I Love You To Infinity [Part I]

[SEQUEL OF 'THIS IS OUR FATE']

20130623-205739.jpg

Author : JS
Genre : romance, angst, yadong, nc-21, nc-17

Cast :
-Cho Jihun
-Oh Sehun
-Byun Baekhyun

Note : annyeong readerrssss ^^ hayoo siapa yang nungguin sequel nya ‘This is Our Fate’ ? Hihi xD ini adalah sequel nyaaa!! >_< bersyukur banget akhirnya sequel ini selesai yaampun *peluk chanyeol(?)*. Maaf yaa lama readers.. Sumpah gara-gara uas ide nya jadi nguap semua T^T heheheheheee

Yang belum baca This is Our Fate; author saranin baca dulu sebelum baca ff ini hehe. Soalnya ff ini sequel dari ff itu(?) -_- okedeeeehhh

Happy reading ! ^^
DO NOT COPY PASTE OKAY :))
DON’T BE SILENT READERS okay ^^

Thanks :)

________________________

Jihun POV

Aku meremas tanganku gugup. Yap, kurang dari 3 menit aku akan menjadi nyonya Oh. Astagaa!! ><

Dengan balutan kemeja warna putih, yang tentunya senada dengan warna gaun pengantinku. Sehun tersenyum sangat sangat tulus dan lembut saat aku dan appa sudah berdiri di dekatnya. Appa menyerahkan ku pada Sehun, dan Sehun dengan bangga nya mengambil tanganku dari appa dan menuntunku hingga berdiri berhadapan dengannya.

Aku dulu mengira bisa berdiri disini, bersama Oh Sehun, dan si pendeta yang mengucap entah apa itu namanya hanyalah mimpi. Namun ini nyata. Oke, Nyata!! Astaga.

“I do” kata-kata yang keluar dari mulut Sehun menyadarkanku dari lamunan.

“Dan kau, Cho Jihun, apakah kau bersedia menjadi istri dari Oh Sehun. Menempuh suka dan duka bersama sampai maut memisahkan?”

Aku tersenyum bahagia ke arah Sehun. “I do”

“Kedua mempelai boleh berciuman”

Tanpa basa-basi Sehun langsung menarik pinggangku dan menciumku. Aku sedikit memekik dan kemudian terkekeh di sela-sela ciuman. Begitupun juga dengannya. Sehun melepaskan ciuman, dan berbisik tepat di telingaku.

“Tak taukah betapa cantiknya kau hari ini, Cho Jihun? Oh, ani, Oh Jihun?”

Aku hanya bisa menunduk merona.

“Kau cantik sekali dalam balutan gaun mahal itu. Tapi aku lebih tidak sabar untuk melihat gaun itu tergeletak di lantai nanti malam”

/Bluussshhh/

Aku memukul dadanya pelan. Aiiisshh.. Dasar byuntae! Untung saja ia tidak melanjutkan menggodaku. Sehun memegang pinggangku dan membalikkan badanku menghadap tamu undangan.

Tak banyak yang diundang. Aku memang sengaja tak mengundang banyak orang. Hanya keluarga dan teman terdekat saja. Pesta penikahannya juga tak meriah mewah, hanya pesta pernikahan sederhana saja. Itupun cukup membuat air mataku mengalir dengan deras saat melihat Umma, appa, Kyuhyun oppa, keluarga Sehun, temanku dan Sehun bertepuk tangan meriah dan menitikkan air mata terharu padaku.

Chu~

Bibir lembut Sehun mendarat mulus di keningku.

“Saranghae, Oh Jihun-ah”

Aku memandang iris coklatnya

“Nado saranghae, Oh Sehun”

______________

Author POV

Setelah mengucap janji, acara selanjutnya sebenarnya hanya makan-makan, dan beberapa hiburan seperti dansa, atau menyanyi. Jihun sibuk membungkuk kearah tamu undangan yang datang. Ucapan terimakasih selalu keluar dari mulutnya setiap ada tamu undangan yang mengajak nya berbicara. Mata Jihun menelisik tamu yang datang.

‘Dimana Sehun?’ Batinnya

Jihun kehilangan jejak Sehun dari tadi. Jihun mengelilingi seluruh ruangan gedung mencari sosok suaminya. Mengingat Sehun sekarang adalah suaminya, membuat Jihun merona sendiri. Hah, Jihun masih tidak percaya dengan hari ini. Hari dimana ia resmi menjadi nyonya ‘Oh’. Istri dari Oh Sehun…

“Jihun-ah!”

Jihun membalikkan badannya dan sebuah sosok telah berdiri tepat di belakangnya. Jihun melempar senyum manis pada sosok itu.

“Oh, Baekhyun oppa”

“Chukkae”

“Gomawo oppa”

Awkward. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut keduanya. Jihun benci dengan keadaan seperti ini. Sejak kejadian bertahun lalu dengan Baekhyun, hubungan keduanya menjadi canggung. Entahlah. Baekhyun memang meminta maaf atas perbuatannya, dan Jihun tentu saja memaafkannya. Tapi, setiap memandang kearah kedua mata coklat Baekhyun atau melihat eye smilenya, Jihun seketika mengingat kejadian itu.

Jihun ingin sekali pergi dari situ dan mencari Sehun. Higheels setinggi 10cm ini benar-benar membuat kakinya pegal. Awas saja kalau sampai kakinya membiru hanya gara-gara mencari Sehun berputar-putar ke seluruh penjuru gedung.

“Aku-” keduanya berbicara bersamaan lalu tertawa.

“Oppa dulu saja”

“Aku.. Jihun-ah, aku minta maaf atas apa yang pernah terjadi di masa lalu. Tapi.. Bisakah kita menjadi teman? Ma-maksudku.. Kau tau setahun ini kita jadi canggung dan..”

Baekhyun meraih tangan Jihun dan meremasnya, menenangkan.

“Friend?”

Jihun tertawa renyah, menampakkan senyum manisnya dan menganggukkan kepalanya. Itu dia. Senyum Baekhyun mengembang dan memamerkan eye smile nya yang sukses membuat hati Jihun sedikit terhenyak. Yah, gitu-gitu Baekhyun pernah mengisi hatinya dulu bukan?

“Ehm”

Dengan reflek Baekhyun melepaskan tangan Jihun saat seorang namja datang mendekat kearah mereka. Jihun menoleh kebelakang. Sehun. Dengan death glare nya Sehun memandang ke arah Baekhyun. Tangan Sehun melingkar erat di pinggang Jihun dan menariknya mendekat hingga dirasakan Jihun punggungnya menabrak dada bidang Sehun. Sehun memeluknya erat dari belakang dan sukses membuat Jihun merona merah. Sehun jarang melakukan skinship di publik, apalagi di depan Baekhyun. Bibir Sehun mendekat dan mengecup leher Jihun.

“Hi, baby. Aku mencarimu daritadi. Dan kau ternyata sedang berduaan dengan namja selain suamimu, hm? Padahal kurang dari sejam lalu kau mengucap janji suci itu” ucap Sehun kencang. Cukup pada Baekhyun untuk dengar.

Sehun menangkat kepalanya dan memandang Baekhyun dengan death glare.

“Easy, bro. It’s over, remember? Just friends, get it?” Ucap Baekhyun dan berlalu pergi.

“Ya! Kenapa kau ini?”

Jihun membalikkan badannya menghadap Sehun dan memandangnya. Sehun mencium kilat bibir Jihun.

“Aku cemburu. Puas? Awas saja kau, nyonya Oh. Kau tak akan lolos malam ini”

Perkataan Sehun sukses membuat bulu kuduk Jihun berdiri.

‘Oh tidak. Mungkin mulai besok aku harus menghabiskan waktu untuk beberapa hari kedepan di atas kasur karena tak bisa berjalan’

______________

Jihun POV

Uwaaaa~ lelahnyaa ><

Aku melepas heels ku dengan kasar dan melemparnya entah kemana. Sekarang aku tengah berada di rumah baru kami. Kami? Tentu saja. Ini rumah ku dan Sehun mulai dari sekarang. Orangtua Sehun menghadiahkan ini untuk kami.

Aku melangkahkan kakiku masuk terlebih dahulu. Sementara Sehun masih sibuk menurunkan koper-koper ku. Aku mendorong pintu utama dan…

Astagaa besar sekali rumahnya. Sepertinya ini sama besarnya dengan rumahku ditambah dengan rumah Sehun. Aku melangkahkan kaki menaiki tangga dan masuk ke kamar, yang dapat kuduga adalah kamar ku dan Sehun. Langkah kakiku membawaku ke balkon kamar dan merasakan semilir angin yang menerpa wajahku.

Ada kolam renang di bawah. Lengkap dengan kolam air hangat. Hmm.. Pasti nyaman kalau malam-malam begini dengan badan pegal berendam air panas bersama Sehun…

Omo! Aku lupa kalau malam ini adalah malam pertama kami. omona!! Apa yang harus kulakukan?

Grepp..

Aku terlonjak kaget saat Sehun tiba-tiba memelukku dari belakang dan menciumi leher dan bahu ku.

“O-oppa~”

Tak lama terdengar suara resleting di turunkan. Yap, rupanya tangan Sehun sudah mulai nakal menurunkan resleting gaun ku. Aku merasa gaun ku mulai mengendur dan akhirnya gaun itu sukses lolos dari tubuhku dan jatuh di teras balkon.

“Kau tau aku tak suka basa-basi bukan, nyonya Oh?”

Dalam sekejap, Sehun telah menggendongku bridal style dan menidurkanku di ranjang king size. Sehun melepaskan semua pakaiannya hingga terisisa boxer saja dan menindihku.

Bibir Sehun langsung mencium bibir ku. Awalnya lembut, tapi lama kelamaan terkesan menuntut dan penuh nafsu. Sebisa mungkin aku membalas ciumannya. Sehun menggigit pelan bibir bawahku meminta ijin dan aku membuka mulutku dengan senang hati. Tangan Sehun bergerilya ke segala penjuru tubuhku.

“Mmhhh.. Ssehun”

Sehun menenggelamkan wajahnya di leherku dan menggigit pelan. Mengecup tiap sudut leherku dan berjalan turun hingga ke dadaku.

“Aaahh~ Sehun oppa~~” desahku sambil meremas rambutnya.

Tiap sentuhan Sehun di tubuhku benar-benar membuatku melayang. Lidahnya dengan lihai bermain dengan nipple ku.

“Mmhh.. Oppaahh”

Author POV

“Mmhh.. Oppaahh” desahan Jihun sepertinya makin membuat Sehun tidak sabar untuk sampai ke inti kegiatan mereka.

Sehun membuka lebar kedua kaki Jihun dan memasukkan juniornya sekali hentak. Jihun reflek mencakar punggung Sehun karena rasa sakit. Tapi itu hanya sebentar. Sehun mulai menggerakkan juniornya cepat, dan semakin menambah ritme gerakannya.

“Aaahhh~ sempithh sekali chagii~ mmhh”

“Ooh~ fasterhh oppaahh~~ aaahh”

Jihun melingkarkan kakinya di pinggang Sehun dan bergerak berlawanan. Desahan mulai menggema di seluruh ruangan. Untungnya hanya mereka yang berada di rumah megah itu.

Kedua tangan Sehun meraih dada Jihun dan meremasnya kuat, menambah rasa nikmat yang di rasakan Jihun. Sehun membalik posisi mereka hingga Jihun yang di atas sekarang.

“Ride me” ucap Sehun seduktif dan memegang pinggang Jihun membantunya bergerak.

Energi Jihun sudah terkuras. Ia bergerak pelan dan membuat Sehun merasa tak sabar. Sehun mengangkat pinggang Jihun dan menurunkannya kembali dengan cepat.

“SEHUN~~ astagaaaaahh~~ ahh~~”

Jihun hanya bisa diam dan mengubur kepalanya di leher Sehun. Mendesah tepat di telinga Sehun.

“Chagihh~~ haahh~”

“O-oppahh~~ mmmhh~~ aahhh”

Badan Jihun ambruk tepat di atas badan Sehun. Sehun memeluk erat Jihun dan mereka diam dengan posisi itu beberapa saat.

“Chagi~ kau mau berendam?”

“Malam-malam seperti ini?”

“Ani. Kita berendam di kolam di luar. Kolam air panas

“Baiklah~~”

Jihun melingkarkan kakinya di pinggang Sehun. Kedua tangannya memeluk erat leher Sehun saat Sehun menggendongnya sampai ke kolam. Perlahan Sehun menuruni tangga kolam, hingga jari-jari kakinya menyentuh hangatnya air panas di kolam itu.

Sehun mengambil tempat di pojok kolam dan duduk disana. Mengingat bahwa kolam itu tingginya hanya sedadanya saja. Jihun masih tenang duduk di pangkuan Sehun.

“Haaa~ hangatnya~” ucap Jihun. Jihun mengangkat wajahnya yang dari tadi bersembunyi di lekukan leher Sehun dan memberi Sehun ciuman kilat.

Sehun mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka bersentuhan dan mencium Jihun lembut. Sangat lembut. Sehun baru melepaskan ciuman itu saat Jihun bergerak gelisah dan memukul lengannya kehabisan oksigen.

“Chagi~~ kau bahagia?” Tanya Sehun dan memandang Jihun intens. Jihun terkekeh dan mencium hidung Sehun.

“Tentu saja. Siapa yang tak bahagia jadi seorang istri dari Oh Sehun?”

Perasaan bahagia menyelimuti keduanya. Sekarang Sehun tak akan takut jikalau nanti Jihun akan meninggalkannya. Karena ia tau Jihun sangat mencintainya, begitu juga dengannya.

“Bolehkah aku meminta sesuatu padamu?”

Jihun menganggukkan kepalanya dan menatap Sehun.

“Aku mau… Sehun kecil atau Jihun kecil. Kau mau kan mengabulkannya untukku?”

Jihun POV/strong>

/Blussshhh/

Aku panik saat mendengar permintaan Sehun. Yang benar saja! Sehun kecil.. Atau Jihun kecil?

Bukan berarti aku tak ingin punya anak. Tapi di usia muda seperti ini… Rasanya aku belum siap. Entahlah. Seperti belum saatnya saja aku mengandung anak. Tanpa sadar aku memegang perut rata ku dan mengusapnya, sampai tangan Sehun menggenggam erat tanganku dan mencium telapak tanganku.

“Tenang chagi~ aku akan selalu menemanimu. Tak perlu takut, arraseo?”

Aku menganggukkan kepalaku. Kali ini dengan penuh keyakinan. Ya, Sehun akan selalu disini menemaniku, menemani hari-hari susahku saat mengandung buah cinta kami.

Sehun tersenyum dan berbisik lirih

“Gomawo”

Sebelum akhirnya mecium bibirku kembali. Melumatnya dan lidahnya menerobos masuk ke mulutku. Lidah kami saling membelit satu sama lain. Sehun melingkarkan kakiku di pinggangnya lalu menggendongku masuk kembali ke rumah. Bibir kami tak pernah lepas berpagutan. Sehun menidurkanku di kasur. Tak peduli badan kami yang basah. Ia menatapku lapar.

“A-Ahhh~~ Sehun aahh~”

Tanpa basa-basi Sehun menghentakkan juniornya masuk ke vaginaku lagi dan menggerakkannya dengan cepat. Kasur King size nya berdecit dan headboard ranjang berkali-kali bertabrakan dengan dinding.

“Mmhhh.. Aaahhh.. Oppaahhh”

Entah tak terhitung berapa kali aku orgasme dan berapa kali sudah cairan Sehun menyemprot masuk ke dalam rahimku. Tenaga ku sudah terkuras habis. Aku mendesah lega saat akhirnya Sehun berhenti menggerakkan juniornya dan berbaring disamping ku tanpa melepas kontak kami. Aku tersenyum ke arahnya.

Tangan Sehun melingkar erat di pinggangku dan menarikku mendekat kearahnya. Aku menghirup aroma tubuhnya sebelum menyusulnya memejamkan mata dan tertidur.

____________________

Author POV

“Oppa! Aku mau es krim! Rasa coklat sama taburan strawberry di atasnya! Oppa! Ya!!!”

“Aiiisshh, chagi. Oppa sedanv sibuk. Sebentar lagi ya?”

“Oppa!!! Aku mau es krim! Es krim! Es krim! Es krim! Es-“

Sehun yang pusing gara-gara Jihun yang terus terusan merengek minta dibelikan es krim dan tugas kantor yang menumpuk dan terpaksa dibawanya pulang karena Jihun yang minta buru-buru membungkam mulut Jihun dengan menciumnya. Jihun yang kaget hanya bisa diam tak membalas.

Sehun semakin memperdalam ciumannya dan melumat bibir atas dan bawah Jihun bergantian. Setelah beberapa menit, Jihun akhirnya sadar dan mendorong cukup keras dada Sehun hingga ciuman mereka lepas. Jihun mengatur nafasnya dan memandang Sehun.

“Ya! Aku akan membelikanmu habis ini. Sekarang masih banyak kerjaan. Kalau kau tak berhenti merengek aku akan menidurimu sekarang juga, disini. Tak peduli dengan perutmu yang tengah hamil 5 bulan itu” ucap Sehun sarkasme dan menatap Jihun lapar.

Jihun menatap ngeri Sehun dan mengalihkan pandangannya. Rona merah menghiasi pipinya.

“A-arasseo. Ka-kalau begitu aku akan membelinya sendiri saja. Minimarket hanya dua blok dari sini”

Sehun menghela nafasnya. Baru saja ia akan membalas perkataan Jihun, tapi Jihun menempelkan jarinya di bibir Sehun menyuruhnya diam.

“Aku akan kembali. Hanya 10 menit. Arraseo?”

Sehun menganggukkan kepalanya pasrah. Jihun mengecup bibir Sehun dan memakai mantelnya.

“Oppa aku pergi dulu”

“Hati-hati. Jalan lari-lari, chagi! Ingat kau sedang hamil! Sedang mengandung anak kita!”

“Nde harabeoji!!!”

“Ya!!!! Oh Jihun!!!!!”

Jihun cepat-cepat keluar dari rumah sebelum Sehun mengejarnya dan yang lebih buruk ‘menghukumnya’. Hukuman ala Sehun jauh berbeda dengan hukuman yang orang biasa berikan. Ya.. Kalian tau sendirilah apa arti ‘menghukum’ bagi namja pervert se pervert Sehun.

Jihun tertawa kecil saat mengingat ia memanggil Sehun dengan sebutan harabeoji. Sekilas sosok Sehun yang sedang bekerja dengan tumpukan dokumen dan kertas entah apa saja isinya di meja kerjanya yang menggunung, kacamata baca yang melorot hingga di tulang hidung dan secangkir kopi yang terkadang menemaninya untuk mengusir ngantuk memang mengingatkan Jihun pada sosok kakeknya. Sebutan itu memang sering keluar dari mulut Jihun saat Sehun benar-benar telah membuatnya kesal dan emosi sampai di ubun-ubun.

Tanpa sadar tangan Jihun mengelus perut nya yang telah membuncit

‘Aegi-yah~ kau tau bukan umma dan appa mu tengah menunggumu lahir ke dunia ini? Tumbuhlah sehat dan keluarlah dengan selamat, arraseo? Umma dan appa selalu mencintaimu’ batin Jihun.

Setelah Jihun membatin begitu, sebuah pergerakan kecil dirasanya. Bayi yang sedang dikandungnya rupanya menendang dengan semangat perut Jihun. Memang terasa sakit, tapi bahagia menyelimuti hati Jihun. Setidaknya bayinya juga bahagia.

‘Aigoo.. Kau senang sekali ya? Kau juga mencintai umma dan appa mu ini, benar?’

Tendangan kecil di rasa Jihun lagi di dalam perutnya. Ia tertawa kecil.

“Oh! Nona awas!!!!!!”

Jihun menoleh ke arah sumber suara. Seorang murid berseragam tengah berteriak padanya. Begitu juga dengan ahjumma di sebelahnya.

“Nona!!!! Awas!!!! Menyingkirlah!!!! Kyaaaaaa”

BRAAAAKKKKK

Yang Jihun ingat sebuah mobil sedan menabraknya dengan sangat kuat. Orang-orang tengah mengerumuninya. Dan beberapa diantaranya terus memanggilnya berharap agar Jihun terus sadar. Terakhir yang Jihun ingat banyak orang yang menggendongnya masuk ambulans.

‘Aegi-yah~ Sehun oppa~’

Setelah itu pandangan Jihun gelap dan ia tak sadarkan diri.

________________

Sehun POV

Aku membalikkan dokumen kerja dengan kesal. 10 menit? Ini bahkan hampir satu jam lebih dan Jihun belum juga kembali? Kemana saja dia?

Aku bersandar di kursi dan memijat keningku.

I lost my mind noreul choeummannasseultte
no hanappego modeun-goseun get in slow motion

Aku mengambil hp ku dan tertera nomor tidak terkenal disana. Aku mau tak menjawabnya tapi kalau saja hal penting? Aku menekan tombol panggilan.

“Apa benar ini Oh Sehun-ssi? Suami dari Oh Jihun-ssi?”

“Nde. Itu benar. Ini dengan-“

“Kami dari Seoul International Hospital. Oh Jihun-ssi mengalami kecelakaan dan berada di rumah sakit. Oh Jihun-ssi sudah berhasil melewati masa kritis dan sekarang masih tidak sadarkan diri di ruang ICU. Oh Jihun-ssi sedang koma”

Nafasku tercekat. Aku merasa dunia berhenti berputar, dan begitu juga dengan waktu. Jihun… Kecelakaan? Tak mungkin. Ia hanya keluar beli es krim ke minimarket dua blok dari rumah.

“A-ani. Tadi Jihun hanya-“

“Ya. Oh Jihun-ssi kecelakaan di depan Minimarket”

Aku terdiam. Berusaha mencerna kata demi kata yang orang ini dibicarakan. Lama jeda.

“Oh Sehun-ssi? Anda masih disana?”

“K-kau tidak bercanda bukan?”

“Tidak Oh Sehun-ssi. Kami minta pihak keluarga ke sini”

“Aku kesana sekarang”

Aku memutuskan sambungan telepon dan mengambil jaketku. Aku tak peduli sedang pakai piyama atau apa. Yang jelas di pikiranku sekarang hanya satu. Jihun.

‘Jihun-ah… Bertahanlah chagi.. Jebal’

-TBC-

About teenagerfanficindo

Fanfiction all rating and all fandoms especially for Kpop-Lovers in bahasa

Posted on June 23, 2013, in NC-17, NC-21, Romance, Tragedy and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 28 Comments.

  1. Yaa amupunn
    Selamatkan jihyun sma baby’a sehun cpt lahhh,
    Seruuu
    Ditunggu kelnjtan’a

  2. fernanda feby alfiana

    Next Thor!!

    Semoga bayinya gk knp2 *doa brgluhan*
    Author cepet Publish Next chap-ya *bbuing2

  3. Wah konflikx mulai muncul nieh..
    Dtg9u next partx g pake lama hehe

  4. cpat sembuh jihun..
    sehun jgn sdih msi ada q ko…#abaikan
    next chapter’y jgn lma” ya thor….

  5. Waahhh, kereeeeen. Tp firasat aku bilang klo bayi nya psti keguguran. Tp bisa ajh luka hidin parah, trus ngacem jiwa nya. Ohh gk mungkin, klo gtu sehun sama siapa dong? Sama aku ajh deh #plak
    Ok next chap di tunggu ;)

  6. Waahhh, kereeeeen. Tp firasat aku bilang klo bayi nya psti keguguran. Tp bisa ajh luka jihun parah, trus ngacem jiwa nya. Ohh gk mungkin, klo gtu sehun sama siapa dong? Sama aku ajh deh #plak
    Ok next chap di tunggu ;)

  7. Semoga tidak terjadi apa apa…..

  8. kyuwonhae's wife

    ooommmmoooo :o , knpa cobaan dtg secepat itu :( , huuaa….
    Smga Jihun selamat n aegy juga :)
    Amiieennnnn :)

  9. Omonaa~
    kasihann.. ;-(
    mudah2an jihun sama calon aeginya selamat.. :-(
    sehunaa yg sabar nee :-)

    lanjuut thor :-)

  10. semoga bayinya baik2 aja + ummanya
    Next thor

  11. yaaa waktu pertama mengetahui kehamilannya kok g diceritain sih thor
    padahal menurutku itu lo waktu yang sangant manizzz
    ditunggu nextnya
    moga aja bayinya gpp

  12. astaga NCnya uda… H.O.T thor..
    wkwkwkwk
    sehun manis banget elahhhh gue gemes -__-
    iya gapapa semoga gapapa ibunda dan sang calon anak(?) kasian itu sehun uda jelek2 ngurusin kerjaan kantor malah istrinya kecelakaan, sabar hun ya cobaan memang berat, ini hidup /maksdnya/
    lanjut thorrr ^^//

  13. Ahhhh ditunggu lanjutannya hikksss

  14. annyeong, readr bru??
    Jd pnsrn gila ma ff ni, apa jihyun akn kegugurn n’ gak bs d.angkt alias rhimny menglmi krusakn? Oh tdk mungkin kn auth?
    Bgmn ff ni akn brlnjut?
    Smgnd y author daEBak

  15. huftt..smga jihun dan aegi’a baik2 aja…
    seandai’a sehun nurutin kemauan istri’a,jihun gk bakal kecelakaan..

  16. reginamegavinliya

    nah loh knapa sad..jangan sampe aegynya gugur .. hua kasian..

  17. Omooooo anakx gmn nasibx….

  18. huaaa ternyata sedih akhirnyaa ㅠ.ㅠ walaupun emng blom akhir ceritanya hehee~ ayoo miin lanjutanya dong mana? :D

  19. kecelakaan sampe koma, gimana kandungannya ???

  20. di blog ini ffnya nc semua yaa?-_-
    wahh jihyun keguguran gak? ;(

  21. Nikah sama Sehun, siapa yg gk mau coba TvT aaaaakk pervert-prince (?)
    Aku sukaaaaaa!! :)))

  22. Aaahhh :( awalnya bahagia bangett, tapi pas mau tbcnya??

    Thor.. Jangan dibikin sad ending ya.. Yaaa *puppy eyes

  23. aku ngebayangin klo jihun itu aku :D :D

  24. ah!! itu Jihun gmn?? bayi nya gmn?? :(
    ah.. aku greget baca FF ini :D
    FF ny jjang!!! :D

  25. Ah author kenapa harus tbc?!! Lagi seru serunya jugaa :(

  26. oh tidak kumohon mudah-mudahan jihyun dan bayinya selamat. .
    next chapternya ya thor. ..

  27. yahh.. kok TBC nya bikin super duper penasaran gitu >< .
    Aegi nya Se-Ji gmna th thor :'(

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,378 other followers

%d bloggers like this: