryl mulai bisa berteman denganku dan juga Chen, aku tau sepertinya Sheryl merencanakan sesuatu dia mengubah dirinya hampir seperti Shera dan itu berhasil membuat Chen jatuh cinta dengannya. Sainganku sekarang bertambah satu. Aku tau sahabatku Do menyukai Sheryl, tapi kenapa sekarang harus hyungku juga? Cara tatapan Sheryl yang menatap Chen berbeda, seperti ingin membunuh Chen. Tapi Chen tidak menyadari itu.
Hari demi hari berlalu, kudengar Chen menyatakan perasaannya ke Sheryl dan Sheryl menerimanya. Kenapa Sheryl? Tak tahukah kau aku sakit melihatmu berdua? Aku mencintaimu Sheryl! Aku selalu diajak untuk jalan-jalan dengan mereka, aku melihat mereka begitu mesra dan aku muak melihat itu.
2 bulan sudah Sheryl dan Chen menjalani hubungan. Hari ini hari anniversary mereka, dan apa kalian tau? Lagi-lagi mereka mengajakku. Bukan, yang mengajakku sebenarnya Sheryl. Chen selalu mendengus kesal apabila Sheryl juga mengajakku. Aku tak bisa menolak karena tatapan mata Sheryl yang selalu memohon. Ini permainan Sheryl dan aku mengikutinya. Sebenarnya sama dengan aku juga menjebak hyungku, tapi aku benar-benar ingin tau apa yang direncakan Sheryl, atau jangan-jangan Sheryl memang mencintai Chen?
Kami sampai dicafe milik orangtua Do. Setadian Sheryl hanya diam, kulihat wajahnya memucat.
Kai POV end-
**
Sheryl POV

“jangan sakiti dia Sheryl” bisik Shera ditelingaku. Aku tak menghiraukan itu, akan kubuat dia menyesal dengan apa yang dilakukannya terhadapmu eonni.
“chen, aku ingin hubungan kita berakhir sampai disini” ucapku pada akhirnya. Chen yang daritadi menceritakan leluconnya yang selalu membuatku tertawa bahkan tidak membuatku tertawa sama sekali, dia menatapku serius.
“haha, jangan bercanda honey. Ini hari anniversary kita” jawab Chen. Kai yang duduk diantara kami terdiam mematung.
“aku tidak bercanda, aku selama ini hanya berada dibayang-bayang Shera, dan aku cukup lelah dengan semua itu. Lihatlah, bahkan aku tidak menjadi diriku sendiri.” Ucapku menahan airmataku yang ingin menetes.
“tapi aku mulai mencintaimu Sheryl..” jawab Chen.
“mulai? Apa artinya selama 16 tahun kau mengenalku?” ucapku tersenyum miring.
“kau tau? Aku mencintai Kai.” Ucapku lagi. Dan itu berhasil membuat Kai ternganga. Aku memang jujur. Aku mencintai Kai. Ini caraku untuk membalas Chen dan mungkin caraku untuk menyatakan perasaanku ke Kai secara tidak langsung.
Aku menggenggam tangan Kai dan menariknya keluar dari cafe itu. Maafkan aku Shera, maafkan aku Chen, dan maafkan aku Kai karena melibatkanmu.
Sheryl POV end-
**
Kai POV

Apa dia bilang tadi? Dia mencintaiku? Astaga. Ternyata ini maksud permainannya, menghancurkan Chen secara perlahan. Aku menepis genggamannya ketika sampai diparkiran cafe ini. Dapat kulihat bahunya naik turun, dia menangis.
“bukan seperti itu caranya Sheryl” ucapku menepuk bahunya pelan. Aku menyetop taksi dan menuntunnya kearah taksi yang lewat, karena tadi kami ber3 naik mobil Chen. Sepanjang perjalanan Sheryl hanya diam sampai sampai tiba-tiba kepalanya tersandar dibahuku. Dia tertidur. Aku membawanya ke apatermentku, appa dan umma memperbolehkanku tinggal di apaterment setelah kelulusan SMA dulu karena jaraknya dekat dengan kampusku.
Aku meninggalkan Sheryl diapatermentku sangat pagi, aku mendapat telepon dari appa kalau Chen masuk rumah sakit. Dia overdosis dan keadaannya sekarang tidak memungkinkan. Aku berlari menyusuri koridor rumah sakit, rumah sakit yang sama saat Shera dan Chen kecelakaan.
“appa umma, Chen?” tanyaku. Appa dan umma menangis, disana juga ada keluarga Lee. Dokter keluar membawa seorang jenazah, aku membuka kain jenazah itu. Aku menangis mendapati kalau jenazah itu adalah Chen, hyungku. Jadi begini rasanya? Sakit. Ini yang dirasakan Sheryl selama ini?

  RIP
Kim Jong Dae

Makam Chen dan Shera berdampingan. Dapatku lihat Sheryl juga menangis. Apa yang akan kulakukan terhadap Sheryl? Tidak ada. Benar-benar tidak ada. Bagiku ini sepadan. Shera sekarang mempunyai teman disana, cinta sejatinya. Ini kemauan Chen untuk meninggalkan dunia. Dia meninggalkan surat untukku.

To: my brother

Aku tau kau mencintai Sheryl, memang sudah seharusnya kau yang memilikinya. Aku egois! Maafkan aku Kai. Aku akan menemani Shera disana, jangan tanya kenapa. Karena benar kata Sheryl. Aku hanya mencintai Shera, aku menganggap Sheryl adalah bayangan Shera, karena mereka memang kembar. Aku menyadari itu. Jangan pernah salahkan Sheryl karena dia memang tidak bersalah. Kejar dia. Bahagiakan dia, dan jaga dia. Sudah cukup bebannya kehilangan Shera dan juga sempat tak diakui oleh ny. Lee. Cintai dia sebagaimana aku mencintai Shera. Terimakasih telah menjadi dongsaeng yang terbaik untukku..

Your brother, Chen.

1 years later~

Hari ini Sheryl menginjak umur 17 tahun. Aku sudah cukup dekat dengannya, dan hari ini aku akan menyatakan perasaanku terhadapnya. Aku yakin kalau seandainya kami ditakdirkan bersama kami akan bersatu. Do sekarang sudah mempunyai yeojachingu anak tunggal dari keluarga Park, jadi sainganku sekarang tidak ada, menurutku. Keluarga Kim dan Lee sudah bisa menerima kejadian yang menimpa anak sulung mereka, biarkan ini menjadi kenangan dan menjadi pelajaran untuk mereka. Dengan kejadian itu hubungan keluarga Kim dan Lee semakin dekat karena sebenarnya kami akan dijodohkan. Whaha aku yang meminta ini ke appa dan umma satu bulan yang lalu dihari ulangtahunku dan juga karena keluarga Lee meminta maaf tidak bisa memberikan kado untukku aku meminta keluarga Lee untuk menerima perjodohan ini, tepat dihari ulang tahunku, tanpa sepengetahuan Sheryl pastinya. Tentu permintaanku disambut antusias oleh keluarga Kim dan Lee karena mereka memang berniat ingin mencomblangkanku.

-Flashback-
“saengil chukkae Kai” teriak appa dan umma ketika aku memasuki rumah. Disana juga ada keluarga Lee dan juga putrinya yang cantik itu. Aku menghambur ke pelukan kedua orangtuaku.
“saengil chukkae Kai, maaf kami tidak sempat membelikan kado untukmu” ucap calon appa dan ummaku. Hha, aku hanya tersenyum evil tanpa dilihat Sheryl dan membisikkan sesuatu ke appa.
“kado ulangtahunku dari kalian, aku hanya ingin dijodohkan dengan Sheryl. Dan kado ulangtahunku dari keluarga Lee aku ingin tuan Lee menerima perjodohan ini”
Appa berbisik ke tuan Lee dan tuan Lee hanya tersenyum dan menganggukan kepala tanda setuju.
Seperti biasa para orangtua sedang asyik berbincang. Aku dan Sheryl menuju teras belakang.
“saengil chukkae Kaibabo-ssi” ucapnya.
“kau bilang apa tadi?” tanyaku ingin memastikan. Dia mengataiku babo. Aku mendekatkan wajahku untuk menatap mata birunya dan itu refleks membuatnya mundur.
“aniyo” dia menggeleng cepat. Haha aku sangat suka melihat wajahnya yang gugup seperti itu.
“jangan mengata-ngatai calon namjachingumu” ucapku dan semakin mendekatkan wajahku, dia juga semakin mundur dan kali ini dia tersesat karena dibelakangnya terhalang tembok. Aku menghalangi sisi kiri dan kanannya dengan tanganku. Wajahnya mulai memerah, kemana Sheryl yang seperti namja itu? Seketika menghilang.
“bwhaha. Lihatlah wajahmu memerah” ucapku tertawa terbahak. Dia mendengus kesal dan mendorong dadaku pelan. Dia memberikan sebuah kotak kehadapanku. Isinya sebuah gelang ukiran kayu, pasti dia beli di pasar-_- tapi tidak apa, aku akan senang hati memakai hadiah dari calon yeojaku ini.
Flashback end-
**
“saengil chukkae Sheryl” ucap appa dan ummaku dan memberikan kado, karena sweet seventeen sangat spesial harus dikasih kado spesial juga kata appa dan umma, karena ulangtahunku bulan lalu aku tidak dikasih kado yah meskipun aku akan dijodohkan. Sheryl hanya tersenyum. Rumah Sheryl banyak orang, karena keluarga Lee mengadakan pesta. Aku menarik Sheryl ke taman belakang rumahnya. Kami duduk berdampingan.
“ehm, Sheryl” panggilku mulai gugup.
“hmm?” sahutnya yang setadian hanya menunduk tidak menatapku.
“saengil chukkae” ucapku dan memberikan sebuah kado. Sheryl yang menerima itu senang dan ingin membuka kadonya.
“nanti buka kadonya, masih ada yang ingin kukatakan padamu” cegahku cepat. Dia menatapku! Ulangi. DIA MENATAPKU!! Menunggu apa yang ingin aku katakan.
“nnnggggg, berhubung sudah 17 tahun aku mengenalmu, meskipun kita sering bertengkar karena masalah sepele. Kita sudah dewasa, dan kita sudah lama kenal. Maksudku aku juga namja normal, sudah lama mengenal yeoja dan tentu pasti ada rasa..” ucapku mencoba mengumpulkan kata-kataku tadi. Argh! Kemana kata-kata yang kubuat seindah mungkin di rumah tadi?!
“rasa apa? Coklat atau stroberry?” tanyanya polos. Sial.
Kai POV end-
**
Sheryl POV

“rasa apa? Coklat atau stroberry?” tanyaku dibuat-buat polos. Sepertinya aku tau kemana arah pembicaraannya, aku hanya ingin mempermainkannya saja hha. Seenak jidat saja minta hadiah ulangtahun dijodohkan denganku. Kenapa aku tau? Tanpa sengaja aku mendengar umma dan ny. Kim membicarakan perjodohan itu. Dan juga pertunangan kalau seandainya aku menerima Kai menjadi namjachinguku.
Sejenak muka Kai memerah. Dia ingin beranjak pergi. Aku menarik tangannya lagi.
“rasa apa Kai?” tanyaku menatapnya tulus.
“cinta..” ucapnya pelan, namun dapat kudengar dia mengalihkan pandangannya.
“kalau begitu katakan dan lihat aku!”
“saranghae” ucapnya menatapku tulus. Aku hanya tersenyum. Aku masih terdiam menunggu apa yang ingin dikatakannya lagi. Dia juga diam.
“kau ingin aku mengatakan apa?” tanyaku menunduk. Dia meraih daguku dan mendekatkan wajahnya.
“aku hanya ingin tau kalau kau juga mencintaiku” jawabnya dan mendaratkan bibirnya ke bibirku. Kai terpejam, begitu juga denganku. Sampai tiba-tiba lampu teras belakang menyala terang dan disambut sorakan para tamu. Kami langsung melepaskan ciuman itu, dan muka kami seketika memerah.
“ternyata acara pertunangannya berlangsung disini” ucap appa Kai.
“sekarang buka kadonya.” Bisik Kai. Ternyata itu cincin, cincin pertunangan kami. Dia memasangkan cincin itu ke jari manisku, begitupun denganku. Aku mengeluarkan gelang ukiran kayu yang pernah aku kasih ke Kai, itu gelang sepasang. Kulihat pergelangan tangan kanannya terpasang manis gelang pemberianku itu. Aku juga memasang gelang itu.
Semua tamu masuk, dan melanjutkan pesta didalam. Aku berdansa dengan Kai.
“kau merebut first kiss ku Kai babo” ucapku menatapnya sadis.
“berhenti mengataiku babo chagi, atau ciuman ketiga kalinya akan kulakukan disini” jawabnya mulai mendekatkan wajahnya.
“yaaakkk,, oke oke” aku menginjak kakinya pelan.
“awwww, appo” ucapnya manja, dan mempoutkan bibirnya.
”Ciuman ketiga? Yang ditaman tadi yang pertama” tanyaku heran.
“ani, yang pertama di apatermentku. Dimalam kau memutuskan Chen dan mengatakan bahwa kau mencintaiku” ucapnya menatapku. Mwo? Ciuman pertamaku? Apa jangan-jangan dia juga melakukan….
“aku tidak akan melakukannya sebelum kita menikah” jawabnya seakan bisa membaca pikiranku. Aku hanya memukul dadanya pelan.
“saranghae my enemy” ucapnya tersenyum.
“nado” jawabku juga membalas senyumannya dan melanjutkan dansa kami.

END
**

Gimana? Apakah membosankan? Apakah gaje? Kritik dan sarannya yah, berhubung author masih baru. Gomawo.

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in Bahasa^^.

Posted on January 23, 2013, in PG, Tragedy and tagged , , . Bookmark the permalink. 7 Comments.

  1. rafika jung (istrisahnyachen)

    bagus tp knp suami gw mati? /ditimpukauthors/
    daebakkk yah thor
    good job !

  2. icha kyungsoosehunnie

    Mnta sequel thooorr…..

  3. woow so sweet
    Endin yg menyenang kan

  4. Keren keren keren

  5. ajrelika verlyan nezvara

    Squel dong bagus banget ini aku nangis bacanya pas pertama tapi happy ending jga: )

  6. Ceritanya bagus gak ngebosenin buat nemenin insom aku *curhat*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: